[EXOFFI FREELANCE] I Will Try To Smile – (Oneshot)

IMG_7510.JPEG

Tittle/judul fanfic                    : I’ll Try To Smile

Author                                     : Park Rin

Length                                     : Oneshoot

Genre                                      : Romance, Angst

Rating                                     : PG-13

Main Cast&Additional Cast   : Baekhyun

YoonRa(OC)

Summary                                 : Karena kau memintaku untuk tidak menangis jadi aku akan mengakhiri tangisanku, karena kau mengatakan akan menungguku maka aku akan melanjutkan dahulu kisahku, dan karena engkau mencintaiku maka aku akan selalu mencintaimu.

Disclaimer                               : FF ini murni buatan author sendiri. Bila ada kesamaan kejadian, Alur, Pemain dan sebagainya itu murni unsur ketidaksengajaan. FF ini pernah di pos di blog author www.parkrin98.wordpress.com dan juga di salah satu fanpage di facebook

Author’s note  : Halo! Author balik lagi dengan FF baru, kali ini FFnya Oneshot hehehe. Semoha kalian enjoy baca FF ini ya. Happy Reading! ^^

Matanya mulai sendu kembali ketika ia melihat gundukan tanah yang berhiaskan bunga dan sebuah nisan tertancap di sana. Air matanya mulai turun kembali saat ia kembali melihat nama yang tertulis di nisan tersebut, ia masih tak percaya orang yang sedang dimakamkan disana adalah orang yang sangat ia kagumi, sayangi, bahkan ia cintai.

Pemakaman sudah sepi sejak tadi siang, namun gadis itu tetap menatap makam di depannya dengan penuh harap bahkan matanya masih menyiratkan ketidakpercayaan, mungkin dalam pikirannya adalah harapan bahwa orang yang sudah tertidur untuk selamaya itu bangun kembali dan memberikan senyuman terhangatnya.

Ia mengusap kembali air matanya yang entah berapa kali sudah air mata tersebut turun membasahi pipinya chubby-nya. Tangannya terus mengusap ngusap nisan yang tertancap disana berharap saat ia mengusap nisan tersebut, orang yang telah tiada itu akan kembali kepadanya.

“Berjanjilan padaku akan terus tersenyum walau aku pergi nanti.” Kata kata itu kembali terngiang dalam fikirannya, lalu perlahan mata yang sudah membesar itu mengeluarkan kembali air matanya. Gadis itu tersenyum pilu.

 

Bayangan masa lalu dengan orang itu kembali terngiang di dalam fikiran sang gadis. Tangan yang tadinya didadanya perlahan naik menuju mulutunya yang terus mengeluarkan suara menyedihkan, ia berusaha meredam semua, namun sia-sia karena semakin ia membekap mulutnya semakin tangisannya menjadi.

Penyesalan dan penyesalan itulah sekarang yang sang gadis rasakan. Duka karena kehilangan seorang yang dicintai ditambah penyesalan membuat ia begitu tersiksa. Bayangan bayangan itu terus muncul membuat ia hampir gila.

 

***

 

“Berjanjilan padaku akan terus tersenyum walau aku pergi nanti.” Kata Baekhyun dengan senyumnya.

“Apa maksudmu? Kamu mau pergi kemana?” Tanya Yoonra kaget mendengar kata Baekhyun tadi.

Namun Baekhyun hanya tersenyum simpul lalu menarik tangan Yoonra yang masih kaget mendengar kata-kata Baekhyun itu. Yoonra yang sadar tangannya ditarik berusaha berontak. Yonnra masih ingin tau apa maksud dari laki-lakinya itu, namun Baekhyun menarik Yoonra dengan lebih kuat, ia menariknya menuju ke mobil yang tidak jauh dari tempat mereka mengobrol tadi.

Sesampainya di mobil Yoonra terlihat begitu kesal, pipi chubbynya ia kembungkan dan bibirnya dimanyunkan untuk menampilkan ekspresi kekesalannya. Baekhyun hanya tersenyum gemas melihat ekspresi gadisnya yang sedang kesal itu.

“Aku masih tidak mengerti dengan kata katamu itu, cepat katakan apa maksudnya!” Kini ekspresi Yoonra berubah seketika, matanya menyiratkan bahwa ia itu serius dan tidak ada candaan dalam menjawab pertanyaannya.

Baekhyun hanya tersenyum, “Aku hanya ingin memastikan kau tidak akan menangis walau nanti aku meninggalkanmu.”

“Memang kau mau kemana? Berapa lama?”

Melihat wajah gadis chubby-nya yang berubah menjadi sedih Baekhyun mencoba kembali tersenyum “Inilah konsekuensinya bila aku mengatakannya.” Hati kecil Baekhyun seolah menyemangatinya untuk membuka bibirnya mencoba menjelaskan apa yang akan terjadi.

“Aku akan pergi ketempat yang jauh dan mungkin tak akan kembali lagi.” Mati matian Baekhyun menutupi kesedihannya dan mencoba tersenyum.

“Kau mau kemana? Aku ingin selalu bersamamu! Kenapa kau tinggalkan aku?” Air mata Yoonnra mulai turun membanjiri pipinya.

Melihat gadisnya menangis, Baekhyun mencoba menenangkannya. Ia mengusap pelan air mata yang telah membanjiri pipi gadisnya dan mencoba memeluknya, namun Yoonra berontak seolah meminta penjelasan lebih lanjut.

“Aku ingin ikut denganmu.” Kata itu membuat Baekhyun lemas seketika. Tenanganya tersedot mendengar kata-kata gadisnya, ia ingin ikut bersamanya.

“Kau tidak boleh ikut.” Jawab Baekhyun.

“Kenapa? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa kau akan pergi dengan wanita lain ke tempat jauh yang kau maksud tadi? Kau jahat!” Air mata Yoonra kembali meluap.

“Aku masih sangat mencintaimu aku tak mungkin bisa hidup bersama wanita lain. Kau adalah hidupku.” Kata Baekhyun berusaha menenangkan gadisnya dengan memeluknya erat seolah ini adalah saat saat terakhirnya bersama Yoonra.

Yoonra yang kini di peluk erat oleh laki-lakinya itu mulai tenang, tangisannya mulai mereda, namun tak sepenuhnya reda, air matanya masih keluar walau sedikit. Baekhyun yang mengetahui gadisnya sudah mulai tenang melepaskan pelukannya, ia mengusap pelan air mata Yoonra yang masih keluar.

“Aku tak bisa hidup tanpamu. Tetaplah bersamaku.” Kata Yoonra membuat Baekhyun bimbang dengan jawaban apa yang harus ia ucapkan. Ia takut mengecewakan sang gadis, namun disisi lain ia tak boleh terus menerus berpura pura ia akan selalu ada bersama gadisnya itu.

“Aku juga tidak bisa hidup tanpamu. Aku mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri, aku tak akan berjanji bisa tetap bersamamu tapi akan ku coba menahan kepergian diriku sendiri.” Jawab Baekhyun pelan kembali memeluk sang gadis.

“Kenapa tidak bisa janji?”

“Karena aku tak tahu, apakah aku bisa menahan kepergianku sendiri.” Jawab Baekhyun. Ia sama sekali tidak tahu apa yang harus ia katakan lagi, ia takut jika ia mengatakan yang sebenarnya, maka gadisnya akan pergi. “Sudahlah kita pergi bukan untuk menangis di dalam mobil seperti ini bukan? Kita pergi untuk jalan-jalan dan bersenang senang. Nah, sekarang ayo ktia pergi.” Kata Baekhyun lagi. Ia berusaha mengalihkan kesedihannya dan gadisnya. Lagi pula ia pergi juga untuk bersenang senang dalam saat saat terakhirnya ini. Sang gadis mengusap pipinya dan tersenyum, mereka memang bukan pergi untuk menangis seperti ini.

Jam masih menunjukan pukul 4 pagi namun, mobil yang di kendarai sang laki laki sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju tempat pertama yang akan mereka singgahi. Sesampainya mereka di tempat tujuan yang pertama, mereka segera turun dan menjejakan kaki mereka ke pasir pantai. Mereka memang sengaja datang ke pagi buta seperti ini untuk melihat matahari terbit, inilah salah satu keinginan mereka berdua. Melihat matahari menampakan dirinya dengan perlahan seolah ia terbangun dari tidurnya.

Yoonra setengah berlari menuju tepi pantai. Gadis itu terlihat begitu gembira, sepertinya ia telah melupakan kesedihannya. Baekhyun yang berjalan di belakangnya hanya mampu tersenyum melihat gadisnya sudah kembali ceria.

“Kenapa pelan sekali berjalannya? Kau akan ketinggalan pertunjukan jika kau berjalan seperti keong.” Ledek Yoonra saat ia telah mencapai tepi pantai.

“Hahahaha, pertunjukan masih lama, untuk apa aku harus cepat-cepat sampai disana?”

“Aku tau pertunjukan masih tiga puluh menit lagi, tapi kau harus cepat! Aku ingin bermain air dulu bersamamu!”

“Hahahaha baiklah! Aku akan membuatmu basah kuyup!” Ancam Baekhyun.

Tiga puluh menit mereka bermain air membuat mereka lelah. Mereka duduk di tepi pantai sambil melihat matahari yang mulai menampakan dirinya dan sinar terangnya setelah sepanjang malam tidur. Sensasi pemandangan yang terpacar sungguh membuat kedua sejoli tadi mengembangkan senyum mereka, air laut yang semula berwarna gelap karena tidak diterangi sinar perlahan membiru kembali bersamaan dengan warna pasir yang memutih. Sungguh pemandangan yang sangat menakjubkan bukan?

Kedua sejoli itu mulai menyipitkan matanya karena sekarang matahari sudah benar benar bangun. Cahaya yang keluar dari matahari itu membuat mata kedua sejoli itu silau, mereka lalu segera beranjak dari tempatnya. Hanya ini yang ingin mereka lihat di pantai, jadi mereka meninggalkan pantai tersebut.

Sebelum mereka pergi, kedua sejoli itu mengambil peralatan mandi mereka di bagasi mobil. Baekhyun menggenggam tangan Yoonra menuju sebuah bilik kamar mandi umum kecil yang ada di dalam warung sederhana. Warung tersebut dijaga oleh ibu berumur tiga puluhan tahun dan anaknya. Ibu tersebut tampak sedang membantu anaknya berhitung dengan sabar, ibu itu mengajarkan anaknya pelan. Ibu itu tiba-tiba terdiam saat Yoonra dan Baekhyun masuk sembari tersenyum menyapa ibu itu, yang kemudian dibalas dengan anggukan dengan senyum keibuan.

Bilik kamar mandi itu hanya ada satu buah, jadi Baekhyun dan Yoonra harus secara bergantian mandi. Sebenarnya, ada bilik-bilik kamar mandi lainnya yang tersebar disekitar pantai itu, namun Baekhyun terlalu malas untuk menyebar mencari kamar mandi umum lain. Hitung-hitung, ia juga bisa sambil menjaga gadisnya.

Dua puluh menit berlalu, Baekhyun menunggu gadisnya tengah mandi. Ia maklum karena setahunya wanita memang agak lama mandi ketimbang laki-laki, ia menunggu sang gadis sambil memainkan handphone-nya. Tak lama sang gadis keluar dengan segar dengan rambut yang masih basah, Baekhyun tersenyum dan mempersilahkan Baekhyun untuk mandi.

 

Lima belas menit Yoonra menunggu, Baekhyun keluar dengan wajah yang tidak kalah segar dan sama-sama dengan rambut yang basah. Baekhyun tersenyum lalu menggandeng tangan Yoonra menuju ke mobil untuk menaruh baju kotor, peralatan mandi dan handuk mereka. Setelah itu mereka langsung pergi dari pantai tersebut.

Tujuan kedua mereka adalah kesebuah pasar pagi untuk sarapan sambil melihat suasana pagi di pasar tersebut. Pasti akan sangat seru ketika seusai sarapan mereka berkeliling mencari sesuatu yang unik di pasar tersebut.

Sesampainya mereka di pasar, mereka langsung menuju ke penjual bubur ayam. Lalu, mereka duduk di sudut warung sempit bubur ayam itu. Tak lama duduk, seorang lelaki paruh baya datang, mereka dengan cepat memesan dua mangkuk bubur ayam hangat dengan minum dua teh hangat, lalu mereka bercengkrama sambil menunggu bubur datang.

Setelah mengenyangkan perut mereka, mereka segera pergi kedalam pasar tersebut. Sang gadis terlihat sangat senang ketika ia melihat ibu-ibu yang berusaha menawar barang barang yang terjual disana, walau barang yang dijual di pasar tersebut terbilang murah para ibu itu tetap menawar apa saja barang yang mereka akan beli.

Mata Baekhyun langsung tertarik kepada sebuah penjual yang menjual beberapa barang barang antik. Baekhyun segera menarik tangan Yoonra menuju penjual tersebut. Yoonra yang agak kaget ketika Baekhyun menarik tangannya tiba-tiba, namun saat melihat tujuan sang laki laki saat menarik tangannya, Yoonra tersenyum. Mereka berjongkok melihat barang yang di jual pedagang itu, mengingat pedangang itu menaruh barangnya di bawah dengan hanya beralaskan terpal.

Mata Baekhyun tertuju kepada sebuah figura cantik, ia segera menunjuk barang tersebut. Yoonra yang terlihat heran melihat tingkah laki-lakinya, kemudian menatap Baekhyun dengan penuh tanda tanya “Untuk apa beli figura?” Itulah pertanyaan yang ada di benak sang gadis.

Setelah lama beradu mulut dengan pedagang mengenai berapa harga figura tersebut, akhirnya Baekhyun dapat tersenyum senang karena akhirnya pedangang itu mengalah dan memberikan figura tersebut dengan harga yang ditentukan oleh Baekhyun. Setelah membayar, Baekhyun kembali menarik sang gadis mengajaknya berkeliling pasar lagi, mencari barang bagus dengan harga terjangkau.

Setelah puas berkeliling, mereka memilih untuk meninggalkan pasar tersebut yang mulai sepi mengingat hari sudah mulai siang. Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke danau.

Selama perjalanan menuju danau sang gadis masih heran barang yang di beli oleh laki-lakinya. Bagaimana tidak? Figura dan jas putih lengkap dengan celana putih menjadi sebuah pertanyaan besar yang ada dalam benak sang gadis, tiba tiba fikiran negatif muncul di benaknya, tapi ia segera menggelengkan kepalanya berusaha menepis fikiran negatif itu.

Melihat gadisnya menggelengkan kepalanya terus membuat Baekhyun tidak bisa menahan dirinya untuk bertanya “Kamu kenapa? Apa ada yang salah?”

“Tidak apa apa, hanya heran saja melihat belanjaanmu.” Kata Yoonra jujur membuat sang laki-laki tersenyum simpul.

“Hahahaha, tidak usah difikirkan hingga segitunya aku hanya iseng membeli itu semua”

Mendengar jawaban Baekhyun membuat Yoonra mulai tenang “Hanya iseng, baguslah semoga ini bukan pertanda buruk” harap Yoonra dalam hatinya.

Sampainya di danau Yoonra langsung turun dari mobil dan segera berlarian ke arah danau, Baekhyun dengan senyum manisnya mengikuti Yoonra dari belakang. Yoonra segera mengorek isi tasnya mencari benda kotak yang sering digunakan untuk mengambil foto, kemudian menyerahkannya kepada Baekhyun.

Yoonra memperlihatkan beberapa gaya setelah itu, kemudian ia bergantian memfoto Baekhyun, lalu meminta orang lain untuk memfoto mereka berdua. Setelah puas berfoto mereka tertarik dengan sebuah perahu kecil, mereka segera naik ke perahu tersebut yang akan membawa mereka berjalan jalan keliling danau. Mereka terlihat begitu nyaman dan takjub melihat pemandangan yang di suguhkan di danau tersebut, mereka juga sempat mengabadikan foto mereka dengan berbagai gaya.

Setelah satu jam diajak berkeliling danau tersebut mereka langsung menglangkahkan kaki mereka menuju sebuah tempat pemancingan yang terlihat ramai. Mereka tertarik untuk ikut memancing disana. Setelah menunggu agak lama pancingan mereka bergerak, dengan penuh kegembiraan mereka segera menarik pancingan mereka. Perlahan sebuah ikan gurami berukuran besar terlihat di permukaan, melihat itu mereka bertambah semangat dan pada akhirnya mereka mendapatkan ikan tersebut.

Puas memancing mereka, segera pergi menuju kesebuah bukit yang dekat dengan danau. Mereka memutuskan kesana hanya untuk memakan ikan hasil pancingan mereka.

Setelah sampai di puncak bukit itu, mereka segera membuat api dan mengambil ikan yang sudah di bersihkan isi perutnya dan siap untuk di bakar. Sebelum di bakar mereka mengolesi terlebih dahulu ikan tersebut dengan mentega dan madu, lalu saat setengah matang ikan tersebut di beri bumbu yang mereka sempat beli tadi. Setelah matang mereka menghabiskan ikan itu dengan cepat entah memang lapar atau ikannya memang enak, mereka begitu lahap dan ikan itu habis dalam sekejap.

Puas makan mereka menikmati pemandangan di atas bukit itu. Bisa terlihat danau biru terbentang luas, lalu kolam pemancingan tadi yang terlihat agak kecil. Disekitar situ terlihat juga warung warung yang menyediakan makan siang dengan bahan dasar ikan.

“Jam berapa ini? Kita harus cepat berangkat agar bisa melihatnya!” seru Baekhyun bangun dari tempat duduknya.

Yoonra melirik jam yang melingkar di lengan kirinya “Baru jam setengah tiga.”

“Ayo kita berangkat sekarang aku takut nanti kemalaman.”

“Baiklah.” Jawab sang gadis segera bersiap siap menuju mobil.

Sepanjang perjalanan menuju tempat terakhir yang mereka kunjungi, Yoonra tertidur lelap. Sepertinya ia kelelahan karena seharian ini mereka berjalan-jalan dan bersenang senang. Baekhyun menatap sang gadis nanar, ia tak tahu apa jadinya bila ia meninggalkan Yoonra, ia terlalu takut kalau sang gadis melakukan hal yang aneh saat ia pergi nanti.

Ia sampai di tempat terakhir yaitu pantai, mereka memilih pantai sebagai tempat pertama dan terakhir karena, karena mereka ingin melihat matahari terbit dan terbenam. Baekhyun tak tega membangunkan Yoonra yang tertidur pulas. Lagi pula matahari terbenam pukul 6 nanti dan sekarang waktu baru menunjukan pukul 5. Jadi ia memutuskan untuk ikut masuk kedalam alam mimpi bersama gadisnya.

Jam menunjukan pukul 5.45 Yoonra bangun dengan dan segera membangunkan Baekhyun, Baekhyun mengerjap kerjapkan matanya dan berusaha mengumpulkan kembali nyawanya.

“Ayo cepat! Sudah hampir waktunya!” Kata sang gadis lalu keluar dari mobil.

Baekhyun hanya tersenyum lalu mengikuti Yoonra menuju ke tepi pantai. Sebelum matahari tenggelam mereka mengabadikan foto mereka dengan bantuan beberapa orang yang melintas di depan mereka.

Jam menunjukan pukul 6 dan ini artinya matahari akan terbenam, mereka segera duduk dan menikmati pemandangan yang disuguhkan. Langit yang mengoranye menggabarkan seberapa lelahnya matahari menerangi dunia, perlahan matahari dan sinarnya tenggelam dan membuat keadaan gelap.

“Ayo kita pulang!” Seru sang gadis.

Baekhyun hanya tersenyum. Sampai di mobil kepala Baekhyun mendadak pusing sekali bahkan ia terus memegang kepalanya “Apa ini saatnya tuhan? Tapi aku masih ingin bersamanya!” kata sang laki-laki dalam hati sambil terus meringis menahan sakit.

Sang gadis yang melihat itu semua langsung khawatir, “Kamu tak apa?”.

“Ku mohon, peluk aku sekarang…” Kata Baekhyun membuat Yoonra bingung dan segera ia memeluk laki-lakinya. “Ku mohon jangan panggil siapapun, biarkan seperti ini sebelum aku pergi.” Kata Baekhyun kembali, membuat Yoonra tercengang.

Air mata perlahan turun dari mata Yoonra, ia dapat melihat orang yang dicintainya terus meringis. Ia tak ingin kehilangannya, ia ingin orang ini selalu ada untuknya. Air matanya terus turus sambil terus memeluk erat lelakinya, ia ingin sekali tahu apa yang terjadi dengan laki-lakinya sekarang.

“Aku mencintaimu… Aku akan menunggumu di tempat yang lebih indah dan menyenangkan dari apa yang kita lakukan seharian ini. Jangan menangis dan berbuat aneh akh!” Kata Baekhyun lalu nafasnya tiba-tiba berhenti dan jantungnya yang tadinya berdetak cepat, tiba-tiba berhenti.

“Tidak! Tidak! Kenapa kau pergi?” Yoonra yang mengetahui bahwa orang yang ia cintai pergi hanya bisa menangis pilu. Yoonra terus menangis sambil terus memeluk Baekhyun yang sudah tak bernyawa. “Ku mohon bangunlah! Aku berjanji hiks.. tidak akan menangis, ayo hiks.. bernafaslah hiks.. jangan tinggalkan aku!” Kata Yoonra masih dengan tangisan pilunya.

“Bangun! Bangun!” Kini Yoonra melepaskan pelukannya dan melihat Baekhyun yang telah pucat. “Aku tak ingin kehilanganmu! Ku mohon bangunlah!” Tangis Yoonra menjadi-jadi. “Tidak! Tidak! Ayo bangunlah tatap aku! Aku tidak menangis jadi bangun, aku tahu kau hanya bercanda. Ayo Bangunlah!” Yoonra mencoba tersenyum walau air matanya terus turun membasahi pipinya. Baekhyun biasanya juga suka bercanda dan membuatnya menangis, namun kali ini berbeda ia akan segera tertawa setelah Yoonra selesai menangis, tapi Yoonra tahu kali ini Baekhyun tidak bercanda.

Tak akan ada tanda-tanda bahwa Baekhyun akan bangun seperti biasanya saat ia mengerjai Yoonra. Yoonra menangis sejadi jadinya, ia terus mecoba membangunkan laki-lakinya yang hanya memejamkan matanya.

 

***

 

Yoonra masih diam di pemakaman itu, matanya sudah sangat bengkak namun masih terus mengeluarkan air mata, seolah air matanya tak akan kering untuk menangisi Baekhyun yang kini sudah tertidur untuk selamanya.

“Ku mohon tunggu aku disana.” Kata Yoonra mengusap air matanya kembali, dan berjalan menjauhi makam lelakinya itu.

Setelah mengusap airmatanya, ia berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tak akan menangis karena ini. Perlahan senyumnya mengembang meski terlihat dipaksakan. Ia berusaha untuk menguatkan dirinya sendiri dengan kata-kata terakhir sebelum Baekhyun pergi.

“Karena kau memintaku untuk tidak menangis jadi aku akan mengakhiri tangisanku, karena kau mengatakan akan menungguku maka aku akan melanjutkan dahulu kisahku, dan karena engkau mencintaiku maka aku akan selalu mencintaimu…” Yoonra mengatakan itu pelan, berharap anginanantinya akan menyampaikannya kepada Baekhyun yang kini sudah terlelap di tidur abadinya. “Aku juga akan selalu tersenyum disetiap hariku.” Kata Yoonra lagi sambil memejamkan matanya.

“Terima kasih karena kau mencintaiku, kupastikan bahwa aku akan selalu menunggumu. Tetaplah tersenyum…” Laki-laki itu tersenyum lalu perlahan menghilang.

 

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] I Will Try To Smile – (Oneshot)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s