[EXOFFI FREELANCE] I Need You

Cover I Need You Ver. Una.jpg

Title : I Need You

Author : Niuniu

Length : Oneshot

Genre : Hurt/Comfort

Rating : Teen+

Main cast : Kim Jongin, Hye Saera

Additional cast : Byun Baekhyun, Park Jiseul

Disclaimers : Ini hanyalah sebuah cerita fiksi yang berasal dari otak saya sendiri. Fanfiction ini asli dari pemikiran saya. Jadi, saya mohon hargai hasil karya saya.

Author Note’s : Haihai semua, salam kenal ya .. saya baru disini. Ah iya, fanfiction ini sebenarnya sudah pernah saya upload difacebook. Dibawah linknya ada kok, jadi jangan sebut saja plagiat ya 😀

Khamsahamnida ^_^

Author POV :

Bulir demi bulir air hujan membasahi kota seoul. Seorang yeoja yang kini sedang duduk seorang diri disebuah kafe, beberapa kali menghela napasnya. Coklat panas yang ia pegang, mengepulkan asap tebal membuat kehangatan menjalar ditubuhnya. Tak ada niatannya untuk menyeruput coklat panas itu. Wajahnya tersirat akan kesedihan.

‘Kenapa harus turun hujan dimalam ini? Wae? Aku berkata kenapa? Jawab aku ..’

Matanya menatap sendu bangku kosong yang ada didepannya.

‘Apa karena hujan kau tak bisa datang?’

Yeoja bermarga ‘Hye’ itu, kembali menghela napasnya. Matanya mulai berkaca-kaca. Ia benci dengan situasi rumit yang sedang dialaminya. Dia hanya ingin hidup tenang. Tapi kenapa? pikirannya selalu membuat hidupnya jadi rumit seperti ini? Kenapa wajah namja itu masih saja bersarang dikepalanya?

“Aku benci hal ini. Bisakah kau berhenti mengganggu pikiranku? Aku hanya ingin ketenangan setidaknya, itu bisa membuatku merasakan apa itu ‘Kebahagiaan’. Meski hanya terasa sedikit.” Gumam yeoja bermarga ‘Hye’ itu.

Hye Saera. Itu adalah namanya. Yeoja yang berusaha puluhan kali melupakan seseorang yang bahkan tak ingin lagi ia ingat. Melupakan seseorang yang bahkan tak ingin lagi ia temui. Tapi nyatanya? Usahanya sia-sia. Hatinya berkata, Dia tak ingin melupakan namja itu. Dia ingin bertemu dengan namja bermarga ‘Kim’ itu. Dan kenyataan kembali menjatuhkannya. Semua yang ia inginkan tak pernah ia dapatkan.

‘Ijinkan aku tuhan .. kali ini saja.’

Yeoja itu, hampir saja terisak jika saja temannya tak datang dengan cepat.

“Saera-ya .. apa yang kau lakukan disini?”

Saera tersadar dari pikirannya. Ia menatap yeoja yang kini telah duduk didepannya. Park Jiseul.

Jiseul menatap mata Saera yang kini tengah berkaca-kaca.

‘Apa dia memikirkan ‘namja’ itu lagi?’ Pikir yeoja bermarga ‘Park’ itu.

“Hanya mencari ketenangan sambil menikmati segelas coklat hangat.” Ucapnya.

“Bagaimana dengan kau?” Lanjutnya.

“Ahh, aku bosan berada dirumah. Jadi, aku kesini. Bisa kau simpulkan, aku sedang ingin menghilangkan rasa bosan.” Sahut Jiseul dengan senyumannya. Saera tersenyum simpul.

Saera dan Jiseul terdiam. Sama-sama bergelut dengan pikiran masing-masing.

‘Apa malam ini harus seperti ini lagi ..’ Batin Saera.

The way you cry .. the way you smile ..

Naege eolmana keun uimi-in geolkka ..

Hagopeun mal nohcyeobeorin mal ..

Gobaekhal tejiman geunyang deureoyeo I’ll sing for you ..

Sing for you ..

Geunyang hanbeon deutgo useoyeo ..

Saera tersenyum hambar mendengar lagu yang baru-baru ini menjadi trending topic. Lagu itu dipopulerkan oleh EXO, grup boyband yang berada dinaungan SM ent tersebut.

“Cara kau menangis .. cara kau tersenyum ..” gumam Saera.

“Cukup tersenyum .. setidaknya ‘sekali’”

Lagi-lagi ia tersenyum hambar. Saera menatap layar ponselnya dengan tatapan kosong.

‘Dorawa ..’ batinnya.

Namun, batinannya tidak menimbulkan apapun. Apakah tuhan tidak mendengar permintaannya saat ini? Apakah tuhan berpura-pura tuli dengan mengabaikan permintaannya saat ini? Apakah tuhan sangat senang menghukumnya? Apakah tuhan tak melihat jika ia saat ini benar-benar menyedihkan?

Kim Jongin, keluar dari apartemennya. Kepulan asap tipis keluar dari lubang pernapasannya. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam jaket agar tak kedinginan. Kakinya melangkah tanpa tujuan. Padahal cuaca hari ini benar-benar buruk tapi, namja berkulit tan itu menghiraukannya. Ia menghalau rasa dingin itu dengan merajut langkah tanpa tujuan. Matanya menangkap sosok yeoja yang kini tengah duduk seorang diri dibangku taman. Sebuah earphone terpasang ditelinganya.

Jongin tersenyum tipis. Ia melangkah, mendekati yeoja yang ia kenali. Jongin duduk disampingnya. Masih dengan senyum tipis miliknya. Yeoja itu –Jiseul– lantas menoleh menatap orang yang kini duduk disampingnya.

Alisnya terangkat.

‘Kim Jongin?’ batinnya.

Jongin menoleh. Menatap Jiseul.

“Apa yang kau dengarkan?” Tanya Jongin.

Jiseul mengalihkan tatapannya dan melepas earphonenya. Ia tersenyum kecil.

“Lagu ballad. Aku yakin kau tak akan menyukainya ..”

Jongin berdecih, ia ikut tersenyum.

“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Jongin basa-basi.

“Seperti yang kau lihat. Bagaimana denganmu?”

“Aku baik ..” sahutnya dengan nada yang kurang menyenangkan.

“Benarkah? Nada suaramu terdengar tak menyenangkan ..”

“Eii, kau pikir aku berbohong?”

“Ngg, sepertinya ..” Ucap Jiseul dan terdengar tawa dari mulutnya. Jongin ikut tertawa. Jongin tiba-tiba saja mengacak puncak kepala Jiseul.

Tanpa mereka ketahui, Seorang yeoja kini tengah menatap mereka dengan tatapan sedih. Matanya berkaca-kaca. Tanpa diperintah, cairan ‘Kristal’ itupun jatuh dari tempatnya. Membuat dadanya sesak.

‘Apa ini mimpi? Jika ini mimpi, tolong bangunkan aku sekarang tuhan .. aku tak sanggup melihat hal ini. Hukumanmu sangat menyakitkan tuhan. Jebal, bangunkan aku ..’

FLASHBACK :

Beberapa bulan yang lalu ..

Saera menatap namja yang kini duduk didepannya.

“Jongin-ah ..” panggilnya.

Namja itu, menatap Saera.

“Kim Jongin .. mianhae ..” ucapnya. Jongin mengernyit.

“Kenapa kau meminta maaf?”

Saera tersenyum. Ia menatap Jongin dalam.

“Lebih baik kita putus.” Jongin menatap Saera tak percaya.

“Apa maksudmu, Hye Saera?”

“I want to ‘break up’. I tell you it’s over ..” ucapnya.

Nyeri. Itu adalah hal yang pertama kali Jongin rasakan. Tentu saja, karena ia mencintai yeoja yang kini berada didepannya.

Setelah berkata seperti itu, Saera meninggalkan Jongin dengan wajah datarnya. Ia tak peduli jika Jongin merasakan sakit nantinya. Ia tak peduli jika Jongin membencinya. Ia hanya ingin menjauh dari namja bermarga ‘Kim’ itu. Meski, ia harus mengorbankan perasaannya.

FLASHBACK OFF.

Saera terbangun dari mimpi buruknya. Deru napasnya tak beraturan. Peluh membasahi pelipisnya. Mimpi itu, lagi-lagi mimpi itu. Kepalanya terasa sangat menyakitkan. Bibirnya pucat. Matanya mulai berkaca-kaca dan ia menangis. Menangis karena menyesali perbuatan bodohnya.

Ia berpikir dengan memutuskan hubungan dengan Jongin, ia akan dengan mudah melupakan namja itu. Nyatanya? Itu adalah keputusan bodoh yang pernah ia ambil. Hal itu malah membuatnya tersiksa.

Saera mengangkat tangannya tapi, tidak bisa. ia merasakan berat ditangannya. Saera menatap tangannya. Sosok yeoja kini masuk kedalam indera penglihatannya. Park Jiseul. Yeoja itu tengah tertidur sambil memegangi tangannya. Kilasan kejadian sore tadi, membuatnya sesak. Tangisnya semakin pecah. Isakannya semakin keras. Hal itu membuat Jiseul terbangun. Jiseul terkejut ketika melihat Saera menangis sesegukan. Jiseul beringsut naik kekasur Saera dan duduk disamping Saera.

“Kau kenapa Saera-ya?” Ucap Jiseul dengan nada khawatir.

Saera tak menjawab, isakannya malah bertambah kencang. Seorang namja dengan wajah khawatir, membuka pintu kamar yang ditempati oleh Saera. Tangis Saera terhenti ketika tatapannya beradu dengan namja itu. Kim Jongin.

“Hiks, hiks, hiks ..” Isaknya sesegukan. Jiseul bangkit dari duduknya dan menghampiri Jongin.

“Tenangkanlah dia .. aku akan menunggu diluar.” Ucap Jiseul dan yeoja itu beranjak pergi.

Jongin duduk disebuah bangku. Wajahnya tertunduk. Sedangkan Saera, ia duduk dikasur dengan selimut yang masih menutupi badannya.

“Lama tak berjumpa, Hye Saera ..” Ucap Jongin.

“Hm, lama tak berjumpa, Kim Jongin ..”

Keheningan kembali mengelilingi mereka.

“Saera-“

“Jongin-“

Ucap mereka berdua bersamaan. Pandangan mereka bertemu.

“Kau saja dulu ..” Ucap Saera. Jongin bergeleng.

“Kau saja, mungkin kau lebih penting ..”

Saera menghela napasnya. Ia masih menatap Jongin.

“Mianhae ..” kata itu, tercelos dari mulut Saera. Kata yang selama ini ingin ia ucapkan pada Jongin. Tapi namja itu menghiraukannya.

‘Kata itu, kata yang ia ucapkan pada pertemuan terakhir kami ..’ Batin Jongin.

‘Apa ia akan mengatakan hal yang lebih menyakitkan dari waktu itu?’ pikirnya.

“Jeongmal, mianhae .. aku egois. Aku keras kepala. Aku hanya memikirkan perasaanku. Dan tak pernah memikirkan perasaanmu.”

“Aku tahu, aku bodoh. Memutuskan hubungan kita secara sepihak. Aku bahkan tak pernah menghubungimu setelah pertemuan terakhir kita waktu itu ..”

“Aku tahu, aku menyakitimu .. aku tahu, kau membenciku .. aku tahu semuanya ..”

“Berapa kalipun aku meminta maaf, aku tahu kau tak akan pernah memaafkanku ..”

“Setulus apapun aku meminta maaf padamu, aku tahu kau tak akan pernah memaafkanku ..”

“A-aku .. aku ta-“

‘GREB’

“…”

Ntah kapan, Jongin telah berada disamping Saera dan memeluk yeoja itu. Memeluknya dengan erat. Seakan-akan Jongin tak ingin melepaskan Saera.

“Niga .. piryeohae ..” Ucap namja itu.

‘Tes’

Saera membeku. Cairan bak Kristal, jatuh begitu saja dari pelupuk mata Saera. Dia tak menyangka Jongin akan mengatakan hal itu. Dibenaknya, dipikirannya, semua mengatakan bahwa Jongin ‘pasti’ membencinya. Dan nyatanya? Namja itu menyalahkan semua perkiraan Saera. Namja itu malah berkata, ‘Aku membutuhkanmu’.

“Jeongmal, piryeohae Saera-ya .. jebal khajima ..” Ucap Jongin lagi.

Tangis Saera kembali pecah. Kali ini bukan tangis kesedihan tapi ini adalah tangis kebahagiaan. Mendengar tangis Saera, Jongin langsung melepas pelukannya dan menatap Saera.

“Sa-Saera … wae? Wae ureo? Ongh?” Ucap Jongin dengan nada khawatir.

“Apa ada yang sakit?” tanyanya lagi. Saera bergeleng.

“Lalu, apa? Mareba ..”

Bukannya menjawab, Saera malah memeluk Jongin dengan erat. Jongin tak mengerti dengan apa yang Saera lakukan. Ia mencoba membalas pelukan Saera berharap Saera akan berhenti menangis.

“Nado .. nado Jongin-ah .. nado piryeohae ..” Ucap Saera.

Kali ini, Jongin yang membeku. Apa telinganya tak salah dengar dengan apa yang diucapkan oleh Saera?

‘Dia, dia juga membutuhkanku?’

“Niga piryeohae .. Kim Jongin.” Ucapan Saera kali ini membuatnya tersadar dan yakin dengan ucapan Saera.

Jongin mempererat pelukannya.

“Saranghae .. Hye Saera ..”

“Nado-ya, Kim Jongin ..”

Tanpa mereka ketahui, dua pasang mata menonton adegan itu dengan tersenyum bahagia.

“Syukurlah ..” Ucap kedua insan tersebut.

1 tahun kemudian ..

Letusan kembang api menghiasi langit dimalam hari. Yup. Malam ini adalah malam pergantian tahun. Pergantian dari Tahun 2016 menjadi Tahun 2017. Music berbunyi disana-sini. Sungai han dipenuhi oleh orang-orang dan kebanyakan dari orang-orang itu adalah remaja. Termasuk, Jongin, Saera, Baekhyun dan Jiseul.

“Baekhyun, ayo kita kesana .. aku malas bersama pasangan yang satu ini.” Ucap Jiseul.

“Hm. Kajja ..” Baekhyun dan Jiseul pun pergi meninggalkan Jongin dan Saera.

“Apa-apaan mereka itu .. dasar.” Cibir Saera. Jongin tersenyum melihat Saera.

“Aigoo ..” ucapnya sambil mengacak puncak kepala Saera gemas.

“Ya! Jangan merusak rambutku, Kim Jongin!” kesal Saera. Dan itu malah membuat Jongin tertawa.

“Geumanhae .. jangan menertawakanku!” Ucap Saera sambil mempoutkan bibirnya. Jongin berhenti tertawa dan tersenyum. Ia pun berdiri tepat dihadapan Saera.

“Arra .. aku tidak akan tertawa ..” tapi, Saera masih saja mempoutkan bibirnya.

Jam telah menunjukkan pukul 23.58, dan itu menandakan pergantian tahun akan segera tiba.

“Eii, kau berusaha menggodaku dengan bibirmu itu?” Ucap Jongin.

“Ah, mwoya .. dasar mesum!” Ucap Saera kesal. Dia semakin mempoutkan bibirnya.

“Jangan menggodaku, Hye Saera.”

“Siapa yang menggodamu, bodoh?”

“Berhentilah mempoutkan bibirmu seperti itu ..” bukannya berhenti, Saera malah tetap mempoutkan bibirnya. Dan alhasil ..

Chu~

Jongin mencium Saera. Dan hal itu, bertepatan dengan pergantian tahun. Kembang api semakin banyak menghiasi langit. Tapi, mereka menulikan pendengaran mereka dan malah asik saling berpagutan.

‘Happy New Year, Saera-ya .. aku harap kita akan selalu bersama .. saranghae ..’ –Kim Jongin.

‘Happy New Year, Jongin-ah .. aku juga berharap demikian .. nado saranghae ..’ –Hye Saera.

-FIN-

Author Note : Haloha .. 😀 ini adalah FF oneshot dari niu 😀

Bagaimana? Feelnya dapat? Cih, pasti tidak /aku bercanda :v

Paipai, tunggu niu diff selanjutnya. Kekekee~

Khamsahamnida

Link I Need You : https://www.facebook.com/groups/EXO.FF.INA/permalink/444410255761982/

Iklan

2 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] I Need You

  1. Owalah, Saera hanya salah paham sama temennya. Syukurlah. Akhir yang manis. And sedikit saran aja: next, teknik penulisannya lebih diperhatikan lagi ya. Untuk tata bahasanya udah bagus kok, mudah dipahami. Semangat Author-nim 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s