[EXOFFI FREELANCE] Moonlight (Chapter 2)

photogrid_1467265427151

Title : Moonlight
Author : tianisheaven
Length : Chapter
Genre : AU, Friendship, Soft Romance
Cast : EXO’s Chanyeol, OC’s Anna Jung, and EXO member and other OC
Disclaimer : also publishing on wattpad

eomma…” pria jangkung itu menghambur keibunya. “eomma bogosipeosseo…” manjanya.

aigo, nae adeul. Kau ini sudah besar, tapi masih saja seperti anak-anak.” Kekeh ibunya dan ia semakin mengeratkan pelukannya.

Suara pintu yang terbuka lalu tertutup kembali membuat dekapan rindu tadi terlepas. Seorang gadis tampang lelah berjalan lunglai masuk. “noona!” seru pria tadi dan menghambur ke gadis yang dipanggilnya noona.

“eh? Kau pulang?”

“aku mendapat libur. Eottae? Hebatkan?” jawabnya disertai cengiran ala anak kecil. Astaga.

.:.

“sudah tidak ada fans yang sering berkeliaran disini. Jadi tidak usah pasang tampang khawatirmu itu, jelek.” Celetuk Yoora sambil menyesap sedikit-sedikit teh panasnya. Mereka—ia dan adiknya—tengah menikmati teh hangat pagi ini dibalkon depan rumahnya.

“hah…syukurlah.”

Mereka kembali menikmati teh hangat mereka dipagi yang cerah itu.

Tidak sengaja, pria bertelinga lebar itu mengamati objek—delivery pizza—yang meliwati rumahnya, lantas…berhenti tepat disebelah rumahnya dan masuk kepekarangan rumah tersebut. Keningnya mengerut heran. “noona, kenapa ada delivery kesana?” tanyanya menunjuk kearah rumah sebelah.

Yoora mengikuti arah pandang adiknya. “oh, itu. Ada yang tinggal disana, baru-baru ini pindah.” Jelasnya.

“Yena kembali?!” serunya antusias—nyaris histeris—menatap kakaknya lekat-lekat menanti jawaban ‘iya’.

Yoora tampak berpikir dan detik berikutnya menggeleng. “bukan Yena. Namanya Anna Jung. Jika diteliti wajahnya memang ada kemiripan dengan Yena sih. Tapi tidak. Gadis itu memiliki rambut hitam legam bukan cokelat alami, tapi bisa saja dicat sih. Lalu matanya berwarna hitam legam juga bukan biru laut yang indah, tapi bisa saja softlens, ya sepertinya yang dia pakai memang softlens.” Yoora terlihat ragu. “tapi bukan, gadis itu…sepertinya buta, tatapan lurus, kosong. Dan, jalannya tidak teratur. Dan lagi, ia sangat dingin, kaku, entah bagaimana mendeskripsikannya. Yang pasti beda dengan Yena. Yena-kan anak yang ceria.”

“…”

Yoora sedikit bingung dengan respon adiknya. Hanya mematung? Ayolah.

“Chan?” panggil Yoora pelan.

“…”

Yoora menghirup oksigen dan…“YA PARK CHANYEOL! KAU TULI, HUH?!!!”

.

01.19 KST

Chanyeol kesulitan tidur. Pikirannya melayang pada pembicaraannya bersama sang kakak pagi tadi. Ia berharap, dirinya bisa bertemu dengan teman lamanya—Jung Yena—lagi. 12 tahun berlalu, entah bagaimana rupa gadis itu lagi. Ia memiliki rambut cokelat, dan mata biru yang menarik, pasti ia semakin cantik. Dan itu membuat Chanyeol semakin merindukan sosoknya.

Merasa gerah dan frustasi, Chanyeol memilih melangkah kearah jendelanya, menyibak hordennya dan membuka jendelanya lebar-lebar. Langit malam dengan sedikit bintang sebagai penghias diatas menemani rembulan yang cukup terang dimalam gelap. Bibirnya sedikit terangkat menyungging senyuman lantas tatapannya turun dari langit atas kejendela didepannya. Itu dulu kamar Jung Yena. Jendelanya yang sejak 12 tahun terakhir selalu tertutup, kini terbuka, sepertinya seseorang lupa menutupnya. Lampunya mati.

Lama Chanyeol memperhatikan kamar gelap tersebut melalui jendela. Ia baru saja hendak beranjak ketika sadar seseorang memasuki kamar tersebut. Mata Chanyeol memicing menelaah apa yang dilakukan orang itu.

Seorang gadis tengah berjalan dengan pelan-pelan, sebelah tangannya memegang tongkat dan sebelah lagi meraba udara kosong didepan. Sesekali ia menabrak sesuatu sampai mendesis dan hampir jatuh tapi ia tetap berjalan. Tangannya yang kosong tadi mulai meraba dinding mengikuti sisi kamar hingga tepat didepan jendela, langkahnya terhenti oleh sebuah kursi. Ia duduk dikursi tersebut dan meraba sesuatu dihadapannya. Piano.

Chanyeol masih setia memperhatikan gadis tersebut. Apalagi jaraknya sudah sedekat ini. Sama-sama dihadapan jendela. Surai hitam legam nan panjang itu tergerai menutupi sebagian wajah gadis tersebut dari samping. Namun begitu, Chanyeol masih dapat melihat wajahnya. Cantik. Dan ia sepertinya akan memainkan piano tersebut. Yeah, setidaknya Chanyeol mendapatkan hiburan malam ini karena kesulitan tidur sebelumnya.

Gadis itu mulai meraba, takut-takut menyentuh tuts-tuts dihadapannya. Sedikit demi sedikit, ia mulai menekan satu nada dari tuts tersebut. Lalu menekan tuts lainnya lagi dengan ragu. Lalu berlanjutnya lagi setelah satu nada terakhir. Lalu jari-jarinya mulai memainkan nada yang sedikit aneh, gusar, kasar. Amatiran, pikir Chanyeol.

Treeeng…

Gadis itu menangkup wajahnya dengan kedua tangan yang sikunya bertumpu pada tuts-tuts piano tersebut. Chanyeol kaget bukan main karena aksi tiba-tiba tersebut.

Mungkin, ia frustasi? Atau depresi? Atau ada masalah yang berat? Begitulah pikir Chanyeol. Jadi gadis itu bermain seperti tadi dan menangis. Tapi tak lama, gadis tadi mengangkat kepalanya kembali, ia tidak menangis, hanya saja aura dinginnya semakin menguar kemana-mana sampai Chanyeol menelan saliva melihatnya. Gadis tadi berdiri dari tempatnya dan berjalan keluar dan menutup pintu kamar tersebut.

Chanyeol masih diam ditempatnya. Entahlah, apa lagi yang dipikirkan tiang listrik hidup itu.

Mungkinkah itu Yena-nya? Bukan. Seperti kata kakaknya pagi tadi, ia sepertinya bukan Jung Yena. Rambut dan matanya gadis tadi hitam. Mungkin dicat dan memakai softlens? Tapi Yena teman lamanya lancar memainkan piano. Dan gadis tadi? Sepertinya, tidak.

Jadi Chanyeol kembali merebahkan dirinya untuk tidur dan memikirkannya lain kali. Mungkin ia masih harus menunggu walau entah berapa tahun lagi. Yena sahabatnya, pasti akan ada waktu mereka bertemu kembali. Ada yang sangat ingin ditunjukkan Chanyeol pada Yena. Sesuatu yang besar.

.:.

TBC

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s