[EXOFFI FREELANCE] Everything and Nothing – (Series 1)

everithing And nothing.jpg

 

Everything and Nothing  

Luhan      , OC

Drabble

General 

 

present

 

Hanya satu ,

Dan mimpi itu selalu sama

 

_Alice In wonderland_

 

Aroma Gardenia memenuhi ruangan remang dalam pendar bulan , dengan furnitur yang tampak kusam menunjukkan bagaimana waktu telah membakar habis masa dan meninggalkan dinding besar penyandar lelah . Hanya meraba tanpa tahu bagaimana rasanya , dan memanggil tanpa tahu bagaimana adanya . Apakah , sosok dibalik dinding itu benar – benar telah pergi ?

 

Ia mendengar nafas yang menderu makin keras , dengan peluh lebih netranya menangkap sosok yang tampak terbakar dalam pejam yang menyakitkan . Geraknya melemah bergantian dengan desahan pelan disela asimilasinya . Dengan pelan netranya menangkap sosok yang tengah memegang erat bahunya dan berkali – kali mengusap representasi yang tampak pasi .

 

“ mimpi buruk lagi..?”

Pria itu mengangguk pelan .

“ tunggu disini..” , sambungnya .

………

Dengan segala kesibukanya , bahkan air terasa tak cukup untuk sekedar menghilangkan cemasnya . Ia memutar knop pintu dan memanggil pria yang masih merapikan kemejanya .

 

“ Lu.. makan malamnya sudah siap..”

…………..

Pria itu menatap tajam ke arah pintu dan sesekali membalik lembar novel miliknya , tak fokus dan terus memaksa untuk menelan kisah dalam cerita . Netranya menatap knop pintu yang memutar dan menampakkan wanita dengan setumpuk pakaian yang baru saja disetrika . Ia menutup novel tersebut dan beralih pandang pada wanita yang tengah berdiri tepat di depan cermin almari .

 

“ Siang ini kau tidak datang..?”

                  Wanita itu menoleh

“ Bibi tidak datang ? “

                  “ dia datang..”

 

Tak memberatkan atas keluhan yang ia dengar , wanita itu mengambil gelas kosong di atas nakas sebelum akhirnya ia meninggalkan ruangan . Pria itu membututi .

Ia mengambil beberapa kue kering dan memindahkannya pada wadah , sementara yang tengah memainkan beberapa potong kue masih sibuk terus mengamati wanita itu .

 

                  “ Mimpi buruk macam apa yang selalu membuatmu takut untuk tidur , Lu ? ”

                  “ Hanya satu , dan mimpi itu selalu sama .

Jangan sebut itu mimpi buruk lagi ..“

 

 

                  “ kau mulai bisa mengatasinya “

                  “ Aku bahkan tidak bisa berbuat apapun , kecelakaan itu menghapus semuanya.. dan..“

Wanita itu beranjak membawa kue – kue tersebut masuk kedalam lemari frezzer . Ia sempat tak bergerak dari tempatnya setelah menutup pintu lemari pendingin karena yang diseberang tengah berseru dan membuatnya merunduk .

 

“ sepupuku ? sepertinya aku mengingat sesuatu…” Pria itu menjeda .

“ apakah , kau wanita yang kunikahi tiga tahun lalu ? , “

Wanita itu mengusap pelan pipinya sebelum melempar senyum pada pria itu . Merasa tak mendapat jawaban , pria itu menghampiri dan mengamati wajah yang masih menyunggingkan senyum padanya .

 

“ benarkah..? “ Tanya pria itu berulang kali .

Ia melangkah mundur setelah mendapati pria itu telah berdiri terlalu dekat dengannya , seolah – olah tubuhnya adalah kutub negative bagi sang kutub positif . Tak bisa terlalu jauh , ia menjangkau sudut meja dan mendongak . Tak tampak lagi senyum di bibirnya , namun alisnya memanipulasi ekspresinya hingga membentuk kebahagiaan bercampur rasa yang lain .

 

                  “ Aku hanya mimpi burukmu , Lu..”

                 

-oOo-

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s