You and I [Chapter 9] – Story By Christy Wu

12714114_486526271539871_284556918_n

You and I

Original Story by Christy Wu

Main Cast:

Park Chanyeol (EXO) as Chanyeol Vandersmith | Oh Sehun (EXO) as Sehun Rouler | Kim Jongin (EXO) as Kai Ozera | son Yoon Ju (OC) as Anna Vandersmith | Krystal Jung f(x) as Krystal Gremory | Park Hyemi (OC)  as Freya Alexander.

Genre : Fantasy, Romance, School-life | Rating : PG – 17 | Lenght : Chanptered

“ Aku mencintainya dengan murni, seperti terbit dan tenggelamnya matahari”

Ada begitu banyak pertanyaan yang berputar dikepala Chanyeol seperti apa, kenapa dan mengapa. Mengumpat adalah yang ia lakukan untuk menyalurkan kebingungannya. Keberadaan Sehun di apartement ayah Freyalah penyebabnya. Chanyeol merasa sudah sangat memahami dan tahu semua hal tentang Sehun. Tapi, apa yang terjadi hari ini membuatnya harus mengevaluasi tentang seberapa tahu dirinya mengenai luar dan dalam sahabatnya.

Interaksi Sehun dan Dio menunjukkan kalau mereka sangat akrab. Sehun tak banyak ikut campur dengan pembicaraan Chanyeol dan Dio, pemuda albino itu seakan hanya menjadi pendengar setia, memakan masakan dengan lahap dan menjawab jika ditanya. Lalu apa fungsinya Sehun berada ditengah pembicaraan yang bisa dibilang serius antara Chanyeol dan Dio. Belum lagi Sehun memanggil Dio dengan sebutan ‘ayah’, kalau tidak pintar menyembunyikan ekspresi mungkin wajah Chanyeol akan terlihat lebih konyol.

Telunjuknya mengetuk – ngetuk meja kayu yang terdapat di ruang kerja istanahnya dengan ritme yang konstan bersahutan dengan jarum jam. Terdengar nyaring dimakan sepi malam. Chanyeol juga tidak mengira kalau Dio mengetahui tentang jadwal tugasnya yang sengaja ia manipulasi agar Dio mendapatkan tugas ditempat yang jauh. Belum lagi semua tugas menggunung yang sengaja Chanyeol buat supaya ayah Freya tidak bisa mengunjungi putrinya. Bukan tanpa alasan ia melakukan hal itu. Ia hanya mengulur waktu sampai Freya benar – benar ada dalam pelukannya, walau sekarang gadis berobsidian violet itu sudah menjadi kekasihnya. Itupun tak kunjung membuat Chanyeol tenang dan masih tetap membuat Dio kepayahan dengan jadwal tugas kementrian yang ia sabotase dengan bantuan orang dalam.

Cara Dio mengatakannya pun sangat tenang dengan senyum simpul di bibirnya yang berbentuk hati. Chanyeol sangat yakin kalau rencana menyibukkan ayah Freya berjalan sangat rapi dan halus bahkan Sehun tak ia beri tahu. ia menghembuskan nafasnya berat dan panjang sebelum beranjak pergi dari ruang kerjanya setelah melirik jam yang sudah dini hari, mungkin ia perlu bantuan Kai untuk menuntaskan keingin tahuannya.

o0o

In Founter Castle

Suasana begitu hening, kegelapan menyelimuti Castle nan megah hunian keluarga Rouler. Penerangan yang begitu minim memberikan kesan misterius dan megah bersamaan. Tangga yang meliuk bak naga melingkar menyambut Sehun yang baru saja sampai.

“Barusan bersenang – senang huh?” suara dari kegelapan menghentikan langkahnya, wajahnya masih datar namun ia memasang kewaspadaan tinggi pada suara yang amat ia hafal.

“Bukan urusanmu!” ketus Sehun mengundang seringai keji seseorang yang makin menampakkan dirinya dari dalam kegelapan.

“Berbicaralah yang sopan pada ayahmu Sehun Rouler!” nadanya datar namun ada kekesalan yang terselip disana. Tak lama Sehun mengerang dan tersungkur kelantai. Netranya berubah menjadi semerah darah dengan taring yang mencuat.

“Sialan.” Bukannya takut, Sehun malah mengumpat dengan lantang semakin menambah rasa sakit pada tubuhnya. Netranya menatap benci sosok yang masih terlihat gagah dengan ketampanan yang tak diragukan lagi bisa membuat semua gadis histeris. Namun bagi Sehun sosok itu begitu membuatnya muak.

“Masih bisa mengumpat huh?” ujar sosok itu mengejek. “Bergaul dengan Bangsawan Vandersmith ternyata membuatmu semakin sulit untuk diatur, terutama gadis itu.” Jeda sejenak, sosok yang memakai setelan formal itu tampak seperti berfikir dengan wajah yang ia buat seimut mungkin. “Apa yang harus kulakukan pada mereka ya?”

“Jangan sentuh mereka!”

Sosok itu terkekeh menatap remeh Sehun yang masih menggeliat menahan nyeri diseluruh tubuhnya. “Memang apa yang bisa kau lakukan? Mereka benar – benar indah.”

“Aku akan membunuhmu!” teriak Sehun lantang.

Sosok itu terkekeh namun kekehannya berubah menjadi tawa yang menggelegar, semua benda disekitarnya bergetar dan pecah begitu saja. Semua serpihat itu jatuh mengenai Sehun, semakin membuatnya menderita. Belum lagi kekuatan yang membelenggunya begitu kuat meremat setiap sendi dalam tubuhnya.

“Luhan hentikan!” bersamaan dengan itu sebuah tombak yang terbuat dari es melesat begitu saja kearah sosok yang masih berdiri angkuh disana.

Sosok bernama Luhan itu berhasil mengelak dan tombak itu hanya menggores pipinya namun tak berselang lama lukanya menghilang.

“Kau keterlaluan!” seru perempuan berambut panjang yang tubuhnya berbalut gaun hitam.

“Jangan memanjakannya Sera. Dia itu laki – laki.” Ujar Luhan memandang Sehun yang dibantu Sera berdiri dengan remeh.

“Aku tahu, dulu yang memandikannya kan aku.” Cuek Sera yang dengan telaten membersihan serpihan kaca yang menancap di wajah pucat Sehun. Pemuda dihadapannya sudah bisa berdiri namun tubuhnya masih terasa remuk jadi ia hanya diam saat Sera mengecupi semua luka diwajahnya dan mengusap pipinya lembut. Kekuatan telekinetis Luhan memang sangat berbahaya dan mematikan.

“Sudah sekarang kau lebih baik istirahat dikamar, biar Mama memberikan sedikit pelajaran pada ayahmu.” Ujar Sera menatap Sehun penuh kasih. Sehun yang memang lelah hanya mengangguk. Tak menerima asupan dengan benar dalam jangka waktu yang lama membuatnya semakin lemah, jika harus melawan Luhan mungkin bisa dipastikan ia akan mati ini.

“Lihatkan kau memanjakan anak itu.” Kesal Luhan yang tangannya bersilang didepan dada sambil melihat Sehun yang tertatih naik kekamarnya.

“Luhan…” desis Sera tak menggubris ucapan suaminya. “Kau…TIDUR DILUAR!!” teriakan Sera disertai hujan es yang berbentuk panah. Luhan membentuk perisai pelindung untuk melindungi dari amukan istrinya yang masih memiliki postur tubuh seperti anak remaja.

“Beraninya kau melakukan hal itu pada anakku huh? Jika kau melakukannya lagi aku tak akan segan memotong adik kecilmu! Mengerti!” ancang sera dengan sebilah pedang yang sudah mengarah ke selakangan Luhan.

“Memangnya kau tega melakukannya?” setelahnya Luhan benar – benar bungkam saat mata pedang Sera begitu dekat dengan adik kecilnya dibawah sana. Oh tidak ini benar – benar situasi yang sangat berbahaya yang membuat Luhan meneguk salivanya. Udara makin dingin karena Sera mempunyai kekuatan Frozen yang mana bisa membekukan, membuat senjata apapun yang dia mau dan badai es.

Setelah membuat Luhan bungkam, Sera menaiki tangga dengan kecepatan diatas manusia normal, bisa dipastikan kalau perempuan itu kekamar Sehun. Sepeninggal Sera Luhan hanya bisa memandang sayu jejak kepergian istrinya. “Anak kau bilang? Dia tak lebih dari seorang pembunuh dimataku.” Lirih Luhan.

o0o

Tak membuang waktu Chanyeol segera menghubungi Kai dan mengajaknya untuk bicara empat mata di salah satu taman indoor dilantai tiga St. Vladimir. Chanyeol menikmati secangkir Moccacino hangat sembari menunggu Kai yang telat 10 menit dari waktu yang disepakati. Ia dapat merasakan sinar matahari melalui dinding kaca yang menampakan pemandangan luar. Masih tergolong pagi namun pengunjung taman begitu ramai, belum lagi kehadiran Chanyeol yang seperti gula, mengundang semut – semut lain berdatangan hanya untuk mengagumi dari kejauhan pahatan sempurna tuhan itu.

“Maaf aku terlambat.” Kai baru saja datang langsung saja duduk dikursi depan Chanyeol tanpa menunggu persetujuan si bangsawan. Chanyeol hanya tersenyum sembari menegakkan tubuhnya yang beberapa saat lalu bersandar pada kursi. Sementara Kai masih merapikan rambutnya yang berantakan dengan jari, kancing bagian atas kemejanya masih terbuka dan jasnya tersampir indah di sandaran kursi yang ia duduki, dasinya belum terpasang dengan sempurna. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang sudah berseragam rapi.

“Mau pesan apa?” tawar Chanyeol.

“Tidak usah aku membawa bekal dari rumah.” Kai mengeluarkan satu botol jus jeruk dan satu kotak isi sandwich, membuat Chanyeol menaikkan satu alisnya ke atas. “Ini kesukaan Anna, cobalah.” Sambil memakai dasi Kai menunjuk kotak sandwich dengan dagu namun Chanyeol hanya menggelengkan kepalanya. Ia tahu kalau Kai dan adiknya sangat dekat akhir – akhir ini, baginya itu tak masalah, Kai pemuda yang bisa diandalkan untuk menjaga adiknya. Terbukti dari cara Kai menjaga Freya dan Krystal selama ini, tak ada pemuda yang benar – benar berani menyentuh kedua sahabatnya itu, pengecualian untuknya dan Sehun yang punya cukup nyali untuk hal itu.

Peri seukuran kelingking mendarat dipermukaan meja, ia membungkuk dan menggosokkan tangannya kepinggiran gelas Chanyeol. Minumannya yang tadinya hampir dingin kembali hangat, walau sebenarnya Chanyeol bisa melakukan sendiri mengingat ia punya kekuatan Flamme.

“Terima kasih.” Chanyeol tersenyum membuat si peri kecil bertepuk tangan riang. Ia berbalik dan menatap botol Kai yang menjulang, ia hampir menyentuhnya sebelum Kai mengambilnya begitu saja. “Jangan sentuh minumanku, cepat pergi saja.” Usir Kai dengan tangan yang membuat gestur menyentil. Peri kecil itu menghentakkan kakinya kesal dan terbang begitu saja dengan bibir mengerujut lucu. Chanyeol terkekeh melihat interaksi Kai dengan si peri Kecil.

“Jangan menertawakanku, apa yang ingin kau bicarakan hingga menghubungiku pagi buta? Aku benar – benar kesusahan untuk bangun pagi tahu.” sungut Kai.

“Pagimu itu jam berapa? Ini sudah hampir siang Kai.”

“Rumahku kan jauh. Kau lupa aku tidak tinggal di asramah?” balas Kai tak mau kalah.

“Kekuatanmu kan teleportasi seharusnya kau tidak ada kendala dengan jarak.”

“Aku bisa ditenggelamkan di antartika oleh ayahku jika menggunakan kekuatan terus.” Kai mendengus dengan wajah masam. “Katanya aku jadi lebih pemalas.” Lanjutnya.

“Jadi kau mau membahas apa?” tanya Kai kembali ke topik awal tujuan mereka bertemu.

“Aku ingin bertanya mengenai ayah Freya.” Sontak Kai menghentikan pergerakan tangannya yang akan memasukan potongan sanwich pertama.

“Lagi?” ulang Kai.

“Maksudnya? Aku baru menanyakannya hari ini.” Bingung Chanyeol namun Kai mengibas – ngibaskan tangannya.

“Bukan kau tapi kemarin Anna menanyakan hal yang sama.” lanjut Kai sambil mengunyah bekalnya.

“Anna? Untuk apa dia bertanya?” bingung Chanyeol, padahal ia tak pernah membahas apapun mengenai ayah Freya didepan Anna.

“Mana ku tahu, mungkin kalian punya telepati.” Kai meneguk jus dalam botolnya. “Aku ulangi lagi ok. Paman Dio itu berperan sebagai single parent karena ibu Freya sudah meninggal sejak ia kecil. Ayahnya bekerja di kementrian untuk menangani Prodigium – Prodigium yang sulit di atur sebelum dikirim ke sekolah yang hampir sejenis dengan St. Vladimir namun disana hanya berisi anak berkemampuan khusus saja bukan bangsawan seperti – “

“Hentikan kalau itu aku sudah tahu.” potong Chanyeol.

Kai menaikkan alisnya, “Lalu kau mau tanya apa?”

“Mengenai Sehun dan ayah Freya?”

“Aku tidak mengerti arah pembicaraanmu Chanyeol.” Kai mulai memasang wajah serius walau tak mengurangi tempo kunyahan sandwicnya.

“Apa mereka pernah terlibat suatu kerja sama? aku bertanya padamu karena kau juga sudah mulai terjun membantu kementrian menangani para Prodigium.”

“Kau bisa menanyakan itu ke kaki tanganmu yang lain, pangeran.” Kai mengangkat bahunya acuh, tak ingin ikut campur terlalu jauh dan menjawab keingintahuan Chanyeol.

Chanyeol menggeleng, “ Mereka tak tahu apapun.”

“Jangankan mereka, aku saja juga tak tahu arah bicaramu dari tadi.” Tunjuk Kai dengan botol minumnya. Kalau orang lain mana berani melakukan hal serupa sepertinya, hampir seperti cari mati membuat masalah dengan bangsawan sekelas Chanyeol. Namun dia Kai yang tak kenal takut dan orang yang paling dekat dengan Freya, yang ada Chanyeol yang takut terkena dampratan dari gadisnya.

Kai menghela nafasnya, “Jujur saja kau harus berhati – hati dengan paman Dio, dia sangat berbahaya.”

“Aku tahu.” ujar Chanyeol. “Kai apa kau juga memanggilnya Ayah jika kalian bertemu?” Kai hampir saja menyemprotkan jus yang ia minum kalau saja ia tak menutup mulutnya.

“Aku saja jarang memanggil ayahku dengan sebutan ayah, apalagi memanggil orang lain dengan sebutan itu.”

“Tapi Sehun memanggil Paman Dio dengan ayah.” Ulang Chanyeol.

“Lalu kau memanggilnya dengan Paman begitu?” tanya Kai dengan raut wajah bodoh yang membuat semua gadis gemas.

“Tidak, dia juga menyuruhku memanggilnya ayah.” Lanjut Chanyeol akhirnya sambil meminum Moccacino – nya hampir dingin.

“Yasudah.” Balas Kai cuek. Chanyeol hampir melemparkan gelasnya kalau ia tidak ingat masih di St. Vladimir. Untung saja pemuda berkulit kecoklatan ini sahabat Freya dan orang yang sedang dekat dengan adiknya kalau tidak mungkin ia akan menghanguskan Kai begitu saja.

“Masalahnya kenapa Sehun juga memanggil ayah Freya dengan ayah.” Gemas Chanyeol melihat Kai yang masih cuek setelah mendengar ceritanya.

“Mana aku tahu dia kan sahabatmu.” Balas Kai tak mau kalah dengan mata yang sengaja ia lebarkan.

Chanyeol hanya mengusap wajahnya frustasi, ternyata berbicara dengan Kai tak membuahkan informasi apapun. Malah membuatnya makin stress.

“Mungkin saja Sehun adalah salah satu Prodigium yang bermasalah sebelumnya, Paman Dio, ayahku dan ayah Krystal berada di departemen yang sama. Paman Dio terkenal tidak banyak bicara namun lebih ke tindakan dalam bertugas. Semua Prodigium yang bermasalah begitu mudah ia taklukkan. Cara kerjanya begitu rapi, makanya aku menyuruhmu berhati – hati jika masih ingin dekat dengan putrinya.” Ini baru pertama sejak pembicaraan mereka sejak tadi Kai berbicara serius, selebihnya hanya seperti candaan yanbg keluar dari mulutnya.

Lagi – lagi Chanyeol menghembuskan nafasnya, membuat Kai mendecak kesal. “Jangan sering – sering menghembuskan nafas, kau itu Flamme. Apa kau tidak sadar sejak tadi suhu ruangan ini sangat panas. Ini bukan panas matahari lagi tapi karena moodmu yang jelek.” Cerocos Kai sambil menyeka keringat sejagungnya. Sedangkan Chanyeol memperhatikan sekeliling dengan wajah polosnya membuat gadis – gadis memekik.

“Sudah dulu ya, aku kembali kekelas. Bisa – bisa aku bertambah hitam jika disini terlalu lama.” Cengir Kai yang dibalas Chanyeol dengan tatapan datar. Demi tuhan makhluk ini benar – benar narsis.

“Kalian kan bersahabat jadi lebih baik kau tanyakan secara langsung dari pada mencari tahu dari orang lain, mendengar dari sumbernya lebih baik dari pada berspekulasi yang malah menjadikan kecurigaan satu sama lain. Mencari musuh itu mudah tapi mencari sahabat lebih sulit dari yang kau bayangkan.” Setelah mengatakannya Kai sudah menghilang dari pandangan Chanyeol karena berteleportasi.

Chanyeol mendengus, “Katanya tidak mau menggunakan kekuatan, dasar labil.”

TBC

anyeeoonnggg jumpa lagi dihari sabtu malam minggu, yang jones atau yang lagi dinas kerja Christy kasi hiburan  nih hehe maaf kalo gag sepanjang biasanya, yang penting satu minggu sekali update jadi kalian gag jamuran hihihi

maaf juga jarang balesin komen kalian kayak dulu, tapi kalo sempet pasti Christy bales biar kita bisa cuap – cuap hehe.

Happy Reading

Salam sayang Christy Wu

XOXO

Iklan

16 pemikiran pada “You and I [Chapter 9] – Story By Christy Wu

  1. kak ko abang lulu tersayang benci sama abang hunnie ku sih? emng mslh ny apa, sehun ngebunuh siapa? penasaran!!! ak suka semua ff ny ka christy. terutama you and i ama last generation. dan kyk ny ak cinta ny bukan sama pemain ny malah sama author ny.hahaha. ka maaf ya baru komen sekarang. yg cepat ya kak lanjutin ny, keburu kangen. wkwkwk. LOVE YOU ka christy_

  2. Aku penasaran kak… sama masa lalunya sehun… terus sehun itu bisa sembuh apa enggak ya kak??? Duh… galau banget aku… cepetan ya kak nextnya…. biar aku gak penasaran… ini udah penasaran pake banget ini….

  3. Ihhh ada luhan – sera,, kangen😋
    Maksudnya luhan apa si? Sehun ngebunuh siapa emangnya?, ditungggu lanjutannya ka Christy

  4. Welcome back Luhan-sera couple 😀 seneng deh kak. Tapi kenapa luhan kok kasar gitu sama sehun? Sampe bilang sehun pembunuh lagi? Kok aku kasian ya liat sehun 😦 hidupnya kayak berat banget gitu. Terus kak, itu sera sama ibu sehun yg dihutan itu sama apa beda sih? Kok aku makin penasaran sama kehidupan sehun ya. Penuh rahasia gitu.
    Biarpun enggak ada moment couple yg sweet” gitu di chapter ini. Tapi Bromance moment Chanyeol-kai bikin gemes deh 🙂 ditunggu kak kelanjutannya. Enggak panjang juga enggak pa” kok 🙂 yang penting tetep dilanjut aja udh seneng 😀

  5. Kereeeeen abizzzzzz ,T.O.P BGT deh
    aku jadi penasaran kalau sera itu ibunya sehun trus siapa yg dipanggil ibu sama sehun waktu dihutan itu ,canyeol sama kai juga lucu deh pokoknya semuanya keren gak sabar pingin baca terus tetap berkarya ya kak banyak yg nunggu loooo

  6. Kok ayah Sehun kya y benci sma dy yh?????
    Trus lg wktu Sehun minum darah Krystal dy lari ke pohon gde dn blng “Ibu” tp dsni ibu nya mnusia biasa hmzzzzzzzz
    Aq penasaran sma khdupan Sehun loh….
    Apa dy bner2 gk d restun sma ayahnya?????
    Trussss aq ky pnya sinyal2 deh..sptnya paman D.O itu org y berperan penting sma hidup lainnya Sehun….dn lagiiiiiii akhhhhh gk mu mkir mcem2 mo liat aja kdpannya gmn hehehehheh

  7. Kak christyyyyyyy *teriak* ini kurang panjang kakak *abaikan efek kangen cerita You and I* 😀 oke aku pas cek langsung teriak, loncat loncat, dan kaget. Wkwk tumben cepet update tapi syukur syukur deh. Daku tau kok kakak sibuk pakai bingit. Oke oke aku menantikan cerita yg lain 😀

  8. Akhirnya dilanjut juga 😄 tumben thor ceritanya pendek di chapter ini tpi gk papa lah terus semangat thor lanjutinnya 💪💪
    Btw luhan jadi ayahnya sehun tpi kok galak gitu ya??? Emang nya ada apa dgn hubungan mereka??? Trus masih penasaran knapa sehun manggil D.O dgn sebutan ayah 🤔🤔🤔

  9. yahh walaopun gk panjang tapi dapet lucunya.. kkkk
    kai emang sesuatu…
    itu jg yg msh bikin aku penasaran..kok bisa sehun mak jeglek bisa akrab sma dio.. seberapa bahayakah dio?? apa karna dia punya kekuatan bumi jadi klo marah bisa menghancurkan dunia…

  10. ini si luhan kok kayaknya benci bgt ya ama sehunie, why???banyak banget yang blm q tahu rahasia” mereka,, ini si pcy juga napa g’ langsung nanya ama chadel aja!!masih penasaran ama do ni??
    next chap kalo bisa jangan lama” lagi ya thor!!!
    fighting!!!!
    sharakarunia05@gmail.com

  11. Akhirnya lanjut lagi kak.
    Sera sama luhan akhirnya keluar juga tapi kenapa sifat luhan begitu banget yah sama sehun dan apa maksud luhan kalo sehun baginya hanyalah seorang pembunuh apa sehun pernah bunuh orang yang disayangi luhan ?
    Interaksi kai sama chanyeol disini lucu banget kak, dimana kai yang cuek dan terkadang ceplas-ceplos dan chanyeol yang terlalu jaga image nya, aku ngakak pas baca interaksi mereka. Terlalu banyak teka-teki nya dan semua nya belum ada yang terpecahkan satupun.
    Next nya selalu ditunggu dan jangan lama-lama ya kak chris.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s