[ XIUMIN BIRTHDAY PROJECT ] B U B B L E – Yura

1490238418797

[ XIUMIN BIRTHDAY PROJECT ] B U B B L E – Yura
Kim Minseok, Nara, & OC | Angst | G

* * * * * *

Selalu seperti ini.

Setiap hari, aku tak pernah melewatkan untuk melihatnya.

Melihat matanya yang selalu berbinar.

Melihat senyum yang selalu merekah di bibir nya.

Melihat rona merah muda di pipinya.

“Hei! Beomsu-ya! Jangan berlarian seperti itu, nanti kau bisa jatuh!”

Suaranya saat dia khawatir.

BRUKK

“Tuh kan, sudah noona bilang jangan berlarian. Jatuhkan.”

“Hu hu hu. Mian noona, hu hu sakit sekali.”

“Sudah tak apa. Ini akan segera sembuh kok, sudah unnie tempel kan plester. Ini noona berikan botol gelembung biar kau tidak merasa kesakitan lagi.”

Lihat bagaimana dia sangat perhatian pada anak-anak, dia memang wanita ku. Dia milikku.

“Yang lain, jangan berlarian seperti Beomsu. Sini berbaris, aku akan bagikan botol gelembung. Masing-masing satu ya, jangan rebutan.”

Dia cantik.

“Unnie! Lihat, gelembung ku banyak. Indah sekali! Ada pelanginya.”

” Cantik ya, Yera-ya. Kau mau tau sesuatu tidak?”

“uhm. Apa unnie?”

” sebelum kau tiup gelembungnya. Coba kau berdoa untuk orang tua mu, setelah itu kau tiup nanti gelembung doa nya akan sampai ke orang tua mu.”

“Benarkah bisa seperti itu, Unnie?”

” Ya. Cobalah.”

Dia selalu seperti itu, selalu membuat orang yang disekeliling nya bahagia.

“Aku juga akan meniup gelembung. Ini untuk Minseok oppa. Aku rindu dengan mu, sungguh aku rindu.”

Lalu dia meniup gelembungnya.

Hap!

Gelembung ini sudah ku tangkap, Nara-ya.

Aku juga merindukanmu. Sangat.

* * * * * *

Dimana dia?

Sudah jam segini kok belum muncul juga?

Pasti dia terlambat

Kebiasaan susah bangun dari tidur nya itu masih sama.

Tapi-

“Oppa! Kemana Nara unnie? kok dia belum datang?”

“Iya oppa. Kemana unnie? Aku ingin main gelembung lagi.”

“Ish kalian ini jangan tarik lengan ku. Sakit tau, ini bekas jatuh kemarin belum sembuh. Kalian seperti anak kecil saja.”

“Kita memang masih kecil, Hyung. Kau saja yang sok dewasa padahal kemarin jatuh saja menangis.”

“HAHAHAHA”

” Ish kalian ini. Kata eomma, hari ini Nara noona ijin tidak ke panti. Dia sedang sakit, ah aku jadi kasihan dengannya. Padahal aku yang jatuh.”

Dia sakit?

Biasanya kalau dia sakit, dia terlalu banyak pikiran.

Atau dia tidak menjaga pola makannya.

Dasar, Nara.

* * * * * *

“Hey kalian!”

“ah Nara noona datang!”

“Nara unnie datang!”

“kalian ini seperti tidak bertemu denganku selama setahun saja.”

“kami khawatir dengan noona. Padahal kan aku yang jatuh kenapa noona yang sakit?”

“kau ini Beomsu bisa saja. Aku tidak apa apa hanya demam kok. Ini pengaruh cuaca, kalian jaga kesehatan ya jangan sampai sakit.”

Dia demam ternyata.

Syukurlah hari ini dia terlihat membaik.

“Hari ini aku tidak bisa lama-lama menemani kalian bermain.”

“Memangnya kenapa, unnie?”

“Kalian ingat Minseok oppa? Yang dulu pernah kesini? Hari ini ulang tahun nya, aku ingin bertemu dengannya.”

“ah aku ingat, yang matanya lucu itu kan? Sampaikan salam kami pada nya ya noona.”

“Tentu.”

* * * * * *

“Ah, akhirnya kita bisa bertemu lagi ya, Oppa.”

“Kau tau, aku selalu merindukan mu, Oppa. Setiap hari tentunya.”

“Setiap hari, aku juga selalu meniupkan gelembung. Aku tau kau pasti menangkapnya kan? Dan bilang ‘aku merindukanmu juga Nara-ya’ seperti itu kan?”

” Hari ini ulang tahunmu, oppa. Kau ingat? Ah kau kan selalu melupakan hari bahagiamu, dan aku selalu yang mengingatkan. Selalu seperti itu.”

“Kau di sana mendengarkan ku kan?”

” Lihat apa yang aku bawa. Aku bawa gelembung dan bakpao keju kesukaanmu.”

“Kau tau tidak? Sekarang aku mahir membuat bakpao, lho. Setiap hari aku selalu bawakan bakpao buatanku ke anak panti dan mereka suka.”

“Oh iya anak panti menitipkan salam juga untukmu. Kau rindu dengan mereka kan?”

“Nah ayo sekarang kita makan bakpao nya lalu kita tiup gelembungnya bersama.”

“ah tidak jadi deh, bakpao ini kan spesial kubuatkan untukmu. Jadi ini hanya boleh kau makan sendiri saja.”

“Dan sekarang kita tiup gelembungnya bersama. 1 2 3!!”

“Lihat, indah ya Oppa. Mereka terlihat menari dengan bebas. Coba kau tangkap gelembung nya satu dan aku akan menangkapnya satu.”

” Huh, pecah. Aku selalu sebal saat gelembungnya pecah dan kau selalu tertawa saat melihat gelembungnya pecah.”

“Hiks… Hiks…. Sudah setahun ya, Minseok oppa. Kau bahagia kan? Kau selalu menerima dan menangkap gelembungnya kan? Hiks … Hiks. . “

” Sudah mau hujan, aku pergi dulu. Gelembung dan bakpao nya hadiah untukmu kutinggalkan disini ya. Jaga diri baik baik. Kau tau kan aku selalu mencintaimu. “

” Baiklah, hikss…. a-aku pergi dulu. Aku tau kau di sini. Bisakah kau meniupkan satu gelembung untuk ku?”

“…..”

“Tidak ya? Yasudah jangan lupa bakpao nya dimakan, kalau tidak aku akan marah.”

“Dahh aku pergi dulu.”

PUK!!

“Kau disini rupanya. Terimakasih atas gelembungnya, Oppa.”

“Aku mencintaimu, sangat.”

* * * * * *

” Aku juga mencintaimu Nara-ya. Sangat.”

” Aku akan meniupkan banyak gelembung untuk menemani mu pulang. Hati-hati di jalan.”

“Bakpao nya enak. Keju nya kurang banyak hehe.”

* * * * * *

• E N D •

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s