[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 2 — IRISH’s Tale

 

irish-depression-chanyeol

|   Depression (눈물병)   |

|   based on CLC`s Song Title   |

— Depression`s Prompt Ficlet Fiction(s) —

|   EXO`s Chanyeol x TWICE`s Nayeon   |

|  Melodrama  |  Ficlet  |  Teenagers  |

2017 © Little Tale Created by IRISH

Why do you keep hurting me?’

Related to: 1

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’ Eyes…

Dulu—jauh sebelum dirinya jatuh begitu dalam di kehidupan mengerikan seorang Park Chanyeol—Nayeon sudah berulang kali diberi peringatan oleh orang-orang di sekitarnya.

Bukan hanya karena Chanyeol itu seorang pria tidak berperasaan yang begitu ringan tangan. Tapi karena pria itu disebut-sebut sebagai seorang pria yang tidak akan pernah memiliki sebuah rasa ‘cinta’ dalam hatinya. Aih, jangankan perasaan cinta, rasa kasihan saja dia tidak punya.

Lantas, mengapa Nayeon terus bertahan menyandang status sebagai wanita di bawah kungkungan pria Park itu?

“Chanyeol tidak punya siapapun di sisinya. Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkannya sendirian?”

Pernah, Nayeon berspekulasi kalau Chanyeol adalah seorang penyendiri yang sudah sepatutnya ditemani. Namun, ada kalanya Nayeon juga menyerah pada keadaan, membiarkan dirinya menjadi pelampiasan amarah seorang Park Chanyeol.

Seperti saat ini, yang Nayeon bisa lakukan hanya diam—menerima tamparan tidak beralasan yang Chanyeol berikan.

“Wanita kurang ajar! Bagaimana bisa kau minum bersama pria lain sementara ada aku di sana?!” ah. Bukannya kemarahan Chanyeol tidak beralasan.

Entah bagaimana, Chanyeol tiba-tiba saja mendatangi Nayeon di kuliah sorenya, menggeret si gadis keluar dari kelas tanpa peduli pada teriakan dosen yang menentangnya.

Pria Park itu membawa Nayeon ke sudut terjauh universitas, memilih berdiam sepanjang jalan meski Nayeon melontarkan belasan tanya akibat sikap kasar Chanyeol yang beberapa hari ini ditemuinya.

Akhirnya, Chanyeol menyarangkan sebuah tamparan di pipi mulus si gadis. Mengatakan bahwa dia teringat pada kejadian tempo hari—ketika pria Park itu menghabiskan waktu malamnya di sebuah club dengan menghabiskan separuh botol vodka untuk menghilangkan penat ketika dilihatnya Nayeon ada di tempat yang sama.

Bukannya Nayeon tidak pernah ada di club. Si gadis Im itu dulu juga bertemu dengan Chanyeol di tempat yang sama. Melihat pria Park itu dalam keadaan terburuknya sebelum Nayeon putuskan bahwa dia akan berada di sisi Chanyeol, menemani si pria.

“Lantas mengapa kau tidak mengajakku tempo hari? Bukankah aku sudah berulang kali menawarkan diri untuk menemanimi di club?” tidak ingin kalah pada argumen ‘ingin menang’ yang Chanyeol utarakan, Nayeon lantas menyahuti.

“Kau tidak seharusnya ada di tempat itu, Im Nayeon.” Chanyeol menegaskan. Tapi Nayeon kemudian menghembuskan nafas kasar.

“Kenapa? Supaya aku tidak melihatmu bercinta bersama gadis jalang yang ada di sana?” sebuah tuduhan Nayeon lontarkan. Dilihatnya, garis rahang Chanyeol mengeras, wajah pria itu bahkan berubah merah padam.

PLAK!

Sekon kemudian, sebuah tamparan lagi-lagi disarangkan Chanyeol di pipi Nayeon. Kali ini, agaknya tamparan pria itu cukup keras hingga berhasil membuat Nayeon terjatuh karenanya.

“Bagaimana kau bisa melontarkan kalimat itu padaku!?” teriakan marah Chanyeol yang selanjutnya masuk ke dalam rungu Nayeon.

Telinga gadis itu bahkan masih berdenging lantaran menerima dua tamparan keras barusan. Dan sekarang vokal Chanyeol sudah mendominasi pendengarannya lagi. Akhirnya, sekuat tenaga Nayeon berusaha menahan diri.

Dia tidak ingin marah. Dia tak ingin menyalahkan Chanyeol dan sikap kasarnya karena Nayeon tahu dia mungkin akan membenci Chanyeol jika ia bersikap seperti itu. Nayeon tidak ingin meninggalkan Chanyeol dalam keadaan seperti ini.

“Apa aku tidak berhak untuk berkomentar atas sikapmu, Tuan Park?” Nayeon berucap dengan suara bergetar menahan tangis.

Nayeon tahu benar, Chanyeol tidak akan luluh meski dengan air mata. Chanyeol bukan pria dengan kelembutan hati, dia adalah seorang pria kasar yang tak pernah peduli pada keadaan orang lain.

Dan Nayeon adalah seorang yang berusaha mengubah kelakar buruk pria itu.

“Bukannya kau juga seperti wanita jalang lainnya yang menginginkan kekayaanku? Cih, kaupikir hubungan menyedihkan ini bisa bertahan sampai aku melamarmu dan membangun rumah tangga bahagia, begitu? Jangan bermimpi!” kalimat penuh ledekan Chanyeol ucapkan.

Tapi berlawanan dengan kemarahan Chanyeol, Nayeon justru memamerkan sebuah ketegaran yang tidak terduga. Gadis itu berusaha untuk bangkit, berdiri menantang Chanyeol dengan sebuah pandangan sarat akan rasa sakit.

“Kenapa kau terus menyakitiku, Chanyeol? Kau dan aku sama-sama tahu kalau kau bukan tipe pria yang marah karena melihatku pergi ke club bersama pria lain. Tapi kalau alasannya memang begitu, bukankah itu artinya kau cemburu?”

“Kau—”

“—Tampar saja aku jika aku memang salah. Tapi bertahu aku, apa alasanmu marah dan menamparku. Mengapa kau terus menyakitiku selama beberapa hari ini dengan tanganmu?” Nayeon memotong. Ditegapkannya wajah menantang tangan kekar Chanyeol yang sudah terangkat hendak menyarangkan sebuah tamparan lagi.

Tidak lantas menyarangkan tamparan lain, Chanyeol justru menatap Nayeon dengan sebuah pandangan dingin.

“Pergi sebelum aku meremukkan tulangmu di sini.”

Nayeon tahu, ancaman itu bukan sekedar omong kosong. Dia tahu benar Chanyeol adalah seseorang yang bisa melakukan hal semacam itu pada orang lain. Dan Nayeon juga tidak ingin berdebat lebih lama lagi.

Tubuhnya lelah. Memar yang ditinggalkan Chanyeol dua hari lalu di punggungnya karena sabetan stick golf juga belum hilang. Kini, pria Park itu sudah menoreh luka lain di atas luka batinnya.

Gadis Im itu akhirnya berbalik, merajut langkah pergi meninggalkan Chanyeol karena dia tahu, membiarkan pria itu sendirian di tengah kekalapan adalah jalan terbaik.

“Semua orang bicara tentang kau yang ingin meninggalkanku.”

Langkah Nayeon terhenti saat mendengar Chanyeol bersuara. Tidak dengan nada marah, atau nada dingin yang biasa Nayeon dengar.

“Kupikir kau mengira aku adalah wanita jalang yang menginginkan hartamu.” Nayeon menyahut tanpa berbalik.

Tawa kasar terdengar lolos dari bibir Chanyeol.

“Kau bukan wanita jalang, Nayeon. Dan kau juga bukan wanita materialistis.” mendengar sahutan Chanyeol, Nayeon akhirnya berbalik.

Ditatapnya pria Park itu dengan menahan tangis.

“Kalau kau sudah tahu, bagaimana bisa kau berpikir aku akan meninggalkanmu? Apa kau lebih percaya pada ucapan orang lain? Ini yang mereka inginkan, Park Chanyeol. Sekarang, mereka mungkin tertawa terbahak-bahak jika saja mereka tahu bagaimana mereka berhasil menipumu.”

Masih memasang ekspresi dingin yang sama, Chanyeol akhirnya membuang pandang, menghindari Nayeon dan sepasang netranya yang kini berkaca-kaca.

“Karena aku seorang pria brengsek, aku takut ucapan mereka mungkin benar.”

Takut? Kini Nayeon terkejut karena seorang Park Chanyeol mengaku bisa merasa takut. Sisi hati gadis itu mencelos. Dia tahu, dia sudah menang atas perdebatan soal perasaan yang kerapkali jadi bahan cekcoknya bersama Chanyeol.

Lantas, Nayeon merajut langkah mendatangi pria Park itu. Direngkuhnya tubuh Chanyeol tanpa peduli pada kemungkinan bahwa Chanyeol mungkin menyakitinya, lagi. Lembut, diusapnya punggung Chanyeol—satu cara yang diketahuinya bisa mengurangi amarah pria itu—sementara Nayeon sandarkan pipi memarnya di dada pria itu.

“Bagaimana bisa aku meninggalkanmu jika keadaanmu masih seperti ini, Park Chanyeol? Di mataku, kau bukan pria brengsek yang menyukai kekerasan karena kau suka. Kau hanya kesepian, dan aku sudah bersumpah pada diriku sendiri kalau aku tidak akan meninggalkanmu di tengah kesendirian.”

Memang, Chanyeol tidak pernah luluh pada air mata. Tapi dia luluh karena ketulusan. Semua kalimat yang selalu Nayeon ucapkan, semua sikap penuh kasih yang gadis itu berikan, adalah candu bagi Chanyeol.

Kalaupun dia bisa mengaku, sejujurnya dia ingin mengiyakan tuduhan cemburu yang Nayeon ucapkan tadi. Mungkin juga, hati sekeras batu yang selama ini Chanyeol bentengi, sudah mulai membuka karena usaha Nayeon.

“Maaf,” Chanyeol akhirnya berucap lirih. Direngkuhnya tubuh Nayeon sementara dia menyejajarkan tubuh dengan si gadis. Dipejamkannya mata sementara ia tenggelamkan wajahnya ke surai Nayeon yang tergerai.

Tersadar bahwa dia telah melakukan kesalahan, Chanyeol lantas melepaskan pelukannya, menatap pipi Nayeon yang memerah karena perilaku bejat yang dipeliharanya.

“Bagaimana bisa aku terus melukaimu seperti ini?” Chanyeol berucap penuh penyesalan, ditangkupnya pipi Nayeon dengan kedua tangan, berharap lengan kekarnya bisa menghapus rasa sakit yang telah diciptakannya di permukaan kulit si gadis.

Kemudian, kembali direngkuhnya tubuh Nayeon erat, berharap si gadis bisa melupakan semua umpatan kasar yang sudah Chanyeol berikan selama beberapa hari ini.

“Maafkan aku.”

Maaf, adalah sebuah frasa yang tidak pernah Nayeon dengar dari bibir Chanyeol selama hampir satu tahun menjalin hubungan. Dan jika Chanyeol sudah bisa mengucap sebuah kata maaf, bukankah sah saja bagi Nayeon untuk berharap jika dia berhasil mengubah Chanyeol?

“Jika kau tidak ada di sisiku, bagaimana mungkin aku bisa bertahan, Im Nayeon?”

FIN

IRISH’s Fingernotes:

PFT. PFT. PFT.

Mendebutkan satu pair lewat cerita macem ini kayaknya kurang etis ~ Tapi enggak apa, berhubung ini series eksoh versi bangsad jadi wajar kalo Chanyeol dibuat macem ini. Dan Nayeon itu bias, huhu. Enggak tau kenapa, kepengen aja mereka dibuat pair. Bikos selama ini Chanyeol sering dipair sama Wendy, dan diriku bosen sama pair-pair super mainstream (kecuali KaiStal, LOL).

Alasan lain adalah karena ane enggak berpikir Chanyeol-Wendy itu cocok. BUAKAKAKAKAKAK. MIANEK PARA CHAN-WENDY SHIPPER. Di mata ane Wendy cocoknya sama Johnny ensiti, bikos mereka sama-sama kopel western dan sama-sama sering keliatan swek.

Kali aja, kalo sering buat ChanYeon tetiba ada yang demen mereka :v LOLOLOL. Berharap itu wajar aja, kan? Ngeharepin cinta bias aja wajar, apalagi ngeharepin begini doang.

Yuk mari, sekian dariku. Selamat beraktifitas di hari Senin!

Salam, Irish.

p.s: setelah bikin series chanyeol baru nyadar kalo cover itu dibutuhkan ;(((

[    IRISH SHOW    ]

Iklan

45 pemikiran pada “[FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 2 — IRISH’s Tale

  1. Suka … suka .. suka m story nya.dan akhir nya w menemukan aa chanyeol d satukan dngn bias w nayeon . Bkn lagi donk yg baru tp nayeon m chanyeol or baekhyun or sehun jg gpp lah karna menurut eike Cuma 3 babang itu yg cocok m nayeon 😁

  2. Ping balik: [AFTERWORD] DEPRESSION (눈물병) — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 10 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 9 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 8 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 7 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 6 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 5 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  9. Serem bgt nih 찬 dg tangan keker’ny tu sk tampar bolak balik 😰 bhkn smp pk stick golf sgala?! 엄마야.. 찬 wkt kcl ada trauma di klrg’ny kah? Smp jd ky gt gede’ny 😯 나연 화이팅.. Moga 찬 insyaf & jd pcr yg lembut & perhatian ☺

    • Ka Nindy :” maap banget baru bisa bales komennya huhu… ini ceritanya cahyo dalem versi super sadis LOLOLOL.. amin semoga dia bisa tobat XD

  10. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 4 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [FICLET] DEPRESSION (눈물병) – 3 — IRISH’s Tale | EXO FanFiction Indonesia

  12. tadi perut ane mual gara-gara naik kora-kora di pasar malem plus si abangnya baek hati ngasih tambahan satu ronde lagi *kampret sekali. mualnya tetiba ilang gegara chanyeol di cerita ini kak rish… hehehehehe. ditunggu Baekhyun lope lope si cabe merah versi bangsadnya ya…. saya suka saya suka

    • Kora-kora ini apa… di bahasa jawa kenapa artinya nyuci2 piring… XD wkwkwkwkkwkwk di cerita ini Chanyeol kan sungguh anti mainstream dan kaplokable ya XD wkwkwkkwk duh si cabe kapan ya…

  13. Ugh Nayeon sabarnya berapa lapis itu? /ratusan/ Klo aku beuh udah lapor polisi. Tapi ya dipikir lagi juga kan lakinya Chan. Mana mau ninggalin pangeran tertampan ketiga (setelah Sehun, Kai) dimuka bumi ini. Abis series Chan bakal up yang Sehun? Sama siapa? Irene? Yoona? Jisoo? Berharao sih Jisoo blekping aja deh, atau mungkin Lisa? Ah aku aja gimana? Kan gak mainstream loh kak Irish wakakaka

    • Keknya si Nayeon ini punya persediaan kesabaran jadi ketika abis dia bisa beli dan isi ulang kesabaaran lagi XD wkwkwkwkwkwk kenapa di sini pada menebak2 Sehun sama siapa….

    • Kalau orang yg kesepian itu kudu di temanin gak boleh makin di jauhin. Suka banget sama karakter Nayeon yg pantang menyerah dan bersikukuh ada di samping Chan walaupun udah sering di kebukin, yakin deh kedepannya itu Chan bkl jadi cowo yg super sweet and perhatian sama Nayeon . Duh mianr Rish, komenku kepotong gini 😅

      Di tunggu cerita anak bangsad lainnya yaaa 😁

    • itu dirimu typo kah namaku kenapa jadi Isis XD wkwkwkwkwkwkwkwk aduh duh emang si cahyo di sini kesepian jadi dia butuh belaian /kemudian digampar/ XD wkwkwkwkkwk karakter wanita2 kuat macem Nayeon ini patut dipelihara dan diperbanyak XD wkwkwkwk soalnya makin ke sini semakin banyak orang-orang kejam ~~ XD wkwkwkwkwk

  14. HAHA, DENGER WENDY CHANYEOL DINOTIS EKI TETIBA MERASA TERTOHOK AHAIII..😂😂
    CHANYEOL, KENAPA KAMU BANGSAD BEGITU MAZ? TAPI KENAPA BANGSAD NYA BISA BIKIN EKI LULUH? AIHHH, KAMU KURANG BISA REALISISIN ISI HATI MAZ, KALO SAYANG YA BILANG AJA, SAMA PACAR SENDIRI KOK GENGSI.😂
    NAYEON, KAMU KUAT YAK, SETERONG😂
    DITUNGGU NEXT SERISNYA KAK RISH.😍😆

    • EH ANE SALAH BALES KOMEN TADI, BTW BIAS ENTE ATUNYA SEHUN BUKAN SIH? ABIS INI PUNYA SI SEHUN UP LOH, TEBAK AJA DIA ANE JODOHIN SAMA SIAPA BUAKAKAKKAKAKAKAKAKAKAKAK

    • IYAPZ. CHANYEOL BARU SEHUN BARU SI CABE EH BAEK MAKSUDNYA KAK/😂
      SE HUN? SAMA SIAPA YAK, TADI KALO YG GAK MENSTRIM KATA KAK IRISH BERARTI BUKAN SAMA IRENE , HMZ, GG ROKIE KAYAKNYA INI. MEREMBET GFRIEND ATAU LOVELYZ YG BARU KOMBEK KAH KAK RISH?😂

    • KAMU FITNAH, DIRIKU CUMA SUKA KALAU SEHUN SAMA IRENE ATAU ENGGAK SALLY GUGUDAN TAU, SAYANG ANE KEMARIN LAGI ENGGAK MOOD SAMA SALLY DAN RAMBUT PIRANGNYA JADI ANE JODOHIN DIA SAMA YANG LAINNYA, INI BTW SI AL KAGA ADA DI SINI KENAPA DIA BISA TAU ENTE NEBAK2 BEGINI? WAH WAH.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s