i’m Just Different [The Series] – Salah Kelas

sk

Shin Tama

pruduction

i’m Just Different [The Series] – Salah Kelas

Sehun/Luhan [kembar identik]

school life/brothership/family/comedy

ficlet/general

sebelumnya [ i’m Just Different # 1]

“cepat lari 5 putaran lagi! loyo sekali. Kalian ini laki-laki atau kakek-kakek sih?” pekik salah seorang guru yang sedang menghukum beberapa murid laki-laki karena mereka tertidur di ketika jam pelajaran. Pria paruh baya itu bernama Park Dong Yul. Beliau adalah guru yang tersohor sangat sensi, apalagi jika ada murid yang berulah dikelasnya. Ditopang dengan air wajahnya yang sangar, membuat beliau sangat disegani.

 

Luhan yang kebetulan melintas di samping lapangan, refleks menutup telinga dengan telapak tangannya. Wajar saja, teriakan nyaring Dong Yul seonsaengnim mengalahkan suara bel sekolah yang memekik hampir bersamaan. Luhan berlari kecil menjauh dari lapangan sebelum guru itu berkoar lagi.

 

“sehun-ah, ayo cepat ke aula! Pelatih taekwondo kita sudah datang. Dan ganti seragammu jika kau tidak ingin dapat masalah dihari pertamanya mengajar, ok.” Tiba-tiba seorang murid laki-laki dengan perawakan tinggi gemuk merangkul pundak Luhan. Murid laki-laki itu lebih cocok menjadi atlit sumo, menurut Luhan.

“tapi aku tidak punya baju taekwondo, dan sebenarnya aku bukanlah…”

“kau bisa memakai baju milik Dae Joon, kebetulan dia sedang absen minggu ini, ayo!”

Lalu anak itu menggiringnya ke aula olahraga. ‘oh tidak. Jangan lagi. Sepulang dari sekolah aku akan meminta pindah sekolah. Come on, aku bukan sehun.’ Ratap Luhan dalam hati.

 

Luhan kehabisan cara untuk meyakinkan teman-teman sehun bahwa ia bukanlah sehun. Luhan rela terlahir dengan tompel dipipi asalkan orang-orang itu bisa membedakan mereka. dan dengan cerobohnya Luhan meninggalkan kartu pelajar nya di loker. Menambah masalah semakin runyam saja. Untuk kesekian kalinya ia harus pasrah pada keadaan. Tapi untuk kali ini ia agak ragu, taekwondo bukanlah keahliannya. Luhan biasa memegang kuas dan pallet lalu mengoleskannya di atas kanvas. Bukannya jungkir balik merubuhkan lawan.

 

***

 

kedua bola mata Sehun berotasi ke kanan dan kekiri mengikuti gerak sepasang anak ikan Gurame yang sedang berenang di sebuah akuarium berukuran 1 x 0,5 meter. Sehun kemudian meraih sekotak makanan ikan yang terletak di meja samping akuarium. Ia menaburkan makanan ikan itu sedikit demi sedikit ke dalam akuarium itu. Tampak sepasang ikan Gurame itu berebut memakan makanan yang mengambang di permukaan air.

 

“makan yang banyak ya sayang. Cepat tumbuh besar, agar Se Mi-ah senang karena aku telah merawat kalian dengan baik.” Sehun berceloteh. Menurutnya ini hadiah yang paling menggemaskan dan unik. yang diberikan oleh pacarnya.

 

“hey, kemana saja kau?” tanya Luhan sambil melempar kaos kaki yang digulung-gulung seperti bola- ke arah Sehun. Sasaran yang cepat tanggap, langsung saja menghindar. Alhasil kaos kaki yang penuh keringat itu pun masuk ke akuarium.

 

“iaaaa, ikan-ikanku bisa mati.” Protes Sehun.

“kau sengaja bolos dari eskul taekwondo?” cecar Luhan yang terlampau kesal. Karena kembarannya yang menjengkelkan itu, tubuhnya babak belur setelah berlatih taekwondo. Pegalnya bukan main.

“tidak, saat aku lewat depan kelas melukis mu. Tiba-tiba saja aku dihadang oleh guru seni mu. Padahal saat itu aku mau pergi ke aula olahraga. Ya kau pasti tau lah apa yang aku maksud.” Balas Sehun membela diri. “ah, jangan-jangan kau ikut kelas taekwondoku?” terka Sehun yang melihat air wajah Luhan yang 5L (lelah, letih, lesu, lunglai, lemah).

“tentu saja. Ini semua karena kebodohan mu.” Luhan mendengus kesal, lalu berjalan menuju kamarnya dengan sebelah kaki yang agak diseret. Sepertinya kesleo.

 

5 menit kemudian

“Sehuuuuuunnn~~~” pekik Luhan dari dalam kamar. “apa yang kau lakukan dengan lukisanku?” teriaknya lagi.

 

Sehun sudah menduga ini akan terjadi. Luhan pasti mengamuk saat melihat apa yang telah dilakukkan Sehun terhadap lukisannya. Sehun pun mengendap-endap keluar rumah. Menghiraukan teriakan kakaknya.

 

“mana ada orang waras yang melukis rambut Monalisa dengan cat biru.” Luhan mulai menggerutu karena ulah adikknya yang sesuka hati menghancurkan lukisannya. Padahal lukisannya sedikit lagi selesai kalau saja bocah itu tidak menyentuhnya dan membuat kekacauan.

 

***

 

Sehun kembali kerumah mengira emosi Luhan sudah reda. Lagipula ini jam makan malam. Suara cacing diperut Sehun menyuruhnya untuk cepat makan.

“kau sudah pulang?” sapa Luhan sambil tersenyum.

Dahi Sehun mengkerut. Heran. Mood kakaknya cepat sekali berubah.

“duduklah, ayo makan malam. Aku sudah masak untukmu.”

 

Untuk urusan makanan, Sehun menurut. Ia memakan masakan Luhan dengan lahap. Untuk ukuran seorang laki-laki, Luhan terbilang pandai memasak. Masakannya tidak kalah enak dengan buatan ibu. Ya walaupun masakan ibu yang paling enak, menurut Sehun.

 

“bagaimana masakkanku? Enak kan?”

“em,,,enak. Apalagi ikan gorengnya. Rasanya gurih sekali.” Komentar Sehun.

“ikan itu kuambil dari akuariummu….”

 

Buuuuurrr….Sehun menyemburkan makanan yang sedang ia kunyah. Lalu terbatuk-batuk.

‘rasakan pembalasanku Sehun-ah hahahahahaha….’ ucapan jahat Luhan dalam hatinya sambil tersenyum licik.

 

~FIN~

Iklan

19 pemikiran pada “i’m Just Different [The Series] – Salah Kelas

  1. wkwkwk aku ngakak bacanya, keren thor. melihara gurame di akuarium? bisa dicoba :v rasain noh ikanya digoreng sama Luhan bhaksss
    lanjut ka.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s