[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] I’LL FEEL SO FINE- BigBoss

1490239508311.jpg

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] I’LL FEEL SO FINE- BigBoss

Kim Minseok & Jo Mijoo & Oh Sehun || romance, hurt || PG-17

“ jadi…kau ingin putus denganku karena aku membosankan?”
Diputuskan dengan alasan yang tidak jelas, bukankah ini tidak masuk akal. Mijoo pikir ini tidak adil, disaat gadis itu merasa Minseok benar – benar menyukainya, tapi kenapa pria itu malah menghancurkan perasaanya. Tanpa rasa bersalah Minseok membenarkan pertanyaan gadis bernama Jo Mijoo –  yang tengah berdiri di hadapannya saat ini. “ kau tahu benar, aku orang yang mudah bosan. Terutama dengan gadis sepertimu “

“ kenapa? “

 

“ kau tidak tahu” mata Minseok membulat, seolah – olah ia terkejut tapi tidak sama sekali. Ia malah sengaja menertawakan gadis itu dan menghinanya dengan kata – kata yang kejam. “yak! lihat dirimu, apa aku perlu membelikanmu cermin yang besar? Supaya kau tahu, seperti apa dirimu “

 

“ Minseok-ah”

 

“ dengar ya, Mijoo-ssi…KAU! terlalu JELEK untukKU“

 

Siapa yang menyangka kalau seorang Minseok yang dulu – selalu membuat Mijoo merasa nyaman saat bersamanya, bisa berubah menjadi seperti ini  “apa kau lupa apa yang sudah kau katakan padaku, kau bilang ingin serius denganku? selamanya bersamaku tidak peduli masalah apapun yang datang, kau berjanji akan selalu menggenggam tanganku.

 

“ Lalu kenapa sekarang kau melepaskannya? Karena aku jelek?  saat aku mulai menyerah dengan hidupku, kau datang dan mengatakan sesuatu yang membuatku mulai percaya dengan kehidupan baru “ Mijoo menghela nafas panjang dengan mata terpejam “ ‘ semua wanita itu cantik sejak mereka dilahirkan’, kau yang bilang padaku. Apa kau juga melupakannya? “

 

Minseok hanya diam, menunggu Mijoo melesaikan ucapannya. Namun gadis itu tak kunjung bicara, ia hanya menatap Minseok dengan mata berkaca – kaca. “ kau sudah selesai ?” Minseok melangkah perlahan mendekati Mijoo. “ kau pikir aku sungguh sungguh mengatakannya “

 

“ mwo?”

 

“ Mijoo-sii kau pikir ,aku sungguh sungguh mengatakannya, tidak ku sangkah kau begitu bod-“ ucapan Minseok terhenti saat Mijoo tiba – tiba menamparnya. Gadis itu sudah berusaha sabar dengan sikap Minseok yang seperti ini. Air mata yang ia tahan sejak tadi, tiba – tiba menetes. Awalnya Mijoo pikir pria itu hanya bercanda, karena hari ini adalah hari ulang tahun Mijoo, tapi sepertinya tidak…karena ucapannya sekarang terlalu menyakitkan bagi gadis itu.

 

“ bagiku kau gadis yang mudah dipermainkan “ kata – kata Minseok barusan membuat tangan – yang digunakannya untuk menampar pria itu – terasa lemas. Gadis yang mudah dipermainkan, benar? Mijoo sampai berpikir kalau ia adalah gadis gampangan. Bagaimana seorang pria bisa bicara sekasar itu. ia berjalan perlahan mengambil tasnya, lalu pergi meninggalkan Minseok sendiri di sana. Pria itu hanya diam di posisinya, mendadak kakinya terasa lemas sampai akhirnya ia tidak bisa merasakan kakinya sendiri.

 

Disisi lain Mijoo mulai membenci Minseok, ia sangat – sangat membenci pria itu. Ia masih bertanya – tanya kenapa Minseok berubah seperti ini, bukankah sebelumnya pria itu baik – baik saja. Apa yang dikatakan oleh orang – orang itu benar – cinta bisa berubah kapanpun, diwaktu yang tidak pernah kau duga. Bahkan seseorang yang sangat mencintaimupun bisa saja bosan denganmu.

 

Sepertinya apa yang dikatakan oleh orang – orang itu ada benar, Miseok sendiri yang bilang kalau ia sudah bosan dengan Mijoo karena dirinya yang jelek. Gadis itu merogoh – rogoh isi tasnya, ia hampir menuangkan semuanya ke tanah hanya untuk mencari sebuah cermin. Ah! Mijoo baru ingat, selama ini ia tidak pernah membawa cermin.

 

Mijoo menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi di halte. Ia merasa tidak tenang karena meninggalkan Minseok sendirian. Sekasar apapun perkataan Minseok padanya, pria itu masihlah pacarnya, dan mereka juga masih belum berpisah. “ bodohnya aku “

 

Mijoo berlari kembali ke tempat Minseok, lalu – saat ia berada beberapa meter dari pintu. Mijoo mendengar suara Minseok tengah berbicara dengan seseorang. “ kau bilang kau akan mempertahankan Mijoo sampai akhir? ”

 

“ aku tidak tahu “ jawab Minseok dengan menahan sakit disekujur kakinya. “ kau kira Mijoo akan bahagia denganku? Dengan keadaanku yang seperti ini “

 

“ memang apa yang salah denganmu? “ tegur Sehun yang tak tahan dengan sikap Minseok. Pria itu menghela nafas panjang sebelum menyentuh bahu Minseok dan mencoba menyemangati pria itu. “ kau hanya takut Minseok-ah, kau tidak bisa melihatnya menderita karena kepergianmu, tapi bukankah dengan pilihan yang kau ambil sekarang membuat Mijoo lebih menderita? Bukan hanya gadis itu tapi juga dirimu”

 

“ bukankah lebih baik menderita sekarang “

 

“ ani, dari pada menderita diawal dan pada akhirnya saling membenci kenapa tidak membuat kenangan indah disisa – sisa hari yang ada? Meskipun akhirnya Mijoo akan selalu mengenangmu dalam kesedihan tapi setidaknya kau meninggalkan kenangan indah dengannya, dan bukannya rasa sakit, bukankah kau yang bilang kenangan yang berharga adalah kenangan terakhir yang diberikan pada orang yang dicintainya? “

 

Mijoo yang mendengar semua pembicaraan itu tidak bisa menahan tangisnya, ia tidak tahu kalau selama ini Minseok juga menderita. Lalu kenapa pria itu tidak memberitahunya? Minseok pikir dengan mementingkan kebahagian Mijoo, maka gadis itu akan baik baik saja?

 

“ tapi tetap saja Sehun-ah, lebih baik kami putus sekarang “ Minseok berucap seolah olah ia tahu kalau inilah yang terbaik untuk dirinya dan juga Mijoo.

 

10 hari sejak kejadian pertengkaran itu, mereka tidak pernah lagi bertemu. entah ini disebut kebetulan atau takdir, Mijoo bertemu lagi dengan Minseok dan pria itu terlihat baik baik saja. “ maaf tidak mengabarimu selama ini “ Mijoo yang pertama bicara.  “ minseok-ah maafkan aku, tapi bisakah kita tidak bertemu lagi satu sama lain?”

 

“ jadi, kau setuju kita putus?”

 

“ hmm, kupikir aku tidak bisa melanjutkan ini denganmu, aku tidak ingin hidup dengan orang yang sakit – sakitan nanti. Mungkin sekarang kau terlihat sehat, tapi suatu saat….apa yang aku takutkan bisa saja terjadi “ seperti kata Minseok lebih baik mereka berpisah diawal dan merasakan sakitnya, seperti cara Minseok memutuskan Mijoo. Gadis itu juga menggunakan kata kata yang kasar, agar Minseok membencinya dan….bisa melupakannya.

 

Setelah Mijoo pergi, Miseok terus memegangi dadanya yang entah kenapa terasa sangat sesak. ‘ debaran dihatilah yang membedakan kau menyukai orang itu atau mencintai orang itu ‘ ia teringat pada kata – kata Mijoo, dan sampai sekarang pun Minseok masih berdebar untuk gadis itu.

 

 

END

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s