[EXOFFI FREELANCE] Drop That – (Chapter 1)

Drop That 1(1).jpg

Drop That [Chapter 1]

WWW

Chapter | Bestfriendship, Slice of life | PG 15

All Member EXO

Cerita ini hanya fiksi belaka.

Matahari menguapkan energi Kyungsoo. Berliter-liter kringat bocah imut itu mengalir deras, rasanya ingin pingsan. Lihat saja, selain berjalan gontai, tubuhnya semakin condong ke depan. Persis kura-kura yang keberatan cangkang.

Kepala Kyungsoo semakin berat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. Wajahnya masih tampan dan bugar sebelum membuka kertas pengumuman nilai semester. Matanya berbinar-binar kala tak sabar dengan nilai A yang akan didapat. Namun setelah dibuka, matanya melebar. Nilai C+ menyambut Kyungsoo untuk hasil rapot semester ini.

Anjlok sekali.

ANDAWAEEEEEE!!

Dalam hati ia berteriak frustasi, tapi tubuhnya tidak. Kyungsoo tetap tenang, segera menyimpan kertas itu di saku celana, kemudian pergi diam-diam meninggalkan kelas yang masih riuh oleh hasil rapot semester.

Sampai di luar, kau bisa melihat keadaan Kyungsoo seperti di paragraf awal. Bocah itu bersedih. Ia kira nilainya akan baik-baik saja saat EXO aktif lagi. Buktinya ia masih menyempatkan diri untuk belajar dan megerjakan tugas di tengah kegiatan EXO. Tapi jika diingat lagi, Kyungsoo memang merasa semangat belajarnya menurun, termakan oleh kegiatan-kegiatan seru EXO. Kegiatan EXO memberi energi tersendiri bagi hidup Kyungsoo sehingga ia tidak merasa lelah ketika bersama mereka.

Lalu, apa yang harus ia lakukan sekarang? Keluar dari EXO kah? Tidak mau. Lalu apa yang harus Kyungsoo katakan pada eomma? Kyungsoo takut jika eomma tidak memperbolehkannya lagi bermain dengan EXO setelah tahu nilainya anjlok.

“Kyungsoo!” suara seseorang megangkat kepala Kyungsoo yang tadinya hampir menjatuhkan air mata. Orang itu seperti hendak melahap adik tingkatnya itu, apalagi melihat mata dan hidung Kyungsoo memerah.

“Suho hyung?” Kyungsoo urung menyembunyikan tangisnya, malah diperjelas melihat yang datang adalah hyung tersayang.

Eh? Ada apa kau menangis?”

Kyungsoo hanya mengeluarkan sesenggukan.

Aigo, cepat ceritakan padaku!”

Kyungsoo sepertinya masih ingin mengeluarkan tangisan saja, sampai tak sadar kalau apa yang ia lakukan menjadi pusat perhatian pejalan kaki.

 

“E.X.O!!!!”

Teriakan itu tiba-tiba terngiang di telinga Kyungsoo, mengantarkan Kyungsoo pada kenangan masa lalunya, tepatnya sebelum pembagian nilai semester.

***

Alasan melanjutkan pendidikan sempat meredupkan EXO sejenak. Jika tidak ada gencaran dari Chanyeol untuk bangkit lagi, mungkin EXO tidak bersinar lagi. Mungkin juga studio pribadi EXO akan terus dijadikan tempat nongkrong, bukan untuk fungsi sebenarnya. Chanyeol merindukan momen-momen perjuangan di masa lalu, seperti latihan menari siang-malam, mengikuti kompetisi, semacam itu. Ah, tidak hanya Chanyeol saja, yang lain juga begitu. Berkat Chanyeol, uneg-uneg kerinduan di masa perjuangan EXO dulu pun keluar dari tiap-tiap member.

            “Aku setuju! Aku bosan hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang saja. “ respon Baekhyun.

            “Rasanya sendiku mulai kaku lama tidak berlatih dengan kalian. ” eluh Kai.

            “Bangkit lagi? “ Suho, sang leader yang tadi bersandar di sofa akhirnya angkat bicara. Terdengar dari ucapan dan ekspresi kecutnya, apakah sang leader tidak setuju?

“Yeee bangkit!” Tao tiba-tiba berseru, tidak peka dengan semua member yang mematung merespon ekspesi kecut Suho.

“Kenapa, kau tidak setuju?” tanya judes Kris pada Suho.

“Ya SETUJU lah! Aku juga mulai bosan dengan kehidupanku yang seperti Baekhyun ini. “   wajah Suho berubah 180 derajat lebih menyebalkan. Akting Suho tadi berhasil memberhentikan jantung Chanyeol sejenak, dan ia pun mendapat pukulan dari Kris. “Aktingmu tak lucu!”

Tawa menggema melihat perlakuan dua orang itu.

            “Dulu kita berkeringat bersama,” suara Lay masuk mengheningkan tawa. Kalau kau melihat ekspresinya kala itu, mungkin kau ingin mencubit mata sayunya.

“…berlelah-lelahan bersama, sampai keseleo pun juga bersama. Aku rindu aroma minyak rambut dan baju-baju sewaan yang kita pakai. Juga rindu silaunya lampu panggung menyambut kita. Oh, rinduku menebal~” Lay semakin mendramatisir keadaan dengan gaya penyampaiannya seperti orang baca puisi.

“Aish, hyung hentikan!” Kyungsoo tidak ingin bermellow-mellow drama saat ini.

            “Kalau begini, rathanya aku tak ingin dewatha.” Sehun seperti melanjutkan puisi Lay tadi, yang ada semua malah tertawa. Luhan langsung memeluk gemas adik kesayangannya itu sehingga rontaan manja Sehun sulit di hentikan.

            Dengan begini, semua member pun sepakat untuk bangkit lagi. Dan dengan ini juga, Chen langsung searching event kompetisi dan si imut Xiumin langsung menyalakan musik.

            Kemudian hari berganti hari, mereka terus berlatih hingga target untuk mengikuti kompetisi pun tercapai. Kalah tak menjadikannya alasan untuk berhenti. Studio mereka juga bertambah fungsi menjadi basecamp. Saat latihan, lantai akan bersih, hanya berisi semua member. Tapi jika tidak, buku-buku, laptop dan kertas berserakan dimana-mana. Para member berpose senyaman mungkin untuk mengerjakan tugas. Dan saat malam tiba, dengkuran mereka berpadu terdengar sampai luar, saking lelahnya mereka.

***

            Tidak ada angin atau apa, si raksasa Kris masuk ke studio sambil membanting pintu.

            BRAKKKK        

            Otomatis, Baekhyun, Chen dan Chanyeol yang ada di situ kaget. Apalagi melihat wajah datar Kris yang terkesan mengerikan.

TBC

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s