[EXOFFI FREELANCE] Autumn – (Chapter 4)

RBQ4gmzWIR.png

Tittle          : Autumn#4

Author        : Angestita

Lenght        : Chaptered

Genre                  : Romance – AU

Rating                   : PG-13

Main cast   : Sehun EXO – Alessandra

Diclaimer    : FF Ini murni dari imaginasi penulis. Tidak mencontoh karya lain dan berharap tidak dicontoh oleh orang lain. Berharap anda menyukai karya ini. Enjoy it!

Summary    : You come to me, me.

Note           : Penulis membuat karya ini berdasarkan pengetahuan penulis. Tidak ada niat untuk menghina ataupun merendahkan golongan, agama atau ras apapun. Apabila ada kesalahan dalam penulisan, penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

 

4

Sehun masih termenung di balkon kamarnya, setelah menyelesaikan pekerjaannya di kantor, pria yang usianya akan genap dua puluh tujuh tahun itu memutuskan beristirahat sejenak disana. Seperti yang dia lakukan beberapa hari lalu, menatap bintang.

Kegiatan yang amat sederhana namun bagi Sehun lebih mengasyikan daripada menghabiskan waktu dengan kamera miliknya. Padahal Sehun senang sekali hunting foto. Karena dimata Sehun, tidak harus sesuatu yang mahal untuk sebuah kebahagiaan, cukup yang sesuai dengan keadaan kadang mampu membuat orang bahagia.

Seperti yang pria itu lakukan sekarang.

Tidak perlu harus ke bukit untuk menatap bintang di langit hanya membutuhkan balkon kamarnya yang luasnya tak seberapa, Sehun sudah merasa cukup.

Pria yang malam ini masih mengenakan kemeja abu-abunya itu, mempunyai pandangan berbeda untuk arti bahagia. Bahagia untuknya sederhana. Makadari itu dia tidak pernah menginginkan begitu banyak hal yang melampaui tarjetnya.

Lamunan pria itu terputus ketika pintu kamarnya terbuka dan seseorang masuk ke dalam. Dia adalah Chanyeol. Sahabat Sehun dan salah satu orang yang dia percaya.

Walaupun aktivitasnya terganggu dengan kehadiran seseorang, Sehun tetap mendekati pria itu, dan menyapanya ramah.

Mereka duduk berhadap-hadapan di sofa panjang yang ada dikamarnya. Wajah Chanyeol tampak lelah dengan kantung mata yang sedikit menghitam, tapi pria itu masih tersenyum dengan lebar, “Aku sudah mencari reserensi untuk liburan kita akhir tahun ini.” Katanya antusias.

Sehun hanya mengangguk pelan dan membiarkan tamunya itu mengeluarkan ponselnya. Selang beberapa detik, Chanyeol menunjukkan beberapa tempat tujuan wisata yang akan mereka kunjungi.

“Ada banyak pilihan,” ucapnya “Tapi aku memilih lima tempat terbaik,”

Mereka kemudian fokus memandangi layar ponsel milik pria itu. Ada lima negara yang masuk kedalam pilihan Chanyeol. Jepang, Hawaii, Thailand, Nepal dan yang terakhir adalah Indonesia.

Melihat nama Indonesia tertulis dalam daftar pilihan keberangkatan mereka cukup membuat Sehun berdebar. Bayangan Alessandra datang kemudian. Indonesia adalah negara tempat tinggal wanita berjilbab itu. Ingatannya kembali ke pesan terakhir yang Alessandra kirimkan lima hari yang lalu,

… aku akan pulang ke Indonesia dua hari lagi, oppa. Semoga kamu menikmati liburan akhir tahunmu dengan baik. Sampai jumpa lain waktu.

Dan apabila dia menyetujui keberangkatan ke Indonesia, mungkin saja mereka bisa bertemu lagi. Sekalipun kemungkinan kecil terjadi, tapi, apa salah apabila mencoba dahulu?

“Aku pilih ke Indonesia.” Ucap Sehun yakin tanpa melihat lawan bicaranya. “Aku ingin kesana…”

4

Alessandra membunuh rasa bosan dimasa liburannya yang dia habiskan dirumah dengan membaca buku-buku di perpustakaan Papa. Tempat yang berada di bagian tengah rumahnya yang selalu sepi apabila papa tidak dirumah dan menjadi tempat papa menghabiskan banyak waktunya ketika pulang ke rumah.

Dulu ketika Alessandra masih kecil apabila dia ingin menghabiskan waktu dengan papanya dia harus datang ke perpustakaan. Dari hal itulah yang menjadikan dia terbiasa dengan kondisi perpustakaan. Sekalipun kata orang perpustakaan membosankan dan sepi.

Tapi apabila dia diminta memilih antara perpustakaan atau tempat wisata, pilihannya akan jatuh ke tempat wisata.

Alessandra lebih suka menghabiskan waktunya dengan camera kesayangannya daripada buku. Meskipun dia tidak menampik bahwa dia sendiri menyukai buku.

Tapi sepertinya liburan kali ini dia tidak bisa kemana-mana. Papa memintanya untuk tetap dirumah. Mungkin akan sangat membosankan tapi Alessandra berusaha menikamnya kejenuhan itu dengan berbagai aktivitas.

Salah satunya adalah membaca buku. Jadi, disinilah dia sekarang.

Tapi kegiatannya terpaksa terhenti ketika suara pintu terbuka dan papa masuk kedalam.

“Papa, mau bicara denganmu, Ndra.” Ucap beliau sembari duduk dihadapan putrinya.

“Papa ada acara di Bali lusa, papa minta kamu menemani papa datang kesana. Hitung-hitung sekalian kita liburan. Papa tahu kamu pasti bosan dirumah ‘kan?”

Alessandra mengangguk antusias. “Baik papa, aku akan ikut.” Jawabnya tegas.

Akhirnya, Alessandra bisa melepas rasa jenuhnya juga. Sekalipun itu bukan untuk kali pertama dia berkunjun ke Bali.

4

Sehun tidak mengkabarkan kedatangannya ke Indonesia pada Alessandra. Pria itu bukannya tidak mau hanya saja dia tidak ingin merepotkan teman barunya. Sekalipun hanya sebuah kabar tanpa permintaan bertemu. Selama perjalanan ke Indonesia, benak Sehun dipenuhi oleh banyak hal. Dan banyak dari itu adalah bayangan wajah Alessandra yang tidak bisa lepas.

Bagi Sehun kedekatannya dengan wanita bukan kali pertama. Tapi diantara wanita yang pernah dekat dengan Sehun, Alessandra adalah yang paling berbeda. Wanita itu memiliki kejujuran, kepolosan dan kelembutan yang tidak dia temui dari wanita yang pernah Sehun pacari. Dan secara keseluruhan, Alessandra terlihat lebih sederhana. Poin yang amat penting untuk Sehun.

Sehun menyukai wanita yang sederhana dan Alessandra memilikinya.

Sayangnya, jalan untuk menapaki kelembutan hati gadis itu tak semulus apa kata orang. Dari awal pertemuan mereka Alessandra berbeda. Jilbab yang senantiasa menemaninya seolah membatasi jarak mereka. Jarak yang tidak akan pernah dapat Sehun persempit, mungkin belum saatnya dia tahu. Dan dorongan dari jiwa itu tidak meminta Sehun untuk melepas Alessandra dalam sangkarnya. Dia selalu ingin melindungi Alessandra. Sekalipun kemungkinan terjadi amat sulit.

Dari hal itulah, dia sadar bahwa Alessandra dan dirinya berbeda. Dengan perasaan hangat yang Sehun punya saat ini, dia takut kelak akan menimbulkan celaka untuk mereka berdua. Jadi, lagi masih dini Sehun mulai membatasi diri dengan baik. Salah satunya adalah dengan tidak memberitahu keberangkatannya ke Indonesia.

4

Pulau Dewata Bali adalah tempat yang akan dituju oleh wisatawan asing apabila berkunjung ke Indonesia. Maka tak asing lagi bertemu dengan wajah-wajah asing apabila berkeliling pulau itu, khususnya tempat-tempat destinasti wisata. Orang-orang asing seakan menyemut memenuhi sudut-sudut Bali. Salah satunya ada di Pantai Sanur.

Alessandra sedang menghabiskan waktu sore hari di salah satu cafe yang berada di Pantai Sanur. Sepanjang matanya memandang orang-orang memenuhi setiap jengkal pantai, berlatar pemandangan matahari yang akan tenggelam ditemani angin yang bertiup nan lembut, wanita berjilbab itu menikmati satu cangkir tea panas dengan beberapa potong cake.

Dia sangat menikmati waktu-waktu itu. Akhirnya dia dapat menghabiskan waktu dengan kebebasan. Kebebasan yang tidak dia temui di rumahnya. Mata wanita itu masih senantiasa memandangi pemandangan yang ada dihadapannya hingga tanpa dia sadari matanya menangkap sosok tinggi seorang pria dengan paras yang tidak asing.

Hati Alessandra bergetar pelan, ketika sosok jangkung itu kian mendekati bangkunya. Parasnya yang berwajah oriental dengan tinggi yang melampaui rata-rata orang Korea terlihat mencolok dimatanya. Pria itu tidak dia kenali tapi sosoknya mengingatkan dia kepada seorang pria. Seorang pria yang sekarang dia sebut dengan panggilan ‘oppa’.

Alessandra masih setia memandangi sosok itu hingga dia duduk tidak jauh dari tempatnya duduk. Untungnya pria itu tidak sadar tengah ditatap dengan begitu jeli oleh seorang gadis yang duduk tak jauh darinya.

Tidak jauh dari mereka, seorang pria dengan tubuh tinggi dan kulit seputih susu berjalan mendekati pria yang sudah duduk tadi. Di lehernya tergantung sebuah camera. Sepertinya dia sehabis hunting foto. Dia memanggil temannya itu ketika jarak diantara mereka sudah tidak jauh sekedar untuk memastikan saja.

“Chanyeol?” panggil pria yang membawa camera itu.

“Sehun, sini!” jawab pria bernama Chanyeol itu dari tempatnya duduk.

Percakapan singkat yang disimak dengan jelas oleh Alessandra. Wanita yang sore ini mengenakan jilbab berwarna merah gelap hanya mampu menelan ludah dan melemparkan pandangan matanya ke arah pria bernama Sehun. Hingga tanpa dia sadar senyum lebar terbit di bibir tipisnya.

“Se-hun, oppa!” panggil Alessandra tanpa sadar.

Satu panggilan yang mampu membuat Sehun menoleh. Apa yang dimaksud dengan pertemuan ini?, batin Sehun.

Dorongan hatinya memaksa Sehun untuk mengulum sebuah senyum dan kembali menyapa teman barunya itu, “Alessandra?”

Jika mereka pada akhirnya bertemu lagi, mungkinkah ini kehendak alam, dan dia sebagai manusia hanya bisa melaluinya?

4

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Autumn – (Chapter 4)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s