[EXOFFI FREELANCE] Life Story : Hidden Story (Chapter 5)

Life Story

Part 5 : Hidden Story

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweet Sugar

Genre : Married life, sad, romance

Rating : PG – 14

Length : Chapter

Summary : Karna yang paling menyayangi adalah yang paling tersakiti

-0-

[PART 5 : HIDDEN STORY]

Flashback 3 years ago

Mata indah dengan manik obsidian itu hanya bisa memandang penuh kemirisan pada pria yang kini berdiri dengan tertunduk dihadapannya. Jika saja hati manusia terbuat kaca, mungkin kini hatinya sudah hancur berkeping-keping, benar-benar hancur hingga menjadi begitu tak berharga

Wanita itu mengepalkan tangannya kuat,menatap pria dihadapannya dengan tatapan yang berubah dingin

“Jadi kau akan meninggalkanku? Dengan semua janji yang dulu kau berikan? Kau berjanji kita akan menjalani semua bersama meski sesulit apapun Do Kyungsoo!” intonasinya membentak, berusaha memberi tau jika ia terluka dan kecewa dengan pernyataan yang baru pria itu utarakan

Perpisahan. Pria itu menginginkan perpisahan bahkan setelah ia memberikan segalanya, oh yang benar saja. Gadis bodoh mana yang secara suka rela mau menerima hal macam ini?

Pria yang tak lain adalah Kyungsoo itu menatap kekasih hatinya dengan pandangan yang sama terlukanya, bukan maunya jika mereka harus berpisah. Tapi kini ia juga tak punya pilihan lain. Ia bisa menjalani hidup sesulit apapun asal bersama kekasih hatinya, tapi ia tidak bisa membiarkan wanita ynag telah melahirkan dan membesarkannya berada di ambang kematian karna keegeoisannya sendiri

“Maafkan aku Seorin, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Ibuku menginginkan aku menikahi seorang gadis anak dari temannya, ia sedang berada dirumah sakit sekarang ini. Dan dokter mengatakan padaku jika ia mengalami serangan jantung sekali lagi nyawanya bisa tidak tertolong” Kyungsoo berucap dengan nada memelas. Matanya sama sekali tak lepas dari wajah gadisnya, ingin memberi tau jika ia sama terlukanya dengan keputusan ini. Demi tuhan, jika ia bisa ia ingin sekali menolak semua kegilaan yang ditawarkan ibunya dan memilih menikahi Jung Seorin

Tapi ia tak bisa melakukan hal itu, ia tak bisa mempertaruhkan nyawa ibunya meski dengan sesuatu yang ia tau bisa membuatnya bahagia

“Aku mohon maafkan aku, tapi mulai sekarang hiduplah dengan baik. Lupakan saja tentang aku dan semua yang kita lalui selama ini, carilah seseorang yang bisa membuatmu bahagia. Aku minta maaf atas semua hal sulit yang harus kau jalani” Kyungsoo mengatakan itu dengan memalingkan wajahnya, tidak sanggup melihat luka seperti apa yang telah ia berikan pada wanita yang paling ia cintai

Namun meski ia memalingkan wajahnya,ia masih bisa malihat tatapan miris itu dari sudut matanya. Gadis dihadapannya itu berdecih pelan sebelum mengucap kata yang membuat hati Kyungsoo seolah tertembus belati

“Kau membuangku, janji manis yang selama ini kau ucapkan hanya bualan saja kan, iyakan? Selama ini kau hanya mempermainkanku sajakan” Seorin berucap retorik

Kyungsoo terkesiap “Tidak Seorin, aku tidak pernah mempermainkanmu, sekalipun tidak pernah”

“Kalau begitu kau tidak bisa melakukan ini, tidak setelah semua yang sudah kuberikan Do Kyungsoo!!”

Kyungsoo memelas, menatap pasrah pada gadis dihadapannya “Aku juga tidak ingin, tapi aku harus melakukannya” lirihnya dengan lelah

“Lalu bagaimana dengan janin yang sekarang kukandung?”

Deg

Kyungsoo terpaku, matanya bergerak-gerak tidak teratur  dengan rahang terbuka

“J..janin..? Kau..sedang mengandung?” tanyanya dengan kagok, matanya yang sudah besar itu membulat sempurna

“Ya..aku hamil, dan sekarang kau membuangku. Kau lelaki paling brengsek yang pernah kukenal Kyungsoo”

“DO KYUNGSOO!!”

Belum habis keterkejutan Kyungsoo, ia kembali di kejutkan dengan suara wanita paruh baya yang ia kenali sebagai ibunya. Matanya melebar saat netranya melihat wanita yang melahirkannya jatuh terduduk dengan tangan yang memegangi dada. Oh tidak, penyakit jantung ibunya..

Ia segera berlari menghampiri ibunya, meninggalkan Seorin yang menatap penuh kepedihan

Pria itu masih sempat melihat Seorin sebentar sebelum membopong ibunya. Wanita itu menangis,dengan tatapan datar, Kyungsoo berucap maaf dalam hati. Ia akan menyelesaikan semuanya, tapi tidak saat ini. Kyungsoo berjanji akan menyelesaikan semua ini tapi setelah ia membawa ibunya kerumah sakit

“Maafkan aku Jung Seorin”

-0-

“Jung Seorin!”

Teriakan itu menggema ke sudut – sudut ruangan, beriringan tubuh yang kini telah tegak sempurna, Do Kyungsoo, namja itu bangun dari tidurnya dengan nafas terengah. Matanya menyusuri sudut ruangan dengan liar, mencari sosok wanita yang baru saja muncul dalam bunga tidurnya

Ia menghela nafas berat saat menyadari semuanya dengan kepala yang terasa pening luar biasa. Ini kamarnya bersama Kim Hyera, bukan Jung Seorin,  seakan kembali di tarik pada kenyataan Kyungsoo menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sial, bahkan hanya mimpi saja bisa membuatnya merasa kacau seperti ini

Sejujurnya sudah lama waktu terlewat sejak terakhir kali ia mengalami mimpi seperti tadi. Dulu, ia sering sekali memimpikan hal itu, hari dimana ia menghancurkan hubungannya dengan wanita  tercintanya, saat dimana ia menorehkan luka yang mungkin tidak akan terobati meski ia berlutut memohon ampun sekalipun

Hari dimana ia pikir ia bisa memperbaiki segalanya di waktu yang akan datang, tapi nyatanya itu hanya angan-angan semata. Kyungsoo memutuskan mengambil tanggung jawab atas janin yang di kandung Jung Seorin, meskipun ia tau akan begitu sulit tapi ia sudah memikirkan bagaimana cara membujuk ibunya, memberi wanita paruh baya itu pengertian agar ia bisa hidup bersama dengan wanita tercintanya dan calon anak mereka

Tapi sekali lagi itu hanya angannya. Nyatanya sejak hari dimana pembicaraan mereka berakhir, Jung Seorin tidak pernah lagi terlihat. Gadis itu pergi bersama janin yang dikandungnya, meninggalkan Kyungsoo bersama semua kenangan mereka tanpa satu petunjukpun

Kyungsoo sudah berusaha mencari tapi keberaadaan Seorin tidak pernah bisa ia ketahui, sampai beberapa bulan kemudian ia mengetahui bahwa gadis itu sudah menikah dengan seorang pria bernama Byun Baekhyun. Penjelasan yang tak pernah terucapkan itu meninggalkan rasa bersalah yang begitu mendalam bagi Kyungsoo, hingga rasa bersalah itu berubah dalam bentuk bunga tidur yang selalu muncul dalam alam bawah sadarnya

Dulu hampir setiap malam ia memimpikannya, hanya saja hal itu sudah jarang terjadi semenjak ia hidup bersama Hyera. Entahlah, Kyungsoo rasa itu bentuk pengendalian diri yang di lakukan alam bawah  sadarnya

Hanya saja sekarang, saat ia melihat putri kecilnya, saat hasrat untuk memiliki keluarga kecil itu muncul kembali, masa lalu yang ia kira sudah ia terkubur dalam kini muncul kembali ke permukaan. Dan seketika rasa bersalah itu muncul dengan kadar yang lebih besar

Kyungsoo mengerang frustasi, tangannya bergerak menarik rambutnya sendiri. Ia ingin bersama Seorin, tapi bagaimana dengan Hyera?

Terlebih kini otak pintarnya mengingat dengan cepat bahwa keadaan terakhirnya adalah ia mabuk dan bertengkar hebat dengan istrinya. Pertengkaran yang disebabkan oleh wanita lain, Kyungsoo rasa ia sudah  tidak bisa menjadi lebih brengsek lagi dari ini

Namja itu menghembuskan nafasnya keras “Sudahlah, menyesalinya juga tidak akan merubah apapun Do Kyungsoo” cercanya  pada diri sendiri. Ia bangkit dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi. Mungkin guyuran air dingin bisa mengembalikan kewarasannya hari ini

Masalah yang di perbuatnya sudah menunggu untuk di selesaikan, dan ia tidak bisa mengelak akan hal itu

-0-

Setelah mengguyur dirinya dengan air dingin selama sekitar lima belas menit, Kyungsoo turun dari kamarnya di lantai dua. Karna ia harus menyelesaikan segala masalah yang di sebabkan olehnya dan itu butuh tenaga lebih, jadi namja bermata bulat itu berniat turun untuk sarapan

Matanya melihat pada jam dinding yang tergantung dekat ruang tamu. Pukul sebelas. Ia tertidur cukup lama ternyata

Kaki itu melangkah menuju pantry, hendak memasak sesuatu untuk dimakan. Karna mengingat pertengkaran yang terjadi pagi tadi, rasanya Hyera tak akan sudi memasakkan makanan untuknya setidaknya sampai siang ini. Ia sudah bersikap sangat memuakkan dan dirinya menyadari itu

Namja itu sudah meraih panci untuk sekedar memasak ramen, namun netranya menemukan makanan yang sudah tersaji rapi di meja makan.Kyungsoo memandang masakan itu dalam diam, dan setelah detik ke lima belas berlalu, tangannya meraih tudung saji berwarnya biru

Ada semangkuk nasi, semangkuk sup ayam ginseng, sepiring kimci, segelas susu dan sebotol obat ditambah note berwarna pink di atas meja. Kyungsoo meraih note yang berisi tulisan tangan Hyera lantas membacanya

Kuasumsikan bahwa kau akan merasa pusing setelan menegak alkohol. Minumlah obat yang kusiapkan dan jika kau sudi makanlah masakan yang sudah kubuat

Sedikit tertohok, Kyungsoo menatap makan yang tersaji dihadapanya. Tanpa banyak bicara lagi pria itu duduk dan menikmati masakan yang sudah di buat Hyera, ia menyesap kuah sup ayam di hadapannya. Meskipun sudah dingin tapi makanan itu masih terasa begitu nikmat di indra pengecapnya

Kyungsoo memakan semuanya dalam diam, berniat menghabiskan semuanya hingga tandas, tidak ingin mengecewakan istrinya lagi. Sudah cukup sikapnya yang melemparkan bubur buatan Hyera kelantai tanpa menyentuhnya sedikitpun. Ia tidak ingin lagi membuat wanita itu sedih, tidak saat wanita itu bahkan masih sudi memasakan makanan untuknya. Ia bukan manusia jika melakukan itu

Namja itu sudah hampir menyelesaikan makannya saat pintu rumahnya terbuka, Kyungsoo menolehkan kepalanya kesana. Dan matanya samasekali tak bergerak saat netranya mendapati Hyera berdiri bersama seorang gadis kecil di ujung pintu

Kyungsoo bangkit dengan tergopoh, menghampiri dua perempuan yang saat ini nampak  sedang bercerita. Itu Byun Nari, putri kesayangannya yang ia rindukan setengan mati

“Kim Hyera, apa yang sedang kau lakukan?  Kenapa bisa bersama Nari?”

Hyera mengalihkan pandangannya saat mendengar pertanyaan Kyungsoo, wanita itu memandangi Kyungsoo yang saat ini juga memandanginya dan gadis kecil disampingnya bergantian. Matanya sempat melirik makanan yang ia buat di atas meja dan sepertinya namja itu memakannya, syukurlah

“Aku hanya tidak sengaja bertemu Nari tadi, ia bilang ibunya tidak menjemputnya padahal sudah dua jam sejak waktu pulangnya. Jadi aku mengajaknya kemari, mungkin kita bisa mengantarkannya pada orangtuanya” ‘Dan membuat kau bertemu dengan mantan kekasihmu’  tambahnya dalam hati, Hyera tersenyum tipis

“Annyeonghaseyo ahjussi maaf merepotkan kalian lagi, sepertinya eomma lupa menjemputku. Aku sebenarnya akan menunggu eomma saja tapi Hyera ahjumma bilang berbahaya jika menunggu disana sendirian” ucap Nari yang kini membungkukan badannya, gadis itu berceloteh dengan lucu. Membuat Kyungsoo tersenyum hangat

Pria dewasa itu menunduk,  sekedar menyamakan tingginya dengan Nari lantas mengacak rambut panjangnya gemas

“Gwenchanayo, kami senang kau disini. Kita akan menemui orangtuamu nanti, tapi sebelumnya apa kau sudah makan?” Kyungsoo bertanya lembut. Tidak sadar  jika kini Hyera memandanginya dengan begitu intens. Ia terlalu sibuk memandangi paras cantik putrinya

“Anio, aku belum makan. Eomma dan appa biasanya akan mengajakku makan siang bersama sepulang sekolah”

Kyungsoo tersenyum semakin lebar, tanganya dengan cepat mengangkat tubuh mungil Nari. Membawa gadis kecil itu dalam gendongan

“Kalau begitu kau harus makan disini, bukankah kita berjanji akan makan bersama kemarin. Jadi sekarang ayo kita melakukannya” Pria lantas membawa Nari menuju meja makan setelah gadis kecil itu terkikik dan mengangguk

Hyera memandang punggung itu dari belakang, tidak tau apakah sekarang ia harus merasa senang atau sedih. Kyungsoo nampak sangat menyayangi Nari, pria itu memperlakukan anak Jung Seorin seperti anaknya sendiri

Dalam hati ia bertanya-tanya, seandainya itu adalah anaknya apakah Kyungsoo akan bersikap sama seperti itu? Tapi kemudian pemikiran itu ia buang jauh-jauh

“Kim Hyera, kau sudah berjanji akan melepaskan dia demi kebahagiaannya” gumamnya lirih pada diri sendiri

Wanita itu lantas berjalan mengekori Kyungsoo dan Nari menuju meja makan. Ia duduk bersebrangan dengan Kyungsoo dan Nari yang kini tengah memakan makanannya. Kim Hyera tersenyum, meski bukan ia alasan di balik tawa Kyungsoo, asal pria itu bisa tertawa Hyera rela pergi menjauh

Kepergianku mungkin tidak akan berpengaruh bagimu, tapi setidaknya selagi aku bisa aku ingin menyimpan memory dimana kau tersenyum saat aku masih berada di sisimu Kyungsoo

-0-

Seorin tak henti-hentinya menggigiti kuku jarinya. Wanita itu menatap gelisah pada Baekhyun yang saat ini tengah menelepon guru yang menjaga Nari di taman kanak-kanak. Wanita itu tak bisa diam, dirinya berulang kali merutuk diri sendiri yang terlalu terbawa emosi hingga melupakan putrinya sendiri

“Jadi Nari tidak bersama anda saat ini? Nde, baiklah” itu suara Baekhyun, pria itu menutup telponnya dan menatap Seorin yang saat  ini juga menatapnya dengan tatapan cemas

“Bagaimana? Apa Nari kita aman?” tanya Seorin terburu, raut wajahnya kentara sekali khawatir hingga tangannya bahkan mencengkram jas hitam Baekhyun tanpa sadar. Ia tertunduk lemas saat Baekhyun menggelengkan kepalanya

“Oh tuhan, dimana putriku sekarang. Baekhyun apa yang harus kita lakukan?  Ini semua salahku, bagaimana bisa aku melupakan Nari yang menungguku sendirian. Ibu macam apa aku ini” tangisan itu pecah, meluap bersama air mata yang kini turun di pipi tirusya

Baekhyun tidak tega melihat bagaimana keadaan Seorin, meskipun ia juga khawatir setengah mati pada putrinya. Namun melihat bagaimana sedihnya Seorin membuat Baekhyun bingung harus melakukan apa

“Sudah sayang, ini bukan salahmu. Nari kita pasti baik-baik saja sekarang, dia anak yang cerdas mungkin saat ini dia sedang bersama seseorang “ ucap Baekhyun mencoba menghibur Seorin

Namun kegiatan itu segera terhenti ketika ponsel Seorin berbuyi. Dengan sedikit tergesa wanita itu meraih ponselnya. Ia menayap layar ponselnya, dan nama yang terpampang disana sudah cukup untuk membuatnya berhenti menangis. Jika dugaannya benar maka…

“Yeoboseyo?” sapanya dingin

“Seorin-ssi, Nari ada bersamaku saat ini. Aku tidak sengaja bertemu dengannya siang tadi dan karna ia bilang sudah lama menunggumu jadi aku mengajaknya kerumah kami. Jangan khawatir, aku akan menjaga Nari dengan baik, kami akan mengantarkannya pulang sore nanti”

“Tidak. Kami akan menjemputnya sekarang”

“Jangan seperti ini, setidaknya anggap ini sebagai balasan karna aku sudah menolong putrimu. Kami akan datang sore nanti, mungkin kau dan suamimu tidak keberatan untuk sekedar menjamu kami makan malam. Sampai jumpa nanti”

Tut

Sambungan telepon itu terputus. Seorin menurunkan ponselnya dengan lesu, ia mendongak menatap suaminya

“Nari ada disana, dia bersama Kim Hyera”

-0-

Semua berjalan sesuai rencana Hyera. Ia dan Kyungsoo memang mengantarkan Nari pada Seorin dan Baekhyun sore tadi. Dan sekarang empat manusia dewasa itu tengah duduk berhadap-hadapan di depan meja makan kediaman Byun Baekhyun

Bedanya, jika sebelumnya makan malam mereka diiringi dengan perbincangan dan tawa, maka lain halnya dengan saat ini. Suasana begitu kaku,bahkan makan malam ini juga Hyera tau hanya sekedar basa basi sebagai bentuk rasa terima kasih Byun Baekhyun karna membantu putrinya

Hanya Baekhyun, ya memang hanya Baekhyun. Karna Hyera sangat tau Seorin enggan sekali bertemu dengannya saat ini. Wanita itu bahkan selalu saja menyibukkan diri sedari tadi, entah itu pergi ke dapur atau sekedar melihat Nari yang masih berada di kamarnya. Gadis kecil itu sepertinya kelelahan sampai tertidur begitu sampai di rumah

“Aku sangat berterima kasih pada kalian. Ini sudah kedua kalinya kalian membantu putriku, jika tidak ada kalian aku tidak tau bagaimana dengan Nari. Sekali lagi terima kasih Hyera-ssi, Kyungsoo-ssi” ucap Baekhyun pada kedua orang di hadapannya

Hyera tersenyum, ia melirik pada Kyungsoo yang duduk di sampingnya, lantas bicara “Tidak apa-apa, lagipula Kyungsoo sepertinya sangat menyayangi Nari. Aku bahkan tidak keberatan jika harus menjaga Nari lagi” ucapnya dengan senyum tulus

Seorin yang melihat hal itu mengeraskan rahang. Wanita itu bengkit dari duduknya “Permisi sebentar, aku akan mengambil beberapa makanan pentup di dapur” ujarnya kemudian berlalu begitu saja. Menyisakan tiga orang yang sama-sama menatap kepergiannya dengan pikiran masing-masing

“Eum, maafkan aku Baekhyun-ssi, tapi kurasa aku harus meminjam kamar kecilmu sebentar” itu Kyungsoo yang bicara. Pria itu bangkit dari duduknya dan berlalu begitu Baekhyun menunjukan arah yang harus di lewati

Sekarang, hanya ada Baekhyun dan Hyera di meja makan. Untuk beberapa detik suasana hening masih menyelimuti mereka, hingga akhirnya Baekhyun memilih memulai pembicaan terlebih dahulu

“Kalau boleh aku tau, sudah berapa lama kalian menikah Hyera-ssi?” tanya Baekhyun mengawali pembicaraan mereka. Pria manis itu menopangkan tangan di dagu, mencoba bersikap lebih santai. Karna sejujurnya ia sadar bahwa sedari tadi atmosfer di antara mereka memang sedikit tegang

Hyera sempat mengerjapkan matanya beberapa kali, merasa sedikit terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba pria itu. Tapi kemudian ia tersenyum

“Hampir empat tahun, tepatnya tiga setengah tahun yang lalu”

Baekhyun menganggukan kepalanya, sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman manis

“Ingatanmu sangat baik, aku yakin kau pasti sangat mencintai suamimu” ujar pria itu lagi

Hyera tersenyum masam “Ya, tentu aku sangat mencintainya” ‘Sayangnya ia tak mencintaiku’ tambahnya dalam hati

Bakhyun menyadari ada yang salah dengan ekspresi wanita di hadapannya, ia sudah menyinggung Kim Hyera. Bekhyun merasa bersalah, tapi ia mengenyampingkan hal itu. Dirinya juga butuh tau bagaimana kehidupan pernikahan Kyungsoo dan Hyera karna ini juga penting baginya

“Kalian sudah menikah cukup lama, apa tidak merencanakan memiliki keturunan?” tanyanya berusaha sesantai mungkin

Tangan Hyera yang tadinya hendak menjangkau salad apel di hadapannya terhenti di udara. Ia mengangkat kepalanya, memandang Baekhyun

“Ya ?”

“Bagaimana dengan anak, kalian tidak berencana memilikinya dalam waktu dekat? Bukankan Kyungsoo terlihat sangat menyayangi Nari, kurasa dia akan jadi ayah yang baik. Dia akan sangat menyayangi anak kalian, dan sejujurnya kurasa dia akan semakin mencintaimu jika kalian memiliki keturunan”

Hyera terdiam kaku, matanya bergerak tak berarah. Perasaannya terasa kacau sekarang. Anak? Demi tuhan, ia tidak pernah membayangkan akan memilikinya bersama Kyungsoo, ia tidak pernah berani untuk membayangkan hal itu. Baginya itu adalah sebuah angan yang terlalu tinggi, dan membayangkannya hanya akan menyakiti dirinya semakin banyak. Ia cukup sadar dengan posisinya

Tapi sekarang Baekhyun datang dengan gagasan itu, entah kenapa ada sesuatu dalam hatinya yang terasa lain. Membayangkan akan ada sosok kecil perpaduan antara ia dan Kyungsoo pasti akan sangat menyenangkan

Tanpa sadar sudut bibirnya tertarik, tapi kemudian Hyera sadar, sebuah pertanyaan besar muncul dalam kepalanya. Seandainya ia dan Kyungsoo memang memiliki seorang anak, apakah pria itu akan menyayanginya seperti Nari? Hyera kembali terhempas pada kenyataan. Sadarlah Kim Hyera, semua itu tidak akan terjadi,kau berangan terlalu jauh

“Kami belum memikirkannya” cicitnya pada akhirnya

“Oh, maafkan aku jika pertanyaanku menyinggungmu Hyera-ssi, aku tidak bermaksud seperti itu” Baekhyun merasa bersalah. Kim Hyera terlihat blank setelah mendengar pertanyaannya, dan ia tau pertanyaannya sudah melewati batas, wanita di hadapannya terluka. Buktinya ia hanya bisa tersenyum dengan paksa sambil menganggukan kepala beberapa kali

Suasana kembali hening. Mereka melupakan dua orang yang kini tidak ada di sana. Tidak tau dengan hal apa yang terjadi di ruangan berbeda

-0-

Setelah berlalu dari ruang makan, Kyungsoo tidak benar-benar pergi ke toilet. Tentu saja tidak, ia pergi menghampiri Seorin yang sedang memotong semangka di dapur. Pria itu berdiri di belakang Seorin, hingga wanita itu menyadarinya dan berbalik. Ia menatap datar pada Kyungsoo

“Ada apa?” tanyanya ketus

Kyungsoo menghembuskan nafasnya, tidak suka dengan nada bicara Seorin yang begitu ketus

“Kita perlu bicara” balasnya

Seorin menaikkan sebelah alisnya “Bicara? Kurasa tidak ada yang harus dibicarakan antara kita Do Kyungsoo”

“Kenapa kau tidak menjemput Nari siang tadi?” Kyungsoo memotong, itu adalah hal yang ingin ia tanyakan. Bagaimana bisa Seorin membiarkan putrinya menunggu sendirian tanpa seorangpun yang mengawasinya

“Apa ?” ulang Seorin

“Kenapa kau tidak menjemput Nari siang tadi, bagaimana bisa kau membiarkan anak berusia tiga tahun menunggu sendirian selama dua jam tanpa satupun pengawasan? Beruntung Hyera yang menemukannya, bagaimana jika orang jahat yang menemukannya. Tidakkah kau sadar?”

Seorin memandang Kyungsoo datar

“Itu bukan urusanmu. Dia adalah putriku dan bagaimana caraku mengurusnya samasekali bukan urusanmu. Lagipula aku bukan sengaja ingin membiarkannya menungguku seperti itu, hanya saja ada beberapa hal tadi  yang membuatku melupakan putriku sendiri”

Seorin mengakhiri kata-katanya dengan berbalik memunggungi Kyungsoo, membiarkan namja itu yang diam tanpa sepatah katapun. Ia cukup merasa tertampar dengan ucapan Seorin tadi, hingga bahkan saat wanita itu berbalik hendak pergi Kyungsoo masih saja memantung di tempatnya

Seorin memang beranjak dari sana, tapi setelah beberapa langkah ia kembali menghampiri Kyungsoo

“Dan kau seharusnya sadar, kau harus bersikap lebih baik pada istrimu. Tidakkah selama ini kau mencoba berubah? Kenapa kau masih menjadi orang yang begitu egois Do Kyungsoo? Kim Hyera adalah wanita baik, jadi perlakukan dia dengan baik sebelum ia pergi dan kau akan menyesalinya untuk seumur hidupmu”

Kyungsoo terdiam, menatap Seorin “Dia memang wanita yang baik, tapi dia bukan wanita yang memiliki hatiku, kurasa kau mengerti akan hal itu” jawabnya datar

Seorin menghembuskan nafasnya kasar, menatap sengit pada pria dihadapannya

“Itulah kenapa aku mengatakan kau masih sangat egois. Kau tidak memikirkan bagaimana perasaan oranglain. Bagaimana kau masih bisa bersikap tak peduli saat orang lain terluka karna dirimu?” Seorin meletakkan nampan berisi semangka yang tadi di bawanya ke atas meja. Ia menatap Kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan

“Kim Hyera datang padaku, tepat dua jam sebelum aku akan menjemput Nari dia datang padaku. Kau tau apa yang kami bicarakan? Dia menawarkamu padaku, dia menawarkan suaminya pada wanita lain. Dengan mata yang berkaca-kaca dia menanyakan padaku apakah aku masih memiliki perasaan padamu atau tidak, dia berniat mendekatkan kau dan aku Do Kyungsoo! Demi tuhan, apakah kau tidak bisa melihat ketulusannya? Wanita macam apa yang rela melepaskan suami yang dicintainya pada wanita lain. Bahkan jika aku jadi dia, aku tidak akan pernah sanggup melakukan hal itu”

Kyungsoo membeku, matanya menatap lurus pada Seorin tapi kini pikirannya tertuju pada Hyera. Kim Hyera, benarkah melakukan hal itu?

“Hatinya benar-benar tulus tapi sayang sekali ia jatuh cinta pada orang yang salah. Saat melihatnya aku merasa kasihan, takdir mempermainkan hidupnya terlalu banyak. Hidup ini terlalu kejam untuknya, dan saat itu aku juga sadar bahwa kau sudah berubah menjadi lebih egois dari pada dulu. Do Kyungsoo yang kukenal tidak seperti ini, dia tidak sekejam ini. Dulu aku membencimu karna semua hal yang kau lepaskan begitu saja, tapi sekarang aku membencimu karna kau melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Kumohon sadarlah, aku pernah sekali melepaskan dan aku tau bagaiamana rasanya. Datanglah padanya dan minta maaflah selagi hatinya masih sanggup menyambutmu. Perasaan seorang wanita ada batasnya Kyungsoo, hati itu bisa berubah. Jadi datanglah padanya sebelum terlambat”

“Aku mengatakan ini sebagai seseorang yang pernah mengenalmu dengan baik Kyungsoo. Aku pernah merasakan penderitaan karna kehilangan seseorang yang berarti, dan aku tidak mau kau juga mengalaminya. Kita sudah lama berakhir. Aku sudah menemukan kebahagiaanku sendiri, dan kuharap kau juga akan menemukan kebahagiaanmu. Hiduplah dengan bahagia bersamanya. Dia berarti untukmu, percayalah. Kau hanya belum sadar bahwa ia begitu berarti”

“Dan sadarlah, ia sangat menyayangimu. Tapi terkadang hidup ini memang tidak adil kan, yang paling menyayangi selalu menjadi  yang paling tersakiti, jadi pastikan kau mengenal perasaanmu sendiri, jangan sampai kau tidak sadar jika kau sebenarnya menyayanginya”

Setelah membuat Do Kyungsoo tidak sanggup lagi bicara Seorin pergi dari sana, meninggalkan pria itu dengan segala pemikiran yang menjejali kepalanya. Kyungsoo menatap punggung Seorin yang mulai menjauh

Tidak ada yang salah dengan ucapan Seorin, yang salah hanya bagaimana Kyungsoo memandang nasehat itu. Saat ini nama Kim Hyera memang menjadi tokoh utama dalam pemikirannya, tapi selalu ada sudut kecil dalam otaknya yang tidak akan tergantikan dengan siapun

“Kau memang wanita yang sangat peka. Cara berpikirmu itu selalu berada dijalan yang benar, itulah kenapa aku masih tidak bisa melepaskanmu hingga saat ini Jung Seorin”

TBC

Well, sejujurnya author pribadi agak sedikit kecewa dengan chapter ini. Nggak tau kenapa tapi rasanya tulisanku gak maksimal disini. Idenya udah bener-bener stuck sampe disini doang

Belakangan sering banget kena writer block dan itu cukup bikin  kesel. Belum lagi real life yang makin hari makin sibuk. Plot cerita yang udah aku susun diawal tiba-tiba melayang entah kemana dan jujur aja sekarang lagi agak dilema sama cerita ini mau dibikin sad ending atau happy ending

Jadi author memutuskan ending cerita ini akan ditentukan oleh para readers  so let’s comment, see you

With Love,

Sweet Sugar

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story : Hidden Story (Chapter 5)

  1. Ayo author lanjutkan lagi ceritanya, menurutku gk ada yg aneh kok dri cjalan ceritanay, bagus bgt, aku tunggu next chapternya, semanagattsss 😃😃😃😃

  2. Happyyyy ending please tapi dibuat agak nyesek menuju endingnya intinya ‘hukuman’ buat kyungsoo gara2 dia selama ini nyia2in hyera lah ntah kejadian lg kisah kyungsoo seorin, jd misal nih hyera pergi dlm keadaan hamil *alur kesitu improve lg thor hehe atau hyera koma karna kecelakaan. Jd dari situ biar kyungsoo jg ngeh kalo hyera itu brrti sekali buat dia. Jujur thor gakuat lg kalo hrs baca chapter hyera lg dan lg yg berkorban :(( dan ga dihargai. Hyera kan 1st lead female nya thor jgb ngenes2 pehlis, uda gaada yg cinta hyera masa karna 2 male cast disini malah ke seorin semua :”’ seorin pula yg punya anak hidup bahagia nah hyera kapan doong hiks

  3. Jujur aku kesal sama kyungsoo, kenapa hatinya gak bisa berubah dan dia bisa menyayangi hyera seperti menyayangi seorin. Semoga di chapter selanjutnya kyungsoo bisaa sadar akan perasaan dia yang sebenarnya aku disini kasihan sama hyera selalu tersakiti dibuat kyungso.
    Next nya jangan lama-lama lagi ya chingu.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s