Mea Alterum – [2] Skrytol – Shaekiran

ir-req-mea-alterum.jpeg

Mea Alterum

The Other

 

A Fanfiction written by Shaekiran

With OC’s Yara Lee

Supported by : EXO’s Sehun, Suho and Kyungsoo, NCT’s Taeyong, Red Velvet’s Seulgi and Wendy, Blackpink’s Jisoo and also Ayushafiraa OC’s Ahra Yoo.

A Romance, AdventureFantasy, Friendship, Family, AU and School Life

Chaptered Fanfiction with T Rated.

Disclaimer

This fanfiction is pure mine. EXO and other grup are belong to God, their family and agency. OC is belong to author. Thanks to Ayushafiraa and other who had permission to me to borow their OC. Please enjoy this fiction! ^^

Previous Chapter

Teaser | [0] Two Moons | [1] Arestal | Now –  [2] Skrytol |

 

Art by Kak IRISH (Thanks for an amazing poster kak <3) @ Poster Channel

Summary

“Yang gadis itu tau ia hanya sedang diusir pergi jauh, memilih hidup diantara cacian maki menggores hati atau katam mempasrahkan diri dalam mau yang kian menghampiri.”

 

[2] Skrytol

 

“I’m not a human.”

 

 

©2017 Shaekiran’s Art and Story All Rights Reserved

 

 

 

In Yara’s Eyes

 

Langit berubah kemerahan. Tak terasa, hari menjadi petang hanya dalam beberapa kerlipan mata. Ya, mungkin aku bisa gila karena percakapanku dengan Taeyong ternyata memakan waktu sebanyak ini. Tanpa bisa ku cegah, hari berlalu begitu cepat.

Netraku memandang lurus pula ke arah gerbang asrama. Untung saja setelah perkumpulan di lapangan tadi kami tidak mempunyai jadwal lain, sehingga aku bisa tenang karena tidak akan ada hukuman yang menungguku karena membolos di hari pertama.

Ya, kemana saja kau?” pertanyaan Seulgi yang pertama kali hinggap di gendang telingaku saat tanganku bergerak perlahan membuka pintu kamar. Nampak disana Seulgi dan Wendy yang duduk di atas tempat tidur si gadis Kang itu, sementara Jisoo sendiri tidak ada tanda-tanda keberadaannya di kamar.

“Hanya berjalan-jalan, yah, kalian tau ‘kan kalau besok kita sudah diperas otak disini? Hanya ingin menyegarkan pikiran untuk terakhir kalinya,” kataku berbohong dan mereka nampak mengangguk-angguk setuju.

“Kami juga baru jalan-jalan di sekitar sekolah. Tadinya kami ingin mengajakmu, tapi barisan kita terpisah dan kami tidak bisa menemukanmu,” jelas Wendy dan aku hanya mengangguk paham. Lantas aku membuka sepatu usangku dan meletakkannya di rak.

“Sini, duduklah,” kata mereka sambil menepuk-nepuk kasur, dan aku tentu saja dengan senang hati melangkahkan kaki menuju tempat tidur Seulgi dan duduk dengan kedua teman sekamarku itu.

“Omong-omong dimana Jisoo?” tanyaku memulai konversasi kecil, dan mereka berdua serentak menggeleng.

“Ntahlah, tadi kami bertemu dia dan mengajaknya berkeliling, tapi sepertinya ia sedang sibuk dengan Keluarga Cyeal-nya yang lain,” terang Seulgi dan aku lagi-lagi mengangguk paham. Sudah kuduga, Jisoo tidak akan mau berbaur dengan kami bertiga. Dari sudut pandangku, Jisoo pasti merasa bahwa ia tidak perlu membangun relasi yang baik dengan teman sekamarnya.

“Ah iya Yara, kau lihat ‘kan lelaki yang naik ke atas podium tadi?” cerca Wendy kemudian dan seketika aku menyerngit kaget. Yang dimaksud Wendy, Taeyong ‘kan? Seingatku yang naik ke atas podium hanya Taeyong dan Ketua Osis Xi Luhan, tapi mustahil mereka menyebut Luhan dengan sebutan ‘lelaki itu’ karena Luhan adalah petinggi sekolah.

Aish, tidak usah dengarkan dia Yara, sudah ratusan kali dia bicara seperti ini padaku,” kekeh Seulgi kemudian, dan itu membuatku semakin bingung.

“Me-memangnya kenapa dengan pria tadi?” tanyaku tergagap dan senyum langsung terkembang di bibir Wendy, merasa aku mungkin tertarik dengan topik yang ia bawakan.

“Dia benar-benar tampan,” jelas Wendy dan seketika rasa penasaranku menguar ke udara, meski bibirku sendiri masih mengatup tanpa respon.

“Semua vampire itu tampan,” sela Seulgi sementara Wendy kini mengerucutkan bibirnya.

Ya! Kang Seulgi, dia itu benar-benar tampan tau tidak? Auranya itu benar-benar berbeda,” lagi, Wendy mulai membela pria yang kuyakini adalah Taeyong. Wajahnya memerah sakin mengebu-gebunya dia memuji pria yang dia maksud itu.

“Maksudmu Taeyong?” tanyaku akhirnya to the point dan seperti dugaanku, mereka berdua serentak mengangguk.

“Yap, Lee Taeyong. Bukankah dia benar-benar tampan? Manik cokelat muda, badan tegap, dan rahang tajamnya. Argh, aku benar-benar meleleh,” kekeh Wendy masih sangat bersemangat. Tiba-tiba jantungku berdegup semakin kencang, tidak tersanjung sama sekali meski Wendy baru saja menyanjung adikku. Malahan aku semakin mencelos saat mengetahui fakta bahwa mereka tengah membicarakan adikku.

“Ah, memang tampan,” responku tanpa minat dan Wendy nampak bahagia sekali karena aku membelanya. Seulgi nampak memicingkan mata, sementara si gadis Son langsung memelet lidah ke arah gadis Kang itu.

“Kan, apa kataku?” Wendy mulai pamer kemenangan.

“Yah, terserahmu saja, ambil saja sana si yatim piat-“

“Ah maaf Yara, aku tidak bermaksud,” Seulgi segera menatapku dan meminta maaf, membuat sesuatu dalam otakku harus berpikir sangat keras. Tunggu, apa katanya tadi? Yatim Piat…u ‘kan? Bukannya tadi Taeyong dengan bangga mengucapkan dia adalah seorang Ares?

“Ap-apa maksudmu? Taeyong, dia dari keluarga yatim piatu? Sepertiku?” tanyaku, dan mereka berdua nampak mengangguk ragu-ragu. Mungkin merasa tak enak karena aku mengaku sebagai seorang yatim piatu pada mereka.

“Ah, kau pasti tidak mendengarkan perkenalannya tadi ‘kan? Satu sekolah heboh karena dia mengaku berasal dari keluarga rendahan,” aku hanya terdiam, mulai mengingat kejadian tadi pagi. Aku sangat yakin mereka berdua tidak mungkin berbohong padaku. Tapi kenapa mereka mengatakan keluarga rendahan dengan begitu yakin? Jelas-jelas tadi aku mendengarnya –Si Taeyong bajingan itu- menyebut Ares dengan bangga. Tapi kenapa cuma aku yang mendengar dia mengucapkan Ares?

Sebenarnya, apa yang terjadi?

 

 

Pagi menyingsing tak lama setelahnya. Seberkas sinar nampak masuk menelusuk lewat celah jendela, menyerngit menyilaukan hingga aku mau tak mau membuka mata karena silau keemasan yang menerpa indra penglihatanku.

“Ah, kau sudah bangun?” sebuah suara nampak menyapaku hangat. Itu Seulgi, dan kulihat dia sudah menggunakan seragam. Almamater biru dongker dan rok kotak-kotak berwarna senada itu nampak sangat pas di badan ramping Seulgi.

“Jam berapa sekarang?” tanyaku mengabaikan pertanyaan retorik sebelumnya, dan Seulgi nampak tersenyum. Dia menunjuk jam dinding di dekat jendela, dan netraku jelas saja membulat ketika mendapati angka 7 terpampang disana. Omong-omong, jam dinding kami jenis digital. Kami juga kenal teknologi kawan.

“Ah, aku terlambat,” ceplosku dan Seulgi hanya terkekeh, tidak panik sama sekali.

“Maksudmu kita terlambat?” tiba-tiba sebuah suara yang kini sudah familiar di telingaku sayup-sayup terdengar. Tak lama sosok mungil Wendy yang baru saja keluar dari kamar mandi dan masih menggunakan jubah mandinya dengan santai terpatri dalam netraku. Astaga, jadi mereka berdua juga terlambat bangun?

“Bangunlah Yara, terlambat sedikit tidak masalah kok, masih ada 15 menit lagi sebelum persiapan apel pagi,” terang Seulgi dan aku dengan segera bangkit dari tempat tidur, menyambar handuk lalu segera melesat ke dalam kamar mandi. Setidaknya sekarang aku harus memburu waktu jika tidak ingin dihukum.

“Omong-omong mana Jisoo?” tanyaku sebelum menutup pintu, dan endikan bahu mereka berdua kudapatkan sebagai jawaban.

“Ntahlah, dia yang pertama kali bangun dan kupikir dia sudah pergi duluan,” dan hanya kekehan yang keluar dari mulutku sebelum akhirnya bergelut dengan dinginnya air shower dan wangi sabun cair milikku. Jisoo benar-benar tidak mau bergabung dengan kami rupanya.

 

 

Kami bertiga tiba 15 menit kemudian, dan beruntunglah kami karena masuk aula tepat sebelum pintu coklat kayu jati itu menutup. Terpujilah kecepatan mandi bebek ala Lee Yara sehingga kami bisa tiba tepat waktu. Yah, aku memuji diri sendiri. Tidak masalah ‘kan?

“Hampir saja..hosh.. kita terlambat..hosh,” ucap Wendy di sela-sela ia menarik nafas. Jujur saja, kami berlari dari asrama dan beruntunglah pula letak aula ini hanya beberapa meter dari gerbang asrama.

Suara yang kini ku kenali sebagai suara Luhan menyambut telinga kami tak lama kemudian dari pengeras suara. Kami dititahkan berbaris rapi seperti kemarin, dan itu artinya aku harus berpisah dengan Seulgi dan Wendy.

Sosok ramping Jisoo yang selalu berwajah datar kutemukan tak lama kemudian. Lagi-lagi gadis Kim itu berbaris tepat di sebelahku.

 

“Apa kabar? Senang karena kau tidak membangunkan kami?”

 

Ingin aku mengucapkan itu pada Jisoo, tapi ku tahan agar lidahku tidak salah bicara. Jadi aku hanya diam tanpa menyapa dan tak sedikitpun melirik ke arah Jisoo.

 

“Selamat pagi! Hari ini kalian akan digiring ke dalam kelas kalian masing-masing. Kami sudah melakukan survey sebelum kalian memasuki sekolah Arestal, dan kami sudah menentukan kelas kalian mengacu pada bakat ,minat dan pengetahuan kalian. Tidak ada perubahan kelas yang diijinkan, jadi mohon terima kandang kalian masing-masing.”

 

Aku hanya terkekeh saat mendengar pengumuman itu. Kata digiring dan kandang, bukankah itu sedikit kasar? Mereka sama saja memperlakukan kami seperti binatang. Namun aku tidak terlalu ambil pusing, malah aku lebih berusaha fokus agar aku tidak melewatkan namaku dipanggil karena sekarang sudah ada beberapa nama dan kelasnya yang dipangggil.

Hampir setengah jam aku berdiri kaku di barisan. Ntah sudah berapa ratus vampire muda yang sudah keluar dari dalam aula ini dan memasuki kelasnya masing-masing, aula sudah hampir kosong, tapi namaku belum juga disebut.

Kini tersisa 3 orang di aula, salah satunya adalah Taeyong yang kini menatapku memicing-agaknya; sementara yang satu lagi adalah seorang lelaki tinggi yang tidak ku kenal dan lelaki itu juga nampaknya menatap tepat ke arahku.

Aish, apa salahku sehingga mereka berdua menatapku seperti itu?

 

“Lee Yara, Lee Taeyong, Nakamoto Yuta,”

 

Mataku seketika terpaku saat namaku disebut bersamaan dengan 2 orang yang tersisa. Aku meneguk ludahku kasar. Sepertinya ada yang tidak beres disini.

“Kalian bertiga dalam kelas Skrytol,” spontan aku melotot saat mereka menyebut Skrytol. Ayolah, siapa yang tidak tau Skrytol? Itu kelas petarung terkuat di Arestal. Semuanya penuh berisi senjata dan perang, juga pertumpahan darah. Aku benci itu. Tapi kenapa aku malah ditempatkan di kelas Skrytol? Ayolah, aku lebih berharap berada di kelas Thinker seperti Wendy yang ternyata ber-IQ di atas 150 atau dalam kelas Healer seperti Seulgi. Itu akan jauh lebih menyenangkan dibanding kelas Skrytol yang seingatku 99,99% ber-gender pria.

“Maaf,” aku akhirnya mengangkat tangan, dan nampak seorang berperawakan tinggi yang sedari tadi membacakan daftar nama dari atas sana mulai memperhatikanku bingung. Hanya tinggal aku seorang di aula ini, sementara Taeyong dan lelaki satunya lagi yang bernama Yuta baru saja keluar dari aula.

“Ada apa?” tanyanya, dan seketika bibirku kelu. Lee Yara, apa yang kau lakukan sekarang, eoh?

“Maaf, tapi seingatku kelas Skrytol khusus untuk laki-laki, tapi kenapa aku ada di dalam kelas itu?” nampak orang itu tertawa, lalu mulai membuka daftar namanya lagi. Dan dalam satu kedipan mata, tanpa disadari siapapun, kertas itu sudah ada di tanganku. Tepatnya map berisi kumpulan nama dan kelas vampire yang sedari tadi orang itu bacakan.

“Aku tidak salah baca nona Lee, kau bisa lihat sendiri. Di namamu jelas-jelas tertulis kelas Skrytol,” kata orang itu sambil terkekeh pelan. Aku masih melotot tak percaya saat memandangi kertas itu, sementara kini sebuah suara kembali menyahutku. Itu Luhan.

“Bukankah sudah ku bilang tadi tidak ada protes kelas nona? Kau di Skrytol dan itu artinya kau memang harus di Skrytol,” kata Luhan penuh penekanan, dan tentu saja aku tak sanggup berkata-kata lagi. Aku hanya mengangguk pasrah, lalu mulai melangkahkan kakiku ke luar dari aula, enggan berdebat dengan Ketua Osis yang sangat disegani itu.

“Hei noona,” langkahku seketika terhenti. Tepat saat aku menutup pintu aula, sosok Taeyong yang menyender di dinding langsung menyambut netraku. Ia terkekeh, sementara tangannya melambai di udara ke arahku. Ya, sebuah sapaan antar saudara, andai saja ia tidak menatapku dengan pandangan remeh seperti itu.

“Ada apa?” tanyaku ketus dan berjalan menghampirinya. Aku berhenti tepat selangkah di depan Taeyong, dan dia hanya nampak menegapkan tubuhnya, menatapku sangat intens.

“Senang karena kita ada di kelas yang sama?” tanyanya basa-basi dan mulutku langsung saja berdecih tanpa di perintah. Muak, itu yang kurasakan pada Taeyong sekarang.

“Jangan banyak bicara Lee Taeyong, tutup saja bibir busukmu itu,” kataku sarkas, dan bukannya takut Taeyong malah semakin mendekatkan badannya ke arahku. Otomatis aku segera mundur selangkah, namun Taeyong terus berjalan mendekatiku dan sialnya kakiku mundur tanpa bisa kucegah, hingga kini tanpa sadar punggungku sudah menyatu dengan dinding.

“Ap-apa yang mau kau lakukan?” tanyaku karena kini Taeyong mendekat, lalu menempatkan kedua tangannya di antara kedua bahuku –mengukungku. Andai ada yang melihat kami dalam posisi seperti ini, aku yakin kami sudah pasti dituduh melakukan yang tidak-tidak.

“Apa kau takut noona, hm?” bisiknya sambil mendekatkan bibirnya ke telingaku. Bulu kudukku seketika meremang saat suara berat Taeyong menyapa telingaku begitu dekat.

 

“Berhenti melakukan hal aneh Taeyong, kau bisa membuat kita dalam masalah sekarang. kau pikir posisi kita ini tidak aneh apa?”

 

Ingin aku berteriak seperti itu pada Taeyong, tapi nyatanya bibirku kelu dan terasa sulit untuk berucap. Seakan semua kata yang sudah kususun rapi hilang ditelan kelamnya netra lelaki di depanku ini. Jadi, aku hanya diam, membisu, sementara Taeyong kini menunjukkan smirk-nya.

“Apa kau tidak penasaran kenapa kau ditempatkan di kelas Skrytol padahal kau adalah seorang gadis noona?” tanyanya, dan aku berusaha tidak tertarik dengan ocehan saudaraku itu meski diam-diam aku mengiyakan pertanyaan Taeyong dalam hati.

“Apa kau tidak berpikir ayah ikut andil disini, huh?” lanjutnya, dan seketika mataku membulat. Harus ku akui, pertanyaan Taeyong cukup masuk akal.

“Skrytol, kelas terkuat, namun juga kelas pembunuh. Apa kau tidak tau kalau kelas Skrytol mengijinkan saling membunuh antar sesama Skrytol? Kalaupun kau mati, itu hanya akan dianggap kecelakaan dalam ujian atau kelalaian tugas, dan kau hanya akan mati tanpa kepedulian. Hukum Skrytol, membunuh atau dibunuh. Apa kau tidak sadar? Ares menginginkanmu mati, bahkan mungkin mereka berharap kematianmu datang lebih cepat dari semestinya,” tubuhku seketika bergetar. Ya, pemikiranku kali ini sama seperti Taeyong. Inilah yang kutakutkan sebenarnya dari Skrytol. Bukan karena masalah gender yang akan menjadi teman sekelasku selama bertahun-tahun, tapi karena aku tau hukum Skrytol. Aku hanya takut hidupku berakhir semakin cepat. Dan aku tau, ini semua campur tangan Ares.

“Aku tidak takut,” ucapku nyalang, bersikap sok berani meski hanya kekehan Taeyong-lah yang terdengar setelahnya. Taeyong menegakkan tubuhnya, kemudian melepaskan kukungan tangannya padaku. Lantas ia meletakkan tangannya di atas kepalaku, mengacak rambutku seperti biasanya.

“Selamat menuju kematian,” ucapnya sarkas, kemudian berlalu meniggalkanku. Badan tegapnya perlahan menjauh, tak lupa tangan kanannya yang melambai di atas seakan-akan mengejekku.

Sialan, lagi-lagi dia…meremehkanku.

“Lee Taeyong!” pekikku akhirnya setelah Taeyong sudah berjarak kira-kira 10 meter dari hadapanku. Taeyong berbalik, kemudian menatapku bingung.

“Kemarin, kau mengaku dari keluarga mana saat Luhan memanggilmu?” Taeyong nampak diam sejenak, lalu mendekat ke arahku sambil tertawa kecil.

“Jangan bilang kau belum sadar kalau aku sudah memanipulasi pikiranmu kemarin?” katanya, dan seketika rasa penasaranku terjawab sudah. Ya, Taeyong sempat menatap lurus mataku kemarin, dan aku tau, ada yang aneh setelahnya. Ternyata, si bajingan ini punya maksud tertentu.

“Kau bisa memanipulasi pikiran?” beo-ku seperti orang bodoh, dan Taeyong dengan bangga tersenyum sarkas.

“Ya, aku bisa. Aku punya kekuatan magis, tidak sepertimu, noona-ku yang lemah.”

Sial, sebenarnya seberapa jauh aku tertinggal dari Taeyong?

 

 

Kelas Skrytol terletak lumayan jauh dari aula. Sepeninggal Taeyong yang pergi lebih dulu, aku harus berjalan lurus lalu belok kanan di belokan pertama, belok kiri di ujung lorong dan kelas Skrytol ada di ujung belokan ketiga. Sebuah ruangan luas dengan dasar bata dan warna dominan abu-abu menyambut penglihatanku saat membuka pintu coklat itu.

Kumpulan pria yanga agaknya seumuranku menyambut netraku untuk pertama kalinya. Ntah ada gerangan apa, pria yang agaknya berjumlah 20 puluhan itu serentak menatap ke arahku dengan pandangan yang sulit diartikan. Tatapan telah menemukan bahan bully-an baru mungkin?

Anyeonghaseyo,” sapaku gugup sambil melangkahkan kaki masuk ke dalam kelas itu, dan sialnya pandangan mereka masih mengikutiku hingga aku duduk di bangku paling sudut di ruangan ini.

Tak lama setelahnya, beberapa pria yang harusnya adalah teman sekelasku itu menghampiriku, tepatnya mengerubungiku.

 

“Wow, aku tidak percaya karena katanya ada seorang gadis di kelas Skrytol tahun ini, tapi ternyata memang ada gadis!”

“Astaga, dia bakal jadi primadona Skrytol kalau begini caranya!”

“Ya, tapi dia itu gadis. Kau tidak tau bagaimana kerasnya Skrytol? Gadis ini mungkin saja mati bodoh!”

“Tapi kalau dia masuk Skrytol, pasti kemampuan bertarungnya sangat-“

 

PRAKK!! PRAKK!!

 

Seketika, kebisingan di kelas itu berhenti. Nampak, mereka menatap ke arah seorang pria yang kami kenal sebagai Xi Luhan, Ketua Osis Arestal sudah berdiri di ambang pintu. Di tanganya ada sebuah logam semacam tongkat bisbol, benda yang kuyakini ia gunakan untuk menghantam dinding kelas dengan keras.

“Apa yang kalian semua lakukan?! Duduk!!” Luhan bisa saja terlihat sebagai sosok yang lembut, tapi nada tegas dan tatapan tajamnya itu setidaknya membuktikan padaku kalau ia tidak selembut kelihatannya. Terbukti karena kini seluruh penghuni kelas kembali duduk tertib di bangkunya masing-masing.

Kelas Skrytol seketika menjadi hening, hanya bunyi beberapa sepatu kets yang dipakai Luhan dan kumpulan pria di belakangnya yang memenuhi ruangan ini sekarang. Ada sekitar belasan pria yang kuyakini adalah senior tingkat kami yang kini berdiri di depan papan tulis putih yang bertuliskan ‘SKRYTOL’ dengan huruf capital dan warna merah menyala.

Tatapan tak bersahabat dari kumpulan orang itu agaknya membuatku sadar sekarang, tidak ada yang bisa dianggap teman di dalam kelas ini.

“Selamat pagi, kami adalah senior Skrytol kalian.”

 

 

Tanganku bergerak mengambil sebuah kertas putih yang sudah diremas kecil di dalam sebuah kotak transparan berukuran sedang yang diletakkan di atas meja guru. Aku mendesah sebentar sebelum akhirnya jemariku secara acak mengambil kertas, lalu kembali duduk di bangkuku. Kalau kalian bertanya apa yang sedang kulakukan sekarang, jawabannya mudah, pemilihan kakak asuh. Bukankah lucu?

Satu yang tidak aku tau dari Arestal, ternyata sekolah ini memiliki semacam adat turun temurun mengenai keluarga asuh, begitu katanya. Kakak asuh inilah yang nantinya akan membimbing adik asuhnya belajar di Arestal, semacam pengganti saudara, tapi aku yakin kakak asuh tidaklah sebaik itu mau menjaga vampire yang kemungkinan besar bisa menjadi lawannya saat mengikuti ujian kenaikan tingkat. Bukankah sudah pernah kujelaskan, Arestal tidak mengenal umur tapi kemampuan. Dan aku yakin, adik asuh hanya akan menjadi budak.

“Sekarang, kalian bisa membuka kertasnya,” titah seorang berperawakan tinggi, dengan mata tajam yang terkesan menyeramkan, Huang Zi Tao, petarung senjata terbaik di angkatannya.

Serentak, kami semua dengan patuh membuka kertas yang sudah kami pilih. Nampak beberapa nada bingung menguar ke udara beberapa detik setelahnya, karena ternyata kertas itu tidak berisi nama melainkan nomor yang aku sendiri tidak tau apa artinya.

 

111568

 

Aku terpaku, memandangi nomor yang menghiasi kertas putih milikku.

 

“Sekarang, maju ke depan dan lihat daftar nama kami, sesuaikan nomor yang kalian dapat dengan nomor induk disini, itu adalah NIS kakak asuh kalian,” lanjut si marga Huang itu lagi, masih datar, dan kini anggota kelasku dengan rapi mulai maju satu per satu dari barisan pertama.

Giliranku tiba setengah jam kemudian, dengan jantung berdegup dan takut-takut aku melangkahkan kaki ke depan, berharap kalau aku mendapatkan seseorang yang tidak terlalu berpengaruh, cuek dan tidak peduli sehingga dia tidak punya waktu untuk mem-bully-ku.

Perlahan, aku mencari nama yang sesuai dengan nomor yang kupegang, dan tak lama kemudian mataku membulat saat membaca nama yang tertera disana.

 

111568- Oh Shit! Kenapa harus dia?

 

“Kau beruntung, dia pemakai magis terkuat di angkatannya,” sebuah suara menyapa pendengaranku, itu Luhan, yang kini nampaknya cukup tertarik karena melihat siapa nama kakak asuhku, atau mungkin tertarik karena melihat tampang pucatku?

“Ah, maaf sunbae tapi –“

 

Brakk!

 

“Maaf, aku terlambat.”

 

Suara itu, ya, aku mengenalinya. Seseorang yang baru saja membuka pintu dengan kasar dan berjalan gontai memasuki kelas itu. Tak peduli meski kini mata seangkatanku menatapnya dengan pandangan bertanya-tanya, atau wajah iri yang timbul di peringai sebagian seniorku itu sekarang, namun pria itu berjalan begitu percaya diri.

“Jadi siapa adik asuhku?” tanyanya tak lama kemudian, dan seketika jantungku berdegup semakin keras. Luhan sedikit menyenggol bahuku, kemudian berucap dengan sangat pelan, “dia kakak asuhmu,” meski sebenarnya tanpa Luhan peringatkan pun aku sudah mengenalnya.

Jadi dengan takut-takut, aku mengacungkan tangan ke arah langit-langit ruangan kelas beberapa detik kemudian, menunduk, takut dia mengenaliku meski cepat atau lambat dia akan mengetahuiku juga.

“Jadi kau?” tanyanya dingin, dan aku mengangguk takut-takut. Meski menunduk, sudut mataku jelas menangkap wajahnya yang kini terhias sebuah senyum tipis yang agak miring?

“Kita bertemu lagi rupanya, mungkin takdir?” lanjutnya asal, dan aku semakin menunduk. Demi Tuhan, kenapa Oh Sehun yang katanya hanya setahun lebih tua dariku itu ternyata adalah senior tingkat 4? Hanya satu level lagi hingga dia lulus dari Arestal di usia semuda itu. Dan parahnya, kenapa harus dia kakak asuhku setelah aku melemparinya dengan sepatu?

“Kalian saling mengenal?”

Luhan akhirnya angkat bicara di sela-sela hening yang tercipta antara aku dan Sehun. Aku mengangguk singkat, sementara Sehun nampak hanya diam di tempatnya.

“Benarkah? Bagaiman bisa kalian saling mengenal?” respon Luhan jelas jauh di luar ekspetasiku. Luhan nampak benar-benar tertarik saat topiknya kini mengenai Sehun. Aku tau mereka berdua dari Niverda dan tebakku mereka saling mengenal dengan baik, tapi apa salah kalau aku bilang Sehun menatap Luhan penuh kebencian? Menurut pandanganku, hubungan mereka mungkin tidak cukup baik.

“Ah, kami-“

“Bisa kita berbicara berdua saja nona Lee?” Sehun memotong ucapanku cepat, matanya menusuk begitu tajam hingga aku yakin tatapannya bisa membiusku begitu saja. Dengan gerak cepat, Sehun menarikku keluar ruangan, bodohnya jantungku berdetak tak karuan saat Sehun memperlakukanku sedemikian kasar. Ruangan lansung riuh, tapi sepertinya lelaki yang menarikku ini tidak terlalu peduli dan terus menarikku keluar kelas.

“Ada apa?” tanyaku takut-takut saat Sehun melepaskan tanganku, memojokkanku di sudut dinding yang tidak kutau di mana. Sehun menarikku mengelilingi koridor begitu cepat hingga aku tidak tau dimana keberadaanku sekarang.

“Kenapa harus kau?” suara berat Sehun menyapaku tak lama kemudian. Nafasku tiba-tiba tercekat, merasakan ada sesuautu yang janggal dari Sehun. Atau mungkin janggal sejak aku melemparnya dengan sepatu?

Aku hanya diam, menunduk, dan menghindar dari kemungkinan kontak mata dengan Sehun.

Lama hanya hening yang menyelubungi kami berdua. Tak ada yang memulai konversasi, dan aku pun agaknya terlalu sungkan untuk sekedar menjawab ‘karena ini’ atau ‘karena itu’ setelah semua perbuatan kurang ajar yang kulakukan pada lelaki ini beberapa hari yang lalu.

“Matilah,” suara dingin yang bagai desis itu menyapaku beberapa saat kemudian, hanya sepatah kata, namun mampu membuat mataku seketika membola dan menatapnya tak percaya. Memang Sehun baru saja meleyapkan hening yang sedaritadi berkuasa dengan memulai konversasi, namun ucapannya barusan bagai menciptakan sebuah belati yang menusukku hidup-hidup.

“Matilah, atau aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri,” bisiknya lagi semakin menusuk, seketika membuat bulu kudukku meremang dan semakin berdetak tak karuan.

Sehun yang di depanku ini, apa benar-benar Sehun yang ku kenal di kereta? Juga benar sosok Sehun yang melamarku kemarin sore? Kenapa, dia berubah begitu cepat seakan aku adalah musuh yang harus dia basmi?

Dan sialnya,

Kenapa banyak sekali vampire yang menginginkan kematianku? Apa memang aku ini tidak pantas hidup?

 

 

To Be Continued

Shaekiran’s AREA

| Instagram | Line | Twitter | Wattpad | WordPress |

Iklan

37 pemikiran pada “Mea Alterum – [2] Skrytol – Shaekiran

  1. Ping balik: Mea Alterum – [3] Examination – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. SEHUUUUN KENAPA SIH LU HAH? PAKEK NYURUH NYURUH YARA MATI. KEMAREN AJA NGELAMAR, NGOMONG MANIS. DASAR GANTENG LU!!!
    Udah fix nanti harus Sehun yang ngelindungin Yara. Dan Taeyoung aja yg mati, gk usah Yara. Eh klo bisa jgn mati deng Teyoung juga.

    • SEHUN EMANG GANTENG/DIBALANG/ 😄
      CUS, KITA GANTI JUDUL AJA JADI AADS ‘ADA APA DENGAN SEHUN’ /DIBALANG/ 😄
      hayooo, chingu plinplan ini, wkwkw 😀
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya ❤

  3. Ya ampun makin keterlaluannya mereka udh ditaro dikelas paling berbahaya, sekarang sehuuuuuun kenapa dirimu nak??? Kau ingin bunuh org yg kau lamar sendiri???? OMG ga tau lagi harus komen apa perasaan ku campur aduk pokoknya semangat buat kak eki (boleh ga kak saya panggil kak eki?) nulis ceritanya karena cerita ini harus dilanjutin udah gemes bgt mau ngotak atik otaknya sehun 😤😤😤

    • sehun mungkin kobam/dibalang/ 😄
      boleh kok, boleh banget malah, wkwkw. Panggil aja eki, mbak eki, mas eki, om eki, tante eki, mak eki, pak eki, kak eki, bang eki, atau apapun itu yg nyaman/dibalang/ 😄
      Betewe, eki line 00, hoho, masih muda lah ya/DIBALANG BENERAN/ 😄
      duh, cogan jangan diotak-atik chingu, kesian/dibalang/ 😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading ❤

  4. TELATTTT T,T
    Kenapa dakoh baru nemu ni ff sekarang? huhu~ #lebay
    Kenapa ya kalo cerita vampire selalu seru meskipun cuma itu itu doang?
    Tapi sumpah ini tuh beda meski sama #apaansih

    Udah lama dakoh menantikan cerita cem gini (cerita kembar cowo & cewe)
    Dan sumpah *gak bisa berkata-kata lagi #lebay

    Pokoknya ini sama evening sky adalah ff vampire teratas dalam list favorite :’
    Cerita nya gak ngebosenin

    • gak telat kok gak, nggak, wkwkwk 😄
      Mungkin karena jarang update? jadi jarang muncul ini epep/dibalang/ 😄
      Vampire syudah mainstream, syayayalaa, doain aja ini cerita beda dari yang lain yawww :3
      kembar cowok cewek kan imut , wkwkw 😀
      Duh, itu ff senpai dinotis, emang greget itu ff vampire si sarang 😄
      Duh, makasih udah dimasukin list chingu, eki terhura sumpah :”) 😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnnya ❤ ❤

  5. Kekuatannya taeyong keren banget trnyata, waahhh gue jga mau
    Tp aku ykin deh yara punya kekuatan di bagian perang cuman blum dia sadarin
    Oh iya, ceyenya kpan muncul thor ? Aku manggilnya siapa yh ? Gk enaka kalau pake thor kya phlawannya marvel hehe
    Untung yg jdi kakak asuhnya sehun meski sehunnya menderita tp apa yara sndrian perempuan dkelasnya ? Aduh ngeri

    • taeyong serba bisa, haha, ane juga mau chingu, biar bisa manipulasi emak bira bisa nonton konser bias/ASTAGA EKI, DURHAKA KAMU NAK!/ 😄
      Hayooo, kekuatan yara apa hayoo??
      cy? lah, kok notis cy ini? ada apa dengan cy??? /LOL/ Pura-purra gak tau ini authornya/dibalang. 😄
      Panggil aja eki, hoho, eki line 00, masih muda kok/dibalang/ 😄
      Iya, dia cewek sendirian dikelilingi vampire cogan/dibalang/ 😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya ❤ ❤

  6. KAK EKI MAAPIN AKU NGEKEK LAGI “PETINGGI ARESTAL” AHAHA LUHAN NISTA BUAT JADI PETINGGI ARESTAL. DAN APA ITU? LUHAN TAK SELEMBUT KELIATANNYA? IYA KATA MBAK HYER DIA SUKA GANAS KALO UDH EKHEM EKHEM /SALFOK/KAYANG/ INILAH SALAH 1 ANE GAK MO BACA FF LUHAN YG VANGSAT ROMENS SOALNYA PASTI ANE MABOK SM NGAKAK

    oke fix balik ke cerita. Sudah kuduga pas di kamar pas gosipin Taeyong, pasti si teyong ngapa2in yara ya beneran di manipulasi wuanjir teyong kok tingkah sm apanya kek sayang atau sok pura2 sayang padahal nusuk? ITU SAKIT MEENNNN.

    AND ANJIRR ANJIRRRRRR ZIYAL YARA MASUK KELAS CEM GITU CKCKCKCKCKCK. SEBENERNYA MBAK HYER MASUKIN KELAS KEK GITU JUGA BISA, OC ANE ITU TANGGUH KOK /GAK/ btw ane juga tau masalah adek asuh soalnya papa ane jg gitu di TNI pas jaman taruna wkwkwkwk, punya adek sm kakak asuh :3 dan ane kira si canyul yg jadi kakak asuh yara nyatanya… nyatanya… sompret… SI SEHUN GEMBEL YG BLAK2AN NGELAMAR TAU2 JADI NGANCEM MATI KE YARA, KAMU MAU APA SEHUN? MANA JANJIMU INGIN NIKAH SM YARA? MANA JUGA KATA2 MANISMU YARA ITU IDAMAN KAMU? BOHONG KAMU MAS FIX! PERGI AJA KAMU OSEH. tp aku feeling ye, si sehun kan nanya “kenapa hrs kau?” Keknya emg adat adek asuh kemungkinan terbesar dibunuh kakak asuhnya jadi sehun serba salah jd nyuruh yara metong aja tapi tetep.. ANJIR SEHUN SAIKOPAT, DI KERETA KAMU GAK GITU, KAMU BERUBAH, JAN2 KAMU POWER RANGER HUN BUKAN VAMPIRE /GEBRAK MEJA/TABOK SEHUN/ DAN ANE MO NABOK JISOO PADAHAL DIA BIAS KENAPA DIA SO KAMPAY JUGA ANJUUU ANE PEN DIA DIBUAT KAYAK CHA SI AH YG STRESS PAS TAU YARA ITU KAUM ARES. FIX HARUS GITU /DITABOK LAGI/

    Kapan ceye muncul kak eki? Dia kan pengantin kak eki siapa tau dia bs membuat Yara tidak menjadi abu eyakk Yara goblin ver 2k17 vers shaekiran /nyuit/disumpel bibir mas luheen/ dan kapan hyerim muncul kok dia ngumpet mulu di ketek mas luheen? Kenapa ada Tao? BAPER 3 ALUMNI ADA AHAHAH /KETAWA/GA/ btw itu sehun-luhan napa musuhan? Rebutin mbak hyer yg dipincut ultahnya sm kalian ya? Atau rebutin elsanya sekalian /ditabok lagi/

    KUTUNGGU KAK EKI DAN HARAP SABAR SM KOMEN NONFAEDAHNYA ELSA /BUNGKUK2/ON FIRE NUNGGU/PLAK

    • CUMA DIRIMU ELS, ISTRI YANG NGAKAK SUAMINYA DAPAT JABATAN TINGGI, BHAKSS/PLAKK/ 😄
      IYA, YARA NGERTI KOK KALO LUHAN UDAH ERRRRR AUMMM SAMA HYERIM PASTI GARANG/PAAN DAH/ 😄
      MABOK AJA ELS, MABOK SEBELUM MABOK DILARANG. BHAKS/XD
      iya els, zialan SAKIT pas ditusuk , haha. cuma taeyong yang manipulasi kaka sendiri, dasar adek jahat :3
      DUH, TANGGUH KOK TANGGUH. CUMA YARA EMANG LUCKY SEKALIGUS UNLUCKY MASUK ITU KELAS, ZIAYALAN, EKI JADI PEN MASUK KELAS SKRYTOL JUGA INI CERITA NYA ELS/DIBALANG/ 😄
      jangan kamu sama papa els, eki aja masih SMA aja udah punya kakak asuh, hoho. efek sma setengah militer dan eki anak asrama/napa jadi curhat?/ 😄
      nyatanya oh nyatanya SI OHSEH BANGSAD PAN??!
      SEHUN ITU VAMPIRE YANG KERJA SAMBILAN JADI POWER RANGER ELS/DIGAMPAR SEHUN/ 😄
      MUNGKIN SI OHSEH BERNIAT GANTI JUDUL INI CERITA JADI ‘ADA APA DENGAN SEHUN’ ELS, MAKLUM AJA/DIBALANG/ 😄
      NTAR KITA BUAT NASIB JISOO NGENES ELS, TENANG AJA/ANJUU. ITU BIAS LO JUGA SI JISOO EKI, SADAR WOIII!/ PLAKK/XD
      ane ngakak els pas goblin dinotis, bhuakaka 😄
      Gak, cy kagak penganti kok, wkwk 😀
      Kapan ye si ceye kaming? keknya masih lama. hohoho 😄
      SENGAJA ELS, SENGAJA ADA 3 ALUMNI BIAR EKI BAVER DAN READERS JUGA IKUTAN BAPER/DITAMPAR/ 😄
      BETEWE, MEREKA KAPAN REUNI :”
      mungkin mereka rebutin eki els/digampar hyerim/ digampar ceye/ gak kok yayang ceye-ku. aku gak selingkuh/ OPEN YOUR EYES EKI!/XD
      TENANG ELS, BALASANNYA JUGA UNFAEDAH KOKZ :3
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya els, hyerim nongol chap depan kalo gak chap depannya lagi/eh spoiler/ :3
      Cintakuh padamuh els ❤

      • AKU ISTRI YG MAINSTREAM AHAHAH /PLAK/DICIUM LUHAN/APA INI/

        LUHAN MAH LANGSUNG ERRR AUMMM AWWW SAMA HYERIM KALO UDH EKHEM EKHEM /PAAN DAH (2)/

        Teyong kamu musnah aja, dibalik wajah menekin itu kamu saikopat. ANJUUU yaakk manipulasi awas kamu manipulasi luhan buat ngerestuin hyerim nikah lagi /dibuang/ adek kurang ajar kamu teyong! /elsa marah mewakili yara/ yara huhu teraniaya sekali kamu nak :((

        UNLUCKY BISA KEBUNUH, TAPI LUCKY SAMA COGAN ANJAYYYYYYYYYY /YNYA PANJANG/ AKU JUGA MAU AH BIAR BARENG MAS LUHEN /PLAK/ BTW KAK EKI BOCORAN SI HYERIM MASUK KELAS APA? DIA GAK MASUK KELAS MASAK KAN /DITABOK/ Dan ceye manaa mana ceyee, kuingin sorak-sorak kalo dia muncul huhuhu /yara-ceye shipper here/ditabok/

        Kak eki itu SMATN kah? Adekku niat dimasukin kesitu lohhh soalnya. Iya kak eki kupaham ala militer pasti kea taruna, calon suami ane ntar /plak/

        IYA ITU SEHUN BANGSADD, DASAR POWER RANGER KUCING /INGET FILMNYA YG NTAR TAYANG JUDULNYA CATMAN/

        ADA APA DENGAN SEHUN AHAHAH. SINTERON DI ERCETI NTAR AHAHAH /DIBALANG/ JISOO NGENES KAMU NAK /ELSA DURHAKA SAMA BIAS/ JISOO MASUK KELAS APA NIH KAK? JAN-JAN KELAS NGENES /NANYAIN KELAS MULUK LO/

        Yah kok lama :((( diendusnya si yara sama sehun dulu, ndak mau, sehun saikopat, dia power ranger kucing, aku gak like kak gak like. Maunya sama ceye si kuping minyak caplang :””)))

        VAPERR VAPERRRR MAKAN AJA KAK EKI /ITU LAPER EY/ NTAR MEREKA REUNI KOK KAK, DIHATIKU :* /DITABOK LUHAN/

        “OPEN YOUR EYES EKI” KOK ANE NGAKAK BACANYA AHAHA, JANGANNNNNN, JANGAN REBUT LUHEENNYA HYERIM :”

        Sejujurnya kalo kita ngobrol banyak unfaedahnya kak. Kapan kita berfaedah kak? Kapan? 😂😂😂

        Cintaku padamu juga kak eyakkk 😚😚 kuikutin epepnya kok soalnya aku suka 😘😘

      • IYA, LUHAN MAH GAK MAU YG BIASA, LANGSUNG TERKAM KAN ELS/DIGAMPAR/
        taeyong mungkin kilap els, secara cogan emang suka kilap/apahubungannyacoba/
        nanti taeyong manipulasi luhan buat ngasih uang belanja lebih aja els, taeyong baik kok ke elsa, takut dimarahin katanya/PLAKK/ 😄
        HYERIM MASUK KELAS IBU-IBU PKK OSIS ELS/DIGAMPAR/
        GPP, YANG PENTING LUCKY SAMA GAK LUCKY YARA TETAP BERHUBUNGAN SAMA COGAN, SECARA KALO MATI PUN KAN COGAN YANG BUNUH, COGAN MAH BEBAS~~/DIGAMPAR/ 😄
        ceye munculnya masih lama els, suerr deh, sorak-soraknya elsa masih lama dunks :”
        Gak TN kok els, eki gak tes kesana dulu, jauh soalnya harus naik pesawat , lagian gadak temen yang mau tes ke sana juga, wkwkw. Kalo eki setengah militer juga kok els, SMA MTN tau? Matauli Pandan kepanjangannya, itu juga sekolah semi militer, eki disana, wkwkkw 😄
        Masukin els si dd kesana, bagus, wkwk 😄
        Anehnya eki gak berniat jadi taruna hoho, kamu cari taruna yang mana nih els? Luhan perasaan bukan taruna/plakk/XD
        CATMAN DINOTIS, ELAH, ITU FILM KAPAN TAYANG? ANE PENASARAN MASA 😀
        KALO SEHUN JADI PEMAIN SINTERON ERCETEI GPP KOK ELS, SIUS, KAN KALO DISANA EPISODENYA RIBUAN, KENYANG DONG EKI LIAT MUKA SEHUN SEKIAN RIBU KALI DI TIPI 😀
        HOHO, NEXT CHAP KELAS JISOO KETAUAN KOK. JANGAN GITU ELS, JISOO ITU BIAS 😄
        jangan diendus els, nanti luhan err/ambigu/ 😄
        tunggu tanggal main yara aja, hoho, sehun baik kok,baikk, gak nggigit kok dia 🙂
        DIHATIKU JUGA MEREKA UDAH REUNI KOK ELS /BAVER EGEN/ :”
        Eki suka itu lagu, seakan menyadarkan eki yang suka kilapin bias ini els, lagunya nctu :”
        EKI SETIA SAMA CEYE KOKZ ❤
        Kapannya jangan ditanya els, eki langsung kicep, soalnya eki gak tau kapan, wwkwk 😄
        Yuhuhu, ikutin ya els biar aku makin cinta, kyaaaa ❤ :* :*

  7. KENAPA HUNN😭😭 KAMU YANG NGELAMAR DIA KANN?! MASA CUMA GARA GARA DI GAMPAR SEPATU SAMPE NYURUH MATI JAHAT BENER SII😭😭😭😭 AKU TUH SEDII HEUU😭 ITU JUGA TEYONG YAILAA ADEK DURHAKA BANGET IH KESEL AKU TU;((( NEXT NYA DI TUNGGU BANGET YA EONN! SEMANGAT! MAKIN BIKIN BAPER!😂😂

    • SEHUN DENDAM SAMA YARA/GAK/DIBALANG/😂
      MUNGKIN SEHUN KOBAM CHINGU. HARAP MAKLUM/DIGAMPAR/😂
      TAEYONG JAHAT UGHA, BIKIN KESEL/DIGAMPAR(2)/😂
      DUH BAPER. 😂
      THANKS FOR READING, DITUNGGU YAW NEXT CHAPNYA. ❤

  8. Kak Eki akhirnya .. yaampun,udah lama banget nunggu nih ff update 😀 jadi makin penasaran,kenapa sih itu si sehun ?? Jangan jangan ..Sehun punya kepribadian ganda /ngawur/ 😁 kok aku jadi mikirnya si sehun sama luhan itu saudara ya,kaya Taeyong sama Yara gitu /ini makin ngawur/ 😁
    Gk sabar nunggu kelanjutannya 😁

    Kak,ff yang lama tetep dilanjutin kan ?? 😁😁 Aku penggemar ff-nya kak Eki lohh 😂😂

    • Hoho, lama yak updatenya eki, hehe.. 😂
      APA perlu ganti judul jadi AADS ‘Ada apa dengan Sehun? ‘/dibalang /😂
      Hayoo, hubungan apa si luhan ama sehun? 😁😂
      Tetap dilanjut kok, hoho, pasti eki lanjut sampai end semua, sabar yaaaww. 😁
      Duh, penggemar katanya, eki jadi terhura plus naik kuping ini/dibalang/😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. ❤

  9. Sekian lamaaaa aku menungguuuu untu kedatanganmuuu *etdah?
    AKHIRNYA KOMBEK JUGAAA.. HUHU*nangis bombay.
    Ane dah nunggu” dari kemaren loh ya kak*hug{}
    Euuumm… Euungg.. Itu luhan sehun kenapa yaa kak? Ada yg salahkah? Mereka musuhan kah? Trus kenapa sehun berubah dingin bengedd? Kenapa kenapa? Kenapa? Apa jngan” pas dah dewasa nanti mereka disuruh melawan kakak asuh masing”? Huhu? Gatega kalo begini… Kakak kezaamm*T_T Penasaran sama reaksi taeyong pas yara masuk.kelas.

    • Sius chingu, eki bacanya sambil nyanyi barusan/digampar/😂
      Iya, maap ya kalo inj kombek-nya lama beutttt, 😁😂
      Waduhh, pertanyaannya susah beut chingu, sius, dijawab di next chap aja Kali ya, wkwkw. 😂
      Eki juga gak tega kok, gak, eki tuh gak kuat dikasih scene melankolis/dibalang /😂
      Nanti Ada reaksi Taeyong kok, hoho😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. ❤

  10. Akhirnya update juga kak, aku udah lama nunggu nya.
    Sehun jadi kakak asuhnya yara wah pertemuan kedua mereka sungguh tak terduga dan dimana sifat sehun yang hangat dan banyak bocara seperti yang di kereta dan ujung-ujung nya sifat sehun kembali menjadi seorang yang dingin. Kenapa sehun seperti membenci luhan ?
    Kapan yara bisa bahagia ? Sehun memang meminta yara mati tapi mungkin nanti sehun akan jatuh cinta sama yara dan sehun nanti yang akan ngelindungin sehun walaupun sifat sehun begitu menjadi orang dingin.

    • Iya, hehe, akhirnya up juga yekan😂
      Hayoo, Apa perlu kita ganti judulnya jadi AADS ‘Ada APA Dengan Sehun?’/digampar/😂
      Duh,pertanyaannya susah banget chingu, dijawab di next chap aja Kali ya, wkwk. 😂😏
      Oseh, si kakak asuh yara, wkwk. 😁
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya.❤

  11. Eyaaaakk. Akhirnya update jua 😂😂😂
    Jangan” sehun tau kalau Yara keturunan Ares yg harus dibunuh.
    Oooohohoh. Semakin membuat penasaran. Ditunggu next nya kak. 😍😄😍😄😄😄

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s