[SERIES] Cloud 9 “D.O” -anneandreas

cloud-9-kyungsoo

CLOUD 9

D.O –

a fantasy-romance series ficion rated by T in ficlet length

staring by

EXO D.O and OC Alessa

.

⇓ Other Series ⇓

Sehun || Lay || Suho || Baekhyun || Chanyeol

.

©anneandreas2k17

D.O bersantai di dalam basecamp kelompoknya. Sementara semua anggota kelompoknya sibuk dengan tugas atau wanita mereka, D.O lebih memilih bersantai sendirian di dalam basecamp sebab sejauh ini belum ada gadis yang mampu menggetarkan hatinya. D.O menghela napas ketika kata ‘menggetarkan hati’ terucap di pikirannya, lantas ia tersenyum masam dan mulai memejamkan mata. Ia baru saja mulai tertidur pulas ketika gelang radar di tangannya bergetar, tanda bumi baru saja mendendangkan tanda-tanda getaran dari alam. D.O menatap gelangnya dan mencari titik ordinat pusat tempat akan terjadinya getaran alam –manusia sering menyebutnya gempa. Sebagai pengendali tanah, merupakan tugas D.O untuk mengawasi getaran alam dan menjaga kelangsungan ekosistem lain supaya tidak terganggu.

“Getarannya tidak akan terlalu besar. Tapi tetap perlu diawasi dari dekat.” komentar D.O sebelum bersiap memanggil awannya untuk berangkat menuju ordinat yang tadi sempat diperhatikannya.

.

.

.

D.O berdiri di atas awannya yang sedang terbang sangat rendah, hanya beberapa meter dari tanah. Tempatnya berkeliling saat ini –tempat yang sebentar lagi akan mengalami gempa– sangat sepi, seperti desa yang sudah ditinggalkan oleh tiga perempat penduduknya. Kemudian D.O turun dari awannya dan mulai berjalan kaki, ia tidak mau mengambil resiko seandainya ada manusia yang melihatnya berkeliling mengendarai awan, bisa jadi dirinya akan ditangkap dan dijadikan tontonan.

D.O mengangkat tangannya, melihat penanda waktu di gelangnya kemudian ia melanjutkan langkahnya dengan ringan memasuki sebuah bangunan kosong yang sudah tampak rapuh. Belum terlalu lama D.O berada di dalam bangunan kosong itu, ia mendengar suara seorang gadis memanggil-manggil dengan panik. Laki-laki itu bergerak sigap, mencari si gadis yang mungkin sedang membutuhkan pertolongan.

Langkah D.O terhenti saat ia menemukan seorang gadis yang sedang menangkap seekor kucing anggora besar di sudut belakang bangunan. “Ternyata ia hanya memanggil-manggil kucing.” desah D.O malas-malasan.

Baru saja D.O hendak melanjutkan langkahnya dan tidak menghiraukan gadis itu, sebuah getaran mulai terasa. Lantai tempat mereka berpijak bergetar. Mulanya pelan lalu semakin lama semakin terasa kencang. Si gadis tampak memeluk anggora besarnya erat ketika debu-debu yang berasal dari atap bangunan mulai berjatuhan, sekon kemudian ia memekik sambil berjongkok saat bunyi gedebuk besar terdengar dan atap di atas kepalanya runtuh. Ia sungguh takut namun hatinya sudah pasrah, reruntuhan atap itu pasti akan menimpanya.

Beberapa waktu kemudian getaran itu berhenti, lantai sudah tidak bergetar lagi sementara si gadis masih berjongkok memejamkan mata sambil memeluk anggoranya erat, tubuhnya terlihat gemetar dan napasnya terengah-engah. Namun tidak ada satupun benda berat yang menimpanya, ia baik-baik saja, tidak sakit dan tidak terluka. Perlahan si gadis membuka matanya dan menemukan seorang laki-laki membungkuk di atasnya, tangannya menekan kuat pada dinding bangunan, sementara kakinya menjulang kokoh di balik punggung si gadis, menyisakan rongga tempat si gadis berlindung tadi.

Si gadis mengerjap dan memerhatikan keadaan sekelilingnya yang kini dipenuhi puing-puing runtuhan atap, jika tidak ada laki-laki ini sudah dapat dipastikan dirinya sekarang sudah terbaring penuh luka di antara tumpukan reruntuhan. Apakah laki-laki ini baik-baik saja?

“Apa kau terluka?” ucap gadis itu kemudian.

D.O menarik tangannya dari dinding sehingga si gadis memiliki ruang untuk berdiri dan melihat wajah laki-laki penolongnya itu. Si gadis mengerjap sebentar, melepaskan pelukannya pada kucing anggoranya, membiarkan si kucing berlari keluar dari bangunan yang nyaris roboh itu. Lalu matanya mengamati seluruh tubuh D.O yang masih berdiri tegap tampak tidak terluka sedikitpun. “Tidak.” jawab D.O mantap.

Si gadis masih tak mengalihkan pandangnya, seolah keberadaan D.O di hadapannya adalah suatu hal yang menakjubkan. “Kau tidak terluka, kan?” ucap D.O kemudian, berusaha memecahkan keheningan di antara mereka. Si gadis menggeleng namun matanya tetap menatap D.O, membuat laki-laki itu tampak sedikit canggung. “Baiklah kalau kau tidak terluka. Berhati-hatilah saat kau melangkah keluar dari bangunan ini dan pulanglah dengan selamat.” lanjut D.O kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan si gadis yang masih mematung.

“D.O ahjussi?”

Panggilan singkat bernada ragu itu menghentikan langkah D.O dan membuatnya berbalik menatap si gadis. “Kau benar D.O ahjussi, kan?” ucap gadis itu lagi, kali ini dengan nada menekan seolah menginginkan pembenaran secepatnya.

“Bagaimana kau tahu namaku?” tanya D.O mendesak. Seingatnya ia tidak pernah berteman dengan manusia sepanjang menjalankan tugasnya di bumi sebagai pengendali tanah. Gadis itu menghela napas berat, “Ah, kau melupakanku rupanya..” ungkapnya lesu, tidak ditujukan pada D.O namun lebih pada dirinya sendiri.

“Kapan kita pernah bertemu?” tanya D.O tanpa menutupi rasa penasarannya, sebab ia sungguh-sungguh merasa tidak pernah bertemu dengan si gadis sebelumnya. “Lima belas tahun lalu, aku sudah bertumbuh sebesar ini namun kau tetap tak berubah hingga kita sekarang tampak seumuran. Haruskah kita berkenalan ulang? Namaku Alessa. Lima belas tahun lalu aku adalah seorang gadis kecil yang tersesat di tengah hutan karena mengejar kupu-kupu dan nyaris tertimpa pohon yang roboh.” tutur gadis yang baru saja mendeklarasikan dirinya sebagai Alessa itu mantap, ia berbicara lantang seolah baru saja mendapat suntikan keberanian entah dari mana.

D.O termangu dan menatap Alessa, diam-diam ia menggali ingatan-ingatan lamanya berusaha menemukan serpihan kenangan tentang gadis kecil yang ternyata masih mengingatnya meski lima belas tahun telah berlalu.

“Sejak hari itu aku bersumpah untuk mencintai D.O ahjussi, kau satu-satunya dan selamanya.” ucap Alessa lagi, masih dengan nada mantap membuat D.O membelalakkan matanya. Apakah ia sedang menerima pernyataan cinta sekarang?

“Tapi kau pasti tahu aku bukan manusia.” jawab D.O setengah ragu.

“Aku tahu,” potong Alessa cepat, “dan aku tidak peduli.” tambahnya.

D.O masih termangu, ia berusaha menemukan logika yang cocok untuk peristiwa yang sedang dialaminya ini.

“Apakah kau sekarang punya istri?” Alessa menginterupsi, D.O menggeleng cepat.

“Pacar?” lanjutnya, D.O menggeleng lagi.

“Kalau begitu jangan tolak aku.”

Sebelum kalimatnya selesai ia ucapkan, Alessa melangkah maju dan melingkarkan tangannya di sekeliling pinggang D.O. Laki-laki itu mengerjap namun tidak melepaskan pelukan Alessa, ia hanya berusaha mencerna apa yang sedang terjadi, “Jangan tolak aku, aku sudah menunggumu terlalu lama.” pinta Alessa lembut.

.

.

.

Alessa duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu D.O, tangannya melingkar di lengan laki-laki itu seolah tak mau melepasnya lagi. Mereka berdua tidak peduli dengan puing-puing yang berserakan di sekitar mereka, hanya duduk berdampingan sambil sesekali saling tatap dan melempar senyum hangat. Mungkin D.O belum terlalu mengingat kenangan tentang Alessa namun ia tahu mata gadis yang menatapnya lembut itu tidak berbohong, membuat hatinya bergetar untuk pertama kalinya karena seorang gadis. Dan D.O menyukai getaran itu.

“Bagaimana kau bisa bersumpah untuk mencintai seorang laki-laki padahal kau baru bertemu satu kali dengannya? Kau waktu itu hanya anak kecil berusia tujuh tahun.” tanya D.O ringan. Alessa menggeleng pelan sambil mengulum senyum,

“Tidak tahu. Aku hanya mencintaimu begitu saja.”

_00_

Lima belas tahun yang lalu

Alessa kecil senang bermain, mengejar kupu-kupu adalah kegemarannya. Hari itu sepulang sekolah Alessa kecil melihat seekor kupu-kupu lucu penuh warna terbang rendah di dekatnya, ia mengejar kupu-kupu itu hingga tanpa sadar hari sudah mulai petang dan dirinya telah masuk ke dalam hutan di pinggir desa. Alessa kecil menjadi takut sebab kata ibu tidak baik bermain di dalam hutan apalagi ketika hari sudah mulai gelap. Ia ingin pulang dan tidak peduli lagi dengan kupu-kupu lucu yang tadi dikejarnya. Alessa kecil berjongkok dan menangis.

Di sela tangisnya Alessa merasa tanah di dalam hutan itu bergetar dan daun-daun berbunyi berisik. Alessa kecil semakin takut, apalagi ketika getaran semakin kencang dan sebuah pohon tampak tumbang tepat ke arahnya. Alessa menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan kepalanya di antara kedua lututnya sebelum ia merasa tubuhnya ditarik ke dalam pelukan seorang laki-laki pertengahan dua puluhan yang melesat cepat.

Alessa terdiam menegang di dalam pelukan laki-laki itu, tangannya merangkul leher laki-laki itu erat, menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang laki-laki penolongnya itu. Alessa masih ketakutan, dan ia menangis. Tidak lama kemudian setelah tanah tidak bergetar lagi, dan daun-daun sudah tidak berbunyi berisik lagi, laki-laki itu menurunkan Alessa lalu berjongkok di hadapannya.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

Alessa menggeleng sambil mengusap air matanya kasar dan laki-laki itu menariknya lagi ke dalam pelukan, mengusap punggungnya lembut. “Jangan menangis.”

Laki-laki itu masih menemani Alessa sampai Alessa berhenti menangis, ia mengusap tangannya lembut, menghapus sisa air mata Alessa di pipi kecilnya. “Siapa namamu?” tanya laki-laki itu lembut.

“Alessa.”

“Nama yang indah. Namaku D.O, panggil saja aku D.O ahjussi. Dimana rumahmu, Alessa? Aku akan mengantamu pulang.” jawab laki-laki yang bernama D.O itu lembut.

Baru saja Alessa hendak menyebutkan tempat tinggalnya, ia mendengar namanya dipanggil-panggil oleh orang banyak. Suara bapak-bapak, ibu-ibu, dan terdengar beberapa suara kakak-kakak yang suka bermain di sekitaran rumah Alessa. Mereka semua mencari Alessa yang menghilang sebelum terjadi gempa.

“Sepertinya orang-orang di desa mencarimu. Kalau begitu aku akan pergi, dan jangan bermain sendirian lagi di dalam hutan, Alessa. Janji?” kalimat D.O mengalihkan perhatian Alessa dari panggilan orang-orang desa yang mencarinya. Alessa mengangguk lalu mengaitkan jari kelingking kecilnya dengan jari kelingking D.O, mengikat janji. Setelah D.O merasa orang-orang desa semakin dekat ke tempat mereka berdiri, D.O bangkit dan berjalan memunggungi Alessa.

“Alessa!!” jerit ibu Alessa lega.

Alessa langsung menoleh ke arah ibunya dan air mata kembali keluar begitu saja. Alessa menangis sambil berlari memeluk ibu. Sementara orang-orang lain yang ikut mencari Alessa meghela napas lega karena gadis kecil yang lincah itu akhirnya ditemukan.

Setelah tangis Alessa reda dan mereka mulai berjalan keluar dari hutan, Alessa kembali teringat pada D.O ahjussi yang tadi menolongnya. Alessa bahkan belum sempat mengucap terima kasih. Alessa menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat seorang laki-laki menaiki awan dan melesat pergi bersama awan yang dinaikinya. Alessa memang hanya melihat punggung laki-laki itu dari jauh, namun Alessa yakin laki-laki itu adalah D.O ahjussi. Alessa kecil bersumpah tidak akan melupakan kejadian ini dan akan mencintai D.O ahjussi siapapun dia, selamanya, walaupun Alessa tidak tahu apakah ada kesempatan bagi mereka untuk bertemu lagi.

.

.

.

fin.

AnNotes:

Makasih Tata adik iparku atas pinjeman Alessanya.
Aku mengingat pesanmu yang berkata “Alessa masih perawan, kak.”
Lihatlah Ta, Alessa di sini jadi gadis baik cuma sedikit songong aja
berani nembak laki-laki yang ga ngenalin dia
*tepuk pundak Al
/digampar Tata

Series kali ini kiyot abal-abal begitulah
Tadinya mau dibikin angst tapi Alessa protes
“Pengen jadian sama Kyungsu” begitu katanya
Jadilah FanFicnya begini.

Seperti biasa, nomu gomawo untuk semua yang udah baca
apalagi yang like dan komen.
Satu komenmu masih sangat berharga untukku, eak.

Tungguin di awan sembilan series yang lain yaa~
*bow*

Iklan

14 pemikiran pada “[SERIES] Cloud 9 “D.O” -anneandreas

  1. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Spesial Mantan” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Xiumin” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Chen” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

  4. pertama-tama dan yang paling utama, marilah kita panjatkan puja-puji serta syukur *coret*
    pertama-tama MAAPKAN AKU YANG SONGONG BARU BACA SEKARANG WKWKWK XD
    tapi aku bersyukur baru baca sekarang /digilas/ soalnya, AKU LAGI MOOD OF THE DAY BANGETLAH. JUDUL SKRIPSIKU SUDAH DI ACC!!!!! /abaikan
    AAAAAAAKKK CHESSSSAYYY INI CHESAY BANGEUTS KAK. DIA EMANG SONGONG. RATU SONGONG DARI SEGALA SONGONG (?)
    KURANG PANJANGGG, /ditabok
    kok gak ada kissunya sih kak? ih ih ih /ditabok season2/
    al sukanya species kaya gitu emang. ahjusshi ganteng sama makhluk2 astral :9
    lopyu pokoknyaaaa. makasih udah restuin kita kakak ipar /ketjup bazah kyungsu/

    • YEAAAYYYY JUDUL UDA ACC MAH BISA DIANGGEP 50% UDAH BERHASIILLL, JUSTRU YG PALING BERAT ITU GONTA GANTI JUDULNYA ITUUUU..
      mereka baru bertemu lagi loh itu, sebenernya ada adegan kisseunya cuma kusensor /plak /boong
      buahahhahaa macamaa macamaaa

  5. Ping balik: [SERIES] Cloud 9 “Kai” -anneandreas | EXO FanFiction Indonesia

    • Naega joah juga /apaan wkwk..
      Iyakah, maksudnya kamu juga pecicilan kaya Alessa suka ngejer hewan-hewan gituu? Ucuull..
      Si Dio mah emang gitu, mukanya sok sok dingin tapi hatinya anget /eak.
      Makasih udah komen yaa.. >.<

  6. Hai kakne ^^ Main getaran ya sekarang ampun kak.
    Ceritanya seperti biasa unik dan yg di bagian tengah alessa manggil d.o ahjussi itu saya keselek, ni anak beneran cinta sama ahjussi, eh ternyata begitu ceritanya.
    Tapi entah knp alasan alessa suka d.o kyk kurang deep gitu ya, gara2 diselamatkan aja ga sih? Tapi gpp ucul kok
    Keep writing!

    • Alo Lianaa..
      getaran jiwa yang bergejolak dalam dada /plak /gakgitukak wkwkwk
      Iyaaah, dia cinta buta begitu saja, aku mabok pas nulisnya entahlah kenapa si Alessa bisa suka segitunya padahal cuma gegara gajadi ketimpa pohon doang :3
      Makasi yaaa >.<

  7. Oh, x ni d.o ☺ mmbr yg laen lg sbk sm ‘wanita mrk’ 😄 kocak! Brarti tinggal 첸, kai trus umin. 첸/kai dulu ya.. yg mn ja dah, ini ga urut dr yg d’youngest soal’ny kan. Alessa ko x ni sendirian di desa? Ibu n org2 laen’ny pd kmana? Apa udah di evakuasi ke t4 yg lbh aman sm rescue team & Alessa ktinggalan cz habit ngjar2 hewan’ny tu? & takdir kembali mmprtmukan couple ni lg. People who are meant to be in your life will always gravitate back to you no matter how far the wander 😍 a.k.a jodoh pasti bertemu 😘 thx anne u/ asupan ssuplemen smngt pg this strdy morning 😀

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s