[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] You Were Here –Mongieya

1490239369715.jpg

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] You Were Here  –Mongieya

Xiumin &OC  || romance, sad, songfic, oneshot  || T (13+)

Maaf aku tak bisa tepati janjiku dulu. Bahwa aku akan melupakanmu, dan membuka lembaran baru tanpa bayang – bayangmu. Maafkan aku, Minseok-ah…
In the place where memories rest
Even in the warmth left at the tip of my fingers
You are there, you are there
Your scent, your face
(Jin Lovelyz – Gone)

Aku membuka pintu ruangan ini lagi. Tempat yang kini menjadi dingin tanpa senyum hangatmu.
Suara indahmu mengalun kembali di telingaku. Membuatku mengingat kembali aromamu yang serupa embun. Entah sudah berapa kali aku mendengarkan lagu ini, kuputar lagi dan lagi.  Suara hangatmu, dan petikan gitarmu mengalun di jiwaku.
Memoriku berputar jauh kebelakang, saat kau masih menyambutku hangat di ambang pintu yang kini terasa dingin dan mati.
Seoul, musim dingin 2014
“Jinjoo, apa kau ingat lagu ini?” ucap Minseok ketika menempelkan earsetnya di telinga Jinjoo. Hpnya sedang memutar lagu sendu milik Jin Lovelyz, Gone.
“ tentu saja aku ingat, kau yang membintangi MVnya kan?”
“ jika nanti aku pergi, apa kau akan tetap tegar seperti wanita di MV itu?” tanyanya tiba tiba.
“ apa yang kau bicarakan? Aku tak akan bisa hidup tanpamu, itu sudah jelas baoziku..  Ada apa memangnya?” jawab jinjoo ringan.
“ apa kau akan pergi?” suara Jinjoo bergetar risau.
“ nothing, aku hanya bertanya saja” ucap minseok seraya menarik Jinjoo kepelukannya dan mengecup dahinya pelan dan dalam. Dingin, Jinjoo semakin mengeratkan pelukannya dan tertidur di dada Minseok.

우리 함께 있던 그 공간에
내가 널 닮아가던 그 순간에
빗속을 그냥 걸어도 너무 좋았던
니가 없다 니가 없다
어떻게 나 혼자서 널 지우고 살아
함께 걸어가던 그 시간에
그렇게 만들어가던 추억까지도
미련까지도
머문 자리에 난 서 있다 너무 그리워
In the place we were together,
in the moments that I started to resemble you
I was so happy just by walking in the rain with you
But you’re not here, you’re not here
How can I live as I erase you?
In the times we walked together
In the places where the memories
and lingering attachments were made
I’m standing there because I miss you so much
***

Aku menyusuri tiap jengkal ruangan ini. Ruangan yang menyimpan kenangan akan dirimu. Aku berharap akan menemukan sosok dirimu disini.
Gitarmu. Bersandar dengan senyap. Diantara kain kain putih dan debu, gitar itu menyimpan banyak kenangan.  Antara kau dan aku, sedih maupun duka. Air mataku menetes satu persatu, mencoba mengingat semerdu apa suara petikanmu dulu. Dan memori itu kembali lagi.
Saat kau memetik senar senar itu dengan hatimu.
Musim semi 2015
Jari jarimu bermain main dengan tuts tuts hitam putih pianomu, menghantarkan nada yang mengalun sendu. Lagu itu lagi, lagu yang terus kau ulang. Tapi aku terlalu bodoh untuk mengerti dulu. Untuk mengerti bahwa kau mengisayaratkan akan pergi…
“ aku ingin mendengar suaramu, minseok-ah”
“ menyanyilah bersamaku, aku juga ingin mendengar suaramu”
Nada demi nada yang mengalun dari petikan gitarmu mengiringi nyanyian kita, di hangatnya musim semi, kita saling mencinta.
***
Hitam putih, walaupun tanpa warna, aku masih ingat warna baju kita dalam foto itu. aku berdiri disebelahmu, terlihat manis dengan gaun putih dan gelang pemberianmu. Gelang yang menyimpan janji kita dulu
***
1995
“ minseok ayo main nikah nikahan” celetuk jinjoo kecil polos
“ kita nikah beneran aja” jawab minseok tak kalah polosnya
“ kata mamaku gak boleh, kita masih kecil..”
“ yaudah nikahnya pas udah gede aja gimana? Janji!”
“ janji!”
“ tunggu disini, jangan kemana mana!”
“ minseok kamu mau kemana?”
“tunggu!”
Minseok kembali membawa sesuatu ditangannya, dia terlihat sangat sumringah kala itu.
“ mana tanganmu”
Minseok memasangkan seuntai gelang pink yang terlihat manis ditangan putih Jinjoo.
“apa ini?”
“ gelang nikah kita, karna aku gak punya cincin. Kalo kita nikah nanti, kamu pake ya!” mata sipitnya tenggelam oleh pipi gembulnya.
***
Aku masih menyimpan gelang itu, asal kau tau minseok. Aku akan selalu menyimpannya. Aku akan selalu mengingat janji manis kita dulu.
Aku akan selalu mengingatmu, bukan sebagai beban, tapi sebagai anugerah Tuhan yang indah.
***

제발 날 봐 날 봐봐 날 봐봐
나 이렇게 널 느껴 널 느껴 널 느껴
애써 잡은 말투 애써 잡은 미소
애써 잡은 넌데
Please look at me, look at me, look at me
I feel you, I feel you, I feel you like this
I tried to hold onto the way you speak, your smile
I tried to hold onto you
Rintik hujan mengiringi langkahku. Membawakanku memori lain akanmu, ketika kita menari nari dibawah rintik hujan. Ketika kau melindungiku dari rintik hujan, teriknya mentari, dinginnya hembusan angin musim gugur, dari dedaunan yang jatuh, kau melindungiku dengan cintamu.
Aku kini hanya sendiri, tak ada kau yang melindungiku. Dibawah rintik hujan, aku mengingat bagaimana kau memayungiku. Di bawah terik matahari, aku mengingat teduhnya lenganmu dulu. Membayangkan kau tersenyum disampingku. Tak ada lagi suaramu yang membuatku tenang. Tak ada.
Aku duduk dikursi, dimana kita dulu berada. Tapi aku hanya sendiri. Hanya aku yang kembali kesini, tapi kau tidak. Hanya kenanganmu yang tersimpan disini.
***
Aku akan menjalani sisa hidupku bersamamu dihatiku
Tanpa pernah melupakanmu walau sekejap
Aku akan menggapai mimpi mimpi kita yang belum sempat kita gapai
Aku akan melakukannya untukmu
Terima kasih minseok-ah atas cintamu yang hangat dan dalam
Semoga kau damai dan tenang di atas sana, jangan khawatirkan aku lagi..
***

우리 함께 있던 그 공간에
함께 걸어서야 할 시간에
나 혼자 붙잡고 했어
우리미래도 나의 바램도
머문 자리에 난 서 있다 너만 없다
In the place we were together
In the times that we should have walked together
I’m holding on alone in the places where our future
and my hopes still have to be made
I’m standing there because you’re gone
-END-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s