[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 5 — IRISH’s Tale

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   EXO`s Suho x TWICE`s Sana   |

|   mentioned Red Velvet`s Irene   |

|   Melodrama x Angst   |   Ficlet   |  Mature   |

2017 © Little Tale Created by IRISH

‘Several times a day
I get locked up in sad thoughts and cry’

warning: fiksi dengan konten dewasa tapi tidak berniat untuk menyebarkan hal ‘dewasa’ dalam segi negatif. Fiksi ini dibuat semata-mata untuk membuka wawasan terhadap dunia malam mengerikan yang selama ini dipandang sebelah mata. Cobalah, melihat dunia ‘mengerikan’ itu dari sudut pandang yang berbeda.

Related to: 1 | 2 | 3 | 4

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Cinta itu bagai monopoli, bagi Sana. Cinta bisa dia jual-belikan, sesuai keinginannya saja. Tergantung bagaimana hati Sana bergerak saat itu.

Lantas bagaimana orang-orang menilai Sana selama ini?

Jalang. Umpatan itu pernah Sana dapatkan ketika orang-orang tahu tentang apa yang dia lakukan selama ini untuk bertahan hidup.

Bukannya Sana bangga dengan sebutan itu. Tapi dia tidak punya pilihan lain. Menjadi pelacur di club malam bukanlah pilihan juga keinginannya. Bersetubuh dengan pria-pria dengan nafsu birahi tinggi di kamar sempit berbau menyengat juga bukan candu baginya. Tiap pagi terbangun dengan tubuh lengket lantaran sisa air mani juga tidak pernah membuat Sana bangga.

Keperawanannya telah direnggut, beberapa tahun lalu, oleh seorang pria tidak bertanggung jawab bernama Kim Joonmyeon yang kemudian menjualnya ke rumah bordir untuk jadi seorang wanita jalang.

Kehidupan juga tidak mudah bagi Sana. Dia punya dua adik yang harus disekolahkan, satu ibu sakit-sakitan yang harus disembuhkan, dan seorang ayah pemabuk hobi berjudi yang membutuhkan uang.

Tidak semua pelacur menjadi wanita murahan karena keinginan mereka. Tidakkah orang-orang tahu kalau menjadi perempuan liar seperti itu juga adalah siksaan bagi mereka?

Memangnya, orang-orang pikir selama ini mereka berbahagia saat berhubungan seksual dengan para pria? Tidak. Mereka juga kesakitan, mereka juga merasa seolah ingin mati. Mereka juga tidak ingin diperlakukan begitu.

Memang, desahan kotor yang keluar dari mulut para pelacur itu mungkin membuat orang-orang berpikir jika mereka mendesah karena senang. Padahal, tubuh mereka tersakiti. Harga diri mereka juga tersakiti. Martabat mereka sebagai wanita yang seharusnya dihargai, telah berubah menjadi sampah di mata orang lain.

Apa orang-orang tidak pernah merasa kasihan, pada mereka—para pelacur—yang kebahagiaannya di masa depan tidak akan dijamin oleh siapapun?

Hey, berhenti memandang mereka dengan sebelah mata. Mereka juga berusaha bertahan hidup dengan cara kotor seperti itu. Daripada mencuri, atau membunuh orang demi mendapat uang, bukankah cara mereka lebih baik karena merugikan diri sendiri?

Dibandingkan dengan mereka yang kaya raya karena menelan uang dari hasil jerih payah orang-orang susah yang kehidupannya pas-pasan, bukankah Sana yang mendapatkan uang karena kesakitan tiap malam, masih sedikit lebih baik?

“Semua ini karena kau.” suatu waktu Sana berkata, pada Joonmyeon yang dulu sekali dengan paksa merenggut mahkotanya karena keinginan untuk memuaskan birahi.

“Lagipula kenapa? Bukankah kau menyukainya juga? Kau senang saat mereka menyentuh tubuhmu, bukankah begitu?” tangan Joonmyeon bergerak nakal, diremasnya payudara Sana untuk menggoda si wanita, sementara Sana sendiri hanya pasrah.

Percuma bicara pada seorang seperti Joonmyeon. Sana sudah tahu benar kemana malam ini dia akan dibawa.

Joonmyeon dan puluhan lembar uang yang ditawarkannya adalah sesuatu yang tidak bisa Sana tolak begitu saja. Sana butuh uang, dan Joonmyeon butuh seks. Bisa dikatakan, hubungan mereka saling menguntungkan.

Sana juga tahu benar, dia bukan satu-satunya wanita yang tersakiti oleh Joonmyeon. Ada Bae Joohyun, yang berstatus sebagai istri dari pria kaya raya bermarga Kim itu—yang tiap malam harus rela menikmati tubuh Joonmyeon yang sudah Sana jamah duluan.

Bekas tubuh Sana tentu tidak hilang begitu saja dari tubuh Joonmyeon. Tapi Sana tidak lagi peduli. Hubungannya dengan Joonmyeon bukanlah perselingkuhan yang nantinya akan menyakiti Joohyun. Dia hanya menyuguhkan tubuh untuk menyenangkan Joonmyeon dalam semalam, itu saja.

“Istrimu menunggu di rumah, Joonmyeon-ssi.” Sana mengingatkan, kalau Joonmyeon tidak biasanya bertahan di club sampai lebih dari jam dua dini hari, karena tahu jika istrinya—yang berprofesi sebagai penulis—pasti masih terjaga dan menunggu sang suami pulang.

Tidak. Sana tidak mau disalahkan atas apa yang mungkin akan terjadi di kemudian hari pada rumah tangga Joonmyeon dan Joohyun. Dia hanya seorang pelacur yang tubuhnya diinginkan oleh Joonmyeon. Pikir Sana, kalau Joohyun kemudian tahu tentang apa yang Joonmyeon lakukan, sah-sah saja bagi wanita itu untuk menjadi jalang juga seperti Sana untuk membalas dendam.

Well, kadang Sana juga merasa bersalah. Kadang dia juga menangis karena rasa bersalah yang mengejar. Bagaimana tidak, dia menikmati tubuh pria yang sudah beristri sementara Sana tahu istri dari pria tersebut tengah menunggu di rumah dengan rasa cemas dan khawatir. Tapi Sana tidak peduli.

Begini cara Sana bertahan hidup. Dan meski menyakitkan, para wanita yang memiliki suami dengan hobi ‘bermain’ dengan wanita jalang juga harus menerima apa yang terjadi pada mereka.

Bukan.

Kalau para wanita di luar sana ingin menyalahkan para pelacur karena eksistensi mereka yang telah menggoda para pria, maka mereka sudah melancarkan tuduhan tidak berperasaan pada wanita-wanita penghibur tersebut.

“Joohyun tidak memuaskanku dengan cara sepertimu, sayang.”

Sana melengos mendengar ucapan Suho sekarang. Bukankah para pria egois? Mereka sudah punya satu wanita yang terikat janji sehidup semati dengan mereka, tapi masih juga berkeinginan untuk menyentuh tubuh wanita lain.

“Kalau begitu ajari dia cara yang benar untuk memuaskanmu.”

Tidak salah perkataan Sana sekarang. Bukankah Suho sudah punya satu wanita yang dimilikinya secara utuh? Mengapa mencari-cari tubuh Sana sebagai pelampiasan? Jika memang Joohyun tidak dianggapnya memuaskan, mengapa menikahinya?

“Kau sangat egois.” komentar Sana ketus, segera wanita itu melangkah turun dari tempat tidur, meninggalkan Joonmyeon yang masih bertelanjang dada di sana.

Sebenarnya, Sana sudah muak dengan kehidupannya. Dia lelah mencari-cari lingerie baru untuk dikenakan lantaran sikap kasar para pria yang suka merusak barang-barang miliknya—yang bagi Sana mereka menyakitinya secara finansial juga, tidak hanya menyakiti tubuhnya saja.

“Lantas mengapa kau selalu menggodaku dengan tubuhmu?” Joonmyeon balik menyalahkan.

“Aku membutuhkan uangmu.” Sana menyahut, sama sekali tidak berbohong karena nyatanya dia memang membutuhkan uang yang Suho miliki.

Bukankah sudah jelas, cinta adalah monopoli bagi Sana?

“Sebagai pria, aku juga butuh selingan yang lainnya. Bercinta dengan Joohyun saja tidak akan cukup bagiku.” Suho berargumen, masih membenarkan tindakannya.

“Kalau begitu bawa saja dia kemanapun dan setubuhi dia kapanpun kau mau.”

Sahutan Sana sekarang agaknya terdengar menggelikan di telinga Joonmyeon. Terbukti dengan bagaimana pria itu tertawa sekarang.

“Kau terdengar seolah melarangku untuk bercinta dengan wanita jalang sepertimu. Apa kau tidak suka jika para pria datang ke sini, huh? Lalu, untuk apa kau jadi wanita jalang kalau bukan untuk memuaskan para pria?”

Sana menghembuskan nafas panjang, ia berbalik untuk menatap Joonmyeon sejenak sebelum akhirnya dia menjawab.

“Yang aku katakan adalah, kau sudah menyakiti wanitamu karena kau bersetubuh dengan wanita jalang. Yang aku butuhkan, adalah uangmu, Joonmyeon-ssi. Tapi yang istrimu butuhkan adalah cinta darimu.

“Tidak masalah bagiku bahkan jika kau tidak lagi datang dan membayarku atas kepuasan yang aku berikan dengan tubuhku. Tapi bagaimana dengan wanitamu? Apa kau bisa menebus rasa sakit yang ia dapatkan apabila dia tahu kelakuanmu selama ini?”

Ah, ingatkan Sana kalau selama ini dia tidak pernah menyimpan perasaan apapun pada setiap pria yang tidur dengannya. Ingatkan semua orang, kalau para pelacur sebenarnya tak pernah punya niat untuk menyakiti hati wanita di luar sana yang prianya bersetubuh dengan tubuh kotor mereka.

Mereka, hanya memilih cara hidup simpel yang menguntungkan. Menjual tubuh demi mendapatkan uang, dan terkadang menjadi egois terhadap sumber uang tersebut hingga lantas tidak ingin melepaskannya.

Bukankah sekarang kehidupan wanita kotor itu terlihat dari sudut pandang yang berbeda? Bahwa mereka juga wanita, bahwa mereka juga sama merasa sakitnya, bahwa mereka… hanya ingin hidup dan mendapatkan kebahagiaan melalui uang karena mereka tahu keadaan mereka tidak akan membuka ruang kebahagiaan lain di masa depan seperti yang wanita lain miliki?

Lantas, mengapa semua orang masih menganggap mereka rendah sementara mereka saja sudah merelakan diri untuk diperbudak dengan cara yang sangat terhina hanya demi sesuap nasi dan memamerkan kebahagiaan yang mereka dapatkan dari menyakiti diri sendiri?

Mereka mungkin tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang pantas, sehingga uang menjadi sumber kebahagiaan yang mutlak dan ingin mereka miliki. Lalu, apa salahnya mereka sedikit pamer pada orang-orang lain kalau tujuan mereka adalah untuk membuktikan kalau sebagai wanita kotor, mereka juga bisa bahagia?

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Sedikit berasal dari true story yang beberapa bulan lalu aku denger dari ‘sudut pandang berbeda’ tentang para wanita malam. Selama bertahun-tahun ini secara pribadi aku juga memandang sebelah mata—bahkan menganggap rendah—mereka semua, dan ketika ngedenger cerita pribadi yang sedikit kuambil jadi fanfiksi ini aku justru nangis… mereka hidup dengan cara yang menyedihkan, gaes :”) mereka juga enggak pernah berharap untuk terlahir ke dunia kalau hanya akan berakhir jadi wanita penghibur.

Yuk mari, kita sedikit coba ngeliat semua hal dari sudut pandang yang berbeda. Jangan hanya dilihat negatifnya, coba seidkit geser sudut pandang kalian dan ane yakin kalian bakal dapet beberapa hal menarik lainnya.

DUH, OCEHAN APA SIH RISH, SAOLOH. SI SUHO HOLKAY ALIM KENAPA JADI BEGINI NASIBNYA. KESIAN MBAIREN DIRUMAH. HIKS.

P.s: EHANJIR KUTERGODA MASA SAMA COBAAN FIFTY SHADES DARKER… SEDIH AMAT ITU PILEM T.T

[    IRISH SHOW    ]

Iklan

23 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 5 — IRISH’s Tale

  1. Ping balik: [AFTERWORD] DEPRESSION (눈물병) — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 12 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 11 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 10 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 8 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 7 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 6 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  9. Bener juga itu. jadi inget tugas penelitian pas jaman SMA dulu. aku juga pernah wawancara wanita penghibur. tapi si wanita itu malah seneng jadi begituan.

    • Mbb ya sayangs :* yes, idup itu berat, tergantung gimana kita ngejalaninnya dan pilihan apa yang kita ambil XD wkwkwkwkkw pilihan mereka juga buat jadi kayak gitu kan?

  10. Tobat rish. Ceritamu jadi Rated semua sekarang
    Anw. Flownya boleh juga tapi entah kenapa di sini kamu terasa terlalu byk bertutur hahaha. Tdk sepenuhnya buruk sih dan pendapatmu juga ga sepenuhnya salah. Tapi aku tdk mengharapkan sebegitu byknya opini tampil dalam sebuah ff sampe plotnya jadi terasa kurang mencolok.
    Di samping itu, aku rasa banyak kalimat2nya mbak sana yg quotable dan agak si*lan juga, terutama bagian ‘bawa aja si Irene terus naena sama dia dimana pun kamu mau’ hei perempuan bukan properti
    Trs yg ‘ajari dia cara memuaskanmu’ itu juga aish ga ngerti rasa drama tapi agak lebih elit/? Lah dikit
    Keep writing, maaf so random.

    • Mbb Kak Li ~ BUAKAKAKAKA diriku udah tobat sama cerita rated, udah kembali ke jalan yang benar sekarang XD dan yes, aku baru sadar kalo banyakan monolog di ceritanya daripada percakapan, sedih )))))”: buaakkakaka itu kata-katanya dari mba2 yang kudenger ceritanya, untung masih inget dan bisa ketuang ke ini epep XD makasih ka ~

  11. Hm, kshn bgt sana, spt’ny junmen cinta’ny jg ke sana ya bkn ke iren, trus knp ga nkhn sana ja? Pa krn pernikahan’ny dah di atur klrg holkay, business marriage gt? Br x ni bc junmen sm iren di couple, kyny cucok ya klo dr nm mrk sm2 da 주ny. Trus knp sbg holkay (yg spt’ny cinta ke sana) tega’ny ngjual sana ke rmh bordil? Rela junmen wanita-yg I’m sure dy cinta tu, dinikmatin bnyk pria lain?! Bukan di jd-in slngkhn dy ja klo dy ga bs nkhn, kan sana ga menderita2 bgt jd’ny, plng cm tkanan batin dikit ngrasa brlsh ke iren.
    Ttg sudut pandang lain dr khdpn wanita kupu2 mlm ni prnh nntn di tyngn kick andy. Ga prnh fully ngjudge mrk happy/ga terpaksa dg khdpn mrk tu. It’s choice they’ve made to live. 50 sahdea prnh bc online 1x, emang bgs klo dr segi crita tp klo di visuali’in it’s too much for our culture here.

    • Mbb kak ~ wkwkwkwkwkwk ini aku engga bisa jawab asal muasal kawinnya begimandos yang jelas di tengah-tengah pernikahan itu akhirnya terjadi hal kayak gini XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkk dan yes, aku inget jelas gimana cerita ini aku dapetin dari narsum dan berujung diriku mewek sendiri kak :”) they don’t live happily, meskipun dapet uang..

  12. Well, memang seperti itulah manusia. Mereka cuma tahu luarnya saja. Meski tahu pun, sikap egois tetap menguasai. Sedalam apapun seseorang tahu kehidupan yg lain, ada beberapa hal yg tak diketahui. Oke sepertinya daku berceloteh gaje.

    Dan kak Rish, makasih telah menistakan biasku menjadi pria kaya yg brengsek 😂😂😂 kirain Irene yg jdi antagonisnya eh rupanya bkn /efek Irene keseringan jdi org ketiga/

    • Mbb ya sayangs :* buakakakakkaka begitulah adanya manusia ~ meski ff ini rated tapi ada maknanya juga XD dan yesh! akhirnya suho ternistakan wkwkwk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s