[TEASER] Autumn Elegy — Joongie

Autumn Elegy

Joongie © 2017

Oh Sehun || Irene Bae || Jackson Wang || Kang Seulgi

Adult, AU, Angst, Romance

Chaptered (PG17)

This is a work of fiction. This is a fictional story about fictional representations of real people. No profit was made from this work. All cast belongs to God, their parents, and their agency. But the storyline is mine. Don’t be silent reader, please.

Summary :

Dalam perjumpaan klasik, Irene mengenal Sehun. Pria seribu luka, orang-orang menjulukinya. Namun di mata Irene, Sehun seolah memohon disembuhkan dalam kebisuannya. Dan tanpa disadari Irene malah terperangkap oleh kemisteriusan juga teka-teki soal penghuni hati Sehun, ketika hatinya diam-diam berharap jadi wanitanya Oh Sehun.

When I lose the one that I wanted…

Everything I had get destroyed….

.

.

.

“Ayolah Irene, sekali ini saja bantu aku,” rengek Leslie, menarik-narik jubah kebesaran Irene sampai melorot. “Hari ini ulang tahun David dan kami sudah janji akan bermalam bersama. Ini hari spesial—yah, kau tahu ‘kan kalau momen begini harusnya melakukan something special. Just two of us.”

Irene membetulkan jubah yang senjang, lalu melirik kepada rekan bulenya yang selalu hiperbolis soal asmara. “Dengar Leslie, kau tahu aku ini gampang bosan, kan? Duduk semalaman memantau pasien koma akan menjenuhkan. Masih lebih baik menunggui Nenek Emelie dan mendengarkan sejarah masa mudanya. Lagi pula aku harus mengerjakan tugas dari Profesor Duncan.”

Seringai Leslie melebar. “Bukannya lebih baik mengerjakan tugas rumit di ruangan yang tenang?” Kemudian dari saku seragam birunya yang khas, Leslie mengeluarkan selembar tiket. “Aku tidak minta bantuan dengan cuma-cuma lho.”

“Jangan bilang itu—”

“Tepat seperti yang kaupikirkan,” potong Leslie, mengibas-ngibaskan tiket konser ke muka Irene dengan mimik bangga. “Maroon 5 akan konser di Hamburg Sabtu ini. Kalau kau setuju ganti shift denganku, tiket ini punyamu.”

Apa pun yang bersalut di benak Irene kontan pecah sewaktu tangannya refleks menyambar sogokan yang ditawarkan Leslie. Hell yeah, siapa yang akan menolak kesempatan menyaksikan si Tampan, Adam Levine secara langsung—dan barangkali dia punya kesempatan diajak berduet di panggung, walaupun kemungkinannya satu banding seribu. Bahkan sekarang, Irene merasakan keantusiasan bergelora dalam rongga dada.

Jadi, di sinilah Irene berakhir, ruang VVIP 5. Dihuni pasien laki-laki dari Korea yang hampir tiga bulan terbaring koma—dikatakan lantaran kecelakaan fatal yang dramatis. Namanya Oh Sehun, tapi para perawat serta dokter muda menjulukinya sebagai “Sleeping Prince”. Dan ini kali pertama Irene menjumpainya secara langsung. Selama ini dia cuma dengar desas-desus soal pasien tampan yang dinanti-nantikan kesadarannya.

Melakukan tugasnya terlebih dahulu, Irene memastikan monitor organ vital di tubuh Sehun menunjukkan angka stabil, lalu tak ada yang salah pada masker oksigen yang terpasang di wajah pasien, juga menghitung tetesan infus mengalir dengan jumlah yang sesuai. Dia juga merapatkan selimut sebelum duduk mengamati wajah Sehun lebih intens dan menemukan sesuatu yang mengherankan.

“Anda menangis?” gumamnya seraya menyentuh kerak di sudut mata Sehun yang bersambung ke tulang pipi. “Apa Anda mimpi buruk, Mr. Oh? Atau Anda sedih karena kesepian?”

Irene mendesah prihatin kemudian dengan hati-hati mengusap poni Sehun yang memanjang tak beraturan. “Tidak apa-apa, pikirkan hal baik saja. Aku yakin keluarga Anda melakukan ini supaya Anda segera siuman. Makanya cepatlah sadar dan buka mata Anda lebar-lebar.”

“Oh ya, namaku Irene,” katanya lagi, “malam ini, aku yang menjaga Anda.”

Bicara pada orang koma bukan hal konyol, mereka terkadang masih bisa menyadari apa yang terjadi di sekitar, setidaknya itu yang dipercaya Irene dari sekian banyak keajaiban dalam bidang medis. Dia lantas bangkit, berpindah menuju meja tunggu dengan setumpuk tugas yang menagih untuk dicumbu. Tugas tidak akan selesai kalau cuma ditumpuk, begitu omelan khas ibunya yang jauh di Seoul. Sewaktu memandangi foto kedua orangtuanya yang disisipkan dalam liontin, rasanya percikan semangat baru saja melecut pundak Irene.

Tentu saja, dia akan kembali ke Korea setelah sukses.

Dari celah gorden Irene menilik, hujan salju semakin menjadi padahal seharusnya pekan ini mulai masuk musim semi. Well, malam ini pasti akan jadi malam yang benar-benar hangat bagi Leslie dan David, pikir Irene sambil tersenyum ambigu. Sementara dirinya malah merasa seolah sedang melakoni syuting music video. Adegan melankolis yang sesuai dengan lagu bertempo slow yang mengalun dari earphone yang tercantel di telinga. Andai muncul tokoh pria yang tiba-tiba merengkuhnya pasti jadi paripurna.

“Aku ini kan perawat, kenapa harus membuat referat segala?” gerutu Irene mengetuk-ngetukkan stabilo pada kertas penelitian yang berserakan dengan jengkel. “Harusnya Jackson yang berkutat dengan hal-hal semacam ini.”

Sewaktu Irene terfokus dengan bahasa-bahasa ilmiah yang membuat kepalanya serasa ingin meledak, angka-angka pada monitor jantung Sehun berpacu meninggi. Jari-jarinya bergantian bergerak, terangkat seakan menggapai-gapai sesuatu. Kelopak matanya yang tertutup mengerut, pun kedua alisnya yang nyaris menyatu. Badan Sehun yang kejang mendadak kaku sejenak sebelum sentakan hebat membuatnya tergagau.

Sehun duduk terjaga. Sakit kepala dahsyat membuatnya mencengkeram pelipis kuat-kuat, rasanya berdentam-dentam dan telinganya diusik bunyi denging panjang. Rintihannya tertahan, Sehun mencopot masker oksigen yang malah membuatnya sesak. Matanya menerawang liar akan keberadaan yang jelas-jelas asing, lalu pandangannya tertambat pada punggung Irene—yang bahkan tidak menyadari pasiennya telah siuman.

Pemuda itu menyibak selimut, beranjak menurunkan satu per satu kakinya. Berupaya menapak beberapa waktu sampai menyadari bahwa otot-ototnya melemah dan badannya seketika oleng. Bunyi berdebuk keras mencuri atensi Irene hingga buru-buru menghampiri Sehun yang tersungkur. Selang infusnya terlepas sehingga darah mengucur bagai air dari punggung tangan Sehun yang terkulai di lantai.

“YA TUHAN!” pekik Irene begitu menyandarkan kepala Sehun di bahunya, kemudian mengguncang pelan rahangnya. “Mr. Oh, Anda bisa dengar suaraku?”

Mata Sehun yang semula kosong perlahan memunculkan refleksi Irene yang balik menatapnya cemas. Sebelah tangannya terulur merengkuh punggung Irene lebih dekat, sehingga Sehun bisa menenggelamkan wajahnya di ceruk leher gadis asing yang mendadak menjelma jadi seseorang yang paling dia rindukan.

“Wendy…,” imbaunya parau.

.

When you lose the one that you needed…

You will be regret it’s not a game….

.

Maapkeun keretjehan teaser ini :’))

Terima kasih buat kalian yang sudah membaca, sempatkan menulis komentar sebagai pelajaran buat aku di tulisan selanjutnya ❤ Psst, aku bukan author yang garang kok jadi kalau mau nulis kritik atau saran pun aku terima dengan legowo XD

 

 

XOXO,

Joongie

Iklan

61 pemikiran pada “[TEASER] Autumn Elegy — Joongie

  1. Ping balik: [KEPING 3] Autumn Elegy: That Woman — Joongie | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [KEPING 2] Autumn Elegy: Stuck On Him — Joongie | EXO FanFiction Indonesia

  3. YaAllah sumpa demi aapa ini nemu ff hunrene lagi ya. syukurnyaa banget, ini bakal bener – bener project yang bagus dee. Sukses thor❤❤

  4. IHHH BARU BANGET BACAAA serem gila gilaaa aku suka sih image irene nyaa lucu lucu gimanaaa gituu masa iya pasien sadar dia gak tau😂 saking stress nya tuh ya dia😂 sehunnya ngagetin pula lagiaan masker oksigen langsung di lepas gitu aja ehh pak ganteng nyawa kamu tuh cuma 1 gak ada 9 kayak kucing-_- hehehehhe

    • Kan telinganya lagi denger musik trus otaknya fokus ama referat jadi ya gituu deh 😂😂😂
      Maklumin ya maklumin orang ganteng mah betingkah aja tetep cakep :’3

  5. WOW … HUNRENE??,?,,, seketika shiper gue kumat ,walau kadang lebih duka surene sih . …. SURENE ❤ HUNRENE ❤ KAISTAL ❤ , kyaaaaaa … . Pokoknya bakal jadi list bacaan nih ..
    Yo salam kenal 🙂

  6. wahhhh Hunrene couple kembali,teaser nya bagus thooorrr.tapi td kenapa sehun manggil nama wendy….emg wendy sp nya sehun???LANJUTKAN THOR MANGAT!!!

  7. Ping balik: [KEPING 1] Autumn Elegy: Run With Me — Joongie | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ku sedih waktu baca nama Wendy :”) pasti ini cobaan yang berat buat hati Irene nantinya :”) ditunggu kak kelanjutannya! ❤

  9. Teaser’a menarik,bahasa’a jg apik dan mdh dimengerti.aq ska cara penulisan km joongie:)
    btw,,skilas jd teringat drama Yongpal.ditunggu chapter 1 nya.

    • Hihi thank you :3
      Aku tau pasti karena sehun bangun waktu ditungguin Irene sama kek pas Tae Hee sadar waktu ditungguin Joo Won trus kan Tae Hee kecelakaan waktu bareng pacarnya, iya kan? XD
      Tenang, dijamin beda kok :3

  10. Owaaaa bagus bangeeeet teasernyaaaaaaaa😍😍😍 bahasanya gampang di mengerti dan penggambaran keadaannya bikin mudah ngebayanginnya hehe
    Apalagi castnya sehun x irene salah satu cast favorite hehe
    Ditunggu banget kelanjutannya 🙆🙆🙆 Wendy itu pacarnya sehun? Dan sehun kecelakaan pas lagi sama wendy??

  11. kak, astaga, ntah karena pemeran atau apa, aku tertarik beut. ceritanya apik eui. mana itu sehun nyebut wendy, jangan” itu kekasih dia yang meninggal? adik? kaka? yang pasti orang penting buat Sehun. dan irene seperti bakal..aaa..
    malas nebak lagi/plakk/
    ditunggu 1st chapternya kak, sangat ditunggu ❤

  12. woahhh.. aku readers pertamakah? btw, ini ff bakal seru nih kayaknya 😊 gak sabar nunggu update-an selanjutnya dari kakak.. fighting!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s