[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30)

MY LADY - CHAPTER 29

MY LADY

[ Chapter 30]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29

Cumbuan panas terus Baekhyun berikan pada tubuh Jisoo agar bisa mengalihkan Jisoo dari rontaannya yang meminta Baekhyun untuk menjauh darinya. Baekhyun dan Jisoo masih berusaha mempertahankan ego masing-masing.

Yang satu tidak ingin dilanjutkan dan yang lainnya ingin tetap dilanjutkan. Namun semua itu tidak berlangsung lama karena sebuah ketukan di pintu yang lebih menyerupai gedoran terdengar memekakan telinga bagi siapa pun yang mendengarnya.

Baekhyun menggeram marah karena kesenangannya yang terganggu, tapi seakan tidak terjadi apa-apa, Baekhyun tetap melanjutkan cumbuannya.

Gedoran di pintu tidak terdengar lagi, dan digantikan oleh sebuah dobrakan pintu yang membuat Baekhyun dan Jisoo terkejut seketika.

Shitt!!

Baekhyun segera menjauhkan tubuhnya, menutupi tubuh Jisoo dengan selimut yang tergeletak di sebelah tubuhnya dan menatap tajam siapa saja yang sekarang sedang berada di dalam ruangan yang sama dengannya.

Shannon berdiri di ambang pintu dengan tatapan nanarnya saat menyaksikan keadaan di kamar yang terdapat suami dan wanita asing. Tatapannya ia alihkan pada sosok lain yang sedang terbaring dengan tubuh yang ditutupi selimut sampai sebatas lehernya. Ia menggeram kesal saat tatapannya kembali pada Baekhyun.

Namun, tatapan Baekhyun yang didapatnya diluar dugaan. Tajam dan dingin, tapi itu tidak sedikit pun menyurutkan amarahnya. Shannon mengepalkan telapak tangannya menahan tangisan serta amarahnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Baekhyun dengan suara rendahnya yang dalam tanda ia sedang marah saat ini.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang sedang kau lakukan saat ini dengan wanita jalang itu?” balas Shannon sambil mengalihkan matanya ke arah Jisoo yang memalingkan wajahnya.

“Itu bukan urusanmu!”

“Aku istrimu!” jeritnya frustasi dengan keadaannya saat ini. Tapi Baekhyun hanya menampilkan senyuman miringnya sebagai jawaban.

“Sampai kapan pun kau tidak akan pernah benar-benar menyandang hal itu. Jadi jangan bertingkah seakan kau benar-benar adalah istriku yang selalu mengurusiku tentang segalanya. “

Shannon menggertakkan giginya. “Akan kubuktikan jika aku bisa melakukan apapun sebagai istrimu.”

Sebelum mendengar ucapan Baekhyun, Shannon bergerak mendekati ranjang dan pada detik selanjutnya sebuah tamparan keras melayang ke pipi Jisoo. Baekhyun yang melihat kejadian itu langsung membulatkan matanya.

Jisoo yang awalnya hanya diam membisu pun, membulatkan matanya akan tamparan itu. Tidak hanya sampai disitu, Shannon yang dibelenggu amarah pun berniat untuk melayangkan tamparannya yang kedua.

Tapi semua itu digagalkan oleh tangan Baekhyun yang menahan pergelangan tangan Shannon. Ia langsung menarik Shannon agar menjauh dari tubuh Jisoo yang masih bergeming, dan dengan sedikit menyeret tubuhnya, ia membawa Shannon keluar dari kamar tersebut.

“Ikut aku!”

Semua orang yang berpapasan dengan Baekhyun dan Shannon hanya bisa diam seribu bahasa. Aura yang dibawa Baekhyun benar-benar menyeramkan dan siapa pun yang melihatnya tidak ada yang berani untuk mencegahnya.

Dengan langkah kaki lebarnya Baekhyun terus membawa Shannon menuju kamar utama yang diperuntukan untuk mereka tempati. Baekhyun membuka pintu kamarnya, dan menutupnya begitu Shannon memasuki kamar tersebut.

Baekhyun sedikit membanting tubuh Shannon hingga menyebabkan ia jatuh tersungkur di lantai kamar itu. Shannon mengelus lembut pergelangan tangannya yang memerah karena bekas cengkeraman Baekhyun yang begitu kuat.

“Apa maksudmu melakukan hal itu padanya?”

“Aku hanya mencoba untuk mempertahankan apa yang menjadi milikku.”

“Aku tidak pernah menjadi milikmu.” desis Baekhyun dengan penekanan dalam setiap suku katanya.

“Perlu kutekankan sekali lagi jika saat ini kau adalah suamiku, dan itu berarti kau adalah milikku.”

Baekhyun tersenyum miring mendengar jawaban Shannon. “Apa kau lupa Shannon? Sepertinya harus kuingatkan lagi.”

Baekhyun berjalan mendekati Shannon dan berjongkok di depan tubuh wanita yang masih berstatus istrinya itu.

“Di malam pertama kita, aku sudah melayangkan surat perceraian kita. Dan semenjak itu pula, kau sudah bukan menjadi istriku, walaupun saat ini kau masih menyandangkan status itu, bagiku itu hanya sebuah status diatas hitam dan putih, bukan dalam artian yang sesungguhnya. Ingat itu!” jelas Baekhyun dengan suara dinginnya dan membuat Shannon menitikan air matanya.

Hati Shannon semakin terluka dengan ucapan Baekhyun yang menyayat hatinya. Setelah perlakuan Baekhyun dengan berbagai wanita, sekarang ditambah lagi dengan wanita lainnya yang membuat luka Shannon semakin menganga.

Mungkin wanita lain tidak akan membuatnya merasa terancam, tapi keberadaan wanita yang mirip Sena ini, membuat hati Shannon was-was.

Merasa terancam dengan kedudukan dan statusnya ini. Shannon menatap punggung Baekhyun yang perlahan menjauh dari tempatnya. Ia kembali menguatkan hatinya untuk menghadapi Baekhyun yang kejam padanya dari hari ke harinya.

Dengan kejamnya, Baekhyun meninggalkan kamar tersebut. Ia sudah tidak sabar kembali melihat ataupun mencumbu kembali wanita asing yang ia anggap sebagai Sena.

Walaupun ia masih merasa sedikit ada keganjalan karena wanita yang dicumbunya itu seperti tidak mengenalnya. Tapi itu semua tidak menyurutkan keinginannya untuk menemui wanita yang wajahnya begitu dirindukannya itu.

Senyuman tidak pernah hilang dari wajahnya membuat beberapa orang yang dilewatinya menatap Baekhyun dengan kening berkerut. Perubahan suasana Baekhyun yang begitu drastis sangat membingungkan orang-orang yang melihatnya.

Bibir Baekhyun semakin merekah saat ia melihat pintu yang beberapa saat lalu ia tinggalkan. Dengan santainya ia membuka kenop pintu dan begitu daun pintu terbuka lebar, wajah Baekhyun langsung masam seketika.

Sosok tubuh yang harapkannya masih terbaring di atas ranjang, sudah tidak terlihat lagi. Baekhyun mengepalkan telapak tangannya kesal.

Seprei yang terlihat rapi dan tidak ada barang-barang yang menunjukkan adanya kehidupan di kamar tersebut semakin menambah kekesalan Baekhyun.

Baekhyun segera keluar dari kamar tersebut. Dengan setengah berlari ia menuju ke arah pekarangan villanya. Napas Baekhyun terengah-engah sesaat setelah ia berhenti di halaman deoan villanya.

Ia segera mengedarkan pandangannya ke segela arah untuk mencari keberadaan Jisoo.
Mata Baekhyun sedikit menyipit untuk memperjelas penglihatannya akan sosok yang ia lihat.

Sosok tubuh yang dicarinya berjalan semakin menjauh dari villanya. Baekhyun langsung kelabakan saat menyadarinya.

Ia segera berjalan kembali ke dalam villa, menyambar salah satu kunci mobil yang tergantung di kotak penyimpanan secara random. Lalu ia berjalan ke arah garasi mobil dan menekan tombol kunci untuk membuka pintu mobil.

Sebuah mobil BMW SUV warna hitam menjadi pilihan Baekhyun. Ia segera melompat ke dalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke arah jalanan. Tubuh Baekhyun semakin menegang saat ia melihat Jisoo menaiki sebuah bis yang berhenti di halte bis tidak jauh dari villanya.

Baekhyun memutuskan untuk mengikuti ke mana bis itu akan membawa Jisoo pergi. Hingga satu jam berlalu, barulah Baekhyun melihat sosok Jisoo yang keluar di salah satu halte bis. Niat Baekhyun untuk keluar dari mobilnya ia urungkan kala ia melihat wajah sembab Jisoo yang terlihat jelas.

Baekhyun terus mengikuti ke mana pun Jisoo melangkah. Ingin sekali Baekhyun menarik tubuh kurus tersebut ke dalam mobilnya dan menggantikan Jisoo yang seperti kesusahan saat menjinjing tas bajunya yang besar.

Tapi keinginan itu hanya menjadi keinginan semata karena Baekhyun tidak berani untuk kembali mendekati wanita yang nemiliki wajah yang sama dengan Sena.

Bahkan Baekhyun yakin jika wanita itu adalah Sena sendiri kala ia melihat tato kupu-kupu yang berada di tubuh wanita itu.

Dari jarak sekitar 10 meter di belakang Jisoo, Baekhyun melajukan mobilnya dengan perlahan. Ia tidak ingin diketahui keberadaannya karena itu akan berakibat fatal untuknya. Ia tidak mau kehilangan wanitanya untuk yang kesekian kalinya lagi.

Sebuah rumah sederhana yang menjadi tujuan Jisoo membuat Baekhyun menghentikan mobilnya di jarak yang sedikit cukup jauh dari tempat tersebut.

Ia masih memperhatikan kala Jisoo memasuki rumah tersebut sampai tubuh yang diperhatikannya itu menghilang di balik pintu.

Aku tidak akan melepaskanmu lagi setelah apa yang terjadi di antara kita. Entah kau benar-benar Sena ataupun orang lain, aku tidak peduli. Yang penting kau menjadi wanitaku, my lady.

***

Setelah pintu tertutup, Jisoo segera menjatuhkan tubuhnya di lantai rumahnya. Ia menangis sejadi-jadinya karena rasa bersalah atas pengkhianatan yang ia lakukan pada Sehun.

Tapi disisi lain ia juga menikmati permainan yang diciptakan oleh lelaki asing yang tiba-tiba masuk ke dalam kehidupannya dan membuat ia merasakan sesuatu yang tidak pernah ia rasakan jika ia melakukannya dengan kekasihnya sendiri.

Cumbuan-cumbuan panas yang diberikan lelaki asing itu masih terasa membekas di tubuhnya. Bahkan bekas tamparan yang begitu menyakitkan di pipinya tidak berasa sama sekali ketika ia memikirkan kembali cumbuan itu. Antara kesal tapi ia juga sangat menikmatinya.

Jisoo segera menghapus air matanya dengan kasar dan berlari ke arah kamarnya untuk masuk ke dalam kamar mandinya. Ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin berharap semua bekas tak terlihat itu hilang dari tubuhnya.

Tapi sekeras apapun ia menggosoknya, bekas itu seakan tidak hilang sama sekali. Malah semakin membuat Jisoo mengingat setiap detailnya. Akhirnya Jisoo menyerah dan jatuh terduduk di lantai kamar mandinya yang dingin.

Ia merapatkan lututnya dan menyembunyikan wajahnya di antara sela-sela kakinya itu. Ia tidak sanggup untuk mengangkat wajahnya dan menghadapi Sehun. Karena tidak ada lagi tenaga yang dimilikinya, Jisoo membiarkan air mengguyur tubuhnya.

Entah sudah berapa lama Jisoo berada di bawah guyuran air dengan air mata yang terus menetes dari matanya. Yang ia rasakan saat ini hanya tubuhnya yang mulai menggigil kedinginan dan kakinya yang kesemutan karena terlalu lama ia tekuk.

Jisoo menggerakkan sedikit demi sedikit kakinya untuk melancarkan kembali aliran darahnya yang sempat tersendat.

Dengan tertatih-tatih ia berjalan keluar dari kamar mandi tanpa membuka pakaian basahnya.
Ia berjalan ke arah lemari pakaiannya, mengambil sepasang pakaian secara random, lalu menggunakannya.

Ia menaruh pakaian basahnya dengan sembarangan karena terlalu lelah dengan semua kejadian yang terjadi hari ini.

Jisoo menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya, menarik selimut untuk menutupi seluruh bagian tubuhnya, lalu ia kembali menangis dengan membenamkan wajahnya pada bantal tidurnya. Lelah menangis, akhirnya ia pun tertidur juga.

Lenguhan nikmat yang dikeluarkan Jisoo dan seorang pria memenuhi kamar tersebut saat mereka telah mencapai puncak kenikmatan yang tidak pernah rasakan selama ini.

Entah sudah keberapa kalinya Jisoo dan lelaki itu mencapainya tapi tidak sekalipun mereka merasa lelah akan hal itu.

Setelah ia merasa cukup mencurahkan hasrat yang ia pendam selama beberapa tahun terakhir ini, ia pun mengakhiri kegiatannya dengan jatuh menimpa Jisoo yang ada di bawahnya.

Sesekali ia akan menciumi tubuh Jisoo yang bisa ia jangkau dengan bibirnya sambil menormalkan detak jantungnya yang masih berpacu dengan kencangnya. Jisoo yang masih lemas hanya bisa membiarkan lelaki itumenciuminya.

Bibir tipis nan manis itu kembali mencari bibir Jisoo untuk ia pagut kembali. Dengan senang hati Jisoo menyambutnya. Ciuman yang awalnya lembut dan ringan saja berubah menjadi ciuman yang penuh dengan hasrat.

Tapi di tengah ciumannya, lelaki itu melepaskan pagutan di antara mereka karena ia tahu tubuh Jisoo sudah tidak sanggup lagi melayaninya seperti sebelum-sebelumnya.

Ia membelai pipi Jisoo sayang sambil membisikkan kata-kata menenangkan berharap Jisoo dapat istirahat.

Tidurlah, my lady.”

Jisoo langsung membuka matanya. Detak jantungnya berpacu dengan sangat cepat saat ia tersadar dari mimpi anehnya.

Mimpi aneh tapi mampu membangkitkan sesuatu yang terdalam di dirinya. Sesuatu yang baru diketahui keberadaannya oleh Jisoo.

Namun satu hal yang janggal dari mimpinya. Jisoo tidak bisa melihat wajah dari lelaki yang tidur dengannya, tapi ia masih bisa mendengar suaranya.

Suara yang begitu tidak asing di telinganya, tapi ketika ia berusaha untuk mengingat siapa pemilik suara itu, kepalanya langsung berdenyut nyeri.

Jisoo tidak bisa membayangkan wajah siapa yang memilikinya. Seakan pikirannya kosong, tapi ia juga merasa tidak asing dengan semuanya. Bahkan dari cara menyentuh tubuhnya saja seakan Jisoo tidak asing dengannya.

Peluh bercucuran dari setiap pori-porinya membuat tubuh Jisoo basah oleh keringat. Ia lalu beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Begitu ia melihat bayanganya di cermin yang ada di kamar mandi, Jisoo membulatkan matanya. Sungguh bayangan yang mengerikan. Wajah merah dengan mata yang bengkak. Peluh membasahi sekitaran wajahnya. Dan jangan lupakan rambut singanya ketika ia baru bangun tidur.

Jisoo segera membersihkan dan merapikan penampilannya. Ia mandi secepat mungkin, lalu berpakaian seperti biasanya. Sebuah kaus lengan pendek dipadukan dengan sebuah celana jeans lusuh yang selalu dipakainya.

Celana jeans panjang itu mempertontonkan betapa cantiknya kaki yang dimiliki oleh Jisoo. Rambut hitam bergelombangnya ia ikat menjadi ekor kuda.

Karena tidak terlalu menyukai memakai riasan, ia hanya menggunakan pelembab wajah dan tabir surya untuk tetap menjaga kelembaban kulitnya.

Jisoo keluar dari kamarnya langsung menuju dapur. Perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi karena hampir seharian kemarin ia tidak makan maupun minum.

Begitu ia membuka pintu lemari pendingin, Jisoo harus menggigit bibirnya saat tidak menemukan satu pun bahan makanan yang bisa diolahnya.

Ia terpaksa hanya mengambil air putih dan meminumnya sebanyak yang ia mampu tampung untuk sekedar mengganjal perutnya yang kelaparan.

Jisoo kembali ke kamarnya, menyambar salah satu hoodie yang tergantung, memasukkan dompetnya ke dalam saku hoodie nya, lalu keluar dari rumah setelah ia menguncinya terlebih dahulu.

Betapa terkejutnya Jisoo ketika ia berbalik hendak melangkahkan kakinya keluar dari pelataran rumah ada sebuah mobil asing terparkir di depan rumahnya.

Bukan mobil itu yang menjadi sumber keterkejutannya, tapi orang yang sedang duduk di atas kap mobil itu yang membuat Jisoo terkejut setengah mati.

Kilasan bayangan mimpi erotisnya tiba-tiba hadir di pikirannya. Dan saat ia memikirkan tubuh lelaki yang ada dimimpinya, terbesit di pikirannya jika pemilik dari tubuh itu adalah lelaki asing yang sedang duduk di atas kap mobilnya itu.

Membayangkan hal itu tanpa sadar membuat wajah Jisoo bersemu merah. Ia menatap lekat kepada lelaki yang sedang menatap ke depan seakan mempunyai dunianya sendiri.

Setelah beberapa menit berlalu, Jisoo tersadar dengan apa yang dilakukannya.

Ia lalu menggaruk tengkuknya. Salah tingkah dengan apa yang beberapa saat lalu ia lakukan. Jisoo berdehem pelan, melangkahkan kakinya dengan mantap seakan ia tidak terganggu dengan kehadiran pria tersebut.

Jisoo terus berjalan hingga akhirnya ia melewati posisi lelaki tersebut. Tanpa sadar ia menghembuskan napasnya dalam begitu melewatinya. Namun baru beberapa langkah ia berjalan, sebuah suara menghentikan langkahnya.

“Apakah kau tidak merindukanku, my lady?”

Jisoo membalikkan tubuhnya saat mendengar pertanyaan lelaki itu. Manik matanya kembali bertemu dengan mata sehitam malam yang mampu menyedotnya masuk ke dalam kegelapan tak terhingga tersebut.

Debaran yang tidak ia rasakan saat bersama kekasihnya, ia rasakan saat bersama lelaki asing yang tiba-tiba masuk ke dalam hidupnya.

Jisoo jadi bertanya-tanya, siapakah gerangan lelaki asing tersebut?  Apakah ia mengenalnya? Ataukah ia adalah bagian dari masa lalu Jisoo yang ia lupakan? Entahlah, hanya waktu yang bisa membuktikan semuanya.

~ tbc ~

Hai semuanya, maafkan aku atas ketidaknyamanan kalian karena mungkin ada sebagian dari kalian yang belum bisa chapter 28. Postingan chapter 28 itu kemarin ada sedikit kesalahpahaman antara aku dengan admin exo ff indo, tapi ngga apa-apa, semuanya sudah selesai. Awalnya aku memang tidak memproteksinya karena aku menganggap itu tidak terlalu vulgar, tapi namanya orang kan berbeda nah disini terjadi kurangnya komunikasi antara aku dan admin exo ff indo. Jadilah chapter 28 diproteksi.

Buat yang belum bisa baca dan kalian tidak menemukan linknya, kalian bisa klik link yang udah aku sertakan diatas. Kalo kalian buka masih diproteksi, kalian bisa buka chapter 28 dengan clue password sebagai berikut : nama judul ffnya sama nomor chapternya. Ngga pake spasi ataupun tanda baca yang lainnya. Hurufnya kecil semua. Gampang kan?

Untuk yang bertanya apakah ff ini masih panjang? Jawabannya iya. Ff ini masih panjang karena aku sengaja membuat alur yang lambat. Kalo kalian bosen, maafkan aku. kalian bisa tinggalkan ff ini.

Sekian coretan ngga penting aku. semoga kalian tetep suka.

Bye-bye 😘

Regard, Azalea

Iklan

48 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 48) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 46) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 45) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  16. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  17. Dipanjengin ampe beratus-ratus chapterpun aku tetap baca kok thor. Kenapa? Karna alurnya ga bosannin pokoknya ga bosannin deh! Yg penting author sayang jangan lama2 updatenya yah ❤ saranghaja!! SEMANGAT NULISNYA THOR! Jangan lupa istirahat juga ya :-* hehehe

  18. Dipanjengin ampe beratus-ratus chapterpun aku tetap baca kok thor. Kenapa? Karna alurnya ga bosannin pokoknya ga bosannin deh! Yg penting author sayang jangan lama2 updatenya yah ❤ saranghaja!

  19. Ihh anjir greget yaampun jisoo!wkwkwk ah suka gua sukaaaaa! Cepetan kek atub sadar si jisoo wkwkw, segala mimpi naena ama bekyun lgi wkwwk
    makasih buat info chap28 nya thor and fightinf buat next chapnyaa

  20. Semangattt trusss,,,suka bgt ama kesetiaan Baekhyun trhdap Sena…tp cinta mrka sllu byk rintangannya ahhh bkin kasian deh ama mrka brdua…

  21. haduu ga akan bosen kok sama ff ini huhu justru ff ini yg selalu aku tunggu-tunggu kelanjutannya eaaa….
    tebak-tebakan yuu kira” jisoo inget ga yah sama cabeku?jawabannya ada di authornya btw wkakkak

  22. Nggak akan pernah bosan untuk baca dan nunggu ff ini kok thor 😊
    Kira2 apa yg akan d katakan jisoo ya atas pertanyaan baekhyun? Terus gimana reaksi jisoo klw sehun udah datang? Kan dia udah merada berkhianat sama sehun.D tunggu next chap.y ya

  23. WAHHHH…… langkah awal baekhyun untuk kembali bersama sena…….. semoga mereka segera di persatukan kembali dengan sena yang berhasil mengembalikan ingatan nya. semangat baekhyn…. gomawo cingu

  24. Semoga ingatan sena bisa cepat pulih kan baekhyun nanti klo ketahuan sehun sering di muka rumah klo udah ingat kan sena nya dibawa pergi ama baek kan semua nya jelas nggak ada hubungan nya lagi sma sehun

  25. makasih info chp 28nya thor.
    kasihan ma shanon sih. tp itu karmanya dia karna udah ngerusak hubungan orangng >.<
    duh tu jisoo kapan sih ingetnya kasihan bacon nungguin lama

  26. Kapan sih ka sena inget baekhyun 😣😣😣😣😣 kasian banget baekhyun jadi kesiksa gitu 😩😩😩😩😩
    Btw gapapa agak dilambatin, yang penting jangan kelamaan update ya ka wkwkwkwk 😁😁😁😁✌✌✌✌💪💪💪👍👍👍👍👍👏👏👏👏👏

  27. Gue gak bosen kok thor baca my lady ,, malah selalu penasaran sama next chapter nya .
    Aduhhh shannon … Urat malu nya udah putus yak ?? Gak punya harga diri bgt ih #maaf
    Ditunggu next chapternya ..

  28. Pas bsa author note itu bahagia krna akhirnya ada pencerahan dr chapter 28 :’D
    bneran greget deh ama Shanon -=- gangguin org aja, lgi asyik jga :v
    Baekhyun mah lgsung bawa aj tuh Sena, culik gtu biar dy cpet inget :’ ga rela pkoknya klo Sena ama Sehun, Sehun itu milikku :v
    krna uda dpt clue pasword chap 28, skrg bca chap 28 dlu yeaayy XD fighting azalea, n makasih clue nya :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s