[EXOFFI FREELANCE] I Let You Go, Love

img_20170225_213304

I Let You Go, Love

Author: WhiteBLove

Cast: Do Kyungsoo. Jung Jae Mi. Oh Sehun. Park Hyun Bi.

Genre: Hurt. Fluff. Friendship.

Summary: Bagaimana jika kau dan sahabat pria mu bermain terlalu jauh saat sama-sama diantara kalian telah memiliki kekasih?

Ket : This story pure from my Imagination! Please don’t be plagiator and try to copy my story without my permission.-I’ve ever post this story on DKFFI.

https://whiteblove.wordpress.com/

“Jika kau ingin membunuh anakku, bermainlah dengan halus bodoh!”

Sebuah gorden tinggi berwarna hitam tengah bergeser pelan membuka jendela lebar diruangan ini dengan sendirinya. Bukan hantu yang berhasil menggeser gorden ini, melainkan sebuah alat seperti robot kecil yang tengah mengerjakan tugasnya setiap pagi.

Sinar matahari perlahan terlihat jelas memasuki ruangan bernuansa hitam putih yang tengah dalam keadaan sedikit berantakan. Tidak seperti biasanya bantal berjatuhan diatas lantai dan selimut berwarna putih ini terlihat tak karuan saat menutupi tubuh seseorang yang tengah terlelap. Pantaslah, ternyata orang yang tengah tertidur ini bukan sipenghuni kamar yang biasanya.

Hanya ada seorang gadis yang tengah terbaring dengan pakaian yang sama seperti tadi malam. Rambut coklat sebahunya terlihat berantakan karna semalam sang empunya sama sekali tak bisa diam meskipun matanya terpejam dan tubuhnya tengah beristirahat sejenak.

Kelopak matanya perlahan terbuka. Rasa pusing kini menguasai kepalanya. Ia tengah terdiam sejenak dengan keadaan tangan kanan memegangi keningnya. Sesaat matanya mengerjap kearah jendela lebar disampingnya yang memperlihatkan keberadaan matahari sudah cukup tinggi.

Sejenak pandangan gadis ini teralih kearah pintu kamar saat suara langkah kaki seseorang seperti tengah berjalan kearahnya.. Sang gadis bisa menebaknya. Siapa lagi kalau bukan pemilik ruangan ini.

“Kenapa aku berada disini?”tanyannya seraya melirik sseorang pria yang kini berdiri tegak disampingnya.

“Harusnya aku yang bertanya, mengapa aku membawamu kemari?”

Wajah pria ini terlihat dingin saat melihat Jae Mi – si gadis, yang baru bangun dengan wajah bantalnya.

“Hah, kau bertanya pada dirimu sendiri, itu artinya kau tau jawabannya, Kyungsoo”

Jae Mi ini kini terbangun dengan keadaan yang sudah duduk ditepi tempat tidur. Menatap pria yang tengah berdiri dengan kemeja hitam dan celana kain berwarna senada dihadapannya.

“Mana jaketku?” tanya Jae Mi kini sibuk menghamburkan pandangannya mencari jaket hitamnya yang tak terlihat berada disekitarnya.

“Jika kau ingin membunuh anakku, bermainlah dengan halus bodoh!”

Jae Mi mengarahkan pandangannya kembali menatap pria dihadapannya. Wajah pucat gadis ini terlihat perlahan menegang saat Kyungsoo berhasil membuatnya mati ditempat dengan perkataan yang baru saja terlontar.

“A..apa maksudmu?”

“Apa kau ingin tertangkap basah oleh orang lain?”Tanya Kyungsoo tajam.

Jae Mi benar-benar terdiam dengan hanya bisa menundukan kepalanya. Matanya tak mau lagi menatap mata Kyungsoo karna saat ia merasa takut pada pria dihadapannya ini.

“Kau ingin Sehun datang dan melihat keadaanmu yang mabuk? Lalu melihat kakimu yang penuh dengan darah? Membawamu ke rumah sakit dan bertemu dengan dokter yang berkata bahwa kau baru saja keguguran? Seperti itu?”

Jae Mi tersentak diam. Pikirannya menjadi begitu kalangkabut. Pertanyaan yang berputar dikepalanya saat ini adalah, kenapa Kyungsoo bisa mengetahui keadaannya yang tengah berbadan dua.

“Kau benar-benar bodoh, Nona Jung!”ucap Kyungsoo begitu tegas.

Jae Mi mulai berdiri tanpa berani menatap wajah Kyungsoo. Mencoba mencari celah tuk keluar dari perbincangan menegangkan pagi ini. Ia kembali sibuk mencari Jaket hitamnya. Jika ia berhasil menemukan jaketnya, hal yang pertama akan ia lakukan adalah lari sekencang mungkin dari ruangan ini.

Namun Kyungsoo yang telah mengenal Jae Mi selama 8 tahun tentu tak asing dengan gerak-gerik gadis ini. Ia langsung memegang tangan Jae Mi. Tanpa ia sadari tangannya terlalu kuat hingga membuat gadis ini kaget dan sedikit merintih kesakitan karna ulahnya.

“Ahh..”

“Anakku.. benar bukan?”Tanya Kyungsoo yang langsung menarik Jae Mi agar tubuh mereka semakin berdekatan. Tepat. Wajah Jae Mi berada tepat di depan mata Kyungsoo.

“Lepaskan Kyungsoo, kau ingin kekasihmu tiba-tiba datang dengan sekotak roti panggang?”ucap Jae Mi yang tiba-tiba menyebutkan kebiasaan kekasih Kyungsoo, Park Hyun Bi.

“Aku harap dia datang tepat waktu! Atau mungkin sekarang juga!”

“Kau sendiri bodoh, Kyungsoo”ucap Jae Mi meremehkan pria didepannya ini.

“Aku memang bodoh! Aku mengakuinya!..Aku bodoh melakukannya denganmu!”tegas Kyungsoo

Mata mereka benar-benar saling bertemu. Ada sedikit rasa kecewa yang tiba-tiba Jae Mi rasakan setelah mendengar ucapan Kyungsoo.

“Kau dan Sehun belum pernah melakukannya, bukan? Apa itu artinya dia anakku?”tanya Kyungsoo seraya menatap lekat Jae Mi yang masih terdiam.

“Mari buat pilihan. Aku atau Sehun?”Tanya Kyungsoo dengan begitu serius.

“Pertanyaan bodoh yang selalu kau lontarkan!”ucap Jae Mi yang kini terlihat kesal.

Jae Mi mulai meronta. Ia berhasil melepaskan tangannya dari cengkraman Kyungsoo.

Kini terasa hening setelah pertanyaan Kyungsoo yang terakhir terlontar. Bagi Jae Mi itu adalah pertanyaan sulit yang tak pernah ingin ia jawab. Ia lebih memilih pertanyaan tentang larutan kimia dibandingkan harus menjawab pertanyaan bodoh Kyungsoo tadi.

“Kau tak mau menjawabnya karna kau takut aku kecewa, bukan?”ucap Kyungsoo.

Jae Mi masih terdiam. Mulutnya memang tak bergerak atau bahkan mengeluarkan suara. Tapi tanpa perlu Jae Mi mejawabpun, ia -Kyungsoo sudah tau jawabannya dari mata Jae Mi.

“Baiklah, biar aku yang akan memutuskan!… Kau harus pilih Sehun!”

Jae Mi tak terkejut sama sekali. Karna ucapan itu juga selalu Kyungsoo lontarkan jika Jae Mi tengan dalam keadaan dilema seperti ini.

Tanpa dikomando. Entah apa yang membuat seorang Do Kyungsoo bersikap begitu kasar dengan langsung menarik tangan Jae Mi kembali dan bergegas keluar dari kamar apartemennya ini.

“Ahh..Apa yang akan kau lakukan? Kyungsoo..Ahh”ucap Jae Mi sembari sedikit memberontak saat tangan Kyungsoo menariknya dengan kasar. Sebagian orang yang ada di sekitar mereka hanya memandangi tanpa ingin tau apa yang terjadi diantara dua mahluk yang sepertinya tengah bertengkar ini.

Sementara itu Kyungsoo sama sekali tak menjawab satupun pertanyaan Jae Mi. Tangannya terus menarik Jae Mi kearah parkiran gedung ini. Alaram mobil Kyungsoo berbunyi saat ia menekan tombol dari jarak sekitar 5meter.

“Kya.. kau mau membawaku kemana?”tanya Jae Mi yang sudah bisa menebak bahwa mereka akan pergi menggunakan mobil.

Kyungsoo begitu kasar memaksa tubuh Jae Mi untuk segera masuk kedalam mobilnya dan duduk dikursi penumpang. Jae Mi hanya bisa diam saat mobil yang Kyungsoo kendarai langsung tancap gas tuk pergi dari tempat sepi ini.

“Kyungsoo..kita mau kemana?”

Kyungsoo benar-benar mengemudikan mobilnya dengan kencang. Matanya begitu tajam seperti orang yang benar-benar marah dan frustasi. Keadaan lalu lintas yang tak begitu ramai mempermudah Kyungsoo mengendarai mobilnya dengan secepat mungkin.

“Kau mau membawaku kemana, Kyungsoo?”ucap Jae Mi yang begitu takut melihat Kyungsoo yang sudah seperti ini. Bagi Jae Mi, ini adalah pertama kalinya Kyungsoo benar-benar marah pada dirinya. Ia tak tau harus melakukan apa melihat Kyungsoo yang seperti ini.

“Ku mohon berhenti, aku akan memberitahu Sehun nanti, tidak sekarang”

Ya, Jae Mi beranggapan bahwa Kyungsoo akan membawanya kerumah Sehun, kekasih Jae Mi.

Ternyata Kyungsoo membawa Jae Mi kepinggiran kota Seoul. Mengunjungi sebuah komplek perumahan yang cukup sepi. Entah apa yang akan dilakukan Kyungsoo ditempat ini. Jae Mi lebih memilih Kyungsoo membunuhnya dari pada harus memberi tahu Sehun bahwa ia tengah mengandung anak sahabatnya sendiri.

Kini mereka sampai didepan sebuah rumah yang cukup tertutup dibandingkan dengan rumah-rumah lainnya. Kyungsoo membukakan pintu mobil untuk Jae Mi, mempersilakan gadis ini untuk segera keluar dari dalam mobil tanpa memaksanya dengan kasar.

“Tempat apa ini? Kenapa kau membawaku kemari?”Tanya Jae Mi yang belum juga keluar dari dalam mobil.

“Keluarlah, aku tak ingin bersikap kasar seperti tadi lagi padamu!”ucapan Kyungsoo terdengar sangat berbeda dengan Kyungsoo beberapa saat lalu. Suaranya kini menjadi terdengar sedikit rendah.

Jae Mi sudah membuat Kyungsoo marah, ia tak mau membuat Kyungsoo menjadi lebih marah lagi pada dirinya. Dengan segera Jae Mi keluar dari dalam mobil.

Terlihat sebuah rumah tua khas korea bernuansa tempo dulu dengan taman kecil yang sebenarnya bisa dikatakan cukup luas.

Kyungsoo melangkahkan kakinya terlebih dahulu memasuki area teras rumah sederhana ini. Jae Mi mengikutinya dari belakang tanpa berani bertanya lagi untuk apa mereka disini.

Terlihat seorang wanita tua tengah berdiri didepan pintu menyambut mereka.

“Selamat Pagi Tuan Muda, kau ternyata benar-benar datang!”sapa sang wanita tua yang lalu tersenyum.

Jae Mi hanya terdiam melihat punggung Kyungsoon yang tengah berdiri beberapa senti didepannya.

“Yah, mungkin kau..-“ucapan Kyungsoo terhenti saat menengok Jae Mi.

Mata Kyungsoo terlihat lemah saat melihat Jae Mi yang terlihat tak tau apa-apa. Mungkin setelah Jae Mi keluar dari dalam rumah ini, ia pasti akan beranggapan bahwa Kyungsoo adalah orang terkejam yang ada dijagat raya ini.

Kyungsoo melangkahkan kakinya sedikit menjauh dari Jae Mi, “Ikuti apa yang dia katakan!”ucapnya yang berlalu pergi.

Jae Mi hanya terdiam melihat punggung Kyungsoo yang berlalu pergi. Ia masih bingung dengan tempat yang asing baginya ini.

“Silakan Nona..”ucap sang wanita tua yang langsung membukakan pintu untuk Jae Mi, mengisyaratkan padanya bahwa ia harus segera masuk kedalam rumah ini.

Suasana rumah ini begitu berbeda dengan rumah Jae Mi. lebih kecil dan lebih sedikit barang jika dibandingkan dengan rumah mewahnya. Namun tempat ini terlihat begitu nyaman karna banyaknya jendela besar yang langsung memperlihatkan matanya sebuah taman disamping rumah ini.

“Duduklah, aku akan mengambilkan minum untukmu!”ucap sang wanita tua.

Jae Mi hanya menurut saat tubuhnya sudah berada disebuah ruangan luas dengan sebuah tempat tidur yang tidak terlalu besar.

Tak berapa lama kemudian, sang wanita tua kembali dengan membawa segelas air dalam sebuah gelas transparan yang memperlihatkan warna hitam yang mungkin itu adalah sebuah kopi. Dan jangan lupakan seorang wanita lagi yang terlihat lebih muda dari si wanita tua. Ia membawa sebuah wadah dan beberapa handuk putih yang langsung ia taruh diatas meja kecil disebelah tempat tidur yang tengah Jae Mi duduki.

“Minumlah!”ucap sang wanita tua yang memberikan Jae Mi segelas air berwarna hitam yang kini sudah bisa Jae Mi tebak bahwa ternyata itu bukanlah kopi. Karna sama sekali tak ada aroma kopi yang ia cium.

“Terimakasih.. tapi apa ini?”tanya Jae Mi.

“Itu hanya ramuan tradisional, Nona!”jawab sang wanita tua.

Jae Mi hanya menatap larutan air didalam gelas yang ia pegang, ia belum berani meminumnya.

“Ramuan tadi kau bilang? Untuk apa?”

“Hanya untuk membuat tubuhmu sedikit lebih kuat untuk nanti”

“Nanti? Apa maksudmu!”

“Persalinanmu, Nona”

Jae Mi terdiam. Kini ia sudah tau kenapa Kyungsoo membawanya ketempat asing ini.

Jae Mi melepaskan gelas ramuan itu dari tangannya dan langsung lari keluar mencari keberadaan Kyungsoo. Mencari tau apa maksud dari pria itu yang ingin menggugurkan bayi dalam rahimnya.

Terlihat Kyungsoo yang kini tengah berdiri didekat taman kecil disebelah rumah ini. Ia hanya terdiam dengan wajahnya yang terlihat begitu bersalah dari kejauhan.

“Apa maumu? Kau mau membuatnya mati?”ucap Jae Mi yang terlihat begitu kesal.

Kyungsoo membalikan tubuhnya. Memakai topengnya dan dengan beraninya ia menatap mata Jae Mi yang sedikit berkaca.

“Bukankah tadi malam kau berusaha minum sebanyak mungkin agar bayi dalam perutmu mati? Sekarang aku hanya berusaha membuat itu menjadi nyata!”

Jae Mi kembali dibuat terdiam dengan ucapan Kyungsoo. Kecewa yang menguasai hatinya dan kebingungan yang memenuhi isi kepalanya hanya dapat membuat Jae Mi menatap nanar kearah Kyungsoo.

“Masuklah!”pinta Kyungsoo.

“Aku tengah berusaha bertanggung Jawab!”

“Kau jahat Kyungsoo! Kau membunuh anakmu sendiri!”ucap Jae Mi yang berusaha menahan air matanya agar tak jatuh.

“Itu karna kau tak menginginkannya!”

Mata Kyungsoo langsung terlihat layu. Air mata Jae Mi kini benar-benar jatuh membasahi pipi pucatnya.

“Aku benci padamu, Kyungsoo”

Jae Mi langsung melangkahkan kakinya kembali masuk kedalam rumah dengan isakan kecil yang dapat Kyungsoo dengar.

“Aku juga benci diriku, Jae Mi”

Kyungsoo hanya terdiam melihat punggung Jae Mi yang semakin menjauh darinya. Sepertinya kemeja hitam yang ia pakai hari ini cukup mewakili dirinya yang berkabung karna beberapa saat lagi janin seorang bayi dalam rahim Jae Mi yang tak lain adalah anaknya, akan pergi kesurga tanpa mempunyai kesempatan hidup didunia meskipun hanya satu detik saja.

Jae Mi menghapus air matanya dengan kasar saat ia kembali menapakan kaki diruangan ini. Terlihat wanita tua tadi seperti baru saja selesai membersihkan tumpahan air yang Jae Mi jatuhkan.

“Bolehkah aku meminta lagi segelas ramuan tadi?”

Kyungsoo baru saja memarkirkan kembali mobilnya didepan perkarangan rumah yang tiga hari lalu ia tinggalkan. Ada seseorang yang harus Kyungsoo ketahui keadaanya. Pria ini melangkahkan kakinya kedepan pintu rumah tua ini. Namun ada suara seseorang yang berhasil membuatnya tak berniat tuk mengetuk pintu tua dihadapannya.

“Kau bilang kau mau bertanggung jawab. Tapi bagaimana bisa kau meninggalkan ku sendirian disini?”

Kyungsoo yang mendengar suara seorang gadis yang ia tinggalkan selama tiga hari ini langsung memutar tubuhnya mencari keberadaan sang gadis. Jae Mi, ia sedang duduk disebuah kursi taman seorang diri.

Kyungsoo melangkahkan kakinya menghampiri Jae Mi. Wajah Jae Mi masih terlihat pucat, masih tak berubah sejak tiga hari lalu. Ini cukup membuat Kyungsoo khawatir pada gadis bertubuh mungil ini.

“Sehun sangat khwatir padamu, ia tengah berusaha mencarimu. Aku hanya berusaha melindungi..-“

“Dirimu sendiri.. kau benar-benar egois”ucap Jae Mi yang langsung memotong ucapan Kyungsoo.

Kyungsoo terdiam. Ia mulai menundukan sedikit kepalanya.

“Itu karna aku tak bisa melindungi dirimu, jadi aku melindungi diriku sendiri!”terang Kyungsoo.

Jae Mi masih menatap Kyungsoo yang berdiri sekitar satu meter dihadapannya.

“Aku tak percaya kau sekejam itu!”

“Aku tak percaya ternyata kau juga ikut menyerah sepertiku, Jae Mi”

“Pilihan ku tepat bukan? Sehun lah yang kau pilih!”ucap Kyungsoo dengan penuh percaya diri menatap mata Jae Mi yang terarah padanya. Sesaat Jae Mi mengalihkan pandangannya yang tiba-tiba enggan menatap Kyungsoo.

“Wajahmu masih pucat, kurasa kau masih harus berada disini beberapa hari lagi”

Kyungsoo mencoba merogoh kunci mobilnya didalam saku celana. Pertemuannya yang ia harapkan bisa membuat cair antara dirinya dengan Jae Mi ternyata berjalan tak sesuai seperti yang ia inginkan.

“Jangan coba aktifkan ponselmu! Aku tak mau Sehun berhasil melacak keadaanmu disini!”ucap Kyungsoo yang langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Jae Mi yang masih terdiam

“Aku benar-benar membenci dirimu, Tuan Do!”ucap Jae Mi yang penuh dengan penekanan.

Kyungsoo tak menghiraukan ucapan sahabatnya itu, ia terus berjalan kearah mobilnya yang masih terparkir untuk berlalu pergi dari tempat ini.

Seorang pria jangkung disamping Jae Mi tak henti-hentinya mengelus tangan gadisnya –atau mungkin wanitanya. Satu minggu ini Jae Mi berhasil membuatnya kelimpungan mencari keberadaannya yang bagai tertelan dunia karna selama itu pula ia tak dapat menemui Jae Mi. Bahkan untuk mendapatkan kabar tentang keadaannya pun tak dapat ia peroleh.

“Apa tanganmu tak pegal terus mengelus tanganku, Tuan Oh?”

“Kya.. kau tak tau betapa tersiksanya aku selama kau pergi?”Tanya Sehun pada Jae Mi yang tengah berdiri disampingnya.

Jae Mi hanya tersenyum kecil seraya menata mata Coklat Sehun yang selama ini ia rindukan.

“Sebenarnya kau pergi kemana, Honey?”

“Sudahku bilang, aku menemui saudara jauhku! Jangan bertanya tentang itu lagi Oh Sehun! Kau tak ingin aku pergi lagi bukan?”

“Baiklah, Nona Jung! Aku menyerah.”

Perbincangan mereka bagai tak kenal tempat. Tanpa disadari ternyata mereka tengah berada diacara pernikahan Kim Jong In dan sepupu Jae Mi, Jung Soo Jung.

“Jae Mi!!!”panggil seseorang yang tak begitu jauh dari pandangan pasangan ini.

Jae Mi hanya tersenyum melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata seorang gadis cantik dengan dress ungu soft nya yang terlihat anggun, Park Hyun Bi. Dan jangan lupakan seorang pria dengan jas hitamnya yang rapih, berdiri disamping Hyun Bi dengan wajah dinginnya, Kyungsoo.

Sudah dapat ditebak oleh Jae Mi. So Jin berjalan kearahnya dengan Kyungsoo yang saling bergandengan.

“Kau kemana saja Jae Mi? tak tau kah banyak orang yang mengkhawatirkanmu!”Tanya Hyun Bi.

“Kenapa semua orang yang baru kembali bertemu denganku selalu menanyakan hal yang sama? Aku hanya menemui saudara jauhku, Hyun Bi”ucap Jae Mi seraya tersenyum.

“’Kya..Kyungsoo.. kau tak menanyakan hal yang sama juga pada Jae Mi?”Tanya Sehun yang sedikit heran dengan Kyungsoo yang sedari tadi hanya terdiam.

Jae Mi dan Kyungsoo sama-sama terdiam dengan pertanyaan Sehun. Mata mereka bertemu dengan begitu dinginnya.

“Ada apa dengan kalian? Mengapa saling diam? Apa kalian tengah bertengkar?”Tanya Hyun Bi.

“Tidak, tadi siang di berhasil merusak stik PS baru ku lagi!”ucap Kyungsoo yang langsung berusaha mencairkan suasana.

Ucapan asal Kyungsoo ternyata benar dapat mencairkan suasana. Sehun dan Hyun Bi tertawa ringan mendengarnya, tapi tidak dengan Jae Mi yang masih terdiam.

“Kalian masih juga tak berubah!”ucap Sehun disela tawanya.

Kyungsoo hanya tersenyum menanggapi ucapan kekasih sahabatnya ini.

“Kyungsoo.. aku ambil minum dulu ya”ucap Hyun Bi yang langsung melepaskan gandengannya dengan Kyungsoo.

Pria berkemeja putih ini hanya tersenyum melihat kekasihnya pergi.

Sementara perhatian Sehun kini teralih oleh seseorang yang tengah mengajaknya mengobrol disampingnya. Jae Mi menjadi sedikit canggung saat Kyungsoo berdiri didekatnya. Pria ini mendekatkan wajahnya kedepan telinga Jae Mi.

“Berpura-puralah seakan tidak terjadi apapun”Bisik Kyungsoo

-FIN

Iklan

3 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] I Let You Go, Love

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s