[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] NAE SARANGEUN OPPA-firmevouz

1490239335186

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] NAE SARANGEUN OPPA-firmevouz
Xiumin & OC || Romance || G

“Minhee-ya! Ayo bangun! Kau bisa terlambat datang ke sekolah! Cepat bangun!”

Seseorang membuka gorden kamarku. Silau sekali, siapa ini yang membuka? Perlahan kukerjapkan kedua mataku. Oh, ternyata dia. Pria yang mengisi hatiku sejak bertahun-tahun yang lalu hingga kini. Pria yang usianya 2 tahun lebih tua dariku.
Oh ya, perkenalkan, namaku Kim Min Hee. Usiaku 17 tahun. Bersekolah di salah satu sekolah swasta di Seoul. Memiliki seorang oppa yang sangat tampan, namun oppaku ini berada begitu jauh -setidaknya menurutku.

“Mana roti selai strawberryku? Dan aku tidak mau minum susu vanilla!”

“Kenapa kau suka sekali sih dengan selai menjijikkan seperti itu. Dan susu vanilla lebih Bagus karena tidak mengandung banyak perisa.”

“Terserah apa katamu saja. Ayo berangkat.”

“Minhee-ya, ayo kita ke kantin!” Ini Taerin, temanku sejak kelas 1 yang paling berisik.

“Sebentar, aku masih membuat puisi.”

“Puisi lagi? Untuk siapa sih sebenarnya? Kau selalu merahasiakannya. Kita teman kan?”

“Menurutmu siapa?”

“Aish kau ini. Sudahlah terserah kau saja.”

“Taerin-ah, bagaimana Kim Min Seok sunbae menurutmu?”

“Minseok sunbae? Ia tampan, ramah, baik hati, dan sangat cute. Kenapa memangnya? Kau suka dengannya ya?”

“Ne Taerin-ah, aku menyukainya. Sangat menyukainya.”

“Oh ternyata puisimu selama ini untuk Minseok sunbae eh? Lalu kenapa kau tak pernah memberikan puisi itu padanya?”

“Aku bahkan membacakan puisi ini di depannya, Taerin-ah..”

“Jinjja? Lalu bagaimana reaksinya?”

“Katanya puisiku Bagus. Ia menyukainya.”

Bel pulang sekolah telah berbunyi. Akhirnya bisa kembali ke rumah tercinta dan menghabiskan waktu dengannya. Ah aku tak sabar.

*toktoktok*

“Masuk.”

“Minseok oppa!”

“Oh, ada apa Minhee-ya? Apa kau mau membacakan puisi buatanmu lagi?”

“Ne oppa. Tolong dengarkan ne.”

~

“Bagaimana oppa? Bagus tidak?”

“Bagus Minhee-ya. Oppa menyukainya. Apa kau memberikan puisi itu pada orang yang kau sukai?”

“Ne oppa, aku bahkan membacakan puisi ini di depannya. Sama sepertimu.”

“Jinjjayo? Wah kau memang hebat, Minhee-ya..”

“Gomawo oppa..”

“Minseok! Minhee! Ayo turun saatnya makan malam!”

“Ne eomma.”

Kim Min Seok. Pria berusia 19 tahun. Pria yang membangunkanku tiap pagi. Yang menyiapkan sarapanku. Yang menyuruhku meminum susu vanilla ketimbang susu coklat. Yang menyebut selai strawberry adalah selai menjijikkan. Yang berangkat dan pulang sekolah bersamaku. Yang ku bacakan puisi buatanku. Yang tidak sadar bahwa puisi itu untuknya. Yang berada sangat jauh menurutku.

Pria yang ku sukai,

Kim Min Seok,

Adalah kakakku sendiri.

-FIN-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s