[EXOFFI Facebook] Let You Go (Vignette)

Author : Park Rin
Genre : Romance, Angst
Rating : PG-13
Main Cast&Additional Cast : Baekhyun
Rin (OC)
Chanyeol
Summary : Maafkan aku yang hanya memikirkan diriku sendiri… Aku hanya tak sanggup jika aku tidak dapat melihatmu lagi, jadi aku tak bisa melepaskanmu. Aku begini karena aku terlalu mencintai dirimu

Author’s Note : FF ini murni buatan author sendiri, dengan terinspirasi dari beberapa cerita yang pernah author baca. Baca juga cerita lain milik author di blog author Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/. Happy Reading!
Dinginnya pagi itu tidak mampu membuat laki-laki itu terbangun, ia malah mengeratkan pelukkannya kepada sebuah bantal guling disebelahnya. Ia semakin tenggelam dalam mimpi indahnya, dibalik selimut putih yang membantunya melawan dingin pagi ini. Laki-laki itu sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda akan terbangun.
 
“Hei, bangun.” Suara lembut seorang wanita mengusik tidur nyenyak Baekhyun.
 
“Lima menit.” Kata Baekhyun cepat sambil membalikkan posisi tidurnya ke berlawanan arah dari wanita yang menyuruhnya bangun.
 
“Bangun, oppa atau aku pergi sekarang.” Wanita itu kembali membangunkan Baekhyun yang masih bergulat dengan bantal gulingnya.
 
“Baiklah aku bangun, Rin.” Jawab Baekhyun menyerah, kemudian merubah posisinya menjadi duduk.
 
Wanita yang dipanggil Rin itu tersenyum, ia kemudian duduk di depan Baekhyun. “Aku merindukanmu.” Ucapnya lagi tepat didepan wajah Baekhyun yang masih setengah terpejam.
 
Baekhyun tersenyum lalu membuka matanya melihat kekasihnya yang kini dihadapannya. “Aku juga merindukanmu.” Jawab Baekhyun sambil mengecup bibir kekasihnya cepat, membuat wajah Rin memerah menerima perlakuan tiba-tiba dari kekasihnya.
 
“Jangan asal mencium, oppa. Kau belum sikat gigi.” Ucap Rin sambil berusaha menenangkan dirinya yang malu.
 
“Berarti setelah sikat gigi aku bisa menciummu sampai puas dong?” Tanya Baekhyun sambil tersenyum nakal, sehingga membuat Rin melayangkan pukulan mesra di bahu Baekhyun.
 
“Kau mandilah, oppa. Aku akan menunggu.” Kata Rin sambil tersenyum.
 
“Tidak usah mandi, aku tidak mau mengurangi waktu kita.” Jawab Baekhyun sambil membawa Rin kepelukkannya.
 
“Ya, kau bau!” Kata Rin, namum membalas pelukkan kekasihnya.
 
“Jangan banyak protes Rin. Waktu kita tidak banyak.” Kata Baekhyun mutlak.
 
“Kau tidak mau mandi, tapi meminta waktu tambahan untuk tidur.” Rin melepaskan pelukkannya dan menatap kekasihnya itu dalam.
 
Baekhyun tersenyum, “Aku hanya ingin memastikan bahwa aku bermimpi atau tidak. Aku kira kau Chanyeol.”
 
“Bagaimana kau bisa membandingkan suaraku dengan Chanyeol oppa.” Rin mengembungkan pipinya tanda tidak terima.
 
“Iya, maaf.” Jawab Baekhyun sambil menunjukan huruf V dengan tangannya.
 
“Baiklah aku maafkan. Tapi, ada satu syarat.” Kata Rin sambil menunjuk arah balkon.
“Apa?” Tanya Baekhyun penasaran.
 
“Kita bicarakan di balkon.” Kata Rin sambil menarik Baekhyun ke balkon.
 
“Nah, sekarang apa syaratnya?” Kata Baekhyun sambil menggengam tangan Rin erat.
 
“Lepaskan aku.” Ucap Rin cepat, sambil menundukkan kepalanya.
 
Baekhyun menggelengkan kepalanya, mereka sudah sering membahas hal ini. “Aku tidak bisa melepaskanmu, Rin. Apapun bisa kau minta asalkan jangan hal ini.”
 
“Tapi, aku sudah lelah, oppa. Aku ingin kembali.” Rin makin menundukan kepalanya, airmatanya sudah tak terbendung lagi.
 
“Kenapa Rin? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?” Tanya Baekhyun sengit, ia benar-benar tidak mau membahas hal ini.
 
“Aku sangat mencintaimu, oppa. Tapi, ini semua tidak benar.” Rin menatap Baekhyun dalam.
 
“Aku tahu Rin, tapi aku benar-benar tidak bisa melepaskanmu.” Baekhyun mengelengkan kepalanya lagi, matanya sudah memerah.
 
“Oppa, sekali ini saja ikhlaskan aku. Kau bahagia melihatku tersiksa seperti ini?” Rin berusaha menguatkan dirinya, meskpun airmatanya terus mengalir.
 
“Aku tak bisa hidup tanpamu.” Kata Baekhyun pelan, ia berusaha sekuat tenaga menahan airmatanya.
 
“Kau pasti bisa, oppa. Ini sudah takdir kita.” Jawab Rin pelan, mengusap pipi kekasihnya itu.
 
Baekhyun menatap Rin dalam, ia mengusap sisa air mata di wajah Rin pelan. “Aku akan melepaskanmu, Rin.” Ucap Baekhyun berat. dadanya sesak.
 
“Terima kasih, oppa. Ku harap kita dapat bertemu lagi, di kehidupan yang lebih baik.” Rin tersenyum cerah kemudian melepaskan cincin di jari manisnya dan memberikannya kepada Baekhyun.
 
Baekhyun menatap cincin itu sedih, ia masih belum percaya ia melepaskan gadisnya sekarang. Ia belum siap jika tidak bisa melihat gadis itu lagi setelah ini.
 
“Izinkan aku menciummu untuk terakhir kalinya.” Pinta Baekhyun.
 
“Baiklah, oppa.” Jawab Rin tersenyum, ia lega akhirnya lelakinya bisa melepaskannya.
 
Baekhyun mendekatkan dirinya kepada Rin, kemudian memejamkan matanya begitu pula Rin. Bibir mereka menyatu, sebuah ciuman hangat tanda perpisahan mereka. Air mata mereka tidak berhenti mengalir, perpisahan yang menyedihkan memang, namun ini yang terbaik untuk keduanya.
 
“Byun Baekhyun, bangun!” Suara Chanyeol langsung membangunkan Baekhyun dari tidur nyenyaknya. “Kenapa kau tidur di balkon? Tidak pakai jaket lagi, apa tidak dingin?” Tanya Chanyeol lagi, sambil menyerahkan jaket tebal kepada sahabatnya itu.
 
“Terima kasih, Yeol.” Sahut Baekhyun tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya itu. Baekhyun mengenakan jaket itu, kemudian mengusap pipinya yang banjir air mata.
 
“Kau bertemu dengan Rin lagi?”
 
“Iya, aku bertemu dengannya lagi.” Jawab Baekhyun terdiam.
 
“Sampai kapan kau begini terus, Baek? Kau harus mengikhlaskannya, biarkan Rin tenang.” Chanyeol menatap Baekhyun iba. Kematian Rin dua tahun lalu memang selalu membuat Baekhyun sedih, Baekhyun yang belum bisa mengikhlaskan Rin dan itu selalu membuat Baekhyun bermimpi bertemu dengan Rin dan Baekhyun akan selalu berakhir menangis.
 
“Aku sudah mengikhlaskannya, Chan. Malam ini pertemuan terakhirku dengannya.” Jawab Baekhyun tertunduk sambil menatap cincin emas putih ditanggannya, Air mata Baekhyun mengalir lagi.
 
Chanyeol hanya terdiam mendengar jawaban Baekhyun, perlahan Chanyeol mendekatkan dirinya ke arah sahabatnya itu. Chanyeol kemudian membawa Baekhyun kepelukkannya, ia membiarkan sahabat baiknya itu menangis di pelukkannya. Chanyeol tahu Baekhyun baru saja melepaskan hal yang paling berharga dalam hidupnya.
 
END
Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s