[SERIES] Cloud 9 “Chen” -anneandreas

cloud-9-chen

CLOUD 9

CHEN –

a fantasy-romance series ficion rated by T in ficlet length

staring by

EXO Chen and OC Arin

.

⇓ Other Series ⇓

Sehun || Lay || Suho || Baekhyun || Chanyeol || D.O || Kai

.

©anneandreas2k17

Chen duduk bersantai di atas awannya yang terbang dengan kecepatan rendah, sesekali jarinya terangkat dan menciptakan kilatan petir kecil di langit. Chen bosan dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Tidak seperti teman-temannya yang bisa bermain-main di bumi dan bahkan berkenalan dengan gadis-gadis yang mau menutupi identitas mereka, Chen yang merupakan seorang pengendali petir merasa tidak ada cukup alasan untuk dirinya turun dan menapakkan kakinya di atas tanah. Sebenarnya tidak ada aturan apapun yang melarang Chen untuk turun dan bermain-main di bumi, hanya saja tingkat kegengsian lelaki satu ini cukup tinggi, sehingga ia memilih menahan kebosanannya dan bermain-main sendirian dengan ‘petir ciptaan’nya di langit.

Waktu seolah berjalan lebih lambat ketika Chen sedang bosan, karena posisi awannya terlalu tinggi di langit bahkan burung-burung yang lewat di bawah pun tak mendengar sapaan Chen. Ketika kebosanannya mulai memuncak, Chen memutuskan untuk kembali ke basecamp saja, mungkin tidur di dalam basecamp akan jadi kegiatan yang lebih berguna ketimbang berbaring tanpa arah di atas awan seperti ini. Namun sebelum melesat bersama awannya, Chen mengangkat sebelah jarinya sekali lagi, menciptakan kilatan cahaya petir yang tidak terlalu besar.

“Aww! Hei, kau nyaris merusak gaunku!”

Jeritan yang menyerupai suara seorang gadis itu menginterupsi Chen, membuat laki-laki itu membatalkan niatnya untuk pergi dari sana. Tidak lama kemudian sesosok gadis bergaun hitam selutut muncul di hadapan Chen, bersedekap dan menatap Chen kesal.

“Apa kau tahu aku bisa kena denda jika gaunku rusak?”

Chen mengangkat sebelah alisnya sambil menatap gadis itu bingung, apa hubungan antara dirinya dengan..

“Petirmu itu nyaris mengenai dan menghanguskan gaunku, tahu!”

“Ooh.” Chen mengangguk, akhirnya ia mengerti kenapa gadis di hadapannya ini marah-marah. Satu sekon kemudian pertanyaan lain menyambangi benak Chen, lantas ia memandang si gadis yang tanpa alas kaki dan mengambang di atas langit, tanpa sayap dan bantuan apapun untuk terbang. “Kau… Mahkluk apa?” tanya Chen setengah ragu membuat si gadis mendengus tawa.

“Aku? Tidakkah seharusnya kau bisa menebak? Aku menggunakan gaun hitam, lho.” jawabnya bangga, seolah profesinya merupakan sesuatu yang harus diketahui oleh seluruh dunia.

Chen mengangkat alisnya sekali lagi, ia menegakkan dirinya di atas awan, kini berhadapan dengan si gadis yang masih berdiri menantang. “Arwah?”

“Enak saja!” potong si gadis, jelas-jelas tampak kesal. “Aku malaikat kematian, tahu. Pekerjaanku menjemput arwah-arwah menuju ke alam lain yang jauh di atas sana. Kalau kau, mahkluk-mahkluk pengendali itu, ya?” lanjutnya.

Kali ini ganti Chen yang bersedekap, tampak bangga ketika si gadis menyebutkan pekerjaannya. “Tapi mengapa kau lewat sini? Aku sering bermain di sini namun tidak pernah berpapasan dengan malaikat kematian.” tanya Chen membuat si gadis tersenyum malu-malu, seolah telah tertangkap saat melakukan suatu pelanggaran. “Hmm, seharusnya memang tidak lewat sini sih. Hanya saja aku bosan lewat jalur yang sama setiap hari. Jangan laporkan aku pada atasanku, oke?”

Chen tertawa, keberanian gadis satu ini menciptakan aura berbeda di hatinya. Mungkin karena sebelumnya Chen tidak pernah berbincang dengan gadis-gadis, ini terasa seperti suasana baru yang menyenangkan.

“Omong-omong, siapa namamu tuan pengendali petir?” tanya gadis itu lagi, dengan senyum lebar yang melengkung cantik di bibirnya.

“Chen. Kau?” jawab Chen mantap.

“Panggil aku Arin. Senang berkenalan denganmu, Chen.” jawab Arin riang, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sedangkan Chen masih mematung, tampak sedikit ragu menyambut uluran tangan Arin.

“Kau.. Tidak mau berjabat tangan denganku?” tanya Arin, sedikit kecewa.

“Tidak, bukan seperti itu. Hanya saja saat aku bersemangat, aku tidak dapat mengendalikan kadar petir yang mengalir dalam tubuhku.” jawab Chen malu-malu.

“Sepertinya aku mampu menahan sensasi petirmu, tuan Chen yang bersemangat.” Sekali lagi Arin mengulurkan tangannya, Chen tersenyum dan menyambut uluran tangan gadis itu, menjabatnya setengah ragu.

“Aww! Kuat juga setrumannya!” pekik Arin dan mereka tertawa.

.

.

.

Berjam-jam sudah berlalu dan Chen sudah mengurungkan niatnya untuk pulang ke basecamp. Mengobrol dengan Arin terasa menyenangkan sebab gadis itu mempunyai bahan obrolan yang tampak tidak pernah habis dan senyum yang menular pada siapapun yang ada di dekatnya. Chen bahkan membiarkan Arin mencoba naik ke atas awannya dan duduk di sana, berdampingan dengan dirinya.

“Empuk sekali. Seperti springbed mahal yang ada di film-film.” komentar Arin riang membuat Chen tertawa. “Oh ya, omong-omong apa kau tidak ada tugas lagi? Kau tampaknya tadi hendak pergi saat aku lewat?” tanya Arin lagi.

“Sudah selesai, tadi aku ingin kembali ke basecamp. Namun mengobrol dengan teman sepertimu di sini tampak lebih menyenangkan.” komentar Chen ringan, namun sebuah kerutan tampak di dahi Arin membuat Chen melontar tanya. “Apa aku salah bicara?”

Arin menggeleng namun sudut bibirnya menipis, tampak ia sedang ragu dengan apa yang akan ia sampaikan. “Kenapa?” tanya Chen lagi.

“Tidak. Habisnya kau tadi bilang ‘teman’, padahal aku baru saja berpikir sepertinya menyenangkan untuk menjalin hubungan denganmu. Pengendali petir dengan malaikat kematian. Namun sepertinya aku harus mengurungkan keinginanku secepatnya.”

Chen terkesima, apa gadis itu baru saja menyatakan perasaan padanya? “Tapi kita bahkan baru kenal beberapa jam yang lalu.” ucap Chen.

“Karena itu aku malu mengungkapkannya. Aku bahkan tidak tahu kau sudah punya pacar atau belum, atau apakah ada gadis lain yang sedang kau dekati atau tidak. Tapi aku malah membiarkan pikiranku melanglang buana dengan bayangan bagaimana jika kau menjadi pacarku. Maafkan, aku memang suka berpikir seenaknya seperti ini.” Arin mengoceh tergesa, nyaris mengomel hingga wajahnya terlihat merah.

Kemudian ia bangkit dari awan Chen, bersiap melesat pergi saat tiba-tiba tangannya tertahan oleh genggaman Chen. Namun kali ini rasanya tidak semenyakitkan sengatan petir seperti tadi, rasanya hangat dan setrumannya terasa seperti memijat kulit yang lelah. “Aku ‘kan belum menjawab, mengapa langsung menyimpulkan sendiri lalu pergi?” komentar Chen sambil menarik tangan Arin, membuat gadis itu berbalik dan menghadap Chen yang kini sudah menjulang di hadapannya.

“Tatap aku dan dengarkan baik-baik. Aku tidak punya pacar dan tidak ada satu gadispun yang sedang aku dekati. Bahkan bisa dibilang aku tidak pernah berbincang dengan gadis sebelumnya. Aku hanya kaget namun aku tidak bilang kalau aku menolakmu, kan?” tutur Chen sambil menatap Arin tepat di matanya, membuat gadis itu berusaha menyembunyikan semu merah muda di kedua pipinya. Arin mengangguk dan Chen menariknya ke dalam pelukan, “Arin, berpacaranlah denganku.”

Sekon berlalu seolah tidak peduli pada Chen dan Arin yang menikmati dunia mereka sendiri. Mereka masih berpelukan, seolah romansa mereka adalah yang terindah seantero langit. “Tapi Arin, yang kutahu malaikat kematian memiliki banyak peraturan. Apakah berpacaran denganku tidak melanggar salah satunya?” tanya Chen sembari merenggangkan pelukan mereka.

“Aku gadis yang suka melanggar peraturan, kok.” sahut Arin santai.

.

.

.

fin.

AnNotes:

Iriseu ini mangapin ini epep gaje amat yak.
Cuma aku ndakpunya ide lagi buat manjanginnya,
jadilah mereka patjaran padahal baru kenal beberapa jam.
dasar Arin ganjen!
*digamparin

Akhirnya satu persatu awan 9 selese juga sodara sodarah.
Yang udah baca gomawo shimida,
Yang udah komen nomu nomu gomawo,
satu komenmu selalu berharga untukku, eak.
yang belom baca, baca dong!
*kayang

Baca terus series awan 9 sampe tamat yaak!
*bow*

 

Iklan

12 pemikiran pada “[SERIES] Cloud 9 “Chen” -anneandreas

  1. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Spesial Mantan” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Xiumin” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. KYAA AHHHHAAAHHAAA MALAIKAT KEMATIAN. Baru kemarin di gc bahas grim reaper. Wah Arin temenan sama aku kemarin berarti, aku jadi grim reaper kemarin soalnya bajunya all in black /gak nyambung/gak penting/langsung dibuang ke rawa-rawa/

    Kayaknya cuman Chen yang patjaran sama makhluk non manusia. Atau gak ya? Aku baru baca beberapa kak ne. Awalnya kukira si Arin juga arwah pas dia bilang pake baju item baru tau dia teh malaikat maut. Rin, kenal Lee Dongwook gak? Kenalin ke aku dongs /langsung digeret Luhan/

    Ini Arin blak-blakan banget ya, sek kungekek dasar Arin ganjen /ditabok/ tapi sepertinya style Arin harus dipake dibanding kode2 belum tentu doi peka, mending langsung blak-blakan aja /plak/ ciee Chen yang gak pernah deket sama cewek tau2 dideketin langsung ditembak pula /batuk/

    Dan pas bagian; “Arin, berpacaranlah denganku.” sambil dipeluk, aku bersorak-sorak kak nee ya lord ahahah manis sekali uuhhh ❤❤❤❤

    • wkwkwkwkw iya pas banget itu bahasan grim reaper eh si arin jadi grim reaper, mungkin arin sama elsa temenan /plak.
      sejauh ini sih cuma chen yang sama bukan manusia yg laen kan maenannya di bumi semua wkwkwkwkw..
      Arin kenal dong sama lee dongwook, cuma kata arin identitas sesama grim reaper gabole disebarluaskan, mangtav. /ditabok
      Yeah arin mah emang sengklek luar binasa gitu anaknya, maen tembak2 aja wkkwkwk.. untung aja chenchennya pekaa.. wkwkwk..
      maaci loohhh >.<

  4. Yg kunanti-nanti di sabtu pg akhr’ny muntjul jg ☺ ini dr awal bc geli sendiri bayangin imut’ny 첸 yg lg bosen baring2 santai di atas ☁ kinton’ny 😊 malah wkt nyapa 🐦 dikacangin lg 😂 ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Jd ulah 첸 yg bikin sensasi bumping di ✈ tiap dy lg bosen dg ngluarin⚡kcl!
    설마.. Ide munculin goblin a.k.a shinigami ni dr obrolan qt di klm kmntr eps’ny kai bukan? /pede ente kaz 😅
    Agressive bener nih twins’ny reen 😀 td’ny dah xcited pas 첸 mo blk ke basecamp /pen liat sarang para makhluk lngt pngendali, eh ga jd, tp gpp krn ktmu Arin. Pas ragu bwt jabat tngn tu kirain krn Arin malaikat kmatian 😅 x bs da efek2 serem’ny gt, eh trnyt krn aliran setrum ⚡ny 첸 😂 ini love chemistry’ny bukan cm kiasan ya tp bner2 nyetrum bnrn! 😂
    첸 trmsk yg lucky ya love story’ny, 축하해~

    • Muehehehehhehe senengnya ada yg nungguin tiap hari sabtu pagii..
      Yang minggu depan si Umin ga sabtu pagi kaaak, Minggu sekalian ulangtaunnya yaaa.. /malah spoiler /plak
      Iya si chenchen suka kasian, gengsi sih gamo turun ke bumi kan malah dicuekin sama burung jadinya wkwkwk..
      iyaah! kalo di pesawat geter2 dikit salahin chenchen! salah si chenchen pokoknyaa!
      shinigami apaan kak? /ini malah bingung /keplak saja /plak
      buahahahha iya si arin nya mah uda tersinggung sangkanya si chenchen gamo megang malaikat kematian taunya mah karena badannya yg nyetrum wkwkwkw..
      Iyaaah si chenchen pas kocok arisan dapet happy ending diaa /plak /gakgitune
      mood aku gabisa bikin arin jadi sedih kak wkwkwkwk..
      makasi loooh nyaris selalu jadi first komennya akuuu, hughuugg..

    • *bls pluk syng 😊
      Ok, minggu ya. Shinigami tu arti’ny dewa kematian in japanese version 😄 ky di anime bleach. Hah, kocok arisan? 😂 pasti pd iri ya mmbr yg laen ga dpt yg se-happy ending 첸
      Sm2 😊 sneng bs jd yg prtm komen.

    • Ooo,, aku nyebutnya malaikat kematian itu grim reaper wkwkwkw..
      Wakwakwak becanda kok kocok arisannya, pas dari awal itu aku uda nulis plot buat masing2, jadi ya tergantung kondisi kejiwaan aku waktu itu membernya bakal dapet yg sad apa happy buahahahahha..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s