[EXOFFI FREELANCE] Lost (Chapter 3)

lost1

TITTLE:LOST(CHAPTER 3)

AUTHOR:Annasola

LENGTH:Chaptered

GENRE:Sad,Romance,Fantasy

RATING:PG-15

MAIN CAST:XIUMIN,OC

ADDITIONAL CAST:Just find it…

Disclaimer:cerita ini asli mengalir dari otakku,Cuma ceritanya doang kok,castnya milik tuhan.dan cerita ini udah pernah di publish di akun wattad pribadiku juga di https://exokingdomff.wordpress.com/2016/12/30/freelance-lost-chapter-3/

[3]

“Kim minseok!mati saja kau sialan!!”

***

Seoul,2016

***

“Kau sudah kembali?sekarang biarkan aku bertanya..apakah kau akan bertanggung jawab?”

Joori terhenyak,Baekhyun bertanya tepat saat ia kehilangan fokusnya akan segala hal.

“Biasakah kau mengembalikan Kim minseok kepada kami?”

Pertanyaan Baekhyun memang ambigu.Jelas jelas Kim minseok sudah mati,dan pertanyaan nya terdengar tidak masuk akal.Namun setelah apa yang dialaminya tadi,Joori seakan mengerti apa yang di maksud Baekhyun.Ia memandang Baekhyun dengan tatapan seakan bertanya”kenapa harus aku?”.

“Karena kau lah alasan Minseok hyung untuk hidup sekaligus mati”.

Joori tidak akan bertanya kenapa Baekhyun bisa tahu apa yang ada di pikirannya,itu tidak penting sekarang.Yang penting adalah kenapa semua yang terjadi tidak masuk akal seakan-akan ia masih berada dalam mimpinya tadi malam.Joori masih sangat bingung,pertanyaan Baekhyun sudah dilupakannya sejak tadi.Pikirannya terbang kemana mana dan tidak tahu harus berhenti dimana.Ia berpikir sekaligus bertanya-tanya siapakah sebenar Kim minseok dan orang orang yang ada di depannya ini.Apakah minseok adalah penyihir atau mungkin siluman atau makhluk luar angkasa atau mungkin robot?.Tapi semuanya juga langsung ditolak oleh otaknya.Jika Minseok penyihir,siluman,alien,atau robot kenapa ia bisa mendonorkan jantungnya,kenapa ia masih mati?dan berbicara tentang operasi jantung Joori  langsung penasaran.Bukannya malah menjawab pertanyaan baekhyun ia malah bertanya balik.

“Kenapa Minseok bisa mendonorkan jantungnya?……Kenapa ia tidak dilarang?………. Bukannya orang sehat tidak boleh melakukan donor jantung?…….Kenapa kalian tidak melarangnya melakukan hal gila itu?……Apa sebenarnya dia punya penyakit berbahaya seperti Kanker atau Aids?”tanyanya tanpa menyisakan celah untuk dihentikan.

Baekhyun terkekeh.Pertanyaan nya sama sekali tak dianggap.

“Kim joori-ssi,kau belum menjawab pertanyaanku”.

“Ya?”tanya Joori kalap karena teringat pertanyaan Baekhyun yg tidak masuk akal tadi.

“Oh….ya …a..a.aku…”.

“Aku rasa dia kebingungan hyung,bukankah seharusnya kau menjelaskan semuanya dulu?”Joori mendongak menatap pria yang dikenalinya sebagai si pirang yang pucat.Ia memanggil Baekhyun hyung,awalnya Joori pikir dia adalah kakak Minseok.

Baekhyun bernapas pelan.”Aku tidak yakin bisa menjelaskan nya dengan benar,kau saja yang menjelaskannya”ucapnya putus asa sambil berdiri dan pergi.

“Baiklah”jawab si pirang itu sambil duduk di tempat yang tadi diduduki Baekhyun.

“Halo,aku Sehun”ucapnya.

“Aku akan menjelaskan semua yang tidak noona mengerti jadi tanyakan saja semuanya padaku,aku memang bukan orang yang pintar menjelaskan masalah tapi setidaknya aku orang jujur,noona bisa percaya pada perkataan ku,jadi tanyakan apapun,aku akan menjawabnya jika aku bisa”.

Joori tertegun melihat pria didepannya ini.Demi apapun yang ada di dunia pria ini sangat tampan dan wajahnya terlihat sangat maskulin.Namun saat mendengar Sehun menyebutnya noona bayangan maskulin itu entah hilang kemana.

“Noona?”ia melambaikan telapak tangannya didepan wajah Joori.

“Oh..ya ..maafkan aku..aku melamun”.

“Jadi apa yang ingin kau tanyakan?kita tidak punya banyak waktu sebelum yixing hyung lepas kendali dan menangis semalaman,jadi aku mohon padamu..”

“Kenapa Minseok mendonorkan jantungnya untuk Jongdae?”tanya Joori langsung tanpa membiarkan Sehun meneruskan ucapannya.”kenapa ia bisa melakukan itu?…kenapa kalian tidak menghentikannya?”.Cecarnya tanpa henti.

“Karena Minseok hyung sangat menyukaimu,karena ia bunuh diri,karena dia tidak memberitahu kami”jawab Sehun cepat.

Dan sesi tanya jawab itu berjalan cepat dengan jawaban yang cepat pula.

“Apakah dia gila?”.

“Tidak”.

“Apa dia tidak punya pikiran?”.

“Dia memilikinya,pikirannya tidak rumit namun tak ada yang bisa menebaknya”.

“Apakah dia memiliki perasaan?”.

“Ini pertama kalinya dia memiliki perasaan pada seorang wanita,jadi dia tidak mau perasaan itu menghilang begitu saja dia ingin menjaganya sampai mati.Tapi,Minseok hyung hanya hidup untuk hari ini dan masa bodo dengan masa depan.Dia takut kau akan meninggalkannya saat adikmu sembuh jadi dia tidak mau menghadapi masa depan yang menyeramkan”.

“Dan dia mendapatkan alasan dari bunuh dirinya yang memuakkan”dengus Joori.

“Dan kami ingin kau mengembalikan minseok hyung pada kami”.

Joori terdiam sebentar sebelum otaknya benar benar kembali ketopik aneh ini.

“Aku benar benar bingung,aku sama sekali tidak mengerti apa yang kalian ucapkan dari tadi,kau dan si boncel Baekhyun itu mengatakan hal yang sama sekali tidak kumengerti.Ku mohon  jelaskan semuanya sampai aku mengerti,sampai aku tidak bingung sampai, aku bisa mengatakan ini semua masuk akal dan aku tidak akan bertanya lagi”.

Sehun menarik napas pelan lalu menghembuskannya perlahan.seakan siap untuk bercerita tanpa henti.Joori berpikir cerita ini pasti sangat panjang namun Sehun hanya menjawab.

“Kau hanya perlu menjawab apa kau bisa mengembalikan Minseok hyung pada kami atau tidak?”.

“Tapi aku benar benar masih tidak mengerti,kenapa tadi aku seperti ada di tempat yang berbeda sedangkan jelas-jelas aku berada di sini bersama dengan Baekhyun.”.

“Kau memang pergi ke tempat yang berbeda”

“Maksudmu?”Joori mengernyitkan dahinya.

“Kau pergi ketempat dimana kehidupan minseok hyung dimulai”.

“Jangan bercanda,aku bukan tukang khayal seperti Jongdae,itu semua tidak masuk akal kecuali aku bisa melewati waktu”.

“Kau memang melakukannya tadi,perjalanan waktu”.

“Jangan membual!”oh Joori benar-benar muak sekarang.Apa tidak ada hal yang masuk akal di sini?ia benar benar ingin segera pergi dari tempat ini.

“Aku tidak membual”ucap Sehun penuh percaya diri.

“Itu tidak mungkin,tidak masuk akal sama sekali…lagi pula kalau bisa melewati waktu kenapa bukan kalian saja yang pergi kewaktu dimana minseok hidup?”.

“Itu harus kau”Jawab Sehun cepat tanpa perlu berpikir apapun lagi.Ringan dan mengintimidasi.

Joori benar-benar ingin membunuh manusia di hadapannya yang sudah seperti pangeran vampir ini.Apalagi wajah datar dan polosnya benar benar tidak cocok dalam keadaan seperti ini.

“Kenapa harus aku?”Joori mendengus sebal.

“Kalian tidak mau melakukannya sendiri kan?kenapa harus aku?”tanyanya lagi namun dengan nada yang lebih sinis

“…..Oh itu karena aku lah yang membuat Minseok mati dan kalian ingin aku yang melakukan hal gila yang hampir kupercayai,harusnya aku langsung sadar kalau tidak ada yg cukup waras disini,harusnya aku sadar Kim minseok itu gila dan kalian tak ada bedanya dengan orang itu.Dan seharusnya aku juga tidak perlu merasa bersalah pada Minseok.”ia menatap Sehun.

Tatapan itu bukan tatapan curiga atau intimidasi.Marah.Hanya itu yang Sehun tangkap dari tatapan wanita didepannya ini.Dan suaranya bergetar seakan akan banyak hal yang ingin dia ucapkan namun tak bisa.

“Dia pantas mati”Ucapnya dingin.

Sehun terhenyak,ia tidak menyangka wanita itu akan mengatakkan hal seperti ini terlebih dihadapannya.Di hadapan orang yang ditinggalkan.Wanita ini tidak punya sopan santun sama sekali.Sehun hampir saja memukulnya kalu saja Joori tidak melanjutkan perkataanya.

“Dia membunuh kakakku,dan aku harus pura pura menyukainya karena dia menyukaiku atau Jongdae tak akan sembuh”.Joori terdiam sebentar,mengambil nafas  dan meminum air yang ada di depannya.Lalu ia berdiri namun masih menatap Sehun yang tampak kaget.

“Aku tidak punya alasan untuk menghidupkannya kembali”Dia berbalik dan berjalan pergi.

Saat kakinya di ambang pintu ia menoleh dan melihat Sehun yang menunduk dan kebingungan.Ia hanya berkata lirih di ambang pintu saat membalikkan kepalanya ke depan.

“Lagi pula aku bukan Tuhan dan aku masih Percaya bahwa Tuhanlah yang menghidupkan manusia bukan kalian sekumpulan orang gila yang berbicara tentang melewati waktu.Ini bukan drama”.

Dan Joori pergi tepat ketika Baekhyun menghampiri Sehun yang masih kebingungan.

“Mana Joori-ssi?”Tanyanya pada Sehun.Namun Sehun tidak menjawab,menolehpun tidak.Baekhyun mengernyit merasakan ada yang aneh dengan si pirang itu.

“Sehun?kau kenapa?”tanyanya saat menyadari raut wajah Sehun yang kebingungan dan sinar matanya yang hilang.

“Hyung,apa Minseok hyung membunuh kakak Joori noona?”Tanya Sehun masih dengan tatapan yang aneh,ia kebingungan.Baekhyun melihatnya dengan jelas.Dan iapun sama bingungnya.Omong kosong apa yang dibicarakan anak ini batinnya.

“Apa yang kau bicarakan?”.

“Joori noona bilang kalau Minseok hyung pantas mati karena Minseok hyung telah membunuh kakaknya”.

“Tidak mungkin,Minseok hyung bukan pembunuh.Ia tidak akan menyakiti orang lain”.Baekhyun berkata dengan yakin.

“Tapi Joori noona bilang..”.

“Tidak mungkin..Dia pasti berbohong..”namun kali ini ia sedikit ragu.

“Dia juga mengatakan kalau dia harus pura-pura menyukai Minseok hyung agar adiknya sembuh..aku benar benar tidak mengerti hyung..apa yang dia maksud apakah sebenarnya Minseok hyung adalah orang yang jahat?atau wanita itu yang jahat karena memanfaatkan Minseok hyung untuk menyembuhkan adiknya?..hyung aku benar benar tidak mengerti..aku sangat kaget sampai tidak sadar kalau dia sudah pergi…bagaimana ini hyung?”

Perlahan Sehun mulai kalap dan memanggil nama Baekhyun berkali-kali.Baekhyun pun sama bingungnya sekarang.Minseok hyung tidak akan pernah melakukan hal seperti itu.Dia yakin itu hanya kebohongan Kim joori.Tapi untuk apa dia berbohong.Pertanyaan itu tidak terjawab sampai dia juga merasa kecamuk pikirannya sangat acak dan menyiksa.Baekhyun membimbing Sehun berdiri lalu membawanya pergi dari ruang tamu.

Untuk sekarang ia tidak akan memikirkan apapun dulu.

Semuanya terlalu mendadak dan menyiksa.

Biarkan kali ini ia melewati malam dengan tenang.Sebagai satu-satunya yang masih bisa berpikir tenang ia tentu tidak bisa ikut gila dan kalap seperti Sehun dan Yixing hyung.Ia harus bersabar sebentar sampai besok..sampai Kyungsoo,Chanyeol dan Jongin datang.Ia pasti masih bisa bertahan.

***

Jongdae terbangun ditengah malam saat ia mendengar isakan.Noonanya menangis lagi.Dan yang membuatnya bingung adalah kenapa noonanya menangis padahal operasinya lancar dan ia sudah sembuh.

“Apa mungkin karena Minseok hyung?apa ia meninggalkan noona?”.

Pertanyaan itu muncul begitu saja di kepalanya.Ia memang merasa agak aneh karena Minseok tidak datang saat operasinya dan bahkan tidak datang saat ia sudah berhasil keluar dari ruang operasi dengan keadaan hidup dan bernafas.Minseok hanya memberi semangat padanya lewat pesan saja.Awalnya ia pikir Minseok akan memberi ucapan selamat padanya karena telah berhasil menjalani operasi paling menakutkan.Namun sampai saat ini pun Minseok tidak memberi kabar apapun padanya.Padahal Jongdae sudah mengirim pesan bahwa ia hidup dan menanyakan dimana Minseok.Namun pesan itu bahkan tidak terbaca.

Jongdae dekat dengan Minseok.Minseok sering bertanya apa yang noonanya suka dan tidak suka.Rajin bertanya apakah dia sudah makan siang atau belum.Jika Jongdae menjawab belum Minseok akan langsung menjemputnya di universitas dan mengajaknya makan.Jongdae tidak pernah bersikap baik pada Minseok,ia berpikir bukan masalah menghabiskan uangnya.Toh orang itu adalah orang yang membuatnya dan noonanya kehilangan Joonmyeon hyung.Untuk apa bersopan santun.

Terkadang Jongdae dan Minseok merahasiakan sesuatu dari Joori.Terkadang Jongdae juga bersikap layaknya adik kecil pada Minseok dan Minseok tak pernah mempersalahkannya.Ia baik dan hangat.Dan Jongdae hampir melupakan bahwa Kim minseok adalah orang yang membuat kakaknya mati.Apalagi saat ia tahu bahwa Minseok sangat menyukai noonanya dan mereka menjadi sepasang kekasih.Ia jadi iri terhadap noonanya.

Dan lagi Kim minseoklah yang telah menanggung semua biaya rumah sakit saat ia di vonis penyakit jantung.Terkadang ia berpikir mungkin takdirnya memang seperti itu,kalau Kim minseok tidak menabrak Kim joonmyeon mungkin ia tidak akan bertemu dengan orang kaya sebaik hati Minseok.Tapi ia langsung menyingkirkan pikiran itu dan buru buru minta maaf pada hyungnya,Kim joonmyeon.

Tapi sekarang noonanya menangis.Dan ia kebingungan sendiri.Awalnya ia membiarkan noonanya menangis namun setiap malam Kim joori menangis terus.Maka malam ini ia akan bertanya.Ia harus bertanya sebelum ia menjadi gila.

“Noona?…kenapa kau selalu menangis?”.

Joori tersentak dan buru buru menyeka air matanya.

“Aku hanya senang”jawabnya singkat.

“Apa ini karena Minseok hyung?apa ia meninggalkanmu?”.

Joori terdiam,air matanya malah keluar tanpa aba-aba.Ia menggeleng tapi tangisannya semakin keras.

“Noona beritahu aku!aku pasti akan membunuhnya karena telah meninggalkanmu!”Jongdae benar-benar yakin bahwa Minseok meninggalkan Joori karena noonanya menangis saat ia bertanya dan menyebut Minseok meninggalkannya.Ia cukup kenal kakaknya yang tak bisa membohongi perasaannya sendiri.Apalagi orang sepeka Jongdae.

Jongdae pikir noonanya akan segera menceritakan apa yang terjadi dan kenapa ia menangis.Namun Joori malah berlari keluar ruangan dengan cepat meninggalkannya yang terpaku dan tidak mengerti apa yang terjadi.Yang muncul dalam kepalanya hanya dugaan jahat pada Kim minseok.

***

Ia akan kembali padamu saat waktunya tiba

Sekarang kau hanya perlu memejamkan mata dan melupakan semuanya

to be continued…………..

.

.

.

.

Author’s note:

aku Cuma mau klarifikasi aja heheheh kan di chapter 1 kakanya joori itu namanya kim joonmyeong sebenernya itu harusnya kim joonmyeon a.k.a suho..aku kelepasan gitu nambahin ‘g’ di ujungnya maafin ya…heheheh

dan makasih banget yang meluangkan waktunya buat baca fic aku ini makasih banget deh pokonya………..

dah gitu aja….jangan lupa tinggalkan jejak ya! biar aku semangat lagi ngelanjutinnya…makasih………..

Iklan

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s