Beautiful Stranger

 

wp-1490451329900.jpg

 

Beautiful Stranger by Kreyafe

Park Chanyeol and a Girl || AU! Fluff || Ficlet || G

“Chanyeol benar-benar tak bisa fokus karena memandangi gadis cantik nan manis itu.”

.

.

.

.

Tak pernah bisa fokus sejak kakinya menginjak panggung mini tersebut. Jemari tangan kiri yang begitu lihai dan lancar menekan senar gitar sementara jemari pada tangan kanan sibuk memetik–menggetarkan tiap dawai, menghasilkan keselarasan melodi dengan merdu. Ditambah lagi ketika suara baritone yang melelehkan hati melebur bersama alunan musik gitar. Sempurna.

Tidak, menurutnya tidak sempurna. Seperti yang dikatakan diawal, ia tak bisa fokus. Pandangan netra yang biasanya memandang para hadirin yang menonton kini terus berputar-putar tak tahu arah. Sejak diawal si pemain ini sudah terpikat pada satu hal, sehingga sampai ketika kewajibannya harus dilaksanakan, ia tetap tak bisa fokus.

‘Manis sekali.’

Entah sudah kali berapa Park Chanyeol–si pemain gitar merangkap penyanyi pada panggung mini tersebut melontarkan 2 kata itu di lubuk hatinya. Disaat ia harus bernyanyi sembari bermain gitar untuk alunan musiknya, kontrol pikirnya seperti memaksa Chanyeol untuk mencuatkan 2 kata tersebut. Hampir saja ia merusak penampilan live acoustic yang rutin ia lakukan tiap malam sabtu dan malam minggu.

Bagaimana tidak? Mulai dari Chanyeol mendatangi café kopi yang selalu ramai oleh pengunjung ini, matanya sudah tertuju pada seseorang yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Gadis dengan surai panjang yang diikat satu kuda tak beraturan, celemek cokelat tua serta baju polo berkerah berwarna cokelat muda dan celana jeans yang melekat pada tubuhnya, dan tentunya wajah cantik nan manis yang begitu memikat hati Chanyeol. Apalagi ketika senyumnya terunggah jelas saat menyapa pengunjung. Chanyeol meleleh.

“Aku tak tahu namanya, tapi katanya ia baru bekerja selama 2 hari disini.” Ujar Min Yoongi–patner live acoustic Chanyeol yang berperan bermain keyboard.

Rasa penasaran yang begitu tinggi membuat Chanyeol masih bertanya-tanya siapa dan nama gadis itu. Chanyeol tak pernah langsung terpikat hanya dengan satu kali pandang dengan lawan jenisnya. Hingga sampai café hampir mencapai selesainya waktu buka, Chanyeol masih berkutat di dalam café tersebut. Ia malu bertanya-tanya pada gadis itu dikala ramainya café, dan disinilah ia masih berada. Demi mengajak si gadis berkenalan.

Segelas Ice Caramel Macchiato yang sedari tadi ia sedot tak kunjung habis, sebenarnya juga berguna untuk mengulur waktu agar tetap di café tersebut. Di waktu yang sudah hampir larut biasanya hanya staff tetap yang masih berada di dalam café, mempersiapkan waktu tutup. Sementara Chanyeol kini sibuk memandangi langit waktu malam hari dengan taburan bintang di halaman café.

“Aku tak menyangka masih ada orang yang mau meminum Caramel Macchiato disaat sudah cair dan whipcreamnya sudah bercampur.”

Chanyeol menoleh, merasa dirinya yang dibicarakan oleh orang yang membahas tentang Caramel Macchiato. Memang saat ini hanya Chanyeol yang meminum Caramel Macchiato, Ah, Tidak juga. Dan disaat itu juga rasanya hati Chanyeol ingin meloncat senang, gadis itu, gadis manis yang memikatnya kini mengajaknya berbicara. Sepertinya.

“Dan itu hanya aku, bukan?” Chanyeol membalas rentetan kata gadis manis itu.

Si gadis dengan pakaian yang memperlihatkan bahwa ia pegawai café itu, tersenyum pada sekon berikutnya sembari membalas ucapan Chanyeol lewat tatapan sekilas sebelum akhirnya menatap lurus ke depan. ‘Astaga senyumnya manis sekali.’

“Yup, hanya kau saja, aku baru melihat yang seperti kau. Aku saja merasa tak nafsu meminumnya lagi ketika sudah setengah mencair, bagaimana bisa kau tetap meminumnya ketika isinya sudah abstrak?”

Chanyeol tersenyum. Di dalam hatinya ia sedang menimbang-nimbang apa saatnya ia ‘modus’ untuk menanyai siapa nama gadis itu? Dan kenapa juga ia terlihat seperti orang yang freak sekarang?

“Namamu?”

Akhirnya satu kata yang Chanyeol ingin ucapkan sedari tadi terlontar juga, ia lega dan rasa penasarannya bertambah. Kemudian si gadis menoleh kearah Chanyeol dengan senyuman manis pada wajah cantiknya.

“Kim Jiyeon. Kau?”

Chanyeol pun ikut tersenyum. “Park Chanyeol.”

“Senang berkenalan denganmu, oh atau kita sebenarnya hanya mengenalkan nama masing-masing?”

Gelak tawa keduanya pecah seketika. Baru sekitar 5 menit berbicara bersama namun keduanya seperti merasakan hal yang sangat menyenangkan. Dan tentunya Chanyeol akhirnya mendapatkan jawaban yang ia inginkan sedari tadi saat ia pertama kali memandang Jiyeon pada sore hari.

“Senang juga berkenalan denganmu Kim Jiyeon”

Kim Jiyeon kembali tersenyum entah sudah kesekian kalinya. “Omong-omong aku suka live acousticmu, terdengar sangat easy listening dan tentu saja indah didengar.”

Chanyeol pun kembali tersenyum hendak membalas ucapan Jiyeon. “Terima kasih Kim ‘yeoppeo’ Jiyeon.” Sekon berikutnya, Jiyeon merasakan pipinya panas karena ucapan Chanyeol. Well, mereka baru saja berkenalan.

 

.

.

.

.

.

.

end

 

 

 

HUHU MAAPKAN INI TAMPILANNYA GAENAK DIPANDANG. Aku post gabisa semaksimal mungkin dan beberapa kata yg udh di italic langsung back ke biasa :((( banyak spasi yg berantakan MYANEEE. Dan mohon maaf ini super gajelas, tibatiba muncul di otak. Jujur aja ini keinspirasi dari MV Kei lovelyz, Beautiful. Jadinya aku pake nama Kim Jiyeon 😂. Sekiaaann.

 

sorry for typo(s)

Iklan

18 pemikiran pada “Beautiful Stranger

  1. Hello Author^^ Aku hanya akan mengomentari apa yang menurutku perlu dikomentari saja ya, karena aku bukan tipe orang yang jago mengkritik sedangkan aku sendiri juga butuh kritikan xD

    Cerpen ini tentang cinta pada pandangan pertama, ya? Aw so sweet.

    1. Si gadis dengan pakaian yang memperlihatkan bahwa ia pegawai café itu, tersenyum pada sekon berikutnya sembari membalas ucapan Chanyeol lewat tatapan sekilas sebelum akhirnya menatap lurus ke depan. ‘Astaga senyumnya manis sekali.’
    Mungkin setelah kalimat ‘Astaga senyumnya manis sekali.’ bisa ditambah kata ‘Batin Park Chanyeol’ karena kalimatnya tidak diberi italic. Jadi pembaca juga jadi enggak bingung apakah itu perkataan dari dalam hati atau bukan.

    2. Chanyeol pun kembali tersenyum hendak membalas ucapan Jiyeon. “Terima kasih Kim ‘yeoppeo’ Jiyeon.” Sekon berikutnya, Jiyeon merasakan pipinya panas karena ucapan Chanyeol.
    Menurutku, kata ‘Sekon’ disini kurang cocok, mungkin sebaiknya gunakan kata ‘detik’ saja. ^^

    Itu saja sih menurutku, semangat buat author! Semoga bisa menghasilkan karya yang lebih keren lagi! ^^

  2. Hai penulis, let me tell you what I think about your story…

    Title (3/5)
    Dari judulnya udah ketahuan kalau ini bakalan ada ‘kenalan’ dengan orang cantik. So, judul cerita dan isinya nyambung.

    Poster (2/5)
    Bukan poster juga sih ya, lebih tepatnya gambarnya cocok buat gambaran tentang chanyeol si penyanyi akustik.

    Foreword (4/5)
    “Chanyeol benar-benar tak bisa fokus karena memandangi gadis cantik nan manis itu.” Kalau kata aku deskripsi ini bener-bener match ama judul, terus bikin penasaran pengin baca juga. Good for you karena udah kasih deskripsi seperti ini.

    Plot, flow (2/5)
    Karena udah ketahuan dari judul dan deskripsinya, udah ketebak alurnya bakal seperti apa, dan tersampaikan dengan baik walaupun ini cuma ficlet, mengalir begitu aja.

    Characterization (2/5)
    Di cerita ini lebih condong ke chanyeol, pun karakterisasinya kurang matang menurutku, cuman menjelaskan kalau si chanyeol seuka dan penasaran sama seorang gadis.

    Spelling, diksi (2/5)
    Banyak typo tentang preposisinya, misalnya ‘disini’, seharusnya ditulis ‘di sini’, banyak letak preposisi yang masih typo, so untuk selanjutnya mohon untuk diperhatikan lagi

    Overall (7/10)
    Ide ceritanya memang sudah biasa, tapi setiap penulis pasti menyampaikan imajinasinya dengan cara yang berbeda. Cerita ini lumayan lah buat ukuran ficlet, coba aja kalau lebih panjang, sepertinya bakal lebih menarik lagi. Good job buat authornya. Keep writing!

  3. Chanyeol emang sesuai yak sama peran peran pemusik 😂 aku bisa bayangin dia beneran jadi pemusik di cafe gitu, tapi pas author deskripsiin penampilan ceweknya aku malah kebayang kim soo hyun yang pas dia di School 2015😂/bener gak sih o nya dua?

    Ceritanya udah bagus thor, bahasanya simple dan mudah dimengerti cuma aku ada beberapa hal yang mau sedikit aku kasih tau, ini menurut persepsi aku aja 😄

    Kata “diawal” jangan digabung, harus dipisah jadinya “di awal” karena kata “awal” ini bukan kata kerja tapi semacam keterangan. Kecuali kalau kayak “ditulis”. Dia digabung karena dia kata kerja. Mungkin bisa dicari di google biar lebih jelas. Ini yang aku tau aja selama ini.

    “Sejak diawal pemain..” kata diawal di sini mungkin bisa diganti jadi “awal” aja, biar gak terlalu pemborosan kata.

    “yang diikat satu kuda..” kalau menurut aku pribadi, aku lebih suka “yang diikat ekor kuda” karena menurut aku kalau ikat kuda itu otomatis sudah ikat satu. Jadi gak perlu lagi ditambah lagi kata “satu”

    “yang berperan bermain keyboard..” jujur aku bacanya agak janggal di kata berperan bermain. Mungkin bisa diganti dengan “berperan sebagai pemain keyboard”

    “Hanya dengan satu kali pandang dengan lawan jenis.” Kata dengan cukup satu kali aja, yang abis kata pandang bisa diganti dengan kata “pada”. Jadi “hanya dengan satu kali pandang pada lawan jenis.”

    “Hingga sampai cafe hampir mencapai selesainya waktu buka.” Aku rasa kalimatnya agak belibet. Selain itu hingga sama sampai itu juga sama aja. Mungkin bisa diganti jadi “hingga cafe hampir tutup”

    Terus, ada juga kan yang bagian yang ada kata “sedot” aku lupa kalimatnya gimana, tapi rasanya sedot itu kurang gimana gitu, mungkin bisa diganti jadi kata minum.

    Itu aja sih saran menurut persepsi aku. Maaf kalau ada yang salah😄 aku juga masih belajar. Jangan menyerah ya thor. Keep fighting

    • halo stephani4H, waaa makasih banyak sarannya, aku seneng dikasih komen kek gini wkkw. Jujur selama aku nulis ff aku bingung cara make di mau udh googling ataupun nanya, makanya seadanya aja. Ff ini aku ga edit lagi dan ga sempet mikir kata kata yg lebih etis buat dijadiin kalimat 😂 bikoz buatnya di hp dan waktunya mepet gak kayak biasanya. But thank you somuch saran dan tanggapannya, i luv it. Maacii udh mampir ❤

  4. CHANYEOL BAROKAH ANJAY.
    Ceritanya bagus, penyampaian latar tempat dan latar suasana rapih, kusuka, berpengaruh banget sama cerita seolah pembaca masuk dan ikut nonton di dalam cafe itu. Tapi menurutku alurnya terlalu cepat kak, obrolan yang di lontarkan tokoh kurang nge-feel. Bikin cerita yang lebih greget dan anti mainstream lagi kak, yang bikin Chanyeol stan “eh panas gua, ini napa bias gua bla bla bla bla.” Fighting!!!

    • haluu indira, iyanih aku juga ngerasa alurnya cepet berhubung aku jg lg banyak urusan di rl dan bikin ff ini ngejar deadline, jadi seadanya aja ngetiknya 😂. Setelah di post juga aku kepikiran itu cuma udh terlanjur mau diapain lagi, kapan2 aku buat versi panjangnya ini kalo sempat hehe. Thankyou udh mampir ❤

  5. Langsung aku bantai aja, ya Sweet? Wkwkwk *canda XD
    Aku cuman pengen sharing aja, jadi komenanku ditelaah dulu, baru bisa kamu ambil baiknya dan tolong hilangkan buruknya ya. *kayak komenannya ada baiknya aja haha XD

    “Ditambah lagi ketika suara baritone yang … .”
    Suara Chanyeol masuk tipe bariton ya? Bukannya dia bas? Soalnya setauku, pada suara laki2 bariton itu suara tengah2 di antara tenor dan bas. Kamu bisa koreksi kalo aku salah yaaaa … jangan kapok dan takut sama aku pokoknya. Aku orangnya gila kok. Haha :v

    “Aku tak tahu namanya, tapi katanya ia baru bekerja selama 2 hari (disini.” Ujar) Min Yoongi … .
    Jadi kata “disini” peraturannya dipisah, karena yang disambung hanyalah “di-” dengan diikuti kata kerja. Lalu, yang aku kurungin baiknya jd: “ … di sini,” ujar … .” (coba belajar sama Author lain yaaaa, Sweet … atau boleh belajar sama aku, karena penjelasan ini akan panjang) :3

    Rasa penasaran yang begitu tinggi membuat Chanyeol masih bertanya-tanya (siapa dan nama gadis itu). Chanyeol tak pernah langsung terpikat hanya (dengan satu kali pandang dengan lawan jenisnya). (Hingga sampai) café hampir mencapai selesainya waktu buka, Chanyeol masih berkutat di dalam café tersebut. Ia malu bertanya-tanya pada gadis itu dikala ramainya café, dan disinilah ia masih berada. Demi mengajak si gadis berkenalan.

    (siapa dan nama gadis itu) : siapa itu jawabannya udah termasuk nama dan latar belakangnya Sweet, maksutku profil. Beda kalau (siapa dan bagaimana sifat gadis itu), nah lebih jelas dan enak kan? Atau bisa juga (siapa nama gadis itu).

    (dengan satu kali pandang dengan lawan jenisnya) : ada kata kembar dalam satu kalimat itu agak riskan kalo aku bilang. Cobak: (dengan satu kali pandang pada lawan jenisnya), atau (dengan satu kali memandang lawan jenisnya)

    (Hingga sampai) : pilih satu aja, Sweet. Hingga dan sampai itu sama. :3

    Dan kalo dicermati lagi, paragraf di atas masih belum bisa dikatakan ringkes ya, masih ada kalimat ngga efektif. Cobak aku padetin atau lugasin lagi ya, jadi: Kuriositas Chanyeol meninggi, dalam batok kepalanya penuh dengan tanya atas sosok sang gadis. Sekali pun ia belum pernah terpikat dalam sekali pandang. Hingga kafe akan tutup pun Chanyeol masih betah untuk singgah. Menyadari bahwa dirinya masih punya malu untuk sekadar menghampiri si gadis kala ramai. Itu semua demi menuntaskan hasrat penasarannya terhadap sang gadis.
    Gimana? Duh, sebenernya ini udah masuk dalam ciri khasku menulis, tapi ngga apa-apa ya … itu hanya contoh aja. :3

    ‘Astaga senyumnya manis sekali.’ : setiap kata hati, atau hati yang berkata, ngga usah dipetik satu, tapi di-italic ya Sweet. :3

    “ … denganmu Kim Jiyeon” : luput ngga dikasih tanda baca kan? :3

    Hmmmm, sarannya tambah perbendaharaan diksinya lagi ya, Sweet … dan belajar memadu padankan kata juga penting loh. Biar diksi beragam, dan terpadu juga, kan jd indah nantinya. Pokoknya jangan menyerah, terus belajar, terus kobarkan api semangat menulismu!! XD

    Salam kasih,
    WhitePingu95

    • haluuu whitepingu95, duh aku seneng dikasih masukan yang membenarkan cara penulisanku. Fyi aja sih aku ngetik ini di hp, gak di edit lagi, postnya juga setengah mati karena susah banget terbatas menunya karena gapake laptop karena laptop ku rusak 😭 /plak malah curhat. Jujur loh ini komen yg aku tunggu karena aku jarang dikasih komenan masukan yang membangun dan mengoreksi kesalahanku, jadi aku tau cara menulis yang lebih baik gimana. Terima kasih banyak dan makasih udh mampir ❤

  6. Yampun mas canyollll😂 baru awal ketemu udah pinter banget bikin anak orang baper wkwk aku suka gaya tulisannya author, simpel dan ngalir begitu aja, jadi enak dibacanya. Karakter chanyeol di sini juga kayanya pas banget sama karakter chanyeol di real life, yang doyan flirting sama cecans hoho cuma cuma cuma nih aku nemu sedikit typo kak, kebanyakan penggunaan ‘di’ sebagai preposisi.
    Diawal, harusnya-> di awal
    Disaat -> di saat
    Juga di bagian percakapan cy sama yoongi
    “…ia baru bekerja selama 2 hari disini.” Ujar Yoongi -> “…ia baru bekerja selama 2 hari di sini,” ujar Yoongi
    Selebihnya ku suka cerita ini, endingnya sukses bikin nyengir sendiri=)) great job kaka author!! Ku suka tulisanmuu♡

    • haluuu cedarpie24, fyi aku bikin ini pake hape gapake laptop jd susah buat edit ulang, ngepost ini udh setengah mati sampe tangan gemeteran :” dari app mic word di hape pas di pindahin ke sini langsung berantakan dan gak sanggup lagi ngeditnya karena laptopku yang rusak dan deadline mepet T.T /plak malah curhat. Terima kasih banyak masukan yang membangun buat ngoreksi kesalahan aku, jujur aku juga masih bingung cara make ‘di’ meskipun udh nanya sana sini ataupun googling /plak. Terakhir, makasih udh mampir dear ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s