[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You (Chapter 4)

wenyeol-couple

Title : Because I love You

Author : Meihaena

Length : Chapther

Genre : Romance,Friendship,Family.

Rating : T

Main Cast : Park Chanyeol and Son Wendy.

Additional Cast : Tiffany kwang, Kim Kai, Choi Siwon.

Oh Sehun,Byun Baekhyun,

Do Kyungsoo, Bae Irene,

Kang Seulgi,Park Soo-Young a.k.a Joy, etc.

Summary : Cinta butuh waktu.

Untuk menghadapinya perlu kesabaran dan hati yang ikhlas.

Cinta yang tulus akan mampu menghadapinya.

Walau terkadang sakit. Tapi itulah cinta, karena cinta yang mendewasakanmu.

Disclaimer : Cerita ini murni hasil kerja otak author.  Terinspirasi dari judul lagu Wendy

“Because I love you” dan  juga dari beberapa drama korea.

Jika ada kesamaan tokoh,alur ataupun cerita itu hanya unsur

ketidaksengajaan. Please apologize for typo(s). Thank you.

Note : Chapter kali ini lumayan panjang, mencapai 7.210 kata. Semoga gak bosan ya dengan ceritanya. Selamat membaca ~

Chapter 4

Braakk

Chanyeol begitu terkejut saat ia  melihat dengan mata kepalanya sendiri. Gadis itu yang sedari tadi mengikutinya dan mencoba menasehatinya agar segera meredakan emosinya. Sudah tergeletak di atas aspal jalan. Semua orang yang melihat kejadian itu langsung mengerumuni gadis itu.

“ Wendy…” Teriak Chanyeol yang menghampiri gadis itu dan mendekap kepalanya dan terlihat darah yang mengucur dari dahi nya. “ Bangun Wendy… aku mohon.”

Chanyeol benar benar menyesal tidak memperdulikan perkataan gadis itu, seharusnya dia yang tertabrak bukan Wendy.

Pria paruh baya dari dalam mobil yang telah menabrak gadis itu terlihat terkejut dan segera keluar dari mobilnya kemudian menghampiri Chanyeol yang masih mendekap Wendy.

“ Nak, maafkan saya. Saya akan tanggung jawab atas kejadian ini. Ayo bawa dia ke mobil,kita harus ke rumah sakit.” Ucap pria paruh baya itu pada Chanyeol. Dan Chanyeol langsung membawa Wendy ke dalam mobil.

Sesampainya mereka di rumah sakit perawat langsung membawa Wendy kedalam ruang UGD untuk di tangani oleh dokter. Chanyeol dan pria paruh baya itu harus menunggu diluar karena perawat tidak mengizinkan mereka masuk.

“ Nak,saya benar benar menyesal. Saya akan melunasi biaya perawatan gadis itu .Asal kau jangan melapor pada polisi.” Chanyeol hanya bisa menganggukan kepalanya karena dia juga merasa bersalah atas kejadian ini. Baju yang dia pakai pun sudah berlumuran darah karena tadi mendekap gadis itu erat.

“ Iya, saya tidak akan melapor polisi. Saya justru ingin berterima kasih karena anda mau bertanggung jawab. Sekali lagi terima kasih pak.”

Pria paruh baya itu pun merasa lega karena Chanyeol mau memaafkannya. “ Sama sama nak, kalau begitu saya akan ke meja administrasi untuk membayar semuanya.Permisi….”

Kini Chanyeol telah mununggu dokter keluar dari ruangan. Namun sesaat Chanyeol tersadar bahwa dia harus menghubungi ibunya Wendy. Karena sekarang tas Wendy ada padanya,ia pun membuka tas itu dan mencari ponsel gadis itu.

***

Seorang wanita berumur 45 tahunan kini tengah berdiri di hadapan para pemegang saham untuk mempresentasikan produk kain yang akan dijualnya keseluruh dunia. Selain menjadi desainer, wanita ini ternyata membuka sebuah bisnis kain dengan kualitas yang baik dan didesain khusus untuk para perancang busana di Kota Paris.

“ Kain ini sangat lembut dipakai karena terbuat dari kain sutra asli dengan kualitas yang sangat baik. Dan memang…” Perkataan Wanita itu terpotong saat suara dari ponselnya terdengar di ruangan yang besar itu.Wanita itu merasa kesal saat melihat nama yang tertera dari ponselnya, kemudian dia memutuskan untuk mematikan panggilannya.

“ Maaf, saya akan melanjutkan lagi. Karena kualitas kain ini sangat baik,maka….” Kemudian terdengar lagi suara deringan ponsel yang ternyata dari ponsel wanita itu. Para pemegang saham itu mulai berbisik bisik karena merasa terganggu dengan ponsel yang sedari tadi berdering.

“  Ny.Kim. Lebih baik anda angkat ponselnya dulu.” Wanita itu pun menuruti perkataan managernya. Dia pun pergi meninggalkan ruang rapat. dan segera mengangkat telponnya.

“ Wendy,Eomma sudah bilang jangan menelpon disaat jam kantor. Kau tidak tahu kalau….” Ucapannya terpotong saat seorang pria disebrang sana membuka suara.

“ Maaf,bibi. Saya Chanyeol,temannya Wendy.”

“ Kenapa ponselnya bisa ada padamu?.”

“ Iya,sekarang Wendy berada di rumah sakit. Dia mengalami kecelakaan. Jadi bisakah bibi datang kemari?.”

Ny Kim mendesah pelan.“ Anak itu selalu saja merepotkan. Apa kau tidak punya uang untuk membayar biaya rumah sakit?. Baiklah berapa no rekening mu?.”

“  Tidak bibi,maksudku bukan begitu. Aku hanya ingin memberitahu saja agar bibi datang kemari.”

“ Tapi aku tidak bisa datang,karena aku sedang tidak di korea.Jadi jangan menelpon lagi !!.” Ny.Kim langsung mematikan ponselnya. Dan segera kembali ke ruang rapat,yang menurutnya jauh lebih penting dari pada harus pergi ke korea hanya untuk menemui Wendy,sekalipun dia tengah terbaring di rumah sakit.

***

Chanyeol merasa heran mengapa ibunya Wendy  tidak peduli dengan keadaan anaknya sendiri. Tiba tiba ponsel Wendy bergetar dan saat ia menatap layar ponselnya terdapat panggilan dari Kai. “ Wendy, Kau dimana?.” Suara Kai langsung terdengar setelah Chanyeol menekan tombol jawab di ponsel Wendy.

“ Kai, ini aku..Chanyeol.”

“ Kau,kenapa…”

“ Wendy sedang ditangani dokter. Dia mengalami kecelakaan.”

“ Apa??.” Terdengar suara kaget Kai.” Aku akan segera kesana.”

***

Tiffany,Siwon dan Eomma Tiffany menatap ekspresi Kai yang tidak biasa setelah menerima telpon dari Chanyeol. Mereka mendengar percakapan Kai dengan Chanyeol karena memang saat ini Kai berada di ruang rawat Eomma Tiffany.

“ Kau kenapa?. Ada apa denganWendy ?.” Tanya Tiffany bertubi tubi karena penasaran.

“  Wendy kecelakaan.” Mereka langsung terkejut. Kecuali Siwon yang tidak tahu siapa itu Wendy.” Apa noona mau ikut?.” Sebenarnya Tiffany sangat khawatir dengan keadaan Wendy,tetapi dia belum bisa bertemu Chanyeol apalagi jika dia membawa Siwon bersamanya. Dia tidak ingin membuat hati Chanyeol semakin sakit.

“ Nanti saja,aku menyusul.” Jawabnya.

“ Baiklah,aku pergi.” Kai langsung keluar dari ruang rawat kemudian menaiki lift untuk bisa sampai di lantai 3. Untung saja Wendy dibawa ke rumah sakit yang sama dengan Eomma Tiffany, sehingga tidak memakan waktu yang lama untuk sampai di depan ruang UGD, tempat Wendy di tangani dokter. Dan saat itu juga Kai melihat Chanyeol tengah duduk sendirian di kursi tunggu didepan ruang UGD.

“ Chanyeol, bagaimana keadaan Wendy?.” Ucap Kai dengan nafas yang tidak teratur karena lelah berlari.

“ Masih ditangani dokter. Kau duduklah dulu.” Kai bisa melihat wajah Chanyeol yang terlihat lesu dengan pakaian yang sedikit berantakan. Dia tahu Chanyeol pasti kelelahan,karena menunggu Wendy.

“kenapa Wendy bisa kecelakaan?.” Tanya Kai saat duduk disamping Chanyeol yang tengah memegang tas selendang hitam dan Kai tahu  itu milik Wendy.

“ Semua salahku. Seharusnya aku yang sekarang berbaring disana,bukan dia.” Rasanya Chanyeol ingin menangis didepan Wendy kalau perlu dia berlutut dihadapan gadis itu untuk meminta maaf atas keegoisannya selama ini.Dia benar benar khawatir. Jika terjadi sesuatu pada gadis itu,sungguh ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

“ Jadi Wendy yang menyelamatkanmu?!. Lalu kenapa kau tiba tiba pergi begitu saja?.” Chanyeol langsung menatap Kai. Tapi dia tidak mampu untuk jujur, jika dia telah patah hati karena Gadis yang disukainya telah memiliki tunangan.

Tatapan Kai langsung beralih pada seorang dokter yang telah keluar dari ruang UGD.Mereka berdua langsung menghampiri dokter tersebut.

“ Bagaimana keadaan Wendy, dok?.” Kai yang juga sangat penasaran dan khawatir. Memutuskan untuk bertanya duluan.

“ Apa kalian keluarganya?.” Tanya Dokter itu

“ Bukan dok, kami temannya.” Ucap Chanyeol

“ Lalu dimana keluarganya?. Apa masih berada di perjalanan?.”

Kai menatap Chanyeol seolah bertanya pada pria itu. Sedangkan Chanyeol tidak yakin dapat mengatakannya.” Hmmm…ibunya sedang tidak berada di korea dok. Mungkin besok beliau datang.”

Dokter pun hanya menganggukan kepalanya.” Jadi,apa kami boleh tahu keadaannya?.” Tanya Kai.

“ Gadis itu baik baik saja, karena kalian membawanya tepat waktu. Dia hanya mengalami sedikit pendarahan dikepala. dan kami sudah menjahit sedikit luka sobekan dikepalanya.” Jelas Dokter itu.

“ Syukurlah, terima kasih dok.” Chanyeol dan Kai merasa lega, karena sedari tadi mereka takut akan terjadi sesuatu yang buruk pada Wendy. Dokter pun belum mengizinkan mereka berdua untuk masuk karena Wendy akan di pindahkan ke ruang rawat inap.

Wendy masih berbaring diatas ranjang rumah sakit dengan perban yang melingkar di kepalanya.Sedangkan Chanyeol dan Kai menatap gadis itu disamping ranjang.

“ Chanyeol,aku beli minuman dulu. Kau jangan kemana-mana.” Kai pun pergi dari ruangan itu. Kai merasa kasihan pada Chanyeol,wajahnya begitu lemas mungkin terlalu mengkhawatirkan gadis itu.

Setelah Kai pergi Chanyeol duduk kursi samping ranjang yang di tempati Wendy.

“ Wendy kau membuatku khawatir setengah mati.” Ucap Chanyeol yang berbicara pada gadis itu yang masih menutup matanya.” Kata dokter kau baik baik saja,tapi kenapa kau belum bangun juga?. Apa kau tidak ingin bangun karena kau benci melihatku?.Iya, aku memang pantas dibenci. Tapi tolong maafkan aku. Maafkan aku karena selalu mengabaikan ucapanmu.” Chanyeol pun menundukan kepalanya disamping lengan Wendy, Air matanya kini mulai turun.

“ Ternyata jerapah ini bisa menangis juga.” Ucapan itu keluar dari mulut Wendy yang masih memejamkan matanya. Dan pria itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap gadis dihadapannya ini.

“ Kau…kau sudah sadar?.” Dengan terbata bata Chanyeol tersenyum kecil karena merasa senang gadis itu telah sadar.

“ Sejak perawat membawaku ke ruangan ini, sebenarnya aku sudah sadar. Tapi karena aku merasa lelah,makanya aku tertidur.” Jelas Wendy. Chanyeol tidak perduli dengan ucapan gadis itu tanpa disadari tiba tiba saja Chanyeol memeluknya yang masih berbaring di ranjang. Dan hal itu sangat mengejutkan bagi Wendy, Jantung gadis itu pun langsung berdebar kencang.Berbeda dengan pria itu yang masih belum sadar akan hal yang dilakukannya.

“ C-Chanyeol kenapa kau memelukku?.” Ucapan Wendy membuat Chanyeol sadar. Dan pria itu segera melepaskan pelukannya dan terlihat sikap salah tingkah dari keduanya.

“ Maafkan aku, aku tidak sengaja melakukannya.” Setelah ucapan Chanyeol itu terjadilah keheningan diantara mereka.Mereka berdua sama sama diam dengan pikiran masing masing. “ Ja-jadi kau menipuku?. Aku kira kau masih belum sadarkan diri,tapi ternyata kau malah tidur. Dasar tukan tidur.” Chanyeol tidak tahan dengan kecanggungan yang terjadi,makanya dia memutuskan untuk mengawali pembicaraan.

“ Apa?!. Terserah aku mau tidur atau tidak. Lagipula siapa yang menyuruhmu untuk mengkhawatirkan ku?!.”

Seketika keduanya menjadi diam dan tidak bersuara lagi.Dan tiba tiba pintu ruangan itu terbuka menampilkan Kai yang datang dengan membawa dua buah minuman kaleng dingin.

“ Kai ?.” Wendy masih bingung kenapa pria itu bisa berada disana.

“ Wendy kau sudah sadar?.” Saat Kai menghampiri Wendy.,pria itu memberikan satu kaleng minumannya kepada Chanyeol.

“ Kau kenapa bisa tahu kalau aku..”

“ Saat aku berusaha menghubungimu,yang menjawabnya malah Chanyeol. Makanya aku tahu kalau kau mengalami kecelakaan.” Jelas Kai sambil tersenyum pada Wendy.” Kau baik baik saja kan?.” Tanyanya.

“ Iya,aku tidak apa apa.” Jawab gadis itu singkat.” Kai maaf ya aku tidak bisa bernyanyi dikedaimu untuk sementara waktu,karena keadaan ku ini.” Wendy merasa tidak enak pada Kai,padahal pria itu sudah memberi uang sesuai perjanjiannya sejak lama.Tapi Wendy malah absen dari pekerjaannya.

“ Iya aku juga mengerti.” Tapi Wendy dapat melihat ada raut kecemasan diwajah Kai,disaat Kai menatap ponselnya.” Kai,kau kenapa?.” Tanya Wendy

“Hmm…Sebenarnya pegawaiku sudah menungguku.Tapi bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian disini.”

“ Biar aku saja yang menemaninya disini, Kai.” Sahut Chanyeol. Dan ucapannya itu membuat Wendy sedikit terkejut.

“ Eh,tidak tidak. Kalian pulang saja,aku berani kok sendiri.” Sebenarnya gadis itu merasa takut jika di rumah sakit sendirian,apalagi malam hari. Dia jadi ingat film horor yang menampilkan rumah sakit yang angker.

“ Hah,aku tidak percaya. Pokoknya malam ini aku akan menginap disini, titik !.” Ucap Chanyeol tegas.

“ Tapi ibuku pasti sebentar lagi akan datang. Jadi kau pulang saja okey ?!.”

“ Kau pikir kau bisa membohongiku?. Ibumu masih diluar negeri. Mana mungkin dia bisa sampai malam ini.” Kai merasa pusing melihat adu mulut diantara mereka. Sedangkan Wendy merasa bingung kenapa pria itu bisa tahu.

“ Sudah hentikan. Wendy kau tidak boleh sendirian disini.Benar kata Chanyeol,ibumu belum bisa pulang hari ini.” Akhirnya gadis itu tidak bisa membantah lagi. Kai pun segera berpamitan pada mereka dan pergi menuju kedainya.

Sementara Wendy menonton televisi, Chanyeol tengah menghubungi supirnya untuk mengirimkan pakaian ganti serta baju seragamnya untuk ke sekolah besok.

“ Chanyeol, dari mana kau tahu ibuku sedang di luar negeri.?” Tanya Wendy setelah Chanyeol selesai menelpon supirnya.Pria itu masih duduk santai di kursi sofa yang berada di kamar rawat itu. Jika dilihat kamar rawat Wendy memang cukup mewah dengan satu buah televisi,dua buah kursi sofa,lemari es kecil, lemari pakaian,kamar mandi, dan penghangat ruangan. Semua biaya sudah ditanggung oleh pria paruh baya yang  Chanyeol temui sore tadi. dan jika dilihat dari penampilan dan mobil mewahnya,pria paruh baya itu memang terlihat kaya. Sehingga tidak sulit untuk membiayai semua pengobatan Wendy.

“ Aku menghubungi ibumu saat kau masih ditangani dokter.” pasti eomma marah jika ada orang yang mengganggu pekerjaannya,batin gadis itu.

“ Apa,ibuku marah saat kau menelponnya?.”

“ Iya, bahkan dia menyuruhku untuk tidak menelponnya lagi.” Jawabnya jujur.” Sebenarnya ada apa dengan ibumu, kenapa dia seperti tidak peduli padamu?.” Pertanyaan Chanyeol membuat Wendy sedikit kesal. Kenapa pria itu harus peduli tentang itu. Biasanya dia tidak pernah peduli dengan urusan orang lain,apalagi menyangkut masalah pribadi.

“ Aku rasa itu bukan urusanmu.” Jawab Wendy singkat.” Sudahlah aku lelah,aku ingin istirahat.” Walau perkataan Chanyeol itu benar,ibunya memang tidak pernah peduli padanya. Tapi tetap saja mood Wendy jadi kacau saat membicarakan ibunya. Wendy memiringkan badannya kearah lain agar Chanyeol tidak bisa melihat wajah gadis itu yang kini tengah menangis merindukan ayahnya. Disaat ibunya tidak pernah peduli tentang hidup gadis itu dan lebih memilih pekerjaannya, Wendy selalu teringat dengan ayahnya yang dulu selalu menemani gadis itu kemana pun dia mau. Wendy punya ibu tapi dia hidup seperti tanpa ibu. Chanyeol menyesal seharusnya dia tidak perlu bertanya seperti itu pada Wendy. Entah kenapa ada rasa marah saat ibu Wendy mengacuhkan anaknya itu, padahal dia dan gadis itu baru berteman akhir akhir ini. Tapi Chanyeol seperti bisa merasakan kesedihan yang mungkin Wendy alami saat ini.

***

Keesokkan hari nya Wendy dikejutkan dengan kedatangan  Tiffany dan Siwon yang sengaja menjenguknya hari itu.

“ Miss Tiffany…” Wendy tersenyum senang saat Tiffany menghampirinya dengan membawa buah buahan dan sebuket bunga. Padahal gadis itu  tengah menonton televisi dan menikmati buah apel yang sudah Chanyeol kupaskan tadi pagi untuknya sebelum pria itu berangkat ke sekolah.

“ Bagaimana keadaanmu?. Maaf miss baru datang hari ini.” Tiffany menaruh buah buahan dan bunganya di meja dekat kursi sofa.

“ Oh tidak apa apa miss.Aku baik baik saja kok.”

“ Hai Wendy. Kita belum sempat berkenalan. Aku Siwon.” Tiba tiba Siwon menghampirinya dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan.

“ Iya,aku sudah tahu dari Kai.” Wendy pun membalas uluran tangannya.

“ Kau satu kelas dengan Kai?.” Tanyanya

“ Tidak. Kami beda kelas.” Siwon pun menganggukan kepalanya saat mendengar penuturan gadis itu.

“ Wendy eomonim sangat merindukanmu.Sore ini dia akan di operasi, makanya miss menjengukmu dulu.” Sahut Tiffany yang tengah fokus menata bunga yang ia bawa akan di taruh dimana. Agar ruanganya bisa lebih segar untuk penyembuhan Wendy.

“ Aku juga miss, salam dariku untuk eomonim.” Saat mereka tengah mengobrol, terdengar suara pintu yang digeser membuat ketiga orang diruangan itu menatap ke arah suara. Dan ternyata yang datang adalah teman teman Wendy.

“ Wendy…” Panggil Seulgi, Joy dan Irene yang menghampirinya dan memeluk gadis itu. Kemudian disusul dengan kedatangan Sehun,Kai,D.O,Baekhyun dan Chanyeol. Ruangan itu tampak ramai karena suara para gadis yang melepas rindu.

“ Hey,kalian harus ingat ini rumah sakit bukan mall.” Ucap Baekhyun menghentikan kebisingan mereka.

Kemudian mereka baru ingat jika di ruangan itu juga ada Miss Tiffany dan seorang pria yang mereka belum kenal.

“ Hallo miss Tiffany.” Ujar Baekhyun dan Sehun bersamaan. “hari ini kau sangat cantik. Setiap hari juga sih.” lanjut Sehun yang cengar cengir sendiri.

“ Miss Tiffany pria ini siapa?.” Tanya Baekhyun penasaran,karena baru melihatnya hari ini.

“ Dia ini sepupuku, sekaligus tunangan noona Tiffany.” Jawab Kai yang membuat suasana ruangan itu jadi sedikit berubah. Lebih tepatnya jadi kacau.

“ APA??.” Sehun dan Baekhyun yang mendengar perkataan Kai, tiba tiba pingsan karena terlalu keget mendengarnya.

“ Hah, mereka pingsan.” Ujar Seulgi. Sebenarnya bukan hanya Sehun dan Baekhyun yang merasa kaget,tapi para gadis yang baru datang juga ikut terkejut. Tapi mereka tidak selebay kedua pria itu. Dengan terpaksa Chanyeol,D.O dan Kai mengangkat mereka berdua ke sofa.

“ Biarkan saja mereka disitu. Nanti juga bangun sendiri.” Ujar Chanyeol.

“ Apa mereka salah satu penggemarmu,Fany-ah?. Makanya mereka begitu terkejut saat mengetahui kau sudah bertunangan.” Tanya Siwon menatap kekasihnya sambil tersenyum.

“ Oppa, kau jangan berbicara seperti itu. Aku jadi merasa bersalah.” Jawab kekasihnya itu yang masih memperhatikan kedua mahluk yang tengah terbaring di sofa.

“ Noona tidak perlu merasa bersalah. Mereka akan baik baik saja. “ Sahut Kai.

“ Baiklah, kami permisi dulu ya Wen. Kami harus mengurus operasi ibu miss.” Tiffany pun berpamitan dengan mereka semua.” Semoga kau cepat sembuh.” Ucap Tiffany pada Wendy.

Setelah 2 menit berlalu, Baekhyun dan Sehun pun telah sadar dari pingsannya.

“ Apa semalam kalian tidak tidur?.”Tanya Chanyeol yang tengah duduk di samping mereka.” Pingsan saja lama sekali. Kalian tidur atau pingsan?.” Mereka semua yang berada diruangan itu langsung tertawa mendengar penuturan Chanyeol.

“ Kalian ini benar benar menyebalkan.” Ujar Baekhyun.” Kenapa kalian baru memberitahu kami kalau miss Tiffany sudah bertunangan.”

“ Sia sia saja perjuangan kita mendapatkan miss Tiffany.” Sahut Sehun.

“ Makanya kalau punya mimpi jangan terlalu tinggi.” Ucap Seulgi.” Aku rasa pilihan miss Tiffany sudah tepat karena dia telah memilih pria setampan itu.” Baekhyun dan Sehun semakin dongkol saja dengan perkataan Seulgi.

“ Iya, miss Tiffany begitu beruntung dapat pria setampan itu. Aku jadi iri.” Ucapan Joy langsung mendapat tatapan death glare dari kekasihnya. “ Joy…”

“ Mianhe, chagi.”

“ Sudahlah. Ayo Sehun lebih baik kita pergi ke suatu tempat. “ Baekhyun langsung merangkul leher sehun agar mengikutinya.

“Hey,kalian jangan pergi ke club atau minum minum ya !.”

“ Tidak Chanyeol.Kau tenang saja, aku hanya ingin mengajaknya makan.” Sehun pun langsung setuju dengan ajakan Baekhyun jika itu menyangkut makan. Mereka berdua segera berpamitan dan keluar dari ruangan itu.

“ Ya sudah wen, kami juga pulang dulu. Tidak terasa sudah malam ternyata.” Ujar Irene dengan Joy,Seulgi,Kai dan D.O yang berpamitan pulang.” Jaga dirimu baik baik.” Kini tersisa mereka berdua didalam ruangan, ruangan yang semula ramai sekarang jadi sepi kembali.

***

“ Tuan Park, anda sudah pulang.” Salah satu pelayan menaruh segelas kopi di atas meja untuk seorang pria paruh baya yang baru saja datang dengan tas koper dan jas kerja yang tersampir dilengannya.

“ Kemana Chanyeol ?. Dia ada dikamarnya?.” Tanyanya pada pelayan itu.

“ Tuan, tuan Chanyeol tidak pulang dari kemarin.” Jawab pelayan itu yang masih menundukan kepalanya karena takut tuannya akan marah.

“ Apa?!. Dia tidak pulang?. Kemana dia?.”

“Katanya menemani temannya.”

Tuan Park pun segera menghubungi ponsel putranya itu, untuk menyuruhnya pulang.

“ Chanyeol,pulang sekarang !. Ayah tunggu dirumah.” Tanpa berlama lama Tuan park segera menutup sambungannya.

***

Chanyeol POV

Bagaimana ini ayah menyuruhku untuk pulang,sedangkan disini Wendy sendirian. Aku tidak tega meninggalkan dia sendiri. Tapi jika aku tidak segera pulang,ayah pasti akan marah besar padaku. Bisa bisa aku diseret pulang oleh bodyguard ayah jika aku masih membantah.

Aku masih menatap Wendy yang sedang asik membaca buku. Kemudian aku pun memberanikan diri menghampirinya.

“ Wen, aku…harus pulang. Ayahku menungguku dirumah.” Ucapku. Dan aku menatap dia seperti tengah berpikir sejenak.

“Oh, iya. Kau pulanglah,ayahmu juga pasti khawatir karena kau belum pulang dari kemarin.”

Meski dia mengizinkanku pulang,tapi kenapa aku sendiri tidak ingin pulang. Padahal setiap ayah pulang aku selalu semangat untuk pulang. Karena jarang jarang ayah bisa pulang. Ayah memang sibuk bekerja,tapi dia tidak pernah melupakanku dan tetap memperdulikan keadaanku.

“ Memangnya kau berani sendirian?.” Semoga saja kali ini dia mengatakan jika dia takut dan tidak ingin aku pergi.

“ Issh, kau ini selalu saja meremehkanku. Memang aku anak kecil,yang selalu ingin ditemani?!. Sudah sana pergi aku tidak apa apa.” Baiklah ternyata aku tidak bisa berbuat apa apa lagi. Selain menyutujuinya dan pergi menuju ke rumah.

***

Author POV.

Chanyeol telah sampai didepan rumahnya dan para pelayan datang menyambutnya.

“ Dimana ayah?.” Saat memasuki rumah,Chanyeol sempat bertanya pada salah satu pelayannya.

“ Tuan Park sudah menunggu anda di ruang kerjanya.” Tanpa berlama lam Chanyeol pun pergi menuju ke ruangan ayahnya. Sempat ada rasa takut, jika dia akan dimarahi oleh ayahnya. Tapi dia harus memberanikan diri untuk menjelaskan yang sebenarnya.

Setelah sampai didepan pintu ruang kerja ayahnya,dengan hati hati Chanyeol menyentuh knop pintu dan mulai masuk kedalam ruangan.

Dan benar saja ayahnya tengah duduk santai di kursi kebesarannya.Menatap putra satu satunya dengan lekat.Chanyeol langsung membungkukan badannya sebagai tanda hormat.

“ Appa aku pulang..” Ucap Pria itu yang masih berdiri didepan meja kerja Tuan Park.

“ Kenapa kau baru pulang. Kemana saja kau kemarin?.” Tuan Park langsung membenarkan cara duduknya menjadi lebih tegak. Dan tidak bersandar pada kursi.

“ Aku menginap di rumah sakit,temanku sedang sakit.”

“ Siapa yang sakit?. D.O?.Baekhyun?.atau Sehun?.”

“ Bukan mereka.Temanku yang lain.”

“Apa  seorang gadis?.” Chanyeol hanya menganggukan kepalanya. Begitu banyak pertanyaan yang ayahnya tanyakan dan juga sangat detail. Tidak adanya sosok ibu yang menjaga Chanyeol,membuat Tuan Park menjadi lebih protektif terhadap semua kegiatan putranya. Maka dari itu jika Chanyeol terlambat pulang, apalagi sampai tidak pulang. Ayah nya pasti akan memberikan banyak pertanyaan sampai detail keakarnya.

“ Apa dia kekasihmu?.” Tuan Park bertanya seperti itu karena baru kali ini Chanyeol menemani seorang gadis, sampai tidak pulang ke rumah.

“Bukan. Dia hanya temanku.”Walau jawaban Chanyeol singkat,tapi ayahnya bisa mengetahui putranya itu memang jujur.

“  Lalu kenapa kau mau menemani gadis itu?.” Tuan Park semakin bingung, gadis itu bukan kekasihnya tapi putranya malah mau menemani gadi itu.

“ Karena aku yang menyebabkan dia kecelakaan.”

“Apa?!.Kau membuatnya celaka?.”

“ Ceritanya panjang. Intinya aku yang harusnya mengalami kecelakaan bukan dia. Dia berusaha menyelamatkanku.” Jelasnya. Kini Tuan Park tengah berpikir sejenak.” Kau sudah minta maaf pada orang tuanya?.”

“ Belum. Orang tua nya,malah tidak mau menemuinya. Dan lebih mementingkan pekerjaannya sendiri.” Sekarang Tuan Park sudah mengerti mengapa putranya menemani gadis itu. Tuan Park merasa bangga dan senang mempunyai anak seperti Chanyeol yang mau bertanggung jawab  atas kesalahan yang dia perbuat.

“ Jadi gadis itu sekarang sendirian disana?.” Chanyeol menganggukan kepalanya.” Dia bilang dia berani sendirian disana.”

“ Chanyeol, perempuan mengatakan seperti itu karena dia gengsi menahanmu terus diasana,bukan berarti dia benar benar berani. Sekarang ayah izinkan kau menginap disana, sampai gadis itu sembuh.”

“ Ayah serius?. Tapi ayahkan sudah meluangkan waktu kerja ayah untuk pulang menemuiku. Tapi kenapa ayah malah menyuruhku tidak di rumah.”

“Chanyeol. Kita sebagai pria sejati, harus bisa melindungi perempuan. Dan bertanggung jawab atas kesalahan yang telah kita perbuat.”

Chanyeol begitu bangga memiliki ayah seperti Tuan Park. Ayahnya itu selalu mengajarkannya tentang kebaikan pada semua orang.“Baiklah, aku akan menuruti perkataan ayah. Terima kasih atas pengertian ayah selama ini.” Chanyeol memerkan senyum manisnya. Dan keluar dari ruangan ayahnya.

***

Wendy POV

Ruangan yang tadi siang begitu ramai sekarang berganti jadi sangat sepi. Sebenarnya aku sudah terbiasa sendirian, tapi jika itu dirumahku sendiri. Jika dirumah sakit ini aku selalu teringat film horor yang menampilkan latar rumah sakit. Ah,sudahlah Wen. Kau itu harus belajar berani. Lagipula tidak mungkin kan aku menahan Chanyeol disini setiap hari. Memang aku ini siapanya. Karena merasa bosan dengan tontonan di televisi, aku pun mencoba menganti channel yang lain siapa tahu ada drama yang bisa aku tonton.

“ Akhh…” Aku sedikit menjerit saat melihat hantu Valak di televisi yang tengah menayangkan film the conjuring. Karena tidak ingin menontonnya aku pun segera mematikan televisi. Tapi jika aku mematikan televisi suasana di ruangan ini terasa sepi dan mencekam. Ya ampun, kenapa tiba tiba ada tayangan film horor di televisi.

Trak…

Seketika lampu ruanganku padam. Ada apa ini kenapa tiba tiba lampunya mati. Aku sungguh takut dengan kegelapan, aku putuskan untuk berbaring saja dan menaikan selimutku sampai atas kepala. Tak terasa air mataku sudah menetes, biasanya ayah yang selalu memeluku disaat aku ketakutan karena gelap.

Author POV

Terdengar suara langkah  seseorang diruangan itu dan seseorang itu seperti tengah mendekati seorang gadis yang berbaring di balik selimut.

“ A-Andweee….jangan sentuh aku…Appa…Hiks..” Seseorang itu kini berdiri disamping ranjang dan menyentuh pundak gadis dalam selimut itu. Pundaknya bergetar menahan ketakutan,dan terdengar pula isak tangisnya.

“ Wendy,kau kenapa? Ini aku Chanyeol…”Setelah berpikir sejenak apa seseorang itu benar benar Chanyeol . Dia pun langsung menyibakkan selimutnya dan memeluk seseorang itu dengan cepat.

“ Chanyeol….hiks….Aku takut…” Chanyeol membalas pelukan gadis itu dengan mengelus rambut Wendy.

“ Kau tenang saja, ada aku disini.” Ujar Pria itu. “ Kenapa lampunya bisa mati?.” Gadis itu menggeleng cepat.” Aku tidak tahu, tiba tiba saja mati.” Jawabnya.

Sekarang mereka berdua tengah duduk di ranjang Wendy. Gadis itu tak mengizinkan Chanyeol duduk jauh darinya. Lampu ruangan itu masih padam,dan belum ada tanda tanda akan menyala.

“ Sekarang kau sudah tenang?.”

“ Iya, tapi kenapa kau bisa kembali kesini?. Bukannya ayahmu menyuruhmu untuk pulang?.”

“ Oh jadi kau ingin aku pulang.Baiklah aku pergi…” Tiba tiba tangan Wendy menahan Chanyeol. “ Anni..kau jangan pergi.” Sayang sekali Wendy tidak dapat melihat senyuman kecil Chanyeol yang tiba tiba terbit dari bibir nya.

“ Iya aku tidak akan pergi.” Chanyeol kembali duduk di samping Wendy. Itu hanya kejahilan pria itu saja yang berpura pura akan meninggalkannya.” Sebenarnya ayahku sendiri yang menyuruhku kembali kesini, menemanimu yang ternyata tengah ketakutan seperti tadi. Katanya kau berani sendirian.”

“Yah…karena lampunya mati makanya aku takut.” Suasana tiba tiba jadi hening.

“ Hmm..agar tidak bosan, bagaimana jika aku menceritakan cerita lucu?.”

“ Cerita apa?.”

“ Ini rahasia Baekhyun. Dia pernah ketakutan saat menerima tantangan dariku dan D.O untuk memasuki rumah hantu. Dan kami melakukannya pada malam hari. Dia masuk sendirian, dan yang paling lucu adalah logat baekhyun keluar.Seperti ini” Chanyeol pun mulai menirukan gaya Baekhyun.” Aah…jebbal…jinja…aahh jinja…Dan setelah itu dia bilang waa ya waa waaaaa disini nyerimin ya.” Wendy yang mendengar cerita Chanyeol langsung tertawa karena selain tidak menyangka Baekhyun yang seorang namja takut hantu, tapi juga ekspresi Chanyeol yang lucu saat menirukannya. “ Dia ketakutan tapi mulutnya tak bisa berhenti…Hahaha…” Mereka berdua pun tertawa bersama.

“ lalu setelah itu,Sehun juga masuk dengan sepupunya namanya Tao. Dia itu seorang atlet wushu, tapi dia malah takut dengan hantu. Sampai menangis setelah keluar dari rumah hantu. Hahaha….”

“ Kalau Sehun apa dia juga ikut ketakutan?.” Tanya Wendy.

“ Tidak dia malah menertawakan sepupunya itu. haha…” Wendy merasa senang malam ini, karena dia bisa melihat tawa Chanyeol begitu lepas.

“ kau kenapa diam saja?.” Chanyeol mulai menyadari gadis itu tidak ikut tertawa lagi. Tetapi malah menatapnya terus.

“  Tidak . Aku senang kau bisa tertawa seperti tadi.” Setelah ucapan Wendy tadi suasana berubah menjadi hening dan sedikit canggung.

“ Wendy,apa kau masih menyukaiku?.” Kenapa Chanyeol bertanya hal itu, jika aku menjawab aku masih menyukainya, apa dia akan menyuruhku untuk melupakannya?,Batin Wendy.

Lampu ruangan itu pun menyala. Dan hal itu bisa Wendy gunakan untuk mengalihkan pembicaraan mereka.

“ Wah,lampunya sudah menyala.” Ujar Wendy senang. Namun berbeda dengan tatapan pria itu yang masih menatapnya lekat.

“ Kau belum menjawab pertanyaanku Wendy.”

“ Sekarang kau boleh pindah. Aku ingin istriahat Chanyeol.” Chanyeol pun menuruti perkataan gadis itu dan segera turun dari tempat tidur Wendy. Dan Wendy segera merebahkan tubuhnya sambil menarik selimutnya hingga ke leher.

“ Selamat Malam.” Ucap Chanyeol saat melihat gadis itu menutup matanya.

***

Keesokkan paginya di hari minggu. Wendy sudah bangun duluan,dan melihat pria itu yang masih tertidur lelap di atas kursi sofa. Wendy turun dari tempat tidurnya dan keluar dari ruang rawatnya untuk mencari udara segar. Saat dia sudah keluar,ia melihat seseorang yang hendak menjenguknya.

“ Kai.”

Sekarang mereka berdua tengah duduk di kursi taman rumah sakit.

“ Kau kenapa masih pagi sudah kesini?. Kau menemani eomonim?.” Kai menggelengkan kepalanya saat Wendy bertanya padanya.

“ Tidak,aku memang sengaja datang kesini.” Jawabnya.” Kau kenapa keluar dari kamar rawat?.”

“ Aku bosan di ruangan itu terus. Aku ingin pulang ke rumah saja.”

“ Memangnya dokter sudah mengizinkan mu pulang?.”

“ Belum.”

“ Berarti belum saatnya kau untuk pulang.” Wendy menghela nafasnya kasar saat mendengar penuturuan dari Kai.

“ Wendy..boleh aku tanya sesuatu padamu?”

“ Tentang apa?.”

“ Tapi kau jangan katakan ini pada siapapun. Tipe pria ideal Seulgi itu seperti apa?.”

Wendy langsung tertawa saat mendengar pertanyaan Kai. Gadis itu kira Kai akan menanyakan tentang apa. Ternyata mengenai Seulgi.

“ Kenapa kau tertawa?. Aku serius.”

“ Iya,iya maaf. hmmm….aku tidak tahu pasti tapi Seulgi selalu berkata dia suka pria yang romantis dan seseorang yang sangat menyayanginya.” Jelas Wendy. “Memangnya kenapa?. Kau….menyukainya?.” Karena Wendy terlalu keras mengatakannya Kai pun langsung membungkam mulut gadis itu.” Stsss…jangan keras keras. Jika ada yang mendengar bagaimana?.”

“ Memangnya siapa yang akan mendengarnya di tempat sepi seperti ini.” Karena waktu masih menunjukan pukul 7 rumah sakit masih belum begitu ramai dengan kehadiran banyak orang.

“ Tapi kau jangan mengatakannya pada Seulgi atau siapa pun ya !.”

“  Beritahu tidak ya ?.”Kai pun langsung mencubit hidung Wendy. Sehingga gadis itu sedikit kesakitan dan memukul lengan Kai. Dan ternyata dari kejauhan sana ada seseorang yang tengah memperhatikan Wendy dan Kai yang tertawa bersama dan saling menjahili.

Chanyeol POV

Cahaya matahari yang masuk lewat jendela itu membuat mataku sedikit silau. Dan aku langsung tersadar jika hari sudah pagi. Saat aku tengah merenggangkan otot ototku. Aku melihat tempat tidur Wendy yang kosong. Aku heran kemana gadis itu pergi. Apa dia tengah berada di kamar mandi?. Setelah aku mengetuk pintu kamar mandi beberapa kali, dan aku buka pintu kamar mandi, tidak ada siapapun didalam sana. Aku pun berpikir mungkin dia pergi keluar kamar. Kemudian aku berjalan keluar kamar rawat, dan aku melihat dua orang tengah duduk di kursi taman. Itu adalah Wendy dan Kai. Sedang apa mereka disana?.

Dan untuk apa Kai datang kemari sepagi ini?. Kemudian aku melihat Kai menarik hidung Wendy dan mereka mulai menjahili satu sama lain. Wendy terlihat senang saat bersama Kai. Kenapa denganku tidak?. Dan aku pun langsung teringat pada pertanyaanku semalam yang aku layangkan pada gadis itu. Apa ini jawaban darinya. Bahwa dia sudah mulai melupakanku?.

Author POV

“ Wendy, ayo ikut aku !.” Chanyeol langsung menarik lengan gadis itu saat dia memutuskan untuk menghampiri mereka.

“ Chanyeol, kita mau kemana?.” Chanyeol tidak menjawab pertanyaan Wendy. Pria itu terus saja menariknya hingga membuat gadis itu dan Kai yang melihatnya jadi bingung.

“ Kai, sampai bertemu nanti.” Teriak Wendy saat dia sudah berjalan jauh dari Kai.

Akhirnya Chanyeol melepaskan Tangannya dari lengan Wendy, saat mereka sudah masuk ke kamar rawat gadis itu.

“ Kau kenapa tidak membangunkanku?. Dan kenapa kau pergi begitu saja. Aku mencarimu kemana mana.”

“ Maaf Chanyeol, aku..tidak tega membangunkanmu. Dan aku keluar karena hanya ingin mencari udara segar.”

“  Lalu kau menghubungi Kai untuk menemanimu,begitu?.” Kenapa dia begitu marah padaku, dan siapa juga yang menghubungi Kai, Batin Wendy.

“ Tidak aku tidak menghubungi dia.” Jawabnya jujur.” Kau ini kenapa sih, pagi pagi sudah marah marah. Iya aku tahu, kau pasti kelelahan karena mencariku. Aku tidak akan menyusahkanmu lagi. Karena tadi dokter sudah mengizinkanku pulang.”

Wendy segera mengemasi barang barangnya kedalam tas.

“ Kau bohong kan, kalau dokter mengizinkanmu pulang?.” Wendy masih fokus memasukan barang barangnya ke dalam tas, dan  menghiraukan pertanyaan Chanyeol.

“ Kau belum boleh pulang !.” Chanyeol langsung menahan lengan gadis itu.

“ Memangnya apa pedulimu?. Kau selalu saja memarahiku, aku membuatmu susah kau marah. Dan aku tidak mau membuatmu kesusahan lagi , kau juga marah. Sebenarnya apa maumu?!.” Bentak Wendy.

Kemudian terdengar suara seseorang yang membuka pintu kamar itu.

“ Wendy…” Ucap Seorang wanita paruh baya yang mengenakan baju kantor.

“ Eomma..” Wendy terkejut saat melihat ibunya datang menemuinya.

“ Siapa dia?.” Tanya Ny.Kim pada Wendy menunjuk ke arah Chanyeol.

“ Saya Chanyeol, yang saat itu menghubungi anda.” Chanyeol segera membungkukan badannya pada ibunya Wendy.

“ Oh, bisa kau keluar. Dan tinggalkan kami berdua !.” Tanyanya.

“ Baik.” Chanyeol langsung pergi meninggalkan ibu dan anak itu berbicara.

“ Eomma, aku merindukanmu.” Wendy memeluk ibunya karena senang bisa bertemu dengannya. Namun bukannya membalas pelukan putrinya, dia malah melepaskan pelukan gadis itu.

“ Aku kesini bukan untuk menemuimu. Tapi, aku sangat marah karena kau selalu merepotkan. Kau tahu aku hampir kehilangan kerjasama ku dengan para pemegang saham. Jika saja pria tadi terus terusan menelponku saat itu.”

“ Maafkan aku Eomma. Aku tidak tahu jika Chanyeol menghubungimu saat kau sedang rapat.” Wendy sudah menangis saat ini, dia selalu tidak tahan untuk mengeluarkan air matanya jika ibunya sudah memarahinya seperti ini.

“  Selalu saja kata kata itu yang aku dengar darimu. Mulai sekarang jangan menghubungiku lagi. aku selalu mentransfer uang ke rekeningmu. Apa itu masih kurang?.”

“ Tapi eomma aku tidak butuh uang, yang aku butuhkan adalah kasih sayang darimu. Aku ingin Eomma meluangkan waktumu untukku sebentar saja.”

“ Kau ingin aku meluangkan waktuku?. Sayangnya aku tidak punya waktu untuk hal itu.” Ny. Kim pun pergi meninggalkan Wendy yang masih menangis sesegukan. Semenjak ayahnya pergi, entah kenapa ibunya berubah dan tidak pernah memperdulikannya lagi.

Setelah melihat Ny.Kim keluar dari kamar rawat Wendy, Chanyeol kembali masuk kedalam.

Dan melihat kondisi gadis itu yang sudah menangis.

“ Wendy kau kenapa?.” Chanyeol langsung memeluk gadis itu. Wendy terus saja menangis di pelukan pria itu dan belum mau membuka suaranya.

***

@ Jeju island

Seorang gadis tengah berdiri di pinggir pantai, dan menikmati pemandangan. Sambil menghafalkan lagu yang akan dia bawakan lusa nanti didebut pertamanya sebagai penyanyi.

Sebentar lagi impian gadis itu akan segera terwujud. Telah lama gadis itu berlatih mengikuti audisi, kemudian training di salah satu management yang menaunginya.

“ Taeyeon…” Gadis itu langsung menatap ke arah seseorang yang memanggilnya.

“ Eomma….” Taeyeon menghampiri ibunya dan memeluknya erat. Ibunya pun membalas pelukan putrinya itu. “ Kenapa lama sekali?. Aku menunggumu dari pagi.” Ujar gadis itu.

“ Iya, maafkan eomma ya.”

“ Apa Eomma menemui Wendy dulu?.” Tanya gadis itu seperti tidak suka pada orang itu.

“ Iya, tapi eomma menemuinya hanya sebentar. Dan…eomma sudah memarahinya habis habisan.” Kalian pasti bingung ada hubungan apa antara Taeyeon dan Wendy. iya,mereka adalah Kakak dan Adik. Entah apa yang menjadi alasan Ibunya dan Taeyeon begitu membenci Wendy. Yang jelas ibunya memperlakukan Taeyeon sangat berbeda dengan Wendy

“ Memangnya dia melakukan apa lagi ?.”

“ Dia mengalami kecelakaan dan kekasihnya itu  malah menelpon ibu,  saat rapat dengan pemegang saham berlangsung.”

“ Kekasihnya?. Wendy punya kekasih?.”

“ Iya, sepertinya. Bahkan pria itu menginap di rumah sakit untuk menemaninya.”

“ Sudahlah tidak perlu dipikirkan.Bagaimana persiapan debutmu lusa nanti?.”

“ Pokonya ibu harus menonton langsung penampilanku. Batalkan semua pekerjaan ibu,Ok?!.”

“ Iya. Ibu akan datang.” Mereka pun berjalan menuju penginapan Taeyeon di jeju.

***

Chanyeol sudah berbicara pada dokter,dan Wendy diizinkan untuk pulang. Sekarang Chanyeol tengah mengambil motornya diparkiran. Sementara Wendy menunggunya di loby rumah sakit.

“ Ayo naik !.” Perintah Chanyeol saat memberikan helm nya pada gadis itu.

“ Chanyeol, aku tidak ingin pulang kerumah dulu.” Ujar Wendy.

“ Lho,katanya kau ingin pulang kerumah. Dokter sudah mengizinkan kau malah tidak mau pulang.”

“ Bukan begitu, aku akan pulang ke rumah kok. Tapi aku ingin jalan jalan dulu.”

Chanyeol mengerti jika gadis itu butuh waktu untuk menenangkan pikirannya. Dia pun berpikir, tempat seperti apa yang bisa membuat Wendy senang kembali.

“ Baiklah, ayo kau naik dulu. Aku akan ajak kau ke suatu tempat.” Wendy pun tersenyum senang,akhirnya Chanyeol mau mengajaknya jalan jalan.

Mereka pun sampai di taman fantasi Lotte World. Setelah membeli tiket masuk, Chanyeol langsung mengajak Wendy memilih bando mini mouse yang di jual di salah satu toko. Awalnya Wendy menolak untuk membeli bando itu, tapi karena Chanyeol memaksa dia pun akhirnya menuruti. Chanyeol sendiri yang memilihkan bando berwarna biru muda untuk Wendy.Setelah itu mereka pun berselfi menggunakan ponsel masing masing.

“ Kau ingin menaiki wahana apa?.” Tanya Chanyeol pada Wendy.

“ Roler coaster…” Chanyeol pun menyetujui nya dan menarik tangan gadis itu menuju wahana itu. Setelah lama mengantri, akhirnya giliran mereka yang menaiki wahana itu.

Setelah puas berteriak ria saat menaiki roler coaster, Chanyeol merasa senang gadis itu bisa tersenyum dan semangat lagi.

“ Wendy, ayo kita makan. Aku lapar.” Ajak pria itu. Namun Wendy masih ingin menaiki wahana lainnya.

“ Ayo kita naik Bungee Drop.” Wendy menarik nari tangan Chanyeol agar mau ikut naik denganya. (Bungee Drop sejenis wahana histeria lagi kalau di dufan,tapi lebih tinggi.)

Akhirnya Chanyeol pun menuruti kemauan Wendy. Padahal perutnya sudah kelaparan.Tapi demi membuat senang Wendy, dia rela menahan laparnya.

Karena hari ini hari weekend, semua wahana penuh dipadati orang orang. Mereka pun terpaksa ikut mengantri.

“ Chanyeol, ini punyamu kan?.” Wendy mengembalikan sebuah kalung pada Chanyeol.” Entah kenapa tiba tiba kalung itu ada di tasku.” Mungkin saat kecelakaan kalung itu jatuh ke tasnya Wendy,batin Chanyeol.

“ Kau buang saja !. Aku tidak membutuhkannya lagi.” Chanyeol malah mengembalikannya kembali pada gadis itu.

“ Eh,jangan di buang. Kalung ini kan masih bagus.”

“ Ya sudah kau saja yang pakai.”

“ Tidak, itu kan bukan untukku. Ini terserah kau saja mau dikemana kan.” Wendy pun berjalan mendahului Chanyeol karena giliran mereka yang menaiki wahana itu. Chanyeol yang duduk disebelah Wendy masih menatap gadis itu yang tengah memasangkan sabuk pengaman di perutnya.

“ Wendy, ada yang ingin aku katakan padamu.”

“ Nanti saja bicaranya. Sebentar lagi wahananya akan dimulai.”  Benar saja ternyata Bungee Drop itu sudah mulai naik ke atas secara perlahan.

“ Tidak aku ingin mengatakannya sekarang.” Wendy sendiri bingung apa yang akan Chanyeol katakan. Apa sangat penting sehingga harus membicarkannya sekarang.

“ Baiklah apa?.” Dan saat itu juga wahana itu turun dari ketinggian 45 meter.Membuat semua penumpang wahana itu menjerit.Begitu pula dengan Wendy yang ikut menjerit. Terkecuali Chanyeol yang malah berbicara sambil berteriak agar gadis disampingnya mendengar ucapannya.

“ Aku sudah melupakan miss Tiffany…..” Pria itu langsung membuang kalung yang di beli untuk Tiffany. Entah Wendy mendengarnya atau tidak, Chanyeol tetap terus berbicara.” Dan aku ingin, kau tetap menyukaiku…”

Setelah wahana itu berhenti, semua penumpang wahana langsung turun dan tampak orang orang berbisik bisik tentang Chanyeol yang berbicara tak jelas saat di atas tadi.

Chanyeol benar benar malu, baru kali ini dia melakukan hal yang memalukan dirinya sendiri.

“ Wendy,apa kau mendengar ucapanku tadi?.” Chanyeol bertanya pada gadis itu yang kini berjalan disampingnya.

“ Oh, tidak. Kau berbicara apa tadi?.” Sebenarnya Wendy mendengar dengan jelas apa yang pria itu katakan tadi. Tapi dia masih bingung, apa tujuan pria itu mengatakan hal itu. Dia tidak mau kegeer-ran dulu. makanya dia berbohong.

“ Apa?!. Kau benar benar tidak mendengar ucapanku?.”

“ Chanyeol ayo kita makan. Kau pasti lapar juga kan?!.” Gadis itu menarik lengan Chanyeol ke sebuah cafe.

Wendy tampak menikmati makanan yang dia makan, tapi pria dihadapannya ini justru malah sebaliknya. Padahal sebelum naik wahana tadi pria itu kan yang mengajak makan.

“ Chanyeol, kenapa kau tidak makan?.” Tanyanya.” Makanlah nanti kau sakit.”

“ Kau benar benar tidak mendengar perkataan ku tadi?. Kau tidak berbohong kan?. Padahal aku berada disampingmu, mana mungkin kau tidak mendengarku.” Chanyeol mulai merajuk karena kesal.

“ Sudahlah cepat habiskan makananmu. Setelah itu kita pulang !.” Ujar gadis itu.

Setelah Chanyeol mengantarkan Wendy sampai rumah, pria itu masih saja cemberut sedari tadi. Membuat perasaan Wendy jadi tidak enak.

“ Chanyeol, terima kasih ya, kau sudah mau mengajakku jalan jalan hari ini.” Pria itu hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya.“ Ya sudah aku pulang dulu.” Pria itu baru saja akan menghidupkan motornya kembali. Tapi Wendy memegang lengannya.

“ Tunggu, sebenarnya…aku mendengar semuanya.” Chanyeol begitu terkejut mendengar penuturan Wendy dan dia langsung turun dari motornya. Kemudian berdiri dihadapan gadis itu.” Kau…serius?.” Tanyanya kembali.” Iya aku mendengar ucapanmu diatas wahana tadi.”

“ Baiklah biar aku ulangi saja perkataanku tadi.” Tiba tiba Chanyeol menatapnya lekat.

” Wendy,aku…sudah melupakan miss Tiffany. Dan sekarang, aku mau kau tetap menyukaiku.Aku ingin kita menjalani pendekatan dulu.” Gadis itu pun menganggukan kepalanya. Chanyeol pun tersenyum mendengarnya.

“ Ya sudah,aku pulang dulu ya. Kau hati hati dirumah.”

“ Iya kau juga hati hati.”

    ***

Keesokan harinya Chanyeol menjemput Wendy didepan rumahnya untuk berangkat bersama menuju ke sekolah.

“ Selamat pagi Wendy…” Sapa Chanyeol menunjukan senyuman termanisnya.

“ Selamat pagi…” Gadis itu sudah siap dan segera menggunakan helmnya.

Setelah sampai diparkiran sekolah. Gadis itu turun dari motor Chanyeol dan memberikan helmnya pada Chanyeol. Wendy merasa semua orang tengah memperhatikan mereka berdua yang tiba tiba datang bersama. Apalagi Chanyeol banyak disukai para gadis.

“ Chanyeol, aku duluan ya.” Tapi Chanyeol menahan lengan Wendy.

“ Kau mau kemana?. Ayo ke kelas bersama.” Wendy langsung terkejut saat pria itu menggenggam tangannya. Dan menariknya menuju ke kelas. Chanyeol tidak perduli dengan tatapan semua murid padanya dan gadis itu. Dia terus saja menggenggam tangan gadis itu saat berjalan di koridor kelas. Wendy mencoba melepaskan genggaman Chanyeol tapi pria itu langsung menahannya.

Setelah mereka sampai didepan kelas, Wendy segera melepaskan tangannya dari Chanyeol saat melihat teman temannya memanggil namanya.

“ Kau sudah sembuh?.” Tanya Joy dan mereka berempat langsung berpelukan,melepas kerinduan mereka.

“ Iya, aku sudah sembuh. Aku merindukan kalian…” Ketiga sahabatnya itu membawa gadis itu kedalam kelas. Sementara Chanyeol mengikutinya dari belakang.

Kelas 3 sekarang tengah sibuk belajar untuk mempersiapkan ujian kelulusan sekolah dan ujian masuk perguruan tinggi. Sehingga setelah bel istirahat berbunyi, mereka yang dulu selalu pergi ke kantin, kini memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Selain disibukan dengan belajar, mereka juga disibukan dengan tugas tugas dari guru.

“ Wendy,aku tidak mengerti soal bahasa inggris ini.” ujar Seulgi yang memberikan buku nya pada gadis itu. lalu gadis itu pun mengajarkan apa yang Seulgi belum pahami.

“ Irene, kau kan jago matematika. Aku tidak mengerti soal nomor 11.” Sehun dan Baekhyun menghampiri meja Irene dan mendengarkan gadis itu saat menjelaskan soalnya.

Mereka benar benar fokus belajar saat ini. Terkecuali Chanyeol yang sekarang tengah memeriksa ponselnya yang bergetar diatas mejanya. Kemudian pria itu langsung membuka ponselnya itu dan ada satu pesan muncul di layarnya.

Bisa kita bertemu?.

Miss tunggu di taman belakang.

Jangan sampai ada yang tahu.

By: Tiffany.

Chanyeol bingung, dia harus menemuinya atau tidak. Tapi selagi teman temannya tengah fokus dengan buku bukunya. Dia pun segera pergi ke halaman belakang.

Dan benar saja gurunya itu telah menunggunya disana.

“ Ada apa miss memanggilku kesini?.” Ucap pria itu dengan suara yang pelan.Sebenarnya pria itu masih canggung untuk bertemu dengnnya.

“ Chanyeol, ada yang ingin aku katakan. Miss ingin meminta maaf padamu secara langsung, maaf baru kali ini aku mengatakannya. Aku benar benar tidak tahu jika kau…menyukaiku.” Tiba tiba saja Tiffany meneteskan air matanya karena merasa bersalah pada Chanyeol.

“ Sudahlah, aku sudah melupakannya. Awalnya aku marah pada miss, tapi setelah aku pikir kau sama sekali tidak bersalah.” Karena Chanyeol tidak tahan melihat seorang perempuan menangis, apalagi dihadapannya. Maka pria itu menghapus air mata di pipinya Tiffany.

“ Maaf aku lancang.” Chanyeol pun menurunkan tangannya pada pipi Tiffany.

“ Tidak apa apa. Jadi, apa kau mau memaafkanku Chanyeol?.” Pertanyaannya itu langsung di beri anggukan oleh Chanyeol.

“ Sekarang aku merasa tenang. Aku doakan semoga kau mendapatkan gadis yang lebih baik dariku. Terutama yang lebih muda dariku.”  Tiffany pun tersenyum mengatakannya. Sementara Chanyeol tertawa kecil saat mendengar penuturan Tiffany.

“ Iya, sebenarnya aku juga tengah menjalani pendekatan dengan seseorang.”

“ Benarkah?. Miss ikut senang mendengarnya.”

“ Aku juga berdoa semoga miss bisa hidup bahagia dengan tunangan miss.” Tiffany hanya menganggukan kepalanya sambil tersenyum pada pria itu. “ Ya sudah, kaalu begitu miss kembali ke ruang guru ya. Bye..” Namun saat Tiffany hendak berjalan kakinya menginjak tanah yang basah dan licin. Hampir saja dia akan terjatuh ke belakang jika tidak ada Chanyeol yang menahannya.

“ Maaf Chanyeol, miss jadi mereporkanmu. Terima kasih ya.” Tiffany segera berdiri dan melanjutkan perjalanannya.

“ Iya hati hati miss.”  Sementara Chanyeol masih diam di situ sambil mengamati pemandangan danau di hadapannya. Dia merasa lega, akhirnya masalahnya dengan Tiffany sudah selesai. Sekarang yang perlu dia pikirkan adalah menata masa depannya satu persatu.

Baik Tiffany maupun Chanyeol tidak ada yang menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang berdiri di balik pohon besar di halaman itu. Tengah memotret kebersamaan mereka tadi.

Dan sekarang seseorang itu tengah tersenyum miring memandangi foto yang dia dapat, yang mungkin bisa membuat kehidupan Tiffany maupun Chanyeol berubah.

TBC

Halo chingu, balik lagi nih dengan chapter yang baru.

Makasih banget atas motivasi dan kesetiaan chingu pada ff yang gaje ini hehe.

Gila, di chapter ini saya bongkar sebagian kehidupan Wendy yang ternyata punya ibu dan kakak yang membencinya. Penasaran kan, apa penyebab mereka bisa membenci Wendy?.

Terus, siapa ya kira kira seseorang yang sudah memotret Tiffany dan Chanyeol ?

Saya juga ambil sebagian cerita saat Chanyeol nyeritain Baekhyun ke Wendy. Itu saat Exo Show Time tantangan di rumah hantu. hehe…disitu Chanyeol memang bilang logat Baekhyun keluar.

Nah, tunggu saja cerita selanjutnya ya…

And dont forget to coment,like,and critic nya.

Anyeong chingu….

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Because I Love You (Chapter 4)

  1. Wendy jadi kayak Cinderella yg dibenci mak sma kakaknya cuma bedanya ini mak dan kakak kandung.. 😀
    akhirnya Wendy dan CY pdkt jga..yeayy..
    itu siapa sih yang photo” sembarangan, iseng ajah tu orang..
    penasaran sama next chaptnya.. keep writing ya thor.. Fighting..

  2. Kasian banget wendy punya ibu dan kakak yang ngebenci.y.Tp knpa mereka benci banget yah sama wendy.Terus yg ngefoto chanyeol dan miss tiffany siapa ya? Jd penasaran.D tunggu next chap.y

  3. Hwa…………..Joah joah joah,aduh yuh siapa lg y iseng moto-moto,hah wendy kmu y bahagia ya sm abang ceye….Aduh Oppa Dyo gitu amet ama Si Joy 😀 ,Hah ternyata eh ternyata si kai naksir ama Seulgi Hahahahaha,lah tuhkn SeBaek pada sakit hati,Bwahahahahahaha.Kasian si wendy sih,lah kok eonninya si taeyeon,kn g bs marah aku ama taeyeon,lg suka2nya ama taeyeon in,hahahahaha,hah appanya ceye JJANG KEREN deh,pinter banget ngedidik anak mnjdi laki2 sejati,joah oppa joah joah joah

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s