[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 4 — IRISH’s Tale

irish-depression-sehun-2

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   EXO`s Sehun x Black Pink`s Rosé   |

|   Melodrama x Slice of Life   |   Ficlet   |  Restricted   |

2017 © Little Tale Created by IRISH

‘Why don’t you know a girl’s heart?’

warning: akan ada banyak kata-kata kasar bertebaran dalam fanfiksi ini. Namun keseluruhannya hanya fiksi yang tidak bertujuan untuk menghina pihak/gender manapun.

Related to: 1 | 2 | 3

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

Sehun percaya, mencintai seorang wanita itu kadangkala menyakitkan layaknya tertusuk duri mawar. Aih, klasik pula alasan Sehun menuduh wanita itu sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling beracun. Bibir wanita itu berbisa, kata Sehun. Bagi pria bermarga Oh itu, ungkapan tentang ‘semua pria adalah anjing’ hanya ungkapan yang wanita ucapkan untuk berkaca.

“Wanita lah yang sesungguhnya berkelakar seperti anjing.” hampir saja Rosé tersedak tatkala mendengar Sehun berkata dengan lantang.

Tentu saja, tatapan seisi kantin sekarang tertuju pada Sehun. Sementara Sehun memasang ekspresi biasa-biasa saja.

“Semua wanita itu memang brengsek. Bangsat.” umpatan lainnya Sehun ucapkan, membuat Rosé ingin berpura-pura tidak mengenal Sehun.

Hey, Sehun. Jaga ucapanmu. Di sini ada banyak wanita.” Rosé bicara memperingatkan Sehun.

“Jalang? Hah, mengapa wanita hanya diumpamakan sebagai jalang? Bahkan ungkapan anjing pun tidak cukup untuk menggambarkan mereka. Mereka itu beracun, memuakkan, bermuka dua, penjilat, semua wanita berhati busuk.” tidak tanggung-tanggung, Sehun utarakan semua umpatan terburuk yang ada di dalam kepalanya.

Merasa tidak enak hati lantaran menjadi perhatian seisi kantin, akhirnya Rosé menghembuskan nafas panjang.

“Aku juga wanita, Sehun.” gadis itu berkata.

Mengabaikan ucapan Rosé, Sehun justru menghembuskan nafas kasar. Jangan ditanya bagaimana sekarang seisi kantin memandang mereka. Rosé—yang dipandang sebagai gadis baik-baik—tentu terlihat sebagai seorang gadis yang sangat aneh karena betah berdekatan dengan Sehun yang disebut-sebut bermulut rusak.

Duh, jangankan mulutnya, tangannya juga kerapkali bertindak tidak seronoh. Meraba tubuh wanita yang dianggapnya sebagai ‘jalang’ atau bahkan tidak segan menawarkan sejumlah uang untuk menghabiskan satu malam dengan minum bersama mereka.

Untung saja wajahnya tampan, kalau tidak, mungkin Sehun sudah dijebloskan ke penjara karena kelakuannya. Aih, jangan lupakan rokok dan Montes Late Harves Gewürztraminer yang seringkali ada di saku jaketnya. Oh Sehun itu lelaki paling bajingan yang pernah Rosé temui. Tapi lelaki itu juga yang dianggapnya sebagai seorang ‘lelaki’ sesungguhnya.

“Kau juga sama bejatnya dengan mereka semua, Rosé sayang.” Sehun berkata, menyunggingkan senyum tipis sementara ia bergerak mengacak-acak surai gelapnya.

Rosé, melirik sedikit ke arah pria itu tanpa merasa tersinggung sedikit pun. Well, dia sudah sangat terbiasa mendengar bagaimana Sehun mengumpatnya. Bagi Rosé, Sehun itu seperti bocah sekolah menengah atas yang sedang ingin mencari perhatian dari guru dengan bolak-balik masuk ruang konseling, atau ketahuan merokok, atau ketahuan mem-bully teman sekelas.

Bisa Rosé simpulkan, Sehun itu kurang perhatian.

Dia hanya butuh perhatian, itu saja.

“Kau mau kupanggilkan wanita untuk menemanimu malam ini?” mendengar kalimat bernada menyindir itu keluar dari bibir seorang Rosé, Sehun akhirnya tergelak.

“Wah, wah. Apa aku menjadi pengaruh yang buruk bagimu? Kau sekarang sudah bisa berkata sepandai itu.” komentar Sehun sebelum jemarinya bergerak mengambil kotak rokok yang terselip di kantung belakang celana, mengambil sebatang rokok dan menyulutnya sementara Rosé masih menatap dengan pandang yang sama.

“Kaulah yang brengsek di sini, Oh Sehun.”

“Apa?” alis Sehun terangkat mendengarnya.

“Mengapa kau memandang wanita serendah itu?” Rosé akhirnya menyerah, pikirnya, dia sudah terlalu sabar selama ini, mendengar semua celoteh Sehun tentang wanita dan keburukan mereka.

Rosé tahu Sehun punya alasan yang membuatnya membenci wanita, dan meski sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk bertukar cerita, Rosé sudah tidak tahan.

“Mereka semua munafik, sayang. Berkata jika mereka baik-baik saja, tapi kemudian mereka memamerkan tangis. Berpura-pura lemah, tapi di belakang lelaki mereka bisa membunuh. Mereka katakan mereka tidak tahu apa-apa, tapi mereka adalah pembohong yang sempurna.

“Katanya mereka menjaga diri, tapi harga dirinya dijual di club malam. Wanita seringkali berpura-pura suci, tapi diam-diam mereka adalah jalang. Katanya kecantikan itu tidak penting, tapi justru mereka berlomba-lomba untuk jadi lebih cantik. Memangnya dunia ini panggung sandiwara?

“Apalagi jika para jalang sudah berkumpul dengan jalang lainnya. Mereka akan mulai bicara tentang keburukan orang lain, bersikap seolah mereka adalah yang terbaik tanpa mereka mau berkaca. Apa mereka sudah tidak punya malu?

“Mereka pikir semua pria mengharapkan wanita yang sempurna? Mereka pikir semua kebohongan dan sandiwara untuk jadi ‘sempurna’ yang mereka mainkan itu akan membuat kami tertarik? Cih, dasar jalang.”

Mendengar penuturan Sehun, Rosé makin tidak mengerti.

“Apa kau pernah dibuat patah hati? Aku tahu kau selalu bersikap kasar dan brengsek seperti ini, Oh Sehun. Tapi kebencianmu pada wanita justru membuatku berpikir kau seorang psikopat sakit jiwa!” Rosé menyingkirkan mangkuk sereal yang sejak tadi disantapnya sambil mendengarkan makian Sehun tentang wanita.

Pikir Rosé, mungkin saja Sehun akan tiba-tiba marah dan menumpahkan sereal itu ke wajahnya. Dan Rosé tidak mau hal memalukan itu terjadi. Dia lebih baik melihat Sehun menjungkir-balikkan meja saja.

“Sudah kukatakan kalau kau juga jalang, bukan? Malah, kau yang paling menjijikkan. Bersikap baik di depanku padahal di belakangku kau mengasihaniku seolah aku adalah seorang yang lemah. Kau ada di dekatku tapi yang kau lakukan hanya mendengar dan mendengar, mengumpulkan lebih banyak lagi kekuranganku untuk bisa kau kasihani.

“Memangnya kau ingin mendirikan panti asuhan berisi pria-pria brengsek sepertiku yang perlu rasa kasihan dari orang-orang? Memang, aku membenci wanita. Mereka semua menjijikkan. Kebohongan yang mereka pakai untuk menutupi diri mereka adalah kostum paling mengerikan.

“Apa ucapanku salah? Kenapa? Apa kau selama ini juga tidak punya kaca?”

Rosé memejamkan mata sejenak. Menarik dan menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya dia berkata.

“Kau tidak tahu apa-apa soal perasaan wanita, Oh Sehun. Kau hanya menilai secara subjektif tanpa mau tahu. Kebohongan dijadikan wanita sebagai sebuah kostum? Kau salah. Semua umpatanmu tentang wanita adalah topeng bagi mereka.

“Apa kau tahu? Mereka berkata baik-baik saja untuk menenangkan diri sendiri, bukan untuk membohongi orang lain. Mereka katakan mereka ingin terlihat cantik karena mereka tahu mereka masih punya kekurangan.

“Rasa kasihan? Memangnya kau perlu dikasihani? Hah. Kalau begitu aku tidak akan membicarakanmu lagi di belakang. Bila perlu, aku akan membicarakanmu pada orang lain saat kau ada di hadapanku.”

“Apa maksudmu?” Sehun menatap dengan ekspresi berang. Baru kali ini Rosé didengarnya berani membantah hingga begitu panjang.

Biasanya, gadis pendiam itu hanya akan jadi pendengar pasif yang berkomentar seperlunya. Mengapa sekarang mendengar bantahan dari gadis itu justru membuat Sehun merasa kesal?

“Kau tidak bisa membedakan antara rasa kasihan dan perhatian, Oh Sehun.” Rosé berkata, diambilnya tas bahu yang tergeletak di sebelahnya sebelum akhirnya gadis itu bangkit dari kursi, berbalik untuk meninggalkan Sehun.

Masa bodoh jika pria itu meneruskan umpatannya. Rosé sudah tidak mau tahu.

“Ah, dan juga, memangnya kau pikir aku senang mendengarmu tiap hari mengumpat tentang wanita? Memangnya kau gay, huh? Perbaiki dulu kepribadianmu itu. Aku berteman denganmu hanya karena kau itu tampan, tahu.” Rosé mengakhiri konversasinya dengan Sehun begitu saja.

Menggunakan alasan terbodoh sebagai alasannya memilih seorang Oh Sehun sebagai ‘teman’ selama hampir tiga tahun sebenarnya adalah hal paling konyol yang pernah Rosé katakan.

Dan tahu benar kalau Rosé sudah melakukan hal konyol, di belakang si gadis, Sehun justru tergelak. Cukup keras sampai membuat langkah Rosé terhenti karenanya.

“Astaga, ya Tuhan. Rosé kau lucu sekali!”

Rosé sendiri terdiam. Heran sekali mengapa dia masih sempat berhenti melangkah padahal tadi tekadnya sudah bulat ingin meninggalkan Sehun sendirian. Tapi mendengar tawa pria itu sekarang justru membuat Rosé ingin berbalik dan mengacak-acak surai pria itu karena kesal sekaligus gemas.

Apa dia sudah gila? Atau terlalu lama berteman dengan Sehun sekarang membuatnya jadi ikut berkepribadian separuh psikopat seperti Sehun?

“Jangan tertawakan aku, bodoh!” akhirnya Rosé berbalik, merajut langkah panjang mendatangi pria Oh itu.

Meski Sehun dikatakan sebagai pria brengsek bermulut kasar, setidaknya Rosé tahu, Sehun tidak pernah benar-benar melukai wanita. Well, dia melukai harga diri wanita yang mendengar umpatannya, memang.

Tapi setidaknya Sehun bukan pria busuk yang mengumbar janji manis dan membuai wanita hingga berpikir wanita itu adalah wanita nomor satu di dunia untuk kemudian membuat si wanita menangis di kemudian hari.

Sehun bukan pria yang akan meniduri wanita dan lantas menghamilinya lalu melupakan wanita itu atau mempermalukannya. Sehun bukan pria yang akan menguntai janji sehidup semati dengan seorang wanita dan lantas menduakannya di kemudian hari.

Dia tak segan meraba tubuh wanita yang dianggapnya ‘jalang’ lantaran ingin menyadarkan wanita tersebut tentang kodratnya, Sehun ingin wanita-wanita itu sadar kalau mereka—dan tubuh mereka, tentunya—sebenarnya sangat berharga. Meski caranya keliru, tapi Rosé paham Sehun pasti tidak tahu cara mengungkapkannya dengan benar.

Di balik ratusan umpatan kasarnya, Sehun sebenarnya menyimpan empati yang begitu banyak pada wanita… yang selama ini didapatinya tidak bisa mencintai dan menghargai diri sendiri.

Itulah yang ada di benak seorang Rosé tentang Oh Sehun.

FIN

IRISH’s Fingernotes:

Entah darimana ide ini terlahir… kepengen ngebuat mereka ada romens-romens tapi kenapa ujung-ujungnya kesini… Sehun malah keliatan jadi saikopat hobi misuh-misuh. LOLOLOLOL. Enggak, Sehun sama sekali enggak menggoda kalau dia sebangsad ini… huhu. Mianek Sehun-ah imejmu kuhancurkan dalam fiksi tidak bermutu ini T.T

Percayalah kalau ane sama sekali enggak ada niatan menghancurkan imej Sehun meski sebenernya fiksi ini berisi sindiran keras pada ‘wanita’ yang selama ini kurang menyayangi diri sendiri. Huhu.

Percayalah (2) kalau mengetik kata-kata kasar itu berat sekali buat diriku…

Sekian, salam malem minggu, mblo.

Kecup sayang, Irish.

[    IRISH SHOW    ]

Iklan

34 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 4 — IRISH’s Tale

  1. Ping balik: [AFTERWORD] DEPRESSION (눈물병) — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 10 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 8 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 7 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 6 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  7. si cadel ketuaan banget udah jomblo+kurbel pula wakakakaka cogan mah bebas yekan ngemeng tai ucing rasa coklat jg gpp yekqn….hmm SERIUS DEH HUN KAMU GAK BRENGSEK KOK disini eh btw ini kopelny mbak sebut saja mawar nih tjieeee

  8. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 5 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  9. Semua umpatan sehun itu sngt menyiratkan dy prnh disakitin wanita, his own mom kah? & jwbn rose ttg alasan dy mo tmn-an ma sehun smata krn dy tampan tu jwbn plng ju2r n kocak! 😄 prtny-an rose ke sehun ttg apa dy gay tu nohok bgt! Sgitu benci’ny dy ma cewe apa demen’ny ama cowo?! Jgn lah ya.. Sehun yg calm ga cerewet disini jd brisik dg umpatan2 jht 😬 tp org2/khusus’ny cewe2 pasti bkl maklum aja mengingat muka ganteng’ny sehun 😙 so~ subjektif!

    • Mbb kak ~~ buakakakakakka ini ceritanya si Sehun benci cewe XD tapi sahabatnya cewe juga XD apa-apaan si Sehun masya Allah XD wkwkwkwk

  10. Sebagai hunrene gariz keraz tapi karna ngebiasin rose yah ane terima couple ini dengan lapang dada /apasih/
    BTW MANTAP SEHUN ANE SUKA GAYA ENTE MAZ GAK MENYE MENYE SOK ROMANTIS /plak/

  11. Gak prnh kebayang Sehun-Rose, biasanya Lisa sih couple Sehun. Diluar ekspektasi boleh jg feel Sehun-Rose, jd demen mah nih couple. Kpn2 bkn ff main castny Sehun-Rose lg dong, rish…
    Btw mulutnya Sehun perlu banget y dilakban, it’s Wooww banget tuh kata2 yg keluar dr mulutnya

    • Mbb ya sayangs :* alhamdulillah ada yang nyasar ke Sehun-Rose kalo gitu XD wkwkwkwk dan alhamdulillah juga kalo feelnya bisa dapet wkwkwkwk XD okesip, kelar sama lembur dll diriku bikin lagi []

  12. Ternyata sama Rose. Biasanya sama Jisoo atau Lisa. Sehun paling baik deh dianyara member exo yang lain di series ini. Meskipun caranya salah sih ttp aja dibalik itu ada baiknya. suka suka

    • Jisoo kurus dan mungil ;( engga tega kalau dia kudu tiap hari ngedenger kata2 kasar, enggak baik buat pertumbuhan /apaan Rish/ wkwkwk gapapa deh sesekali bikin yang belum dijodohin sama si Sehun XD

  13. Hah sindiranya berasa banget ini sindirannya kak Rish. btw sehun mulutnya gitu amat, emang elo lahir dari batu ya? emak lu juga cewek kali hun. untung ganteng lu. dasar sehun 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s