[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 4)

life-story-part-3

 

Life Story

Part 4 : I Fall You Lose

Cast :

Do Kyungsoo

Kim Hyera

Jung Seorin

Byun Baekhyun

Author : Sweet Sugar

Genre : Married life, sad, romance

Rating : PG – 14

Length : Chapter

Summary :

Kesalahanku adalah memberimu harapan saat aku sendiri tak yakin bisa mewujudkannya.Sekarang aku sadar, saat aku gagal kau akan kehilangan segalanya

-Do Kyungsoo-

-0-

Kini, ruangan bernuansa putih itu terasa begitu sunyi setelah ditinggal salah satu penghuninya.Ruangan yang menjadi saksi penolakan Kyungsoo pada Hyera, kini menyisakan hening yang menyiksa

Gadis itu masih duduk diatas tempat tidurnya. Menatap kosong pada daun pintu yang masih terbuka.Sudut bibirnya tertari keatas, membentuk sebuah senyum miris yang kentara sekali penuh luka

“Kau seharusnya tidak memberiku harapan sebesar itu, jika pada akhirnya mengahancurkannya begitu cepat” bibirnya berucap lirih bersama seteses air mata yang kembali jatuh dari mata indahnya

“Kau tidak seharusnya melakukan itu Kyungsoo,kau tidak tau harapan sebesar apa yang sudah kau hancurkan dalam hatiku.Kau memberiku janji dengan perkataan manismu itu, tapi kurang dari 24 jam kau menolakku kembali” ia terisak.Menutup wajahnya dengan kedua tangan yang bergetar

Kim Hyera kembali harus menerima kenyataan pahit, tidak diinginkan dan dibuang.Lihatlah, bahkan kini Kyungsoo meninggalkannya.Bagaimana pria itu pergi tanpa mau peduli dengan hati yang sudah ia hancurkan

Hyera mulai lelah,ia mulai mempertanyakan takdir yang begitu mudah mempermainkan hidupnya.Tidak peduli sebesar apa ia berusaha bertahan, hanya rasa sakit yang selalu ia terima. Semakin lama, rasa sakit itu semakin bertambah, hingga rasanya hatinya nyaris mati rasa

“Aku hanya takut, karna terlalu terbiasa dengan perasan sakit ini. Nantinya saat kau sudah bisa mencintaiku  aku sudah berhenti mencintaimu”

Gadis itu menutup matanya,menghembuskan nafasnya dengan teratur.Mencoba menetralisir semua rasa sakit yang dirasakan, menekan keras egonya untuk menyerah.Nyaris berhasil, jika saja ingatan akan Kyungsoo yang meninggalkannya begitu saja tidak terlintas dibenaknya

Hyera membuka matanya,tersenyum pedih “Apa yang sekarang sedang kau lakukan? Dimana kau Kyungsoo?” lirihnya.Tapi ia tidak ingin tau lebih banyak lagi, mungkin saja saat ini Kyungsooo sedang menemui mantan kekasih tercintanya

Oh, terkutuklah pikiran itu.Jangan sampai kau memikirkan yang lebih jauh lagi Kim Hyera

Dibanding harus berekspektasi yang tidak jelas mengenai Kyungsoo dan Seorin, ia lebih memilih menarik diri ke tempat  tidurnya.Menarik selimut hingga leher dan memejamkan mata.Untuk saat ini,biarlah ia berhenti memikirkan Kyungsoo sejenak.Kyungsoo juga tidak pernah memikirkannya bukan,jadi untuk sejenak biarkan dia beristirahat

Lagipula Kyungsoo cukup mampu menjaga dirinya sendiri,yang harus ia pikirkan saat ini adalah bagaimana memperbaiki kembali hatinya yang sudah hancur

-0-

Pukul tujuh pagi. Jam digital yang ada dinakas kamar itu menunjukan demikian, Hyera sudah bangun sedari tadi. Gadis dengan surai hitam itu bahkan sudah rapi sehabis mandi, ia juga sudah menyiapkan sarapan

Tapi sarapan itu masih tersusun rapi dimeja makan yang ada di dapur, Hyera samasekali belum menyentuhnya. Ia malah disini sekarang, berjalan mondar-mandir dikamarnya dengan Kyungsoo. Gadis itu menggigiti kukunya dengan gelisah

Tentu saja kita tidak perlu bertanya penyebab Hyera bertingkah seperti itu. Memang apalagi yang bisa membuatnya khawatir saat ini selain suaminya. Kyungsoo belum menampakkan batang hidungnya sedari semalam, dan itu membuat Hyera khawatir setengah mati

Sejak tadi ponsel tidak lepas dari tangannya “Dimana kau sebenarnya, kenapa tidak mengangkat telpon” gusarnya, ia sudah menelepon Kyungsoo berkali-kali tapi tak satupun panggilannya yang dijawab

“Oh, seharusnya aku tidak membiarkannya pergi semalam.Seharusnya aku menahan dia agar tetap disini” gadis itu menggumam penuh sesal. Jari-jarinya terus saja mendial nomor satu diponselnya, panggilan cepat untuk Kyungsoo. Berharap namja itu segera mengangkat teleponnya

Bbrakk..

Suara pintu yang dibuka dengan keras itu sedikit membuat Hyera terlonjak. Ia segera keluar kamar,  berlari menuruni tangga dan menuju pintu dengan tergesa. Ingin mengetahui siapa kiranya yang menjeblak pintu rumahnya hingga menimbulkan bunyi yang memekakkan

Netranya yang berwarna hitam membulat terkejut mendapati Kyungsooo yang sepertinya terjerembab, namja itu terkulai di lantai dengan mata yang tertutup, membuat Hyera panik

“Kyungsoo”

Ia menghampiri suaminya, segera berjongkok hendak membantu

“Uhuk..uhuk..”  itu Kyungsoo. Namja itu terbatuk kecil, lantas membuka matanya saat dirasanya ada tangan yang membantu menopangnya berdiri

Hyera sedikit menjauhkan tubuhnya ketika indra penciumnya yang bernama hidung mencium bau alkohol yang begitu kuat dari tubuh Kyungsoo. Cukup untuk membuatnya tau jika suaminya itu menghabiskan malam dengan meneguk minuman beralkohol

“Apa yang sudah kau lakukan Kyungsoo?” Hyera bertanya pelan,tangannya bergerak memapah namja itu, membantu Kyungsoo berjalan. Tapi niatnya ditolak, Kyungsoo menepis tangannya

“Lepaskan”

Itu adalah nada ucapan paling dingin yang pernah Hyera dengar dari Kyungsoo.Ia tau, itu penolakan lagi, tapi hal itu tak lantas membuatnya patah arang dan menyerah begitu saja. Ia kembali meraih tubuh Kyungsoo yang mulai lunglai, membantunya untuk tetap sekedar berdiri

“Lepaskan!!”  Kyungsoo membentak dengan keras, kali ini namja itu sedikit mendorong tubuh kecil Hyera. Meskipun mabuk, tenaganya masih lebih  dari cukup untuk membuat Hyera terhuyuh ke belakang

“Biarkan aku membantumu, bagaimana kau akan berjalan dengan keadaan seperti itu?”  Hyera masih bersikeras. Ia menarik lengan Kyungsoo, membantunya untuk naik menuju kamar mereka. Mengabaikan Kyungsoo yang terus saja menolak perhatianya

Setelah dengan susah payah memapah Kyungsoo, Hyera membaringkan namja itu di tempat tidur. Kyungsoo masih terus meracau,bahkan saat Hyera membenarkan posisi berbaringnya. Namja itu terus menolak semua perlakuan Hyera

“Lepaskan, jangan  menyentuhku!” Kyungsoo meracau lagi, kali ini menepis tangan Hyera yang hendak menaikkan selimut. Membuat gadis itu menghela nafas

“Kyungsoo kumohon jangan seperti ini.Sekarang katakan padaku apa yang kau inginkan” pinta Hyera. Ia berdiri disamping tempat tidur, menatap nanar pada suaminya yang saat ini tersenyum sinis

“Yang kuinginkan? Kalau begitu biar kukatakan padamu. Seorin, aku ingin Jung Seorin. Kau bisa mengabulkannya?”

Hyera memejamkan matanya penuh kesakitan. Ia benar-benar mulai membenci wanita itu sekarang. Meskipun akal sehatnya sepenuhnya sadar bahwa yang pantas dibenci bukan wanita itu melainkan Kyungsoo sendiri. Otaknya berusaha menjejalkan jika ia juga bersalah atas semua kekacauan ini. Tapi bahkan saat mata hitam sepekat malam itu terbuka kembali, sugestinya tidak berhasil

Dirinya memang bukan orang yang harus bertanggung jawab sepenuhnya atas kekacauan ini. Memang siapa yang bisa dipersalahkan atas semua hal yang sekarang terjadi?  Mereka sama-sama mempunyai andil bukan?

“Sudahlah, aku akan mengambilkan obat dan air putih untukmu” ucap Hyera dingin. Ia pergi dari sana meninggalkan Kyungsoo dengan perasaan muak dan kecewa

Well, ia hanya berusaha bersabar dan menahan egonya. Pergi adalah hal terbaik yang bisa ia lakukan saat ini, karna jika terus berada disana tidak ada yang bisa menjamin bahwa ia tidak akan melakukan apapun. Ia bisa saja menampar Kyungsoo karna perkataan yang keluar dari mulutnya, itu benar-benar  hal yang sangat mungkin terjadi. Dan ia tidak ingin menyesal

Beberapa saat kemudian gadis itu kembali dengan nampan berisi obat, air putih dan bubur. Hyera meletakkan nampan itu diatas meja. Tangannya meraih obat dan air putih dalam diam, menyodorkannya pada Kyungsoo namun…

Prangg…

Gelas kaca itu berakhir dengan terhempas kelantai marmer. Menyisakan serpihan-serpihan kecil yang  tak berbentuk dan tersebar secara acak

Hening

Kyungsoo menatap pecahan kaca itu dengan nafas terengah

“Sudah kubilang jangan perduli padaku. Kenapa kau masih saja peduli setelah semua yang kulakukan !” bentaknya

Hyera mengepalkan kedua tangannya kuat. Cukup. Ia sudah diambang batas kesabarannya

“Kuharap setidaknya kau memakan bubur ini jika kau tidak mau meminum obatnya”  ucapan dingin itu keluar bersamaan dengan Hyera yang menyodorkan mangkuk berisi bubur pada Kyungsoo

Tapi pemberian itu kembali ditolak oleh si empunya hak. Kyungsoo kembali melempar bubur itu kelantai

“Aku tidak ingin itu semua. Apa kau tidak mendengarku?!”

“Lalu apa yang kau inginkan!”  itu Hyera. Gadis itu berteriak dengan tatapan tak habis pikir pada Kyungsoo. Nafasnya terengah, akibat dari menahan emosi yang saat ini serasa mendidih di ubun-ubun dan siap meledakkan kepalanya

“Aku sudah mengatakan padamu, yang kuinginkan hanya Jung….”

“Apa?!  Sekarang kau ingin mengatakan kau menginginkan Jung Seorin, begitu? Sebenarnya apa yang kau lihat darinya. Sadarlah Kyungsoo, sebesar apapun kau menyimpan perasaan padanya dia tidak akan pernah menjadi milikmu. Dia sudah menikah dan kau tidak bisa merubah fakta itu!”

“Tidak bisakah kau menyadari bahwa aku yang melakukan semua ini untukmu. Kau sadar Kyungsoo? Aku yang melakukan semua ini untukmu, bukan Jung Seorin. Aku yang melakukan semua untukmu, aku, Kim Hyera. Jung Seorin tidak akan bisa melakukan semua hal yang kulakukan untukmu, dia tidak akan pernah melakukan semua ini untukmu!!”

“Dia bisa”  ketus Kyungsoo dengan nada dingin. Ia mengangkat kepalanya, menatap Hyera dengan tatapan dinginnya

“Dia bisa. Seaindainya kalian tidak menyuruhnya pergi secara paksa, seandainya kau tidak mengacaukan segalanya, dia yang akan melakukan semua ini untukku. Dia bisa, Kim Hyera”

Hyera tersenyum, senyum yang penuh kemirisan  “Kau menyalahkanku kan?” tanyanya

“Kau benar, aku yang menyebabkan semua ini. Akulah yang menghancurkan hidupmu, aku yang membuat kau dan dia menderita. Benar, semua memang salahku” Hyera berucap lirih.Kakinya yang menapak tepat disamping tempat tidur mundur kebelakang dengan sedikit terhuyun, seolah ia tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja dikatakan Kyungsoo

Ia menundukan kepalanya, membuatnya rambut panjangnya menjuntai menutupi wajah. Kakinya melangkah kebelakang dengan teratur. Hingga saat pungungnya menyentuh pintu, Hyera membalikkan badannya. Tubuh kecilnya menghilang dibalik pintu bercat putih yang kini tak luput dari tatapan tajam Kyungsoo

Hyera, gadis itu kini menyandarkan tubuhnya di balik pintu. Tangannya yang masih memegang kenop pintu terangkat menyentuh dadanya. Matanya yang dilindungi bulu mata lentik itu berkedip beberapa kali, mencoba menahan rasa panas yang bisa membuat netranya mengeluarkan air mata. Mencoba menahan rasa sesak yang sekarang seolah akan membunuhnya. Hyera bahkan menepuk rongga dadanya kuat-kuat, berpikir bila itu bisa meloloskan rasa sakit. Ia berjanji dengan dirinya sendiri saat ini, bahwa ia tidak akan menangis lagi karna rasa dicampakan. Hyera mengatakan pada dirinya sendiri untuk menjadi kuat, karna tidak ada yang bisa ia dapatkan dengan menjadi wanita lemah. Entahlah apa itu akan berhasil atau tidak

Tubuhnya berjongkok dengan perlahan didepan pintu. Sudut bibirnya tertarik berusaha memunculkan senyum sinis, tapi  alih-alih membentuk senyum sinis sudut bibir itu malah mengukir senyum menyedihkan

“Sadarkan dirimu Kim Hyera, yang dikatakan Kyungsoo memang adalah kebenaran. Kau menghancurkan hidupnya, kau membuatnya dan Seorin terpisah. Karna dirimu Kyungsoo harus menjalani semua hal yang memuakkan. Sadarlah Kim Hyera, kau tidak perlu tersinggung dengan kata-katanya”  ucap gadis itu lirih

Ia menggigit bibirnya kuat bersamaan dengan tangannya yang meremas bajunya sendiri. Oh tidak, matanya mulai memanas mengingat semua kenyataan yang baru saja dia ucap sendiri

“M..maaf”  kali ini pita suaranya menciptakan bunyi yang terlampau lirih. Bukan karna benda itu mulai kehilangan fungsinya, tapi lantaran si empunya suara mulai kehilangan pengendalian diri

“Aku membuat kau melepas orang yang kau cintai. Karna aku, kau harus hidup dengan seseorang yang tidak kau cintai”

Setetes…dua tetes…tiga tetes…

Air mata itu turun tanpa bisa Hyera cegah. Kepalanya semakin tertinduk dalam, hingga akhirnya menyentuh lutut. Ia menyembunyikan kepalanya disana,  tidak ingin menunjukan pada dunia tentang betapa lemah dirinya jika berhubungan dengan Kyungsoo

“Hiks..aku mengacaukan semuanya,segala hal yang mungkin sudah kau rencakan dengannya. Aku merampas semua hal yang seharusnya menjadi milik Seorin. Aku membuatmu menjalani hidup dengan tidak baik”

“Karna aku kau menderita,  karna aku juga wanita itu menderita,aku sudah membuat kalian hidup dengan rasa sakit. Aku menghancurkan mimpimu,merampas kebahagianmu dan kebahagiannya….”

Hyera kembali terisak. Ia bahkan harus membekap mulutnya agar Kyungsoo tidak mendengar suara isakannya

“Tapi bagaimana dengan diriku..aku juga tidak bahagia sekarang. Aku juga hidup dalam rasa sakit, aku ingin berhenti mencintamu tapi aku tidak bisa. Kyungsoo seandainya kau tau, aku ingin bisa membantumu untuk kembali bersamanya tapi aku tidak tau caranya. Jadi egoiskah aku jika berharap diri inilah yang suatu saat nanti bisa membuat kau mendapat kebahagiaan”

Kesedihan itu tidak bisa ia bendung lagi. Semua usaha yang ia lakukan tidak ada gunanya, perjuanganya sia-sia. Bahkan hal paling kecil yang berusaha ia raihpun nyatanya tidak terjangkau, seolah takdir memang sudah merancang skenario paling buruk untuknya

-0-

Kini hanya hamparan rumput hijau itu yang bisa Hyera tatap. Suasana hening dan sepi itu kini berperan banyak dalam menenangkan pikirannya

Setelah insiden menangis tanpa diketahui, Hyera memang meninggalkan Kyungso sendiri dirumah dan memilih pergi ke tempat ini. Ia butuh suasana tenang untuk merasionalkan akal sehatnya kembali. Dan tempat ini adalah satu-satunya yang terlintas dipikirannya saat itu

Padang rumput hijau dengan satu pohon mapel besar yang tertanam kokoh. Tempat menenangkan diri yang memang sangat cocok untuk orang dengan jalan hidup melankolis sepertinya, tapi agaknya sudah tidak berlaku untuk Hyera

Buktinya, bukannya mengembalikan kerasionalan akal sehatnya. Otaknya kini malah merencanakan rencana yang  luar biasa tidak masuk akal. Bagaimana jika ia mendekatkan Kyungsoo dengan Seorin? Mendekatkan suaminya pada wanita lain, hah otak Kim Hyera pasti sudah tidak sehat. Matanya menatap lurus pada hamparan rumput hijau, dan saat netranya menemukan objek berupa manusia berjenis kelamin perempuan, sudut bibirnya tertarik keatas

Lihatkan bagaimana cara takdir menunjukan jalannya. Sekarang saat ia sedang berpikir apakah akan lebih baik berusaha menyatukan Kyungsoo dan Jung Seorin, takdir memberikan petunjuk dengan caranya. Jung Seorin kini berdiri beberapa meter dihadapannya, bukankah kebetulan yang menarik? Seolah semua memang sudah berjalan sebagaimana semestinya

Hyera bangkit dari duduknya, sekiranya Kyungsoo tak bisa bahagia dengannya maka ia akan merelakannya bahagia bersama orang lain

-0-

Jung Seorin hanya bisa menatap tak mengerti pada wanita yang kini duduk disampingnya. Pertemuan tak terduga yang terjadi di antara keduanya, dan Hyera yang samasekali tak bersuara membuat suasana terasa begitu aneh

“Hyera-ssi?”  Seorin sudah tidak tahan dengan suasana canggung yang tercipta di antara mereka, jadi ia berinisiatif membuka pembicaraan terlebih dahulu

Hyera yang merasa terpanggil menolehkan kepalanya, ia tersenyum   “Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku mengajakmu bicara seperti ini?”

Seorin mengerutkan alisnya bingung “Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan? Maafkan aku tapi sebenarnya aku harus segera menjemput putriku sekarang” Seorin sudah hampir beranjak jika saja Hyear tidak menahan tangannya

“Tolong katakan padaku apakah kau masih menyimpan sedikit saja perasaan pada Kyungsoo?”  Hyera bertanya dengan menundukkan kepalanya, menyembunyikan raut wajahnya yang entah sudah seperti apa. Heol, ia sedang menanyakan tentang perasaan pada mantan kekasih tercinta suaminya. Bisa jadi segila apalagi Kim Hyera sekarang

Namun alih-alih mendapat jawaban, yang didengarnya justru tawa menghina yang berasal dari wanita di hadapannya. Hyera mengangkat kepalanya, menatap Seorin yang kini juga menatap datar padanya

“Apa kau sedang berusaha menawarkan suamimu padaku sekarang?” Pertanyaan itu meluncur dengan nada yang begitu dingin,membuat Hyera tidak bisa mengatakan apa-apa. Ia hanya bisa diam ketika Seorin kembali mendudukkan diri disampingnya, menatapnya dengan tatapan tajam

“Kau tidak bisa melakukan ini Kim Hyera. Aku…hanya menjadi bagian dari masalalu Kyungsoo, aku hanya seseorang yang pernah singgah dalam cerita kehidupannya bertahun-tahun silam. Dan sekarang aku hanya akan menjadi bagian dari ingatan, tidak lebih dari itu”

Hyera tersenyum pahit  “Tapi nyatanya ingannya tentang dirimu berpengaruh begitu banyak dalam kehidupannya. Bahkan aku, seseorang yang berdiri secara nyata disampingnya tidak mampu menggantikanmu yang hanya bagian dari ingatannya saja”  balas Hyera, kini mata indah itu kembali berair

Seorin menghela nafasnya berat  “Itu bukan sesuatu yang bisa kukendalikan. Dan  aku tidak tertarik dengan bagaimana kehidupan rumah tangga kalian, jadi tolong jangan libatkan aku dalam hal ini. Aku punya kehidupanku sendiri, ada suami dan seorang putri yang sangat kucintai dan aku tidak ingin salah satu dari mereka terluka”

Hening

“Benarkah tidak ada sedikit saja perasaan yang tersisa, apakah yang kau katakan adalah sebuah kejujuran?”  Hyera menatap tepat dimanik mata Seorin, mencari barang ada kebohongan disana. Tapi tidak ada yang bisa ia dapati selain wajah wanita itu yang mengeras

“Benarkah kau bertanya hal ini padaku, kau bertanya pada seseorang yang pernah sangat mencintai suamimu?  Kau sadar apa yang sedang kau tanyakan Hyera-ssi?”

“…”

“Perasaan itu pasti masih ada, meskipun begitu sedikit tapi pasti masih ada perasaan yang tersisa. Dia pernah menjadi seseorang yang membuatku bahkan rela memberikan nyawaku untuknya, dan kau pikir akan mudah melupakan semuanya begitu saja?  Bahkan jika tahun-tahun telah berlalu perasaan itu tidak akan terhapuskan begitu saja. Tapi kau tidak akan tau sesulit apa kehidupan yang aku jalani karna dirinya, kau tidak akan mengira seberapa besar penderitaan yang harus kutanggung karna pernah mencintainya. Dan sekarang, tidak peduli apakah namaku masih ada dalam sudut ingatannya atau tidak, semua itu tidak akan merubah realita jika aku bukan lagi siapa-siapa dalam hidupnya. Sekarang aku dan dia punya kehidupan masing-masing, aku punya suami dan aku mencintai suamiku. Dan kau, kau adalah istrinya. Kaulah yang harus berada disampingnya dan memberinya kebahagiaan, tidak peduli bagaimanapun itu kaulah yang harus melakukannya. Jadi jangan lagi berpikir untuk menawarkan suamimu pada wanita lain”

Setelah mengatakan itu, Seorin berdiri.Sebenarnya menyembunyikan reaksi tubuhnya akibat pembicaraan berlebih tentang Kyungsoo. Ia benar-benar ingin beranjak dari sana tapi lagi-lagi Hyera menahannya dengan pertanyaan yang kali ini serasa menusk ulu hatinya hingga berdenyut sakit

“Kalau begitu katakan padaku apa yang harus kulakukan Seorin-ssi, apa yang harus kulakukan agar ia bisa melihat kearahku?  Apa yang pernah kau lakukan untuknya?”

Seorin mengepalkan tanganya kuat  “Kau tidak perlu tau. Ada begitu bayak hal terjadi antara kami yang tidak kau ketahui. Dan jangan mencari tau, percayalah padaku mengetahuinya hanya akan membuatmu semakin terluka hingga mungkin tidak bisa memaafkanya”

Dan ia pergi, setelah mengatakan hal ambigu yang semakin membuat Hyera bingung

-0-

Kini audi berwarna hitam itu terparkir rapi di basement sebuah gedung perusaan besar atas nama Dream Sky Company. Wanita yang mengemudikan mobil itu keluar dengan terburu, wanita yang sama yang baru saja menemui istri dari mantan pria terkasihnya. Jung Seorin

Tubuh yang dibalut Dress putih sederhana sepanjang lutut itu berjalan dengan sedikt lunglai, reaksi tubuhnya setelah bertemu dengan seorang Kim Hyera  ternyata lebih dari apa yang pernah ia bayangkan. Seluruh anggota tubuhnya bergetar hebat sampai kakinya bahkan merasa tidak sanggup lagi berpijak

Air mata itu terasa tidak bisa lagi ia tahan saat netranya mendapati sosok pria yang kini berjalan tergopoh kearahnya. Seorin tidak bisa lagi membendung perasaannya ketika Baekhyun datang dan langsung memeluknya, seolah mengerti dengan derita seperti apa yang ia rasakan

“Gwenchana, gwenchana aku disini. Aku ada disni untukmu, semua akan baik-baik saja”

Seorin semakin tidak bisa membendung tangisannya saat pria itu mengusap kepalanya dengan penuh kelembutan. Ia meremas bahu pria itu yang kini semakin mengeratkan pelukannya

“Hiks..aku bertemu dengannya Baekhyun, aku bicara pada Kim Hyera. Aku hampir saja mengatakan semuanya. Apa yang kulakukan, aku sudah berbuat kesalahan besar”  ia semakin terisak, tidak memberikan Baekhyun pilihan selain memeluknya dengan rasa pengertian

Sejujurnya hati Baekhyun sakit saat melihat Seorin lagi-lagi menangis karna hal yang berhubungan dengan mantan kekasihnya, sebagian harga dirinya terluka. Tapi ia juga tidak ingin menjadi begitu egois. Pria itu tau lebih dari siapapun bahwa saat ini yang dibutuhkan istrinya adalah seseorang untuk tempatnya bersandar,bukan seseorang yang akan menabur garam diatas luka

Lagipula sejak awal ia memang ia sendiri yang meyakinkan istrinya untuk percaya bahwa ia bisa menerima bagaimanapun keadaan Seorin. Meskipun ia tau bagaimana masalalu wanita yang kini ada dipelukannya, dirinya sendiri tidak mempermasalahkan semua itu. Semua orang punya masa lalu, terlepas apakah itu adalah hal paling suram dalam kehidupannya sekalipun, semuanya sudah terlewat.I tu yang dia percayai

Dan lagi, satu-satunya kesalahan Jung Seorin di masalalu hanyalah terlampau mencintai pria yang salah

-0-

Teriknya matahari Seoul nampaknya sama sekali tak berpengaruh bagi seorang Kim Hyera, nyatanya kini wanita itu malah berjalan santai di bawah terik matahari yang menggantung tinggi di langit Seoul di banding naik taksi atau bus untuk mengantarkannya kembali pada rumah

Bukan tanpa alasan, perbincangannya dengan Seorin beberapa saat lalu masih menyisakan banyak tanda tanya di kepalanya. Ia kira semuanya akan menjadi jelas jika ia bicara pada mantan  kekasih suaminya itu, tapi anggapannya salah besar

Kini bukannya memuaskan rasa penasarannya, perbincangan itu malah menimbulkan semakin banyak pertanyaan dalam benaknya. Baik Seorin maupun Kyungsoo, mereka berdua sama-sama bersikap kelabu membuat Hyera sulit melihat kenyataan yang terjadi. Tapi wanita itu cukup yakin jika dua manusia itu menyimpan sesuatu tentang hubungan mereka, yang nampaknya dirinya tidak boleh tau apa itu

Hyera mengurut pelipisnya pelan, semua permasalahan hidupnya membuat kepalanya pening. Wanita itu menolehkan kepalanya ke kanan mencoba mencari tempat untuknya bisa beristirahat sejenak. Matanya menyipit begitu netranya menangkap siluet anak kecil yang beridiri di depan sebuah taman kanak-kanak

Ia tau siapa itu, itu Byun Nari. Putri Seorin dan Byun Baekhyun, gadis kecil itu nampak memainkan kakinya dengan raut bosan membuat Hyera berjalan begitu saja ke arahnya. Seingatnya tadi Seorin mengatakan harus menjemput putrinya, dan ini sudah dua jam sejak perbincangan mereka berakhir. Jadi kenapa kini anak itu malah ada disini sendirian tanpa ada siapapun disampingnya

Hyera berhenti sejenak, netranya menatap Nari lekat-lekat dan sebuah ide gila kembali singgah di kepalanya. Jika ada yang berpikir bahwa perbincangannya dengan Jung Seorin sudah merubah tekadnya untuk mendekatkan wanita itu dengan Kyungsoo, maka itu salah besar. Perbincangan dengan Seorin memang sedikit banyak membuka matanya tapi ia sudah mengambil keputusan dan tidak akan semudah itu merubah keputusannya karna orang lain. Bukan hal yang mudah memutuskan untuk mendekatkan suaminya sendiri pada wanita lain, dan saat ia sudah mantap dengan keputusan itu maka ia akan benar-benar melakukannya

Karna saat Kyungsoo gagal dengan perasaannya, Hyera juga telah kehilangan harapannya pada pria itu

TBC

JJeeng…jeng..author ini datang lagi..

Okeh disini aku mau minta maaf karna ff ini yang ngaret banget, udah berusaha secepat mungkin nge-post  tapi sumpah real life bener-bener butuh perhatian. Sebulan ini beneran full sama berbagai tetek bengek ujian.

Maklum kok kalau udah gak ada yang inget, tapi semoga masih ada yang mau baca deh ya muehehehe…

Okeh, itu aja doa kan semoga author segera mendapat inspirasi dan waktu jadi bisa post chapter selanjtnya secepat mungkin bye..bye

With Love,

Sweet Sugar

 

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Life Story (Chapter 4)

  1. Huhu keselnnihh pernikahan kan sesuatu yang sakral dan bukannya mudah untuk di pisahkan begitu sajaa tapi knp hendak memisahkan sebuah pernikahan semudah membalikann telapak tangannn.. huhu ijin baca yaa , semngatt for the next chapter!!

  2. Thor, tanggung jawab lu udah bikin gue nangis dan penasaran thor karna baca ini. Tanggung jawab ga lu, Pokonya harus tanggung jawab. Lanjut terus ceritanya, gue tunggu selalu. :”” T_T

  3. Thoor nunggu bgt chapter ini serius T..T kyungsoo gt amat sih yaampun gemes bgt, hyera emang wajar sih kalo capee bgt sama kyungsoo yg begitu terus. Ga sabar nunggu kyungsoo nyesel entah karna hyera kecelakaan kritis atau apa atau karna hyera pergi dan ga cinta kyungsoo lg tp prefer buat hyera kritis aja sih thoor hehe lbh bapeerrrr

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s