2ND GRADE [Chapter 16] -by l18hee

2ndgradepstr

2ND GRADE

─by l18hee

.

Now Playing ► Chapter 16 [Secret? Secret!]

Hitung sampai tiga, lalu kau dapat rahasia.

.

.featuring

[OC] Runa | [EXO] Sehun | [EXO] Baekhyun

[CLC] Seunghee | [BTS] Jungkook | Other

.in

Chapter | AU | Age Manipulation | Friendship | Hurt | Romance | School-life

.for

Teen

.

Poster by NJXAEM

.

Previous Part:

Prologue | 01 | 02 | 03 | 04 | 05 | 06 | 07 | 08 | 09 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15

.

.

(follow my new wattpad)

Semula, Runa kira tidak ada yang lebih buruk dari kejadian pagi tadi. Faktanya ada yang lebih mengerikan; mendapati seorang yang asing beberapa meter di gerbang sekolah tengah menatapnya. Salah Runa yang ingin pulang menunggu sekolah sepi lebih dulu. Niatnya, sih, menghindar dari beberapa siswa yang sudah mendengar gosipnya. Runa benar-benar tidak nyaman dengan tatapan yang lelaki tadi suguh. Dia baru akan melengos tak peduli ketika lelaki dengan beannie dan masker itu mengambil langkah mendekat. Sontak saja Runa memacu kakinya.

Seiring dengan suara langkah kaki yang mengikuti, Runa sudah mempersiapkan diri jika saja terjadi sesuatu. Buktinya, ketika sebuah tepukan di pundak ia rasakan, Runa langsung berbalik dan menghadiahkan hantaman terkuat yang ia bisa; tepat tulang rusuk bagian samping lelaki tersebut.

“AH!”

Eh, sebentar, Runa seperti tahu suaranya. Segera ia menarik masker lelaki tadi hanya untuk melongo karena mendapati wajah meringis Sehun di sana. “Kenapa berpenampilan seperti penjahat, sih?!”

Sehun masih memasang wajah sakitnya seraya memegani bekas hantaman, tak menyangka ternyata sakit juga. “Bagaimana bisa kau tak mengenali postur tubuhku?”

“Mana sempat aku memikirkan itu,” Runa memandang Sehun, setengah merasa bersalah, “Aduh, kau membuatku terlihat jahat.” Dengan dagu, dia menunjuk titik yang beberapa saat lalu menerima pukulannya, “Apa sesakit itu?”

Merasa diperhatikan, Sehun kembali meringis dan memegang rusuk sampingnya, “Bagaimana jika pendarahan? Aku hampir tidak bisa bernapas tadi.” Dan sebuah tamparan pada lengan malah ia dapatkan, berimbuh ucapan tak percaya milik Runa, “Berlebihan! Memangnya tinjuku sekuat itu?” Lantas Sehun terkekeh, masih mencoba menghilangkan sakit yang tersisa dengan elusan tangannya. “Tapi tidak bohong, tinjumu lumayan juga.”

“Mau lagi?”

“Simpan untuk orang berengsek, saranku.”

Mendengar kata berengsek, entah kenapa Runa jadi memikirkan bagaimana jika ia memukul Chanyeol. Pemikiran tersebut membuatnya terkekeh kecil. Oh, kenapa malah terlihat lucu. Walau tak mengerti di mana bagian lucunya, Sehun tersenyum juga. Hanya beberapa saat, karena pertanyaan yang terdengar dari bibir Runa membuat sang lelaki mengerjapkan mata sedikit bingung.

“Omong-omong, apa yang kau lakukan di sini?”

Sehun menggaruk tengkuknya. Tadinya ada ide bodoh yang meluncur dalam benaknya untuk menghindari pertanyaan, seperti mengatakan ‘Ah, lihat, ada UFO lewat!’ atau ‘Astaga aku lupa memberi makan ikan di rumah!’ yang jelas-jelas idiot sekali untuk menutupi kebohongan. Namun kemudian ia ingat akan alasan yang lebih bisa dijadikan kamuflase.

“Mau menjemput Seunghee. Tapi sepertinya dia sudah pulang.”

“Wow, ini aneh. Seingatku kau tidak terlalu suka padanya.”

Oh, rupanya Sehun gagal menutupi bohongnya kali ini. Setelah menghela napas cepat, ia berucap, “Lupakan saja. Aku mau ke markas, dan memangnya kau tidak kerja? Kenapa membuang waktu berharga seperti ini?” Dia lebih dulu mengambil langkah. Melihat itu, Runa mencebik sebelum ikut menggerakkan kaki.

Tidak masalah bagi Runa jika Sehun tak memaparkan alasan sesungguhnya. Toh juga ia tidak tertarik untuk tahu. Jadi daripada terus bertanya dia memlih untuk menggandeng topik lain.

“Aku baru tahu Sekolah Seni Yeonso punya jam pulang yang sama dengan SMA Chunkuk.” Satu tendangan batu kecil yang kebetulan teronggok di jalan, Runa lakukan. Berhubung dirasa mengasyikkan, gadis ini malah melakukannya lagi ketika langkahnya kembali bertemu dengan batu yang baru ia tendang.

“Sebenarnya kami biasa pulang sekitar satu jam lebih awal ketimbang―hei, bisa hentikan itu?” Mungkin karena geli melihat tingkah laku Runa, lontaran protes yang Sehun suguhkan malah berimbuh kegiatan menahan tawa. Di sisi lain, Runa yang makin semangat justru harus mengeluh kesal saat batunya hilang di semak taman. Walau memang mudah, mana mungkin ia mau mengambil batu tersebut. Keinginannya untuk bermain seperti anak kecil tidak sebesar itu, omong-omong.

“Apa kau selalu melakukannya? Bermain seperti anak kecil, maksudku.” Pertanyaan ini dibalas Runa dengan bercacak pinggang, “Tidak pernah mencoba bahagia, ya?”

“Dengan menendangi batu di jalan sepertimu? Tidak, terima kasih.”

“Ei, jangan meremehkan caraku, tuan.” Pura-pura Runa membuang muka. Sehun sendiri hanya kembali fokus pada langkah kakinya, sesekali menambatkan lirikan pada gadis yang berjalan di sampingnya. Ada sesuatu yang si lelaki pikirkan.

“Musim semi sepertinya sudah jauh di belakang, ya?” Lontaran tanya yang tidak perlu jawaban ini mengundang Sehun untuk menelangkan kepala, berpikir. “Terlalu suka musim semi?”

Setelah menggeleng pelan, Runa lantas memberi jawaban, “Aku lebih suka musim gugur. Walau itu artinya harus rajin menyapu pekarangan.” Sebenarnya, ia hanya mencoba sebuah topik saja. Berhubung libur musim panas yang hampir datang pas untuk dibicarakan.

“Aneh, kukira malah hampir semua gadis suka musim dingin. Salju, baju hangat, coklat panas, bergandengan hangat dengan pacar―” Sehun sengaja menggantungkan kalimatnya untuk melirik Runa, “ah, lupakan saja.” Oh, sepertinya ada yang lupa seseorang baru putus di sini.

“Kenapa berhenti? Membuatmu terbawa penasaran?”

Lalu Sehun membuang tatapannya. Kukira malah kau.

Lelaki ini memilih diam dan tidak melontar topik berat sepanjang perjalanan mereka kemudian. Di bus saja malah Runa yang banyak bercerita―kebanyakan seputar hal remeh-temeh. Untunglah Sehun tidak kurang ajar membiarkan si gadis bermonolog, lelaki ini sesekali menanggapi. Padahal dalam hati sebal juga pada diri sendiri. Apa yang membawa Sehun sampai ke SMA Chunkuk belum terkuak sama sekali, bukan? Oke, baiklah, sebelum semuanya terasa semakin membingungkan, sebaiknya Sehun membuka mulutnya sekarang.

“… belum pernah, tapi kurasa aku tidak akan suka festival itu. Membiarkan tubuh tenggelam dalam lumpur sepertinya terdengar─”

“Hei,” selaan Sehun berhasil membuat Runa membuang niatan untuk melanjutkan ucapan, memilih menolehkan kepala. Sehun sediri perlu satu buangan napas sebelum membiarkan katup bibirnya terbuka, “Kau sungguh baik-baik saja?”

Diam-diam Runa terkesiap, dia tahu maksud Sehun dengan pasti. Sialan, apa seluruh orang di dunia akan terus membahasnya? Karena dirasa jeda yang ada terlalu lama, maka ia memilih tidak bersuara. Masa bodoh Sehun akan mengaggapnya masih sedih atau bagaimana.

“Hei, Kwon,” semula Sehun ingin meminta maaf, namun dengan malas Runa langsug membalas “Aku paham maksudmu. Tapi kupikir kita belum sedekat itu untuk membahasnya.”

Oh, tusukannya tepat di hati. Sehun kehilangan kata-katanya. Antara sebal dan merasa konyol, dia belum bisa menyatakan mana yang lebih dominan menggenggam hatinya sekarang. Namun lekas ia menyadari, jika dicermati dengan baik, memang wajar jika Runa mengatakan hal jujur seperti tadi. Toh memang selama ini Sehun yang kebetulan lebih sering menjadi pihak yang mencari dalam hubungannya dengan si gadis.

Jadi, apa Sehun harus diam dan membiarkan sunyi mengambil alih? Tidak, bukan ide bagus. Yang ada malah makin canggung saja. Runa sudah mengunci mulut dan memandang lurus ke depan, tangannya di silangkan di depan dada. Entah apa yang Sehun pikirkan hingga ia menoleh dan majukan kepala, sekarang persis berada di samping wajah Runa.

“Jadi kita harus dekat dulu untuk membicarakannya? Seperti ini, apa kurang dekat?”

Segera Runa memundurkan kepala ke arah yang berlawanan dengan Sehun, lalu berdecih, “Apa sekarang waktunya untuk menggunakan tinjuku pada seorang berengsek?” Menanggapinya dengan canda, Sehun memilih kembali ke posisi dengan tawa kecil, “Ucapanmu sering kali terdengar menusuk, jujur saja.”

“Efek patah hati, mungkin.”

“Wow, kau baru saja mengaku. Apa itu artinya kita benar-benar sudah dekat?” Tadinya Sehun ingin memasang tampang mengejek, tapi Runa lebih dulu memukul keras kaki sang lelaki. Beberapa saat kedepan keduanya kembali memilih berkencan dengan hening. Sehun sibuk memerhatikan beberapa orang di bus setelah menyugesti diri agar tidak terlalu sering menumbuk lirikan pada gadis di sampingnya. Sedang Runa memlih memandang keluar jendela, hingga ia melontar tanya dengan pelan.

“Menurutmu apa Seunghee sedang menyukai seseorang?” Hanya penasaran.

Tidak perlu waktu bagi Sehun untuk memikirkan jawaban, “Seingatku kau paham aku tidak terlalu suka padanya. Bagaimana aku bisa tahu?” Dia baru akan mengomel tidak penting lagi ketika tahu-tahu sebuah ingatan terlintas di otaknya, “Eh, sebentar, kurasa aku pernah tak sengaja mendengar sesuatu.” Tahu bahwa Runa mulai tertarik dengan topik baru, Sehun berusaha lebih keras untuk mengingat.

Lupa tepatnya hari apa, yang jelas waktu itu Sehun baru saja mengutuk kecil ketika air yang akan ia minum tumpah. Ibunya tengah memasak, dan Seunghee sibuk memotong wortel.

“Ma, kenapa perempuan sulit menyatakan perasaannya lebih dulu?”

Berhubung Sehun merasa semua topik tentang Seunghee atau ibu tirinya tidak penting, maka ia hanya melengos pergi untuk menonton televisi.

Sekarang ia sedikit menyesal juga tidak menguping lebih lama.

“Dia bilang begitu?” Mata Runa melebar sempurna, sejenak membuat Sehun tak fokus. Namun dengan cepat lelaki itu kembali pada konsentrasinya, “Seingatku, sih. Kalau salah, ya, maaf saja. Aku tidak terlau memerhatikan waktu itu.”

Selanjutnya Runa mengangguk-angguk pelan dan bergumam, “Aku penasaran.”

Di lain sisi, Sehun menyandarkan kepala ke sandaran bangku bus, sedikit mendongak tapi masih bisa menatap Runa.

Aku juga penasaran … padamu.

.

.

.

-0-

.

.

.

Yang tadinya tak sengaja terlintas, kini malah makin membekas. Runa semakin penasaran dengan siapa yang tengah Seunghee taksir. Sekarang saja ia masih mengira-ngira sosok yang mampu masuk dalam kriteria sang karib. Kesibukan yang lumayan mengalihkan perhatiannya dari satu atau dua siswa yang masih membicarakannya di belakang, entah itu masalah dengan Chanyeol atau Nami─mungkin malah keduanya.

“Runa,” dari kejauhan, Baekhyun mengayunkan kaki lebih cepat untuk menyusul, “tunggu sebentar, kita ke kelas bersama.” Napasnya terengah kala ia dapat menyamai langkah Runa, “Hei, kau tidak memelankan jalanmu!”

“Wow, tumben berangkat pagi.” Tidak terlalu terkejut, Runa bisa menebak dengan mudah bahwa ada hal sejenis komik atau game yang melatarbelakangi tingkah si lelaki. Benar saja, dengar bagaimana jawaban Baekhyun beberapa sekon kemudian, “Mau baca komik baru Jongdae. Aku tidak bisa menunggu sampei bel istirahat, harus pagi ini.” Tuh, kan.

“Kau harus mulai memikirkan seorang gadis, Baek,” ucap Runa seraya memutar mata malas. Tak disangka, Baekhyun menjawabnya dengan nada bangga, “Oh, kalau gadis aku sudah punya satu nama di otakku.”

“Serius?” Masih sambil berjalan, Runa menolehkan kepala sebagai tanda terkejutnya. Ketika melihat senyum yakin Baekhyun, sang gadis percaya saja dan kembali memandang ke depan, “Apa semuanya sedang dilanda asmara sekarang?”

“Semuanya?”

Runa mengangguk, “Pertama Seunghee, lalu kau. Kalian benar-benar tidak menghargai teman yang baru saja putus, ya?” Tadinya Baekhyun ingin menanggapi masalah Runa yang mulai bisa membicarakan perihal putus dengan santai, tapi yang ada muncul malah rasa penasarannya, “Seunghee mengaku padamu sedang menyukai seseorang?”

“Tidak, sih. Tapi kemarin─hei, jangan bilang kau sudah tahu?” Tidak terima, tentu saja. Tak adil rasanya jika menjadi orang terakhir yang tahu siapa yang tengah ditaksir kawan sebangkumu.

“Aku hanya memprediksi saja.” Baekhyun langsung mencibir ketika mendapati tatap memohon milik gadis di sampingnya, “Tidak akan kuberitahu. Coba putar otakmu sedikit.” Jelas saja Runa sebal, “Dasar pelit.” Tidak terima dikatai begitu, si lelaki langsung menyerobot, tepat ketika mereka sampai di pintu kelas, “Kenapa tidak kau tanyakan sendiri saja?”

Niat awalnya, Baekhyun melontar saran asal. Namun Runa benar-benar merealisasikannya dengan cepat. Dimulai dari lirikan kesal gadis itu, kemudian ia langsung duduk di bangkunya sendiri, menengahi Seunghee yang tengah membicarakan sesuatu dengan Jungkook─oh, hal yang langka. Jika sedang tidak dalam keadaan terdesak mungkin Runa akan menyempatkan diri untuk bertepuk tangan lebih dulu.

“Maaf menyela, tapi aku sedang penasaran.” Begitu Seunghee menautkan alis tanda tak mengerti, Runa langsung melontar tanya, “Ada seseorang yang kau sukai?”

Di sudut lain, Baekhyun langsung menepuk kening.

Sejemang Seunghee terdiam, mencerna pertanyaan tiba-tiba yang menyerempet kehidupan pribadinya. Apalagi wajah penasaran Runa yang lumayan membuat bimbang, dan lagi, kenapa sekarang Baekhyun ikut-ikutan melayang tatap tanya? Seunghee memutar otak, ia lantas menatap Jungkook untuk meminta bantuan. Ah, mungkin mengajak lelaki itu untuk melanjutkan obrolan bagus juga untuk pengalihan topik,  “Jeon Jungkook─”

“Jungkook?” Suara Runa dan Baekhyun bercampur. Keduanya kompak menoleh ke arah Jungkook. Anehnya Baekhyun tidak bertepuk tangan heboh seperti biasa. Runa sendiri malah baru ingat untuk menutup katup bibirnya.

Seunghee menangkupkan kedua telapak tangan, seperti meminta maaf, yang kebetulan hanya Jungkook yang melihat. Lantas gadis itu berujar pelan dan melirik Baekhyun─berhubung yang pertama menoleh lagi kerarahnya adalah si lelaki, “I-ya, aku suka …”

“Kalian pacaran?” Runa menyela, masih belum bangkit dari keterkejutannya. Kali ini yang berucap kompak adalah Seunghee dan Jungkook, “Tidak.”

“Jangan coba bercanda padaku.” Beralih pada Seunghee, lagi-lagi Runa embuaka suara, “Serius atau tidak?” Merasa keadaan berubah canggung dan aneh, Baekhyun segera menutup muka Runa dengan telapak tangannya, “Ah! Bukannya kau mau ke toilet? Ayo, aku antar.”

“Baek, jangan─” Belum tuntas Runa melayang protes, mulutnya sudah ditepuk pelan oleh Baekhyun, “Masih ada waktu sebelum bel berbunyi.” Setelah menyuguh kekeh sok lucu, si lelaki marga Byun itu begitu saja menyeret Runa pergi. “Ikut saja.”

Berhubung merasa ada hal yang harus karibnya sampaikan, Runa akhirnya menyerah untuk menunda kemarahannya. Hingga mereka pun berhenti berjalan di dekat tangga lantai dua.

“Kau tidak lihat wajah mereka berdua? Kenapa menanyakan itu di depan umum?” Mendengar ini, Runa diam saja. Lumayan merasa menyesal karena telah gegabah melakukan sesuatu, tapi ia lantas membela diri, “Tapi  kau yang meyuruhku.” Terdengar idiot.

“Kenapa benar-benar kau lakukan?” Wajah Baekhyun sungguh terlihat kusut sekarang, “Selamat, sekarang kau punya teman patah hati, Kwon Runa.” Menyinggung masalah patah hati, Runa makin sebal saja, “Berheti membahas─HA? Teman patah hati?” matanya membulat sempurna, “Sebentar, sebentar,” ia memicingkan mata ke arah Baekhyun, “Itu artinya gadis yang kau sukai …”

Baekhyun mendengus, menyerah untuk menutupi, “Seunghee. Aku suka padanya.”

“TOLOL! KENAPA BARU BILANG?”

Dan Baekhyun mendapat pukulan tepat di kepalanya.

.

.

.

Semenjak kelas dimulai, Runa sebisa mungkin menahan diri untuk tidak melirik Baekhyun, Seunghee, atau bahkan Jungkook. Sialan, jika tahu Baekhyun menaruh rasa pada kawan sebangkunya ini, mana berani Runa bertanya seperti pagi tadi. Sekarang ia benar-benar merasa bersalah. Seharusnya dia diam saja dan menikmati arus yang ada. Keadaannya malah jadi rumit sendiri. Kenapa Seunghee harus suka Jungkook, sih? Bukannya Runa tidak suka, tapi mengapa Baekhyun juga baru bilang tentang perasaannya? Kan, semua jadi runyam.

“Apa sesuatu terjadi?” bisik Seunghee seraya menyenggol siku Runa. Yang ditanya tergagap sebentar, namun lanatas mengendalikan ekspresi, “Um, tidak ada. Hanya sedikit kepikiran masalah tadi pagi. Maaf, ya? Kurasa aku terlalu lancang bertanya sebegitu spontan.”

Untuk beberapa saat Seunghee terdiam, melayang pandang sebentar, sebelum akhirnya membuka suara, “Memang terlalu tiba-tiba, sih. Hanya saja … pasti itu, ah sudahlah.” Ada kefrustasian tipis yang dapat Runa tangkap dari wajah Seunghee. Seakan seperti telah melakukan kesalahan. Wajar saja, langsung mengakui siapa orang disukai di depan orang yang disuka itu lumayan berefek pada mental, tentu.

“Sebisa mungkin aku tidak akan membahas yang tadi, kecuali seizinmu,” ujar Runa mantap, ia hanya mendapat anggukan saja. Paling tidak dia sudah lumayan lega setelah meminta maaf.

Di sisi lain, tanpa siapa pun sadar, kegelisahan yang Runa rasa perlahan merambati Seunghee. Karena sekarang, beberapa orang sudah tahu kalau Oh Seunghee suka Jeon Jungkook dan mereka tidak pacaran. Bukankah itu hampir sama dengan cinta bertepuk sebelah tangan?

Yah, persepsi pribadi setiap orang memang susah untuk diingkari keberadaannya.

Yang biasa hanya diam menanggapi situasi, masih memilih berada di posisi yang sama. Siapa lagi, tentu Jeon Jungkook orangnya. Tapi jangan salah, kali ini situasinya mungkin berbeda. Tidak ada yang menyangka jika tepat setelah bel istirahat berbunyi, Jungkook bangkit dan begitu saja meraih pergelangan tangan Seunghee. Selanjutnya yang tersisa hanya Runa dengan mulut terbuka memandang dua temannya menghilang di balik pintu kelas.

Gadis itu menangkupkan tangan di pipinya, “Ah, seperti dalam drama. Manis sekali.” Sudah dia putuskan, Jungkook memang jenis manusia yang keluar dari drama yang biasa ia tonton. Ketika ia mengedar pandang, raut kusut Baekhyun mendadak menghancurkan suasana terkesannya.

“Astaga, aku berada di posisi sulit sekarang.” Dia mengembus napas panjang.

.

.

.

.to be continue

OH GITU YA JADI TERNYATA BAEK… /nid ah/ wkwk ntap ternyata Baekhyun ada apa apa :v btw Sehun lutju 😦 ah mana aing tahan 😦

btw lagi,

EXO MENANG BANYAK DI GAONCHART DD SENENG YAAMPUN (iya udah kemarin iya tau wkwk)

SEHUN MENANG JUGA ASTAGA MANA DIA SOLO DANCE, ternyata foto di ig itu spoiler solo dancenya yak, dasar tukang pamer 😦 ganteng lagi 😦 kamvret ah 😦 serasa hari-hari cem drama yang akhir-akhir ini aku lalui itu mendadak ada ending bahagia/ga/ (padahal habis itu suram lagi/paan sih nid gaje)

Oh, ya, keknya tiga chap terakhir aku pw hehe miyane :’)

.nida

Iklan

34 pemikiran pada “2ND GRADE [Chapter 16] -by l18hee

  1. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 24] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 23] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 22] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 21] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 20] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 19] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  7. ADA COUPLE BARU
    ADA COUPLE BARU
    YEEAAAYY!!!
    masa bodo sama baekhyun mau pasang muka kusut kek, nangis kek, yg penting second couplenya aku sukaa.

    Bagian terakhirnya jg bikin penasaran :3

  8. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 18] by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: 2ND GRADE [Chapter 17] -by l18hee | EXO FanFiction Indonesia

  10. WTF?! Kenapa jd rumit ya??? Kesian ama si Ru Na, dia jd bingung sendiri… 😄😄😄 Tapi ga apa2lah… Hitung2 dia bisa melupakan sejenak ttg masalah dia ama Chan Yeol… Lanjut terus thorrr… Fighting!!! 😊😊😊

  11. Sehun udah muncul dan langsung kena tenDang Runa, Baekhyun sabar ya ngadepin si Runa. Semangat buat Baekhyun untuk perjuangan cinta sama Seunghee.

  12. Huhuhu baekhyun kasiann sekali… Si seunghee Suka kali tuh ama baekhyun hahahah. Nid bikin runa pacaran sama sehun trs ntar bukin Chanyeol nya cemburu juga. #Duhapasih keep writing lah nid pokonya

  13. Yeyy sehun udah mulai gerak cepat, hahahaha si runa mulutnya asal nyablak aja ya, kan kasian si byunbaek patah hati, okelah aku tunggu next chapternya yaa

  14. Chapter yang penuh dengan pengakuan cinta
    Kasian Runa 😄😄
    Tapi tenang ada Sehun yang selalu menemanimu 😊😊
    Seunghee–jongkook–baekhyun, penasaran juga sama kisah cinta mereka

  15. hunrunaa shipper!!!! Runa jangan kejem dong kata katanya kan sehun jadi sakit hati 😥
    Ahh jadi makin rumit, baek suka seunghee tapi seunghee suka jungkook. Aduhhhh seunghee ama baek ajaa :3 <3<3
    Btw min, minta pw nya lewat mana? Email?

  16. runa ❤ sehun couple seneng banget pas moment mereka,,,tapi runa polos banget pas sama baekhyun sabar yah baek jangan patah hati terlalu lama..

  17. halo saya reader baru mu thor. btw saya ngebut baca dari chapter 1 tadi siang hehehehe, ceritanya bikin gregetan ini. ditunggu kelanjutanya

  18. Aaaa baperr,,, baek sabar yaaaa… tapi aku curiga seunghee suka baek deh/sotoy dah lu/, soalnya pas tadi seunghee minta maap gitu kan ke jungkook… Semangaaat baekk,.
    Siap siap aee si runa jadi mak comblang…ㅋㅋㅋ
    Di tunggu chap selanjutnya thor^^ 화이팅!!♡♡

  19. Asli nih mereka cinta segitiga. Baekhyun, Seunghee, Jungkook. Ih jadi penasaran sama mereka deh 😀
    Sehun sama Runa terlalu lama belum ada kemajuan ^^
    Kayaknya chapter ini lebih pendek bacanya serasa sebentar 😀
    Btw ditunggu kelanjutannya 🙂

  20. Jadi Seunghee suka sama Kookie ya?? Dan Baek suka sama Seunghee? Cinta segita deh. Tpi jujur sih ya lebih suka Kookie Seunghee, hahaha
    bener deh, cast utama cowok itu si Sehun. Bentar lagi pasti Runa ada benih2 cinta sama Sehun, jujur sih pengennya Chan. Cuma ya terserah author sih yaa.
    Penasaran kenapa si Kookie narik tangan Seunghee. Ekspresi Kookie tau Seunghee suka jg gimana sih? Kok datar amat kayanya. Next chap sangat ditunggu Nida. Semangaaat

  21. Wah wah chapter ini bener-bener asli bikin baper. Serasa nyindir ye waktu adegan Runa nanya di depan umun tereak2 gilak aku pernah begituan. Serasa bodoh.
    But chap ini bener-bener asik seru ada sehunnya lagi.
    Oke semangat terus thor keep writing ya ditunggu next chapnya ^^

  22. Kyaa~ 😍 seneng bgt ada update-an ini 😀 thank you Nid!
    Sehun muncul 😘 baek muncul, tendang chanyeol jauh2! 👿
    Hun-Run moment 💞 dah ykn bgt itu sehun, bkn penjahat, runa su’udzon aja nih. Kshn bgt sehun 😢 dah lama nggu di dpn sklh, eh mlh kena bogem mentah runa, kaki’ny jg, runa 야.. please jgn lampiaskan emosi side effect pth ht mu ke sehun 😭 tar aja klo ktmu chanyeol, silahkan pukul spuas ht! Btw, kmana tu chanyeol? Ga bredar di sklh dy pasca ke gap slngkh, lg menyibukan diri n ht dg lthn sm kris-aku kah?
    Baek.. trnyt sk seunghee ya? Kshn, kirain yg pas baek notice seunghee da ht ma jungkook tu, dy cm pratian sbg tmn, trnyt.. Baek sm ellie aja 😃 moga nanti dimunculin nida, ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Aduh2, itu jungkook narik tangan seunghee ala drama2 romens tu, pasti dy mo srh seunghee jgn lnjt sk-in dy kan nid? Cz romens pasti ga msk priority dlm hdp jungkook disini yg di chptr 15 kmrn dah sdkt terkuak wkt sesi slng crht ma runa. Btw, itu baek ky diriku & d’genk pas jmn high school–smngt ke sklh u/ slng pnjm komik ma tmn2 1kls 😄
    Moga sehun lncr jaya ya ng-prospek runa, all d’best jg bwt baek-seunghee-jungkook. Pkk’ny chanyeol-nami hrs dpt blsn yg ‘severe’ ya nid, 제발! 😈 cpt kembali dg update ff ini ya~ loph this ff so much 😘

  23. Sehun udah mulai ngegas ya haha. Kayaknya aku curiga si seunghee bohong aja bilang suka sama jungkook padahal sukanya sama baekhyun juga, menurut aku ya *soktau 😂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s