[EXOFFI FREELANCE] Lost (Chapter 2)

lost1.jpg

TITTLE:LOST(CHAPTER 2)

AUTHOR:Annasola

LENGTH:Chaptered

GENRE:Sad,Romance,Fantasy

RATING:PG-15

MAIN CAST:XIUMIN,OC

ADDITIONAL CAST:Just find it…

Disclaimer:cerita ini pernah di publish di akun wattpad pribadiku dan juga di sini

https://exokingdomff.wordpress.com/2016/12/10/freelance-lost-chapter-2/

[2]

***

“kau bisa mengulang segalanya,asal kau tidak serakah”

“kau hanya boleh memilih satu saja Kim joori”

***

Seoul,2016

***

Salju pertama turun tepat di hari upacara pemakaman Minseok. Upacara pemakaman yang biasa saja seolah olah tidak ada orang yang akan datang.Hanya ada tiga orang pria yang berdiri di pojok ruangan.Berbaris rapi dengan tatapan yang tak dapat diartikan.Mereka memakai setelan jas hitam dengan pita di lengan kanannya,menandakan mereka adalah anggota keluarga yang ditinggalkan.Salah satunya adalah pria mungil yang memberikan surat kepada Joori di Rumah sakit,yang mengaku bernama Baekhyun.

Baekhyun berdiri paling dekat dengan dupa,lalu di sebelahnya berdiri seseorang dengan rambut gelap dan terus menunduk lalu di sebelahnya lagi pria dengan wajah pucat dan rambut pirang.Entah ekspresi apa yang coba mereka sampaikan.Itu tidak seperti mereka kehilangan saudara atau orang yang mereka sayangi.Tidak ada tangisan,tidak ada wajah berduka,mereka hanya mengeluarkan ekspresi yang membuat orang bingung.Mereka semua tahu kenapa Kim minseok mati,dan mereka seakan akan tidak masalah dengan itu semua.

Tapi Kim joori punya masalah.Dan masalah ini lebih dari sekedar perasaannya.

Kim joori masuk ke ruangan dimana dupa untuk Minseok berada.Dan ia langsung disuguhi pandangan aneh dari ketiga pria yang sedang berdiri di pojok ruangan.Matanya sudah berat karena air mata yang menumpuk di kelopak mata.Tidak,dia tidak menangis karena kematian Minseok.Dia menangis karena merasa dibodohi oleh pria itu.Meskipun ia wanita murahan dan sedikit tidak waras,Joori tidak ingin sesuatu yang gila ini terjadi.Hal yang dilakukan Minseok selalu saja gila,dan Joori tak pernah punya kesempatan untuk membantah atau menolaknya.

“Jangan menangis!”ujar pria pucat berambut pirang.”Kau akan kena sial kalau menangis disini”lanjutnya.

Joori mengangkat wajahnya,menatap pria itu seakan meminta jawaban.Tapi yang menjawab malah si mungil baekhyun.

“Minseok hyung akan senang bila ada yang seseorang yang menangisinya.”

“Seperti yang kau dengar dari ceritanya,Minseok hyung sangat terobsesi pada bunuh diri”tambah si rambut gelap yang terus menunduk.”Tapi dia lebih terobsesi padamu”.

Joori sedikit mengernyitkan dahinya saat mendengar pria itu bicara.Logat dan pelafalannya agak asing ditelinganya.Meskipun bingung dan agak penasaran tapi dia manahan diri untuk bertanya.Joori hanya melakukan penghormatan terakhirnya untuk Kim minseok.Membakar dupa lalu membungkuk.Dan melakukan hal yang sama pada tiga orang itu.Saat Joori hendak keluar,Baekhyun menahannya.

“Apa?”tanyanya.

“Aku akan menjelaskan semuanya padamu setelah ini”.

“Tidak perlu,aku tidak apa-apa”.

“Ini bukan untukmu saja,tapi untuk kami juga.Kau harus tahu semuanya dan aku memohon padamu untuk mendengarkan aku nanti”Baekhyun menunduk sedikit”kumohon”lanjutnya tanpa melihat Joori.

“Baiklah,aku akan mendengarkanmu nanti”Joori mencoba bernafas pelan.Ini sungguh menyesakan.”Sekarang,bolehkah aku pergi?aku butuh udara segar,permisi”ucapnya sambil lalu.

***

Sudah hampir tengah malam dan Joori masih setia menunggu Baekhyun di bangku taman rumah Minseok.Tangannya sudah hampir mati rasa.Sepanjang waktunya dia hanya sibuk memikirkan perasaannya sendiri.Perasaanya yang tiba tiba sangat berat saat tahu Minseoklah orang yang menyelamatkan hidup adiknya.Dia sudah menangis diam diam sepanjang malam.Bahkan ia berbohong pada Jongdae kalau dia menagis karena bahagia.Kim joori tidak tahu perasaan yang ia miliki pada Kim minseok sebesar ini.Rasanya sangat sesak saat ia mencoba menarik nafasnya walaupun perlahan.Padahal ia tidak pernah mengakui Minseok sebagai orang yang ia cintai,namun ia tidak bisa mengelak bahwa Minseok adalah orang yang sangat berarti dalam hidupnya.

“Kau sudah datang?”tanyanya pada Baekhyun yang tiba-tiba ikut duduk disebelahnya.

“Aku tahu Minseok hyung pasti membuatmu bingung,itu memang keahliannya.Dia terlihat seperti orang waras tapi pada kenyataannya dia..”

“Gila”lanjut Joori singkat.

Baekhyun menggeleng”Dia tidak gila”

Joori memutar kepalanya mulai bosan.

“Sebenarnya apa yang ingin kau katakan?”tanyanya ketus pada Baekhyun.

“Baiklah aku akan langsung saja jadi….”

“Kau memang harus langsung mengatakannya dari tadi sialan!kau…kau..apa kau tahu sekarang aku sedang berusaha mati-matian menahan air mataku?si berengsek itu meninggalkanku saat dia berjanji akan selalu ada untukku”meskipun Joori bilang pada Baekhyun ia sedang berusaha mati-matian menahan air matanya,nyatanya ia sudah menangis terisak kini.

“Jongdae selalu menanyakan kemana Kim minseok?kenapa dia tidak datang saat hari operasinya?kenapa ia belum mengunjunginya lagi?”

Joori makin terisak saat ia berbicara tentang Jongdae.Dia masih berpikir apa yang harus ia katakan pada adiknya itu?apa yang akan Jongdae rasakan saat tahu orang yang memberinya jantung adalah Minseok hyungnya?.Memikirkannya saja sudah membuat Joori merasa frustasi dan marah.Baekhyun menepuk-nepuk bahu Joori pelan mencoba menenangkan.

“Boleh aku lanjutkan perkataanku?”tanyanya.

“LANJUTKAN SAJA!!!!KENAPA KAU DARI TADI HANYA DIAM DAN TIDAK MENGATAKAN APAPUN?”Bentak Joori yang membuat Baekhyun sedikit memundurkan badannya.Ia menarik nafasnya perlahan sebelum melanjutkan apa yang ingin dikatakannya.

“Kau bisa merubah segalanya.Tapi kau harus memilih.Kau tidak boleh serakah”

“Jangan berbicara omong kosong!dan satupun aku tidak mengerti apa yang kau katakan!!”

Bukannya menanggapi perkataan Joori Baekhyun malah berdiri.

“Ikut aku!”serunya dengan kepala yang memiring.

“Kemana?aku sudah lelah”

“Ikut aku atau kau akan menyesal selamanya”.

“Sudah terlalu banyak penyesalan dalam hidupku,kurasa tak masalah jika bertambah satu”.

“Kau akan benar benar menyesal jika kau tidak ikut Kim joori-ssi”.

Seseorang yang bukan Baekhyun menyela perkataanya.Dan Joori sadar itu adalah pria berambut gelap dengan aksen aneh yang terus menunduk tadi.

“Bukan hanya kau yang ditinggalkan disini,Minseok hyung juga meninggalkanku,Baekhyun dan sehun”.

“Hyung,masuklah!aku yang akan membawanya”.

“Pastikan kau membawanya atau aku yang akan menyeretnya dengan tanganku sendiri”.Pria itu meninggalkan Baekhyun dan Joori dengan langkah yang diseret.

Saat ia akan berusaha untuk meyakinkan Joori lagi,Baekhyun malah melihat wanita itu menunduk,bahu mungilnya bergetar.Dan tak usah berlama lama untuk tahu bahwa gadis itu sedang menangis.Baekhyun berjongkok didepannya lalu mengangkat dagunya.

“Ikut aku?ok?”tawarnya lembut.

***

Semuanya baru dimulai dari detik ini,tak ada jalan kembali kecuali kau sudah menyelesaikan segalanya.Hanya ada satu hal yang harus kau ingat,kau hanya boleh memilih satu pilihan.

***

|

|

|

***

Suara bayi terdengar jelas dari rumah minimalis yang tampak sederhana namun hangat.Rumah yang hanya dihuni oleh keluarga yang memiliki kasih yang hangat.Kehangatan itu serasa terpencar kesegala arah dari celah celah rumah itu.Kehangatan yang membuat air mata Joori-yang entah kenapa bisa berada disana-jatuh.Seingatnya tadi ia berada di taman bersama Baekhyun lalu mengikuti Baekhyun yang mengajaknya entah kemana.Dan tiba tiba ia sudah berada di depan rumah penuh kehangatan itu.Ya tuhan ia benar benar merindukan kehangatan sebuah keluarga.Ia langsung teringat pada kakaknya dan otomatis mengingatkannya lagi pada Kim minseok.Dan tanpa sadar ia sudah menangis terisak didepan rumah orang.

“Agasshi?kau sedang apa?apa kau menangis?kenapa kau menangis?apa kau tidak kedinginan berdiri disana seperti orang bodoh?”seorang pria muda tiba tiba muncul didepannya.Membuat Joori mau tidak mau berhenti menangis.

“Aku tidak apa-apa,aku hanya sedang merindukan keluarga yang hangat seperti yang ada dirumah itu”ujarnya jujur.

“Kalau begitu kau ikut saja ke rumahku,kebetulan sedang ada pesta kecil untuk menyambut anaku yang baru lahir,ayo”ajak pria itu ramah.

Namun Joori menggeleng,dia tidak mau menggangu keluarga yang hangat itu dengan kehadirannya yang entah dari mana ini.

“Tidak terimakasih”

“Ayolah istriku pasti senang kalau ada lebih banyak orang,dia memasak banyak hari ini”

“Tapi tetap saja aku tidak kenal kalian dan kalian tidak mengenalku,aku akan tidak merasa tidak nyaman saat baru bertemu orang baru”

“Yeobo!!!!!!!!!!!!!!!kau sedang apa?”seorang wanita cantik keluar dari rumah itu,menatap suaminya lalu beralih menatap Joori.

“Agasshi apa yang kau lakukan di tengah cuaca dingin ini?”tanyanya.

“Dia sedang mengintip rumah kita,dia bilang dia saat dia melihat rumah kita dia merindukan keluarganya,jadi aku mengajaknya masuk saja.Bolehkan?”

“Tentu masuklah agasshi,aku memasak banyak sekali masakan hari ini,ada para teteangga juga kau tidak perlu sungkan”.

Joori tetep menggeleng namun pasangan suami istri itu tetap bersikeras mengajaknya masuk.Dan Joori pun akhirnya mengalah.

Saat ia memasuki rumah itu,ia sangat kaget karena ternyata ada banyak orang yang juga ada di rumah itu.Orang-orang yang rata rata adalah ahjumma.Para ahjumma itu saling gemas dan berebutan menggendong seorang bayi manis dengan pipi penuh.

“Dia lucukan?”tanya istri dari pria yang mengajaknya masuk itu.

“iya,sangat lucu.Siapa namanya?”

“Minseok,namanya Kim minseok”jawab sang ayah.

“Min…seok?”ulang Joori

“Kenapa?kau terlihat kaget setelah mendengar nama anak kami”

“a..itu..sama seperti nama temanku”

“o..begitu,ya sudah cepat duduk dan makan”

“baiklah,aku akan makan”

Sebelum makan Joori malah mengitari ruangan itu dengan bola matanya,awalnya ia merasa biasa saja.Namun tatapannya jatuh pada sebuah kalender yang tergantung di dinding.

1990,Maret”Ujarnya pelan.

Dan ia tiba tiba berada di ruangan dimana ada baekhyun disana.

“Kau sudah kembali?sekarang biarkan aku bertanya..apakah…”

To be continued………..

***

Author’s note…..

Hahahhahahahahahaha

Ada yang nunggu kah?

Mungkin tidak

Gak papa lah yang jelas aku akan menyelesaikan apa yang telah kumulai

Aku bakal nyelesain ff ini walaupun gak ada yang baca sama sekali

Yang penting bereshahahahah

Iklan

Satu pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Lost (Chapter 2)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s