GIDARYEO – 4th Page — IRISH’s Tale

irish-gidaryeo-2

GIDARYEO

| Kajima`s 2nd Story |

|  EXO Members |

| OC`s Lee Injung — Kim Ahri — Park Anna — Maaya Halley — Byun Injung — Lee Jangmi |

|  Crime  — Family — Fantasy — Melodrama — Romance — Supranatural — Suspense  |

|  Chapterred  |  Rated R for violence and gore, language including sexual references, and some harsh words and/or action   |

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2017 © Little Tale and Art Created by IRISH

Show List:

Teaser Pt. 1Teaser Pt. 2Teaser Pt. 3Teaser Pt. 41st Page2nd Page3rd Page

♫ ♪ ♫ ♪

Previous Chapter

“Lepaskan aku!”

“Kami tidak menculiknya. Dia adalah orang yang kami kenal, hanya saja… dia sedang berpura-pura lupa.”

“Kalian jelas menculiknya!”

“Julie? Kau baik-baik saja?”

“Pergi dari sini! Mereka bukan manusia!”

 “K-Kalian…”

♫ ♪ ♫ ♪

In Anna’s Eyes…

“K-Kalian…”

Aku belum menemukan kalimat yang tepat untuk menggambarkan apa yang aku pikirkan sekarang saat kulihat Sehun sudah melempar pandangan ke arahku.

“Apa yang ia katakan? Tugasmu untuk menerjemahkannya, bukan bergosip dengannya.” satu kalimat dingin Sehun ucapkan.

“Maksudmu apa? Jika mereka bukan manusia… lalu apa?” mengabaikan rasa takut yang mulai hinggap, aku justru memberanikan diri untuk bertanya pada Julie.

“Mereka bukan manusia… Dan mereka bisa membaca pikiranmu! Pergi dari sini! Sebelum kau terjebak dalam masalah!”

Nafasku tercekat kala mendengar ucapan Julie. Dua orang ini? Bukan manusia?

“Tapi bagaimana dengan—”

“—Mengapa kalian berdua terus bicara seolah aku dan Kai tak ada di sini?” lagi-lagi Sehun angkat bicara.

“Lagipula kami sama-sama mendengarnya. Untuk apa kalian berbalas kata dengan bahasa asing?” Kai menambahkan.

Menyadari bahwa dua orang di hadapanku telah membeberkan jawaban atas pertanyaan yang membuatku merasa bingung, aku akhirnya sadar kalau mereka benar-benar bukan manusia, seperti ucapan Julie.

“Lari!”

Aku tersentak saat mendengar Julie berteriak. Sekali lagi kuperhatikan penampilan mengerikannya—melihat seseorang diikat dengan pakaian berantakan sungguh jadi pemandangan mengerikan bagiku—sebelum aku akhirnya berbalik dan—

“Kau mau pergi kemana, Anna?”

—aku sadar aku telah terjebak.

Kai berdiri di hadapanku, melempar sebuah senyum ramah sementara aku tahu dia tidak seramah yang aku bayangkan.

“Kalian bukan manusia…” tanpa sadar aku berucap.

Alis Kai terangkat sedikit, sebelum ia kemudian tersenyum tipis.

“Memang, lantas mengapa? Kami tidak boleh ada di sini?”

Melihat reaksi tenang Kai—yang berbanding terbalik dengan keadaanku sekarang—aku justru semakin merasa takut.

“Aku… Aku harus pergi.”

Tepat setelah mengucapkan kalimat itu—dengan penuh keberanian, tentunya—aku paksakan kakiku untuk melangkah ke arah—

“Park Anna!”

Langkahku terhenti saat mendengar teriakan Sehun. Begitu lantangnya hingga selama sepersekian sekon berhasil memanggil kenangan mengerikanku kembali. Keluargaku dan semua hal mengerikan tentang mereka…

Ayah dan—ah, kenapa bumi tiba-tiba berotasi seperti ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Author’s Eyes…

“Kau mengejutkannya, Sehun.”

Kalimat Kai adalah pembuka konversasi saat pemuda itu kepayahan mengangkat tubuh tidak sadarkan diri milik Anna, sendirian.

“Dimana hyung menemukan gadis ini? Tidakkah menurutmu dia terlalu lemah?” Sehun menyahuti dengan nada acuh.

Kai hanya melejitkan bahunya sebagai jawaban, sementara dia membaringkan tubuh Anna di atas sofa cream yang ada di ruang tamu rumah mereka.

“Tapi kupikir-pikir lagi, tidak buruk juga sisi lemahnya.”

“Apa?” Sehun menyernyit kala mendengar Kai menyahut.

“Sepertinya dia akan terus seperti ini jika kau berteriak atau mengejutkannya. Bukankah itu bagus? Kau tidak akan bisa berteriak di sini—atau setidaknya saat ada dia—karena dia bukan seorang yang bisa dikejutkan.” kelakar Kai berhasil membuat Sehun mendengus kesal.

“Jangan mulai perdebatan lain denganku. Moodku sedang tidak bagus. Tapi, hyung katakan kalau gadis ini berasal dari Venezuela, bukan?”

“Hmm. Kupikir hyung sengaja mencari seseorang yang tinggal di sana sebelumnya. Kenapa? Apa kau pikir dia mungkin tahu tentang keberadaan bangsa kita yang lain?” Kai menjelaskan sekaligus menebak.

Sedikit-banyak dia bisa tahu kemana Sehun akan membawa konversasi mereka ini. Dan melihat sikap diam yang Sehun pertahankan, bisa Kai duga kalau prasangkanya barusan benar.

“Apa kau sudah gila, Oh Sehun? Aku sudah menduga kalau kau tidak butuh penerjemah atau semacamnya. Kau menaruh ketertarikan pada latar belakang gadis ini sejak hyung mengatakan kalau dia tahu seorang Korea di Venezuela sana.

“Hah. Aku yang bodoh, memang aku yang bodoh. Bisa-bisanya aku tidak sadar kalau kau selama ini terus hidup dalam kenangan yang sama? Apa mungkin… kau berusaha melibatkan orang lain dalam permasalahan yang sudah sama-sama kita kubur ini?”

Kai terdengar terus bicara, berkelakar tak tentu arah sesuai dengan dugaan yang sudah disimpannya rapi selama beberapa pekan sejak Sehun menaruh ketertarikan pada topik pembicaraan hyung mereka—Suho—tempo hari, tentang Anna—meski identitas Anna belum diketahui saat itu.

Tapi setidaknya Kai tahu, kalau Sehun sudah salah mengambil langkah kali ini. Melibatkan satu manusia lagi dalam kehidupan rumit mereka?

“Aku tidak katakan kalau dia akan terlibat, aku hanya penasaran. Jika dia tidak berguna, aku akan mengembalikannya ke Venezuela lagi.”

Awalnya, Kai terlihat tidak percaya. Diperhatikannya ekspresi Sehun sebelum akhirnya dia menyerah dan buka mulut.

“Jika dia tahu tentang manusia, dia pasti tidak akan terkejut dan pingsan saat tahu kita bukan manusia, bukan?”

Sehun menyernyit, tampak berpikir keras.

“Kau benar juga. Tsk… Padahal aku menerimanya karena tahu dia berasal dari Venezuela… Jika tidak, aku sudah cari penerjemah lain yang lebih sehat.” ucap Sehun sambil menghempaskan tubuhnya di sofa lain yang kosong.

“Kau tidak butuh penerjemah, Oh Sehun.” Kai menyahuti.

Sehun hanya membalas dengan kekehan pelan.

“Lagipula Anna kan seumuran dengan kita di usia manusia. Daripada kau harus menggunakan penerjemah yang sudah tua? Kau mau huh?” lagi-lagi Kai menambahkan.

Sehun tersenyum tipis. “Mungkin keadaan mereka bisa lebih parah daripada Anna.”

Konversasi dua orang itu tidak berlanjut saat keduanya sama-sama mendengar pikiran Anna yang mulai siuman. Perlahan, si gadis—Anna—membuka mata, berusaha beradaptasi dengan pemandangan asing yang tadi belum sempat diperhatikannya sebelum atensi gadis itu bersarang pada Kai yang duduk tidak jauh darinya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Kai saat pandang mereka bertemu.

“J-Jangan mendekat!” Anna memperingat saat dilihatnya Kai hendak bergerak dari tempat duduk. “Aku tidak mau bekerja pada kalian. Akan kukembalikan uang kalian secepat mungkin. Asal jangan paksa aku untuk bekerja pada kalian.”

Senyum kecil dipamerkan Sehun atas pemberontakan si gadis.

“Lalu kau mau pergi kemana?” tanyanya dengan nada mengejek.

“Kemana saja asal tidak ada kalian.” Anna menandaskan. Ia kemudian beranjak dari tempat duduknya—meski sempat oleng karena belum sepenuhnya berorientasi pada kesadaran—dan diraihnya semua barang-barang yang tadi dibawanya ke tempat ini tanpa perhitungan lebih dulu.

“Aku pergi, selamat tinggal.” si gadis kemudian berpamitan, tanpa menunggu jawaban apapun dari pemilik rumah, ia melangkah keluar dari pintu rumah tersebut tanpa menaruh curiga.

“Kau biarkan dia pergi begitu saja?” Kai bertanya dengan nada tidak mengerti. Heran juga bagaimana Sehun bisa dengan mudah melepaskan seseorang.

“Dia akan kembali lagi, lihat saja nanti.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Anna’s Eyes…

Benarkah mereka bukan manusia? Lalu mereka makhluk apa? Kenapa bisa berkeliaran seenaknya? Memangnya dunia ini sudah jadi sekacau apa? Mereka alien?

Hah.

Aku bahkan tidak pernah mendengar satupun berita tentang jatuhnya UFO atau apa. Tapi tetap saja, dari cara mereka menculik Julie—tunggu! Bagaimana bisa aku meninggalkan Julie disana bersama dua orang—yang mungkin adalah kriminal berjenis bukan manusia—itu?

Aku berbalik, dan seketika itu juga aku terperangah.

Rumah itu sudah menghilang!

Aku mengerjapkan mataku beberapa kali, memastikan jika aku tidak sedang berada dalam keadaan tidak sadar—karena tiba-tiba sajabisa menghilangkan beberapa benda dari pandanganku.

Aku bahkan melangkah ke tempat rumah itu berada. Nihil. Tidak ada apapun. Bahkan saat aku mengibas-ngibaskan lenganku di ruang kosong yang ada, hanya angin yang ku sentuh. Kemana perginya rumah itu?

Aku tidak gila kan? Aku yakin tadi aku benar-benar bicara dengan mereka, dua bocah tengil penculik Julie, dan masuk ke rumah mereka. Tapi sekarang? Rumah itu lenyap begitu saja tanpa ada jejak.

Apa rumah itu adalah jelmaan UFO yang bisa menghilang? Atau memang aku saja yang mulai gila dan membayangkan mereka ada?  Astaga. Ayolah Anna. Kau sudah hidup berapa lama di kota Venezuela dan sudah sering melihat tindakan kriminal. Bagaimana bisa aku merasa putus asa hanya karena sebuah rumah menghilang?

Pasti ada penjelasan tentang bagaimana rumah itu bisa menghilang, jika saja mereka benar-benar bukan manusia. Bukankah begitu?

Baiklah, aku hanya perlu tenang dan memikirkan teorinya.

Akhirnya, kubawa diriku melangkah menjauh dari tempatku sedari tadi berdiri diam. Melihat halte yang berdiri tidak jauh dari tempatku berada, dengan langkah gontai aku segera melangkah ke sana.

Mendudukkan diriku dengan menyelipkan helaan nafas panjang tidak beralasan, aku menatap ke kiri dan kananku, berharap diriku akan menemukan taksi atau minimal—bus.

Jangan katakan kalau tempat ini adalah tempat terpencil dimana bus hanya lewat satu atau dua jam sekali. Ugh. Apa tempat ini sudah berada di ujung peradaban manusia normal?

Bus datang setelah penantianku yang terasa begitu melelahkan—aku duduk di halte selama hampir setengah jam. Beruntung Jaein menyelipkan beberapa lembar uang di saku kecil yang ada di tasku sehingga aku tidak harus luntang-lantung tanpa tujuan sekaligus tanpa uang di tempat antah-berantah ini.

Lekas kubawa tungkaiku menaiki bus, duduk di salah satu kursi kosong yang ada di baris ke-tiga bus. Aku akan ke Incheon, setidaknya mengunjungi Jaein mungkin akan bisa membantu. Walaupun aku sama sekali tidak tahu apa yang harus kukatakan pada Jaein jika ia menanyakan kenapa aku menolak tiba-tiba untuk jadi penerjemah.

Apa yang harus kukatakan?

Apa aku harus bilang bahwa aku tidak mau berurusan dengan penculik? Tidak tidak. Jaein terlalu cepat panik. Dia mungkin akan berteriak histeris padahal nyatanya aku lah yang tadi sempat terjebak di rumah dua orang ‘bukan manusia’ yang menculik Julie itu.

Apa aku harus bilang bahwa aku tidak mau bekerja di sana? Tidak mungkin. Aku sudah mengatakan bahwa aku akan menerima dengan senang hati—terutama karena bayarannya yang lumayan besar dan juga aku tidak perlu repot mencari tempat tinggal. Tempat tinggal? Bicara soal hal itu sekarang membuatku mendadak mual.

Dimana aku harus tinggal? Pekerjaan di Venezuela sudah kulepaskan. Dan apertemen kecilku juga pasti sudah ada yang menempati. Terlalu banyak hal yang kutinggalkan dengan tiba-tiba di Venezuela, dan rasanya terlalu tidak mungkin untuk sekarang jika aku ingin kembali ke sana.

Aku terlalu tergesa-gesa membuat keputusan. Tanpa meminta Jaein terlebih dulu mencari tahu tentang tempatku akan bekerja. Tapi, tidak mungkin juga jika aku meminta Jaein pergi ke sana, dia mungkin bisa jadi korban penculikan juga—walaupun kemungkinannya kecil karena Jaein tidak akan menjadi tawanan yang baik, dia sangat cerewet, dan suaranya bisa merusak gendang telinga, jadi, mungkin dua orang ‘bukan manusia’ itu akan berpikir dua kali sebelum menculik Jaein.

Tapi, sekarang aku kembali terpikir pada Julie.

Kenapa ia di culik? Dan kenapa Sehun yang ‘bukan manusia’ itu bilang bahwa Julie adalah seseorang yang ia kenal dan sekarang sedang berpura-pura lupa?

“Berpura-pura menjadi Julie dan kau pikir kau bisa menghilang?”

“Kau harus ikut kembali bersama kami… Kau tidak bisa melupakan masa—”

 “…aku akan datang dan menjemputmu…”

Tunggu. Ucapan berpura-pura itu… sangat similar dengan ucapan Shadow of The Dark waktu itu. Ia juga mengatakan hal yang sama pada Julie bukan?

Tapi, jika ucapan mereka sama… apa mungkin salah satu dari dua orang ‘bukan manusia’ itu adalah Shadow of The Dark?

Tidak tidak. Bukankah Shadow of The Dark tahu tentangku? Maksudku, ia tahu wajahku. Dan kami pernah beberapa kali bertemu. Tapi ucapannya… tentang ia akan menjemput Julie, apa maksudnya?

Jika salah satu dari dua orang ‘bukan manusia’ itu adalah Shadow of The Dark dan sekarang berpura-pura tidak mengenalku, kemungkinannya sangat besar jika ia menjemput Julie dengan cara menculiknya.

Tapi, kenapa Shadow of The Dark ada disini? Itu artinya… ia juga berasal dari Korea? Dua orang ‘bukan manusia’ itu bicara dengan aksen korea yang sangat bagus. Shadow of The Dark tahu jika aku berasal dari Korea. Semuanya berhubungan.

Tapi… siapa? Siapa di antara dua orang itu? Oh! Dia bilang bahwa dia tinggal bersama satu hyungnya yang menjadi guru kan? Oh. Tunggu. Tidak bisa. Seorang guru, dan mengajar di sekolah Jaein, waktu itu Jaein bilang bahwa gurunya yang mencari penerjemah. Jadi, kemungkinannya sangat kecil jika hyung dari dua orang ‘bukan manusia’ itu kumasukkan hitungan.

Karena tidak mungkin Shadow of The Dark melakukan perjalanan bolak-balik ke luar negeri bukan? Walaupun ia bisa menghilang seenaknya, rasanya terlalu merepotkan jika ia harus melakukan semua itu sendirian. Dan juga, apa tujuannya mencari penerjemah? Dan waktu itu juga Jaein memberikan dataku pada gurunya itu, berarti ia tahu jika aku lah yang akan jadi penerjemah.

Kemungkinannya sekarang semakin besar.

Jika hyungnya adalah Shadow of The Dark, kenapa ia setuju saat aku yang akan menjadi penerjemah? Karena ia mengenalku? Atau karena dia berencana buruk—ia adalah seorang pembunuh bukan? Tidak mungkin. Aku tidak berpikiran jika dia akan melakukan hal buruk padaku.

Tapi, menjadi seorang guru juga tidak mudah. Apa mungkin dia mengancam guru di sekolah Jaein? Tidak tidak. Terlalu kompleks. Kembali ke kemungkinan pertama. Ia bukan Shadow of The Dark. Karena dia tidak mungkin melakukan perjalanan ke luar negeri setiap harinya. Benar. Itu adalah alasan paling logis.

Jadi, sekarang kemungkinan nya ada dua, antara dua bocah tengil ‘bukan manusia’ itu. Tapi tunggu. Jika Shadow of The Dark ada di sini… apa itu artinya akan ada pembunuhan lagi?

Tapi, dia sudah di nyatakan mati di Venezuela. Oh. Bisa jadi dia berniat untuk pindah karena di Venezuela sudah tidak banyak orang yang berani berkeliaran di tempat sepi. Jadi tempat ini ia masukkan ke dalam list pembunuhan barunya.

Aku terkesiap. Pikiran itu mengusikku. Aku tidak ingin kembali mencoba mencari tahu tentangnya. Aku bahkan belum tahu apa salah satu dari dua orang ‘bukan manusia’ itu adalah Shadow of The Dark.

Atau mungkin Shadow of The Dark tidak ada hubungannya dengan dua orang ‘bukan manusia’ itu, tapi mereka semua berhubungan satu sama lain dengan Julie?

Lalu, siapa Julie sebenarnya? Kenapa ia di incar oleh orang-orang berbau kriminal seperti itu? Apa Julie dulu salah satu dari mereka?

Tidak.

Mana mungkin Julie adalah orang seperti itu.

Pasti ada jalan lain yang membuat mereka mungkin bisa saling berhubungan. Tapi, aku juga tidak tahu apa Shadow of The Dark benar-benar manusia, atau bukan manusia. Jadi aku tidak begitu yakin untuk menegakkan hipotesa terakhirku.

Kurasa aku akan kembali yakin pada hipotesa pertamaku. Tergantung. Apa akan ada peristiwa pembunuhan lagi di sini, dengan cara pembunuhan yang sadis seperti yang sering dila—

Kyaaaaaaa!”

Aku terperanjat. Mendengar teriakan semacam itu selalu membangkitkan adrenalinku. Aku terperangah saat melihat ke arah jeritan itu. Di bagian belakang bus sekarang seseorang terjerembab di lantai dan seketika itu darah terlihat di lantai bus. Pembunuhan!?

“Jangan ada yang turun dari bus!”

Tidak mungkin.

Tidak masuk akal.

Semuanya terlalu konyol.

Mana mungkin sosok yang baru saja kupikirkan benar-benar muncul dan membunuh seseorang tepat saat aku selesai memikirkannya?

Semuanya terlalu tiba-tiba. Di luar jalur pemikiranku.

Aku segera melangkah ke arah korban pembunuhan itu. Luka menganga terlihat di bagian lehernya sementara darah menyembur keluar dari luka robek itu. Luka ini… terlihat sama persis seperti—

Segera aku melemparkan pandangan ke seluruh penjuru bus, mencari sosok berpakaian gelap yang mungkin bisa kucurigai sebagai Shadow of The Dark. Dia benar-benar ada di sini.

Agassi. Mundurlah.”

Dengan gemetar ketakutan, aku bergerak mundur. Masih menaruh atensi pada sekelilingku dimana aku sekarang mengkhawatirkan kemungkinan bahwa sosok itu ada di ruang yang sama denganku, menginjak tanah yang sama denganku, dan akan mengulang pembunuhan-pembunuhan keji lainnya.

Kini, aku melempar pandangan ke arah sosok yang baru saja menjadi korban. Seorang pemuda, berpakaian seragam lengkap dan tampaknya, seusiaan denganku jika saja aku tidak putus sekolah.

Aku tidak pernah memperhatikan bagaimana keadaan korban Shadow of The Dark, di Venezuela kepolisian tidak akan mengizinkan surat kabar untuk meliput hal pribadi tentang korban dari Shadow of The Dark.

Tapi kenapa? Kenapa ia meninggalkan jejak sebagai sosok yang sudah mati di Venezuela dan pindah ke sini?

Apa ia tidak ingin di buru polisi internasional? Tidak mungkin. Shadow of The Dark adalah pembunuh yang tidak tersentuh. Ia tidak pernah meninggalkan sedikit pun bukti di TKP. Baik benda yang terjatuh, sidik jari, atau rambut. Ia selalu melakukannya dengan bersih dan invisible.

Kenapa ia harus melakukan hal seperti ini lagi?

“Letakkan tas di lantai!”

Aku menatap ke arah sumber suara, dua orang pria bertubuh tegap berdiri di ujung bus. Aku tak yakin siapa mereka, apa mereka polisi, atau orang-orang yang berniat untuk menemukan pembunuh tanpa dasar apapun.

Mengingat bus tidak berhenti sedari tadi, kupikir besar kemungkinannya dua pria itu mengira jika pembunuh juga masih ada di bus yang sama dengan kami.

Tapi pembunuhnya kemungkinan besar adalah Shadow of The Dark. Dia tidak tersentuh. Melihat tidak adanya seorang pun yang berpenampilan mencurigakan, kuyakini dia sudah tidak ada di sini.

Melihat semua orang bergerak meletakkan tas mereka di bawah, aku akhirnya bergerak melepaskan tas ranselku. Sempat aku tertegun saat melihat kertas terlipat ada di selipan saku ranselku—tempat aku tadi menemukan uang yang Jaein tinggalkan.

Dengan sedikit perasaan mengganjal, aku mengambil kertas kecil itu dengan cepat, dan membukanya.

Senang bisa bertemu denganmu lagi, Anna. Apa kau akan membuat berita tentangku lagi?—S.

S? Shadow? Shadow of The Dark? Apa ia tahu aku di sini?

Apa dia benar-benar ada di dalam bus ini tadi, dan melihatku? Tapi mengapa aku sama sekali tidak—ah, Anna. Tidak ingatkah kau kalau dia pernah duduk di belakangmu tanpa kau sadari?

Pikiranku terus di hantui oleh bayangan Shadow of The Dark. Bayangan. Ia benar-benar punya karakter yang sesuai dengan namanya. Caranya membayang-bayangi orang lain untuk terus memikirkannya benar-benar di luar akal sehat.

Bagaimana ia bisa ada di sini padahal ia sudah dinyatakan mati di Venezuela? Apa ia benar-benar mencari tempat baru untuk mendapat gelar pembunuh berdarah dingin yang tidak tersentuh?

Tapi kenapa harus Korea? Dan dia… menulis dengan hangul. Apa ia… berasal dari Korea juga? Lalu apa tujuannya selama bertahun-tahun di Venezuela?

Apa dia… benar-benar salah satu dari dua orang bukan manusia yang beberapa menit lalu kutinggalkan?

Shadow of The Dark… Kenapa kau begitu misterius?

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Terbangun di tengah malem itu kadang jadi hal paling menyebalkan. Tapi ketika kita terbangun gara-gara inget kalau belum ngejadwal posting fanfiksi jauh lebih menyebalkan. LOLOLOL. Bahasa ente, Rish.

Jadi, ceritanya diriku mau berbaik hati ngebalikin Gidaryeo setelah begitu lama kuabaikan sebagai fanfiksi ngegantung yang masih lama kelarnya :”) apa daya waktu buat memperbaikin file lama itu bener-bener enggak ada.

Nari tor-tor dulu, wkwk. Anyway, ane baru nyadar kalo akhir-akhir ini tingkat kecerewetan ane udah berkurang :v biasanya nulis fingernotes aja bisa jadi ficlet bahkan kadang nembus vignette. LOLOLOLOLOL (2).

Terus juga, yuk main tebak-tebakan egen (?). Siapakah Shadow? Wkwk. Ya sudahlah nanti saja di tengah-tengah cerita biar Anna temuin sendiri siapa si Shadow sebenernya.

Sekian dariku, duh bulan Mei sudah dekat, dududu ~

Salam kecup, Irish!

~

~

~

[    IRISH SHOW    ]

38 tanggapan untuk “GIDARYEO – 4th Page — IRISH’s Tale”

  1. Dari inisial S? Shadow? Sehun? Suho? Saepul jamil? Wkakakak, eh kalo si sehun yang jadi shadow kok dia bisa baca pikiran anna? bukanya dulu si shadow bilang kalo dia ga bisa denger? Eh bener ga sih? Apa gue yg salah nangkep ya
    Trus juga kayaknya yang sehun butuh penerjemah itu cuma alibi dia doang deh biar bisa ketemu si anna, dan gue jg penasaran sama apa yg diceritain si hyung nya sampe bikin si sehun ini jadi kepo gitu ke anna, lanjut rish!!!!

    1. XD SAEPUL JAMIL, FOR THE GOD’S SAKE AKU NGAKAK KERAS KETIKA BACA INI…
      iyes, si shadow engga bisa denger anna, beruntungnya dirimu jadi kaum yang tau bener sama karakter shadow :’) dia pasti terharu kalo tau /apaan rish/

    1. Wahhhh akhirnya muncul juga ini lanjutah 🙆. Gomen kaa aku br baca skrg hikss 😧. Kaa please jgn buat sehun falling in love sama anna, biarkan sehun sama julie aja ya kaaa 🤗. Emhhhh ditunggu lanjutannya hehe. Take care your health 😙

    2. Mbb ya sayangs :* BUAKAKAKAK, KENAPA SEKARANG DIRIKU PENGEN SI SEHUN SELINGKUH AJA /KEMUDIAN DIGAMPAR/ WKWKWKWK TUNGGU LANJUTANNYA YAA ~~

  2. aq lbih curiga ama si Kai, soalnya Sehun udh dpt main cast lanjutn dr Evening Sky tp Kai udah dpt peran di Wing y. Soalnya aku baca afterword tntng pembagian cast tp lupa afterword ff apa, Irish bagi2 gitu main cast di ff yg bakal di publish. Tp y siapa tw mereka dpt lbh dr stu main cast di ff, aku berharap itu Luhan aja yg kembali dr kmatian. Dr awal smpai akhir Luhan menderita di Gajima, biar aja dia ama Anna *Injungmasalalu. Satu lg si Ahri, aku harap dia happy dsini. Ahri gak kalah menderitanya

    1. Mendingnya curiga sama siapa gitu yang lain2, membernya masih banyak karena di sini OT12 XD wkwkwkwkwkwkwkwk aduh ini bisa rempong kalo semua cast ditebak dengan asal muasal ff lain XD simpel ajaaahh ~ dia member eksoh /kemudian ditendang/

  3. SEHUN. SEHUN. SEHUNAHHHHH. kaukah itu. Shadow of the dark . Kak irish benar jangg. Akhrnya mncl jga ffnya stlh sekian lama. Ditnggu ff selanjutnya. Jangn laama yh kakk irish tersyang. Salam dri aku 😆😀

    1. Kenapa harus Sehun yang jadi kandidat?? XD wkwkwkwkwkwkkwk aduh nanti deh member yang lain kumunculkan juga, soon ~ or later ~ XD wkwkwkwkwkwk thanks yaaaaa ;** {}

  4. SEHUN? SEHUNKAH? SEHUNKAH YG MUNGKIN MENJADU SHADOW THE DARK? FEELING KU MENGATAKN YA, karena percakapan antara sehun kai tadi. iyakan kak? sehun tertarik sama anna?, jadi julie-lee injung- gimanana dong? huhuhuuuu garelaaa mau tetep sehun-injung shippperrr
    luhan? luhan mana luhan? luhan apa kabar? baekhun? kyungsoo?jelaskan pada ku kak dimana? DIMANA MEREKA SEMUA? SEMUAAAA… AKU MERINDUKAN MEREKAAAA

    1. HAYOH TEBAK SIAPAKAH KIRA2 YANG PANTAS MENJADI SI SHADOW PUJAAN HATIKU? WKWKWKWKWKKWKWK ENAKNYA SIAPA DEH TEBAK DULU BARU DI AKHIR KUKASIH TAHU SIAPA XD XD XD aduh aku ini dari dulu sampe sekarang masih setia jadi Luhan-Injung shipper loh XD wkwkwkwk

  5. Annyeong ka…,, aku readers baru disini…😹. Aku baru nemu ni ff setelah iseng iseng nyari tau ttg ff itu apa, soalnya temen aku tuh suka ngomongin ff gitu, dan aku ga terlalu tau apa itu “ff” . Jadi ini bisa dibilang first time aku comment di blognya orang,, Sebelumnya sih emang aku pernah baca beberapa ff gitu,, tapi berhubung aku belom ngerti comment nya gimana,, jadi aku jarang comment gitu deh… /kudetamatyague/

    Oya ka, kan pas aku baca GIDARYEO ada nyinggung nyinggung ff KAJIMA nya kaka, trus aku penasaran sama itu ff /berhubung aku adalah readers baru netas//wkwkwk/ jadi aku baca deh tuh Kajima dari awal smp akhir, dan hasilnya aku ngeremin hp dari pagi ampe maghrib maghrib begini, dan tentunya dapet ceramahan bapake dan emboke /curhatwoyy/

    Intinya aku suka peke banget sama ff buatan kakak, Semangaaat kaa, jangan lelah untuk berkaryaa, kudoakan smoga kaka banyak duit biar bisa bikin versi dramanya /wkwkwk/

    SEMANGAT EONNI 😘😘😘

    1. Halo cantiikk ~~ glad to see you :3 aku merasa terharu karena di antara banyak ff astral yang ada di sini ff aku masuk dalam kategori layak bacamu dear ~ wkwkwkwkwk XD sekarang setelah baca epep jadi tau dong ya epep itu apaaa XD hahahahahahaha
      aduh duh XD kamu baca Kajima juga? sini aku kasih peluk cium satu paket gapake diskon mau gaaa?? XD wkwkwkwkwkwkwkwkkwk dulu diriku pas gila2nya ngetik epep juga sampe lupa makan lupa belajar XD wkwkwkwkw
      thanks a lot yaa udah nyempetin mampir dan baca ff ku ~ sini bener deh kukasih peluk cium satu paket XD wkwkwkwkwkwkw makasiih {}

    1. OMAIGAT INI APAAN KOK KEPSLOK SEMUA WKWKWKWKWKWKW XD ADUH DUH SI SHADOW SIAPAKAH GERANGAN MARI MONGGO KITA SAMA-SAMA BERSPEKULASI DAN MENEBAK DIA SIAPA XD XD XD

  6. Akhirnya rilis jga cerita ini kirain gx di lanjut dalam waktu dekat ini
    Shadow of the darknya siapa ya sehun \kai ya

    Fithing kak irih

  7. anna rintisan injung kah… pemikirannya kok kritis gitu.. hahaha muncul lg nih ff kirain bakal jamurrrr kek penulisnya.. //ehmmm mangapp//

    1. Alhamudlillah diriku bisa berjamur juga :”) tapi jangan kuatir, kalo diriku yang menjamur itu masih bisa dijadiin jamur krispi /apaan wkwkwkwkwkwk XD mungkin dia sejenis sespesies gitu sama Injung XD

  8. Wah akhirnya publis udh lama nunggu nya.
    Mungkin shandow ngikutin anna kemanapun dy pergi.
    Tpi siapa shandow?
    Eh neng julie yg sbarnya klok msik di ikat sma bg sehun dan kai jga nnti dilepasin kok.
    Buat anna jngan menyerah nyarik tw siapa itu shandow.
    Di tunggu chap selanjutnya k irish

    1. huhu maapkeun karena publishnya jadi lama… semua kesibukan di kehidupan ini bikin diriku enggak sempet buat sekedar heboh2 pengerlingan T.T
      neng Julie jadi sandera gitu ceritanya… tapi cuma sementara doang XD wkwkwkwkwk

  9. Kemana anna akan pergi ? Dan kenapa shadow of the dark bisa ada di korea dan kenapa dia bisa cepat sekali nemuin anna. Nggak mungkin kan shadow of the dark itu kai atau aehun. Lanjutkan terus eonn.

  10. Terlalu banyak mikir Anna mah…
    Udh tungguin aja chapter selanjutnya ntar juga ketahuan….
    Sabar ya na, kita juga ikutan nungguin kok siapa sebenarnya si shadow yang di rahasiakan sama irish.

  11. -S
    Shadow of The Dark? Sehun? Suho?
    Ah teing, tp aku merasa aneh ketika sehun td berkata “tenang saja, dia pasti akan kembali” seperti Sehun tau segalanya. And kayaknya, Sehun ada hubungan masa lalu ya sama Anna? Duh -_- kasih clue dong kak Irish huehue 😦

    1. ayo monggo ditebak siapa yang pantes buat jadi si S XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk aduh duh clue lagi? nanti deh mending cari2 clue bareng sama Anna XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s