[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 1)

STAY ‘Wish You Were Here’

Sad/Hurt, Romance, AU

PG-17th

Oh Sehun EXO

Kim Jisoo BLACK PINK

Story ‘One and Only’ in here

Wattpad ::  @SalzaKim

IG :: Salzaa_Ferninda

‘Don’t be save/copy/take out this story ,without permission’

‘Real this story is MINE’

-LaxyFan-

“Jika tubuh ini sudah kau miliki, akan kah hatiku juga akan kau miliki?”

        – You put scars in my heart, Without even saying sorry-

Jisoo melangkahkan kakinya masuk kedalam gedung apartemen mewah di Seoul. Ya, semenjak Jisoo ditarik paksa Sehun, gadis itu tinggal di apartemen bersama Sehun. Tidur bersama, makan bersama, semuanya ia lakukan bersama Sehun. Namun, Jisoo tidak bahagia sama sekali. Ia sadar, semua yang dilakukan Sehun untuknya, hanya karena nafsu belaka. Harga dirinya sudah hancur terinjak-injak oleh pria itu.

Langkah kaki gadis itu membawanya menuju lift, menuju lantai 20.

‘Apa harus selalu seperti ini?’ bantin Jisoo.

Lelah? Tentu. Hidup bersama pria itu membuatnya lelah. Dia hanya ingin mendapat kebahagiaan yang seharusnya. Kebahagiaan yang selayaknya ia dapatkan. Siapa yang harus dipersalahkan sekarang? Takdir? Tuhan? Ibunya? Pria itu? Atau, dirinya?

Ting…

Ketika pintu lift sudah terbuka, pertanda bahwa lift sudah membantunya naik ke lantai 20. Segera ia melangkah keluar dari dalam lift dan berjalan menuju apartemen bernomor 194 dilantai itu. Tak lama kemudian, Jisoo sudah berada didepan pintu apartemennya dan Sehun, ah, lebih tepatnya apartemen Oh Sehun, Jisoo hanya menumpang disana, sebagai teman wanita? seorang Oh Sehun. Dengan segera, Jisoo memasukkan kode keamanan apartemen.

Jisoo melangkahkan kaki kedalam apartemen dan segera membaur kedalam. Melihat sekeliling yang terlihat begitu sepi. Ia berfikir, mungkin Sehun belum sampai di apartemen. Tapi, dugaannya salah ketika sebuah tangan berhasil melingkar sempurna dipinggang rampingnya. Dengan sedikit terkejut, Jisoo membalikan badannya, meski ia tahu siapa yang melakukannya.

“Akhirnya, kau pulang, Kim. Sejak kapan kau berani menyelinap keluar apartemen tanpa sepengetahuanku, Kim? kau mulai berani bermain-main denganku, hem?” ucap Sehun dengan dingin. Tatapan matanya menggelap, seperti ingin memakan Jisoo hidup-hidup.

“Tidak, Sehun. Aku hanya merasa kesepian disini. Kau sibuk, bukan?” ucap Jisoo berusaha setenang mungkin.

“Kesepian? Kau ingin aku menemanimu — “  Sehun mendekatkan bibirnya ketelinga Jisoo. “—diranjangku, sayang…” lanjut Sehun sebelum mengembalikan posisi wajahnya seperti semula.

Kaget? Tentu saja tidak. Karena Jisoo sering mendengarakn Sehun mengucapkan kata vulgar padanya. Dengan keberanian yang ia miliki, Jisoo mendongak untuk melihat tatapan gelap milik Sehun.

“Aku lelah, Sehun. Bebaskan aku kali ini.” Ucap Jisoo dengan tenang.

Sehun mengangkat alisnya sebelah “Aku sudah memberimu kebebasan, Jisoo. Seharian penuh kau pergi tanpa sepengetahuanku. Dan kau tahu, kau melanggar perjanjian, dan itu artinya, kau harus mendapat hukuman, sayang.” Sehun menyunggingkan senyumnya.

Tanpa aba-aba, Sehun dengan cepat meraup bibir peach milik Jisoo. Pria itu tak mengijinkan Jisoo menghirup nafas sedikitpun. Dengan susah payah, Jisoo membalas perlakuan Sehun. Jisoo melingkarkan tangannya dileher Sehun, sementara pria itu, melingkarkan tangannya dipinggang Jisoo.

Jisoo tahu apa akibatnya jika ia membalas perlakuan Sehun. Pasti pria itu tak akan membiarkan dirinya melangkah keluar dari kamar seharian.

Jisoo mengerjapkan matanya perlahan. Pukul 09:00. Siang sekali. Jika semalam Sehun tidak melakukannya, pasti dia tidak akan bangun sesiang ini. Sehun sialan.

“Tunggu, tangan?” batin Jisoo. Ia baru sadar, jika ada tangan yang memeluk perutnya. Siapa lagi jika bukan Sehun.

Dengan perlahan, Jisoo memindahkan tangan Sehun dari perutnya. Setelah berhasil, ia langsung menyeret dirinya kekamar mandi didalam kamar itu, untuk membersihkan diri.

Beberapa menit kemudian, Jisoo keluar dari kamar mandi dengan kaos putih kebesaran dipadukan dengan celana jeans sepaha. Ia mendapati Sehun yang masih terlelap ditempat tidur. Ia berjalan mendekat kearah Sehun.

“Sehun-ah, sampai kapan kau akan tidur? Kau tidak kekantor?” ucap Jisoo sambil menguncang pelan tubuh Sehun.

“Lima menit, sialan. Kau menggangguku.” Umpat Sehun.

Tanpa memperdulikan Sehun lagi, Jisoo segera keluar dari kamar dan menuju dapur untuk membuat sarapan. Membuka kulkas.

“Sawi, kubis, seledri, wortel, telur, susu, aku harus membuat sarapan apa pagi ini?”

Jisoo tidak tahu harus membuat masakan apa pagi ini. Mengingat semua kelakuan Sehun yang selalu membuatnya harus menahan kesal. Bagaimana tidak, ia susah payah membuat sarapan untuk pria itu, namun hasilnya, dengan mudah Sehun membuang makanannya ke tempat sampah dan mengatakan, ‘Kau ingin meracuniku! Beli saja diluar, dasar gadis bodoh’

“Buat ramyun saja jika tidak bisa memasak, gadis tidak berguna.” Jisoo terkejut mendengar suara berat seorang pria, ya, siapa lagi jika bukan Sehun.

Jisoo membalikkan badannya “Kau yakin ingin sarapan ramyun?” tanya Jisoo.

Mengangkat sebelah alisnya “Aku tidak mengatakan jika aku ingin sarapan ramyun sepagi ini, bodoh. Aku hnya mengusulkan. Daripada aku keracunan setelah memakan masakanmu, lebih baik aku makan makanan instan. Itu lebih baik. Cepat buatkan, aku sibuk hari ini.” Jawab Sehun dengan gamblang.

“Dasar pria aneh.” Cibir Jisoo.

“Aku mendengar, Kim. Mulutmu sungguh mengesalkan.” Ucap Sehun dengan menarik sudut bibirnya.

Sehun memperhatikan gerak-gerik tubuh Jisoo yang sibuk memasak ramyun untuknya. Tak lama kemudian, Jisoo membalikkan tubuhnya dan berjalan kearah dimana Sehun duduk didepan meja makan. Jisoo dengan pelan meletakan semangkuk ramyun panas dihadapan Sehun.

“Makanlah, aku akan pergi membersihkan kamar.” Ucap Jisoo hendak meninggalkan Sehun. Tapi sebelum itu terjadi, Sehun segera menahan Jisoo dan menatapnya tajam.

“Siapa yang mengijinkanmu pergi, hem? Duduk dan temani aku makan, Kim. Kau bisa mengerjakan pekerjaanmu setelah aku pergi ke kantor. Jangan membantah.” Sehun segera menarik Jisoo untuk duduk disampingnya.

-Again, I’m comforting my self, Always nervous if you’re gonna leave me, I just want you to stay-

Dua jam lebih, Sehun berkutik dengan setumpuk pekerjaan yang ada dimeja kerjanya. Penat, bosan, mengesalkan. Rasanya ia ingin membakar ratusan kertas yang ada diatas meja kerjanya, jika saja ayahnya tidak mengancamnya.

“Selesaikan pekerajaanmu, Sehun! Atau kau tidak akan mendapat tempat diperusahaanku! Bersikaplah sedikit dewasa, anak pemalas!”

Shit! Sial sekali hidupku.” Umpat Sehun. Bahkan ia telah mengulanginya puluhan kali selama menyelesaikan pekerjaannya.

Sehun memijat pangkal hidungnya sambil memejamkan matanya. Wajah gadis itu, kenapa wajah gadis itu selalu muncul dipikirannya. Ada apa dengannya? Merasa rindu, Sehun? Dengan cepat, Sehun membuka layar ponselnya dan menekan sederetan nomor untuk menghubungi seseorang.

Dan saat tersambung…

Yoboseyo…” jawab seseorang disebrang.

Lega. Itu yang dirasakan pertamakali oleh Sehun ketika mendengar suara orang itu.

“Kau, apa yang sedang kau lakukan? Kau tidak keluar apartemen tanpa seijinku kan, Kim?” tanya Sehun dengan was-was.

“Tidak, Sehun. Aku habis membersihkan apartemen. Tenang saja, aku tidak akan melanggar perjanjian lagi, ada apa menelepon? Tidak biasanya,”

Hening…

Sehun, kau bodoh. Apa yang harus kau katakan sekarang?’ umpat Sehun.

“Yoboseyo, Sehun-ah. Apa terjadi sesuatu? Kenapa kau diam?” tanya Jisoo.

Sehun memejamkan matanya sejenak, memikirkan sesuatu. Dan beberapa detik kemudian “Tidak. Aku hanya memastikan saja. Jangan terlalu lelah, aku tidak suka kau memaksakan diri bekerja terlalu keras.”

“Kau mencemaskanku?”

‘Damn! Sehun kau kemanakan otakmu.’ Umpat Sehun yang kesekian kalinya.

“Jangan terlalu percaya diri. Kau hanya boleh kelelahan saat kau menghabiskan malam denganku, dengar itu!”

Pip…

Sehun segera mematikan teleponnya. Sial, benar-benar sial. Kenapa mulutnya tak bisa dikontrol. Pasti gadis itu mentertawakannya sekarang. Sehun, kau bodoh.

Jujur saja, sebenarnya Sehun tak ingin berperilaku sekasar ini pada Jisoo. Ia ingin sekali membuat gadis itu tersenyum dan bahagia bersamanya. Tapi, entahlah, entah apa yang membuat Sehun tak bisa memperlakukan gadis dengan lembut. Baginya semua gadis itu sama saja, hanya sebagai mainannya. Setelah bosan, tentu saja ia akan membuangnya jauh-jauh dari hidupnya dan mencari yang baru. Tapi kai ini, berbeda dengan Jisoo. Sehun tak pernah merasa bosan dengan gadis itu. Rasanya, gadis itu sudah seperti candu baginya.

“Ayolah dokumen laknat, aku ingin segera pulang dan bersenang-senang dengan gadisku. Jangan menyusahkanku.” Sehun segera menyelesaikan pekerjaannya, ya, walaupun terus menggerutu.

Jisoo merebahkan tubuhnya diatas sofa. Tubuhnya begitu pegal dan lelah. Seharian ia membersihkan setiap sudut ruangan apartemen yang dibilang cukup luas. Sehun memang kaya, jangan heran ia mampu membeli apartemen elit seperti ini. Bahkan Sehun memiliki pen house di distrik Gangnam. Karena kelelahan Jisoo memejamkan matanya dan tertidur.

Klek…

Pintu apartemen terbuka, dan disusul seorang pria berwajah tampan dengan kemeja yang sudah berantakan, seperti rambutnya. Sehun, ia segera menghambur kedalam apartemen dan berniat untuk beristirahat. Namun, ketika ia melihat gadis tertidur pulas di sofa putihnya, ia mengurungkan diri untuk masuk kekamar dan mendekat kearah gadis itu.

Sehun berjongkok didepan wajah damai Jisoo. Sudut bibirnya tertarik keatas, dan membentuk sebuah senyuman. Sehun merasa, wajah Jisoo begitu cantik saat ia tertidur seperti ini. Sangat cantik.

“Kau membantahku lagi, Kim. Sudaah kukatakan jangan terlalu lelah. Lihatlah, wajahmu mengatakan kau terlalu memaksakan diri hari ini.” Setelah mengucapkannya, Sehun segera menggendong tubuh Jisoo bridal dan membawanya kedalam kamar.

Sehun membaringkan tubuh Jisoo diatas tempat tidur perlahan. Detik berikutnya, ia duduk disisi tempat tidur untuk menatap wajah Jisoo. Tenang, damai, dan tetap cantik seperti biasanya.

Tangan Sehun membelai pipi Jisoo dengan lembut, memperlakukannya bagai barang yang rapuh. Ia tak pernah memperlakukan gadis seperti ini sebelumnya. Hanya Jisoo yang dapat membuat Sehun menjadi seperti ini. Sungguh gila.

“Kau membuatku gila, Kim. Apa yang kau lakukan padaku, hem? Kau harus bertanggung jawab karena membuatku seperti ini,” ucap Sehun dengan lirih.

‘Kau berhasil membuatku jatuh cinta, Kim.’ lanjut Sehun dalam hati.

Detik berikutnya, Sehun menempelkan bibirnya diatas bibir Jisoo. Menyesapnya secara perlahan, agar gadis itu tidak terjaga dengan apa yang sedang ia lakukan sekarang.

Author Note ::

Hi, gimana cerita awalnya? Suka kah? Apa gaje? Maaf emang masih amatir. Aku bakal kirim cerita 1 minggu 1 kali, kalo nggak ada halangan ya. Mau kasih info juga baca cerita aku ya di wattpad pertama aku. Readers nya emang masih sedikit ditambah banget karena baru gabung sama wattpad.

Kalian yang mau req cover ff juga bisa, dm aja di wattpad ☺

Baca cerita ::  ‘One and Only ‘ di wattpad karena itu cerita yang nggak aku publis selain di wattpad aku.

Wattpad ::  @SalzaKim

IG :: @Salzaa_Ferninda

Terima kasih…

Iklan

15 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] STAY (Chapter 1)

  1. huwaaaaa.. sehun itu kasar” manisss *aishh apaan, gmna yaaa.. emang sih dia kasar, galak, dingin, mulutnya tajem tp jgn lupakan klo dia itu maniss wkwk.. pokonya cocok bgttt karakternya, aku sukaaaaa..sehun mah cuma ga tau aja cara memperlakukan wanita yg dia cintaii, buat jisoo..stay with sehun yaaa

  2. Sehun sok jual mahal sama jisoo padahal dia suka sama jisoo tapi dia nggak tau gimana mau perlakukan jisoo dengan manis, alhasil sehun jadi nya agak kasar sama jisoo. Jisoo disini juga kasihan banget, hidup nya gak pernah bahagia. Semoga sehun nggak kasar lagi sama jisoo dan hidup jisoo selalu bahagia terus.

  3. Suka abis. Apalagi pemeranya itu lo keduanya bikin baper. Antara kasihan sama jisoo dan pengen jisoo sama sehun aja. Tapi sehun kan jahat wkwk. Pokoknya ditunggu kelanjutanya
    Fighting 😄

  4. Kerennnnnnnnnn,,,,, aku suka banget. Serius ini harus update cepet/modusMODEON authornim saranghaeyo..!! Lanjutkan tulisanmu, fighting…!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s