[EXOFFI Facebook] Late To Say Love (Oneshot)

Title : Late To Say Love
Author : Niziena Sung
FB : Niziena Sung
Lenght : oneshoot
Genre : romance,friendship,Angst,drama,etc.
Rating : Teen
Cast : Byun Baekhyun,Shin Ae Min,etc.

Disclaimer : FF ini murni dari pemikiran saya, kalau ada kesamaan mungkin itu faktor ketidak sengajaan belaka -_-“ ini ff sebenarnya udah lama banget, entah kenapa pengen share sekarang >_< ini ff pertama aku setelah hiatus berlama-lama kali, jadi semoga aja gk mengecewakan 😀
Warning : typo berserakan,spasi yang jelek juga berada dimana-mana,kata-kata yang tidak enak dibaca masih banyak dimana-mana, udah saya peringatin loh -_-
“Saat cinta itu datang dan kau menyangkalnya. Kau akan merasa kau adalah orang terbodoh yang pernah ada dikemudian hari.”
“SHIN AE MIN” suara seorang namja yang berteriak di ramainya lorong sekolah menengah atas yang berada di pinggiran kota Seoul itu terdengar sampai kepada yeoja yang ia panggil tadi.
“Ohk ada apa?” Tanya yeoja itu yang berbalik menghadap kebelakang melihat seorang namja yang berlari kearahnya. Mereka berdua mulai berjalan bersama saat sang namja sudah berada tepat disamping yeoja bernama Ae min itu. Namja itu tak menjawab pertanyaan yang dilontarkan yeoja disampingnya tadi, dia malah mengambil tumpukan buku yang berada di tangan yeoja itu. ‘kebiasaan’ batin Ae min saat mendapat perlakuan dari namja yang ada disampingnya.
“Kau akan pergi kemana?” kini giliran namja itu yang bertanya.
“Menurutmu?” Ae min malah balik bertanya dan membuat gerutuan halus keluar dari mulut namja itu.
“Pasti ke perpustakaan.” Tebak sang namja dengan nada malas.
“sudah tau kenapa masih bertanya.” Ejek yeoja bermarga Shin itu dan semakin membuat namja itu mengkomat-kamitkan bibirnya seolah mengutuk gadis yang berada disampingnya sekarang.
“YA Shin Ae min jawaban macam apa itu?” cibir namja itu dengan sedikit berteriak. Ae min satu langkah didepannya dan berhenti tepat dihadapannya, membuat namja itu juga berhenti seketika. Dengan segera Ae min mengambil tumpukan buku-bukunya yang tadinya berada di tangan sang namja kini telah beralih kembali ketangannya, membuat namja itu sedikit terkejut dengan perlakuan Ae min yang tiba-tiba.
“Byun Baekhyun berhentilah mengurusiku. Urusi saja pacarmu. Lihatlah! Dia seperti ingin membunuhku.” Ujar Ae min dengan nada yang ia buat-buat sedemikian mungkin.
“Mwo?” Baekhyun hanya menatap Ae min dengan satu alis yang ia naikkan, bertanda ia tidak mengerti dengan maksud temannya itu. Ae min mengarahkan dagunya kedepan seolah memberi isyarat kepada Baekhyun untuk melihat kebelakang. Baekhyun mengikuti perintah Ae min dan pada saat itulah ia tahu apa yang dimaksud oleh Shin Ae Min. Tak jauh dari mereka berdua berdiri seorang yeoja yang tengah melipat kedua tangannya dan menatap mereka dengan tatapan membunuh. Baekhyun kembali melihat kearah Ae min yang memasang senyum manisnya.
“Tapi…”
“Gwaenchanha.” Ucap Ae min memotong perkataan Baekhyun. Yeoja itu tersenyum dengan penuh ketulusan seolah mengatakan jika ia tidak apa-apa. Ayolah, ini bukan yang pertama kali untuk Shin Ae min. Baekhyun memandang punggung Ae min yang mulai menjauh darinya. Entah mengapa ia selalu diselimuti perasaan seperti ini. Perasaan bersalah.
—–#####—–
“SHIN AE.” Lagi-lagi suara itu terdengar saat Ae min berjalan menuju gerbang sekolah. Yeoja itu sudah tau orang yang memanggilanya dengan sangat keras itu. Tanpa menghentikan kakinya Ae min tetap berjalan walaupun dengan kecepatan yang ia perlambat. Yeoja itu berhenti seketika saat tiba-tiba ada yang memegang bahunya. Ae min lansung menoleh kebelakang dan mendapati Baekhyun yang sedang mengatur nafas dengan posisi sedikit membungkuk. Ae min hanya diam dan menunggu apa yang Baekhyun katakan.
“Kenapa tidak berhenti?” tanya Baekhyun dengan nafas yang masih tersenggal-senggal.
“Karna aku tau jika itu kau.” Ucap Ae min enteng dan kemudian berjalan terlebih dahulu meninggalkan Baekhyun. Sedangkan Baekhyun hanya mecibir tingkah temannya itu dalam hati. Namja itu mulai menyusul Ae min dan berjalan disampingnya.
“Justru karna itu aku, kau harus berhenti.” protes Baekhyun terdengar seperti perintah pada Ae min. Yeoja bermarga Shin itu hanya diam dengan senyum geli diwajahnya karena tingkah temannya yang bisa dibilang kekanak-kanakan itu. Ia tidak sedikitpun menoleh kearah Baekhyun dan tetap melanjutkan aksi jalan kakinya.
Entah mulai sejak kapan Byun Baekhyun tidak sedikitpun memperhatikan jalannya. Tatapan matanya fokus tertuju pada wajah yeoja yang sudah hampir tiga tahun menjadi teman baiknya. Ia baru sadar jika Ae min terlihat sangat cantik jika dilihat dari jarak sedekat ini. Kulit yang putih bahkan tanpa noda diwajahnya, mata yang indah, hidung yang tidak terlalu mancung tetapi sangat pas untuk ukuran wajah Shin Ae min, dan hal yang membuat Baekhyun selalu tenang berada di dekat Ae min adalah senyumannya. ‘Pantas saja banyak namja yang menyukai mu’ batin Baekhyun dalam hati. Oh baiklah apa sekarang dia sedang mengagung-agungkan gadis itu.
“Jangan menatapku seperti itu!”
“Mwo?”
“Jangan menatapku seperti itu. Orang akan salah paham akan hubungan kita.” Suara Ae min membuat Baekhyun lansung mengalihkan wajahnya kedepan. Ekspresi datar dari Ae min semakin membuat Baekhyun gelagapan. ‘Oh baiklah Byun Baekhyun kau terlihat seperti pencuri sekarang’ Batin Baekhyun.
“Si… siapa yang memperhatikanmu? Aku hanya heran padamu. Kenapa kau selalu pulang jam 5 sore seperti ini?” ungkap Baekhyun dengan nada yang terdengar tidak percaya dengan kelakuan temannya itu. Bukankah Baekhyun memang sangat pintar menguasai keadaan.
“Kurang empat bulan lagi kita akan ujian. Apa kau menyuruhku bersantai-santai? Aku tidak pemalas sepertimu.” Ae min memukulkan buku yang tidak terlalu tebal itu kekepala Baekhyun, yah walaupun tidak keras tapi itu sudah cukup untuk membuat Baekhyun kesal.
“YAK SHIN AE MIN.” yeoja itu hanya terkikik geli saat melihat ekspresi marah Baekhyun yang malah terlihat seperti anak kecil.
“Aku masih memiliki kegiatan yang jelas dari pada kau. Aku pulang jam 5 sore karna aku membaca di perpustakaan, sedangkan kau? Kau juga selalu pulang 5 sore sama sepertiku, tapi entahlah apa yang kau lakukan.” Ucap Ae min dengan nada mengejek. Baekhyun hanya bisa mengkomat-kamitkan mulutnya sebagai tanda pemerotesannya.
“Aku melakukan hal yang tidak akan pernah kau tau. Lagipula aku yakin kau pasti masih membaca buku-buku tentang negara Itali. Sebegitu ingankah kau pergi kesana?” kali ini giliran baekhyun yang terdengar mengejek Ae min.
“Kau taukan aku sangat ingin kuliah kesana dan aku akan berusaha keras untuk mendapat beasiswa ke Itali. Aku tidak sepertimu yang bisa lansung meminta pada orang tuamu pergi ke tempat yang kau ingankan. Aku harus berusaha sangat keras untuk mendapatkan apa yang aku inginkan.” Tutur Ae min dengan pelan, tersirat dari raut wajah yeoja itu jika ia cukup terluka dengan keadaan ini, walaupun senyum tipis itu tidak pernah hilang dari wajahnya dan membuat Baekhyun merasa bersalah, entah karna apa. Melihat ekspresi Baekhyun yang terlihat bersalah Ae min berusaha mencairkan suasana yang mulai canggung.
“Bukankah sudah kubilang berhenti mengkhawatirkanku, kau harus lebih mengkhawatirkan Kim Eunmi yeoja chingumu yang sedikit menakutkan itu.” Ae min mencoba sedikit bergurau dan itu berhasil membuat Baekhyun tersenyum.
“Sebenarnya aku ingin minta saran padamu.” Ungkap Baekhyun ragu-ragu. Namja itu mengosok-gosok belakang lehernya entah untuk apa. Memang seperti inilah ciri khas Byun Baekhyun saat sedang gugup, itulah yang Ae min ketahui.
“Saran apa?”
“Aku ingin melamar seseorang saat hari kelulusan nanti.” Reflek Ae min lansung menghentikan langkah kakinya dan melihat Baekhyun dengan ekspresi antara tidak percaya dan berusaha senang.
“Ohk bagus, pasti Eunmi sangat senang kau melamarnya pada hari kelulusan.” Lagi-lagi Ae min harus memasang senyum manisnya yang sedikit terpaksa.
“Mwo? Eunmi?”
“Kau akan melamar siapa lagi jika bukan Eunmi?” cibir Ae min kepada Baekhyun, yeoja itu berusaha menutupi sesuatu yang tersirat didalam dirinya.
“Ah…” Baekhyun hanya menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan dari Ae min. Mereka berdua mulai berjalan kembali dalam hening. Jarak halte terdekat dari sekolah ini memang cukup jauh dan Ae min selalu berjalan kaki untuk sampai di halte. Yang membuat yeoja itu heran Baekhyun juga ikut berjalan kaki dan naik bis bersamanya, walaupun namja itu memiliki harta yang berkecukupan. Entahlah Baekhyun mulai melakukan ini saat mereka naik ke kelas XII.
“Shin ae sebelum pulang, ayo aku traktir kau mie pedas!” ajak Baekhyun yang mencoba memecah keheningan antara dirinya dan Ae min.
“kau ingin aku dihukum Ajhuma ohk? Lihat ini sudah jam berapa? Aku bisa dimarahi habis-habisan jika Ajhuma tau aku pulang telat lagi hari ini.”
“aigo aku heran padamu, kenapa kau masih memanggil bibi Park itu Ajhuma. Semua anak dipanti memanggilnya Eomma dan kau memanggilnya Ajhuma. Kau benar-benar gadis yang tidak sopan.” Ucap Baekhyun seolah meledek Ae min.
“Bukankah kau tau alasnnya. Karna Park Ajhuma bukanlah orang tuaku. Aku tahu aku terlihat seperti gadis yang tidak tau diri kepada orang yang telah merawatku sejak bayi. Tapi yang kutau orang tuaku sudah pergi meninggalkanku didepan gerbang panti asuhan, jadi aku tidak punya orang tua lagi.” Yeoja itu terlihat berusaha tegar didepan Baekhyun, setidaknya itu yang Baekhyun tau. Memang Ae min tidak seberuntung dia yang bisa hidup di keluarga yang lengkap. Oh ayolah betapa bodohnya Byun Baekhyun sekarang membawa topik ini di pembicaraan mereka.
“Mianhe.” Lirih Baekhyun yang masih bisa didengar oleh Ae min. Yeoja itu hanya memasang senyumnya kepada Baekhyun.
“Kau tidak perlu minta maaf, kau tidak salah. Dan berhentilah menunduk seperti itu kau terlihat seperti seorang yeoja yang ketahuan selingkuh oleh pacarnya.” Ucap Ae min. Baekhyun lansung menoleh kearah Ae min dengan pandangan tidak percaya akan apa yang barusan Ae min katakan, baru saja ia merasa bersalah pada Ae min dan gadis itu lansung membuatnya kesal dengan mudah.
“YA SHIN AE MIN.” teriak Baekhyun sebagai tanda pemerotesannya.
“YA BYUN BAEKHYUN.” Kini giliran Ae min yang mengikuti gaya Baekhyun dan semakin membuat namja itu kesal.
“KENAPA KAU SELALU MEMBUATKU KESAL OHK? AKU BISA CEPAT GILA JIKA TERUS BERBICARA DENGANMU.” Baekhyun tidak sedikitpun menurunkan nada suaranya. Dan Ae min malah semakin bersemangat menggoda Baekhyun. Sungguh ekspresi yang paling Ae min sukai dari Byun Baekhyun adalah saat namja itu kesal seperti ini. Benar-benar seperti anak kecil.
“Jika kau tidak ingin cepat gila, berhentilah berbicara dan berteman denganku.” Yeoja bermarga Shin itu masih belum puas membuat temannya itu jengkel.
“YA JAWABAN MACAM APA ITU?” Ae min hanya memeletkan lidahnya dan kemudian berlari meninggalkan Baekhyun.
“YA SHIN AE MIN BERHENTI DISITU OHK!” Baekhyun masih tetap tak bergeming dari tempatnya.
“TIDAK MAU.” Ae min menoleh kebelakang sebentar hanya untuk memeletkan lidahnya seperti anak kecil dan kemudian berlari lagi. Baekhyun mulai berlari menyusul Ae min yang cukup jauh darinya. Ada beberapa orang disekitar sana yang melihat mereka berdua dengan tatapan aneh, seolah tak percaya jika dua remaja itu anak SMA dengan kelakuannya yang terlihat seperti anak taman kanak-kanak.
————######————
“saat kau ragu akan perasaanmu, maka tidak akan ada yang bisa kau dapatkan lagi selain penyesalan.”
~~~~GRADUATION DAY~~~~
“Shin Ae min” namja itu memegang pundak Ae min yang memunggunginya.
“Ohk ada apa?” ucap Ae min saat sudah berbalik melihat namja yang sekarang berada didepannya.
“Ini untukmu.” Namja itu menyodorkan seikat bunga mawar merah dan menundukkan wajahnya. Dengan sedikit ragu Ae min mengambil bunga yang ditujukan padanya itu. Reflek namja itu lansung mendongak menatap wajah Ae min dengan pancaran mata yang berbinar.
“Kau menerima bungaku?” tanya namja itu seolah tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Shin Ae min memasang senyum manisnya seolah memberikan kesan baik pada namja itu.
“Ini hari kelulusan. Bukankah aku harus meninggalkan kesan yang baik Joon Myun-Ssi?” entah apa yang terjadi pada Shin Ae min. Biasanya yeoja itu tidak akan menerima satu bungapun dari namja-namja yang ada disini. Yeoja itu menjadi lebih terlihat bersahabat sekarang, mungkin karna hari ini hari terakhir mereka bertemu di SMA. Tapi sungguh Ae min tidak kehilangan pesonanya sedikitpun.
Ae min kemudian pergi untuk mencari sesorang yang benar-benar ingin ia lihat sekarang. Dibanyaknya orang-orang yang merasakan suka cita karna perjuangan mereka kali ini akhirnya cukup membuahkan hasil. Ae min tak henti-hentinya tersenyum lebar, entah sudah berapa banyak bunga yang berada dalam rangkulan tangannya. Walaupun seperti itu tidak ada satupun bunga yang benar-benar membuatnya senang, karna memang bunga-bunga itu bukanlah yang ia harapkan.
Yeoja itu sudah berusaha mengarahkan kepalanya ke penjuru arah untuk menemukan seorang. ‘aku harus mengatakannya.’ Ucap Ae min dalam hatinya. Disaat Ae min berdiam diri dan terus memastikan dimana seseorang yang ia cari, yeoja itu merasakan ada yang memegang bahunya lagi.
“Shin Ae.” Yeoja itu lansung memelototkan matanya saat mendengar suara namja yang memegang bahunya. Ae min berbalik dan menatap namja itu dengan senyum yang penuh kelegaan, akhirnya ia bisa menemukannya. Mata yeoja itu kini beralih pada seikat bunga yang digenggam erat oleh namja itu. ‘lili’ seru Ae min dalam hatinya, karna memang bunga itu adalah bunga favoritnya. Ia benar-benar berharap jika namja itu memberikan bunga lili yang dipegang untuknya.
“Shin Ae sebenarnya aku ingin…” ucap namja itu dengan sedikit ragu-ragu atau gugup lebih tepatnya. Gadis itu menatap penuh harap dengan apa yang akan namja itu katakan.
“Sebenarnya aku…”
“BAEKHYUN OPPA.” Baekhyun dan Ae min sama-sama dalam keadaan terkejut saat tiba-tiba Eunmi sudah memeluk Baekhyun dari belakang. Membuat wajah Ae min yang tadinya penuh dengan harapan luntur dengan seketika.
“Ohk bunga itu pasti untukku.” Eunmi lansung mengambil alih bunga yang tadinya berada ditangan Baekhyun, sedangkan namja itu hanya menatap Eunmi dengan geram.
“YA KIM EUNMI APA YANG KAU LAKUKAN HEM?” bentak Baekhyun kepada yeoja yang berstatus kekasihnya itu.
“Waeyo? Bunga ini memang untukkukan? Memang kau mau memberikan kepada siapa lagi jika bukan padaku.” Ucap Eunmi dengan percaya diri. Yeoja itu kemudian menatap Shin Ae min yang berdiri didepannya dan Baekhyun.
“Jangan bilang kau akan memberikannya pada yeoja miskin ini?” Baekhyun lansung memelototkan matanya sebagai bentuk ketidak sukaannya dengan apa yang Eunmi ucapkan.
“YA KIM EUNMI, KAU…”
“Baekhyun-ah aku pergi dulu.” Potong Ae min yang kemudian lansung pergi meninggalkan pasangan kekasih itu. Ae min sadar jika ia tidak seharusnya berada ditengah-tengan antara Byun Baekhyun dan Kim Eunmi. Memang siapa dia?
————*****———-
“cinta bertepuk sebelah tangan memang menyakitkan, tetapi akan lebih menyakitkan jika kau tidak pernah mengetahui bagaimana perasaan orang yang kau cintai itu padamu.”
10 years later
Pemandangan kota Seoul memang sangat indah jika dilihat dari tempat yang tinggi. Gedung-gedung yang berdiri tegak itu sudah tidak dapat terhitung jumlahnya, dengan lambang dan identitas masing-masing gedung-gedung itu memperjelas siapa pemilik mereka.
Namja itu masih saja betah berdiri disamping jendela kaca dari sebuah gedung yang sangat megah. Posisinya yang berada dilantai 12 membuatnya bisa menikmati suasana kota yang sangat popular itu dengan tanpa ekspresi sedikitpun. Memegang jabatan sebagai seorang CEO di perusahaan itu membuatnya harus bisa memanfaatkan waktu yang ia punya dengan baik bukan?
Kemeja putih pas badan dan celana kain hitam khas perkantoran membuat namja itu terlihat mempesona dengan jas yang sudah ia tanggalkan. Walaupun tidak memiliki badan yang berotot namja itu sudah bisa membuat banyak yeoja memohon untuk menjadi miliknya.
Drrrt….Drrrt…
Mata yang tadinya hanya fokus menatap jendela itu kini beralih menatap benda persegi panjang berwarna putih yang tergeletak di atas mejanya. Setelah memandangnya sekilas, namja itu kembali menikmati apa yang sedang ia lakukan sebelumnya. Memikirkan banyak hal yang tak pernah ia ketahui jawabannya.
Drrrt…Drrtt…
Untuk kali kedua handphone itu berbunyi. Dengan langkah pelan namja itu mengambil handphone berisik itu dan melihat nama orang yang berani mengganggu aktifitasnya sekarang. Reflek kening namja itupun berkerut saat mengetahui siapa orang yang menelponnya. Dengan sedikit ragu tangannya terulur menggeser flip itu dan segera menempelkan benda persegi panjang itu ke telinganya.
‘Ada apa?’ tanya namja itu dingin dan tanpa basa-basi sesaat setelah ia menempelkan benda itu ketelinganya.
‘aish kau ini kenapa suaramu terdengar sangat menyeramkan sekarang.’ Jawab suara seorang namja yang berada diseberang sana.
‘Aku tidak punya waktu. Jika tidak penting aku akan menutupnya.’ Ancam namja dingin itu.
‘Kau ini benar-benar. Aku menelponmu karna aku ingin mengabarimu jika ada reuni SMA besok malam. Kau datang tidak?’
‘…..’ tidak ada jawaban dari Baekhyun.
‘Padahal Shin Ae Min akan datang. Sudahlah aku tutup dulu.’
‘Tunggu! Kau bilang tadi Shin Ae min?’ ulang Baekhyun yang tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
‘Ya kau benar SHIN AE MIN akan datang.’ Ujar Hyun Ju dengan penekanan pada kata SHIN AE MIN.
‘Aku akan datang. Kau sms aku tempat dan jam berapa besok.’ Namja bermarga Byun itu lansung menutup telponnya tanpa mendengar apa yang akan dikatakan oleh teman SMAnya Lee Hyun Ju. Senyuman miris itu tercetak di bibir tipisnya tatkala nama yeoja itu terus menerus berputar dikepalanya.
”Akhirnya aku bisa bertemu denganmu.” Ucap Baekhyun entah kepada siapa. Pandangan mata namja itu kosong kedepan. Baekhyun merasakan sedikit kelegaan dihatinya saat tau apa yang ia tunggu selama bertahun-tahun akhirnya datang juga. Ia hanya berharap akan mendapat sesuatu yang indah besok.
——–******——–
“penyesalan memang selalu datang diakhir karna pada saat itulah kata maaf akan berguna.”
Entah sudah berapa kali namja dengan setelan jas yang lengkap itu menghembuskan nafas beratnya, hanya sekedar untuk mengurangi rasa gugup didirinya. Oh Tuhan mengapa ia harus merasa seperti ini. Berdiri mematung tak jauh dari pintu sebuah restoran yang bisa dibilang cukup sederhana. Tempat dengan interior kayu yang cukup dominan disana.
Dengan langkah yang sedikit ragu namja itu memulai langkahnya memasuki restoran tersebut. Tetap dengan gaya dinginnya ia berusah bersikap seperti ia yang sekarang ini. Sudah tidak bisa dihitung banyaknya yeoja yang kagum akan ketampanan dan gaya elegan dari namja tersebut. Namja itu berhenti dan berusaha mencari seseorang dengan tetap memasang gaya coolnya. “BYUN BAEKHYUN.” Pada saat itulah namja itu menoleh kearah sumber suara yang sangat jelas itu. Baekhyun menyuguhkan senyum miringnya dan berjalan mendekati meja yang penuh dengan orang-orang yang cukup ia kenal.
“akhirnya pangeran kita datang juga.” Ucap seorang namja yang duduk disebelah kiri Hyun ju. Baekhyun duduk tepat disebelah kanan Hyun ju karna ada dua kursi kosong disana. Entah mengapa suasana terasa berubah saat Baekhyun datang. Yeoja-yeoja disana menatap penuh minat kepada Baekhyun.
“Aigo Byun Baekhyun, kau terlihat benar-benar berubah sekarang.” Ucap seorang yeoja yang duduk tak jauh darinya. Namja itu tidak sedikitpun membenarkan ataupun menyalahkan pernyataan yeoja itu, Baekhyun hanya tersenyum miring sebagai jawabannya.
Setelah hampir sepuluh menit Baekhyun berada disana, ia tidak menemukan seseorang yang ia cari. Kepalanya mencari dengan teliti dari ujung meja yang bersebrangan dengannya. Namun ia tak menemukan apa yang ia cari. Namja itu hanya berharap tidak datang dengan sia-sia kali ini.
“Apa yang kau cari?” tanya Hyun ju menepuk bahu Baekhyun saat menyadari jika namja itu hanya diam dan menjawab pertanyaan ala kadarnya saat ada pertanyaan yang ditujukan padanya.
“Hem?” guman Baekhyun seolah ikut bertanya akan apa yang Hyun ju tanyakan.
“Shin Ae min bilang dia akan datang terlambat. Tapi dia sudah berjanji akan datang.”jelas Hyun ju yang mendapat sekali anggukan dari Baekhyun.
“OMONA SHIN AE MIN.” teriak salah seorang namja yang duduk disana. Posisi Baekhyun yang membelakangi Ae min, membuat namja itu harus memutar tubuhnya untuk melihat Ae min.
Semua orang yang berada disana terlihat sangat terkejut mendapati keadaan yang cukup berbeda dari Ae min. Mata Baekhyun terbelalak sangat lebar melihat keadaan teman baiknya semasa SMA. Yeoja itu tersenyum manis dan melambaikan tangannya sebelum melangkah mendekati meja yang penuh orang itu. Dia duduk tepat disebelah Baekhyun karna memang disitulah satu-satunya kursi yang kosong sekarang.
“Aigo akhirnya kau datang juga.” Ucap Soo Kyung yang duduk tepat didepan Ae min.
“Bukankah kubilang aku akan datang. Aku pasti akan datang.” Gurau Ae min dengan gaya yang sedikit centil. Entah mengapa yeoja itu terasa sangat berubah, yah selain dari penampilannya yang berubah. Ae min mengarahkan kepalanya kesegala arah sampai pandangannya berhenti pada orang yang duduk tepat di samping kirinya. Kepala yeoja itu sedikit menunduk untuk melihat lebih jelas wajah seorang namja yang sedang menunduk disampingnya itu.
“Hei apa yang kau lakukan? Bukankah kau tadi mencari Ae min?” Hyun Ju menyenggol lengan Baekhyun saat melihat namja itu hanya menunduk setelah kedatangan Ae min. Terdengar hembusan nafas yang berat dari Baekhyun sebelum ia mendongakkan wajahnya dan pada saat itulah ia tepat bertatapan dengan Ae min.
“Bagaimana kabarmu SHIN AE MIN?” tubuh Ae min menegang saat melihat Baekhyun yang memasang wajah mirisnya. Nada suara Baekhyunpun masih sama dingin dan kaku. Ae min butuh waktu untuk menguasai dirinya agar bisa menjawab pertanyaan Baekhyun. Entah mengapa atmosfer disana menjadi hening saat Baekhyun mulai menyapa Ae min. Orang-orang yang berada disana seolah ingin tahu apa yang terjadi dengan kedua orang tersebut.
“Aku baik. Bagaimana denganmu?” tanya Ae min berbalik dengan senyum tipisnya. Yeoja itu benar-benar tidak pernah kehilangan pesonanya bahkan setelah 10 tahun. ‘aku buruk, bahkan sangat buruk’ teriak Baekhyun dalam hatinya.
“Aku baik.”jawab Baekhyun singkat.
“Ehm oh iya Shin Ae min ku dengar kau dulu berkuliah di Itali. Apa itu benar?” ujar Hyun ju mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa dingin.
“Aku tidak kuliah di Itali. Aku mendapat beasiswa di Perancis.” Jawab Ae min yang entah mengapa membuat mata Baekhyun sedikit melebar. Namja itu terlihat sangat terkejut dengan jawaban Ae min.
“Bukankah kau sangat ingin ke Itali waktu itu?” tanya yeoja yang duduk di depan Ae min.
“Memang, tapi aku tidak mendapatkannya. Jadi aku mengikuti tes beasiswa ke Perancis. Beruntung aku mendapatkannya.” Yeoja itu tak pernah melepas senyuman yang berada di wajahnya saat menjawab pertanyaan yang diberikan temannya. Baekhyun hanya diam dan mendengar dengan baik percakapan yang ada.
“Aigo Ae min-ah kau benar-benar terlihat sangat-sangat cantik sekarang.” Puji namja yang duduk tak jauh dari Ae min.
“Jinjjayo?” Ae min memegang kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya.
“Dia benar, mungkin karna sekarang kau hamil Min-ah, jadi kau terlihat berkali-kali lipat lebih cantik. Kata ibuku orang hamil akan terlihat lebih cantik dari pada biasanya.” Ucap Soo Kyung dengan penuh keyakinan.
“Mungkin kau benar.” Ae min ikut membetulkan apa yang Soo Kyung ucapkan.
“Sudah berapa bulan usianya?” tanya Haa Yoon yang duduk disebelah Soo Kyung.
“Usianya sudah lima bulan.” Wajah Ae min terlihat sangat sumringah saat mengatakan usia kehamilannya sekarang. Telinga Baekhyun seakan memanas saat mendengar percakapan-percakapan yang membuat hatinya semakin terluka. Sungguh ini benar-benar diluar kendalinya. Namja itu ingin sekali pergi dari tempat itu sekarang, namun hatinya terlalu ingin tahu bagaimana keadaan yeoja yang duduk tepat disampingnya itu.
“Kenapa kau tidak mengajak suamimu kemari eoh?” kini giliran yeoja lain yang bertanya kepada Ae min. Entah mengapa orang-orang yang berada disana sangat ingin tahu dengan apa yang terjadi pada yeoja bernama Shin Ae Min itu.
“Aku takut jika aku membawa suamiku kemari kalian akan tergila-gila padanya.” Gurau Ae min yang diikuti tawaan kecil dari sebagian orang yang berada disana.
“Aigo apakah suamimu sangat tampan sampai-sampai kau tidak membawanya kemari?” ucap Ha Yoon dengan sedikit menggoda Ae min.
“Apa kalian tau? Aku pernah bertemu dengan suami Ae min dan dia benar-benar sangat tampan.” Ucap Hyun Ju berusaha meyakinkan teman-temannya. Ae min hanya tersenyum sebagai persetujuan atas pernyataan Hyun Ju.
“Dia adalah Orang China, namanya Xi Luhan. Dia benar-benar orang yang sangat kaya. Kudengar dia memilihi saham yang cukup besar di Hyundai.” Tambah Hyun Ju yang membuat orang-orang disana terkagum-kagum kecuali Baekhyun yang hanya diam saja.
“Ya Lee Hyun Ju berhenti membicarakan suamiku ohk!” tegur Ae min kepada Hyun Ju saat ia rasa namja itu sudah terlalu berlebihan menceritakan tentang suaminya, walaupun tidak dapat dipungkiri apa yang diceritakan Hyun Ju itu benar adanya.
“Bagaimana kau bisa bertemu dengannya Min-ah?” pertanyaan itu membuat Ae min tersenyum.
“Dia teman kuliahku.”
“Wuoah.” Respon beberapa orang disana.
“Dimana kalian tinggal sekarang?”
“Kami tinggal di China, tapi sejak dua bulan lalu kami pindah ke Korea.” Jawab Min ae yang mendapat angukan dari teman-temannya.
“Min-ah kau pasti punya fotonya, bisa kau tunjukan kepada kami.” Pinta Soo Kyung kepada Ae min. Yeoja itu hanya tersenyum kemudiam mengambil telepon genggamnya dan menggeser flip Handphonenya. Ae min lansung memberikan Handphone kepada Soo Kyung karna memang foto dirinya dan Luhanlah yang terpampang disana.
“Wuaahhh dia benar-benar sangat tampan.”
“Kau benar-benar beruntung Shin Ae min.”
“Coba kalian lihat, aku benar-benar iri padamu.” Banyak sekali yeoja-yeoja teman Ae min semasa SMA merasa iri kepada yeoja itu. Dengan kata-kata yang terus memuja betapa beruntungnya yeoja itu mendapatkan suami seperti Luhan membuat telinga Baekhyun semakin panas. CUKUP. Sudah cukup dia berada disana, ini sudah diluar batas kemampuannya. Memang diluar Baekhyun sekarang terlihat sangat dingin dan angkuh, tapi pada saat inilah hatinya hancur dan entah Baekhyun harus melampiaskan pada siapa atas apa yang ia rasakan ini. Namja itu tiba-tiba berdiri dan membuat semua orang menatapnya takut karena merasakan aura yang menakutkan didalam diri Baekhyun.
“Aku pergi.” Hanya dua kata yang terdengar seperti bongkahan es, Baekhyun lansung pergi meninggalkan tempat itu. Semua orang yang berada disana menatapnya aneh. Ae min menatap punggung Baekhyun yang sudah mulai menjauh dengan berbagai pertanyaan yang terkelebat dalam otaknya. Sungguh dia seperti tidak mengenal Baekhyun yang sekarang.
——#####——
Shin Ae min berjalan keluar menuju pintu besar yang lansung berhadapan dengan jalan . Setelah pamit kepada teman-temannya dia lansung pergi meninggalkan reuni yang cukup mengingatkannya tentang masa SMAnya. Tentang dirinya, temannya, dan orang yang ia cintai dulu. Dulu? Mungkin kata dulu harus ia tekankan sekarang. Saat ia hendak membuka pintu, tiba-tiba ada tangan seorang namja yang menariknya. namja itu membawa Ae min ke tempat yang sangat sepi dari café itu. Ae min merasa punggunya sakit saat tubuhnya sudah memepet ke tembok dan ada namja yang mengapit tubuhnya di tengah. Saat mata yeoja itu melihat ke depan ia baru tau siapa namja yang menariknya dengan cukup kasar itu.
“BYUN BAEKHYUN.” Pekik Ae min. Sungguh ia benar-benar sangat terkejut. Selang beberapa detik tubuh Ae min lansung menegang saat merasakan bibir Baekhyun sudah berada diatas bibirnya. Namja itu menciumnya dengan cukup kasar. Tangan Ae min berusaha keras mendorong tubuh Baekhyun yang semakin menghimpitnya. Ini akan membuat calon anaknya dalam keadaan tidak baik.
“Apa yang kau lakukan?” geram Ae min saat berhasil melepas tautan yang terkesan memaksa tadi. Ia tidak habis pikir jika Baekhyun akan melakukan ini padanya.
“Apa yang kau lakukan padaku? Mengapa kau lakukan ini padaku Shin Ae.” Lirih Baekhyun dengan suara yang membuat hati Ae min tersayat. Baekhyun terlihat sangat menyedihkan sekarang.
“Tidak taukah kau jika aku mencintaimu? Aku ingin melamarmu waktu itu bukan yeoja bernama Kim Eunmi. Aku mohon kembalilah padaku. Aku sudah menunggu lama untukmu” Kali ini Ae min berkali-kali lipat terkejut dari sebelumnya. Jika saja Baekhyun mengatakannya 10 tahun yang lalu, Ae min pasti akan merasa sangat senang dan tak akan ragu mengatakan ‘IYA’ tapi sekarang?
“Semua ini sudah terlambat. Bahkan sangat terlambat. Kau lihat aku sudah menikah dan aku akan menjadi seorang ibu. Aku mohon jangan seperti ini. Kau membuatku merasa bersalah padamu.” Yeoja itu berusaha keras memohon pada Baekhyun. Ini benar-benar menyakiti hatinya dan dia juga tau pasti hati Baekhyun yang lebih sakit sekarang. Perlahan Baekhyun menurunkan tangannya seolah memberikan izin untuk yeoja itu pergi. Dengan langkah pelan Ae min beranjak pergi sampai baru beberapa langkah kakinya terhenti.
“Tolong jangan menungguku.” Ucap Ae min tanpa melihat kearah Baekhyun yang sudah meloloskan air matanya. Yeoja itu tak ingin melihat keadaan Baekhyun sekarang. Itu akan semakin membuatnya merasa sakit. Memang Ae min sudah menikah dan akan memiliki seorang anak. Tapi tetap saja tidak bisa ia pungkiri jika Baekhyun masih memiliki tempat khusus dihatinya. Cinta masa lalunya, cinta pertamanya, Byun Baekhyun itu akan selalu membekas.
—epilog—
Namja itu berjalan sangat pelan di lorong sekolahnya. Berjalan dengan hati-hati, seolah-olah membuat derap kakinya tak terdengar. Namja itu terhenti didepan sebuah jendela kaca yang menampilkan banyak sekali buku-buku didalamnya. Itu perpustakaan. Dan namja itu adalah Byun Baekhyun.
Baekhyun menatap sendu seseorang yeoja yang tengah duduk sendiri didalam sana. Seperti seorang penguntit. Baekhyun memerhatikan yeoja yang sangat ia kenal itu deng seksama. Senyum itu tercetak jelas dibibir Baekhyun saat melihat ekspresi serius dari Ae min. Yah, yeoja itu Shin Ae min. Sahabatnya sendiri.
Drt… drt..
Baekhyun lansung bersembunyi dibalik tembok saat merasa ada getaran dari saku celananya.
‘Yeobseyo’ namja itu berusaha sangat keras merendahkan suaranya.
‘Tuan muda anda tidak boleh terlambat lagi hari ini. Keluarga Kim akan datang kerumah untuk makan malam. Saya diperintahkan Tuan Besar untuk menjemput anda.’ Penjelasan panjang lebar itu membuat Baekhyun menghela nafas beratnya. ‘kenapa mereka harus datang?’ batin Baekhyun.
‘Tak perlu menjemputku. Aku akan pulang tepat waktu.’ Jawab Baekhyun ala kadarnya. Setelah menutup telponnya, Baekhyun kembali memerhatikan Ae min yang terlihat tak terganggu sama sekali.
“Maafkan aku tak bisa menemanimu hari ini.” Ucap Baekhyun berbisik di jendela. Baekhyun harus pulang tepat waktu karna keluarga Kim akan datang. Baekhyun dan Kim Eunmi memiliki hubungan karena perjodohan. Itulah sebabnya Baekhyun tak bisa lepas dari Eunmi begitu saja, karna hal ini menyangkut hubungan dua keluarga. Namja itu pergi. Masih dengan cara yang sama. Berusaha agar derap kakinya tak terdengar.
Min ae melihat kearah jendela kaca yang berada tiga meter dikirinya. Yeoja itu melihat jendela kaca yang tak menampakkan apapun.
“Aku mencintaimu.” Senyum tipis itu terukir dibibir Min ae. Yeoja itu tau jika selama ini Baekhyun selalu memperhatikannya dari jauh. Itulah yang membuat Baekhyun pulang bersamanya. Namja itu menunggunya. Yah Baekhyun selalu menunggunya.
END
Makasih buat reader yang udah RCL dan makasih buat admin yang udah mau publish 😀 ketemu lagi di ff selanjutnya ^_^ kalau aku lagi mood tapi XD
Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI Facebook] Late To Say Love (Oneshot)

  1. nyesek banget ceritanya.. bingung harus kasihan sma siapa.. dua – duanya sma – sma nyeseknya.. 😦
    ceritanya bagus dan bikin terbawa sama suasananya..
    good job thor.. (y)
    di tunggu karya selanjutnya ya.. Fighting.. 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s