[EXOFFI FREELANCE] Dream – (Chapter 26)

dream-chapter-25.jpeg

DREAM – CHAPTER 26

[CONFESSION]

Author: Azalea
Cast : Bae Suzy (Miss A), Byun Baekhyun (EXO), Kim Sejeong (IOI), Kim Myungsoo (Infinite)
Genre : Romance, Sadness.
Rating : PG-17
Length : Chapter
Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Kalian juga bisa baca ff ku ini di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita DREAM. Jangan plagiat, ataupun me re-upload ff ini tanpa sepengetahuanku.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita Sebelumnya : CHAPTER 1 ( DREAM ) -> CHAPTER 2 (REAL?) -> CHAPTER 3 (DEJA VOO) -> CHAPTER 4 (FATE) -> CHAPTER 5 (설레다 [ SEOLLEDA – BERDEBAR ]) – > CHAPTER 6 (LOCKVOGEL – PEMIKAT) -> CHAPTER 7 (SWEET MORNING) -> CHAPTER 8 (VERWIRRT) -> CHAPTER 9 (LÜGE – KEBOHONGAN) -> CHAPTER 10 (INSTINKT – INSTING) -> CHAPTER 11 (DINNER) -> CHAPTER 12 (BAEKHYUN STORY) -> CHAPTER 13 (JEJU DO – JEJU ISLAND) -> CHAPTER 14 (GEHEIMNIS – RAHASIA) -> CHAPTER 15 (SUNRISE) -> CHAPTER 16 (BEAUTIFUL LIAR) -> CHAPTER 17 (JEALOUS) -> CHAPTER 18 (KIM YERI) -> CHAPTER 19 (JOURNEY) -> CHAPTER 20 (MISSING YOU) -> CHAPTER 21 (SECOND WOMAN) -> CHAPTER 22 (WEDDING DAY) -> CHAPTER 23 (KIM SEJEONG) -> CHAPTER 24 (HURT) -> CHAPTER 25 (ENGAGEMENT)

 

Pagi itu, Baekhyun dan Suzy dengan perasaan yang berbunga-bunga, melupakan luka semalam akibat pertunangan Baekhyun dengan wanita lain. Keduanya saling melempar senyum yang entah untuk keberapakalinya. Pagi yang indah bagi keduanya.

Saat ini Baekhyun sedang mengeringkan rambut Suzy dengan menggunakan handuk kecil di tangannya. Suzy hanya bisa tersenyum bahagia menerima perlakuan manis dari suami tercintanya itu.

“Apa yang akan kau lakukan hari ini?”

“Entahlah. Mungkin aku akan pergi berbelanja sedikit.” Jawab Suzy tidak yakin dengan apa yang akan ia lakukan hari ini.

“Bagaimana kalau kita pergi naik gunung saja?”

Suzy menolehkan wajahnya untuk menatap Baekhyun secara langsung sehingga untuk sementara waktu Baekhyun menghentikan kegiatannya itu.

“Bukankah kau ada acara dengan keluarganya Sejeong?”

Baekhyun terlihat berpikir sejenak mengingat-ngingat kembali kegiatan apa yang harus ia lakukan hari ini.

“Itu bukan sebuah acara yang penting.” Putus Baekhyun membuat Suzy mengernyitkan keningnya dalam. Ragu akan jawaban yang diberikan Baekhyun padanya.

“Kau yakin?”

“Tentu saja. Menghabiskan waktu bersama dengan istriku jauh lebih berharga dari pada aku menghabiskannya dengan kegiatan lainnya.”

“Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggumu di basement hotel ini.”

“Hm. Berbaliklah. Biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku untuk mengeringkan rambutmu.”

Suzy pun menurut untuk berbalik dan membiarkan Baekhyun kembali mengeringkan rambut basahnya. Lima belas menit kemudian, suara bel pintu berbunyi bertepatan dengan selesainya kegiatan Baekhyun pagi itu.

“Sepertinya layanan kamar kita sudah datang.” Ucap Suzy riang sambil beranjak ke arah pintu masuk. Tanpa melihat terlebih dahulu siapa yang, Suzy segera membuka pintu kamar tersebut.

Nampaklah seorang pria muda yang langsung tersipu malu saat melihat Suzy membukakan pintu untuknya dengan hanya menggunakan jubah mandinya. Buru-buru ia menundukkan wajahnya agar tidak dicap sebagai pegawai yang tidak profesional.

“Layanan kamar, nyonya.” Ucapnya dengan nada yang sedikit gugup.

“Masuklah, dan tinggalkan itu di sana.” Tunjuk Suzy ke arah ruangan yang terdapat sebuah sofa untuk bersantai sejenak. Baekhyun yang melihat seorang pegawai muda masuk membawa troli makanan dengan wajah yang merona merah hanya bisa menatapnya bingung, tapi ia tidak memperpanjangnya.

Setelah meletakkan troli tersebut, pegawai muda itu membungkukkan badannya sebelum pergi berlalu dari kamar hotel itu. “Selamat menikmati.” Ucapnya setelah sebelumnya Baekhyun memberikan beberapa lembar won sebagai tip untuknya.

Selepas kepergian pegawai itu, Suzy segera membuka penutup alumunium yang ada di atas troli. Wangi makanan yang masih hangat langsung menyerbu indera penciumannya, membuat ia lapar seketika.

Suzy meletakkan beberapa piring yang berisi sarapannya dengan Baekhyun ke atas meja yang ada di depan sofa. Tidak lupa ia juga meletakkan dua gelas cappucino dan dua gelas jus stroberi sebagai pelengkap sarapan mereka. Menu sarapan yang mereka pilih adalah ala barat.

Mereka sarapan dengan tenang. Hanya terdengar suara garpu dan pisau yang sesekali beradu dengan piring. Setelah tiga puluh menit berlalu, acara sarapan mereka pun berakhir.

Baekhyun beranjak dari sofa tersebut untuk mengganti pakaiannya, kemudian disusul oleh Suzy beberapa menit kemudian. Tidak membutuhkan waktu lama bagi mereka untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai. Suzy tidak menyangka jika Baekhyun sudah mempersiapkan segala keperluannya tanpa ia ketahui sebelumnya.

Sebuah celana jeans dan sebuah kaos pendek warna putih. Tidak lupa sebuah sepatu kets yang senada dengan celana jeans yang Suzy gunakan. Rambutnya ia ikat asal sehingga ada beberapa helai yang terjatuh di sekitar kepala dan wajahnya.

Tidak jauh beda dengan Suzy, Baekhyun juga menggunakan celana jeans dan kaos pendek yang serba hitam. Rambut hitam yang sudah agak panjangnya ia biarkan begitu saja.

“Kau sudah siap?” tanya Baekhyun kepada Suzy yang sedang mengoleskan beberapa krim ke wajahnya.

“Hampir selesai.” Jawabnya sebelum ia mengoleskan lipblam ke bibirnya. “Sudah.” Lanjutnya lagi dengan penuh semangat.

Baekhyun mengulurkan tangan kanannya karena tangan kirinya ia gunakan untuk membawa pakaiannya dan Suzy yang mereka pakai semalam. Dengan senang hati Suzy menerima uluran tangan itu.

Sambil bergandengan tangan mereka berjalan keluar kamar hotel menuju ke arah lift berada. Sambil menunggu balok besi itu terbuka, Baekhyun memindahkan tangannya untuk merangkul pinggang Suzy agar lebih mendekat dengan tubuhnya.

Suzy tersenyum senang sambil menatap Baekhyun di sebelah kirinya. Ia sedikit berjinjit untuk mengecup ringan bibir Baekhyun. Bibir Baekhyun otomatis tertarik ke atas saat mendapatkan kecupan lembut dari istrinya itu. Detik selanjutnya Baekhyun pun membalas ciuman Suzy tidak kalah lembutnya.

Tidak hanya sekali Baekhyun mengecup bibir Suzy. Kecupan yang awalnya ringan pun berubah menjadi lumatan-lumatan mesra yang membuat keduanya tersenyum di tengah ciuman mereka.

Entah sudah berapa lama mereka berciuman seperti, bahkan ketika sebuah bunyi dentingan dari pintu lift yang terbuka tidak membuat mereka berhenti. Hingga sebuah deheman yang cukup keras dari arah lift terdengar oleh Baekhyun, barulah ia sadar tidak hanya ada dirinya dan Suzy di sana.

Baekhyun menolehkan wajahnya untuk melihat suara siapa yang mengganggunya. Betapa terkejutnya Baekhyun saat melihat siapa orang tersebut. Matanya terbelalak, dan tubuhnya menegang di tempatnya tapi ia tidak sampai melepaskan rangkulannya pada tubuh Suzy.

Suzy yang merasa aneh dengan sikap Baekhyun langsung mengikuti arah pandang dari suaminya itu. Dan pada detik itu juga, senyum di bibir Suzy hilang tanpa bekas. Lidahnya terlalu kelu untuk berkata sesuatu dan tubuhnya hanya bisa bergeming di dalam rangkulan Baekhyun.

“Apa yang sedang kau lakukan di sini, Suzy-ya?” tanya suara yang begitu dikenal Suzy.

Suzy memandang keseluruhan wajah-wajah yang ada di dalam lift itu dengan pandangan bersalahnya. Semua orang menatapnya dan Baekhyun penuh dengan tatapan menghakimi. Mata Suzy menangkap pandangan terluka dari mata Myungsoo yang juga ada di dalam lift bersama kedua orang tuanya, tapi secepat kilat ia mengalihkan matanya untuk menatap kembali sang ayah.

App….” Ucapan Suzy terpotong saat dengan tiba-tiba tangan sang ayah menariknya untuk ikut masuk ke dalam lift itu tanpa berkata apapun sedikit pun.

Suzy tidak memberontak saat ia ditarik paksa oleh sang ayah. Ia hanya memandang nanar ke arah Baekhyun yang masih bergeming seperti patung di tempatnya. Bahkan saat pintu lift akan tertutup pun, Suzy masih melihat Baekhyun berdiri sambil menatapnya.

Begitu pintu lift tertutup sepeuhnya, suasana mencekam begitu terasa di dalam lift tersebut. Jantung Suzy berdetak sangat cepat. Keringat dingin keluar dari tubuhnya, padahal udara dingin dari pendingin ruangan tidak serta merta membuatnya dingin juga. Berbagai alasan berusaha ia susun di dalam otaknya untuk menjelaskan apa yang terjadi antara ia dan Baekhyun tadi.

“Sepertinya rencana kita hari ini harus dibatalkan, Myungsoo-ya.”

Nde, abeoji.” Jawab Myungsoo sambil menganggukkan kepala sedikit. Lalu ia menatap punggung Suzy yang berdiri di depannya. Walaupun Suzy tengah berdiri tepat di depannya, tapi Myungsoo merasa jika Suzy sangatlah jauh dari jangkauannya. Perasaan sakit terasa membelah hatinya tatkala ia mengingat betapa mesranya Suzy mencium pria lain selain dirinya.

Suzy yang merasakan ada yang sedang menatapnya lekat, hanya bisa berdiri kaku tanpa menggerakkan badannya sedikit pun. Ia merasa bersalah kepada Myungsoo, tapi ia tidak bisa memungkiri jika hatinya sudah berlabuh ke lain hati yang tak lain dan tak bukan adalah suaminya sendiri, Byun Baekhyun. Dalam hati ia hanya bisa meminta maaf pada Myungsoo, tanpa bisa mengucapkannya secara langsung.

Di sisi lain, Baekhyun yang terkejut, tidak berusaha menahan Suzy untuk tetap berada di sampingnya. Ini semua terlalu tiba-tiba, dan ia tidak siap menghadapi semuanya saat ini. Setelah beberapa saat pintu lift tertutup barulah Baekhyun tersadar dengan keadaannya saat ini.

Secepat yang ia bisa, Baekhyun segera menekan tombol lift lain yang tidak digunakan. Beruntunglah Baekhyun karena lift yang ditunggunya tidak lama terbuka dan akan membawanya segera menyusul lift yang dinaiki Suzy dan keluarganya. Ia harus secepatnya meluruskan masalah ini, kalau tidak semuanya akan berantakan.

Baekhyun dapat melihat jika Suzy dan keluarganya berjalan ke arah pintu keluar hotel. Sebuah mobil mewah sudah menunggu mereka di depan pintu lobby membuat Baekhyun berlari mengejar mereka.

Ia melihat Suzy yang dipaksa untuk memasuki mobil, dan tepat sebelum ayah Suzy masuk ke dalam mobil tersebut Baekhyun telah berdiri di depannya dengan sedikit menahan pintu mobil agar tidak tertutup.

“Saya bisa menjelaskan semuanya.” Ucap Baekhyun dengan napas yang tersengal-sengal. Ayah Suzy menatapnya dingin tanpa berbicara sedikitpun. “Saya mohon.” Lanjut Baekhyun memohon agar diberi kesempatan untuk berbicara.

“Bawa kedua orang tua anda ke rumah saya, baru kita akan membicarakan semuanya.”jawabnya dengan nada tajam.

Tanpa sadar Baekhyun menghembuskan napasnya lega mendengar jawaban dari ayah Suzy. Ia lalu melepaskan cengkeramnya pada pintu mobil sehingga ayah Suzy bisa menutupnya dengan sempurna, walaupun dengan sedikit bantingan.

Suzy menatap Baekhyun dari balik kaca jendela dengan pandangan sedihnya, tapi ia berusaha menutupinya dengan senyuman yang tidak sampai ke matanya. Baekhyun membalas senyuman Suzy seakan berbicara jika semuanya akan baik-baik saja.

Mobil yang membawa Suzy dan keluarganya pun perlahan meninggalkan kawasan hotel dengan mata Baekhyun yang masih menatapnya hingga ia menghilang dari pandangan mata Baekhyun.

“Akan kurebut kembali hati wanita yang telah kau rebut.” Ucap Myungsoo membuat Baekhyun tersadar akan kehadirannya di sana. Baekhyun hanya menatap datar Myungsoo tanpa mau membalasnya sedikit pun.

Setelah mengatakan itu, Myungsoo pergi meninggalkan Baekhyun di depan pintu masuk. Tanpa Baekhyun dan Myungsoo sadari, di salah satu sudut lobby Sejeong sedang tersenyum penuh kemenangan dengan apa yang terjadi di depannya beberapa saat yang lalu.

Sebentar lagi kau akan menjadi milikku sepenuhnya, calon suamiku. Janji Sejeong dengan mata yang tidak lepas dari Baekhyun.

Di tempat lain, lebih tepatnya di rumah Suzy, dengan sedikit kasar ayah Suzy menyeretnya untuk memasuki rumahnya itu. Begitu memasuki ruang tamu, ayah Suzy langsung melepaskan cengkeramannya.

Appa…”

Masuk ke kamarmu!”

“Tapi appa….”

“Simpan saja alasanmu untuk nanti malam. Untuk saat ini appa tidak ingin mendengar apapun yang ingin kau katakan.”

Appa…”

Masuk Bae Suzy!” bentaknya membuat Suzy tersentak kaget. Seumur hidupnya tidak pernah sekalipun ayahnya itu membentaknya seperti ini. Suzy berusaha menahan air matanya menolehkan wajahnya untuk menatap ibunya, mencoba mencari bantuan.

Hati Suzy mencelos saat melihat sang ibu malah memalingkan wajahnya seakan ia tidak sudi untuk bersitatap dengan Suzy. Dengan berat hati Suzy melangkahkan kakinya menuju kamar tidurnya. Ia menutup pintunya perlahan, dan tepat setelah pintu tertutup, tubuhnya merosot di lantai yang dingin. Ia habiskan siang itu dengan menangis.

Waktu berlalu dengan sangat cepatnya, matahari sudah kembali keperaduannya, dan Suzy sudah mengganti pakaiannya dengan sesuatu yang lebih sopan. Sebuah baju berlengan panjang dengan potongan neckturtle berwarna hitam dipadukan dengan sebuah rok warna krem yang panjangnya sampai melebihi lututnya.

Sebuah kalung mutiara sederhana menggantung indah di leher Suzy. Ia mengikat rambut panjangnya ke belakang. Sentuhan make up yang tidak berlebihan ia gunakan sebagai penyempurna penampilannya kali ini. Tidak lupa Suzy memakai sebuah sepatu heels yang tidak terlalu tinggi untuk menampilkan kesan elegan yang ada pada dirinya.

Saat suara deru mesin mobil terdengar berhenti di depan rumah Suzy, ia buru-buru menengokkan wajahnya melalui celah gorden untuk melihat siapa yang datang. Begitu melihat orang yang ditunggunya sudah menampakkan batang hidungnya di depan rumah Suzy, perasaan cemas kembali melingkupi hatinya. Entah apa yang akan dilakukan ayahnya nanti, Suzy tidak tahu.

Setelah memastikan Baekhyun dan keluarganya masuk ke dalam rumah, Suzy pun segera keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang tamu. Semua anggota keluarganya dan keluarga Baekhyun sudah duduk berkumpul di ruang tamu rumah Suzy.

Semua mata menatap kedatangan Suzy yang baru saja menginjakkan kakinya di sana. Dengan gugup Suzy meneruskan langkahnya menuju ke tempat kosong yang memang tersedia untuknya. Suzy dapat merasakan tatapan Baekhyun yang tidak pernah lepas darinya semenjak ia berada di sana.

Tanpa sadar wajah Suzy merona merah dan melupakan perasaan cemas yang rasakan beberapa saat lalu. Ia melirik sedikit ke arah Baekhyun yang juga sedang menatapnya. Betapa terpesonanya Suzy dengan penampilan Baekhyun saat ini. Tubuh tegapnya dibalut dengan stelan baju formal berwarna biru tua dan warna krem seperti yang ia gunakan saat ini.

Ayah Baekhyun terdengar berdehem sebelum ia mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan yang terjadi selama beberapa menit berlalu. “Kami datang ke sini untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di antara putera-puteri kita.”

“Anda sudah mengetahuinya?” tanya ayah Suzy begitu ia menangkap sesuatu yang agak janggal.

“Sebenarnya, kami sudah mengetahunya cukup lama.” Jawab ayah Baekhyun sedikit menggantungkan ucapannya. “Saya tidak bisa membenarkan apa yang telah dilakukan Baekhyun pada puteri anda, tetapi saya juga tidak bisa menyalahkannya atas hal itu.”

Ayah Baekhyun mengamati perubahan ekspresi dari ayah Suzy sebelum kembali melanjutkannya. Suasana tegang yang terasa sejak awal, semakin terasa saja seiring dengan berjalannya waktu.

“Cinta yang begitu besar pada puteri anda, membuatnya buta sehingga ia melakukan sesuatu hal cukup gegabah.”

“Tidak usah berbelit-belit Tuan Byun. Langsung ke intinya saja.”

“Baiklah, kalau itu keinginan anda.” Ayah Baekhyun terlihat menelan ludahnya sebelum ia melanjutkan ucapannya. “Sebenarnya puteri anda dan putera saya sudah menikah.”

“Apa?” ucap ayah dan ibu Suzy berbarengan karena terlalu terkejut dengan fakta yang baru diketahuinya itu. Sedangkan Suzy menundukkan wajahnya semakin dalam, tidak berani menatap langsung wajah kedua orang tuanya.

“Seperti itulah keadaan mereka sebenarnya.”

“Bukankah anda tahu jika puteri saya sudah bertunangan dengan pria lain? Kenapa anda tetap menyetujui pernikahan mereka?”

“Saya tidak bisa menghalangi keinginan dua orang yang saling mencintai untuk melangkah ke jenjang pernikahan.”

“Walaupun begitu, tindakan mereka tidak bisa dibenarkan begitu saja. Putera anda seharusnya meminta izin terlebih dahulu pada saya sebelum menikahi puteri saya.”

“Kalau untuk masalah itu, saya meminta maaf.” Jawab ayah Baekhyun dengan tulus.

Ayah Suzy terlihat menghembuskan napasnya dalam dengan keadaan ini. “Lalu apa artinya pernikahan mereka jika pada akhirnya putera anda baru saja bertunangan dengan wanita lain? Jika pertunangan Suzy dan Myungsoo dilakukan dulu sebelum ada pernikahan, lantas pesta pertunangan kemarin malam apa artinya? Apa hanya sebatas bisnis?”

“Sebenarnya itu hanya sebatas bisnis saja.” Jawab Baekhyun menyela perkataan yang ingin dikeluarkan ayahnya.

“Bisnis?”

Nde, semuanya hanya bisnis.”

“Dan istrimu mengetahuinya?”

Nde, Suzy telah mengetahui sebelumnya.”

“Apakah kau akan menikahi tunangan barumu itu?” untuk pertanyaan yang satu ini Baekhyun tidak bisa menjawabnya. Ia tidak sanggup mengatakan iya karena itu berarti ia akan menyakiti Suzy lebih dalam lagi. “Berengsek!” umpat ayah Suzy sambil menggebrak meja saat mengerti jawaban apa yang tidak secara verbal Baekhyun ucapkan.

“Kau anggap puteriku apa, hah? Hanya sebuah pajangan yang tidak memiliki hati sama sekali?” tanya ayah Suzy sambil mencengkeram kerah kemeja Baekhyun agar menatapnya langsung.

Suzy langsung membulatkan matanya tapi tubuhnya tidak beranjak sedikit pun untuk melerai ayahnya yang berbuat kasar pada Baekhyun. Dalam hati ia masih bersyukur karena dibalik itu semua, ayahnya masih tetap menyayanginya walaupun ia sudah memalukan keluarganya.

“Saya tidak pernah menganggapnya seperti itu.”

“Lalu apa?”

“Saya menganggapnya sebagai wanita yang paling berharga dalam hidup saya setelah ibu saya sendiri.”

Mendengar jawaban Baekhyun, ayah Suzy melepaskan cengkeramnya dan duduk kembali di tempatnya semua. Menormalkan napasnya yang sempat memburu karena luapan emosinya. Ayah mana yang rela jika puteri kesayangannya disakiti oleh pria lain.

“Kau akan tetap menikahi puteri Tuan Kim?” tanya ayah Suzy lagi saat emosi sudah mulai mereda di dalam dirinya.

“Hanya dua tahun.”

Terlihat ia kembali menghembuskan napasnya dalam mendengar jawaban Baekhyun. “Dua tahun bukan waktu yang sebentar.”

“Waktu dua tahun tidak akan membuatku berpaling padanya.”

“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi hari esok, nak.”

Dalam hati Baekhyun membenarkan ucapan ayah mertuanya itu, tapi ia juga bertekad untuk tidak tergoda dengan segala rayuan dari Sejeong.

“Apakah kalian sudah mendaftarkan pernikahan kalian?”

“Belum”

“Bagus, karena itu akan semakin mudah.” Perkataan ambigu yang dilontarkan ayah Suzy membuat Suzy dan Baekhyun menatapnya bingung. “Ceraikan puteriku, sebelum kau menikahi wanita lain.”

Suzy dan Baekhyun yang mendengar permintaan itu hanya bisa bergeming di tempatnya tanpa bisa menjawab apapun. Perkataan yang dilontarkan ayah Suzy itu seperti sebuah vonis kematian yang akan menjemput Suzy dan Baekhyun saat itu juga. Suzy dan Baekhyun berharap semua ini hanya mimpi buruk semata, karena jika itu menang kenyataan, terlalu mengerikan untuk tetap berada di dalamnya. Benar-benar mengerikan.

 

~ tbc ~

Akhirnya…aku bisa menyelesaikannya juga. Apa kalian sudah lupa dengan jlaan ceritanya? Maafkan aku jika tidak menyelesaikan cerita ini secepatnya. Maafkan aku jika chapter ini kurang greget. Aku sudah pusing duluan sebelum menulisnya. Jadi aku tidak peduli. Ini klimaks, tapi kayaknya kurang klimaks. Maafkan aku.

Maafkan aku jika nanti ff ini terasa datar-datar saja.

Pokoknya maafkan aku semuanya.

Sampai jumpa lagi lain waktu yang entah itu kapan. Bentar lagi ff ini selesai kok.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

 

 

Iklan

8 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Dream – (Chapter 26)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] DREAM (Epilog) | EXO FanFiction Indonesia

  2. lha aq mlh gregetan sama baekhyun nie lebih mentinggin bisnis dr pd istri ,,kasihan suzyq bner ayah suzy cerain aj trs ama myungsoo dr pd ama baekhyun bikin baper ,,,lanjut thor
    hwaitingggg

  3. Woalah, pantesan kya g asing sma azalea, trnyta authornya dream :’)
    ini uda lamaaaa bgt, bru update lgi T.T
    lah kog mlah dsruh cerai 😥 baekhyun kn lbih kya dr myungsoo papa bae, jdi biarin suzy ama baek aja 😥
    sejeong psti yg nyuruh myungsoo n ortunya suzy k hotel itu, hadeh mkin rumit aja, kirain setuju ama prnikahan baek, eehh mlah dsruh cerai -=-
    dtnggu next nya yaa azalea, jgn lama” lgi :’) fighting!!! (msih nnggu jdul sebelah yg diprotect hiks )

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s