INTRO -anneandreas

Intro

I N T R O

an absurd school life – romance story in T rating and ficlet length.
staring by EXO Xiumin a.k.a Kim Minseok and Reen as OC
supported by Infinite Jang Dongwoo

.

©anneandreas2k17

“Hoy, Minseok!” suara bariton milik Dongwoo menggema di seluruh koridor.

Minseok, si empunya nama yang baru saja keluar dari ruang guru seraya menenteng tas laptop itu hanya mengalihkan atensinya singkat ke arah sumber suara. “Wae?” sahutnya santai tanpa menghentikan langkah.

“Kau sudah dengar? Ternyata gosip itu bukan hoax, mereka benar-benar datang!” ucap Dongwoo antusias.

“Siapa?” tanya Minseok datar, ia sudah sangat terbiasa dengan sikap antusiasme karibnya itu. Bahkan terkadang ia ingin menyarankan Dongwoo untuk menjadi seorang presenter acara gosip selepas kelulusan mereka dari sekolah nanti.

“Anak-anak pertukaran pelajar dari Asia!” jawab Dongwoo yang membuat Minseok menoleh dan mengangkat sebelah alisnya, tanda ia benar-benar tak mengerti dengan arah pembicaraan Dongwoo sejak tadi.

Dongwoo menghela napas kesal. Berbeda dengan dirinya yang sangat up to date tentang gosip, sahabatnya yang menyanggah gelar ketua kelas dingin di tahun kedua pendidikan mereka ini benar-benar tidak peduli dengan gosip. Tidak, tidak hanya gosip, Minseok juga tidak peduli dengan murid-murid perempuan manis di kelas mereka, juga adik-adik kelas imut, dan kini Dongwoo berspekulasi bahwa karibnya ini juga tidak akan peduli dengan murid-murid pertukaran pelajar yang berasal dari seluruh Asia. Dan semua hal itu membuat Dongwoo berpikir lebih baik Minseok menjadi seorang tentara atau mata-mata rahasia saja selepas kelulusan mereka nanti.

Heol. Kau memang benar-benar seorang freeze man. Aku semakin yakin untuk menyarankanmu menjadi seorang tentara.” ucap Dongwoo dengan nada yang dibuat-buat agar terdengar serius.

“Aku akan menjadi seorang penyanyi. Lihat saja nanti.” jawab Minseok seraya tertawa.

“Ya ya ya. Kau akan menjadi seorang penyanyi, khusus di camp untuk menghibur laki-laki yang sedang menjalani wajib militer.” ketus Dongwoo yang membuat tawanya semakin terdengar renyah. Minseok menggumam tak peduli.

“Nikmatilah masa pubertasmu, man! Kita masih di tahun kedua, hidup akan lebih indah jika kau mau mencoba untuk dekat dengan seorang gadis.”  bujuk Dongwoo, entah sudah kali keberapa ia membicarakan hal ini pada karib dinginnya itu.

Minseok hanya tersenyum sambil mengangkat sebelah tangannya ringan, ia sendiri sudah merasa bosan dengan kalimat persuasi yang kerap kali dibicarakan Dongwoo. Dan ia yakin setelah ini Dongwoo akan mulai berpidato panjang lebar tentang pentingnya dekat dengan seorang gadis. Bahkan memikirkannya saja sudah membuat Minseok bergidik ngeri. Namun beruntunglah dirinya, tikungan menuju kelas mereka sudah ada di depan mata, setidaknya ia bisa menahan karibnya itu untuk berpidato setidaknya sampai kelas bubar nanti sore.

“Aah.. Jinjja! Nuguseiyo?” ucap Minseok spontan kala tubuhnya terhuyung beberapa langkah ke belakang akibat benturan keras yang belum ia ketahui-

Seorang gadis yang sedang jatuh terduduk di hadapannya.

-penyebabnya.

Butuh beberapa sekon bagi Minseok untuk mencerna kejadian ini. Namun belum sempat dirinya bereaksi,  gadis di hadapannya itu -yang baru saja jatuh terduduk- segera bangkit dan menunduk singkat di hadapannya sembari mengucap “I’m sorry.” lalu melangkah meninggalkan mereka, Minseok dan Dongwoo, yang masih mematung di tempatnya berdiri.

“Aku tidak pernah melihat wajah murid perempuan itu. Apakah mungkin ia salah satu dari murid pertukaran pelajar itu?” sebuah kalimat terujar dari bibir Dongwoo, entah merupakan pertanyaan untuk Minseok atau untuk dirinya sendiri. Tapi yang jelas, sebuah senyum tiba-tiba merekah di bibirnya.

“Kalau memang ia merupakan murid pertukaran pelajar, kau harus mengajaknya berteman, setidaknya kalian sudah memulainya dengan bertabrakan. Ehee~ Mungkinkah ini takdir Tuhan..” ucap Dongwoo dengan nada menggoda, membuat Minseok hanya menggumam “terserah” lalu melanjutkan langkahnya di balik tikungan.

-I-N-T-R-O-

Minseok mengambil ranselnya yang tergeletak di pinggir lapangan futsal dan menenggak air dari dalam botol yang ada di sana. Bermain sedikit setelah jam sekolah usai -meskipun dengan masih berseragam lengkap- merupakan hal yang sudah biasa dilakukannya, terlebih jika Dongwoo sedang berlatih dance bersama klub ekstra kulikulernya, seperti hari ini.

Sudut mata Minseok menangkap bayangan seorang gadis berseragam sama dengan dirinya sedang duduk di kursi bawah pohon. Biasanya ia tidak pernah tertarik dengan siapapun yang ada di sekitar lingkungannya, termasuk adik-adik kelas imut yang suka secara diam-diam atau bahkan terang-terangan menonton mereka bermain futsal.

Dan akhirnya Minseok menghabiskan beberapa sekon berikutnya masih dengan memandangi murid perempuan itu hingga akhirnya ia menyadari bahwa gadis itu adalah seseorang yang ia kenali. Entah makhluk apa yang merasukinya, secara otomatis ia melemparkan botol minumnya kembali ke dalam ransel, memberi kode “Aku pergi sebentar.” pada teman-temannya di lapangan futsal lalu berjalan mantap ke arah gadis itu dan berdiri di hadapannya.

“Hey, kau murid perempuan yang tadi pagi bertabrakan denganku di tikungan depan kelas, ‘kan? Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Minseok santai sedangkan gadis yang sedang duduk di hadapannya memandang Minseok sambil mengernyitkan dahinya. Terkutuklah Dongwoo yang selalu menyarankannya untuk bersikap ramah pada gadis-gadis. Ini kali pertama ia mencoba ramah pada seorang gadis namun gadis itu malah tidak memberi-

“Excuse me, i don’t understand what do you talking about.”

-tanggapan.

Kini ganti Minseok yang mengernyit, setelah tadi pagi ia mengucap “I’m sorry.” kini ia mengucapkan serentet kalimat berbahasa Inggris yang cukup lancar untuk ukuran siswa Korea. Mungkinkah gadis ini benar-benar murid pertukaran pelajar?

Are you student exchange?” tanya Minseok dengan menggunakan bahasa Inggris seadanya, yang ia harap tidak terdengar memalukan.

Murid perempuan itu tersenyum samar, yang bagi Minseok tampak manis, dan mengangguk, “Yes.”

Hening sempat menyelimuti mereka berdua sebelum akhirnya gadis itu mengucap lagi, kali ini dalam bahasa Korea yang terdengar sedikit kaku, “Aku sudah belajar bahasa Korea, namun mendengarmu berbicara begitu fasih membuatku kesulitan menangkap maksud kalimatmu.”

Minseok tersenyum cerah, “Kau bisa mencariku jika kau ingin kursus gratis bahasa Korea, aku ada di kelas 2-4. Apakah kau juga siswi tahun ke dua?”

“Aku siswi tahun pertama.” jawabnya.

“Ah, kalau begitu kau adalah adik kelasku. Baiklah adik kelas pertukaran pelajar, jangan segan-segan mencariku, ya!” kata Minseok lagi, belum kehilangan senyum cerahnya.

Gadis itu mengangguk.

“Kim Minseok.” katanya lagi sambil mengulurkan tangan.

Minseok melihat gadis itu tersenyum hangat lalu mengulurkan tangannya, menyambut uluran tangan Minseok, dan menjawab ramah, “Reen. Reen Kukyia.”

“Hoy, Minseok!” suara bariton Dongwoo lagi-lagi menggema, kali ini dari depan gedung tidak jauh dari mereka. Minseok menoleh lalu melambaikan tangan ke arah karibnya itu, “Tunggu sebentar!” jawabnya.

“Aku pergi dulu, Reen-ssi. Sampai bertemu lagi.”

Reen tersenyum cerah lalu melambaikan tangannya ringan, membuat Minseok otomatis ikut tersenyum dan melambaikan tangannya sebelum berbalik arah dan berjalan menghampiri Dongwoo.

“Uwoow. Kau berbicara dengan seorang gadis? Siapa dia? Sepertinya wajahnya asing tetapi tidak asing.” teror Dongwoo tepat setelah karibnya itu ada di hadapannya.

“Murid pertukaran pelajar yang tadi pagi bertabrakan denganku.” jawab Minseok santai, lalu melanjutkan langkah meninggalkan Dongwoo yang masih berdiri di belakangnya.

Jinja?!” sahut Dongwoo tak tampak menutupi keterkejutannya.

“Kau bilang aku harus mulai berteman dengan seorang gadis.”

Sebelah alis Dongwoo terangkat heran, kemudian sebuah lengkung sempurna tercipta di bibirnya. Dongwoo mengejar Minseok lalu menepuk punggung karibnya itu dengan semangat.

Hee~ Sepertinya freeze man kita sudah mulai mencair.”

Minseok tertawa, “Doakan saja. mungkin ini benar-benar takdir.”

.

.

.

fin.

//P.S//
I repost my own FanFic from here
Thanks for comment and enjoy the Event

Iklan

18 pemikiran pada “INTRO -anneandreas

  1. Cerita menarik sekali. Ide sederhana cukup mainstream tapi menarik untuk dibaca.

    Untuk alur buat aku yg cuma pembaca dan penikmat ff dan novel ini cukup bagus dan enak dibacanya. Tapi sih ya kak saran aku sih mungkin beberapa kata ditiap kalimat, kaya karibnya, sekon dll. Menurut aku kata2 itu kurang familiar di baca di sebuah ff, kayanya lebih enak kalo dibaca sahabatnya atau detik gitu hehe. Itu saran aja ya kak, tapi kalo kakak nyaman dengan kalimat itu juga gamasalah aku cuma ngerasa gitu aja.

    Aku gapinter nulis comment jadi ya menurut aku ceritanya menarik, cuma bermasalah di bagian kata2 di beberapa kalima itu ajaaa hehe^^

    • Halo Meita,
      Makasih sudah mampir dan makasih juga reviewnya yaaa..
      Hehehe gakperlu pinter nulis komen kook, semua author bisa interaksi sama readers pasti udah bahagia.. >.<

  2. Cerita menarik sekali. Ide sederhana cukup mainstream tapi menarik untuk dibaca.

    Untuk alur buat aku yg cuma pembaca dan penikmat ff dan novel ini cukup bagus dan enak dibacanya. Tapi sih ya kak saran aku sih mungkin beberapa kata ditiap kalimat, kaya karibnya, sekon dll. Menurut aku kata2 itu kurang familiar di baca di sebuah ff, kayanya lebih enak kalo dibaca sahabatnya atau detik gitu hehe. Itu saran aja ya kak, tapi kalo kakak nyaman dengan kalimat itu juga gamasalah aku cuma ngerasa gitu aja.

    Aku gapinter nulis comment jadi ya menurut aku ceritanya menarik, cuma bermasalah di bagian kata2 di beberapa kalima itu ajaaa hehe^^

    • Halo Widya, makasih sudah mampir dan komen yaa..
      FF ini kebetulan prequel, sequelnya dalam bentuk chapter, sudut pandangnya beda kalo di sini kan lebih fokus ke Xiumin, yang di sequel lebih fokus ke Reen nya..
      Judulnya Tell Me When It First Snows /malah promosi wkwk..

  3. Hai penulis, let me tell you what I think about your story…

    dari idenya masih sederhana banget dan alur ceritanya belum matang, mungkin karena ini masih ficlet dan pendek ya.. bahasa yang digunakan juga ringan dan mudah dimengerti 🙂

    Mau koreksi mengenai penulisan, ini salah satunya :

    “Uwoow. Kau berbicara dengan seorang gadis? Siapa dia? Sepertinya wajahnya asing tetapi tidak asing.” teror Dongwoo tepat setelah karibnya itu ada di hadapannya. => Kalau kata setelah dialog itu kata kerja, sebelum tanda petik itu tanda bacanya koma, jadi yang benar seperti ini : “Uwoow. Kau berbicara dengan seorang gadis? Siapa dia? Sepertinya wajahnya asing tetapi tidak asing,” teror Dongwoo tepat setelah karibnya itu ada di hadapannya.

    itu salah satu contohnya ya, kayaknya hampir semua dialog yang sejenis itu masih salah.

    Oke segitu aja masukannya, good job! Keep writing ya …

  4. Minseok tipe tipe cowok cuek gitu ya 😂 biasanya cowok kayak gini standart ceweknya tinggi, mungkin emang Reen itu masuk kriteria dia makanya nyantol. Enak ya si Reen :v baru pertama jadi anak pertukaran pelajar udah ketemu cogan😄 very lucky ^^ Betewe jadi pen punya sahabat kayak Dongwoo, kocak/eh

    Ceritanya udah bagus thor, bahasanya simple, mudah dimengerti, cuma mungkin alurnya agak kecepatan aja tapi mungkin karena ini pendek ya jadi harus ada yang dipercepat, but it’s oke thor

    Aku mungkin ada beberapa saran, anggap aja kita saling sharing, aku juga masih harus banyak belajar 😊 Bagian:

    “”Hoy, Minseok!” suara bariton milik Dongwoo..” Nah setau aku huruf “s” pada kata suara mestinya pakai huruf kapital. Karena dia bukan menjelaskan dialog dan udah masuk ke bagian selanjutnya. Kecuali kayak: kata, ucap, gumam, bujuk dsb itu baru pake huruf kecil dan setelahnya pake tanda koma sebelum ditutup sama tanda petik.

    Hal yang sama juga berlaku buat kalimat “”..ia salah satu dari murid pertukaran pelajar itu?” sebuah kalimat…” Nah huruf s pada kata sebuah juga harus pake huruf kapital

    “Gadis di hadapannya itu -yang baru saja jatuh terduduk- segera…” Mungkin biar lebih efektif, bisa diganti jadi “Gadis yang baru saja jatuh terduduk itu segera..” Bisa kan ^^

    “Sudut mata Minseok menangkap bayangan seorang gadis yang…” Kata bayangan itu kesannya seperti tidak nyata, mungkin bisa diganti dengan kata “sosok” untuk lebih memperjelas.

    Itu aja sih dari aku. Keep fighting thor 😊

  5. Masi ada lanjutannya kah?? Eumm kan ini prequelnya Tell me when it first snows seperti blasen komentar autor. Apakah ada lanjutannya lg thor?

    • sementara belom adaa.. dari intro ini lanjutnya ke tell me when it first snows, tamatnya di sana hehehe..
      kamu baca kah tell me when it first snows?
      betewe makasih sudah komeen.. >.<

  6. Akan ada lnjtn kisah cinta di sklh ini kah/cm smp sini ja? Ada siapa2 ja student xchange’ny, twins’ny reen ada? Para OCs lain yg sk di kapel2in sm 동생들ny umin? Kangen school life 😊 kbayang tar reen cpt mahir bahasa korea’ny krn di privat-in umin ☺ kan kt guru b. Korea’ny lay di exo’s showtime klo mo cpt bs b. Korea 빨리 여자친구 만나요 😘 wkt kul dulu pny bbrp tmn student xchange di kampus, dr korea, jpn, iran dll. Yg dr korea nm’ny 강서연 dy bk kls b. Korea grts & saya ikutan dr awal smp akhr, jd bs basic2 b. Korea dr 서연 tu.

    • Justru intro ini cerita prequelnya FF lama aku kak, FF chapter abal2 judulnya Tell Me When It First Snows..
      Cerita kaya awal pertemuan mereka gitu sampe mereka punya hubungan seperti di FF aku yg ituu..
      wkwkwkwkw iya bener kalo mau pinter cepet kudu punya patjar wkwkwkw..
      Iyaaah? Waaah asik beud bisa temenan sama orang koriyah aseli, kenalin sama seoyeon onnie :3

    • Oh.. dah prnh bc blm ya yg Tell Me When It 1st Snow itu 😕 kyny blm.. apa udah, ah tar cb search ff tu deh /pnasaran/
      Iya, sneng & bersyukur bgt ☺ bs knal, jd tmn even diajarin b. Korea grts 😁 Skrg 서연 dah nkh sm albanian n pny 1 daughter, mrk lg stay di NZ. Klo mo follow ig’ny @toskang84

    • Itu FF debut aku kak wkwkwkw, bahasanya masih abal-abal sekali buahahahha..
      chapter gitu diaa..
      waaaw jauh juga tinggalnyaaa, nti deh kalo aku iseng ku kepoin ignya hihihihi..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s