[EXOFFI Facebook] Beautiful Sin[0] (Chapter)

Title : Beautiful Sin[0].
Author : Anemone(Wattpad @Hermine Kim).
Category : PG-17 # On-Going # AU Life, Angst, Family, Hurt, Marriage, Romance, Sad.
Cast : Kim Jong Dae`EXO × Kim Hani(OC/YOU).
Disclaimer : FF ini resmi buatan aku sendiri, dan cerita ini hanya sebuah karangan. Mohon maaf jika ada kesamaan nama tokoh, judul dan yang lainnya, karena itu semua unsur ketidak sengajaan. Maaf juga kalau banyak kesalahan dalam penulisan.
No copy and paste without my permission, don’t forget to comment and like.
ANEMONE STORYLINE 2017©.
_

.
Orang bilang, Wanita kedua itu perusak, benalu, jalang, murahan, pelacur, masih banyak lagi yang membuat hatiku sakit saat memikirkannya. Apa aku seburuk itu? Memang benar, Aku bukan wanita baik-baik. Sering ku dengar orang menyebutku murahan, jalang juga pelacur. Baik secara langsung atau diam-diam dibelakangku. Tapi aku tidak pernah perduli, toh mereka bukan siapa-siapa, Aku hidup juga dengan usahaku sendiri tanpa minta pada mereka. Tetapi sekarang, situasinya berbeda. Dalam diam, Aku sering memikirkannya. Apa semua wanita kedua seburuk itu di mata mereka?
.
Aku disini hanya memperjuangkan hak ku, lebih tepatnya hak anak dalam kandunganku. Aku tidak ingin anakku hidup sepertiku, yang sering dicemoh, dipandang sebelah mata, bahkan tak di anggap oleh orang tua sendiri. Aku ingin anakku punya kehidupan lebih baik, masa depan yang menjaminnya kelak, juga keluarga yang menyayanginya.
.
Jujur saja, Aku terkejut saat mendapati diriku positif berbadan dua. Saat itu aku bingung harus bagaimana, Aku bahkan sempat kepikiran untuk mengugurkannya. Dengan tekat kuat, dan berbekal keberanian serta sebuah kartu nama, Aku datang padanya. Meminta pertanggung jawaban atas apa yang menimpaku. Aku sudah siap dengan segala resiko yang akan ku dapat, tapi nyatanya pria itu. Ya, Dia bersedia bertanggung jawab tapi- Dia sudah punya istri.
.
Jujur saja aku sempat pesimis, mengugurkannya mungkin jalan terbaik, sempat juga berpikir akan membesarkannya seorang diri. Tapi kehidupanku saja masih kurang, bahkan aku tidak punya pekerjaan, Aku juga masih kuliah. Bekerja paruh waktu pun tidak akan cukup. Biaya hidup di kota besar sekarang sangat mahal, apa aku sanggup? Belum lagi saat dia lahir, tumbuh besar dan bertanya siapa ayahnya. Aku pusing tujuh keliling memikirkannya. Bahkan aku sempat berpikir untuk memanfaatkan salah satu pria kenalanku, berbohong aku hamil anaknya dan meminta pertanggung jawaban. Tapi malam itu, Pria itu datang padaku dan mengajakku untuk hidup bersamanya. Lantas, apa aku menerimanya? Tentu saja, Aku seperti ini juga karenanya. Enak saja aku susah sendirian.
.
Aku nyaman bersamanya, Dia memang tidak setampan pria yang biasa aku kencani, tapi dia juga tidak jelek. Dia sangat penyabar, lembut, juga baik. Aku bahkan luluh, dan asumsi bahwa semua pria itu brengsek hilang sudah saat aku berhadapan dengannya. Seringku dengar, namanya di eluh-eluhkan disekitar tempat tinggalku sekarang. Dia benar-benar pria baik. Bahkan setia, ya… Istri pertamanya sedang terbaring koma di rumah sakit akibat kecelakaan yang juga merengkut bayi dalam kandungannya saat itu. Sudah setahun berlalu tapi belum juga sadar, dan sekarang pelan-pelan aku tahu, Dia mengajakku tinggal bersama karena ingin menebus rasa bersalahnya yang dulu terhadap istrinya. Yang terlalu sibuk bekerja hingga tak punya waktu untuk keluarga. Aku tahu tapi aku tetap diam karena aku nyaman bersamanya dan aku butuh dirinya. Tidak pernah aku mendapatkan prilaku selembut yang dia berikan dari pria-pria yang pernah mengencaniku. Bahkan ayahku saja tidak selembut itu. Aku sudah terpelosok dalam hingga tak mampu lagi keluar dari pesonanya. Aku sudah mewanti-wanti pada diriku sendiri, bahwa aku tidak boleh jatuh cinta padanya, Dia seperti itu karena anak dalam kandunganku. Tapi apa aku tidak boleh berharap? Jika wanita kedua selalu jahat, bolehkah aku meminta istri pertamanya tidak terbangun selamanya. Jadi aku akan menjadi satu-satunya.
.
.
.
  • Kiri
  • Pusat
  • Kanan
Hapus

klik untuk menambahkan keterangan

Kim Hani, Gadis yang memiliki kesempurna fisik baik wajah maupun tubuhnya. Tak hanya itu, Dia juga pandai, terbukti Hani mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya disebuah perguruan tinggi ternama di Seoul yang membuatnya nekat pergi ke kota seorang diri. Demi bertahan hidup, Hani memanfaatkan kecantikannya untuk memoroti pria-pria kaya. Pergaulannya juga cukup dibilang nakal, Hani sering ke club malam, bersenang-senang dengan teman-temannya. Disaat dia mulai membuka hati dan percaya pada seorang pria, Dia dibuat kecewa, ditinggalkan begitu saja dengan janji-janji manis, hingga suatu pagi Hani mendapati dirinya terbangun dengan kondisi full naked bersama pria asing.
.
.
  • Kiri
  • Pusat
  • Kanan
Hapus

klik untuk menambahkan keterangan

Kim Jong Dae, Seorang pengusaha yang sukses di usia muda. Selain itu, Dia juga punya sosok wanita cantik yang selalu bersamanya dan mendukungnya, dalam keadaan susah ataupun senang. Masih muda, tampan, memiliki sifat yang baik juga istri yang cantik. Tapi sesuatu terjadi, Istrinya kecelakaan padahal saat itu tengah hamil 7 bulan. Pukulan terberat untuknya saat itu, belum lagi calon anaknya tidak bisa diselamatkan dan istrinya koma. Setahun berlalu, Jong Dae selalu merasa dia lah orang yang paling bersalah atas semua yang terjadi pada istrinya. Jong Dae tidak ingat apa yang terjadi, hingga suatu pagi dia terbangun dengan wanita asing disampingnya. Yang dia ingat, Dia menerima tawaran temannya untuk minum-minum untuk sekedar mengusir penat. Suatu hari, dimana langit nampak cerah, secerah senyum Baek Hyun kata karyawan-karyawannya, Jong Dae yakin dia mimpi indah dan tidur nyenyak, Wanita asing itu datang padanya untuk meminta pertanggung jawaban. Jujur dia bingung, tapi sebagai seorang pria, Jong Dae harus bertanggung jawab bukan? Lalu bagaimana dengan statusnya, Istrinya?
.
Bagaimana kehidupan keduanya? Akankah istri pertama Jong Dae bangun dari komanya? Apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan mereka.
.
.
“Aku takut, Aku sudah sangat nyaman bersamamu. Tapi- Aku takut saat istri pertamamu bangun, Kau akan melupakanku. Tuhan, bisakah kau buat wanita itu mati saja.” _Hani.
.
“Aku sudah menghianati janjiku untuk selalu setia padamu, janji kita. Sekarang, ada wanita lain yang juga tanggung jawabku. Saat kau terbangung, harus bagaimana ku jelaskan semuanya?”_Jong Dae.
.
.
“Apa anak di perutmu itu benar-benar anak Jong Dae? Bukankah kau sering tidur dengan sembarang pria. Bisa jadi kau hanya memanfaatkan situasi sekarang dengan mengaku mengandung anak Jong Dae, yah Jong Dae itu terlalu baik tapi juga bodoh. Bisa-bisanya dia percaya pada pelacur sepertimu.” Hani ingin sekali menampar pipi orang didepannya yang seenak jidatnya berbicara tentangnya. Memang dia siapa? Tahu apa tentangnya? Hani hanya bisa menghela nafas pelan, dan mencengkram erat tali tas selempangnya. Berlalu tanpa peduli orang itu. Matanya susah membendung, Ia tidak mau menangis didepan orang itu. Sejak hamil, Ia memang sedikit sensitif, mudah menangis.
.
.
“Saat wanita itu melahirkan, ambil saja bayinya. Kau besarkan anakmu bersama dengan istrimu. Dan saat istrimu bangun, bilang saja anak kalian. Dan wanita itu, Kau beri saja cek kosong, seharusnya dari awal kau seperti itu. Tidak perlu sampai mengajaknya tinggal bersama apalagi menikahinya.” ucapan Ibunya membuat Jong Dae menghela nafas pelan.
.
.
“Kim Hani?! Benar, Kau Kim Hani?” suara itu membuat Hani mematung, jantungnya berdetak semakin cepat saat derap langkah itu semakin mendekat. Hani bersumpah, Ia sudah berusaha tak terlihat. Tapi, mata elang itu ternyata bisa melihatnya.
.
“Kalian saling kenal?” tanya Jong Dae, tatapannya bergantian menatap dua orang disamping kanan-kirinya. Jong Dae bisa merasakan tangan Hani mencekram erat lengannya. Jong Dae menyentuhnya dengan lembut, membuat Hani mendongkak. Senyum Jong Dae berikan membuat Hani merasa lebih baik.
.
“Lama tidak berjumpa?”
.
Hani bisa merasakan tatap tajam itu, seakan bisa kapanpun mengulitinya. Dan refleks tangannya yang bebas memeluk perut buncitnya. Hani tidak pernah menduga, hari ini akan cepat datang. Dan bagaimana bisa dunia yang luas ini bagaikan hidup di daun kelor. Pria masa lalunya adalah sahabat Jong Dae.
.
.
“Anak itu anak Jong Dae?” oh, hari yang cerah mendadak mendung karena suara itu. Suara yang tidak ingin Hani dengar, membuat moodnya turun drastis. Lihatlah, Hani bahkan tidak lagi minat pada red velvet cake yang beberapa menit lalu Hani inginkan. Dan lagi, kenapa pria itu bisa ada disini?
.
“Tidak ku sangka.” ujarnya yang terkesan ambigu membuat Hani menaikkan kedua alisnya.
.
“Haruskah ku beritahu Jong Dae, kalau aku adalah-“
.
“Mulutmu bau!” Hani meninggalkan meja sambil menutup hidung serta mulutnya, membuat pria tampan itu mematung.
.
Apa katanya tadi? Tatap itu masih mengikuti Hani yang kini tengah menyetop sebuah taksi.
Coming soon….
Terimakasih.
Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI Facebook] Beautiful Sin[0] (Chapter)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s