[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter Bonus

the one person is you re turn

The One Person Is You [Re : Turn On]

 

Tittle                           : The One Person Is You [Re : Turn On] – CHAPTER BONUS

 

Author                       : Dancinglee_710117

 

Main Cast                 :

  • Park Chanyeol (EXO)
  • Lee Hyojin (OC)

 

Other Cast                :

  • Kang Rae Mi (OC)
  • Park Jiyeon (T-Ara)
  • Jung Yong Hwa (C.N.BLUE)
  • Bang Yongguk (B.A.P)
  • Choi Jun Hong / Zelo (B.A.P)
  • Kim Himchan (B.A.P)
  • Oh Sehun (EXO)
  • Kim Jong In / Kai (EXO)
  • Park Yoora (Chanyeol Sister)
  • Kim Hyoyeon (SNSD)
  • Lee Young Nae (OC)
  • Jang/Choi Mira (OC)
  • Lee Jinhyo (OC)
  • Kimberly Hyun (OC)
  • And other you can find in the story

 

Genre                        : Romance, Friendship, Comedy (a little bit), and other

 

Rating                        : T

 

Length                       : Chapter

 

 

~Happy Reading~

 

[Apa yang dilakukan tokoh ff TOPIY ketika akhir pekan?]

 

  • Choi Jun Hong dan Kim Himchan

 

Hyung!, kurasa topi ini cocok untukmu!” Jun Hong menyodorkan topi yang dia maksud kepada Himchan.

 

“Oh ya?” kemudian Himchan memakainya, melihat pantulan dirinya yang mengenakan topi di cermin toko. “Bagus, mau beli yang ini?”

 

“Iya!” girang Jun Hong, “Kita beli sepasang!”

 

“Oke, as your wish.”  Ujar Himchan setuju, mengambil satu lagi topi yang sejenis dengan yang dipakainya kemudian membawanya ke kasir untuk dibayar.

 

“Mereka pasangan serasi.” Komentar penjaga kasir setelah kedua pria itu pergi. “Aku bukan fujoshi, tapi aku merasa mereka romantis.”

 

“Meski sangat disayangkan, tapi aku setuju.” Kata temannya yang juga memperhatikan gerak-gerik Jun Hong dan Himchan sejak mereka memasuki toko.

 

(akhir pekan Choi Jun Hong dan Kim Himchan : pergi jalan-jalan dan berbelanja)

 

***

 

  • Jung Yong Hwa

 

“Yong Hwa-ya! Coba kemari!”

 

“Iya kakek!”

 

Panggilan kakek Yoon mengharuskan Yong Hwa menghentikan kegiatan memasaknya. Pria itu buru-buru menghampiri kakek Yoon di teras rumah, meninggalkan Chan Hee yang kebingungan membedakan mana garam, mana gula.

 

“Ya ampun!” pekik kakek Yoon saat Yong Hwa sudah ada di depannya… dengan membawa pisau daging yang terciprat noda dara diujungnya. “KAU MAU MEMBUNUHKU YA?!”

 

“Eh? Ma-maaf kek!” Yong Hwa segera menyingkirkan pisau itu, “Kenapa kakek memanggilku?”

 

Kakek Yoon kembali tenang, “Tentang gadis kemarin. Siapa namanya? Hong Sil?”

 

“Hyojin, kakek.”

 

“Oh, kakeknya bernama Hyojin?”

 

“Bu-bukan, maksudku namanya Hyojin, kakek.”

 

“Lah! Iya kan!, kau bilang kakeknya Hyomin!”

 

“Nama gadis itu Hyojin, kakek, Lee-Hyo-Jin”

 

“Hah? Lee Hyori?”

 

“Bukan!, Hyojin! Lee Hyojin!”

 

“Apa? Hyorin? Min Hyorin atau Hyorin Sistar?”

 

(akhir pekan Jung Yong Hwa : memasak dan melatih kesabaran)

 

***

 

  • Lee Jinhyo

 

Pagi : bermain ponsel di rumah

 

“Lee Jinhyo! Pergi keluar sana!. Setidaknya bantu ayahmu di toko, dasar lelaki pemalas!”

 

Seruan ibunya membuat siswa SMA tingkat akhir itu bangun dari kasurnya dan berhenti memainkan ponsel.

 

“Baik.”

 

Siang : bermain ke warung internet

 

“Arah jam dua belas! Jam dua belas!”

 

“Yak Lee Jinhyo! Kau tidak takut dihajar ibumu?”

 

“Sudahlah!, main saja sampai puas sana!. Oi! Tembak sebelah kiri bodoh!”

 

Sore : pulang, istirahat, makan, mandi, dan makan lagi

 

“Dasar babi!, darimana saja kau baru pulang huh?!”

 

“Jadi ibu ingin aku pulang malam?”

 

Setelah itu Jinhyo mendapat pukulan telak bertubi-tubi oleh ibunya. Hingga malam dia harus merintih kesakitan di kamar karena sudah membangunkan macan yang terkena insomnia, yaitu ibunya.

 

(akhir pekan Lee Jinhyo : main dan menyusahkan orang lain juga dirinya sendiri)

 

***

 

  • Oh Sehun

 

Minggu pertama :

 

“Halo, Jong In? mau jalan-jalan?”

 

Minggu kedua :

 

“Halo, Hyojin? Mau aku traktir makan?”

 

Minggu ketiga :

 

“Halo, Mira? Bagaimana kabar anggota lainnya?. Eh, apa hanya ini data soal Park Yoora?”

 

Minggu keempat :

 

Sehun berdiam diri di kamarnya karena semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Hyojin dengan tugasnya, Jong In sibuk kencan buta, dan Mira memakinya karena dianggap mengganggu.

 

“Kurasa aku harus cari pacar…” lirihnya sedih. Kemudian ponselnya berbunyi.

 

“Halo, Jun Hong?”

 

“Oh Sehun, kau sedang sibuk?. Kalau tidak, mau pergi belanja denganku dan Himchan hyung?”

 

“Oke aku berangkat!” serunya semangat, “Siapa yang butuh pacar? Ahahaha!”

 

Euh, Sehun… lalu apa maksudnya kau mencari tahu soal kakak perempuan Chanyeol?. Huuuh… sudahlah.

 

(akhir pekan Oh Sehun : mencari kegiatan)

 

***

 

  • Kim Jong In

 

“Akhir pekan tidak boleh malas-malasan! Aku harus mengerjakan tugas, belajar, lalu mendapat nilai yang bagus!” ujarnya menggebu.

 

Ponselnya berdering, panggilan dari teman lamanya semasa SMA.

 

“Ya, halo?. Apa?! Kencan buta?. Apa katamu? Cantik dan seksi? Mahasiswi jurusan kedokteran?, oke aku berangkat sekarang!”

 

“Kau tidak sedang belajar untuk ujian?”

 

“Apa? Belajar itu cuma mitos!. Kau jangan mengatakan hal mengerikan seperti itu!. Oh iya, namanya bukan Kim Hyoyeon kan?”

 

(akhir pekan Kim Jong In : melakukan kencan buta dan gagal move on)

 

***

 

  • Park Yoora dan Kim Hyoyeon

 

Pagi : ketemuan, belanja, belanja, belanja~

 

“Eh, kau habis berapa?”

 

“Aku sedang hemat, jadi cuma lima ratus ribu won. Kalau kau?”

 

“Sama!. Ada diskon di toko sana, ayo pergi!”

 

Siang : istirahat, makan, makan, makan~

 

“Eh, makanannya enak…”

 

“Kau tahu si itu sedang hamil?”

 

“Tentu saja, dia kan sudah menikah…”

 

“Bla, bla, bla…”

 

Sore : belanja lagi belanja lagi belanja lagi~

 

Malam : pulang, dan terkapar di kasur masing-masing. Esoknya mereka menyesal dengan apa yang sudah dibeli dan apa yang sudah dimakan.

 

(akhir pekan Park Yoora dan Kim Hyoyeon : belanja, makan, menyesal)

 

***

 

  • Kang Rae Mi

 

Dari pagi sampai malam : di rumah, belajar, makan bersama keluarga, belajar, istirahat, belajar soal kosmetik, belajar ekonomi bisnis, belajar hukum, belajar apapun itu sebagai keharusan seorang calon pewaris utama grup Jaeguk

 

Bukannya tak ada yang unik dari tokoh satu ini. Tapi dia cukup normal meski di beberapa chapter yang lalu cukup mencurigakan.

 

(akhir pekan Kang Rae Mi : belajar)

 

***

 

  • Jang Mira

 

“Aku mau nge-band, aku mau ke klub, aku mau ikut party, aku mau pergi dari rumah, bertemu pangeran berkuda hitam lalu hidup bahagia selamanya~” gadis itu bergumam sendiri di pojok ruang belajar pribadinya. Meringkuk, memeluk lutut, memasang wajah menakutkan dengan kantung mata hitam seperti panda yang kena skizofrenia.

 

Guru Mira cuma bisa menggelengkan kepalanya heran di depan pintu masuk, tak berani melewati garis teritori yang gadis itu buat dari selimut dan seprei mahalnya.

 

“Padahal dia baru menyelesaikan lima soal matematika kelas enam SD.” Keluh guru privat yang sudah disewa orangtuanya.

 

(akhir pekan Jang/Choi Mira : terkurung di kamar untuk belajar)

 

***

 

  • Lee Young Nae

 

“Kau tidak main dengan teman-temanmu?” tanya ibu gadis yang sering dipanggil Lee Young itu ketika mendapati putrinya berdiam diri di kamar dengan komik, laptop, ponsel dan makanan ringan yang berserakan dimana-mana.

 

“Tidak.” Jawab Lee Young tegas.

 

Ibunya tak ambil pusing, sudah terbiasa dan memilih untuk kembali melanjutkan aktivitasnya. Lee Young masih terpaku pada layar ponselnya, memandang foto Sehun sejak zaman SMA sampai foto terbaru yang ada di SNS-nya.

 

“Ini foto baru!” ujarnya begitu dapat notifikasi, “Aku harus menyimpannya!” lanjut gadis itu sambil menekan tombol screenshot pada ponselnya.

 

(akhir pekan Lee Young Nae : stalker-ing?)

 

***

 

 

  • Bang Yongguk

 

‘tak!’

 

“Strike!”

 

Pukulan Yongguk tepat mengenai sasaran. Sudah sejak pagi pria itu pergi ke lapangan baseball untuk melatih otot tubuhnya sekaligus melakukan permainan yang ia sukai.

 

“Si Hyosin itu menang pertandingan lagi!”

 

Mata Yongguk melebar, menoleh pada dua pria yang sedang mengobrol santai dan menghampirinya dengan wajah bringas.

 

“Apa?! Hyojin?!” serunya.

 

“Bu-bukan Hyojin… Tapi Hyosin.” Jawab mereka dengan ketakutan.

 

“Oh.”

 

Dua pria itu pun melanjutkan pembicaraan mereka lagi.

 

“Jadi, apa kau dan Myung Jin sudah berciuman?”

 

Tiba-tiba kerah mereka ditarik kuat oleh Yongguk.

 

“Kau bilang kau mengapakan Hyojin?!”

 

“Myung Jin! Myung Jin! Bukan Hyojun!”

 

“Hyojin, dasar brengsek!. Sekarang pergi atau aku patahkan tulang leher kalian!”

 

Maka menurutlah kedua pria tersebut sebelum diterkam seekor harimau buas bernama Yongguk.

 

“Aku pasti sudah semakin gila!” kesalnya pada diri sendiri.

 

“Apa kau sudah mengHYObatinya?”

 

“Ayahku menJINakkan dua ekor tupai dalam seminggu!”

 

“Hah! Lucu sekali! HYOHYOHYOHYOHYO!”

 

“Kyaaa! Aku mendapat poster HYO –JIN BTS!”

 

Yongguk menjambak rambutnya kuat-kuat tapi memastikannya agar tak tercabut. Sepertinya pria itu sudah benar-benar gila sampai memaksakan otaknya untuk terus mendengar nama Hyojin apapun yang disebut.

 

(akhir pekan Bang Yongguk : olahraga dan berdelusi tentang Hyojin)

 

***

 

  • Park Chanyeol

 

Karena baru kembali dari Thailand, pria bertubuh jakung ini sedang sibuk mencari pekerjaan. Berikut cuplikan wawancara pekerjaan Chanyeol!

 

Perusahaan 1 :

 

“Kau anak dari pemilik perusahaan x itu?”

 

Perusahaan 2 :

 

“Oh, kau anak tuan Park yang perusahaannya baru bangkrut itu ya?”

 

Perusahaan 3 :

 

“Kau-”

 

“Iya! saya anak dari pemilik perusahaan x yang bangkrut itu!, apa itu memengaruhi kualifikasi saya?!”

 

“Oh tidak, jangan khawatir, kami tak peduli soal latar belakang keluarga calon pelamar.”

 

Chanyeol tersenyum lega.

 

“Tapi karena kau sudah membentakku, maka sudah jelas kau tidak lulus tes wawancara kami.”

 

“Ta-tapi pak, saya…”

 

“Pintu keluar di sebelah kiri anda.”

 

Ruang tata usaha universitas Yonsei fakultas hukum :

 

“Tolong pak, terima saya disini… dunia kerja itu kejam… perusahaan-perusahaan itu mendiskriminasikan saya… huhuhu…” T.T

 

“Kalau jadi asisten dosen mau?”

 

“Baik!” ^.^

 

Dan begitulah cara Chanyeol mendapatkan pekerjaannya sekaligus alasan mengapa dia bisa berada di kampus Hyojin setiap hari.

 

(akhir pekan Park Chanyeol : mencari kerja dan bekerja)

 

***

 

  • Lee Hyojin

 

Hyojin berdiri diatas atap rumahnya, menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya, menghirup udara segar yang jarang ia dapat di daerah perkotaan Seoul yang mengerikan. Senyumnya mengembang ketika awan putih cerah, berarak mengikuti arah angin.

 

“Akhir pekan? Apa itu? Sejenis makanan kah? . Tiada waktu liburan untukku… akhir pekanku diisi dengan tugas, tugas dan tugas, besok juga ujian dan tenggat pengumpulan makalah. Oh iya, nanti sore juga ada pekerjaan paruh waktu sampai malam, hebat ya, padahal gajinya tidak seberapa tapi jam kerjanya seperti budak. Bos sampah seperti itu harusnya masuk ruang konseling… haha!”

 

“Ibu~! Anak pertamamu yang pernah hilang sekarang jadi gila!”

 

Teriakan Jinhyo dari bawah tak membuat Hyojin beranjak, melirik pun tidak.

 

“Haha… minggu yang indah.”

 

(akhir pekan Lee Hyojin : bersantai seperti orang gila lalu mengerjakan tugas lalu belajar sedikit lalu kerja paruh waktu lalu… kalian tahu sendiri lah)

 

PS : Myungsoo dan Jiyeon tidak ada karena mereka karakter misterius dan author tidak mau terjadi pembunuhan karakter #eaa

 

PS lagi : Kimberly Hyun yang tercantum di other cast juga nggak ada ya karena belum muncul kekekeke~

 

***

 

[Apa yang dikatakan tiap tokoh ketika melakukan ‘pengakuan cinta’]

 

Kang Rae Mi : “Aku cinta padamu, maukah kau menerima perasaanku?” sambil memasang wajah polos nan imut.

 

Park Chanyeol : “Aku ingin kau tahu kalau detak jantung ini selalu tak teratur saat sedang bersamamu. Aku mencintaimu.” Dengan senyuman termanis.

 

Oh Sehun : “Aku suka padamu.” Berwajah dingin namun berhati hangat.

 

Kim Jong In : “Aku cinta pada… Hyoyeon noona!” T.T masih gagal move on.

 

Choi Jun Hong : “Aku menyukaimu!, eh salah! Aku mencintaimu jadi kau juga harus mencintaiku!” pria egois abad ini.

 

Kim Himchan : “Kau tipe idealku, mau coba berpacaran?” satu lagi manusia cassanova.

 

Jang Mira : “Aku suka padamu, mau pacaran?” kembaran Himchan? Ini pengakuan cinta atau penawaran cinta?.

 

Lee Young Nae : “Kalau kau bukan Oh Sehun aku tidak akan menyukaimu.” Obsesi yang mengerikan.

 

Lee Jinhyo : “Aku… suka padamu.” Meski menyebalkan dia tetaplah pria pemalu di hadapan gadis yang dia sukai.

 

Jung Yong Hwa : “Aku menyukaimu. Tapi tolong jaga jarak, cintai aku dari situ saja.” Hah?.

 

Bang Yongguk : “Kenapa aku harus menyukaimu?” lebih baik diam daripada mati.

 

Park Yoora : “Kurasa ilmu hukum lebih menarik daripada cinta-cintaan.” Wanita karir yang keren!.

 

Kim Hyoyeon : “Aku juga menyukaimu… tapi aku lebih menyukai Jong In… siapa Jong In?… euh, dia mantan kekasihku… tapi kita tetap berteman kan?” gagal move on part 2.

 

Lee Hyojin : “Aku menyukai pria yang lebih tinggi dariku, bertelinga lebar, bermata bulat dan punya senyum konyol yang lucu. Marganya harus Park dan punya kakak perempuan, inisial namanya Chanyeol… oh, kau bukan Chanyeol? yasudah diam sebelum kuhajar wajah brengsekmu itu!” ini pengakuan bukan penindasan kan?.

 

***

 

[Tanggapan tokoh ketika mendapat pengakuan cinta secara tiba-tiba]

 

Kang Rae Mi : “E-eh? Bagaimana bisa? A-aku kan cuma gadis biasa…” masih memasang ekspresi polos.

 

Park Chanyeol : “Benarkah? Terima kasih…” pria jantan, yah walau sempat pingsan karena tikus.

 

Oh Sehun : “Maaf aku tidak suka padamu.” Beruntung dia masih mau meminta maaf -_-.

 

Kim Jong In : “Kalau bukan Hyoyeon noona aku tak akan suka.” Optimis dan terobsesi.

 

Choi Jun Hong : “Tentu saja kau harus menyukaiku!, mana ada yang menolak pesona Choi Jun Hong?” terlalu percaya diri yang menyebalkan.

 

Kim Himchan : “Oh ya? Mau pacaran?, tapi aku tak bisa serius kalau dirimu tak secantik Kim Tae Hee atau seseksi Shin Se Kyung” masih seorang playboy yang blak-blakan.

 

Jang Mira : “Oh begitu, yasudah hari ini hari jadian kita!” gampang sekali?!.

 

Lee Young Nae : “Kau bukan Oh Sehun kan? Jadi pergilah!” f-fans garis keras?!.

 

Lee Jinhyo : “A-aku juga menyukaimu…” pria yang terlihat menyebalkan tapi punya sisi imut pula.

 

Jung Yong Hwa : “Mungkin aku akan membalas perasaanmu kalau kita sudah saling mengenal dengan baik.” Sel rasional adalah sel utamanya.

 

Bang Yongguk : “Mau mati ya?” benar-benar harus berdiam diri.

 

Park Yoora : “Oh ya? Jadi kenapa?” wanita cantik yang tidak peka.

 

Kim Hyoyeon : “Seandainya kau itu Kim Jong In…” kisah-kasih menyedihkan.

 

Lee Hyojin : “Berhenti bicara omong kosong kalau kau bukan PARK CHANYEOL!” apa yang bisa dikomentari? “DAN KENAPA BAGIANKU SELALU DI AKHIR?!”

 

 

~End Of Chapter Bonus~

 

Mau dibuat chapter bonus lainnya??

Tulis di komentar ya! Sekaligus pertanyaan atau apa yang kalian ingin ketahui soal karakter tokoh FF THE ONE PERSON IS YOU!

Kalau memang memungkinkah author bakal buat the next bonus baik dibuat chapter tersendiri atau di akhir chapter cerita utama~

Oke, see you later!

 

Iklan

5 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The One Person Is You (Re : Turn On) – Chapter Bonus

  1. lucu banget smpe ngakak – ngakak sendiri bacanya.. 😀
    dari ekspresi datar smpe njengkelin ada.. wkwk
    di tunggu next chapnya aja deh thorr.. Hwaiting

  2. Hahahahahahaha mantap thor,joah banget aku,ga nyangka semua cast it ad sisi serius,lucu dan gokilnya,hah y fans Panatik it lo y lucu,y gagal move on,eh…..Kasian,y lucu bwanget it si hyojin,ketawa aja aku bc dr awal sampai notenya author

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s