[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Good Day – TiXiu

1490238427691.jpg

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Good Day – TiXiu
Xiumin & Lee Na Ri || Romance,Angst || G

*Author POV*
Liburan telah usai, kini waktunya memulai tahun ajaran baru. Kim Min Seok seorang siswa kelas X di SMA Jaeguk, dia adalah seorang siswa yang tak mencolok dengan badannya yang gemuk dan kacamata yang menggantung di wajahnya itu sedang berjalan ke sebuah kelas. Kelas yang akan merubah hidupnya.

Tak disangka dia harus duduk dengan seorang perempuan, perempuan yang terkenal dengan kelakuannya yang sembarangan. Tapi itu tak menjadi halangan bagi Minseok karena sesuatu yang indah terpendam untuk wanita itu.

*Minseok POV*
Aku sedang duduk membaca sebuah buku sejarah ketika Nari tiba-tiba menumpahkan isi parfum yang dia bawa ke mejaku. Ah Nari adalah teman sebangkuku.

“Ups Maaf aku tak sengaja hehe. Sekarang bukumu akan harum” katanya sambil tersenyum. Ah senyuman yang manis.

Sejak awal bertemu saat hari pertama sekolah dia memang sering menumpahkan atau menghancurkan beberapa barang namun aku tetap sabar menghadapinya, tak seperti siswa lain yang akan marah-marah dan kemudian malah ditonjok oleh Nari yang memang tomboy. Tentu saja ada alasan kesabaranku kan? Tapi aku tak bisa mengatakannya sekarang, tak dengan badan ini kan?

Ya aku memang pintar, aku juara 1 di sekolah tapi sayang berat badanku yang mencapai 90kg ini membuatku tak memiliki teman. Lebih tepatnya tak ada yang mau berteman denganku. Dan hanya Lee Na Ri yang langsung tersenyum melihatku di hari pertama masuk sekolah ini, senyum yang telah menarik hatiku kedalamnya.

*Na Ri POV*
Ah mengesalkan sekali! Hari ini si Hyejin memarahiku hanya karena aku tak sengaja mematahkan lipsticknya dia seenaknya saja memanggilku jalang. Ya tentu saja tak kubiarkan, sudah kubuat pipinya semerah lipstick yang kupatahkan itu. Kenapa sih tak ada yang bisa sebaik si Gendut itu? Ah si Gendut adalah teman sebangkuku Kim Min Seok, dia memang gendut tapi dia baik dan pintar. Dan dia tidak pernah memarahiku atas semua kesalahanku. Yap dia teman baikku.

Entah ada apa, si Gendut hari ini tiba-tiba mengirim pesan dan menyuruhku pergi ke atap sekolah. Aku berjalan dengan cepat karena dia bilang ini penting. Aku menemukannya berdiri di sana dengan seikat bunga mawar, apa itu untukku?

*Minseok POV*
Aku akan mencobanya hari ini. Ya benar Minseok, jika tak hari ini maka kau akan gagal selamanya, ayo kuatkan dirimu! Terdengar langkah kaki semakin mendekat, ah dia sudah datang. Ini waktunya.

*Na Ri POV*
“Ada apa memanggilku?” Aku langsung membuka pembicaraan.
Tak kusangka-sangka dia yang biasanya menunduk kini mendongak melihatku yang lebih tinggi darinya, lalu berjongkok dengan satu kaki di depanku. Aku benar-benar terkejut. Gak mungkin kan ini?

“Jadilah pacarku Lee Nari!” Dia berkata dengan keras. Aku langsung terdiam karena terkejut. Apa aku lagi bermimpi? Oke aku sedang terjaga karena tanganku langsung sakit dan merah setelah kucubit, tapi kenapa dia?

“Kenapa harus aku?” Kata-kataku akhirnya keluar dengan tergagap.
“Maksudmu?” Dia menatapku bingung.
“Maaf Minseok aku tak bisa menerimamu, kau hanya teman untukku, maaf”
Setelah berkata seperti itu aku langsung lari dan pergi pulang meninggalkan wajah sedih Minseok.

Setelah kejadian itu aku tak melihat Minseok datang ke sekolah lagi, kata Seosaengnim dia sudah pindah sekolah. Aku benar-benar merasa bersalah dengannya, tapi aku tak bisa memaksakan perasaanku, maaf Minseok.

-5 Tahun kemudian-
*Nari POV*
Ah lagi-lagi kerjaan melelahkan ini. Dengan badanku yang gendut ini aku jadi sulit bergerak, benar-benar sial! Yah setelah lulus SMA selama satu tahun aku hanya menganggur di rumah dan berat badanku kini 80 kg! Oke, aku sudah tidak terlalu terkejut karena aku hidup seperti babi saat menganggur dan sekarang sudah 1 tahun sejak aku mulai bekerja di toko ayam goreng. Tentu saja dengan bekerja di tempat makan aku semakin tak bisa diet. Huh!

Aku baru saja berdiri di kasir saat jam pergantian shift datang, ketika tiba-tiba suara bel pintu toko terbuka berbunyi. Aku berkata “Selamat Datang” dan langsung terdiam. Seorang pria tampan masuk dengan hoodie hitamnya. Aku terpana memandangnya sampai tak sadar dia memanggilku berkali-kali.
“Halo? Aku mau memesan ayam nona”
Mapsosa! Dengan badan seperti ini biasanya orang-orang akan memanggilku ahjumma tapi dia memanggilku nona! Aaaaa, aku tersentuh!.
“Oh maafkan aku, apa yang ingin kau pesan?”

Dia mengambil pesanannya dan langsung pergi, tentu saja tak lupa melemparkan senyuman manisnya saat mengucapkan terima kasih. Aku tak akan bisa tidur hari ini.

Sudah 2 minggu berturut-turut pria itu terus datang. Aku jadi selalu menantinya. Hari ini aku menunggu di depan toko dengan sekaleng bir di tangan. Tiba-tiba seorang pria duduk di sampingku, aku terkejut dan langsung berdiri tapi ia malah menarik tanganku untuk tetap duduk. Aku menurutinya.

“Ah kali ini aku sedang tidak ingin makan ayam” katanya
“Aku hanya ingin duduk bersamamu saja deh” dia mengatakan itu sambil tersenyum, ah sial jantung berhentilah berdetak keras dia akan mendengarnya!

Aku hanya tersenyum mendengar yang dia ucapkan tadi.
“Siapa namamu?” Tanyanya
“Lee Nari”
“Ah namaku Minseok, Kim Minseok” aku tertegun tapi aku sadar banyak orang yang memiliki nama Minseok kan?
“Namamu mirip dengan nama temanku dulu, Minseok-ssi”
“Aku memang teman bangkumu dulu itu kok, si Gendut dengan kacamata” katanya sambil tersenyum lagi. Aku terdiam. Apa ini?

*Minseok POV*
Akhirnya setelah usahaku untuk menguruskan badan dan mengubah gaya berpakaianku, aku berani menemui Nari, dia bahkan tak ingat padaku tapi tak apa asal aku masih ingat dia. Bahkan tak apa jika dia segendut ini sekarang. Hari ini sekali lagi akan kucoba, kucoba tuk mengungkapkannya.

“Benar aku memang teman gendutmu itu, Kim Minseok yang jatuh cinta padamu” kataku sambil memegang tangannya. Tapi dia langsung melepaskannya.
“Ah begitu ya, lama tak bertemu Minseok hehe ” dia tertawa kecut. Ah aku tak ingin menghancurkan suasananya.

Aku memandang langit sambil tersenyum dan memulai bicara lagi,
“Apa perasaanmu padaku masih sama? Perasaanku kepadamu masih sama lo. Jadi apa sekarang aku tetap akan ditolak jika mengajakmu pacaran?”
“Tapi bagaimana denganku? Aku dulu menolakmu karena kau gendut dan sekarang aku sudah gendut dan malah menyukaimu bukankah itu egois?” Dia mulai terisak.
Aku mendekati wajahnya dan mengecup bibirnya lembut.
“Di mataku kau tetap cantik Nari, sama seperti dulu” kataku tersenyum.
“Jadi bagaimana? Kau mau?” Tanyaku lagi

*Nari POV*
Dia menciumku! OMG! Dia tetap menyukaiku walaupun aku begini, lalu bagaimana bisa aku menolaknya? Aku langsung mengangguk.

Ah ini adalah hari yang indah!!!

-END-

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s