[EXO FREELANCE] (To Love You More – Chapter 8) ((To Love You More – Bab 8))

TO LOVE YOU MORE  (1).png

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

 

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD) , Bae Irene (Red Valvet)

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun, jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author

 

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1, ID line : authornim94, twitter : @rawraw_c_raw, pengumuman akan di BM di BBM dan di twitter.

 

Enjoy!

“DRRRTT,” telpon genggam Hana bergetar hebat di tangah malam,

lagi dan lagi, getaran itu membuat Hana benar – benar kesal, sedikit rasa kecewa membuat ia benci akan dirinya, semenjak ia memberi tahu nomor telponya pada Chanyeol, laki – laki itu tidak membiarkannya hidup tenang walaupun saat ia makan dan waktu di mana Chanyeol seharunya sendirian.

Seperti yang kita tau, Chanyeol mempunyai waktu sendirian, saat itu Hana akan menggunakan waktu itu untuk membantu membereskan rumah dan menikmati waktunya sendiri, tapi kini berbeda, Chanyeol akan terus mengganggu dan terus berusaha untuk membuatnya tetap ada di depan matanya.

“Telpon saja besok!” Hana mencibir kesal tanpa mneghiraukan getaran handphonennya yang semakin menjadi – jadi,

“YA!!”

tiba – tiba pintu kamarnya terbuka dan terlihat Chanyeol yang memegang handphonenya di dekat telinganya,

“Mengapa kau tidak menjawab telponmu!”

“Ada apa ini!”

“CEPAT ANGKAT TELPONNYA!”

“KAU KAN SUDAH MELIHATKU!”

“AKU TIDAK PEDULI, CEPAT ANGKAT TELPONNYA!”

Dengan kesal Hana meletakan telponnya di telinga kanannya,

“Katakan Halo!” Chanyeol belum menurunkan telpon dari telinganya,

“Halo!” Hana menjawab kesal dan wajahnya yang sangat acak – acakan,

“Aku kembali bermimpi buruk,” Chanyeol menatap Hana dalam,

“Apa aku boleh menginap di sini untuk malam ini?” Chanyeol kembali bertanya,

“Apa benar kau ingin tidur di kamar sekecil ini?” Hana melihat ruangannya yang sepertinya sangat berantakan dari ukuran kamar Chanyeol.

Chanyeol menutup telponnya dan berjalan mendekat untuk duduk di kasur Hana yang cukup keras baginya itu,

“Apa benar kau bisa tidur di tempat seperti ini?” Hana kembali bertanya,

“setiap kali aku menutup mataku, bayangan mimpi buruk itu selalu datang,” Chanyeol mengucap,

“Baiklah, tidurlah di sini,” Hana mencoba untuk turun dari tempat tidurnya,

“Kau mau kemana?” Chanyeol bertanya,

“bukankah kau ingin tidur di ini? Aku akan tidur di sofa,” Hana berkata singkat,

tiba – tiba Chanyeol menahan tangan Hana pelan,

“Tidurlah di sini bersamaku,” Chanyeol mengucap,

“Apa?” Hana kaget dengan apa yang Chanyeol katakan,

“Kau sudah gila,” Hana mendesis,

“Tenang, aku tidak akan macam – macam,” Chanyeol kembali berkata,

“Cih, memangnya aku percaya,” Hana kembali mencibir,

“Ayolah, jangan membuat masalah di malam hari.”

“Siapa yang membuat masalah? Bunkan kau datang kemari dengan kedua kakimu dan sekarang kau mengatakan bahwa aku yang mencari masalah, cih.. kau benar – benar sudah gi-”

Brug!

Hana terjatuh tepat di pangkuan Chanyeol,

“Apa sudah selesai?” Chanyeol berkata tepat di depan wajah Hana,

Hana hanya menatap mata hitam itu dalam diam,

“Hoam, sepertinya aku sangat mengantuk,”Chanyeol menutup mulutnya dengan tangannya,

”Ayo kita tidur,” Chanyeol meminta dan Hana hanya bisa berdiri dari posisinya dan berjalan ke tempatnya biasa tidur ya itu di sebelah kiri tempat tidur yang cukup untuk dua orang itu.

Hana berbaring memunggungi Chanyeol dan Chanyeol memandang langit – langit kamar Hana yang berwana putih bersih,

“Apa kau sudah tidur?”

“belum,” Chanyeol meletakan kedua tangannya di belakang kepalanya,

“Apa kau tidak takut akan serangga?” Chanyeol kembali bertanya,

“aku seorang wanita, tentu aku takut,” Hana berkata singkat,

“lihat itu, ada laba – laba,”

“LABA – LABA!” Hana memutar tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di tubuh Chanyeol,

“CEPAT USIR LABA – LABANYA!” Hana berteriak kecil,

“jika kau seperti ini, bagaimana aku mengusirnya,”

Hana tiba – tiba tersadar akan keadaanya,“YA! Cepat usir!” Hana menarik tubuhnya dari tubuh Chanyeol dan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal yang ia gunakan,

Chanyeol turun dari tepat tidur dan mengusir laba – laba kecil yang ada di jendela kamar Hana pelan dan kembali ke tepat tidur dengan posisi yang sama,

“Sudah ku usir,” Chanyeol menolehkan pandangannya pada Hana yang masih berada di balik selimutnya,

“Benar?” Hana bertanya,

“Lihat saja sendiri,” Chanyeol menjawab,

Hana masih berada di balik selimutnya,

BRUG!

Chanyeol membuka selimut tebal itu dan Hana menutup wajahnya dengan kedua tangannya,

“Kau benar – benar takut rupanya?” Chanyeol tersenyum,

“Cih!” Hana mendesis kesal,

dan kembali memutar tubuhnya melawan arah,

“Ya! Mengapa kau tidak mau melihatku?”Chanyeol bertanya bingung,

“Aku ingin tidur, Chanyeol-aa” Hana mengeluh,

Suasana hening terjadi, terlihat Chanyeol menatap langit – langit kamar dan Hana yang memejamkan matanya,

“Aku begitu takut,” Chanyeol memulai pembicaraan.

“Aku begitu takut jika apa yang ada di mimpiku benar terjadi,” Chanyeol melanjutkan kata – katanya,

“Aku tidak ingin kau pergi dariku,” Chanyeol berkata begitu pelan.

“Hana-ya, kau tidur?” Chanyeol mengguncang tubuh Hana pelan dan terlihat Hana yang sepertinya terlelap dalam tidur.

“Cih, aku berbicara sendiri rupanya,” Chanyeol mendengus kesal.

Pagi hari menjelang, mata hari berada tepat di pucuk dunia bersinar terang, kedua insan yang sedang terlelap itu kini merasa tidurnya terganggu oleh sinar matahari yang menerapa wajah mereka,

Hana membuka matanya pelan, ia merasakan tubuhnya di di tindih beban berat yang membuat dirinya susah untuk bangun, tangan Hana mencoba merasakan tubuhnya sendiri dan mecoba untuk memindahkan beban yang sedari tadi mengganggunya,

Hana hanya terus mendorong apapun yang sepertinya berada di pinggangnya saat ini, tiba – tiba ia menghentinkan aksi memberontaknya,

“Tunggu dulu, apa… Chanyeol…” Hana kini terdiam, jantungnya terasa akan copot sebenatar lagi,

“Sudah bangun rupanya?” Suara serak Chanyeol membuat Hana terperajat,

Hana memejamkan matanya dan mecoba untuk tenang,

“Jangan pura – pura tidur kembali, Hana-sshi, aku bisa merasakan seberapa cepat jantungmu berdegup saat ini,”

Hana berdiri dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi luntang lantung,

Suara tawa kecil terdengar dari bibir Chanyeol melihat Hana yang sepertinya panik, laki – laki itu duduk di tempat tidur sambil mengumpulkan semua nyawanya yang sepertinya belum sempurna.

“TUAN MUDA!!” sebuah suara nyaring terdengar dari luar ruangan, semua orang sepertinya sedang meneriakan namanya saat ini, ia memutuskan untuk keluar dari ruangan dengan membuka pintu dengan kencang di susul dengan semua sorotan mata para pelayan dan penjaga yang bingung melihatnya keluar dengan pakaian tidur dari kamar Hana.

Chanyeol memandang semua orang dan mereka semua hanya terperajat dengan mulut menganga,

“CHANYEOL! Kemana saja kau?” Suho datang dengan terburu – buru dan berdiri tepat di depan Chanyeol,

Chanyeol membuka ruangan Hana dan menujuk tempat tidur Hana dengan telunjuknya,

“Kau tidur di sini?” Suho bertanya tidak percaya dan Chanyeol memberikan anggukan kepalanya,

“Ya! Apa kau sudah gila! Mengapa kau meniduri perempuan yang sama sekali tidak punya kedudukan di rumah ini!”

BRUG!

Chanyeol membanting pintu kamar Hana di depan wajah Suho dengan keras,

“Ada apa ini?” Hana yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya menatap Chanyeol bingung dan laki – laki itu mulai menatap ujung kakinya sendiri,

“Chanyeol-aa, ada apa?” Hana kembali bertanya dan Chanyeol hanya berdiri di belakang tubuh Hana.

Hana membuka pintu kamarnya dan mendapati Suho yang masih berdiri tegap di depan kamar Hana,

“APA YANG KAU LAKUKAN!” Suho berteriak tepat di depan wajah Hana,

“Ada apa ini? Mengapa kau berteriak teriak?”

“Apa kau bodoh? Kau masih belum menyadari apa yang terjadi? LIHAT INI,” Suho menunjukan fotonya dan Chanyeol yang menjadi cover dari Koran Bisnis pagi ini,

“Apa jadinya jika suatu hari seseorang mengatakan pada media bahwa Chanyeol tidur dengan seorang perempuan!” Suho mulai berteriak,

“Aku akan menikah dengannya!” Suara Chanyeol membuat semua orang di runanga itu hampir saja terkena serangan jantung,

“M-mwo?” Suho berusaha mencerna apa yang terjadi,

“Aku akan menikah dengan Hana,” Chanyeol kembali berkata,

“MWO?”  Hana juga bingung dengan keadaan,

“ANIYA! Suho-sshi, kami tidak melakukan apapun!” Hana membelalakan apapun,

“Tadi malam tu-tuan muda ketakutan karena mimpi buruk dan dan-”

BRUG!

“YA!” Suara Suho kembali terdengar saat Chanyeol kembali menutup pintu di depan wajah Suho,

“YA! APA – APAIN INI, SIAPA YANG MENGATAKAN AKU AKAN MENIKAH DENGANMU!”

“Bukankah ini sudah ada di perjanjian?” Chanyeol bertanya pelan,

“Ini adalah kesempataan untuk membuat Suho percaya pada drama ini, kita harus menikah sebelum ia berubah pikiran,” Chanyeol kembali melajutkan kata-katanya.

“YA! APA YANG KALIAN BICARAKAN!” Suho kembali menggedor pintu kamar Hana dengan keras,

“MWO! APA YANG AKAN SUHO KATAKAN?”

“Ya, jangan berteriak, jangan sampai Suho mendengar,”

“Jangan gila Chanyeol-sshi,”

“Kau sudah berjanji akan menikah denganku,bukan?”

“YA! KERUANGANKU SEKARANG!” Suho berteriak dan meninggalkan kamar itu dan berjalan keruangannya dengan frustasi.

“Hana-yaa, ini akan menjadi rencana besarku, setelah aku menikah denganmu aku bisa kembali menjadi pewaris SM CORPS, Apa kau lupa apa yang akan terjadi  padamu jika kau tidak mengikuti rencana ini?” Chanyeol memasang eagle eyes-nya.

Hana terdiam, “Apa ini bisa membantumu kembali ke posisimu?” Hana bertanya, dalam benaknya Hana berfikir bahwa apa yang akan ia lakukan sekarang membuatnya  tidak mungkin bisa keluar dari tempat ini dengan selamat selagi laki – laki itu membutuhkan kehadirannya,

Chanyeol menarik tangan Hana dan pergi dari tempat itu menuju kantor Suho,

Chanyeol mengetok kantor Suho dan berdiri di belakang Hana,

“YA! Apa yang kau lakukan, kau yang bicara!”

“tidak mungkin, aku tidak bisa bicara, ingat?”

“kau keterlaluan.”

“Masuk,” suara Suho terdengar,

Chanyeol membuka pintu dan mendorong tubuh Hana masuk,

“YA!” Hana berteriak,

“Hana-sshi, aku rasa ini saatnya kau harus keluar dari rumah ini,”

“MWO?”

“TIDAK!” Chanyeol bersuara,

“Apa yang sudah kau lakukan pada Chanyeol, Hana-sshi?”

“APA MAKSUTMU?”

“Hentikan!” tiba – tiba Chanyeol terduduk di lantai memegang kepalanya,

“ARG! Hentikan!” Chanyeol kembali berkata,

“Chanyeol-aa,” Hana berlari memeluk Chanyeol,

“Chanyeol-aa, maafkan aku,” Suho kembali berkata

Chanyeol menekuk lututnya, tubuhnya sedikit bergetar,

“gwenchana?” Hana bertanya pelan,

“Ya, beraktinglah yang baik,” Chanyeol berbisik,

Hana terperajat,

“cih, ia berpura pura,”dalam hati Hana mendesah,

“Suho-sshi, aku harap kau menyesali perbuatanmu,” Hana mencoba memojokan Suho yang masih berdiri mematung di depannya,

“Cha-Chanyeol-aa, maafkan aku,” Suho kini berlutut.

Chanyeol memandah Suho dan memberikan pandangan sendunya, ai memegang tangan Hana dan duduk bersila,

“Chanyeol-aa, menikah bukan sesuatu yang mudah, kau harus meminta ayahmu untuk memberikan izin terlebih dahulu, bukankah Hana juga punya orang tua, bagaiamana mungkin kau menikahi putri mereka tanpa sepengetahuan orang tuanya, bagaimana jika kita memita izin terlebih dahulu,” Chanyeol menggelengkan kepalanya, ia memandang Hana dalam diam,

“Kau harus terus bersamaku,” Chanyeol mengucap sambil menatap Hana,

“baiklah, aku akan terus di sini bersamamu,” Hana memberikan senyum terbaiknya dan Suho hanya menghela nafas panjangnya,

“Chanyeol-aa, apa kau ingin membicarakan ini dengan ayahmu,” Suho bertanya dan Chanyeol memberikan anggukan kecilnya,

“Baiklah, aku akan mengaturnya,” Suho memberikan senyuman manisnya,

“Ayo, kita bisa keluar dari sini sekarang,” Hana menganjak Chanyeol keluar dari ruangan.

Mereka berdua berjalan keluar dari ruang kerja Suho dan beralih kearah ruang makan,

“Chanyeol-aa, kau benar – benar keterlaluan,” Hana memulai pembiacaraan,

“Apa maksutmu?”

“Kau harus mengatakan yang sebenarnya padanya, Chanyeol, tidakkah kau merasa bersalah untuk selalu berbohong?” Hana bertanya,

“Aku tidak ingin membahayakan laki – laki itu, ia begitu baik padaku,” Chanyeol menjelaskan.

“Apa yang akan kau lakukan tetang pernikahan ini, ayah ibuku, mereka akan terkena serangan jantung,” Hana membetulkan ikatan rambutnya yang berantakan.

“Tenang saja, bagaimana jika kita melakukan sandiwara yang lebih besar lagi,” Chanyeol berkata dan mengajak Hana ke perpustakaan tempat di mana ia biasa menghabiskan waktunya sendirian.

Mereka berdua memasuki ruangan dengan tenang, terlihat Hana sepertinya begitu kaget dengan keadaan perpuskaan yang sedikit berantakan.

“Apa yang..”

“tidak usah bingung, ikut aku,” Chanyeol menarik tangan Hana memasuki sebuah ruangan tersembunyi di balik rak buku besar yang berada di belakang tubuh Hana,

“OMO! APA INI?” Hana terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya,

Mata Hana terbelalak dengan semua yang ia lihat, tempat ini bagaikan sebuah kantor besar dengan tatanan elegan yang tidka bisa lepas dari pandangan Hana,

“Ini adalah tempat di mana aku bekerja,”

“Kau? Bekerja?”

“Apa maksut-”

“Bisakah kau tenang?”

-TBC-

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “[EXO FREELANCE] (To Love You More – Chapter 8) ((To Love You More – Bab 8))

  1. ACTION…..OK CUT..GOOD JOB…
    chanyeol.. hana.. kalian boleh istirahat.. drama ini akan hadir di chapter selanjutnya…
    yeay.. TLYM, di post.. bruntung nyawa ponsel ini blum melayang ngeliat post ini.. hehehe.. 😀

  2. Wow wow wow~ ceye jago bgt aktingnya hehe,, ehhh jadi selama ini chanyeol itu bekerja?? Lahh kerja jadi apa?? Semuanya mulai terkuak(?) sedikit demi sedikit. Oke next chingu fighting..

  3. wah……….joah joah,i
    heh dasar ceye drama queen,tpi daebak,betul juga si kasian oppa suho sdh bnyak pusing krn kelakuannya si abang ceye.semangat hana buat sandiwaranya,ceye oppa hwaiting.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s