[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] One Years Later – Park Kyuna

1490239471602.jpg

Title : One Years Later

Author : Park Kyuna

Main cast : EXO’s Xiumin & Cho Kyura (OC)

Genre : Tragedy

Rating : G

Length : Oneshot

.

.

.

.

“Minseok-ah, bersiaplah. Sebentar lagi acara pernikahanmu dimulai,” ucap seorang wanita paruh baya pada anak laki-lakinya.

Ne, Eomma.”

Minseok atau Kim Minseok adalah seorang mahasiswa di salah satu Universitas di Seoul. Hari ini, ia akan menikah dengan seorang perempuan yang sudah berpacaran dengannya selama 4 tahun –Cho Kyura. Gadis yang satu kampus dengan Minseok.

Kyura adalah seorang yatim piatu. Ia tinggal di sebuah flat sederhana bersama kakaknya.

Kajja, kita berangkat nanti kita akan terlambat,” kata ayah Minseok

.

“Kyura-ya kau sudah siap?” tanya kakak Kyura.

Ne, Eonni. Kajja,” jawab Kyura dengan gaun putih khas pernikahan yang cantik dengan make up yang berada di wajahnya terlihat tipis namun tetap natural.

Mereka berdua pun segera pergi menuju gereja yang tak jauh dari flat mereka.

.

Minseok serta keluarganya sudah sampai di sebuah gereja yang tidak terlalu besar. Disana sudah mulai banyak tamu undangan yang datang.

Di lain tempat

Kyura masih berada di jalanan bersama kakaknya. Mungkin mereka akan sedikit terlambat.

“Kyura-ya, apa kau gugup?” tanya sang kakak.

“Aku sangat gugup, Eonni.”

“Kau tenang saja, semuanya akan berjalan dengan lancar,” ucap sang kakak menenangkan.

Di arah yang berlawanan, terdapat sebuah bus yang melaju dengan kecepatan tinggi. Mobil yang dikendarai oleh kakak Kyura tertabrak oleh bus itu.

Kakak Kyura mengalami luka sedang di tangan dan kepalanya, sedangkan Kyura mengalami luka yang berat karena kaca depan mobil mengenai kepalanya hingga mengeluarkan banyak darah segar dan bagian dadanya juga terkena serpihan kaca jendela mobil.

Tak lama setelah kecelakaan tersebut, sebuah ambulance datang dan membawa Kyura dan kakaknya ke rumah sakit terdekat.

.

Tubuh Minseok tiba-tiba terhuyung beberapa langkah ke depan. Ayahnya yang berada di sampingnya dengan sigap menarik tangan putranya dan berusaha membuat Minseok berdiri tegak.

“Ada apa Minseok-ah?” tanya sang ayah khawatir.

Minseok menggeleng pelan. Ia pun tak tahu apa yang terjadi padanya saat ini. Tangannya tergerak untuk meremas dadanya sendiri, seperti ada sebuah rasa sakit yang dalam di sana. Sebuah perasaan sesak dan tidak nyaman begitu mencengkeram hatinya.

“Aku tidak tahu, Appa. Hanya saja, di sini terasa sangat sesak. Perasaanku tidak enak.” Minseok masih meremas dadanya.

Drrttt… drrrtt…

Ponsel Minseok bergetar menandakan ada panggilan masuk. Minseok segera menerima panggilan itu saat nama Kyura tertera di sana.

Yeoboseyo.”

“Apa benar ini dengan Kim Minseok?” tanya sebuah suara di seberang sana. Suara itu lebih mirip suara seorang bapak-bapak. Mendadak perasaan Minseok berubah menjadi tidak enak. Bukankah saat ini yang mrnghubunginya adalah nomor Kyura? Mengapa Minseok tidak mendengar suara Kyura dari nomor yang saat ini menghubunginya?

Ne, ini dengan Kim Minseok. Ini dengan siapa? Bukankah ini nomor calon istriku?” tanya Minseok.

“Oh, jadi Anda calon suaminya? Begini, calon istri Anda mengalami kecelakaan karena tertabrak sebuah bus yang melaju dengan cepat dari arah berlawanan. Calon istri Anda tewas di tempat dengan luka tusukan serpihan kaca yang cukup dalam di bagian kepala dan tulang rusuknya hingga mengenai paru-paru serta jantungnya. Sedangkan kakaknya hanya mengalami luka sedang dan sekarang sedang berada di ruang jenazah. Datanglah ke Seoul Hospital.”

“Kyura-ya…” panggil Minseok lirih. Butiran air mata mulai menggenangi matanya. Ia tak mampu lagi untuk berbicara dengan seseorang yang sedang meneleponnya. Tubuhnya runtuh seketika.

Orang tua Minseok terlihat bagai mendapat sambaran keras. Ibu Minseok gemetar ketakutan dan menangis terisak, sang ayah langsung menenangkan istrinya itu.

“Kita ke rumah sakit sekarang,” ucap ayah Minseok.

.

Sesampainya di rumah sakit, Minseok langsung berlari menuju ruang jenazah dimana Kyura berada. Saat masuk ke dalam, Minseok melihat kakak Kyura yang sedang menangis melihat kondisi adiknya yang sudah tidak bernyawa.

“Kyura-ya…” bisik Minseok lirih. Mendengar ada sebuah suara yang memanggil nama adiknya, kakak Kyura menolehkan kepalanya menuju sumber suara dan menemukan Minseok berada di depan pintu.

“Minseok-ah…”

“Kyura-ya, bangunlah. Bangun chagiya. Kau tahu kan sekarang acara pernikahan kita. Bangun Cho Kyura. Bukankah kau senang karena hari ini akan menikah dengan Oppa? Oppa mohon chagi, bangunlah. Jangan tinggalkan Oppa sendirian…”

Minseok langsung memeluk Kyura yang sudah tidak bernyawa dengan erat. Ia menangis hebat dalam pelukan calon istrinya itu. Sang kakak dan orang tua Minseok yang melihatnya hanya menangis melihat Minseok yang terlihat amat sangat kehilangan Kyura.

Mianhae… ini semua salahku karena tak bisa menjaga Kyura sampai dengan selamat di gereja,” sesal sang kakak.

“Sudahlah, ini bukan salahmu. Ini semua adalah takdir dari Tuhan karena ia lebih menyayangi Kyura,” ucap ayah Minseok dengan bijak.

.

Di pemakaman

Cuaca yang mendung dengan hujan rintik-rintik menambah suasana gelap pada acara pemakaman seorang gadis cantik bernama Cho Kyura.

Minseok masih menangis saat peti itu dimasukkan ke dalam tanah. Ia menatap sendu gundukkan tanah yang masih basah tersebut.

“Ikhlaskan dia sayang. Kalau kau terus menangis, Kyura akan sedih melihatnya,” ucap ibunya.

Minseok hanya terdiam tanpa mau menjawab perkataan ibunya.

Pemakaman itu sudah mulai sepi karena orang-orang mulai meninggalkan area tersebut.

“Kau mau pulang atau masih ingin di sini Minseok-ah?” tanya ayahnya yang memegangi payung untuk Minseok.

“Aku ingin pulang saja.”

“Baiklah, kajja kita ke mobil sekarang.”

.

One years later

Seorang pria tampan nan manis berjalan menyusuri area pemakaman sambil membawa seikat bunga mawar merah di tangan kanannya.

Ya, ini sudah satu tahun Kyura kecelakaan dan meninggalkan Minseok.

Annyeong chagiya, Oppa datang membawa bunga mawar merah kesukaanmu,” kata Minseok sambil tersenyum manis sambil meletakkan bunga mawar tersebut di atas gundukan tanah.

“Sudah satu tahun kau pergi meninggalkan Oppa sendirian. Kau begitu jahat chagi.” Minseok memulai kegiatannya saat berada di depan batu nisan yang tertulis nama Cho Kyura, berbicara dengan gadis tersebut.

“Tapi kau sangat pintar meninggalkan Oppa agar Oppa selalu mengingatmu bukan?” tanya Minseok.

“Tenang saja, Oppa tidak akan melupakanmu sampai kapan pun. Meskipun kau sudah bersama Tuhan, tapi hati kita tetap dekat dan menyatu.”

“Cho Kyura, saranghae…”

 

 

 

The End

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s