[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 9)

the perfect wife.jpg

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Summary :

Kim eun ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar, namun ia tidak menyangka akan belajar menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 9th

Eun ji mempersiapkan strategi agar ia bisa membersihkan semua sudut rumah dengan baik. Setelah itu segeralah ia tidur untuk menyiapkan energi besok pagi.

 

_

Dipagi harinya seperti biasa Eun ji mengantar adiknya sekolah, setelah itu pergilah ia menuju kampus. Saat diperjalanan tidak sengaja Eun ji melihat ketiga adik iparnya sedang bersepeda dipinggir jalan, Sehun yang mengendarai sepeda berwarna hitam sedangkan Bam bam dan Junior berwarna putih. Mereka sepertinya tidak pergi kearah kampus, dan yang lebih membingungkannya lagi mereka mengenakan pakaian musim panas dengan balutan kacamata yang menutupi mata ketiga pria itu. Karena penasaran segeralah Eun ji membuntuti mereka.

Gadis itu mengurangi laju kecepatan sepeda motornya agar ketiga adik iparnya tidak mengetahui keberadaannya. Namun karena gadis itu mengendarai sepeda motornya dengan sangat pelan, tiba – tiba saja sebuah mobil yang melaju cukup kencang menabrak Eun ji dari arah belakang sehingga gadis itu langsung terjatuh dari sepeda motornya. Semua orang ditempat itu datang menghampiri Eun ji untuk membantunya, mendengar keributan dari arah jalan raya membuat ketiga pria tersebut langsung mengehentikan laju sepedanya.

Kerena penasaran mereka memutar balik sepedanya menuju tempat keributan itu, sesampainya disana katiga pria tersebut terkejut ketika melihat noonanya tergeletak tak berdaya dijalan raya dengan beberapa luka dibagian tangan dan kakinya. Segeralah mereka membawa gadis itu menuju rumah sakit, karena merasa khawatir Junior langsung menghubungi hyungnya. Namun sialnya Chanyeol tidak mengangkat telpon dari adiknya, akhirnya Junior memutuskan untuk memberitau hyungnya tentang masalah ini ketika mereka sudah sampai dirumah sakit.

Sesampainya disana Eun ji langsung dibawa menuju ruang perawatan, hanya saja Eun ji masih dalam keadaan tidak sadarkan diri. Akibat kecelakaan itu Eun ji harus dirawat selama beberapa hari dirumah sakit sampai keadaannya pulih.

Disisi lain ketiga adik ipar Eun ji hanya bisa memandang noonanya dari balik kaca pintu ruangan tersebut, mereka nampak sangat sedih bahkan Junior sampai meneteskan air matanya.

“ Hiks … hiks … aku tidak menyangkan orang yang terbaring lemas itu adalah noona ” ucap Junior sambil menangis.

“ Sudahlah lagi pula ini semua sudah terjadi, kita hanya bisa berharap noona segera sembuh ” balas Bam bam.

“ Kau sudah menghubungi hyung ? ” tanya Sehun.

“ Aigo … aku lupa, baiklah aku akan segera menghubungi hyung ” sahut Junior sambil mengambil ponselnya dari dalam saku celananya. Segeralah ia menghubungi hyungnya, beruntung Chanyeol langsung menjawab panggilan itu.

“ Ada apa kau menghubungiku ? ” tanya Chanyeol sambil menyetir mobil menuju rumahnya.

“ Hyung, kau harus segera kerumah sakit ” sahut Junior.

“ Memangnya terjadi sesuatu padamu ? ” ucap Chanyeol.

“ Bukan aku tapi noona ” jawab Junior.

“ Mwo ? ” pria itu langsung menghentikan laju mobilnya ketika mendengar hal itu. “ Maksudmu apa ? ”.

“ Noona kecelakaan, cepatlah hyung kau datang kerumah sakit ”

“ Baiklah aku akan segera kesana ” Chanyeol langsung memutar balik mobilnya menuju arah rumah sakit. Pria itu mempercepat laju mobilnya bahkan ia tidak memperdulikan keselamatannya sendiri, karena hanya ada Eun ji dipikiran pria itu saat ini. sesampainya disana ia langsung memarkirkan mobilnya dan segera berlari masuk kedalam rumah sakit.

Ruangan nomor 270 atas nama Kim eun ji diberitaukan oleh suster kepada Chanyeol, lalu bergegaslah pria itu menuju ruangan itu. dari arah kejauhan ia melihat ketiga adiknya tengah duduk diluar ruangan, lalu segeralah Chanyeol menghampiri mereka.

“ Dimana dia ? ” tanya Chanyeol tiba – tiba.

“ Hyung kapan kau datang ” sahut Bam bam

“ Apakan dia ada didalam ? ” tanya Chanyeol kembali.

“ Nde hyung, tapi … ” sebelum Sehun melanjutkan penjelasannya, Chanyeol langsung masuk kedalam ruangan itu. Ia terlihat sedih ketika melihat Eun ji terbaring lemas ditempat tidur dengan balutan perban dikepalanya, Chanyeol melangkah perlahan menuju gadis itu, ketika tepat berada disamping gadis itu. Chanyeol langsung memegang tangan Eun ji.

“ Kau gadis yang kuat, bertahanlah aku akan selalu berada disampingmu ” ucap Chanyeol.

Pria itu mencium tangan Eun ji dan berharap gadis itu terbangun, namun harapannya tidak terjadi. Bahkan ketika ia meletakan tangan istrinya kembali, gadis itu masih tidak terbangun. Chanyeol merasa putus asa, ia tidak mampu melihat keadaan Eun ji. Akhirnya pria itu memilih keluar dari ruangan itu, namun ketika hendank ingin membuka pintu tiba – tiba seseorang memanggilnya.

“ Oppa ! ”

Chanyeol menoleh kearah suara itu, terlihat seorang gadis tengah tersenyum kepadanya ditempat tidur.

“ Kau jangan pergi ” ucap Eun ji dengan nada pelan. Segeralah pria itu berjalan mendekat menuju Eun ji, lalu memeluk gadis itu.

“ Aku kira kau tidak terbangun ” ujar Chanyeol sambil memeluk Eun ji

“ Tidak pak tua, kau kira aku sudah mati ” balas Eun ji. Gadis itu merasakan pelukan hangat ditubuhnya, bahkan Eun ji menganggap hal ini adalah suatu kajaiban baginya.

“ Aku baru pertama kali dipeluk olehmu ” ucap Eun ji yang masih dalam pelukan pria itu.

“ Kalau kau mau, kau tidak usah melepaskan pelukan ini ” goda Chanyeol. Mendengar perkataan itu Eun ji langsung melepaskan pelukan suaminya.

“ Kau kira aku gadis murahan, walaupun aku belum pernah dipeluk oleh pria tapi aku tetap tau bagaimana rasanya ”

“ Baiklah maafkan aku, sekarang kau istirahat saja supaya kau cepat pulih ”

“ Nde, tapi pak tua apakah kau sudah memberitau adikku tentang masalah ini ? ”

“ Belum, kau mau aku memberitaunya ”

“ Jangan nanti dia khawatir, tapi aku harus menemani adikku pasti dia ketakutan sendirian dirumah ” gadis itu ingin bangun dari tempat tidurnya. Namun hal tersebut bisa dihentika oleh suaminya, pria itu kembali menidurkan Eun ji ditempat tidurnya.

“ Kau tidak boleh kemana – mana, nanti aku akan mengirim seseorang kerumahmu untuk menjaga adikmu ” ucap Chanyeol.

“ Jangan pak tua, baiklah begini saja kau hubungi Joy –ya lalu kau katakan padanya untuk temani adikku dirumah, jika dia bertanya padamu katakan saja yang sebenarnya terjadi padaku namun suruh dia untuk tidak mengatakan hal ini pada adikku ” balas Eun ji.

“ Nde, baiklah sekarang kau istirahat aku akan menyuruh adikku untuk menghubungi temanmu ”

“ Kenapa bukan kau saja ”

“ Aku ingin terus bersamamu ”

“ Kau sedang tidak bersandiwarakan pak tua ? ”

“ Tentu saja tidak, kali ini aku bersungguh – sungguh Park eun ji ”

“ Kau menyebalkan ”

 

 

_*_

 

Nampak seorang gadis muda sedang berjalan menuju lift dirumah sakit sambil membawa sekotak makanan ditangannya, apalagi suasana tempat itu masih sangat sepi ketika dipagi hari. Saat pintu lift terbuka segeralah Joy berlari menuju kamar temannya, tidak disangka ketika ia membuka pintu kamar Eun ji. Terlihat temannya yang tengah membaca sebuah buku komik, namun anehnya tidak ada siapapun yang menemani Eun ji. Dan segeralah Joy menghampiri Eun ji.

“ Kau sudah besar Park eun ji, bacalah majalah jika kau merasa bosan ” ucap Joy sambil mengambil buku tersebut dari tangan Eun ji. Gadis itu terkejut ketika melihat kehadiran temannya secara tiba – tiba.

“ Kenapa kau bisa kesini? ” tanya Eun ji kebingungan

“ Barusan, ohh iya aku membawakanmu ramen pedas, ini adalah buatan adikmu ” sahut Joy lalu langsung memberikan kotak makanan itu kepada Eun ji.

Raut wajah Eun ji terlihat senang ketika membuka kota makan itu, tampilan ramen yang menggelegar membuat gadis itu semakin tidak sabar untuk memakannya. Segeralah Eun ji melahap habis makanan itu, Joy hanya tertawa kecil ketika melihat sikap temannya yang lucu.

“ Kau seperti anak kecil saja, ingat kau sudah suami ” ucap Joy tiba – tiba.

“ Sejak kapan aku punya suami, saharusnya kau bilang ingat kau hanya seorang istri palsu ”

“ Kau jangan berkata seperti itu, aku yakin pasti Park chanyeol tidak menganggapmu seperti itu ”

“ Baiklah ”

“ Tapi kenapa tidak ada yang menemanimu disini ”

“ Aku tidak mau ditemani, jadi aku suruh semua orang pergi termaksud Chanyeol -ah. Tapi tidak lama lagi mereka pasti akan datang , lalu bagaimana keadaan adikku ? ”

“ Dia baik – baik saja, namun Yeri –ya terlihat sangat sedih ketika dia tau jika kau tidak akan pulang ”

“ Memangnya kau bilang apa saja kepadanya ? ”

“ Aku bilang jika kau tidak akan pulang kerumah untuk beberapa hari karena ada tugas kuliah mendadak dan kau harus menginap dirumah temanmu ”.

“ Apa dia curiga padamu ? ”

“ Tidak, aku rasa adikmu sangat percaya padamu, tapi aku tidak pernah melihat persaudara yang sangat erat antara kakak dan adik sepertimu. Aku rasa karena hal itu Park chanyeol menikahimu ”

“ Sudahlah kau ini bicara apa sih ?, memang benar pria itu menikahiku hanya untuk suatu hal kecil, namun aku tetap menghargainya, yang penting aku bisa membantunya. Oh iya mungkin nanti malam aku sudah dibolehkan pulang kerumah ”

“ Baguslah, tapi aku penasaran bagaiman kau bisa tertabrak mobil, sangatlah aneh jika seorang pembalap sepertimu bisa ditabrak oleh mobil ”

“ Sangat panjang ceritanya sulit bagiku menceritakannya satu persatu”

“ Baiklah, tapi aku sangat malas sekali karena setelah ini aku harus membersihkan rumahku ”. Mendengar perkataan Joy membuat gadis itu menjadi teringat dengan misinya, segeralah ia mengambil tas yang ada diatas meja dan langsung mengambil buku dari dalam tas itu.

“ Aigo … aku lupa untuk menyelesaikan misiku ” ucap Eun ji dengan wajah merana.

“ Kau kenapa ?, memangnya misi apa ? ” tanya Joy sambil mengambil buku itu dari tangan Eun ji.

Ketika melihat isi dari buku itu Joy tertawa terbahak – bahak, ia tidak menyangka bahwa temannya membuat sebuah misi khusus yang sangat unik. Eun ji terlihat bingung ketika temannya terus tertawa.

“ Memangnya ada yang lucu dengan misi – misi itu ? ” tanya Eun ji.

“ Kau memang seorang istri yang berbakat, aku sangat bangga padamu apalagi dengan misi – misi ini. Aku tidak menyangka kau bisa memikirkan semua hal itu, kau menulis selalu berpakaian feminim ketika bersama dengan suami. Aku tidak yakin dengan misi itu ” sahut Joy yang masih membaca buku itu.

“ Aku tidak tau, tapi adikku pernah bilang jika aku sudah menikah aku harus berpakaian feminim. Hanya saja aku bingung bagaimana berpakaian feminim ”

“ Aku bisa membantumu, bagaiman setelah kau sembuh kita shopping kemall ”

“ Aku tidak suka ke Mall, bagaiman kau saja yang membeli pakaiannya ”

“ Baiklah, tapi kau harus memakai apapun baju yang aku beli ”

“ Nde ”

 

_

 

Ketika malam hari tiba, Eun ji bergegas bersiap – siap untuk pulang. Namun ia berniat ingin pulang kerumahnya, tapi Chanyeol melarangnya. Pria itu ingin Eun ji pulang bersamanya, dan tinggal beberapa hari dirumahnya. Terjadi sedikit pertengkaran diruangan itu antara Chanyeol dan Eun ji mengenai hal tersebut, namun akhirnya pria itu berhasil membujuk istrinya. Dan segeralah mereka pulang menuju rumah mereka.

Ditengah perjalanan Eun ji terus saja memikirkan Yeri, ia tidak tau bagaimana keadaan adiknya saat ini. Melihat sikap Eun ji yang begitu tenang membuat pria itu menjadi gelisah, karena tidak biasanya Eun ji bersikap sangat tenang seperti itu.

“ Kau baik – baik saja ? ” tanya Chanyeol sambil menyetir mobil.

“ Nde, hanya aku terus kepikiran tentang adikku ” sahut Eun ji dengan nada pelan.

“ Kau tidak perlu khawatir, tadi siang aku menemui adikmu ”

“ Benarkah ?, lalu kau bicara apa saja dengannya ? ” gadis itu kembali bersemangat ketika mendengar perkataan suaminya.

“ Adikmu bilang jika dia sangat merindukanmu, dan dia baik – baik saja ”

“ Ahh … aku sangat lega mendengarnya, aku kira dia akan marah padaku ”

“ Apa benar kau kemarin rumahmu dirampok ? ”

“ Kau tau dari mana ? ”

“ Adikmu yang memberitauku, aku juga tau ponselmu ada diadikmu kan. Berapa banyak benda yang dicuri ? ”

“ Sudahlah kau tidak perlu ikut campur, aku bisa menangani urusanku sendiri ”

“ Aku suamimu nyonya Park, dan aku minta padamu untuk tidak pernah menyembunyikan apapun dariku ”

“ Baiklah, tapi kau jangan sekali – kali ikut campur dengan masalahku ”

“ Of course ”

Tidak lama kemudia sampailah mereka dirumah, Chanyeol langsung membantu Eun ji berjalan menuju kamarnya. Namun tidak disangka saat membuka pintu terlihat Junior yang tengah menabur – naburi bunga ditempat tidur mereka, melihat hal itu Chanyeol langsung menghampiri adiknya. Namun sebelumnya ia mendudukan Eun ji terlebih dahulu dikursi kerjanya, dan bergegaslah ia memarahi Junior.

“ Apa yang kau lakukan ? ” tanya Chanyeol lantang

“ Hyung, karena hari ini noona pulang aku ingin membuat kejutan untuknya, jadi aku menyiapkan kasur special untuknya ” sahut Junior yang masih menabur – naburi bunga.

“ Aku tidak suka kau menyebarkan bunga ditempat tidurku, kaukan tidak baik jika seseorang tidur dengan bunga ” ucap Chanyeol dengan nada pelan

“ Hyung kenapa suaramu jadi kecil, tadikan kau membentakku ” balas Junior.

“ Baiklah sekarang kau rapihkan semua bunga – bunga itu, dan jangan sampai ada yang tersisa satupun ” ucap Chanyeol sambil tersenyum

“ Baiklah hyung kalau kau tidak suka ” ujar Junior dengan wajah sedih. Namun tiba – tiba saja Eun ji berkata pada adik iparnya, tidak disangka gadis itu melarang Junior untuk membereskan bunga – bunga tersebut.

“ Aku suka dengan kejutanmu, jadi aku ingin tidur ditemani dengan bunga – bunga itu ” ucap Eun ji sambil tersenyum.

“ Benarkah, baiklah kalau begitu aku akan segera kembali kekamarku, aku berharap kau mimpi indah malam ini noona ” balas Junior dan langsung pergi.

Eun ji menatap datar kearah suaminya, gadis itu langsung memarahi suaminya.

“ Kau seharusnya tidak berkata seperti itu, niat adikmu itu baik jadi kau tidak boleh bersikap dingin padanya ” ucap Eun ji.

“ Baiklah maafkan aku ” balas Chanyeol singkat

Saat tengah malam Chanyeol sama sekali tidak bisa menutup kedua matanya, ia merasakan hawa panas menyelimuti tubuhnya. Apalagi saat itu Eun ji meminta suaminya untuk tidak pernah bergerak saat tengah tidur, dan gadis itu juga melarangnya untuk tidak melewati batas yang telah ditentukan. Namun Chanyeol tidak janji bisa memenuhi permintaan istrinya. Karena Chanyeol terus bergerak – gerak gadis itu langsung memarahi suaminya.

“ Pak tua bisakah kau tidak bergerak, seluruh tubuhku terasa sakit apalagi luka dikaki dan tanganku terasa nyeri ketika kasur ini bergetar ” keluh Eun ji. Namun pria itu sama sekali tidak berkutik apapun ketika ia berbicara, karena penasaran Eun ji bangun untuk melihat keadaan suaminya. Eun ji terkejut ketika melihat wajah suaminya yang sangat pucat, apalagi tubuh Chanyeol sangat panas ketika gadis itu menyentuh keningnya.

Eun ji menjadi panik sekaligus bingung, gadis itu tidak tau apa yang harus ia perbuat saat ini. Tanpa pikir panjang Eun ji bangun dari tempat tidurnya, dan bergegas pergi kedapur untuk mengambil air kompresan. Rasa sakit sakaligus nyeri menyelimuti sekujur tubuh Eun ji, apalagi ia belum sembuh total. Setelah mengambil air kompresan dengan segera Eun ji menempelkan handuk kecil yang sudah dibasahi oleh air itu kekening suaminya, Chanyeol terlihat diam saja ketika melihat istrinya. Ia sama sekali tidak bicara apapun, padahal didalam hatinya ia ingin langsung memarahi istrinya. Namun entah kenapa perkataan itu tidak bisa dilontarkan kepada Eun ji.

Sepanjang malam Eun ji menjaga suaminya, bahkan ia terus mengganti handuk itu agar terus terjaga suhunya. Sesekali Eun ji memejamkan matanya, namun hal tersebut bisa ditahan olehnya. Tidak lama kemudian tertidurah Eun ji disamping pria itu.

_

 

Perlahan – lahan pria itu membuka kedua kelopak matanya, rasa sejuk menghampiri tubuh Chanyeol. Namun kesejukan itu berubah ketika melihat Eun ji tengah tertidur disampingnya, gadis itu tertidur dalam keadaan duduk diatas tempat tidur. Dengan segera Chanyeol membangunkan istrinya, ketika Eun ji mulai membuka matanya. Ia merasakan rasa sakit dikakinya. Melihat hal itu Chanyeol langsung membaringkan Eun ji ditempat tidur dan bergegas mengambilkannya segelas air.

“ Kau baik – baik saja ? ” tanya Chanyeol sambil memberikan segelas air kepada istrinya.

“ Aku baik – baik saja kau tidak perlu khawatir ” sahut Eun ji sambil menerima minuman itu.

“ Seharusnya kau tidak perlu menjagaku, kau lebih baik mementingkan kesehatanmu ! ” ucap Chanyeol lantang.

“ Nde, tapi kau tidak usah membentaku seperti itu ”

“ Pokoknya kau akan tinggal disini sampai bulan depan ”

“ Kau gila Pak tua, lalu bagaimana dengan adikku ?, aku sudah tidak pulang berhari – hari ”

“ Kau tidak perlu memikirkan hal itu, adikmu bisa tinggal diapartemenku untuk sementara ”

“ Memangnya kau punya apartemen ? ”

“ Tentu saja, mungkin mulai besok adikmu bisa tinggal diapartemenku ”

“ Baiklah, tapi aku bagaimana ? ”

“ Nyonya Park, kaukan istriku jadi kau akan tinggal bersamaku disini ”

“ Baiklah demi adikku, aku rela yang penting dia bahagia ”

Chanyeol hanya tersenyum kecil mendengar perkataan Eun ji, setelah mereka berbincang – bincang, segeralah Chanyeol pergi menuju rumah istrinya untuk mengambil beberapa barang – barang. Sesampainya disana Chanyeol merasa gugup ketika ingin mengetuk pintu rumah itu, perlahan – lahan ia ketuk pintu itu.

Tok … tok …

Seketika kenop pintu itu langsung bergerak seperti ada yang memutarnya, lalu terbukalah pintu itu. Terlihat seorang gadis tengah berdiri dibalik pintu itu,Yeri menatap datar kearah Chanyeol. Pria itu hanya bisa tersenyum melihat adik iparnya, namun tiba – tiba saja Yeri tersenyum. Gadis itu langsung menyambut Chanyeol dengan sangat ramah.

“ Kau teman eonniekan, wah … aku sangat senang kau ada disini ” ucap Yeri

“ Aku ingin bicara sesuatu padamu, boleh aku masuk ? ” tanya Chanyeol.

“ Tentu, ayo masuk ” sahut Yeri sambil mempersilahkan Chanyeol masuk

Ketika Chanyeol duduk dikursi, ia terus saja memperhatikan keadaan rumah itu. berbagai macam gambar desain baju terpajang dididing. Namun disisi lain terlihat Yeri yang terus menunjukan ekspresi gembiranya ketika Chanyeol datang kerumahnya.

“ Ada apa kau kesini ? ”

“ Kau tau sekarang eonniemu sedang berada diluar kota, ia memintaku untuk menyampaikan pesannya kepadamu ”

“ Eoh … maksudmu apa ? ”

“ Mulai besok kau tidak akan tinggal disini, kau akan tinggal diapartemen eonniemu ”

“ Kau bohong yah, tidak mungkin eonnie punya Apartemen ”

“ Sudahlah kau kemasi barang – barangmu, besok akan ada seseorang yang menjemputmu ”

“ Aku masih tidak percaya, tapi kalau memang benar aku dengan senang hati akan segera mengemasi barang – barangku ”

“ Baiklah kalau kau izinkan, boleh aku mengambil beberapa barang – barang eonniemu. Soalnya besok aku akan menyusulnya ”

“ Tentu saja, sampaikan padanya jika aku sangat merindukannya ”

“ Baiklah ”

Lalu bergegaslah Chanyeol pergi menuju kamar istrinya, ia melihat foto Eun ji dan adiknya terpajang dimeja. Ekspresi lucu ditunjukan Eun ji lewat foto itu sehingga membuat suaminya tertawa kecil, namun tidak disangka saat tengah mengemasi pakaian Eun ji. Ia melihat selebar foto dibalik pakaian istrinya, karena penasaran Chanyeol langsung mengambil benda itu. Seketika pria itu menjadi bungkam ketika melihat foto tersebut, nampak Eun ji yang tengah bergandengan tangan dengan seorang pria asing. Raut wajah Chanyeol berubah menjadi tegang, bahkan muncul dipikirannya untuk merobek foto itu. Namun niat itu bisa dihilangkan dipikirannya, karena pria itu tidak ingin mengetahui masa lalu istrinya. Yang terpenting ia bisa bersama dengan Eun ji selamanya.

Tidak lama kemudian pergilah Chanyeol dari rumah itu, ia segera bergegas menuju rumahnya. Namun saat diperjalanan tidak sengaja ia melihat pria asing yang ada difoto itu tengah berdiri dihalte bus, pria itu terlihat seperti seorang mahasiswa. Chanyeol berniat untuk menghampiri pria itu, namun tiba – tiba saja ponselnya berdering. Ternyata Eun ji yang menghubunginya, lalu segeralah Chanyeol mengangkat panggilan itu.

“ Pak tua, kau dimana cepatlah pulang ! ” teriak Eun ji

“ Kau tidak perlu berteriak, aku akan segera pulang kau tunggu saja aku disana ” balas Chanyeol sambil mematikan ponselnya.

Akhirnya Chanyeol memutuskan untuk pulang kerumah, walaupun ia masih merasa penasaran dengan pria asing itu. Namun yang terpenting ia harus segera pulang.

 

 

_*_

 

Terlihat dipagi hari seorang gadis belia tengah berdiri didepan rumahnya sambil memainkan ponselnya, sesekali ia memeriksa tasnya untuk memastikan semua barang – barang telah lengkap. Tidak lama kemudian sebuah mobil taksi menghampirinya, dan segeralah ia masuk kedalam mobil itu. Yeri tampak gelisah saat diperjalanan, ia merasa sangat bingung karena ini pertama kalinya ia akan tinggal diluar rumahnya. Walaupun ia pernah tinggal diluar kota satu minggu, hal itu tetap saja terasa berbeda.

Tidak lama kemudian sampailah Yeri disebuah gedung apartemen, ia melangkah perlahan masuk kedalam tempat itu. sambil menarik kopernya menuju resepsionis, Yeri terus saja memperhatikan setiap sudut didalam tempat itu. Ketika sang petugas memberikannya sebuah kartu dengan kode pin pintu, Yeri terlihat sangat gembira. Tidak terbayangkan ia akan tinggal didalam Apartemen yang sangat mewah dan megah.

Nomor pintu Apartemen 470 adalah nomor yang ia cari, sambil memegang kartu yang ada ditanganya Yeri terus memperhatikan setiap pintu apartemen yang ada ditempat itu. ketika gadis itu menemukan pintu yang ia cari, segeralah Yeri memasukan kode pin untuk membuka pintu itu. melihat pintu Apartemennya sudah terbuka segeralah ia masuk kedalam ruangan itu, matanya terbuka lebar ketika melihat isi dari ruangan itu. Berbagai fasilitas yang bagus terdapat didalam Apartemennya, bahkan benda yang belum pernah ia lihat ada didalam tempat itu.

Sesekali Yeri mencubit tangannya untuk mengetahui apakah ia sedang bermimpi atau tidak, namun hal itu bukanlah sebuah mimpi. Dengan segera Yeri berjalan menuju kamar tidurnya, ia tidak menyangka ada dua kamar tidur didalam Apartemennya. Namun ada perbedaan diantara kedua kamar itu, kamar yang pertama ruangannya sangat besar sedangkan kamar yang kedua ruangan tidak terlalu besar. Akhirnya Yeri memilih kamar yang kedua, ia lebih suka ruangan yang tidak terlalu besar. Lalu segeralah ia merapihkan barang – barangnya.

_

 

Dimalam harinya Yeri terlihat tengah memasak makan malam didapur, namun tidak disangka bel Apartemennya berbunyi. Segeralah gadis itu berjalan menuju pintu Apartemennya, tidak disangka ketika ia membuka pintu itu terlihat seorang wanita yang mengenakan jas hitam dan topi beserta kacamata berdiri didepan pintu Apartemennya. Yeri terkejut melihat kehadiran wanita itu.

“ Kau siapa ? ” tanya Yeri.

“ Kau tidak mengenalku ” sahut wanita itu, lalu segeralah ia membuka topi dan kacamatanya. Tidak disangka wanita itu adalah Eun ji.

“ Eonnie, kau disini ? ”

“ Tentu saja, akukan sangat merindukanmu ” mendengar perkataan itu segeralah Yeri memeluk eonnienya. “ kau kemana saja, temanmu bilang kau ada diluar kota ”.

“ Itu memang benar, aku kesini hanya untuk melihat keadaanmu, jadi aku tidak bisa lama – lama disini ”

“ Wae ? ” tiba – tiba saja Yeri melepaskan pelukannya dari eonnienya, terlihat raut wajah Yeri berubah menjadi sedih.

“ Aku harus segera kembali kerumah temanku yang ada diGwangju, mungkin aku akan kesini satu minggu sekali, karena aku akan harus tinggal disana selama satu bulan ”

“ Kau memangnya ada keperluan apa disana ? ”

“ Aku ada tugas kuliah yang harus selesaikan, jadi kau harus jaga dirimu baik – baik, aku akan meminta Joy –ya untuk menemanimu disini ”

“ Berjanjilah kau akan segera pulang, aku tidak ingin kau meninggalkanku ”

“ Baiklah aku berjanji padamu, tapi aku harus pergi sekarang karena temanku sudah menunggu diluar, lebih baik kau masuk kedalam ”

“ Baiklah tapi sesampainya kau disana segera hubungi aku ” lalu masuklah Yeri kedalam Apartemennya. Eun ji berjalan perlahan menuju luar tempat itu, ia sedikit merasa menyesal karena telah membohongi adiknya. Namun hal itu Eun ji lakukan demi kepentingan masa depan adiknya sekaligus masa depannya. Sesampainya diluar Apartemen terlihat Chanyeol yang tengah berdiri didepan sebuah mobil, pria itu teresnyum ketika melihat Eun ji berjalan mendekat kearahnya.

Ketika gadis itu tepat berdiri dihadapannya, tidak disangka Eun ji langsung memeluk Chanyeol. Pria itu terkejut ketika Eun ji memeluknya, tubuhnya tiba – tiba gemetar. Bahkan ia tidak bisa menggerakan tanganya untuk memeluk istrinya. Chanyeol merasakan hal aneh menyelimuti pikirannya, ia seperti baru pertama kali dipeluk oleh seorang wanita.

Namun tiba – tiba saja Eun ji melepaskan pelukan itu, tanpa berkata apapun gadis itu langsung masuk kedalam mobil meninggalkan Chanyeol yang masih dalam keadaan gugup. Pria itu berjalan perlahan masuk kedalam mobinya, karena kakinya terus saja bergetar sehingga membuatnya sulit untuk masuk kedalam mobil.

Ditengah perjalanan Chanyeol terus saja memandangi Eun ji yang tengah bersandar dijendela mobilnya, sesekali pria itu bertanya kepada istrinya, namun gadis itu hanya mengangguk – angguk kepalanya saja. Karena kesal pria itu mencubit pipi Eun ji sehingga membuat gadis itu menjerit kesakita.

“ Aigo … Pak tua !! ” teriak Eun ji sambil melepaskan tangan pria itu dari pipinya

“ Kau seharusnya menjawab pertanyaanku jangan diam saja ” balas Chanyeol.

“ Tapi kau tidak perlu mencubit pipiku, lihat pipiku jadi merah ” ucap Eun ji sambil menunjukan pipinya.

“ Kau tidak perlu berlebihan, pipimu merah karena pipimu terlalu chubby ”

“ Aku tidak chubby, hanya saja pipiku terlalu besar ”

“ Sama saja, lalu kenapa kau dari tadi diam saja ? ”

“ Aku merindukan adikku, tapi dia akan baik – baik sajakan diApartemen itu ? ”

“ Tentu saja, lalu kenapa kau tadi memelukku ? ”

“ Aku hanya terbawa suasana saja, lagipula aku tidak mungkin memelukmu, mustahil bagiku jika hal itu terjadi karena disengaja ”

“ Kalau kau melakukan hal itu dengan sengaja bagaimana ? ”

“ Itu tidak akan terjadi, kalau benar – benar terjadi kau boleh meminta apapun dariku, dan dengan senang hati aku akan memenuhi permintaanmu ”

“ Baiklah kupegang janjimu ”

“ Simpan saja dalam – dalam, hal itu mustahil terjadi ”

“ Kita lihat saja nanti ”

 

 

_*_

 

Memikirkan misinya yang belum kunjung selesai, membuat gadis itu menjadi frustasi. Sebenarnya ia ingin membersihkan rumah suaminya hari ini namun Chanyeol melarangnya untuk melakukan pekerjaan rumah, namun larangan itu tidak membuat Eun ji patah semangat. Berhubung Chanyeol dan ketiga adik iparnya sedang tidak ada dirumah, Dengan segera ia mengambil alat – alat kebersihan. Eun ji mulai dengan membersihkan kamarnya, ia merapihkan tempat tidurnya lalu setelah itu Eun ji menyapu lantai dan membersihkan meja kerja suaminya.

Baru satu ruangan yang Eun ji bersihkan namun sudah membuatnya mengeluarkan banyak keringat, walaupun kakinya masih terasa sakit Eun ji tetap semangat. Setelah kamarnya bersih ia beralih menuju kamar Sehun, Eun ji terkejut ketika memasuki kamar adik iparnya. Ruangan itu sangat bersih bahkan tidak ada satupun debu yang menyelimuti ruangan itu, namun sayangnya meja belajar Sehun terlihat sangat berantakan.

Segeralah Eun ji merapihkan meja belajar itu, namun saat tengah merapihkan buku – buku tidak disengaja ia menemukan komiknya. Eun ji terkejut melihat benda itu berada disalah satu buku – buku milik Sehun, karena penasaran ia membuka buku komik itu. terlihat beberapa catatan kecil tertulis dihalaman depan buku itu, namun karena kata – kata itu tertulis dalam bahasa inggris membuat Eun ji tidak mengerti arti dari setiap kalimat tersebut.

Namun ada satu kata yang Eun ji mengerti dikalimat itu, yaitu tertulis kata

“ Love ”

Diantara kata – kata itu. Namun anehnya terdapat nama Eun ji dan Chanyeol dikalimat tersebut, ia terus berfikir mengenai hal itu. Karena merasa kesal Eun ji mengembalikan buku komik itu, ia benar – benar tidak tau maksud dari tulisan itu. Akhirnya ia memutuskan untuk kembali bersih – bersih.

Berbagai jenis keadaan kamar sudah Eun ji lihat, dari yang kotor menjadi bersih dan dari yang bersih menjadi sangat bersih. Ia terlihat sangat lelah bahkan sampai tidak sanggup bernapas. Eun ji hanya bisa berbaring disofa sambil memijat kaki dan tangannya.

“Aigo … aku tidak mengira akan selelah ini ” guman Eun ji. Tidak lama kemudia datanglah ketiga adik iparnya, mereka terkejut ketika melihat noonanya yang dalam keadaan memprihatinkan.

Baju yang basah akibat air keringat menyelimuti tubuh gadis itu, dan rambut yang berantakan menghiasa wajahnya. Eun ji terus memandang ketiga pria itu dan sama sekali tidak berkutik apapun, namun berbeda dengan pria – pria tersebut. Mereka terus saja memandang noonanya dengan tatapan yang aneh, bahkan Junior langsung mengahampiri gadis itu.

“ Noona kau habis melakuka apa ? ” tanya Junior sambil duduk disamping Eun ji

“ Aku telah membersihkan kamar – kamar kalian, jadi kalian bisa tidur dengan nyenyak ” sahut Eun ji dengan nada pelan.

“ Kau bodoh yah, kau masih sakit tidak seharusnya kau bekerja ” ucap Sehun.

“ Aku hanya ingin menjadi noona yang berguna bagi kalian ” balas Eun ji.

“ Sudah kubilang padamu, kau tidak perlu menjadi noona yang baik ataupun berguna, kau hanya perlu menjadi istri yang berguna bagi hyungku ” ucap Bam bam.

“ Tentu saja, tapikan aku juga mau menjadi noona yang baik bagi kalian, lagipula aku hanya bersih – bersih sedikit ” ujar Eun ji.

“ Tapi noona, kaukan belum terlalu pulih ” tanya Junior.

“ Aku sudah sembuh, kalian tidak perlu khawatir, aku ini adalah gadis yang kuat dan pemberani ” sahut Eun ji.

“ Kalau hyung tau, dia pastia akan sangat marah padamu ” ucap Bam bam.

“ Aku tidak peduli, yang penting aku tidak melakukan sebuah kesalahan ” balas Eun ji.

Setelah itu pergilah Eun ji menuju kamarnya untuk beristirahat, namun hal yang tidak ia sangka akan terjadi. Ketika Eun ji tengah bersantai ditempat tidurnya, tiba – tiba seseorang mengetuk pintu kamarnya. Segeralah Eun ji membukan pintu kamarnya, tidak disangka Joy tengah berdiri didepan pintu kamarnya. Eun ji terkejut melihat kehadiran temannya secara tiba – tiba, apalagi Joy terlihat sangat lelah sambil membawa banyak paperbag ditangannya.

Segeralah Eun ji mengajak Joy masuk kedalam kamarnya, mulut gadis muda itu bungkam ketika melihat ruangan itu.

“ Kau sangat beruntung bisa tinggal dikamar ini ” ucap Joy sambil berjalan menuju tempat tidur temannya.

“ Ahhh … biasa saja ” balas Eun ji.

Setelah mereka duduk ditempat tidur itu, Joy langsung menunjukan isi dari setiap paper bag yang ia bawa. Eun ji terkejut melihat banyak sekali baju yang dibawa oleh temannya. “ Untuk apa kau membawa baju – baju ini ? ”

“ Bukannya kau yang memintaku untuk membelikanmu pakaian ”

“ Benar juga, tapi aku bingung bagaiman kau bisa masuk kerumah ini ? ”

“ Aku ini pintar Kim eun ji melebihi kepintaran professor Park , dan itu sebabnya aku selalu menjadi murid yang paling pandai dikelas ”

“ Baiklah aku mengakui itu kau memang pintar, lalu pakaian apa saja yang kau beli ? ”

“ Banyak, ada mini dress dan beberapa pakaian musim panas karena tidak lama lagi musim panas akan tiba ”

“ Kau bilang akan membeli pakaian feminim, tapi kenapa pakaian musim panas ? ”

“ Kau tenang saja, ini adalah pakaian yang paling feminim yang pernah kau lihat ” gadis itu langsung menunjukan pakaian – pakaian itu kepada Eun ji.

“ Kenapa kau membeli pakaian ini ? ”

“ Aigo … kim Eun ji, biasanya seorang wanita itu memakai rok dan baju – baju tipis, agar tidak merasa kepanasan ”

“ Tapi kenapa harus rok mini, aku tidak suka memakainya, aku lebih suka memakai celana jean panjang dan baju kaos bahkan aku tidak segan memakau sweater ketika musim panas. Dan aku rasa itu lebih nyaman bagiku ”

“ Kau sudah punya suami Eun ji –ya, bersikaplah layaknya seorang wanita. Sekarang aku ingin kau mencoba mini dress ini ! ” Joy langsung memberikan pakaian itu kepada temannya, dan Eun ji menerimanya.

“ Baiklah, aku akan mencobanya ”

Eun ji berjalan menuju kamar mandi untuk mencoba pakaian itu, namun ketika dikamar mandi ia merasa sangat gugup untuk mencoba pakaian barunya. Walaupun Eun ji pernah mengenakan sebuah mini dress, ia masih saja merasa takut. Karena mini dress yang dibawa Joy lebih pendek dari mini dress miliknya yang diberikan oleh Chanyeol. Sekitar dua puluh menit Eun ji mengganti pakaian didalam kamar mandi.

 

Message from author :

Maaf chingu minngu kemarin saya tidak update dikarenakan ada tugas sekolah, jangan lupa baca kelanjutannya yah chingu, karena aka nada banyak moment kocak plus romantic pada Eun ji dan Chanyeol. Dan kalo mau komen, komen aja chingu jangan malu.

Happy reading J

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 9)

  1. makin gemes deh ngebayangin ke romantisannya CY Oppa and Eun JI Eonni.. semoga mereka bahagia terus deh,, 🙂
    apa ya yg d tulis Sehun di buku komiknya? penasaran thor.. di next chap bakal di tunjukkin gak?
    di tunggu next chapnya ya thor..
    semangat ya belajarnya.. Fighting.. 🙂

    • Hello chingu

      Yang tertulis di komik nya sehun itu masih rahasia, jadi saya belum bisa ngasih tau. Mungkin bakalan ditunjukin di chap 20 atau 21.

      makasih atas dukungannya yah chingu 🙂

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife – (Chapter 9) – Judul Situs

    • Hello chingu

      Dibuku komiknya sehun itu tertulis kata – kata dalam bahasa inggris, tapi author belum bisa kasih tau isi tulisan yang ada di dalam komik nya Sehun karena masih dirahasiakan.

      Terima kasih karena udah baca The perfect wife

      Gamsahabnida Chingu 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s