[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] A Gift – cinnamon

1490239445318.jpg

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] A Gift – cinnamon || Kim Min Seok (EXO), Jung Hana (OC), Byun Baekhyun (EXO) || Romance || G

“Jung Hana !” seorang pria berwajah imut namun memiliki postur tubuh yang tegap itu seketika menjadi pusat perhatian sekeliling kampus dengan teriakannya. Sedangkan yang diteriaki hanya memutar kedua bola matanya tak peduli.

“Sayangku” Kim Min Seok-begitulah namanya-dengan erat memeluk Hana dari samping. Menciumi pipi Hana gemas karena tidak mendapatkan respon apapun dari gadis itu. Jung Hana yang terusik pun menjauhkan wajah Min Seok menggunakan telapak tangannya.

“Berhentilah. Jangan kekanak-kanakan” ucap Hana datar. Melihat itu, Min Seok mendengus kesal.

“Kenapa ? Aku kan kekasihmu, wajar saja kalau aku merindukanmu” Min Seok membela dirinya.

“Bahkan kita baru bertemu tadi pagi”

Min Seok mengangkat bahunya tidak peduli. Mereka berdua kini sedang duduk bersebelahan di kursi panjang taman kampus. Setelah percakapan singkat tadi, mereka tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Jung Hana yang sibuk membaca buku catatannya dan Kim Min Seok yang sibuk menatap kecantikan Hana sambil tersenyum sendiri.

“Bagaimana dengan tugas kemarin ? Apa sudah kau kumpul ?” Hana memecah keheningan namun tetap tak beranjak dari kesibukannya.

“Emm.. tugas itu, ya ? Baru kukerjakan sebagian”

“Kau tahu ? Kau sudah dewasa tapi masih saja seperti bocah kecil yang pemalas. Adikku saja tidak semalas dirimu, Kim Min Seok” dan akhirnya waktu Hana dihabiskan untuk menceramahi kekasihnya dengan panjang lebar. Tapi, Min Seok sama sekali tidak menurunkan kedua sudut bibirnya. Menurutnya, Hana jauh lebih cantik saat sedang serius menasihatinya, seperti sekarang ini.

****

Jung Hana dan Kim Min Seok saling mengenal sejak mereka masih berumur lima tahun. Mereka bertetangga, karena hal itu pulalah pihak pertama yang tahu kecelakaan orang tua Min Seok ialah Hana dan orang tuanya. Kecelakaan yang telah merenggut nyawa kedua orang tua Min Seok. Sejak saat itu, selama beberapa hari Min Seok kecil yang semula ceria dan ramah berubah menjadi pendiam. Walaupun ia telah diasuh oleh Bibi dan Pamannya di rumah mewah itu, tapi Min Seok terlihat masih sedih dan sering melamun di teras rumahnya. Sampai gadis kecil mendatanginya dan berkata “Mau membaca buku cerita di rumahku ?”. Ya, gadis itu adalah Hana. Perlahan tapi pasti, keceriaan Min Seok berangsur kembali. Begitu pula dengan Min Seok dan Hana yang semakin dekat.

Hingga remaja pun, Min Seok dan Hana tetap berteman dekat. Satu sekolah, satu kelas, dan satu bangku. Mereka semakin mengenal satu sama lain. Jung Hana tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik dan dewasa, sedangkan Kim Min Seok tumbuh menjadi remaja tampan yang tak terlepas dari keceriaannya. Min Seok selalu menceritakan keluh kesahnya pada Hana, walaupun Hana juga tak begitu menanggapinya dengan baik. Hanya sekedar menjawab ‘Itu bagus’ atau ‘Sangat buruk’.

Setelah bertahun-tahun saling mengenal, akhirnya Min Seok menyatakan perasaannya dengan jujur pada Hana. Ia jujur mengatakan bahwa ia merasa nyaman dan sangat mencintai gadis itu. Hana sempat bingung dengan pernyataan cinta dari Min Seok. Setelah membuat Min Seok menunggu beberapa menit, Hana menjawabnya.

“Baiklah. Mari kita coba”

****

“Biar aku tebak. Kau memikirkan Hana lagi, ya ? Pasti kau mengenang saat-saat dimana Jung Hana menerima kau sebagai kekasihnya setahun yang lalu” cibir Byun Baekhyun.

Malam ini, Baekhyun berniat menemani Min Seok merayakan ulang tahunnya. Walaupun, Min Seok hanya mentraktirnya makan ayam goreng di rumah pria itu, Baekhyun benar-benar cukup bahagia merayakan ulang tahun teman dekatnya selama berkuliah itu.

“Tentu saja. Hanya Jung Hana yang bisa membuatku seperti ini” Min Seok tersenyum malu.

“Lalu, dimana dia ? Mengapa tidak ikut merayakan ulang tahunmu ?”

Min Seok terdiam sebentar. Benar, dimana gadis itu ? Ini kan hari ulang tahunnya yang pertama sejak menjadi kekasih Jung Hana, harusnya gadis itu yang menemaninya malam ini, bukan Baekhyun.

“Ahh, mungkin dia sibuk” ia memaksakan senyumnya, berbanding terbalik dengan hatinya yang merasa sedih.

“Benarkah ? Jung Hana itu gadis yang aneh, ya ? Disaat seperti ini justru tidak bersama denganmu. Hmm, maaf saja, ya. Aku juga merasa aneh dengan hubungan kalian. Dalam hubungan ini, aku merasa hanya kau saja yang paling bersemangat”

Min Seok mengamati wajah Baekhyun. Berusaha mencerna semua perkataan Baekhyun dalam otaknya.

“Apa maksudmu ?”

“Maksudku, Jung Hana tidak terlihat mencintai dirimu sama seperti kau mencintai dirinya. Kau juga pernah bilang, Hana tidak pernah bilang kalau ia mencintaimu bahkan saat kau menyatakan perasaanmu. Tapi, kau beranggapan bahwa mungkin Hana hanya merasa malu. Setelah kupikir-pikir, setahun sudah berlalu, apa mungkin ia masih merasa seperti itu ?”

****

Kim Min Seok menatap langit-langit kamarnya. Apa benar yang dikatakan Baekhyun ? Apa benar selama ini Hana hanya merasa kasihan padanya ? Apa benar selama ini cintanya bertepuk sebelah tangan ? Min Seok menggeleng-gelengkan kepalanya. Daripada berpikiran seperti itu, lebih baik ia menanyakannya langsung malam ini. Tangannya mencari kontak Hana di ponselnya dan menekan tombol hijau dilayarnya.

“Halo ?”

“Jung Hana, kau tidak ke rumahku malam ini ?”

“Untuk apa ? Aku sedang sibuk”

“Kau lupa hari ini hari ulang tahunku ?” tiba-tiba suara Min Seok merendah. Mendengar tak ada suara apapun dari seberang sana, ia tertawa miris.

“Haha, sia-sia saja aku menanyakannya. Kau juga tak akan peduli tentangku.. seperti biasanya”

“Apa yang kau katakan, hah ? Jangan kekanak-kanakan seperti ini”

Min Seok menutup teleponnya dengan nafas yang memburu. Tak lama kemudian, terdengar bel rumahnya berbunyi beberapa kali. Masih dengan amarahnya yang belum reda, Min Seok membuka pintu rumahnya.

“ADA PERLU…”

Grep ! Min Seok mematung di tempatnya. Tubuhnya terhuyung ke belakang merasakan tubuh mungil mendekapnya erat.

“Hiks, maaf aku terlambat memberimu ucapan selamat ulang tahun. Aku ingin memberimu kejutan. Tapi, aku terus saja gagal membuat kue untukmu. Aku.. hiks” Jung Hana terus saja menangis dalam pelukan Min Seok.

“Sudahlah, tidak apa-apa, sayang” Min Seok berkata lembut sembari mengelus lembut punggung Hana. Hatinya sakit melihat Hana menangis seperti ini. Hana sangat jarang menangis, tapi sekarang gadis itu menangis karena dirinya. Membuatnya merasa sangat bersalah.

“Jangan katakan bahwa aku tidak peduli denganmu lagi. Aku sangat mencintaimu, Kim Min Seok”

Min Seok tertegun sejenak. “A.. apa ?”

“Aku sangat mencintaimu”

Dan sekarang Kim Min Seok yang menangis terharu mendengar kalimat indah itu terucap dari bibir gadisnya, sebagai hadiah

END

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s