[EXOFFI FREELANCE] The Wedding (Chapter 8A)

[8th.1] The Wedding

Author: WhiteBLove

Cast: Oh Se Hun. Oh Hye Ra. Jung Jae Mi. And others cast.

Genre: Hurt. Marriage Life. Fluff.

Summary: “Kau menyebalkan, Sehun. Aku membencimu.”-Hye Ra.

Ket : This story pure from my Imagination! Please don’t be plagiator and try to copy my story without my permission.

https://whiteblove.wordpress.com/

Jae Mi kini tengah terdiam diruang utama memperhatikan Sehun yang tengah sibuk dengan Anjing berbulu putih yang baru ia beli satu jam yang lalu.

“Ku rasa Hye Ra akan menyukaimu. Haruskah aku memberimu nama?… Ah, biarlah nanti Hye Ra yang memberimu nama”

Kau bukan menamaniku jalan-jalan, tapi aku menemanimu membeli Anjing!, keluh Jae Mi dalam hati.

Dengan perasaan jengkel dalam hatinya, Jae Mi melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam kamar membiarkan Sehun yang tengah asik dengan mainan barunya.

“Terimakasih, Paman Kim. Aku akan menghabiskan waktuku disini selama tiga hari.”ucap Hye Ra saat ia dan Paman Kim yang mengantarnya menuju Busan dan baru saja sampai didepan rumah Neneknya.

“Baiklah, Nona. Aku dan yang lain akan kembali menjemputmu dalam tiga hari kedepan. Semoga nenekmu lekas sembuh.”ucap Paman Kim seraya membungkuk dihadapan Hye Ra.

Hye Ra tersenyum seraya membalas hormat Paman Kim.

Kini Hye Ra tengah berhadapan dengan sebuah pintu kayu yang sudah terlihat tua namun tetap kokoh.

Ia tengah menebak-nebak apa yang akan Neneknya tanyakan padanya tentang pernikahan kedua Sehun awal musim panas lalu.

Semakin hari sebenarnya Hye Ra semakin tersiksa karna rasa irinya atas kehamilan Jae Mi. Terlebih lagi kini perhatian Sehun padanya mulai berubah. Sebagai seorang wanita yang belum juga mengandung, Hye Ra merasa bahwa dirinya belum sempurna menjadi seorang istri untuk Sehun.

Jika boleh memilih, ia ingin sekali berpisah dengan Sehun. Namun nyatanya Hye Ra sangat mencintai Sehun, dan berharap Sehun pun juga masih mencintainya.

Wanita ini segera mengambil nafasnya untuk segera membuka pintu kayu dihadapannya dan lekas bertemu dengan orang yang ia rindukan.

“Husshh.. husshh!!”

Jae Mi dibuat jengkel oleh mahluk berbulu putih didepan pintu kamarnya yang sedari tadi terus berusaha untuk masuk. Ia bisa saja menutup pintu kamarnya dengan rapat jika mau Anjing milik Sehun ini terjepit lalu mati. Dan setelahnya, Sehun akan marah besar padanya.

“Sepertinya Hye Ra akan senang jika aku belikan anjing ini.”

“Hye Ra akan senang tapi tidak denganku.”keluh Jae Mi saat mengingat ucapan Sehun kemarin di toko hewan.

“Ahh, lagi pula siapa aku? Untuk apa Sehun peduli?”ucapnya yang terlihat jengkel.

“Hey!! Bisakah kau pergi jauh?”ucap Jae Mi yang berusaha berkomunikasi dengan mahluk kecil yang ada dihadapannya ini.

“Kenapa?”

Sesaat Jae Mi begitu tersentak menyadari Sehun yang kini berdiri dihadapannya. Pria ini masih dengan pakaian formalnya, celana hitam yang dipadukan dengan kemeja berwarna putih yang lengannya tergulung sampai siku. Sudah bisa ditebak bahwa ia baru saja pulang bekerja.

Jae Mi masih menyembunyikan dirinya dibalik pintu kamar. Ia tengah menampakan wajahnya disela pintu yang hanya terbuka sekitar 5cm. Saking sibuknya ia mengusir Anjing milik Sehun, telinganya sampai tak mendengar bahwa pintu apartemen terbuka, menandakan seseorang baru saja masuk. Dan orang itu adalah Sehun.

“Kau kenapa?”tanya Sehun kembali.

Jae Mi hanya menggelengkan kepalanya pelan. Ia tak mau terlihat risih hanya karna Anjing putih itu terus mengganggunya.

Sehun langsung merendahkan tubuhnya, ia berusaha menggendong Anjing miliknya dan berlalu pergi begitu saja.

“Bawalah pergi, kalau bisa kembalikan ke toko!”keluh Jae Mi dengan suara kecil.

Waktu telah menunjukan pukul 9 malam. Sehun masih berada didalam ruang kerjanya. Ia tengah berusaha menyelesaikan beberapa berkas yang harus ia serahkan esok pagi untuk laporan tentang saham yang ia pegang kepada ketua direktur yang tak lain adalah Ayah nya sendiri.

“Hanya sedikit perkembangan? Kyaa!! Jadi selama ini apa yang telah aku lakukan?”ucapnya kesal saat menganalisis hasil laporannya sendiri. Ia langsung melemparkan kertas yang berada ditangannya keatas meja dengan begitu kasarnya.

Sesaat Sehun menghembuskan nafasnya dengan begitu berat. Pria ini hanya terdiam menyadari bahwa ternyata saham yang ia pegang tak mengalami kemajuan yang baik. Jika sudah seperti ini, ia harus mempersiapkan diri karna mungkin ayahnya akan marah besar padanya.

Sehun mengarahkan pandangannya pada meja kecil yang berada tak jauh dari tempatnya. Ponselnya ada disana. Ia baru sadar bahwa ternyata Hye Ra tak menghubunginya selama dua hari ini.

Sehun bangkit dari tempat duduknya. Ia mengambil ponselnya lalu menggeser layar untuk mencari kontak istri pertamanya itu.

“Ne, Yeoboseyo?”

Suara seseorang melalui sambungan telpon berhasil membuat Sehun tersenyum. Ternyata benar bahwa ia tengah merindukan Hye Ra.

“Kau tak merindukanku?”tanya Sehun.

“Kurasa tidak!”

“Kyaa.. kau jahat sekali.. apa keadaan nenekmu sudah baikan?”

“Ya, dia sudah cukup baik ternyata.”

“Aku senang mendengarnya. Jadi kapan kau akan pulang?”

“Eumm… mungkin aku akan pulang besok sore.”

“Ah, baiklah.. aku akan menjemputmu.”

“Tak usah, aku.. euhh, bukankah paman Kim yang akan menjemputku?”

“Hey..-“

“Temanilah Jae Mi, Sehun. Sungguh paman Kim akan menjemputku. Jadi kau dirumah saja, temani Jae Mi.”

“Baiklah jika itu maumu. Sampai ketemu besok, Hye Ra. Aku punya kejutan kecil untukmu.”

“Ah, sungguh? Apa?”

“Jika aku memberitahumu sekarang itu namanya bukan kejutan.”

“Tapi aku terlanjur penasaran. Cepat beritahu aku!”

“Tidak akan, kau benar-benar harus pulang besok jika ingin tau kejutanmu.”

“Kau menyebalkan, Sehun. Aku membencimu.”

“Aku juga mencintaimu.”

“Heyy! Ku bilang aku membencimu.”

“Aku tau itu Hye Ra, aku juga mencintaimu.”

“…”

Sehun terkekeh saat menyadri Hye Ra langsung memutuskan sambungan telponnya karna ia telah berhasil membuat wanita itu naik darah karna ulah mulutnya.

Sesaat setelah Hye Ra memutuskan sambungan telponnya, Sehun memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya dikamar. Malam ini ia kembali menemani Jae Mi. Ternyata gadis itu telah terlelap, mungkin sedari tadi.

Sehun membaringkan tubuhnya menghadap Jae Mi. Ia menyanggah kepalanya dengan tangan kananya untuk mengamati wajah gadis yang sudah hampir 8 bulan ini ada dihidupnya.

“Ku rasa kau tak suka Anjing. Apa itu benar?”tanya Sehun seolah Jae mi masih membuka matanya.

Ia menghembuskan nafasnya kasar. Kali ini Sehun semakin mendekatkan wajahnya dihadapan Jae Mi.

Matanya. Sehun selalu suka dengan mata Jae Mi meskipun ia benar-benar enggan untuk menatap mata istri keduanya ini.

Kini pandangan Sehun terarah pada perut Jae Mi yang terlihat mulai membuncit. Ia sadar bahwa usia bayi yang berada didalam rahim Jae Mi telah berusia 3 bulan. Sehun terdiam, ia kembali mengarahkan pandangannya kembali pada wajah Jae Mi.

Aku tak tau apakah aku harus bahagia atau tidak, Jae Mi! Maafkan aku, ucap Sehun dalam hati.

Hye Ra baru saja kembali menapakan kakinya didepan pintu apartemen yang sudah ia tinggalkan selama hampir tiga hari. Ia tersenyum. Telepatinya menangkap bahwa ada seseorang yang akan menyambutnya manis atas kepulangannya ini.

Benar. Ada Sehun yang tengah berdiri tak jauh dari pandangannya. Pria itu tersenyum menyambut wanita pertamanya kembali pulang. Namun pandangan Hye Ra terarah pada kakinya saat menyadari sesuatu tengah membuat kakinya geli.

“Hey!! Anjing siapa ini?”tanya Hye Ra yang langsung merendahkan tubuhnya untuk mengamati mahluk kecil yang telah mengganggunya.

“Kau suka?”tanya Sehun yang kini berjalan menghampiri Hye Ra.

Hye Ra tertawa ringan lalu melirik kearah Sehun, “Kya, dia lucu Sehun.”

“Aku membelikannya untukmu”

“Sungguh?”tanya Hye Ra dengan senyum yang begitu merekah.

“Setidaknya agar kau tak kesepian.”

Kini senyuman Hye Ra benar-benar runtuh saat mendengar tujuan Sehun membelikan seekor Anjing untuknya.

Kesepian apa maksudmu? Apa nanti jika bayi Jae Mi telah lahir aku akan merasakan kesepian, sampai akhirnya kau membelikan aku anjing?, ucap batin Hye Ra.

Hye Ra benar-benar terdiam.

“Kau mau memberikan nama untuknya?”tanya Sehun yang berhasil membuat lamunan Hye Ra terpecah.

-To Be Continue-

Note: Iya, tau ko ini pendek pake banget. :’) makanya part 8 ini aku bagi dua. Ada 8.1 sama next partnya 8.2

Yang udah ngebet banget pengen baca [8th.2], silahkan berkunjung -> https://whiteblove.wordpress.com/

Memang di Protec, untuk cara dapetin Pw nya, silahkan baca postingan ‘Attention’ terlebih dahulu yaa 🙂

Iklan

18 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Wedding (Chapter 8A)

  1. Sedih banget.. Ngk nyadar netes.. Hihihi…. Tpi kyaknx sehun akan tetap ama hye ra deh.. Ya kan thor.. 😊
    Aouthor minta next chapnx ya, 8b.

  2. Akhirnya keluar juga nh thor dari persembunyian. 😂.sehun ih bilang gitu 😭.
    Sumpah mau ta tabok tu sehun.
    Nunggu2 bgt FF ini 😍.
    Menunggu konfliknya juga 😃.
    Tapi pendek bgt 😶😷😷

  3. kasian hyera bukanya dikasih anak malah anak anjing,aku makin penasaran sma kelanjutan ff ini semoga ada jalan terbaik buat rumah tangga mreka
    hehe

  4. Aku engga kebayang jadi 2 perempuan itu. Pasti sakit 😩😩😩😩 kakak bisa aja nulis ff kaya gini. Menguras emosi 😉😉😉💪💪💪💪👏👏👏👏👏👍👍👍👍

  5. Akhirnya keluar jugaak :)) wah ada konflik eh mainan baru >< jd bayangin kalo anjingnya itu mirip vivi punya sehub beneran kyaaa

  6. aku selalu nangis baca ff ini,
    bahkan cuma liat wajah sehun di tv, instagram dan dimanapun, sya lngsung inget ff ini
    tanpa sadar mengucapkan, “sehun nnti kalo punya istri jangan seperti itu, cukup punya satu wanita saja. jangan melukai istrimu!” “Jangan poligami!”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s