[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chatper 7)

the perfect wife.jpg

{EXOFFI FREELANCE} (THE PERFECT WIFE) – ( Chapter 7th )

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Summary :

Kim eun ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar, namun ia tidak menyangka akan belajar menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 7th

“Nice to meet you, and I am so sorry because my wife annoyed you” ujar Chanyeol

“No problem, Mr.Park can you explain about your cafe” ucap Kate

“Yes I can” sahut Chanyeol

Melihat suaminya yang tengah sibuk dengan kedua wanita asing itu membuat Eun ji semakin kesal, gadis itu tidak mengerti apa yang tengah mereka bicarakan. Eun ji hanya bisa terdiam sembari menatap suaminya yang tepat berada disampingnya, namun tiba – tiba saja gadis itu kembali merasa sangat kantuk. Namun kali ini Eun ji benar – benar tidak bisa menahan rasa kantuknya, tiba – tiba saja gadis itu langsung tertidur namun tidak bersandar pada kursi melainkan pada bahu suaminya. Chanyeol terkejut ketika melihat istrinya yang tengah tertidur dibahunya, pria itu mencoba untuk membangunkan Eun ji namun nihil gadis itu tidak terbangun.

Akhirnya Chanyeol membiarkan istrinya tertidur, mungkin dengan begitu ia bisa cepat menyelesaikan pekerjaanya. Tidak disangkah saat tengah berbincang dengan rekan kerjannya tiba – tiba saja Eun ji mendengkur sangat keras, sehingga membuat kedua wanita itu merasa tidak nyaman.

“Your wife wasn’t polite, please wake up her “ keluh Bella

“I can’t because my wife was sleppy, and I am sorry if her made you wasn’t confortable” sahut Chanyeol

”okay I can understand, but that’s not good if your wife sleep in here” ujar Kate

“Yes I know, but I don’t want to wake up her because I want together with her, although she is sleeping” ujar Chanyeol

“You’re perfect husband, I am so jealous with your wife, because she can have a good husband like you” ucap Kate

“Thank you” sahut Chanyeol singkat sembari menatap istrinya, pria itu tertawa kecil ketika melihat wajah Eun ji yang lucu.

_

Ketika hendak ingin menyalakan music diradio tiba – tiba saja Eun ji terbangun, gadis itu menguap sangat lebar bahkan hingga membuat Chanyeol tertawa. Namun Eun ji bingung karena tiba – tiba ia sudah ada didalam mobil bersama suaminya . “Oppa dimana kedua orang asing itu ?” tanya Eun ji .

“Mereka sudah pergi, kau tidur sekitar 3 jam” sahut Chanyeol sambil menyetir mobil. “Maaf, tapi sekarang kita mau kemana ?” tanya Eun ji kembali

“Aku akan mengajakmu makan siang dicafeku” sahut Chanyeol

“Baiklah” ucap Eun ji singkat .

Sesampainya mereka dicafe dengan segera Eun ji keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam Cafe meninggalkan suaminya yang tengah sibuk menjawab telepon, namun hal yang mengejutkan terjadi. Gadis itu melihat ketiga adik iparnya yang tengah makan bersama dengan tiga orang wanita yang tidak ia kenal apalagi mereka terlihat sedang bermesraan dengan wanita – wanita it. Eun ji sangat terkejut dengan apa yang ia sedang lihat, dengan segera gadis itu mengahampiri ketiga pria itu. Eun ji terlihat sangat kesal ketika melihat hal itu. “Kalian sedang apa disini ?” tanya Eun ji lantang .

“Bukan urusanmu” sahut Bam bam

“Kau hanya gadis pengganggu didalam kehidupanku” ucap Sehun

“Kau bicara apa, aku tidak pernah mengganggu kehidupan kalian” sahut Eun ji

“Sudahlah kau jangan ganggu kami” ucap Junior sambil menatap Eun ji. Mendengar suara keributan dari dalam Cafe, dengan segera Chanyeol berlari masuk untuk melihat apa yang sedang terjadi. Pria itu terkejut ketika melihat istrinya tengah marah – marah dengan ketiga adiknya, karena merasa khawatir Chanyeol langsung mengahampiri mereka.

“Apa yang terjadi dengan kalian ?” tanya Chanyeol tiba – tiba

“Hyung, kau perintahkan gadis ini untuk pergi” sahut Bam bam

“Oppa, seharusnya ketiga wanita itu yang harus pergi dari sini” ucap Eun ji yang terlihat kesal

“Kau jangan seenaknya mengusir pacarku, kau bukan siapa – siapa disini” ujar Bam bam sinis

“Aku noonamu, kau harus menuruti segala perintahku” balas Eun ji. Mendengar kata – kata itu membuat Bam bam menjadi marah, pria itu terlihat tidak bisa mengendalikan emosinya. Dengan tiba – tiba Bam bam berdiri dari kursinya dan langsung mendorong Eun ji hingga terjatuh, gadis itu terkejut dengan tindakan yang dilakukan oleh adik iparnya. Melihat hal itu Chanyeol segera membantu istrinya berdiri, namun tidak disangka Sehun langsung memukul wajah Bam bam. Hal itu membuat pertekaran menjadi lebih rumit, bahkan raut wajah Bam bam terlihat sangat bingung melihat perbuatan hyungnya. Ditambah dengan memar dibagian pinggir bibirnya membuat pria itu memilih untuk pergi dari Café.

Eun ji hanya bisa terdiam melihat hal itu, ia tidak manyangka hal yang tidak terduga seperti ini akan terjadi didalam kehidupannya. Karena merasa tidak tega Chanyeol langsung memeluk Eun ji, gadis itu menangis didalam pelukan suaminya. Suasana hening meliputi tempat itu, agar pertengkaran tidak terjadi lagi Chanyeol  menyuruh Sehun dan Junior untuk pulang kerumah. Kedua pria itu menuruti perintah hyungnya dan segeralah mereka pergi dari tempat Cafe bersama dengan wanita – wanita itu.

Karena merasa malu Eun ji melepaskan pelukan Chanyeol, pria itu tertawa kecil ketika melihat sikap istrinya. “Aku bukan anak – anak, aku adalah Kim eun ji gadis yang kuat” ucap Eun ji sambil menghapus air matanya.

“Aku yakin kau pasti bisa melewati semua ini” sahut Chanyeol, mendengar kata – kata itu membuat Eun ji tersenyum. Bahkan kini suasana hening menjadi gembira ketika tawa menghinggapi wajah Eun ji, namun disisi lain gadis itu merasa tidak tenang.

_

Ketika makan malam tiba tidak ada canda dan tawa terdengar, hanya suasana biasa yang terlihat. Chanyeol dan Eun ji hanya bisa saling tersenyum satu sama lain, walaupun tanpa didasari oleh sesuatu. Gadis itu terlihat sangat lapar bahkan ia mampu menghabiskan dua mangkuk nasi sekaligus, Chanyeol hanya tertawa kecil melihat hal itu. Setelah makan malam Eun ji langsung merapihkan meja makan bersama dengan suaminya,mereka sangat menikmati moment itu walaupun hanya sebuah hal yang sederhana.

Tak lama setelah itu Eun ji berjalan menuju kamarnya, tidak disengaja saat tengah melewati kamar Bam bam. Gadis itu mendengar suara rintihan dari dalam kamar itu, karena penasaran Eun ji mencoba untuk mengetuk pintu kamar adik iparnya. Namun nihil tidak ada respon apapun dari pria itu. Tanpa pikir panjang gadis itu langsung membuka pintu itu, ia terkejut ketika melihat Bam bam yang tengah memasukan es batu kedalam kain kompresan. Eun ji langsung tertawa walaupun pria itu menatap sinis kearahnya, gadis itu mencoba untuk bersikap lucu didepan adik iparnya namun hal itu menimbulkan keluhan dari Bam bam. “Sedang apa kau disini ?” tanya Bam bam sinis.

“Aku hanya ingin meminta maaf padamu, aku mengaku jika aku bersalah padamu” sahut Eun ji

“Seharusnya aku yang meminta maaf padamu, aku tidak sengaja mendorong mu hingga kau terjatuh” balas Bam bam. Pria itu terus saja menundukan kepalanya, ia terlihat sangat menyesal dengan apa yang ia telah lakukan.

Mendengar perkataan itu Eun ji menjadi lebih tenang, gadis itu langsung menghampiri Bam bam yang tengah duduk ditempat tidur. Eun ji membantu adik iparnya untuk mengompres luka memar itu, walaupun Bam bam masih terlihat sangat kesal namun karena kebaikan noonanya pria itu menjadi lebih merasa nyaman. “Gomawo noona” ucap Bam bam tiba – tiba .

“Kau tidak perlu berterima kasih padaku, karena aku wajahmu menjadi memar “ sahut Eun ji sambil mengompres luka Bam bam.

“Kau tau jika aku tidak mendorongmu hyung pasti akan memukul wajahku lebih dari ini” ucap Bam bam.

“Kau benar, terima kasih. Tapi lain kali kau harus mendorongku hingga aku terjatuh kepelukan hyungmu” ujar Eun ji sambil tersenyum. Pria itu hanya tertawa kecil ketika mendengar perkataan noonanya.

_

Dipagi harinya Eun ji nampak tengah sibuk menyisir rambutnya, namun karena ia terlalu sering keramas sehingga rambutnya mudah rontok.

“Aigo .. kenapa rambutku selalu rontok. Padahal kan aku sering keramas, seharusnya rambutku semakin tebal bukannya semakin tipis” ujar Eun ji yang nampak kesal.

Namun seketika ia teringat dengan misi keduanya yaitu rajin membersihkan rumah.Tanpa pikir panjang Eun ji langsung mencoba misinya, ia berjalan keluar dari kamarnya untuk mengambil alat – alat kebersihan. Dan tidak disangka terlihat Chanyeol yang tengah duduk disofa sambil membaca buku. Melihat hal itu, Eun ji dengan segera menghampiri suaminya.

“Good morning” sapa Eun ji yang langsung duduk disamping Chanyeol.

“Kau sudah bangun” ucap Chanyeol sambil membaca buku

“Dari tadi aku sudah bangun. Kau tidak pergi ke Cafe ?” sahut Eun ji

“Hari ini aku ingin dirumah saja, kau tidak pergi kuliah ?” tanya Chanyeol kembali

“Hari ini dosen Park tidak hadir, jadi aku tidak pergi kuliah” sahut Eun ji

“Kau sudah makan ?” tanya Chanyeol

“Belum. Tapi dimana adik – adikmu sejak tadi aku tidak melihat mereka” sahut Eun ji .

“Mereka sudah berangkat kuliah sejak tadi pagi. Kim eun ji, kau bisa tidak membuatkanku sushi soalnya aku sangat lapar sekali” ucap Chanyeol sambil menutup buku nya

“Tentu saja aku bisa, tapi aku tidak menjamin rasanya akan enak” ujar Eun ji.

“Aku akan memakannya bagaimanapun rasanya” sahut Chanyeol

“Kau sangat baik sekali Pak tua, tapi kau maukan membantuku memasak makanan itu ?” tanya Eun ji

“Baiklah” sahut Chanyeol singkat.

Dengan segera Eun ji berlari menuju dapur sambil diikuti oleh suaminya, gadis itu terlihat sangat bersemangat untuk membuat sushi. Eun ji langsung mengambil bahan – bahan makanan dari dalam kulkas, setelah itu ia mempersiapkan peralatan untuk memasak. Gadis itu nampak kebingungan ketika melihat banyak bahan makanan tertumpuk diatas meja, ia tidak tau apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Melihat hal itu Chanyeol hanya bisa tertawa kecil sembari duduk dikursi.

Eun ji benar – benar frustasi karena Sushi, gadis itu menjadi gila dalam sekejap akibat hal tersebut. Ia terus saja menggaruk – garuk kepalanya karena kebingungan, namun Eun ji tidak akan menyerah. Ia akan berusaha untuk memasak sushi.

“Aku harus bisa membuat Sushi yang enak” ucap Eun ji dengan penuh semangat.

Gadis itu langsung memotong – motong daging Salmon menjadi beberapa bagian, lalu menyiapkan nasi dan beberapa nori. Eun ji terlihat sangat menikmati hal itu, walaupun ia tidak tau bagaimana rasa dari makanan yang sudah ia buat. Tak lama setelah itu, akhirnya Sushi buatan Eun ji sudah siap. Gadis itu menata makanannya dengan sangat rapi dan indah diatas piring, dengan segera ia langsung menyajikan makanan tersebut kepada suaminya.

“Ini makanannya sudah siap” ucap Eun ji sambil meletakan piring itu diatas meja makan.

“Gomawo, aku akan segera mencicipi makanan ini” sahut Chanyeol.

Melihat makanan yang menarik didepannya, Chanyeol langsung memakan Sushi itu. Perlahan – lahan pria itu mengunyah makanan tersebut, namun tidak disangka hanya terasa rasa asin dan sedikit pedas dilidah Chanyeol. Wajah pria itu mulai memerah bahkan matanya mulai mengeluarkan beberapa tetesan air mata. Eun ji terlihat mulai khawatir ketika suaminya berekspresi seperti itu, ia mencoba untuk bertanya kepada suaminya apa yang terjadi namun pria itu hanya diam saja. Karena penasaran gadis itu mencicipi Sushi tersebut, ketika mengunyah makanan itu Eun ji menjadi tau kenapa suaminya berekspresi seperti itu. Gadis itu juga menangis akibat rasa asin dan pedas menyelimuti lidahnya.

“Pak tua, kau punya tisu ?” tanya Eun ji sambil mengedip – ngedipkan matanya untuk menahan air matanya.

“Aku tidak punya, Kim eun ji kau punya permen manis ?” sahut Chanyeol yang matanya nampak berkaca – kaca.

“Tidak ada, tapi sepertinya ada es krim coklat didalam kulkas” ucap Eun ji

“Cepatlah kau ambil” ujar Chanyeol.

Lalu segeralah Eun ji mengambil es krim itu dari dalam kulkas, dan langsung memberikan es krim itu kepada Chanyeol.

“ ini es krimnya, mungkin dengan ini rasa asin plus pedes dilidah kita bisa menghilang” ucap Eun ji sambil membuka tutup es krim cup itu. Agar lebih mudah memakannya Eun ji mengeruk es krim itu dengan sendok dan langsung menjilatnya. Setelah merasa lebih baik gadis itu langsung memberikan sendok itu kepada suaminya, namun tiba – tiba saja Chanyeol tidak mau menjilat es krim yang menempel pada sendok itu. Pria itu tidak suka menjilat es krim, ia lebih suka menelanya langsung. Tapi Eun ji melarangnya, namun tetap saja pria itu tidak mau menjilat es krim itu. Karena kesal Eun ji langsung menempelkan sendok itu pada lidah Chanyeol, pria itu tidak bisa berbuat apa – apa karena kedua tanganya dipegang oleh istrinya.

Chanyeol merasakan hal aneh ketika sedok itu menempel dilidahnya, ia merasa lebih nyaman dengan adanya sendok itu dilidahnya. Bahkan ia tidak mau melepaskan sendok itu ketika Eun ji menarik benda itu keluar dari dalam mulutnya.

“Pak tua lepaskan sendoknya” ucap Eun ji sambil menarik sendok itu, namun Chanyeol tidak kunjung melepaskan benda itu dari dalam mulutnya. Tubuh gadis itu mulai berkeringat bahkan ia terlihat sudah mulai lelah, melihat hal tersebut Chanyeol langsung melepaskan sendok itu dari dalam mulutnya. Pria itu tertawa terbahak – bahak ketika melihat wajah Eun ji yang kebingungan, namun gadis itu masih tidak mengerti dengan sikap suaminya yang aneh.

“Pak tua, kau baik – baik saja. Apakah aku perlu memanggil dokter kesini ?” tanya Eun ji sambil memandang wajah suaminya.

“Gomawo, karena kau rasa trauma ku bisa menghilang” sahut Chanyeol.

“Trauma apa maksudmu ?, aku tidak mengerti” ucap Eun ji bingung

“Aku punya trauma aneh, waktu kecil lidahku pernah tergigit oleh gigiku sendiri ketika aku menjilat es krim. Rasa sakitnya tidak kunjung hilang bahkan hingga 1 minggu, sejak itu aku memutuskan untuk tidak pernah menjilat es krim “ ujar Chanyeol.

“Aku benar – benar terkejut mendengar hal itu, aku kira pria setampan dirimu tidak mempunyai trauma aneh” ucap Eun ji

“Kau terlalu pintar untuk mengetahui hal itu nyonya Park” sahut Chanyeol.

“Aku sudah bilang padamu untuk tidak memanggilku nyonya Park !” ucaop Eun ji yang nampak kesal.

“Kau adalah istriku, jadi memang seharusnya aku memanggilmu nyonya Park karena sekarang namamu berubah menjadi Park eun ji” ucap Chanyeol.

“Aku tidak mau, namaku tetap Kim eun ji” keluh Eun ji

“Kau harus menuruti segala perintahku, karena aku adalah suamimu”  ucap Chanyeol.

“Baiklah kau boleh memanggilku nyonya Park” ujar Eun ji. Chanyeol hanya tersenyum ketika istrinya berkata seperti itu, ia merasa bahwa Eun ji mulai bisa menjadi istri baginya walaupun hanya sementara.

_

Dimalam harinya kedua pasangat itu terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan mereka. Eun ji yang tengah menyelesaikan tugas kuliahnya sedangkan suaminya sibuk menyusun surat – surat penting kedalam sebuah map. Namun tiba – tiba saja Chanyeol meminta istrinya untuk mengambilkannya map kosong di gudang belakang dapur. Eun ji menuruti perintah suaminya, gadis itu tidak berfikir terlebih dahulu dengan tidakannya. Sesampainya gadis itu digudang, ia terkejut ketika melihat Junior tengah memasang sebuah tali pada pintu lemari.

Karena penasaran gadis itu manghampiri adik iparnya, “Junior –ah, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji sambil menyentuh bahu pria itu. Junior terkejut ketika mengetahui Eun ji tengah berada dibelakangnya.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Junior

“Aku ingin mengambil map kosong, bisa kau ambilkan map itu dari dalam lemari itu” sahut Eun ji

“Biklah” ucap Junior, lalu pria itu segera mengambilkan noonanya map dari dalam lemari tersebut.

Muncul perasaan curiga dipikiran Eun ji, ia melihat ponsel misterius itu didalam kantung baju adik iparnya yang tidak sengaja ia lihat. Bukan hanya itu saja, Eun ji juga melihat banyak tali terikat disetiap sisi didalam lemari itu. Ia kembali mengingat peristiwa misterius malam itu, Eun ji berfirasat jika kejadian itu bukanlah sebuah kejadian biasa namun ada seseorang dibalik semua itu.

Melihat noonanya yang memandang sinis kearahnya, membuat Junior menjadi gelisah. Lalu segeralah ia memberikan map itu kepada Eun ji,\.

“Ini mapnya noona” ucap Junior .

“Kenapa kau terlihat sangat gelisah, ruangan ini tidak begitu menyeramkan” ujar Eun ji.

“Aku tidak gelisah, hanya saja aku merasa kepanasan disini” sahut Junior, pria itu mencoba untuk pergi dari dalam tempat tersebut untuk menghindari Eun ji. Namun Eun ji bisa mengahalangi niat adik iparnya, Eun ji langsung menarik baju Junior sehingga pria itu tidak bisa bergerak.

“Kau mau kemana, kau harus menjelaskan semua ini padaku” ucap Eun ji

“Aku ada urusan noona” ujar Junior, pria itu mencoba untuk melepaskan tangan Eun ji dari bajunya namun tidak bisa karena noonanya memegang bajunya dengan sangat erat.

“Aku tau, kau yang telah membuat sebuah jebakan untukku kan malam itu” curiga Eun ji

“Jebakan apa?, aku tidak mengerti maksudmu” tanya Juinor yang mulai berkeringat dingin.

“Kau yang telah menakut – nakuti ku malam itu, kau juga yang membunyikan nada dering ponsel waktu itu” ucap Eun ji

“Aku hanya ingin bermain – main saja denganmu, lagipula itu semua rencana hyung” ujar Junior.

“Maksudmu Park chanyeol ?” tanya Eun ji

“Nde, hyung menyuruhku untuk menakut – nakutimu” sahut Junior.

Mendengar penjelasan Junior membuat gadis itu terkejut, bahkan ia langsung melepaskan tangannya dari baju adik iparnya.

“Kau serius Park chan yeol yang menyuruhmu, eoh ? “ tanya Eun ji kembali

“Nde, mungkin ia melakukan itu hanya untuk main – main saja” sahut Junior. Raut wajah Eun ji berubah menjadi marah ketika mengetahui hal itu, ia dengan segera pergi dari dalam tempa itu menuju kamarnya. Melihat noonanya yang pergi begitu saja membuat junior menjadi penarasan sekaligus takut jika terjadi sesuatu pada noonanya, akhirnya Junior ikut menyusul Eun ji.

Melihat suaminya tengah asyik bermain ponsel ditempat tidur sembari berbaring, tanpa pikir panjang Eun ji langsung menghampiri pria itu. Gadis itu mencoba bersikap tenang walaupun ia merasa sangat kesal.

“Pak tua, ini mapnya” ucap Eun ji sambil memberikan benda itu pada suaminya.

“Gomawo” sahut Chanyeol singkat.

Melihat sikap Chanyeol yang sangat tenang membuat Eun ji semakin marah, pria itu tidak menunjukan sikap rasa bersalahnya pada Eun ji. Padahal gadis itu merasa telah diperlakukan tidak baik olehnya, dengan segera Eun ji merampas ponsel itu dari tangan suaminya. Chanyeol terkejut ketika istrinya mengambil ponselnya secara tiba – tiba.

“Kenapa kau mengabil ponselku ?, cepat kembalikan” ucap Chanyeol

“Aku tidak akan mengembalikan ponsel ini, jika kau tidak meminta maaf padaku “ ujar Eun ji

“Untuk apa aku meminta maaf padamu, lagipula aku tidak melakukan kesalahan padamu” sahut Chanyeol. Pria itu langsung bangun dari tempat tidurnya dan mengambil ponsel itu dari tangan Eun ji.

“Pak tua, aku tau kau yang telah menakut – nakutiku waktu itu” ucap Eun ji.

“Kau bicara apa, eoh ?. Aku tidak pernah menakut – nakuti mu” ujar Chanyeol.

“Kau sangat jahat, aku hampir saja mau mati karena tindakanmu yang keterlaluan itu” keluh Eun ji.

“Baiklah aku minta maaf padamu, tapi aku sebenarnya hanya ingin bermain – main saja denganmu” sahut Chanyeol sambil tersenyum.

“Aku tidak menganggap itu sebuah permainan, tapi aku sangat senang karena kau telah membuatku kembali mengingat masa laluku yang tragis. Kau senang kan melihat ku menderita” ucap Eun ji.

“Maksudmu apa ?” tanya Chanyeol.

“Aku rasa kau tidak perlu tau masalah itu” sahut Eun ji. Lalu segeralah gadis itu pergi keluar dari dalam kamarnya.

“Kau mau kemana ?” tanya Chanyeol.

“Malam ini aku akan pulang kerumahku, kau tidak perlu khawatir padaku” sahut Eun ji. Gadis itu terkejut ketika membuka pintu kamarnya dan melihat Junior tengah berdiri didepan pintu kamarnya.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji

“Aku hanya ingin menemui hyung, kau mau kemana noona ?” sahut Junior.

“Bukan urusanmu” ucap Eun ji singkat, lalu pergilah ia dari rumah itu. Junior tidak mengerti dengan sikap noonanya yang aneh, namun pria itu melihat hyung nya yang tergesa – gesa mencari sesuatu didalam kamarnya. Segeralah Junior menghampiri hyungnya.

“Kau mencari apa hyung ?” tanya Junior

“Kau lihat kunci mobilku ?” sahut Chanyeol sambil menggeledah laci lemarinya

“Aku tadi melihatnya tergeletak diatas meja makan” ucap Junior.

“Baiklah aku akan pergi menjemput Eun ji, mungkin malam ini aku tidak akan pulang” ujar  Chanyeol. Lalu segeralah pria itu pergi menjemput Eun ji.

Ditengah perjalanan Chanyeol mengemudi dengan sangat cepat, pria itu sama sekali tidak mementingkan keselamatannya sendiri. Beruntungnya ia melihat Eun ji tengah berjalan dipinggir jalan sambil menundukan kepalanya, Dengan segera Chanyeol menghampiri istrinya. Eun ji terkejut ketika melihat mobil berhenti tiba – tiba dihadapannya, gadis itu tidak menyangka ketika Chanyeol keluar dari dalam mobil itu.

“Pak tua, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji.

“Ayo kita pulang, tidak baik jika kau sendirian ditengah malam seperti ini” sahut Chanyeol. Pria itu langsung menarik tangan Eun ji, namun gadis itu melepaskan tangannya dari genggaman suaminya.

“Aku tidak mau, aku sudah bilang padamu jika aku tidak ingin pulang” ucap Eun ji.

“Baiklah maafkan aku, aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi” ujar Chanyeol sambil memandang wajah Eun ji.

“Kau sama saja seperti ketiga adikmu, pokoknya aku tetap tidak mau pulang !” teriak Eun ji, lalu gadis itu pergi meninggalkan Chanyeol.

Namun tiba – tiba saja pria itu menarik kembali tangan Eun ji lalu memeluk gadis itu, Eun ji tidak bisa menggerakan tubuhnya akibat pelukan itu.

“Kau jangan pergi, jika kau meninggalkanku maka aku akan menghilang dari dunia ini” bisik Chanyeol pada Eun ji. Gadis itu hanya bisa menelan air liurnya ketika mendengar perkataan itu, namun ia merasa nyaman ketika pelukan itu menyelimuti tubuhya. Namun pelukan itu berujung pada nada dering yang berbunyi tiba – tiba disaku celana Eun ji, lalu segeralah Chanyeol melepaskan pelukan itu dan membiarkan istrinya untuk mengecek ponselnya.

Tidak disangka Yerilah yang menghubunginya, dengan segera Eun ji menjawab telepon itu.

“Ada apa kau menghubungiku malam – malam ?” tanya Eun ji.

“Eonnie, kau dimana aku sudah sampai dirumah tapi kenapa kau tidak ada “ sahut Yeri.

“Mwo ?!” terkejut Eun ji.

“Eonnie cepatlah pulang” ucap Yeri.

“Baiklah aku akan segera pulang” ujar Eun ji. Lalu segeralah gadis itu mematikan ponselnya dan meminta Chanyeol untuk mengantarnya pulang, namun pria itu masih terlihat bingung dengan sikap Eun ji yang aneh.

“Kau baik – baik saja ?” tanya Chanyeol.

“Pak tua, bagaiman ini adikku sudah pulang dari Busan dan sekarang dia sudah ada dirumah” sahut Eun ji gelisah.

“Baiklah kalau begitu kau harus segera pulang, aku akan mengantarmu pulang” ucap Pria itu. Lalu segeralah mereka beranjak  dari tempat itu.

Sesampainya disana Eun ji melihat adiknya tengah berdiri didepan rumah sambil memainkan ponselnya, ia bingung bagaimana cara menemui adiknya jika Chanyeol ikut dengannya. Akhirnya ia memutuskan untuk menyuruh suaminya pulang, namun pria itu menolaknya karena ia ingin bertemu dengan Yeri. Dengan segera Chanyeol menarik tangan istrinya menuju Yeri, Eun ji tidak bisa menahan kakinya yang terus bergerak karena tarikan suaminya.

Ketika kedua pasangan itu sampai dihadapan Yeri, seketika gadis belia itu terkejut.

“Eonnie, siapa pria itu ?” tanya Yeri yang nampak kebingungan.

“Dia hanya rekan kerjaku” sahut Eun ji.

“Anyeonhasseyo Chanyeol imnida, senang bertemu denganmu” sapa Chanyeol.

“Iya pasti adikku senang bertemu denganmu, baiklah tuan Park sekarang kau bisa pulang karena sudah larut malam” ucap Eun ji.

“Bolehkah aku menginap disini ?” tanya Chanyeol.

“Tidak boleh !” larang kedua gadis itu. Chanyeol terkejut ketika kedua wanita itu berteriak padanya, namun ia terus memohon agar diperbolehkan menginap dirumah itu. Tapi tetap saja kedua wanita itu melarangnya, akhirnya pria itu memutuskan untuk pulang kerumah. Namun Chanyeol berbisik pada istrinya jika sesampainya ia dirumah, pria itu akan segera menghubungi Eun ji.

_

Dipagi harinya Eun ji bergegas pergi kerumah Chanyeol untuk mengambil beberapa barangnya – barangnya, beruntungnya pagi itu Yeri masih tertidur sehingga tidak ada yang mencurigainya. Sesampainya dirumah suaminya, Eun ji tidak sengaja mencium harum makanan yang lezat dari arah dapur, tidak pikir panjang gadis itu langsung membuntuti aroma itu. Terlihat dimeja makan berbagai variasi makanan tergeletak disana, salah satunya makanan kesukaan Eun ji. Dengan segera gadis itu menghampiri meja makan itu dan melahap semua makanan disana, sialnya ia tidak tau jika Bam bam dan Sehun tengah berjalan menuju kearah dapur.

Saat tengah asyik menikmati makanannya, tiba – tiba Bam bam menepuk bahu Eun ji hingga gadis itu tersedak.

“Uhuk … uhuk …” batuk Eun ji .

“Kau sedang apa disini ?” tanya Sehun sambil memberikan noonanya segelas air

“Gomawo, tapi aku harus minum dulu” sahut Eun ji lalu segera minum.

“Aku rasa dia lelah” ujar Bam bam

“Haaa … segarnya” ucap Eun ji sambil meletakan gelas itu diatas meja.

“Hyung bilang semalam kau tidak pulang, memangnya kau kemana ?” tanya Sehun sambil memandang gadis itu.

“Semalam aku menginap dirumah temanku, karena kami ada tugas kuliah” sahut Eun ji.

“Kau harus izin pada hyung jika kau ingin menginap dirumah temanmu, aku kira kau bertengkar dengan hyung ” ucap Sehun.

“Tidak, aku hanya lupa bilang pada suamiku jika aku akan menginap dirumah temanku” jawab Eun ji.

Mendengar penjelasan noonanya membuat perasaan pria itu menjadi tenang, ia mengira terjadi sesuatu  diantara Eun ji dan hyungnya. Namun disisi lain ia masih merasa curiga dengan Eun ji, tapi pria itu mencoba untuk mempercayai noonanya. Setelah mereka berbincang, segeralah Eun ji pergi menuju kamar suaminya. Gadis itu berjalan dengan cepat agar ia tidak bertemu dengan Chanyeol, namun takdir berkata lain. Ketika Eun ji memasuki kamarnya ia terkejut karena suaminya tidak ada didalam ruangan itu, padahal seharusnya pria itu tengah bersiap – siap didalam kamarnya untuk pergi bekerja. Namun ia senang dengan hal itu karena akan lebih mudah baginya untuk mengambil barang – barangnya.

Saat tengah memasukan bajunya kedalam tas, tiba – tiba saja pintu kamarnya terbuka. Gadis itu terkejut ketika melihat suaminya berdiri dibalik pintu itu, anehnya Chanyeol sudah berpakaian dengan sangat rapih. Lalu segeralah ia meghampiri istrinya yang tengah berdiri didepan lemari pakaian. Pria itu terus memandang istrinya sambil tertawa kecil, namun  Eun ji hanya membalas pandangan itu dengan  tatapan sinisnya.

“Kau sedang apa disini Pak tua ? ” tanya Eun ji

“Ini kamarku nyonya Park, seharusnya aku yang bertanya padamu sedang apa kau disini ?” sahut Chanyeol.

“Aku hanya ingin mengambil beberapa barang – barangku”

“Kau ingin meninggalkanku ?”

“Kau bicara apa Pak tua, janjiku padamu saja belum aku tepati”

“Kenapa kau tidak mengangkat telepon dariku semalam ?”

“Aku tidak tau jika kau menghubungiku, mungkin saja aku sudah tidur”

“Jika kau ketiduran tidak mungkin kau mengirim pesan padaku untuk tidak menggagumu”

“Mungkin aku mengirim pesan itu saat aku tengah mengigau”

“Terserah kau saja, tapi apakah kau akan tinggal sementara dengan adikmu ?”

“Mungkin, tapi aku akan sering kesini hanya saja aku tidak akan pernah tidur dikamar ini, jadi kau bisa membuang atau membakara kasurku”

“Aku tidak segila dirimu, aku membeli kasur itu dengan harga yang sangat mahal, tapi aku akan memenuhi keinginanmu itu jika kau dan adikmu tinggal disini”

“Itu tidak mungkin, adikku pasti akan sangat marah padaku”

“Tapi aku akan berusaha membuat kau dan adikmu tinggal disini”

“Kau jangan coba – coba Pak tua, jika kau melakukan itu aku akan membunuhmu”

“Kau yakin, bukannya kau mencitaiku ?”

“Sudahlah Pak tua jangan ganggu aku, saat ini aku sangat sibuk” ucap Eun ji lantang sambil memasukan bajunya kedalam tas. Ketika Eun ji hendak ingin pergi, tiba – tiba saja Chanyeol  berkata padanya.

“Kau jangan pergi terlalu lama, aku tidak bisa mengurus ketiga adikku sendirian tanpamu” ucap Chanyeol pelan.

Gadis itu hanya tersenyum ketika suaminya berkata seperti itu, segeralah Eun ji pergi menuju rumahnya.

_*_

Ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju sekolah adiknya disore hari, gadis itu tidak sengaja bertemu dengan Sehun dipinggir jalan. Anehnya pria itu membawa sekardus permen dan makanan ringan ditangannya, melihat hal itu segeralah Eun ji membuntuti Sehun dengan menggunakan sepeda motornya. Tidak disangka pria itu memasuki sebuah Rumah sakit anak yang sangat besar, karena penasaran gadis itu langsung memarkirkan sepeda motornya dan ikut masuk kedalam Rumah sakit tersebut.

Eun ji sedikit merasa tidak nyaman dengan suasana didalam Rumah sakit itu, ia mancari – cari keberadaan Sehun namun pria itu tidak terlihat dimanapun juga. Akhirnya Eun ji memutuskan untuk pergi dari tempat itu, namun ketika ia melewati kamar pasien, Eun ji melihat adik iparnya tengah bermain gitar sambil bernyanyi dengan anak – anak dirumah sakit itu. Tanpa pikir panjang Eun ji langsung menghampiri Sehun, melihat kehadiran noonanya secara tiba – tiba membuat pria itu terkejut.

“Kau sedang apa disini noona ?” tanya Sehun sambil memandang noonanya

“Boleh tidak aku ikut bernyanyi dengan kalian” sahut Eun ji.

“Bagaimana adik – adik apakah gadis ini boleh ikut bernyanyi dengan kita ?”

“Tentu saja boleh hyung” teriak anak – anak lelaki itu

“Gamsahabnida, aku berharap suaraku bisa membuat kalian senang”

“Noona, kau tidak malu hanya sendirian wanita disini”

“Memangnya tidak ada anak perempuan disini ?”

“Tidak ada, hari ini khusus untuk pria saja”

“Baiklah kalian bisa menganggapku pria, karena aku dulunya seorang pria”

“Mwo … ???! ” terkejut semua orang diruangan itu

Seketika ruangan itu menjadi hening, semua orang tidak ada yang bergerak sama sekali. Hanya Eun ji yang terus saja tertawa, namun tiba – tiba saja salah seorang anak diruangan itu menghampiri gadis itu lalu menginjak kaki Eun ji hingga membuat gadis itu menjerit kesakitan. Semua orang malah tertawa ketika Eun ji berteriak kesakitan.

“Noona tidak boleh menjadi pria, karena kau tidak kuat seperti kami” ucap anak itu.

Messange from author

Hi Chingu, maaf sebelumnya karena telat update. Soalnya belakang ini saya lagi ada banyak tugas sekolah. Maaf karena telah membuat kalian menunggu. Jangan lupa baca Chapter selanjutnya yah.

Dan kalo mau tau tentang kisah selanjutnya dari The perfect wife bisa comment dibawah ini

Gamsahabnida Chingu ☺

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] The Perfect Wife (Chatper 7)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s