[EXO FREELANCE] (To Love You More – Chapter 7)

to-love-you-more-1

 

Tittle/judul fanfic: To Love You More

Author: Leehaera17

Length: Chapter

Genre: Romance, Psychology, sad, Self Hurt, Family

Rating: PG-19

Main Cast & Additional Cast:

Main Cast :

Park Chanyeol(EXO), Kim Hana (OC), Xi Luhan (Singer), Jung Junmyeon (SUHO EXO)

 

Supporting Cast :

EXO member, Jessica Jung (SNSD)

 

Disclaimer :

FF ini hasil kerja sendiri yang sudah pernah di publish di Wattpat author, bisa baca di sana, ID : Leehaera17 ( www.wattpad.com/leehaera17 ), semua tokoh hanya sebagai aktor protagonist dan antagonist, tidak ada maksut untuk melecehkan fandom manapun, jangan lupa Comment dan Vote di wattpad Author

 

add BBM author untuk perkenalan, pertanyaan, dan password (jika di perlukan) : 5C482AF1, ID line : authornim94, twitter : @rawraw_c_raw, pengumuman akan di BM di BBM dan di twitter.

 

Enjoy!

Pagi yang indah menyapa Hana hari ini, dengan senyum cerah ia merentangkan kedua tangannya dan menyapa sinar matahari hangat.

“HANA!” sebuah suara keras membuat Hana bangun dari mimpi indahnya,

“hais!” Hana benar – benar ingin sekali bersumpah serapah untuk membuatnya menyadari keadaannya di pagi buta seperti ini.

“Ada apa Chanyeol?” Hana bertanya dengan sabar.

“Sarapan,” Chanyeol berkatan dan duduk di tempat tidur Hana.

“Baiklah, aku akan kebawah, tapi kau harus membiarkan aku mencuci muka dan berganti pakaian terlebih dahulu,” Hana berkata pelan.

“Baiklah!” Chanyeol yang terlihat sangat bahagia hari ini sepertinya mempunya semangat yang begitu tinggi.

Hana menggelengkan kepalanya pelan dan mencoba untuk mengumpulkan nyawanya untuk segerah berhadapan dengan semua drama yang ada di rumah besar ini, entah apalagi yang akan terjadi dengan Hana.

“Apa belum selesai?” Suara Chanyeol terdengar dari luar pintu besar kamar Hana.

“Jika kau berisik terus, aku tidak akan keluar!” Hana sedikit berteriak.

“Aku akan mati kelaparan!” Chanyeol kembali berteriak.

“haish!” Hana kembali mendesahkan nafas beratnya.

Hana membuka pintu kamarnya dengan kesal dan mendapati Chanyeol yang berdiri tegap di depannya dengan senyum manis seperti biasa.

“Ada apa? Mengapa kau ingin sekali sarapan hari ini ?” Hana bertanya bingung.

Seperti biasa, tanpa jawaban Chanyeol hanya menarik tangan Hana menuju dapur dan terlihat beberapa orang duduk di meja besar itu, sedikit tercekat mata Hana terbelalak menatap setiap orang yang datang hari ini.

Annyong!” Seseorang mengangkat tangannya pada Hana yang sepertinya sebentar lagi akan melarikan diri dari posisinya saat ini.

“Jangan kaget seperti itu Hana-sshi, kami mendengar banyak tentangmu yang menolong Tuan Park,” laki – laki dengan wajah manis dan bibir Cherry menyapa Hana dengan senyum manisnya.

Chanyeol mengisyaratkan Hana untuk duduk di kursi yang berada tepat di samping Chanyeol dan Chanyeol duduk di kursinya seperti biasa.

“Sepertinya kita harus memperkenalkan diri,” Seorang lain memulai pembicaraan.

“Hallo, aku Chen, aku adalah CEO dari ROYAL KIM CORP. ,” laki – laki dengan kaca mata bulat dan style yang begitu tidak biasa menyapa Hana.

“Pe-pemilik, The Royal Palace?” Hana menutup mulutnya dengan tangan kanannya saat menyadari laki – laki itu pemilik hotel termahal setanah Korea Selatan.

“Aku, Lay, CEO dari XBACK CO.”

“XBACK?” Kini Hana kembali di kejutkan dengan kekayaan yang di miliki laki – laki yang mempunyai produksi mobil tertinggi di dunia.

“Aku Kai, CEO dari KJI LTD.”

“KIM?” Hana benar – benar di buat pusing oleh orang – orang yang ada di depan matanya saat ini, KJI LTD. adalah sebuah perusahan online terbesar di dunia.

“Ya, perkenalkan dirimu,” Lay menyuruh laki – laki yang berada di sebelahnya untuk membuka suara.

“Apa aku perlu memperkenalkan diri, aku ini cukup terkenal,” Laki – laki itu kembali mengucap,

“Cih, kau memang tidak pernah berubah,” Baekhyun menggelengkan kepalanya pelan.

“Aku TAO, CEO dari semua brand yang ada di lemarimu dan yang di pakai oleh orang – orang yang ada di tempat ini,” Laki – laki itu mengkat tangannya untuk memberi salam.

Hana hanya terdiam, ia tidak bisa berfikir jernih saat ini dan satu pertanyaan yang membuat semuanya jadi lebih rumit,

Apa yang harus ia lakukan di sini?

Makanan yang sudah Chanyeol pesan akhirnya berada di atas meja, Hana hanya terdiam sambil mendengarkan semua ocehan dari orang – orang yang ada di sekelilingnya dan Chanyeol sepertinya menikmati waktunya, walau saat ini, ia tidak terlalu banyak berbicara.

“Sepertinya aku harus berterimakasih padamu,” Baekhyun tiba – tiba memulai percakapan dengan Hana,

“Maksut anda?” Hana bertanya bingung,

“Saat ini, kami sangat membutkan Chanyeol,” Baekhyun kembali berkata.

“Walaupun benar Suho akan selalu ada, tapi semua ini berbeda saat Chanyeol menghilang, kami semua begitu khawatir tentang keadaan Chanyeol dan pagi ini saat kami mendapat berita darinya kami begitu senang dan membatalkan semua rencana kami hanya untuk bertemu dengannya,” laki – laki berkacamata yang di panggil Chen itu mencoba menjelaskan,

“Kau tidak akan tau, seberapa besar peran Chanyeol dalam dunia ini, tapi kehadiran Luhan saat ini benar – benar membuat kami pusing, laki – laki itu benar – benar pintar, tapi semuanya bergantung pada ibunya yang sekarang menjabat menjadi derektur utama,” Kini lay menjelaskan.

“Kami sama sekali tidak bisa berkutik, walaupun kami adalah teman masa kecil Chanyeol yang sudah mengenal perusahaan bersama – sama dari kecil, tapi tetap saja, saat ini semuanya begitu kacau.” Tao kini menjelaskan.

“Lu..han?” Hana mengulang nama itu lagi,

“apa kau belum tau, kini Luhan menjabat sebagai derektur utama dan ibunya yang menjadi CEO setelah ayah Chanyeol, Mr. Park sepertinya sedang di keadaan tidak begitu baik,” Baekhyun menyampaikan.

“Chanyeol-aa, kau harus mengunjungi laki – laki tua itu,” Lay kini berkata.

Hana memandang laki – laki yang ada di sampingnya, pandangannya sendu, seperti berjuta pertanyaan ada di benak laki – laki saati ini.

“Ada apa?” Chanyeol bertanya saat menyadari mata Hana tak henti memandang dirinya kali ini.

“Ti – tidak ada apa – apa,” Hana tergugup,

“Mengapa kau terlihat begitu gugup?” Chanyeol kembali bertanya,

“Tidak, aku hanya bingung dengan keadaan,” Hana menjawab,

“Orang rendahan seperti tidak mungkin bias memahami kami,” Chanyeol menjawab pelan.

Mendengar jawaban Chanyeol, Hana hanya bisa membenci dirinya sendiri dengan di kelilingi oleh orang – orang kaya yang kurang sopan ini.

“Jadi apa rencanamu?” suara Baekhyun kembali terdengar,

“Untuk saat ini, kalian semua harus mahasiakan keadaanku,” Chanyeol menjawab sambil meletakan sendoknya di piring dan mulai melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Memangnya mengapa kau ingin kami merahasiakannya, apa tidak cukup kau membuat kami semua menderita saat kau tidak ada?” Tao membuka suaranya dengan nada kesal.

“Maafkan aku jika di masa sekarang, aku tidak bisa membantu kalian dalam bentuk apapun, selama ini, aku hanya terus memantau jalannya perusahaan dari berkas berkas yang ku dapat melalui orang – orang kepercayaanku, aku tau apa yang terjadi di perusaan, tapi sekarang bukan waktu yang tepat bagiku untuk menjerat nenek sihir itu di bawah tanganku,”

“Apa kau tau dalam waktu 2 minggu meeting besar akan di adakan dan semua pemegang saham akan datang, aku tidak tau apa yang akan ia lakukan, tapi saat ini aku tau ia akan menyingkirkan satu per satu dari kami agar ia bisa memegang perusahaan sepenuhnya.” Lay membuka suara.

This is crazy!” Tao membuka suara,

What we gonna do to this crazy ahjumma?” Tao melempar sendoknya ke atas meja dengan kesal.

“aku masih harus mencari cela untuk masuk, kau tau aku tidak bisa mengambil perusaan begitu saja dan ayah saat ini tidak di keadaan baik – baik saja, lagipula,” suara Chanyeol berhenti dan mata Hana kini kembali mentapa kedua pupil indah Chanyeol dalam diam,”Ayah lebih menyayangi laki – laki itu di banding aku,” Chanyeol menyelesaikan kata – katanya.

“Mengapa kau berbicara seperti itu sendangkan kau tidak pernah sedikitpun bertanya padanya,” Hana bertanya pelan.

“Karena kau tidak tau, seperti apa laki – laki tua itu, untuk bertemu dengannya saja terasa begitu sulit, ia terus menjadikanku boneka yang bisa ia gerakaan semuanya,” Chanyeol menatap sendu piring yang ada di depannya saat memori yang ingin ia lupakan kembali terlihat.

Saat itu…. Saat ia berumur sekitar 12 tahun, hari ia berharap semua ini tidak pernah terjadi sama sekali, hari di mana ia mulai menyesali semua yang ia lakukan.

Hari itu hujan begitu deras, Chanyeol berdiri di depan gerbang sekolahnya untuk menunggu mobil jemputan yang biasa ia tumpangi, sesekali matanya melihat kearah jam tangan yang yang ada di tangannya, ia berharap agar Paman Kim akan segerah datang dengan mobil yang biasa ia naiki.

Hari semakin larut dan mobil yang Chanyaoel tunggu tidak kunjung datang, terlihat kini gedung sekolah menjadi sepi tanpa penguhuni.

“Oh, Chanyeol-aa, kenapa kau belum pulang?” Seorang guru wanita berparas cantik menyapa Chanyeol.

“Sepertinya mobil jemputanku terlambat,” Chanyeol menjawab pelan.

“Apa kau akan terus menunggu di sini?” terkesan bahwa wanita itu khawatir akan keadaan Chanyeol di bawah derasnya guyuran Hujan saat itu.

“Bagaimana jika aku mengantarmu pulang?” Ibu guru itu memberikan tawaran,

“Benarkah? Apa tidak merepotkan jika ibu harus mengantarku pulang?” Chanyeol bertanya,

“Tentu tidak, kau adalah muridku yang paling pintar.”

“Baiklah,” Chanyeol setuju untuk pulang ke rumah di antar oleh wanita yang ia anggap seperti ibunya sendiri setelah kepergian ibu kandungnya bertahun silam.

Dengan keputusan itu, Chanyeol pulang bersama ibu guru yang menyetir mobilnya begitu pelan di tengah hujan deras dan Chanyeol mencoba untuk mengenali jalan menuju rumahnya di balik jendela kabut yang membuatnya tidka bisa melihat dengan jelas, walupun demikian, mereka berdua bisa sampai di tempat tujuan dengan aman.

“PAMAN KIM!” Chanyeol berteriak saat melihat laki – laki yang ia tunggu berada tepat di depan rumahnya,

“AIGO! TUAN MUDA?” laki – laki paruh baya itu kini terbelalak saat melihat Chanyeol yang turun dari mobil dengan seorang wanita yang juga turun dari mobil yang sama.

“Siapa yang mengantarmu pulang, bukankah hari ini seharunya ayahmu menjemputmu?” Paman Kim bertanya,

“Ayah?” Chanyeol bingung dengan pernyataan itu,

“Selamat Sore, aku adalah guru wali dari Chanyeol,” Wanita itu memberi salam,

“Oh… terimakasih banyak,” Paman Kim menundukan kepalanya,

“Chanyeol-aa?” suara Laki – laki yang ia tunggu selama ini akhirnya muncul,

“Ayah?” Chanyeol sedikit bersorak,

“Bagaimana mungkin kau baru pulang sekolah!” Laki – laki itu berteriak saat melihat Chanyeol masih mengenakan pakaian sekolahnya,

“Mengapa kau pulang telat? Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak-”

“Tuan, seharusnya hari ini anda menjemput tuan muda,” Paman Kim memotong percakapan itu dengan cepat sebelum Chanyeol mengangis di sore hari yang sudah menangis ini,

Sejenak Mr. Park seperti hilang dalam ingatannya sendiri, ia melupakan janjinya untuk menjemput putra semata wayangnya,

“Annyeonghasaeyo” Wanita itu membuka pembicaraan dan mata Mr. Park mengarah pada wanita berparas cantik yang berada di belakang Chanyeol,

“Nugusaeyo?” Mr. Park bertanya bingung,

“Wanita ini adalah Wali kelas dari tuan muda, Tuan,” Paman Kim menjelaskan.

“Apa kau yang mengantar Chanyeol pulang?” Mr. Park bertanya.

“Benar, seongsaenim yang mengantarku pulang,” Chanyeol menjawab.

“Kalau begitu persilahkan dia masuk,” Mr. Park memberi perintah.

“Ah, tidak perlu repot, kau bisa langsung pulang saja,” Wanita itu menolak.

“Jangan sungkan, silahkan masuk, ini adalah tanda terimakasih yang aku berikan,” Mr. Park melangkahkan kakinya memasuki rumah di ikuti oleh semua orang yang ada di depan rumah itu.

Hari itu, hari di mana semua ini di mulai, wanita yang di panggil seongsanim itu kini duduk di bangku CEO menggantikan ayahnya yang sedang tidak di keadaan kurang baik.

“Chanyeol-aa!” Suara Hana masuk kedalam telinganya,

tiba – tiba semuanya menjadi kabur, semuanya terasa hilang di telan bumi, kepalanya terasa berputar 180 derajat,

“AKH!” Chanyeol sedikit mengerang saat denyutan kepala itu kembali menerpanya,

“CHANYEOL!” suara Hana kembali terdengar,

terlihat sosok Hana yang berdiri tepat di depan tubuhnya, di ruangan putih penuh dengan kekosongan.

“Chanyeol,” Suara Hana memanggil namanya membuat Chanyeol mencoba menerpa apa yang terjadi, kedua matanya terbelalak saat melihat Hana yang di cekik oleh seseorang yang wajahnya tertutup oleh topi berwarna hitam.

“Lepaskan!” Chanyeol mengerang saat matanya menjerni tapi,

ZRAK!

Tiba – tiba laki – laki itu memotong leher Hana tepat di wajah Park Chanyeol,

“HANA!”

~To Love You More~

“AAAAAARRRRRGGGGGGGG!” Erangan yang begitu besar membuat semua orang yang ada di depannya kaget saat melihat tubuh Chanyeol berdiri tegap di depan wajah mereka dengan keringat membasahi tubuhnya.

Benar, sudah 1 jam lamanya Chanyeol pingsaan saat mereka sendang menyantap makan pagi merangkap makan siang mereka yang menjadi meeting besar petinggi perusahaan.

“Chanyeol-aa, apa kau baik – baik saja?” Hana membuka suara,

“Hana-ya!” Chanyeol menarik tangan Hana dan memeluk tubuh Hana kencang,

Hana bingung dengan dekapan Chanyeol yang sangat kencang, “Ada apa?” Hana bertanya pelan tetapi tidak ada jawaban dari Chanyeol, hanya sebuah isak kecil yang terdengar dari bibir laki – laki dengan perawakan tinggi itu.

Hana melepas pelukannya, ia mencoba menatap laki – laki yang kini menutupi wajahnya dengan tangannya,

“Apa kau ingin bercerita kepadaku sendirian?” Hana bertanya saat terlihat teman Chanyeol yang lain kini memandang mereka berdua dengan bingung, anggukan kecil terlihat dan Hana mengerti apa yang Chanyeol butuhkan.

“Maafkan aku, apa kalian semua bisa keluar?” Hana bertanya dengan pelan pada setiap laki – laki yang memandang wajahnya dengan bingung.

“Sebenernya apa yang terjadi?” Chen membuka pembicaraan,

“Aku belum tau pasti, aku akan menjelaskan semuanya, tapi aku mohon tinggalkan Chanyeol sendiri untuk saat ini,” Hana kembali berkata.

Satu persatu dari mereka kini melangkah pergi, meninggalkan Hana juga Chanyeol yang berada di dalam ruangan hampa suara itu.

“Chanyeol-aa, semuanya sudah keluar, mengapa kau masih menangis?” Hana bertanya pelan.

“Aku takut,” Chanyeol kembali berkata pelan.

“Memangnya ada apa?”

“Aku takut seseorang akan menyakitimu,” Chanyeol kembali berkata dalam sedih,

Hati Hana bergetar, mengapa laki – laki di hadapannya ini begitu sedih tentang mimpi buruk yang sepertinya tentang dirinya, bukankan Hana bukan siapa – siapa bagi laki – laki ini,

“Tatap aku,” Hana meminta sambil mengangkat wajah Chanyeol yang tertunduk, hidungnya memerah dan matanya juga basah, layaknya anak kecil Chanyeol menekuk bibir bawahnya,

“Lihatlah, aku tidak apa – apa bukan?” Hana memberi senyum manisnya,

“Apa aku terlihat terluka?” Hana kembali bertanya dan di jawab dengan gelengan kepala pelan dari Chanyeol,

“Kalau begitu, apa yang tadi ada di pikiranmu hanya mimpi, bukan?” Hana menatap dalam mata Chanyeol dan anggukan pelan tercipta,

“Baiklah, kau harus bisa membedakan antara mimpi dan kenyataan,” Hana berfikir sebentar dan mengambil ponsel Chanyeol yang ada di sebelah tempat tidurnya,

“Lihat ini, aku akan memasukan nomor ponselku di nomor 1 dan setelah itu jika kau terbangun di tengah malam karena mimpi buruk, tekan nomor 1 dan kau akan tersambung denganku, di dalam mimpimu, kau tidak akan pernah bisa mendengar suaraku dari telpon genggam ini, jika kau mendengar suaraku, itu berati kau tidak sedang bermimpi,” Hana menjelaskan.

Chanyeol menerima Handphonenya kembali dan menatap Hana dalam, ia mencoba menyentuh nomor 1 dan handphonenya langsung tersambung dengan Hana,

She Got – Me – Gone Crazy ~~

“Hallo,” Hana menjawab telpon dari laki – laki yang jelas – jelas ada di depan matanya,

Chanyeol tersenyum, hatinya terasa begitu hangat saat matanya dan Mata Hana bertemu,

“terimakasih,” tiba – tiba Chanyel berkata di telpon dan

CUP!

Dengan cepat Chanyel mengecup kening Hana singkat,

Hana tentu saja terbelalak, apa yang laki – laki ini lakukan selalu berhasil membuatnya tidak bisa bergerak.

“Apa kalian sudah selesai berbicara?” Suara TAO terdengar dari luar dan mereka berdua menatap pintu yang sekarang di ketok dengan liar,

“Baiklah, sepertinya waktuku habis, kau harus menemui semua temanmu,” Hana tersenyum dan melangkah pergi dari tempatnya untuk membuka pintu.

“Silahkan masuk,” Hana mempersilahkan orang – orang yang berdiri di depan ruangan untuk masuk.

“Ada apa antara dirimu dan dirinya? Mengapa kau sampai terlihat semenyedihkan serperti ini?” Chen memulai leluconnya,

“YA! Jika kau hanya ingin membuat lelucon tentangku sebaiknya kau pulang saja,” Chanyeol yang kesal dengan keadaan mulai mencibir,

“Ayolah, memangnya kau lupa siapa Chen?” Lay bertanya dan tersenyum menunjukan lesung pipit manisnya,

“Apa kau tidak lapar?” Kai bertanya pelan,

“Memangnya kau ingin makan apa?” Lay bertanya,

“tentu saja di udara dingin seperti ini Chi-baek yang paling enak,” Kai memberi jawaban.

“YAAAA!!!!” suara riuh membuat Chanyeol tersenyum melihat perilaku orang – orang yang kini ada di depannya.

Andai saja, semua yang ada di pikirannya, semua yang ada di bayangannya saat ini benar adanya, maka semua ini terlihat begitu sempurna bagi Chanyeol.

~ TBC ~

 

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “[EXO FREELANCE] (To Love You More – Chapter 7)

  1. Kapan chanyeol bisa menunjukkan kekuasaan nya lagi dan chanyeol bisa kembali ke perusahaan lagi dan mengambil apa yang menjadi milik chanyeol

  2. Wah…….siapa si y ga mau diperlakukanky gitu sama abang ceye,tpi si ceyw itu sejenis trauma apa kelainan ai,kok trkdng normal,trkdng ky bacon,eh bocah maksudnya 😀 😀 😀 Oh….Begitu toh ceritanya,jdi si Luhan itu adh Saudara tiri dari ceyw ya……Eh……Agak rumit juga ya kehidupan masa lalunya ceye.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s