2 Different You

InShot_20170325_091910

Blue Rose

2 Different You | Oneshot | Teen Romance|  Jung Min Gi , Byun Baekhyun, Park Chanyeol| Nuna’s

Suara hentakan kaki itu bergema dengan cepat di koridor kelas 2 yang aku lewati. Semakin lama suara itu makin mendekat, belum sempat aku menoleh kebelakang orang orang itu sudah melewatiku sambil berlari.

“Min Gi!” Aku mendengar suara seseorang memanggilku dari ujung koridor, ia mendekat sambil tersenyum.

“Hay Chanyeol! Hari ini kau nampak bahagia.” Balasku dengan ramah seraya berjalan masuk kedalam kelas diikuti olehnya.

“Bukankah setiap hari aku selalu bahagia?”

Aku tersenyum mendengarnya, “iya tentu saja, kau akan terus memamerkan gigimu itu.”

Chanyeol duduk dikursinya tepat dibelakang kursi ku. “Hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” Tanyanya.

“Dia sedang sakit.” Jawabku.

“Oh begitu”

Aku mengenalnya sudah sejak 14 tahun yang lalu, Byun Baekhyun. Teman masa kecilku yang sangat supel tapi hatinya begitu sempit.

Hari ini sangat melelahkan, begitu banyak tugas yang diberikan. Walaupun begitu aku harus menyempatkan diri menjenguknya. Ia adalah pria kesepian yang hanya bisa bermain piano untuk mengisi hari sepinya.

TOKTOK

Pintu itu terbuka, aku bisa melihat Baekhyun dengan wajah lesunya. “Hay, apa kau sudah sedikit membaik?” Tanyaku dengan ramah.

Pria itu tersenyum damai. “Ya, tapi aku masih ingin tidur.” Jawabnya sedikit lemas.

“Baiklah, tidurlah kembali! aku belikan ini untukmu, susu.” Ku gantungkan kemasan yang ku bawa di tangan kanannya. “Aku belikan 7 botol, kau bisa meminumnya selama seminggu. Cepatlah sembuh dan kembali bersekolah.” Kataku dengan tulus.

Ia tersenyum,”Terimakasih”

Aku membalasnya sambil tersenyum. “Baik aku pergi dulu Baekhyun, selamat malam”.

“Selamat malam.”

Hati ini selalu ingin berbicara dan menghawatirkannya. Dia terlihat sangat humoris dan mudah akrab dengan siapapun. Ku fikir dia adalah pria yang sangat peka terhadap keadaan sekitar. Tapi ternyata aku salah, sampai saat ini dia pun tidak menyadari bahwa aku sangat menyayanginya.

Pagi itu aku berjalan di trotoar sekitar rumahku. Masih ada waktu 1 jam untuk berjalan sampai kesekolah.

“Jung!”

Aku menoleh kebelakan begitu namaku dipanggil dan mendapati Baekhyun disana, berjalan mendekatiku dengan senyum seperti biasanya. Senyum itu mampu menghangatkan jiwaku.

“Obatmu manjur juga haha.” Ucapnya.

“Obat apa?” Tanya ku heran sambil berjalan bersamanya.

“Itu susu sapi murni yang kau berikan kepadaku kemarin.”

“ah begitukah?”

“hm kau mengingatkan ku dengan ibuku. Kau sangat lembut sepertinya.”

Sekarang aku harus bersikap seperti apa?. Ia selalu saja seperti ini. Bersikap seolah olah memahamiku. Tapi aku merasakan bahwa ada ruang yang sangat besar antara aku dengannya. Terlebih saat ini ia sedang dekat dengan Kim Lami. Seorang wanita yang lebih feminim dari diriku, sangat mencintai piano seperti Baekhyun. Ya, mereka memang serasi.

“Bersiap!”

Chanyeol berteriak kepada teman setimnya. Dia adalah kapten basket disekolahku. Sebenarnya Chanyeol juga teman masa kecilku tapi ketika SD ia harus pindah ke Jepang dan kami bertemu dalam kelas yang sama lagi saat SMA tingkat satu.

Usai pertandingan aku menghampiri Chanyeol dan memberikannya sebotol susu. “Untuk mu.” Aku memberikan botol itu kepadanya.

“Gomawo.” Balasnya menerima botol itu dariku.

“Kau terlihat bersemangat.” Ujar ku sambil tersenyum.

Ia tertawa lalu memegang kepalaku.  “Bersemangatlah maka kau akan berhasil!” Setelah itu ia melepaskan tangannya dari kepalaku.

“Tidak juga”

“Suram sekali pemikiranmu! Semangatlah!”

Harusnya aku bisa bersemangat melakukan apapun. Seperti Chanyeol yang selalu menunjukan semangatnya kepada siapapun termasuk diriku.

Siang itu aku berjalan melewati koridor lantai 3 sekolah. Aku mendengar suara indah dari piano, pasti ini adalah Baekhyun. Aku membuka sedikit ruangan yang bertuliskan “Music”, dari pintu ini aku bisa melihat Baekhyun memaikan sebuah lagu yang sangat indah bersama dengan Lami. Baekhyun terlihat sangat bahagia ketika berada didekatnya.

Aku menutup pintu itu dengan perlahan. Untuk saat ini lantunan indah suara piano itu menjadi seperti sebilah pisau yang menyayat hatiku.

Minggu ini aku memutuskan untuk pergi kerumah Baekhyun yang berada tidak jauh dari rumahku, aku membawakan kue beras untuknya.

TOKTOK

Tidak lama, pintu yang ada dihadapan ku terbuka. Rasanya aku ingin mati ketika menyadari Lami yang membuka pintu rumah Baekhyun.

“eh hay kau teman sekelas Baekhyun kan?” Tanyanya.

Aku tersenyum paksa. “Ah ya, aku Jung Min Gi. Sedang apa kau disini?”

“oh ini, aku baru saja datang. Baekhyun sedang keluar sebentar. Aku akan latihan untuk lomba piano bulan depan.” Jelas Lami sambil tersenyum.

Inilah mengapa aku sangat membenci Piano. Inilah alasan terbesarku membenci benda itu.

“Ah begitu, baiklah aku pergi dulu!” Dengan buru buru aku bergegas pergi.

“Hey Min Gi! Kenapa buru buru?” Tanya Lami sambil berteriak.

Aku tidak membalasnya, terus berjalan pergi meninggalkan tempat itu. Dengan air mata berlinang, sial kenapa aku begitu cengeng, sangat lemah. Aku terus berlari hingga kaki ini membawaku ke depan rumah Chanyeol. Ku harap dia bisa memberi sedikit hiburan untukku.

TOKTOK

Pintu terbuka dan aku mendapati ibunda dari Chanyeol disana. “Anyeonghaseyo eommoni! Apakah Chanyeol ada?”

“Wah ia baru saja pergi untuk berolahraga, ayo masuk dulu”. Aku memasuki rumah itu bersamaan dengan nyonya Park.

“Ah aku tidak ingin berlama lama aku cuma mau pinjam buku biologi milik Chanyeol eommoni.” Ucapku beralasan.

“Ah ne araseo! Ambilah disana, itu dikamar Chanyeol ya. Aku ingin kedapur dulu oke.”

“Ne.”

Aku sebenarnya tidak ingin meminjam apapun.  Dengan perlahan aku memasuki ruangan dengan pintu bernametag Chanyeol. Aku berjalan menuju meja belajarnya dan melihat beberapa foto yang tergantung disebelah meja belajarnya. Banyak polaroid yang di gantung disana. Sampai aku menyadari suatu hal yang membuatku terdiam. Dengan cepat aku keluar dari kamar tanpa berpamitan terlebih dahulu. Betapa terkejutnya diriku setelah menyadari bahwa sebagian besar polaroid itu adalah potret diriku.

Aku terdiam dikelasku. Kelas ini nampak begitu sepi. Sebenarnya ada hubungan apa antara Lami dan Baekhyun. Lalu, kenapa Chanyeol menyimpan begitu banyak potretku di kamarnya. Mereka sungguh membuatku stres.

Aku melihat Baekhyun masuk kedalam kelas yang hanya ada kita berdua.

“Semalam kau kemana? Kenapa kau membuatku sangat khawatir?” Tuntut Baekhyun.

“Kau tidak perlu mengkhawatirkanku lagi.” Ucap ku.

“Kenapa?” Tanya Baekhyun lagi.

Cukup aku sudah muak. “Aku menyukaimu! Sudah sangat lama! Pernahkah kau menyadari itu? Kau hanya fokus pada hal lain. Kau seperti meberikanku sebuah harapan besar dan ternyata itu palsu. Aku hanya ingin berusaha agar kau menoleh kearahku! Lalu bagaimana kau menganggapku?”

“Kau sudah ku anggap seperti kakak ku sendiri.”

“Aku tidak perlu jawaban seperti itu Baek, aku tidak mengerti kenapa hatimu begitu beku.”

Ku lihat ia ingin berbicara, tapi terdengar suara pintu yang berdecit. Aku dan Baekhyun mendapati Chanyeol disana. 2 Pria ini yang membuatku stres. Tanpa banyak bicara aku pergi dari kelas itu meninggalkan mereka berdua.

Aku duduk terdiam di bawah pohon rindang disamping lapangan basket outdoor sekolahku. Terdiam seolah olah menerbangkan pikiranku yang begitu bingung ini. Namun niatku untuk menyendiri hancur karena Chanyeol datang mendekatiku kemudian duduk disebelahku.

“Kenapa kau disini?” Tanyanya, aku tak menjawabnya. “Aku tidak tau kenapa hari itu kau meminjam buku biologiku dan memasuki kamarku da-”

“Kenapa kau menyimpan fotoku?” Aku langsung bertanya memotong kalimatnya.

Ia tersenyum. “Karena aku menyukaimu, aku menyukaimu sejak dulu tapi karena aku pindah ke Jepang rasa suka itu pun memudar. Tapi aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi, rasa itu justru kembali menyerang diriku.”

“Tolong berhentilah!” Ucapku.

“Ya, aku tau kau akan mengucapkan hal itu” Ia tersenyum lagi. “Walaupun kau marah dengan Baekhyun, ikatan itu akan tetap ada. Ikatan yang begitu kuat antara kau dan Baekhyun.”

“Dia mennyukai Lami”

“Sebenarnya bukan Baekhyun yang tidak peka tapi kau! Kau selalu bertindak dengan emosi bukan pikiran.” Bantahnya.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”

“Aku ingin mengatakan bahwa Baekhyun mencintaimu sejak dulu, sama sepertiku. Tapi Baekhyun menunjukan perhatiannya terhadapmu. Ia hanya bingung cara mengungkapkan hal itu terhadapmu.”

Aku terdiam, haruskah aku percaya kepadanya?

“Siapapun pasti akan menyadari bahwa kalian berdua memiliki ikatan yang kuat. Baekhyun hanya mencintaimu bukan Lami atau siapapun!” Tegas Chanyeol.

“Kenapa kau bicara begitu?”

“Karena kau terlihat bahagia ketika bersama Baekhyun.”

Aku terdiam dan fakta baru yang Chanyeol katakan justru membuat pikiranku semakin runyam.

“Cinta itu adalah sebuah ketulusan.” Ia tersenyum kepadaku. “Baekhyun sangat tulus mencintaimu, aku pun begitu dan kau sangat tulus mencintai Baekhyun bukan aku. Jadi tolong jangan seperti ini. Kau telah salah paham terhadapnya.”

Aku tidak mengerti kalian berdua, sungguh aneh.

“Liat Baekhyun sudah menunggumu.” Ucapnya membuatku melihat kearah pandangan yang sama dengannya. Aku biasa melihat Baekhyun yang terdiam disana.

“Aku mencintaimu, dan aku harap kau bahagia bersama Baekhyun. Dia juga mencintaimu!” Bisik Chanyeol yang membuatku merinding. “Aku pergi dulu.”

“Tunggu!” Aku menahan tangannya membuatnya menoleh kearahku. “Terimakasih atas segalanya.”

“ne~” Chanyeol tersenyum kemudian pergi meninggalkanku yang terdiam berhadapan dengan Baekhyun.

“Apa kau mengerti?” Tanyanya.

Aku berdiri mensejajari dirinya. “Belum, kalian sulit untuk dimengerti”.

Baekhyun makin mendekatiku hingga akhirnya ia menciumku dengan durasi yang tidak singkat. Hangat, itulah yang aku rasakan. Hingga akhirnya ia menyudahi perlakuannya.

“Tidak perlu mengerti siapapun, cukup diriku dan dirimu.” Setelah itu ia memberikan ku setangkai mawar biru. “Aku menyayangimu.”

Ku terima bunga itu sambil tersenyum. “Terimakasih Byun Baekhyun.”

END

Iklan

6 pemikiran pada “2 Different You

  1. Dear Nuna’s

    Annyeong author ^^ Salam kenal ya.
    Aku udah baca ficlet kamu dan aku izin ya untuk memberikan komentar.

    Untuk teknis penulisan, terkait typo dan salah kata preposisi (di, ke) yang seharusnya penulisannya dipisah; sudah dikomentari oleh komentator lain ya.

    Jadi, aku fokus ke hal lainnya ya.

    Untuk penulisan ‘hay’ seharusnya menurut KBBI adalah ‘hai’.

    Kemudian di awal kalimat, jangan lupa menggunakan huruf kapital ya.

    “ah begitukah?”
    * koreksi : “Ah, begitukah?”

    “hm kau mengingatkan ku dengan ibuku. Kau sangat lembut sepertinya.”
    * koreksi : “Hmm.. kau mengingatkanku dengan ibuku. Kau sangat lembut sepertinya.”

    Aku agak bingung untuk menginterpretasi judul cerita kamu. “2 Different You” itu dimaksudkan untuk menggambarkan apa ya?
    Apakah untuk menggambarkan Baekhyun yang kadang perhatian, atau kadang cuek dengan Min Gi atau menggambarkan Baekhyun dan Chanyeol yang dua-duanya membuat Min Gi bingung?

    Ide cerita kamu menarik, aku usul sih mungkin bisa dieksplor kelanjutan ceritanya ke arah cinta segitiga Baekhyun, Chanyeol, dan Min Gi. hehehe. Chanyeol dan Baekhyun saingan gitu memperbutkan Min Gi.

    Impresi yang aku dapat tentang penokohan Min Gi sebagai tokoh sentral, sepertinya Min Gi itu anaknya agak canggung dan polos ya. Tipikal tokoh utama yang ada di cerita remaja gitu. Jadi kalau dari segi penokohan aku dapet sih feel cerita remaja dan high school life nya.

    Menurutku sepertinya alur ceritanya terlalu melompat ke akhir di mana Baekhyun menyatakan perasaannya sama Min Gi. Seharusnya interaksi antara Min Gi dan Baekhyun diperbanyak supaya pembaca percaya kalau Baekhyun beneran suka sama Min Gi. Karena kalau seperti cerita kamu, lebih kelihatan Chanyeol yang sebenarnya suka banget sama Min Gi.

    Koreksi untuk penulisan ‘ku’ sebagai kata ganti; ditulis serangkai dengan kata kerja yang mengikutinya.
    Ku gantungkan == Kugantungkan
    Ku terima == Kuterima

    Aku baca juga, kamu banyak menggunakan kalimat dalam bahasa Korea dan bahasa Inggris. Sebaiknya kata-kata berbahasa asing, kamu cetak miring untuk membedakan.

    Overall, ide cerita ini menarik dan ada banyak jalan cerita lanjutan yang bisa dieksplor. Semangat terus author ^^ Practice makes perfect. Feedback makes better.

    Rate : 3 / 5.

    Disclaimer : Semua komentarku adalah berdasarkan interpretasiku terhadap cerita yang disampaikan oleh author. Apabila ada kata-kataku yang menyinggung, aku mohon maaf. Apabila aku ada kesalahan interpretasi, mohon diluruskan ya. Terima kasih.

  2. Awalnya aku tertarik karna judulnya yg gabiasa haha. 2 different you.

    Kenaa ngga jadi different aja? Lebih simple dan enak aja dibacanya.

    Kedua sih lebih ke konsep ceritanya. Rumit. Iya rumit di awal cerita. Susah untuk memahami cerita ini. Agak agak ngga ngerti gitu, tapi akhirnya di akhir cerita aku mulai ngerti kok. walaupun agak ngerasa ganjil karena tiba2 aja si min ji ini dateng kerumah chanyeol dan ibunya suruh dia ambil buku sendiri ke kamarnya(?)
    Kurang enak aja endingnya kaya terlalu maksa. Tapi ya aky wajar sih secara ini kan short FF jadi serba terbatas hehe

    maaf aku ngga bermasuk menggurui dengan komen kaya gini, aku cuma mau kasih saran aja hehe semoga authornya bisa nerima yaa^^

    Oh iya kelupaan satu hal. Tulisannya diperbaikin dikittt lagi, soalnya ada beberapa jata yg agak ganjil gitu hehe.

    Overall aku suka cerita kok, walaupun awalnya ngga ngerti tapi setelah ngerti jadi suka💕

    Semangat thor!! Ditunggu FF yang lainnya yaaa^^

  3. Awalnya aku agak pusing sama ceritanya, tapi makin ke bawah makin ngerti kok 😊 cuma mungkin ini akan banyak koreksi dari aku hehe. Bukan bermaksud menggurui ya. Cuma mau sharing aja. Jadi saran aku boleh dipikirin boleh juga diabaikan ^^

    Awalnya aku sempat bingung juga sih sama judulnya. 2 Different You. Kenapa gak pake: Different aja? Biar lebih simple terus udah merangkap semuanya.

    Ceritanya udah bagus, cuma mungkin karena ini pendek, alurnya jadi agak cepet terus akunya juga kurang dapet feelnya. Mungkin lain kali bisa dikurangi yang gak begitu penting terus ditambahi dialog atau narasi yang bikin cerita makin hidup.

    Lalu masalah EYD dan typo. Aku banyak nemu typo pas baca tadi. Kayak “memaikan” yang seharusnya memainkan. Mungkin lain kali bisa lebih teliti lagi. Sebisa mungkin typonya diminimalisir. Kalau cerita udah bagus, terus typonya juga sedikit bahkan gak ada, pasti lebih top kan 😀 makin banyak deh yang baca dan tertarik

    Kemudian, ada lagi bagian ini:

    dikursinya: di kursinya
    kebelakang: ke belakang
    kesekolah: ke sekolah

    Kalau misalnya “di-” diikuti keterangan harus dipisah. Kecuali kalau dia diikuti kata kerja seperti “disapu” baru digabung.

    “Hay Chanyeol! Hari ini kau nampak bahagia.” Balasku : “Hay Chanyeol! Hari ini kau nampak bahagia,” balasku

    “Hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” Tanyanya : “Hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” tanyanya.

    Nah, kenapa habis kata “bahagia” dia pake tanda koma bukan tanda titik? Karena kalimat selanjutnya (yang kata “balasku”) adalah kalimat penjelas dialog makanya dia harus pake tanda koma, lalu ditutup tanda petik kemudian kalimat selanjutnya memakai huruf kecil. Hal sama juga berlaku buat contoh kedua.

    Kecuali kalau dia kalimat penjelas tindakan kayak misalnya: “Hay Chanyeol! Hari ini kau nampak bahagia.” Aku tersenyum padanya.

    Dia pake tanda titik, lalu ditutup tanda petik, dan kalimat setelah itu awalannya pake huruf kapital.

    Aku mengenalnya sudah sejak 14 tahun yang lalu, Byun Baekhyun: Aku sudah mengenalnya sejak 14 tahun yang lalu, Byun Baekhyun.

    “Aku biasa melihat Baekhyun yang terdiam disana.” Itu maksudnya bisa kan? Jadi: “Aku bisa melihat Baekhyun yang terdiam di sana.”

    Ada beberapa kalimat yang juga lupa diberi tanda titik di akhirnya.

    Jangan menyerah ya thor😊 terus belajar. Keep fighting

  4. Hai, Nuna’s. Terima kasih sudah menyuguhkan cerita ini. Banyak koreksi nih. ^^

    Pertama, dari judul. 2 Different You, maksutnya 2 perbedaanmu kan? Kenapa ngga begini: Your 2 Differents? Hmmmm ini soal grammar aja sih. Aku juga ngga begitu ngeuh, tapi aku diskusiin temen aku yang masuk sastra inggris, katanya polanya salah untuk judul. *cmiw aja deh ya :’v

    Lalu, tata cara kepenulisannya … maaf berantakan. cry emotikon

    Chanyeol duduk dikursinya tepat dibelakang kursi ku. “Hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” Tanyanya. = Chanyeol duduk di kursinya tepat di belakang kursiku. “Hari ini kau tidak berangkat bersama Baekhyun?” tanyanya.

    Sepenggal di atas kita bisa belajar tentang “di-“, “-ku” dan penjelas kalimat dialog.
    Aturannya “di-” itu disambung manakala diiringi dengan kata kerja, jadi selain kata kerja dipisah. Dan masalah “-ku” disambung (banyakan menyatakan milik yah, seperti “-nya”). Lalu mengapa “tanyanya” kecil dan tidak berkapital? Karena “tanyanya” merupakan kalimat penjelas yang menjelaskan dialog, bukan kalimat penjelas yang berupa tingkah laku tokoh. :3

    “Liat Baekhyun sudah menunggumu.” Ucapnya membuatku melihat kearah pandangan yang sama dengannya. Aku biasa melihat Baekhyun yang terdiam disana. = “Liat Baekhyun sudah menunggumu,” ucapnya membuatku melihat ke arah pandangan yang sama dengannya. Aku biasa melihat Baekhyun yang terdiam di sana.

    Penggalan di atas kita juga bisa belajar bahwa kalimat penjelas sebelum maupun sesudah dialog, jika merupakan penjelas dialog-nya bukan penjelas tindakan, maka diberi tanda koma (kalo dalam bentuk pernyataan). Kalau menjelaskan tingkah si tokoh, memakai tanda titik (kalo dalam bentuk pernyataan). Dan aturan “ke-” juga, sama seperti “di-“. :3

    Untuk tulisannya, coba difleksibelin lagi dan typo-nya diminimalisir, biar kerasa ngalir, begitu, ngga terlalu terburu-buru, dan juga ngga kaku. Udah gitu aja sharing-nya. Yang penting mah semangat selalu untuk menulis ya!! :3

    Salam kasih,
    WhitePingu95

  5. Uluuluuuu abang baek,memendam rasa hahaha.
    Awalnya rada ga nyambung thor,tapi kalo emg kita teliti bacanya,nyambung kokk.
    Trus min aku kasih saran yahh
    Seharusnya pas bagian ini ‘Tidak lama, pintu yang ada dihadapan ku terbuka. Rasanya aku ingin mati ketika menyadari Lami yang membuka pintu rumah Baekhyun.’ ada ceritanya lagi thor lami itu siapa.Aku rada bingung kenapa si cwek bisa cemburu gara2 lami. Saran aku sih gitu hehe^^

  6. Aku mau rifyuu yaa mueheee

    Tadi pas baca di awal2 aku nemu kalimat; “–kebelakang orang orang itu–” mungkin ini typo kali ya soalnya ga dikasih (-) diantara kata orang tadi, tapi pas aki baca lagi ternyata konteksnya cuma buat mas canyol jadi mungkin nulisnya kedobelan. Tapi gapapa si, ga kentara jugaa

    Trs ada yg tadi awal kalimat pake huruf kecil sama akhir kalimat ga dikasih titik, tapi okelaahhh. Aku juga nemu tadi kata “ku bawa” saran aja si, aku pernah dikasi tau kalo kata itu bagusnya digabung kyk; “kubawa” atau “kuberi” gt mueheee

    Ceritanya udah bagus walopun ketebak endingnya, DAN KOK SAYA LEBIH SUKA MIN GI SAMA PCY YA wgwgwgwg /hideophepiending

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s