[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 8)

the perfect wife

 

THE PERFECT WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Summary :

Kim eun ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar, namun ia tidak menyangka akan belajar menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 8th

“Tapi kau tidak perlu menginjak kakiku” keluh Eun ji sambil memegang kakinya. Sehun hanya tersenyum ketika melihat tingkah noonanya, pria itu tidak menyangka dengan adanya kehadiran Eun ji suasana gembira menyelimuti wajah anak – anak tersebut.

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya Sehun dan Eun ji keluar dari dalam ruangan itu menuju parkiran diarea Rumah sakit. Mereka nampak letih, bahkan Eun ji sampai lupa untuk menjemput adiknya disekolah. Padahal ia sudah berjanji akan menjeput Yeri tapi karena hari sudah malam dan tidak mungkin jika Yeri masih berada disekolah saat ini. Eun ji memutuskan untuk pulang kerumah suaminya bersama dengan Sehun.

Sesampainya dirumah, Chanyeol terkejut ketika melihat istrinya pulang bersama dengan adiknya, pria itu menaruh tatapan sinis pada Eun ji. Namun gadis itu tetap membalas pandangan itu dengan senyuman. Banyak pertanyaan yang ingin diajukan Chanyeol kepada sitrinya, namun gadis itu malah menghiraukan Chanyeol, ia lebih memilih pergi kekamarnya. Dengan segera Chanyeol menyusul Eun ji.

Pria itu bingung ketika melihat istrinya langsung berbaring ditempat tidur, Chanyeol masih penasaran mengenai kepulangan Eun ji bersama dengan Sehun. Agar rasa penasarannya terjawab, pria itu langsung menghampiri Eun ji dan ikut berbaring ditempat tidur. Gadis itu terkejut ketika melihat Chanyeol tengah berbaring disampingnya. Dengan segera Eun ji mendorong Chanyeol dengan tangannya hingga pria itu terjatuh dari tempat tidur.

Gubrakkk …

“Aigooo …, sakit sekali !” keluh Chanyeol yang tengah tengkurap dilantai. Melihat hal itu Eun ji segera membantu suaminya berdiri, gadis itu hanya tersenyum kecil ketika melihat ekspresi wajah Chanyeol yang lucu. Apalagi pria itu terjatuh dari tempat tidur yang cukup tinggi sehingga rasa sakit menyelimuti tubuhnya. Setelah Eun ji membaringkan suaminya ditempat tidur, ia langsung meminta maaf pada Chanyeol karena perbuatannya yang berlebihan.

“Pak tua, aku minta maaf karena mendorongmu hingga kau terjatuh” ucap Eun ji sambil menundukan kepalanya.

“Kau membuat semua tubuhku terasa sakit” sahut Chanyeol yang masih nampak kesakitan.

“Bagian tubuh yang mana terasa sakit ?” tanya Eun ji sambil memandang suaminya.

“Tangan dan kakiku terasa sakit, mungkin kau bisa memijatnya” sahut Chanyeol.

“Aku tidak bisa memijat, terakhir kalinya aku memijat kaki adikku tidak lama setelah itu ia tidak bisa berjalan selama satu minggu” ujar Eun ji.

“Kau serius ?, kalau begitu kau tidak perlu memijatku nanti aku tidak bisa jalan kayak adikmu. Tapi apakah kau bisa memukul – mukul kakiku saja, mungkin dengan begitu rasa sakitnya bisa menghilang walaupun sedikit” ucap Chanyeol.

“Bagaimana caranya ?” tanya Eun ji

“Kau hanya perlu memukul kakiku dengan tanganmu” sahut Chanyeol sambil memberi contoh pada istrinya.

Segeralah Eun ji memukul – mukuli kaki Chanyeol, walaupun ia tidak mengerti dengan tindakan yang tengah ia lakukan. Setengah jam pun berlalu, Eun ji mulai terlihat mengantuk bahkan mengangguk – anggukkan kepalanya, melihat hal tersebut Chanyeol hanya tertawa kecil. Pria itu berharap istrinya tertidur agar ia bisa memandang wajah Eun ji.

Tidak disangka harapannya terkabul, Eun ji tiba – tiba saja tertidur saat tengah memukuli kaki suaminya. Dengan segera Chanyeol membaringkan istrinya ditempat tidur, pria itu terus memandang wajah Eun ji. Sesekali Chanyeol menyentuh pipi gadis itu seakan – akan ia membayangkan jika Eun ji benar – benar istrinya.

“You know that i begin love you, and please don’t leave me” bisik Chanyeol pada Eun ji. Namun pria itu tau jika Eun ji tidak menyukainya, tapi ia akan mencoba membuat gadis itu mencintainya.

_

Terlihat seorang pria tengah memakai baju dikamarnya, namun tiba – tiba saja istrinya terbangun sehingga membuat ia tersenyum. Eun ji menguap sangat lebar sambil mengangkat tanganya untuk merenggangkan ototnya, gadis itu merasakan hal aneh dipikarannya. Eun ji bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi, gadis itu melewati Chanyeol begitu saja tanpa berkutik apapun.

Ketika membasuh wajahnya dengan air, Eun ji masih merasakan hal aneh. Gadis itu terus menatap lingkungan disekitarnya, seakan – akan ia tengah berada ditempat yang asing. Tidak lama kemudia Eun ji mulai menyadari jika ia tengah berada didalam kamar mandi suaminya, ia lupa kalau ada dua kamar mandi didalam kamarnya. Karena takut diamarahi oleh Chanyeol, dengan segera gadis itu berlari keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil tasnya dan bergegas pergi. Namun ketika hendak ingin membuka pintu kamar tiba – tiba saja Chanyeol menarik tangan Eun ji.

“Kau mau kemana ?” tanya Chanyeol sambil memegang tangan istrinya

“Aku harus pulang Pak tua, adikku menungguku” sahut Eun ji sambil berusaha melepaskan tanganya dari Chanyeol.

“Kau tidak boleh pergi, aku sudah menghubungi adikmu jika kau tengah berada dirumahku” ucap Chanyeol

“Mwo ?? kau gila, eoh. Lalu adikku berkata apa ?” tanya Eun ji sambil terkejut.

“Dia bilang tolong jaga eonnieku”

“Hanya itu ?, aku yakin pasti dia berkata selain itu”

“Dia bilang kau harus menghubunginya siang nanti”

“Aku kira dia akan marah padaku. Tapi ngomong – ngomong kau mau kemana pagi – pagi seperti ini ?”

“Hari ini aku akan pergi kuliah, kalau kau ingin berangkat bersama denganku cepatlah mandi”

“Baiklah, tapikan aku tidak bawa baju”

“Dasar bodoh, kau tidak membawa semua barang – barangmu dari kamar ini jadi bajumu masih ada didalam lemari pakaianku”

“Benarkah, bagulah kalau begitu”

Eun ji segera berjalan menuju lemari pakaian suaminya untuk mengambil pakaiannya, gadis itu terkejut ketika melihat isi lemari tersebut, semua pakaian tertata dengan rapi. Padahal sebelumnya masih dalam keadaan berantakan, mungkin saja suaminya mulai sadar untuk menjaga kebersihan kamarnya. Namun Eun ji terlihat bingung karena tidak ada satupun handuk didalam lemari itu, ia tidak tau kemana semua handuk – handuk miliknya padahal Eun ji mempunyai beberapa handuk didalam lemari itu.

“Pak tua, dimana semua handukku? ” tanya Eun ji sambil mencari – cari benda itu didalam lemari.

“Sedang dilaundry, kalau kau mau kau bisa menggunakan handuk milikku didalam kamar mandi” sahut Chanyeol yang tengah membaca koran.

“Aku tidak mau, kau dan aku berbeda” ucap Eun ji sambil memandang suaminya

“Baiklah kalau kau tidak mau, lagipula tidak ada ruginya bagiku” ujar Chanyeol.

Mendengar perkataan suaminya membuat Eun ji semakin bingung, karena tidak ada pilihan lain gadis itu terpaksa harus menggunakan handuk milik suaminya. Tidak lama kemudian Eun ji keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, gadis itu terlihat sangat menikmati sensasi segarnya habis mandi, bahkan ia mulai melupakan rasa ketidak mauanya begitu saja. Chanyeol hanya tersenyum melihat istrinya, sesekali pria itu menggoda Eun ji dengan kata – kata yang aneh. Sehingga membuat gadis itu terlihat sangat kesal.

Setelah Eun ji selesai bersiap – siap segeralah kedua orang itu bergegas pergi menuju kampus dengan mengendarai mobil. Namun anehnya ketiga adik Chanyeol tidak terlihat saat Eun ji keluar dari kamarnya, gadis itu mengira bahwa ketiga adik iparnya sudah berangkat lebih dulu. Saat ditengah perjalanan Eun ji terus saja bersandar dijendela mobil, gadis itu tidak menyangka bahwa setiap hari ia akan merasakan hal yang berbeda dari kehidupa yang sebelumnya. Tidak terbayangkan jika ia bisa tinggal dirumah yang megah dan selalu menaiki mobil kemanapun ia pergi.

Sama halnya dengan Chanyeol, walaupun ia kini tengah mengalami perasaan yang aneh namun kehidupannya terasa sangat berbeda setelah bertemu dengan Eun ji. Pria itu bisa lebih terbuka dan mulai percaya diri lagi. Sesampainya dikampus Eun ji langsung berjalan menuju falkutasnya namun tiba – tiba saja Chanyeol menggadeng tangan gadis itu, mereka berjalan bersama sambil bergandengan tangan walaupun terlihat raut wajah Eun ji yang kesal kepada suaminya. Gadis itu terus mencoba untuk melepaskan tanganya dari Chanyeol namun pria tersebut menggenggam tanganya dengan sangat erat, sehingga Eun ji tidak nisa berbuat apapun.

Saat tiba dikelasnya Eun ji, Chanyeol masih saja menggandeng tangan gadis itu, bahkan pria itu juga ikut masuk kedalam kelas Eun ji, sehingga mengundang banyak perhatian dari orang – orang didalam tempat tersebut. Chanyeol tidak peduli dengan keadaan disekitarnya, dengan segera pria itu encari dua bangku yang kosong untuk ditempati olehnya dan istrinya. Disamping itu nampak raut wajah Eun ji yang sangat bingung dengan sikap Chanyeol, gadis itu terus menatap wajah suaminya begitu juga sebaliknya dengan pria itu.

“Pak tua, kenapa kau ikut masuk kedalam kelasku ?” tanya Eun ji

“Aku sekarang menjadi salah satu mahasiswa dikelas ini” sahut Chanyeol sambil tersenyum.

“Mwo ? kau pasti bercanda, sudahlah kau kembali kefalkultasmu sekarang”

“Aku sudah pindah jurusan, jadi aku bisa bersama dengan mu setiap saat”

“Pak tua, aku tidak mau kau berada disini”

“Kau harus menerimanya istriku”

“Kau jangan panggil aku seperti itu Pak tua, nanti semua orang tau yang sebenarnya” bisik Eun ji kepada Chanyeol.

Saat tengah memarahi suaminya tiba – tiba saja Joy datang menghampiri Eun ji, gadis itu terkejut ketika melihat Chanyeol berada didalam kelasnya. Apalagi pria itu tengah menggenggam tangan Eun ji, membuat Joy menjadi bingung.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Joy.

“Sekarang aku adalah mahasiswa dikelas ini” sahut Chanyeol

“Kau pasti bergurau. Kim eun ji apa itu benar ?” tanya Joy kembali.

“Nde” sahut Eun ji singkat.

Mendengar penjelasan Eun ji membuat gadis itu tidak bisa berkutik apapun, namun tidak disangka senyuman hadir dibibir Joy.

“Bagus jika kau berada dikelas ini, karena banyak sekali pria disini yang selalu menggoda istrimu” ucap Joy.

“Benarkah, kalau begitu Park eun ji mulai hari ini tidak akan ada seorang pun yang berani menggodamu”

“Memangnya kau siapa, aku tidak butuh kau”

“Tapi aku membutuhkanmu”

“ maksudmu? ”

Setelah  melihat wajah Eun ji yang kebingungan, pria itu menjadi puas karena rencananya berjalan dengan lancar. Lalu bergegaslah Chanyeol pergi dari tempat itu menuju kelasnya, namun sebelumnya pria itu berbisik pada Eun ji.

“Kau sangat bodoh, jadilah istri yang pintar” ucap Chanyeol.  Melihat suaminya pergi begitu saja membuat Eun ji semakin kebingungan, apalagi dengan bisikan aneh dari mulut pria itu. Eun ji tidak bisa beekata apapun ia hanya mampu menghela nafasnya.

_*_

Terlihat disore hari tepatnya disebuah Halte bus seorang gadis belia yang tengah berbicara dengan seseorang diponselnya, Yeri mengeluarkan sebuah buku dari dalam tasnya. Rupanya gadis itu ingin mencatat beberapa barang – barang kebutuhannya yang harus dibeli. Setelah itu bergegaslah Yeri pergi menuju super market. Sesampainya disana gadis itu langsung mengeluarkan buku catatan itu dan segera mengabil barang – barang yang tertulis dikertas tersebut.

Tidak disangka Junior dan Sehun juga tengah berada ditempat itu, mereka terlihat tengah sibuk mengambil beberapa minuman dari dalam kulkas super market tersebut. Sebelum mengantarkan  belanjaan itu menuju kasir, Yeri terlebih dahulu memeriksa barang – barangnya sebelum dibayar. Setelah yakin bahwa semuanya sudah lengkap, segerlah Yeri pergi menuju kasir, namun saat ingin meletakan keranjang belanjaan itu diatas meja kasir tiba – tiba saja Junior juga meletakan keranjangnya di meja kasir yang sama.

Melihat hal itu membuat Yeri marah karena kedua pria itu bertindak tidak sopan padanya.

“Hei, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Yeri yang nampak kesal

“Who are you ?” sahut Junior sambil memandang gadis itu

“Kau tidak perlu menggunakan bahasa inggris, atau jangan – jangan kau ingin pamer padaku jika kau bisa berbicara bahasa inggris. Aku juga bisa ngomong bahasa inggris” ucap Yeri.

“Are you stupid, eoh ?”

“ kau bilang aku gila, wahh … kau sungguh keterlaluan jika aku jadi kau lebih baik aku segera pergi sebelum hal buruk terjadi”

“Tapi sayangnya aku tidak sepertimu”

“Kau memang benar – benar minta dihajar, kau kira kau siapa. Pemilik toko ini, eoh ?”

“Kalau memang aku kenapa ?, kau tidak suka”

Mendengar perkataan itu Yeri menjadi bungkam, ia benar – benar terkejut mendengar hal itu.

“Jadi kau pemilik super market ini ?” tanya Yeri serius.

“Nde, kalau kau tidak percaya kau bisa bertanya dengan para staf ditempat ini” sahut Junior. Melihat hal itu Sehun hanya bisa tersenyum kecil, ia lebih memilih pergi dari dalam tempat itu dan tidak ingin terlibat didalam permasalahan tersebut. Namun berbeda dengan Yeri, gadis itu benar – benar merasa sangat canggung setelah mengetahui bahwa pria yang tengah berdiri dihadapannya adalah pemilik dari super market itu. Karena merasa bersalah segeralah Yeri meminta maaf kepada Junior.

“Maafkan aku karena telah bersikap tidak sopan kepadamu” ucap Yeri sambil membungkuk dihadapan pria itu.

“Please use english if you want to apologize to me” ujar Junior

“Tapi aku tidak bisa berbahasa inggris” jawab Yeri

“But you said that you can speak English, so use english” ucap Junior sambil memandang gadis itu

“Nde, I am sorry if I …”

“I what ?”

“Apa kau bawa kamus bahasa inggris ?, aku sedikit lupa”

“pfftt … kau gila sudahlah katakan sebisamu aja” ucap Junior sambil tertawa kecil

“Nde, if I am … not po … lite to you” ucap Yeri terbatah – batah

“Nice althought very bad, sekarang kau biarkan aku untuk membayar barang – barangku duluan, dan setelah itu baru kau” ujar Junior sambil memberikan satu – persatu barang belanjaannya kepada petugas kasir.

“Nde” ucap Yeri datar

Tidak lama kemudia setelah semua belanjaan itu terbungkus rapi didalam kantong plastik, segeralah Junior menyusul hyungnya yang tengah berada didalam mobil untuk meminta uang kepadanya. Melihat pria itu pergi keluar, segeralah Yeri memberikan belajaannya kepada petugas kasir. Namun tidak disangka saat ingin mengeluarkan uangnya dari dalam dompet, tiba – tiba salah satu uang logamnya terjatuh kelantai, sehingga meyebabkan uang logam itu menggelinding dilantai. Dan segeralah Yeri mengejar uang itu, namun sialnya uang itu masuk kedalam kolong kulkas tempat itu, dam segeralah Yeri mengambilnya.

Saat tengah sibuk mengambil uangnya yang sulit diraih, tiba – tiba Junior datang dan segera mengambil barang belanjaannya. Namun pria itu tidak menyadari jika plastik yang ia bawa bukanlah miliknya. Setelah pria itu pergi datanglah Yeri, gadis itu segera membayar belanjaannya dan lekas pergi.

_

Sesampainya dirumah, Junior langsung memberikan belanjaan itu kepada hyungnya, Chanyeol terkejut ketika melihat isi dari plastik itu.

“Junior –ah, kau membeli pembalut  ?” tanya Chanyeol sambil memperlihatkan benda itu kepada adik – adiknya.

“Mwo … hyung kenapa benda itu ada didalam plastik itu” sahut Junior terkejut

“Aku tidak tau, kan kau yang belanja tadi” ucap Chanyeol

“Tapi tadi aku tadi tidak membeli benda itu” ujar Junior kebingungan

“Mungkin kau salah ambil” ucap Bam bam

Setelah diperiksa lebih teliti, ternyata selain pembalut masih ada berbagai benda – benda untuk wanita. Seperti pembersih kewanitaan, pencuci wajah, parfum dan masih banyak lagi. Keempat pria itu benar – benar terkejut sekaligus bingung, mereka tidak menyangka harus melihat benda – benda itu. Junior terlihat terus berfikir, akhirnya ia baru teringat bahwa mungkin saja belanjaannya tertukar dengan belanjaan gadis itu.

Lalu segeralah Junior menceritakan hal tersebut kepada saudara – saudaranya, dan setelah dipikir – dipikir akhirnya mereka memutuskan untuk pergi menuju super market itu. Namun berbeda dengan Yeri, gadis itu dan eonnienya tertawa terbahak – bahak ketika melihat selusin pakaian dalam pria didalam plastik itu.

“Hihihi … eonnie, kau tau tidak aku seperti melihat seribu bintang berkumpul didalam kotak pakaian dalam itu” ucap Yeri sambil tertawa.

“Kau benar, tapi kenapa benda – benda ini bisa ada didalam plastik belanjaanmu ?” tanya Eun ji

“Aku tidak tau, tapi sepertinya belanjaanku tertukar oleh belajaan pria itu” sahut Yeri

“Sebaiknya kau kembalikan, kalau tidak kita akan tertawa sepanjang malam” ucap Eun ji sambil tertawa kecil

“Aku tidak bisa eonnie, karena aku harus mengerjakan tugasku” ucap Yeri

“Jadi maksudmu aku yang harus mengembalikan barang – barang ini ?” tanya Eun ji

“Nde, jadi sekarang eonnie harus pergi ke super market itu” sahut Yeri sambil memberikan plastik itu kepada eonnienya.

“Tapi apakah pria itu ada disana ?, lalu bagaimana ciri – cirinya ?” tanya Eun ji kembali

“Pasti pria itu ada disana dan ciri – cirinya ia tampan dan sedikit pendek, sudahlah eonnie cepat pergi sebelum malam hari” jawab Yeri

Lalu segeralah Eun ji pergi menuju super market tersebut, sesampainya disana gadis itu langsung memarkirkan sepeda motornya dan segera masuk kedalam super market tersebut. Eun ji bertanya kepada para petugas ditempat itu, namun tidak ada satupun dari antara mereka yang mengenali ciri – ciri pria itu. Karena lelah Eun ji memilih duduk didepan super market tersebut sambil meminum minuman yang ada didalam kantong plastik nya, namun tidak disangka saat tengah minum tiba – tiba saja sebuah mobil berhenti didepan Eun ji. Gadis itu terkejut ketika melihat suaminya dan ketiga adik iparnya keluar dari dalam mobil itu, Eun ji langsung berdiri saat mereka menghampirinya.

“Noona kau sedang apa disini ?” tanya Junior

“Aku baru saja membeli beberapa barang – barang kebutuhanku” sahut Eun ji sambil bangun dari tempat itu.

“Lalu kau sedang minum apa ?” tanya Chanyeol sambil memandang sebuah kaleng ditangan istrinya.

“Oh ini, aku tadi membelinya” jawab Eun ji sambil menunjukan kaleng minuman itu

“Minuman itu sama dengan minuman yang aku beli tadi, bukannya minuman itu sudah habis” ucap Junior

“Aku tidak tau, lalu sedang apa kalian disini ?” tanya Eun ji

“Kami ingin mengembalikan belanjaan yang tertukar ini” sahut Chanyeol sambil menunjukan kedua plastik itu.

“Tadi plastik belanjaanku tertukar dengan plastik orang lain” ucap Junior

“Ohh …” sahut Eun ji singkat. Namun tiba – tiba saja Sehun mengambil plastik belanjaan yang ada ditangan Eun ji, hal itu sontak membuat gadis itu terkejut.

“Apa yang kau lakukan Sehun –ah ?” tanya Eun ji.

Pria itu terkejut ketika melihat barang belanjaannya ada didalam plastik itu, Sehun terus memandang kearah noonanya dengan tatapan sinis.

“Kenapa kau berbohong  pada kami ?” tanya Sehun.

“Apa maksudmu aku tidak mengerti” sahut Eun ji

“Kenapa semua barang belajaan kami ada didalam plastik mu ?” tanya Sehun kembali. Mendengar perkataan pria itu membuat ketika saudaranya terkejut bahkan Chanyeol tidak bisa berkutik apapun.

“Aku tidak tau” jawab Eun ji grogi

“Noona apa yang telah kau lakukan ?, kau berbohong pada kami hanya untuk barang belanjaan kami” ucap Junior.

“Kau sungguh keterlaluan, hyung berikan saja plastik belanjaan miliknya” ucap Bam bam.

“Apa maksud dari ini semua Eun ji- ya ?” tanya Chanyeol

“Sungguh  aku tidak sengaja, aku juga tidak tau jika belanjaan itu adalah milik kalian” jawab Eun ji.

“Atau jangan – jangan kau bersekongkol dengan gadis itu, pantas saja gadis muda tadi bersikap sangat aneh padaku” ucap Junior.

“Gadis muda ?, maksudmu sepupu perempuanku ?” tanya Eun ji

“Mungkin, sudahlah hyung ayo kita pulang aku kesal dengan sikap noona” jawab Junior lalu segera berjalan menuju mobilnya.

Ketiga pria itu memandang Eun ji dengan tatapan yang sangat sinis, bahkan Eun ji tidak berani melihat mata mereka. Gadis itu diam terpaku dihadapan ketiga pria itu, lalu segeralah Chanyeol memberikan barang belanjaan itu kepada Eun ji.

“Ini milikmu, lain kali kau jangan bertindak ceroboh seperti ini” ucap Chanyeol sambil memberikan plastik itu kepada Eun ji.

“Gomawo, maaf jika aku menyusahkanmu” ujar Eun ji

“Kau tidak perlu sedih, sebaiknya ayo kita pulang ini sudah malam” ucap Chanyeol.

“Tapi kaukan tau aku harus mengantar belanjaan sepupu perempuanku dulu, jadi kau bisa pulang duluan” ucap Eun ji sambil mengedipkan sebelah matanya.

 “Baiklah, tapi kau jangan pulang terlambat” ujar Chanyeol sambil tersenyum pada istrinya.

“Ye Pak tua, baiklah aku pergi dulu” ucap Eun ji sambil berjalan pergi.

“Hati – hati noona” teriak Bam bam. Lalu segerlah ketiga pria itu masuk kedalam mobil dan segera pulang menuju rumah mereka.

_

Tampak dipagi hari seorang pria yang masih terlelap dalam mimpinya, dan seketika harus terbangun akibat suara dengkuran seseorang yang cukup keras. Perlahan – lahan Chanyeol membuka kedua kelopak matanya,  pria itu terkejut ketika melihat Eun ji tertidur tepat dihadapannya. Ia mulai tersadar ketika mengetahui suara dengkuran itu berasal dari istrinya, namun Chanyeol masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. pria itu mencoba menyentuh hidung Eun ji, terasa ditanganya sentuhan kulit hangat berpadu dengan ukuran hidung istrinya yang kecil.

Namun hal itu membuat Chanyeol tersenyum kecil, ia terus saja menyentuh hidung Eun ji. Bahkan sesekali ia mencubit hidung istrinya sehingga membuat Eun ji menggerakan hidungnya,  karena merasa tidak nyaman gadis itu langsung membuka matanya. Nampak didepan wajahnya seorang pria tengah memandanginnya sambil tersenyum, Eun ji terlihat bingung ketika melihat Chanyeol dihadapannya. Namun akhirnya ia sadar ketika Chanyeol mulai mendekatkan wajahnya ke arah Eun ji, dengan segera gadis itu bangun dari tempat tidur.

Eun ji manaruh pandangan sinis kepada suaminya, namun tetap saja pria itu tersenyum kepadanya.

“Kau tidak ingin kembali tidur ?” tanya Chanyeol sambil bangun dari tempat tidur. Pria itu melangkah mendekat menuju Eun ji. “Kau tidak ingin bersamaku lagi, eoh?”.

“Kau bicara apa ?, aku tidak mengerti” ucap Eun ji sambil melangkah mundur menghindari Chanyeol yang terus melangkah mendekat kearahnya.

“Kau jangan pura – pura bodoh didepanku, aku tau jika kau sangat menikmati malam itu” ujar Chanyeol sambil memandang istrinya.

Gadis itu terus melangkah mundur hingga akhirnya langkahnya harus terhenti setelah tubuhnya menyentuh pintu kamar.

Tubuh gadis itu diam terpaku ketika Chanyeol mulai mendekat kearahnya, bahkan Eun ji mulai berkeringat dingin. Ketika pria itu tepat berada dihadapan Eun ji, ia terus saja memandangi wajah gadis itu. Sesekali Chanyeol tersenyum kepadanya sehingga membuat Eun ji bingun melihat sikapnya, dan tiba – tiba saja pria itu menempelkan kedua telapak tangannya dipermukaan pintu tersebut, sehingga membuat Eun ji bingun karena disisi kiri dan kananya terdapat tangan Chanyeol. Dan hal yang tidak terduga pun terjadi, Chanyeol tiba – tiba saja mencium kening gadis itu.

Rasa tenang meliputi hati Eun ji ketika bibir itu menempel dikeningnya, ia sama sekali tidak bisa berbuat apapun. Setelah Chanyeol melepaskan kecupan itu, pria itu langsung berbisik pada Eun ji.

“Kau membuatku merasa nyaman, tetaplah bersamaku Park eun ji”.

Mendengar bisikan singkat itu membuat Eun ji merasa kikuk, gadis itu terlihat sangat bingung bahkan ia tidak bisa mengedipkan kedua matanya.

“Kau bicara apa Pak tua ?, aku tidak mungkin selalu bersamamu !” ucap Eun ji lantang.

“Kau yakin, aku kira kau ingin melupakan perjanjian itu” balas Chanyeol sambil melepaskan kedua tangannya yang bersandar pada pintu.

“Tidak akan, aku akan selalu mengingat perjanjian itu sampai kapanpun” ucap Eun ji yang nampak serius.

“Sudahlah kau tidak perlu khawatir, masih ada waktu 3 setengah minggu lagi” ujar Chanyeol sambil berjalan menuju tempat tidurnya. Eun ji mengikuti langkah pria itu sembari menggodanya.

“Aku tau, pasti kau ingin aku melupakan perjanjian itukan”

“Kau bicara apa ?, aku hanya ingin mengingatkanmu saja”

“Hmmm … kau jangan berbohong, lalu untuk apa kau tadi mencium keningku ?”

“Aku hanya ingin melakukan itu saja, lagipula kau bukan satu – satunya gadis yang pernah aku cium”

“Kau menyebalkan Pak tua”

“Dan berhenti memanggilku Pak tua”

Setelah mereka berbincang – bincang, segeralah Eun ji pergi menuju rumahnya untuk menemui Yeri. sesampainya gadis itu disana, ia langsung membuka pintu dan anehnya pintu itu tidak terkunci. Padahal biasanya pintu selalu terkunci ketika dipagi hari karena Yeri belum bangun, namun setelah ia berjalan masuk, gadis itu melihat keadaan rumah yang berantankan. Semua barang – barang berhamburan dilantai, bahkan kaca tv pun pecah. Eun ji terlihat bingung dengan keadaan rumahnya, ia tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Ia mencoba memanggil – manggil adiknya namun nihil tidak ada respon apapun, karena khawatir Eun ji segera mencari adiknya diseluruh sudut rumah. Saat ia melewati kamar mandi, Eun ji mendengar rintihan kecil dari dalam tempat itu.

segeralah Eun ji memutar kenop pintu itu, tidak disangka pintu itu terkunci. Karena benar – benar khawatir gadis itu langsung mendobrak pintu kamar mandi itu.

Brak …

Tampak Yeri tengah tergeletak lemas dilantai, melihat hal itu segeralah Eun ji membantu adiknya dan langsung membawanya menuju kamar. Wajah Yeri pucat bahkan bibirnya membiru, gadis itu hanya bisa mengedip – ngedipkan kedua matanya sembari memanggil – manggil nama eonninya.

“Apa yang terjadi ?” tanya Eun ji sambil memberikan Yeri segelas air.

“Eonni rumah kita dirampok, tadi malam saat aku ingin buang air kecil tiba – tiba saja ada orang yang membuka pintu. Aku mencoba mencarimu tapi kau tidak ada, karena aku takut aku memilih bersembunyi didalam kamar mandi” jelas Yeri.

“Maafkan aku, seharusnya aku tidak pergi meninggalkanmu”

“Memangnya tadi malam kau pergi kemana, eoh ?”

“Aku pergi kerumah temanku untuk mengerjakan tugas kuliahku”

“Tapi eonnie semua barang – barang kita dicuri bahkan ponselku juga. Seharusnya aku melawan mereka”

“Sudahlah yang terpenting kau baik – baik saja sekarang, baiklah aku akan memasak makanan untukmu lalu setelah itu kita akan merapihkan rumah”

“Nde”

Setelah beberapa jam kemudian, dan semua barang – barang tertata rapi seperti semula. Segeralah Eun ji bersiap – siap untuk pergi kekampus, namun gadis itu masih memikirkan tentang keadaan adiknya. Ia melihat Yeri yang tengah duduk disofa sambil meminum secangkir teh dengan tatapan kosong seperti ia sedang tengan memikirkan sesuatu.

“Kau kenapa ?” tanya Eun ji sambil duduk disampingnya.

“Aku baik – baik saja eonnie, hanya saja sekarang aku tidak punya ponsel lalu bagaiman nanti aku ingin menghubungimu” jawab Yeri.

“Kau bisa menggunakan ponselku untuk sementara, nanti jika aku punya uang aku akan memebelikanmu ponsel baru” ucap Eun ji sambil memberikan benda itu kepada adiknya.

“Tapi nanti kau pakai apa, dan kalau ada yang menghubungiku tapi dia mencarimu bagaimana ?”

“Begini saja nanti kau beli kartu baru, lalu kau keluarkan kartu ponselku lalu berikan padaku”

“Nde”

“Baiklah aku berangkat kuliah dulu, kau jangan lupa untuk  mengunci pintu” ucap Eun ji lalu segerah pergi.

_*_

Karena memikirkan istrinya, Chanyeol berinisiatif untuk menghubungi Eun ji. Pria itu langsung berbicara ketika Eun ji mengangkat telponnya.

“Nanti malam kau datang kekamarku, ada sesuatu yang ingin aku tunjukan padamu istriku” ucap Chanyeol.

Namun anehnya tidak ada respon dari apapun dari istrinya, Chanyeol hanya mendengar suara nafas yang tidak teratur didalam ponselnya. Tiba – tiba saja gadis itu memantikan ponselnya, Chanyeol mencoba menghubungi istrinya kembali namun tidak diangkat. Karena khawatir pria itu langsung pergi menuju kampus untuk menemui istrinya.

Sesampainya disana ia melihat Eun ji tengah mengeluarkan sepeda motornya dari parkiran, Chanyeol dengan segera menghampiri istrinya. Pria itu menepuk bahu Eun ji, gadis itu terkejut ketika melihat Chanyeol tengah berada dibelakangnya.

“Pak tua, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji.

“Kenapa kau mematikan ponselmu ketika aku tengah berbicara padamu ?” sahut Chanyeol sambil memandang gadis itu.

 “Kapan kau menghubungiku, lagipula aku sekarang tidak punya ponsel” ucap Eun ji.

“Tapi tadi kau mengangkat telpon dariku, hanya saja kau sama sekali tidak bicara”

“Aigo … jangan – jangan yang mengangkat telpon darimu adalah adikku”

“Benarkah, itu bagus dengan begitu aku bisa dekat dengan adik iparku”

“Kau bicara apa Pak tua ?, kalau adikku tau jika aku sudah menikah, kau jangan berharap aku akan membantumu lagi”

“Sudahlah Eun ji -ah, kita jangan merahasiakan hal ini lagi dari orang – orang”

“Aku tetap tidak mau orang tau tentang hal ini, aku bukanlah istrimu tapi hanya temanmu”.

Raut wajah Chanyeol berubah ketika istrinya berkata seperti itu, padahal ia ingin mengatakan hal yang sebenarnya pada Eun ji.

_

Nampak seorang gadis tengah duduk dihalaman rumahnya sambil membaca sebuah catatan singkat dibukunya, sesekali Eun ji menatap bintang dilangit sambil membayakan masa depannya. Namun gadis itu menjadi bingung bagaimana cara melanjutkan misinya lagi, walaupun ia belum menyelesaikan misi keduanya dengan sempurna Eun ji tetap ingin melajutkan misi ketiganya. Tertulis dikertas itu bahwa misi selanjutnya adalah “Rajin membersihkan rumah”, dengan segera Eun ji memikirka hari yang tepat untuk membersihkan rumah suaminya. Akhrinya ia memutuskan jika besok adalah hari dimana baginya untuk membersihkan rumah.

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chapter 8)

  1. Eunjii.. cepet pekaa dong.., apa kabar mereka yaa setelah perjanjian itu berakhir… moga aja eunji kepincut chanyeol.. 😂😂
    Ditunggu chap selanjutnya eonni❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s