[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 3)

Memory

Title : Memory Chapter 3

Author : @kimjd7 [IG]

@kimJhwa [Twitter]

@kimjaehw [Wattpad]

  • follow^^ [coment bakal fllbck]β€’

Lenght : Chaptered

Genre : Married-Life, Angst, Sad?, Romance?

Rating : PG-15 [bisa berubah]

Cast : Oh Sehun [EXO], Kim Hyejin [OC]

Additional Cast : [find by yourself]

Summary : Kau kembali datang seperti garam yang siap masuk pada secangkir teh manis yang sedang berusaha kubuat bersamanya, hingga membuat rasa teh itu tak berupa

Disclaimer : murni 100% dari otak miring author πŸ˜‚πŸ˜‚

Author Notes : DON’T BASH !! [gak suka gak usah baca πŸ˜‰]

DON’T BE A PLAGIATOR !! [jadilah orang kreatif yang gak copas karya orang lainπŸ˜‹]

DON’T BE A SILENT READER !! [hargai author yeth, kritik dan saran reader perlu sebagai pembelajaran author untuk lebih baik lagi😍]

πŸ’‹ μ‚¬λž‘ν•΄ πŸ’‹

Aku berjalan dengan terburu menuju ruang pertemuan sekilas ku lirik jam tangan ku “sial aku terlambat” umpat ku

kuatur nafas ku yang terengah sebelum membuka pintu besar didepan ku, seketika tatapan mata tertuju pada ku saat pintu kubuka “maaf aku terlambat” aku sedikit membungkuk kan diri sebelum mengambil duduk. “tidak masalah, kami masih baru saja datang” ucap tuan jang salah satu rekan bisnis ku sambil tersenyum

“baiklah mari kita mu-” ucapan ku terputus kala melihat seorang wanita yang duduk disamping tuan jang. “eoh, kenalkan ini kang sora kepala manager dari perusahaan ku, dia akan meninjau langsung proyek di Nami” ujar tuan jang yang menangkap keterkejutan ku

“lama tidak bertemu presdir oh” suara itu kudengar lagi, suara yang dulu tiba-tiba hilang dari hidupku kini secara tiba-tiba juga kembali lagi. Aku hanya mengangguk kecil sebagai tanggapan

“kalian sudah saling kenal?” tanya tuan jang. “ne” jawab ku datar sambil melirik dingin sora yang menyunggingkan senyum pada ku “mari kita mulai” ucap ku akhirnya menyudahi suasana canggung yang terjadi

“sehun oppa” panggilan seseorang dibelakang ku membuat ku menoleh “bersikaplah profesional ini kantor” tegas ku. Sora berhambur akan memeluk ku tapi aku menghindar, dia menatap ku kesal “kau kenapa oppa? aku merindukan mu”

aku berdecak “dengar, aku sudah menikah jadi jangan mengganggu ku” terang ku segera berlalu

“sehun oppa”

“oppa”

tak kupedulikan lagi pekikan sora aku lebih memilih melanjutkan jalan ku

~

aku memarkirkan mobil ku ke dalam garasi dan dengan cepat aku masuk ke dalam rumah, tidak sabar menemui dia. Oh hyejin

“aku pu-” aku urung berteriak memberitahu kepulangan ku karena indera penciuman ku mengendus harum bulgogi dari arah dapur “dia pasti memasak” ujar ku dalam hati. Sengaja aku berjalan jinjit ke dapur agar tidak menimbulkan suara, mata ku menangkap hyejin didepan kompor sedang mencicipi masakannya, hingga tak kusadari bibir ku mengulas senyum melihatnya

aku mendekat ke arah hyejin pelan-pelan dan melingkarkan tangan ku pada pinggangnya “aku pulang” bisik ku lembut. Dia sedikit berjingkat kaget “op-pa”

“hm?” gumam ku menyandarkan kepala ku pada pundaknya. “ke-napa kau begini?” tanyanya dengan gugup. Tubuh hyejin sedikit gemetar membuat ku segera melepas kaitan tangan ku pada pinggangnya “maaf” ucap ku pelan dan melangkah menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian

selalu begitu, setiap kali aku mencoba mendekatinya dia pasti ketakutan, tak bisa ku pungkiri lagi jika aku sangat penasaran dengannya, sudah hampir 4 bulan kami menikah tapi aku masih belum bisa memahaminya, dia seperti memasang tembok kokoh yang membatasi dirinya dariku

tidak sedikit dia menampakkan keanehannya, pernah dia syok melihat tisu gulung di kamar mandi dan alat pel, selalu beralasan takut jika ku ajak keluar rumah bahkan untuk berbelanja kebutuhan dia memakai jasa pesan antar, dia juga tidak suka dengan flash camera, dan setiap dia datang bulan dia akan mengurung diri di kamar dan melarang ku mendekatinya

satu lagi, yang paling mengganggu pikiran ku adalah mimpi buruk hyejin, saat dia bermimpi buruk dia selalu mengigaukan kata “jangan”, “tolong aku”, “lepaskan aku” itu lah yang paling sering kudengar. Aku menduga hyejin sering memimpikan hal yang sama

tapi ada yang ku suka saat hyejin bermimpi buruk, dia akan meminta ku tidur menghadapnya sambil menyanyikannya tapi bukan berarti aku suka hyejin bermimpi buruk

“oppa kau didalam?” suara hyejin dari luar kamar mandi tertangkap pendengaran ku. Aku menghela nafas pelan “hm” timpal ku menggumam. “aku menunggu mu di meja makan” ucap hyejin sebelum aku mendengar pintu kamar yang ditutup

ya tuhan bisakah kau buka hati hyejin untuk ku, harus sampai kapan aku menunggunya sedangkan sekarang aku sudah sempurna jatuh padanya

aku melirik hyejin yang duduk didepan ku sekilas “hyejin-ah ada bekas luka di bahu mu, itu kenapa?” tanya ku memecah keheningan makan malam kami. Hyejin menyentuh bekas lukanya “in-i” ucapnya menggantung membuat ku menyipitkan mata ku penasaran “ini karena aku terjatuh dan bahu ku membentur batu”

“benarkah? tapi itu seperti luka bakar” ujar ku lagi. Hyejin menundukkan wajahnya “bisakah kau tidak membahas itu, aku tidak suka membicarakannya”. Aku mengangguk tidak ingin memaksanya

banyak hal yang ku ingin tau dari hyejin tetapi aku selalu mengalah dan membiarkan dia memberitahuku sendiri tanpa aku yang meminta. Aku mencoba menghargai privasinya

baru selangkah aku beranjak dari meja makan aku berbalik menghadap hyejin yang menumpuk piring bekas makan malam kami, aku beralih membantunya “hyejin-ah bisakah kau mencoba terbuka pada ku, aku ini bukan orang asing lagi aku suami mu” aku berlalu membawa piring-piring itu ke bak cuci piring “biar aku yang mencucinya”

aku menghembuskan nafas lega setelah melontar kan kalimat itu pada hyejin, kalimat yang sudah ku pendam dihati ku sejak lama

tubuh ku sempurna menegang saat merasakan pinggang ku tengah dilingkari sepasang tangan “maafkan aku oppa” lirih hyejin dengan hembusan nafasnya yang terasa dipunggung ku. Aku melepas sarung tangan plastik yang kukenakan untuk mencuci piring dan beralih menggenggam telapak tangan hyejin

ku balikkan badan menghadap hyejin yang masih saja setia dengan wajah datarnya, aku melepas genggaman ku dan beralih menangkup wajahnya dengan perlahan aku mendekatkan wajahku padanya sampai kurasakan benda tak bertulang milik hyejin sempurna menyatu dengan bibir ku, aku menutup mata ku dan mulai melumatnya lembut

akhirnya aku bisa merasakan bibir manis nan memabukkan itu lagi

“ehm” gumam hyejin sedikit mendorong ku membuat tautan kami terlepas. Aku tersenyum padanya “terima kasih sa-” ucap ku sengaja menggantung membuat hyejin penasaran

aku mengerling padanya “sayang” bisikku seraya mengecup pipinya cepat dan segera berlari kecil ke kamar

pintu kamar tiba-tiba terbuka “oppa, kau bilang kau yang mencuci piringnya malam ini” ujar hyejin menatap ku yang sudah berbaring diranjang. aku pura-pura menguap “sepertinya tidak malam ini” timpal ku dengan kekehan

~

Tubuh ku terasa diguncang pelan “oppa” diikuti suara kecil yang terdengar dari belakang ku. Aku berbalik mengerjapkan mata “ada apa?” tanya ku pada hyejin. “ayo kita keluar, hari ini kau libur kan” kata hyejin membuat mataku sempurna terbuka menatapnya. “kemana? bukankah kau tidak suka keluar rumah?” tanya ku yang masih bingung seraya mendudukkan tubuh

hyejin memukul lengan ku pelan “memangnya aku pernah bilang jika tidak suka keluar rumah?” tanggapnya tanpa ekspresi. Aku menggaruk tengkuk ku yang tidak gatal “tidak, tapi kau pernah bilang jika takut”

“memang, tapi akan kucoba lagipula kau kan suami ku jadi pasti kau akan menjaga ku, benar kan?”

aku menyentuh dahi hyejin “kau benar hyejin kan? tidak biasanya kau seperti ini” ujar ku yang masih belum percaya dengan perubahan sikapnya. Hyejin menyilangkan tangannya di dada “jadi kau tidak suka dengan sikap ku yang seperti sekarang?” tanyanya membuat ku tergagap

“tidak-tidak, bukan begitu hanya saja aku masih belum terbiasa, tapi aku lebih suka kau yang seperti ini” aku tersenyum menatapnya. “jadi kita pergi atau tidak? kau tau oppa, pikiran ku itu cepat sekali berubah”

langsung saja aku melompat dari ranjang dan berlari ke kamar mandi “tentu saja jadi” sahut ku disela-sela berlari

ada apa dengan hyejin tiba-tiba saja sikapnya berubah, ah sudahlah yang pasti dia sudah mulai meruntuhkan tembok yang membatasinya dari ku. Aku bahagia sangat bahagia

Aku melirik hyejin yang sibuk dengan ponselnya “kita kemana?” tanya ku. Hyejin menoleh pada ku “bagaimana jika kita ke rumah masa kecil mu oppa, setelah kita menikah kita tidak pernah mengunjungi eommanim dan aboenim” jawabnya dan kembali fokus dengan ponselnya. Aku mengiyakan

“eoh jadi apa sekarang kita sedang berkencan?” aku menoleh pada hyejin sebentar dan kembali fokus menyetir. “bisa dikatakan begitu” timpal hyejin singkat “jika kita berkencan berarti ini kencan pertama ku, jadi jangan sampai oppa mengecewakan ku” lanjutnya lagi

aku tertawa kecil “kencan pertama mu?” tanya ku tak percaya. Hyejin mengangguk “jadi berbangga lah oppa karena kau berhasil mengencani ku”. Aku melirik hyejin dan tak sengaja mata ku menangkap pemandangan yang luar biasa membuatku menengang. Hyejin tersenyum

“tentu saja, aku bahkan lebih bangga lagi karena menjadi suami mu” aku menepuk-nepuk dada ku menyombongkan diri “eoh setelah ke rumah eomma, aku akan mengajak mu ke suatu tempat” sambung ku sembari sebelah tangan ku menggenggam tangannya

“kemana?”

“rahasia” jawab ku sebelum mengecup punggung tangannya

~

Aku menutup mata ku merasakan semilir angin yang menerpa “kau orang pertama yang kuajak kemari” aku menoleh pada hyejin yang berdiri disamping ku. “aku suka tempat ini oppa, tidak bising” sahutnya

setelah mengunjungi rumah keluarga ku, aku bertolak mengajak hyejin ke danau yang menjadi tempat kesukaan ku

“kau benar, ayo kita sewa alat pancing” ajak ku menggenggam tangannya. “memangnya ada?” hyejin menatap ku bingung. “ada, tidak begitu jauh dari sini”

“jadi kencan pertama kita memancing?”

“iya, kau tidak suka?”

“aku suka”

hyejin menghentikan langkahnya “apa itu tempatnya oppa?” tanyanya menunjuk bangunan kecil yang tidak jauh dari kami. Aku mengangguk dan kembali melanjutkan jalan

“permisi” ucap ku setengah berteriak karena tidak menemukan seorang pun didalam tempat itu. Tak berselang lama pintu didalam bangunan kecil itu terbuka menampakkan seorang pria yang kuperkirakan berumur akhir 30-an “kau ingin menyewa alat pancing?” tanya pria itu. “ne” jawab ku membuat pria itu kembali masuk untuk mengambil perlengkapan yang kami butuhkan

“op-pa” ucap hyejin bersamaan dengan genggamannya pada tangan ku yang semakin erat. aku menatapnya yang menunduk “ada apa?”. hyejin mendongak membalas tatapan ku, wajahnya berubah pucat “ki-ta pulang”

“kau baik-baik saja? kau sakit?” tanya ku khawatir. hyejin menggigit jarinya persis seperti anak kecil, tubuhnya bergerak gusar tidak tenang “cepat oppa kita pulang, sebelum orang itu keluar lagi” ucapnya sambil menarik-narik tangan ku

baru saja aku akan beranjak pergi pria itu sudah kembali dengan tangan yang membawa perlengkapan pancing, aku melirik hyejin yang cepat-cepat menyembunyikan dirinya dibelakang tubuh ku saat pria itu datang

“menyewa untuk bera-“

belum selesai pria itu berkata tiba-tiba saja hyejin melepas genggaman tangannya dari ku dan berlari

“hyejin-ah” panggil ku berteriak. “maaf, aku tidak jadi menyewa” ucap ku mencoba sopan sebelum mengejar hyejin

“hyejin-ah”

“hyejin”

panggil ku mencarinya “hyejin, kau dimana?”

‘hiks hiks

kudengar suara orang menangis dibalik pohon rindang didepan ku, aku mendekatinya “hyejin-ah” aku mendapati hyejin yang memeluk lututnya dibawah pohon itu

hyejin segera bangkit dan memeluk ku “selamatkan aku oppa, aku mohon” racaunya dengan terisak

“kau baik-baik saja? ada apa?” tanya ku khawatir. “di-a kembali oppa, aku takut” suara hyejin bergetar. “dia siapa?, sebenarnya apa yang terjadi dengan mu?” tanya ku yang bingung dengan sikapnya

hyejin melepas pelukannya dan beralih menatap ku “bawa aku pulang oppa ku mohon”

“baiklah, kita pulang” aku menggandeng tangan hyejin yang tadinya terasa hangat kini terasa dingin, ku lihat hyejin celingukan dengan wajah cemas

aku melepas gandengan tangan ku padanya dan beralih menggaet pinggangnya “sebenarnya ada apa?” tanya ku saat hyejin sudah tenang. hyejin menatap ku “ti-dak ada apa-apa hanya badan ku sepertinya tiba-tiba tidak enak”

“kau yakin?”. hyejin mengangguk “oppa, maafkan aku karena merusak kencan kita”

“tidak apa-apa, tapi tadi kau mengatakan dia kembali, dia siapa? aku tidak mengerti maksudmu?” tanyaku ingin tau maksud perkataan hyejin tadi

hyejin seperti kebingungan menjawab pertanyaan ku “i-tu itu aku hanya meracau oppa, jika kondisi ku sedang tidak baik aku suka meracau tidak jelas”. ,aku hanya manggut-manggut meski sebenarnya tidak begitu yakin dengan jawabannya

sebenarnya apa yang kau sembunyikan dariku kim hyejin

~TBC

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 3)

  1. Hyejin prnh dilecehkan? Diculik? Atau gmna sih,, kok keknya traumanya nda bisa ilang gitu,, coba dia cerita ma sehun spa tw sehun bisa bantu kek ktanya seohyun kn..

  2. Apa yg kau sembunyikan dari kami Hyejin ???
    Pngen pnya suami kya Sehun hihii
    Bneran deh penasaran bgt, bsa ih author nya bkin pnasaran gni :’
    siap” bca next chapter XD
    fighting authornim :*

  3. Semangat sehun dan kaka penulis πŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ™ŒπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  4. Hmmmm sifat sehun yang seperti itu bikin aku senyum-senyum sendiri.
    biasanya ff yang tokuh utama pria nya sehun, selalu sifat sehun dibuat dingin dan cuek.
    yang ini beda bngett…saya suka.
    ditunggu kelanjutannya

  5. Aduh penasaran bngt hyejin knapa gk terbuka ama sehun aja cerita ttg traumanya dia sehun kan suaminya 😯😯 trus orang yg di tmpt menyewa alat pancing tuh siapa??? Penasaran bngt nih thor ditunggu ya next nya hwaiting…. πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹

  6. Jd makin penasaran sama hyejin. Dia itu kenapa sih? Mungkinkah dia korban bullying? Dan oh, sehun manis banget sih. Perlakuannya ituloh, aaah jd pengen punya suami kayak sehun. Next chapter, fighting authornim…!

  7. hyejin sebenernya trauma kenapa???ko smpe sebegitu nya banget???sehun…sabar banget jadi suami awhhhh suami idaman bgt #ngarep.ayo dong hyejin terbuka sm sehun sp tau sehun bisa bikin kamu berubah buat.penasaran thooorr sm si hyejin,tapi mereka tetep so sweet!!BAGUS THOORRR LANJUTKAN!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s