[EXOFFI FREELANCE] Missing You

img_7973

Tittle                : Missing You

Author                : Park Rin

Leght                : Finclet

Genre                : Romance, Angst

Rating                : PG-13

Main Cast&Additional Cast    : Chen

                 Im Chaerin (OC)

Summary            : Matahari dan sebuah headset putih yang terhubung di ponselnya menjadi teman perjalanan Chen siang yang cerah itu.

Disclaimer            : FF ini murni buatan author sendiri, dengan terinspirasi dari MV lay – missing you. Baca juga di blog milik author https://parkrin98.wordpress.com/ dan wattpad pribadi milik autor @ParkRin98.

Author’s Note            : Anyeong! Author datang dengan FF Finclet pertama di blog ini. Semoga kalian suka ya… Maaf jika ff author masih banyak punya kekurangan, author akan sebisa mungkin memperbaiki hal tersebut.

Ps. FF ini akan sangat cocok bila didengarkan dengan alunan lagu fly to the sky – missing you. Silahkan download dan baca arti dari lagu tersebut sebelum membaca FF ini. Happy Reading!

Tangan kekar itu memegang kemudi erat, Wajahnya yang tampan nampak serius melihat jalanan sepi hari ini. Lelaki tampan yang diketahui bernama Chen itu, menyusuri jalan sepi siang ini ditemani matahari yang terlihat bersahabat, tak terlalu panas namun tetap dapat membuat hangat udara di akhir musim dingin tahun ini. Selain matahari, sebuah headset putih yang terhubung dengan ponselnya yang berwarna senada nampak nyaman bertengker ditelinga Chen. Benda itu juga setia menemani perjalanan Chen hari ini.

Oppa, annyeong!” Suara wanita dengan suara imut keluar dari headset putih Chen.

Chen tersenyum mendengar suara disana, “Ne, Chae.” Jawab Chen kemudian.

Oppa, kau dimana?” Tanya suara wanita yang di panggil Chae oleh Chen disana.

Chen tersenyum lagi. “Aku dalam perjalanan untuk menemuimu.” Jawab Chen sambil membelokkan stir kemudi di genggamannya.

“Benarkah?” Ucap wanita itu bersemangat.

“Tentu saja.” Jawab Chen masih tersenyum.

“Hm… Oppa, aku merindukanmu.” Kata Chae di seberang sana. Suaranya berubah sedih.

Mendengar suara Chae yang berubah sedih, senyuman Chen yang tadinya terukir manis di wajah tampannya ikut berubah sedih. “Nado.” Ucapnya singkat. “Maafkan aku, Chae. Maafkan aku, karena baru bisa bertemu sekarang. Kau tahu’kan? Aku baru pulang dari tur Amerika.” Kata Chen lagi menyesal.

“Jangan meminta maaf saat kau akan menemuiku, oppa. Itu bisa membuatku selalu merasa bersalah.” Kata Chae disana.

“Aku tidak akan pernah bisa tidak meminta maaf Chae. Aku membuat janji untukmu, tetapi aku tidak bisa menepatinya. Sekedar bertemu sebulan sekalipun terasa begitu sulit bagiku.” Kata Chen lagi.

“Menjadi penyanyi adalah pilihanmu, oppa. Lagipula menemuiku sebulan sekali, enam bulan sekali, setahun sekali. Semuanya sama saja, yang penting kau selalu menemuiku aku sudah senang.” Jawab Chae disana, suaranya berubah ceria.

“Hm… kau memintaku untuk tidak minta maaf, tetapi kau selalu minta maaf padaku.” Ucap Chen setengah berbisik. Entahlah, apakah suaranya bisa di dengar wanita itu atau tidak.

“Kau bawa apa hari ini?” Tanya Chae disana. Sepertinya Chae memang tidak mendengar suara bisikan Chen tadi.

Chen melirik bunguksan dan bunga disebelahnya, ia tersenyum. “Tentu saja cokelat dan krisan putih.” Jawab Chen tersenyum.

“Wah, aku benar-benar rindu rasa coklat.” Ucap Chae bersemangat setelah Chen mengucapkan kata Cokelat.

“Sejak kapan kau tidak pernah rindu cokelat? Bukankah kau lebih merindukan cokelat dari pada aku.” Goda Chen sambil merubah suaranya seperti orang marah.

Ya! Jangan marah, kau tahu kan aku penggila cokelat. Masa kau cemburu hanya kepada sebatang cokelat?” Ucap wanita itu setelah chen merubah nada suaranya.

“Hahaha, mana mungkin aku cemburu pada benda mati?” Chen tertawa kecil.

“Iya, iya. Aku percaya kau tidak cemburu pada sebatang cokelat.” Jawab Chae disana.

Chen tersenyum, tangannya membelokkan kemudinya ke sebuah bangunan besar disana. “Chae-ya, aku sudah sampai.” Ucap Chen singkat. Tangannya kembali memutar-mutar kemudinya, ia sedang berusaha memakirkan mobilnya di halaman bangunan besar itu.

Oppa, bagaimana cuaca hari ini?” Tanya Chae tanpa merespon ucapan Chen tadi.

“Sangat cerah.” Jawab Chen setelah keluar dari mobilnya bersama dengan cokelat dan buket krisan itu. Mata Chen menatap matahari yang bersinar siang itu.

“Aku merindukan matahari.” Bisik Chae, namun bisikan itu masih bisa didengar oleh Chen.

“Aku juga berharap bisa melihat matahari bersamamu lagi.” Ucap Chen sedih, Mata Chen menatap matahari yang bersinar siang itu.

Kaki Chen perlahan masuk ke bangunan besar itu. Deretan lemari kaca dengan barisan pintu-pintu kecil di lemari tersebut menjadi pemandangan pertama Chen.

“Kau sudah dimana?” Tanya Chae disana.

“Beberapa langkah lagi sampai ditempatmu.” Kata Chen pelan, entah kenapa hatinya bergetar mengetahui sebentar lagi ia sampai ditempat kekasihnya diam.

“Cepatlah sampai, aku benar-benar merindukanmu.” Kata Chae lagi, membuat mata Chen entah mengapa memerah.

“Chae-ya, aku sudah disini.” Bisik Chen dengan nada gemetar, air matanya sudah siap mengalir.

Chen kemudian mendudukan dirinya, di lantai gedung itu. Tangannya mengeluarkan sebuah kotak cokelat besar dari tas bungkusannya tadi. Ia menaruh kotak cokelat dan buket krisan itu disebelahnya. Mata Chen kemudian tertuju ke sebuah pintu kaca kecil yang di dalamnya ada sebuah guci, setangkai mawar yang hampir layu, sebatang cokelat, sebuah iPod lengkap dengan headset putih, dan sebuah figura kecil menampilkan foto seorang wanita cantik dengan rambut sebahu. Jangan lupakan sebuah papan nama kecil dibawah pintu itu. “Im Chaerin” nama itulah yang tertulis disana.

“Apa kabar Chaerin? Kau baik-baik saja kan?” Tanya Chen dengan nada gemetar.

Oppa, kau sudah sampai?” Suara Chaerin tendengar lagi dari headset Chen.

Chen menangguk, ia memenggang kedua headset yang setia bertengger ditelinganya sendari tadi. Ia berusaha mendengar dengan seksama kata yang diucapkan Chaerin direkaman tersebut setelah ini. Meskipun Chen selalu melakukan ini setiap kali ia berkunjung, namun tetap saja hatinya tetap bergetar hebat dan air matanya siap terjun bebas sebelum Chaerin mengucapkan hal ini.

“Jika sudah sampai, aku ingin mengatakan sesuatu.” Ucap Chaerin di ujung sana dengan nada bergetar. “Maafkan aku karena meninggalkanmu, maafkan aku pergi tanpa berpamitan padamu, maafkan aku hanya meninggalkan rekaman suara ini, maafkan aku karena selalu memintamu mendengar suaraku, maafkan aku karena tidak bisa melihat matahari lagi bersamamu, maafkan aku karena tidak bisa bernyanyi di atas panggung bersamamu, maafkan aku karena kita tidak bisa bertemu lagi, maafkan aku karena selalu merindukanmu, maafkan aku karena selalu memintamu menyanyikan lagu ini, maafkan aku karena aku terlalu mencintaimu…” Setelah itu air mata Chen mengalir disana bersamaan dengan suara isakan kecil suara Chaerin,

Tak lama, sebuah alunan lagu terdengar di tengah-tengah isakan Chaerin disana. Sebuah lagu yang selalu Chen dan Chaerin nyanyikan saat mereka saling merindu. Chaerin mulai menyanyikan bait awal lagu itu dengan sedikit isakan, bait selanjutnya kemudian dinyanyikan oleh Chen yang berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak menangis. Setelah itu, suara Chen yang memecah keheningan rumah abu itu.

“Naegen neomaneun tokgateun neoingeol” Tepat setelah lirik tersebut berhasil dinyanyikan Chen, air matanya mengalir deras. Diujung sana, Chen juga dapat mendengar suara Chaerin menangis.

Oppa, I am missing you.” Kata wanita ditengah tangisan hebatnya.

Nado.” Ucap Chen pelan, sedetik kemudian rekaman itu berakhir.

END

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Missing You

  1. Hwe 😦 😦 😦 😦 😦 ,aku mewek pas bca ff ini,pantes aj,seandainya pas sambil denger lagu Missing You nya apa ga Nangis histeris aku

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s