[EXOFFI FREELANCE]The Perfect Wife – (Chapter 6)

the perfect wife.jpg

THE PERFET WIFE

Author : Kim hyo ah

Length : Chapter

Rating : PG-15

Main Cast : Chanyeol, Eun ji, Sehun, Bam Bam, Junior

Additioanal Cast : Joy, Yeri, Min ho, Naeun, Krystal

Genre : marriage life, comedy, friendship, and sad

Disclaimer : ff ini adalah murni buatanku sendiri, aku tidak pernah berfikir untuk memplagiati karya orang lain, sebab aku punya prisip untuk menghargai karyaku sendiri. Dan jika terdapat kesamaan tokoh atapun lainnya itu hanyalah ketidak sengajaan.

Summary :

Kim eun ji adalah gadis berumur 22 tahun yang menghabiskan waktunya untuk selalu bekerja dan belajar, namun ia tidak menyangka akan belajar menjadi seorang ibu bagi empat pria.

Chapter 6th

Eun ji hanya bisa diam melihat reaksi suaminya, namun ketika Chanyeol bangun. Pria itu melihat Eun ji dengan senyuman yang mengerikan, istrinya tersenyum dengan lebar. Melihat hal tersebut Chanyeol menjadi bingung, lalu ia bertanya pada istrinya. Namun Eun ji tidak menanggapi pertanyaan tersebut, gadis itu terus memandang sinis kearah Chanyeol. Bahkan ia hampir tidak mengedipkan kedua matanya.

Karena merasa takut dengan tingkah aneh istrinya, pria itu dengan segera keluar dari dalam ruangan tersebut. Melihat hal itu Eun ji langsung tertawa terbahak – bahak, ia tidak menyangka aktingnya berhasil. Namun semakin lama Eun ji merasakan energi negatif terpancar diruangan itu. Karena merasa takut Eun ji berjalan perlahan keluar dari dalam ruangan tersebut dan segera menemui Chanyeol.

 

 

_*_

 

Nampak disore hari seorang gadis tengah mengendarai sepeda menuju tempat kerjanya. Ia sangat menikmati suasana disore hari dikota Seoul, sesekali Eun ji menyapa orang – orang yang tengah melintasi jalan itu walaupun ia tidak mengenalnya. Gadis itu memancarkan senyum indahnya pada setiap orang. Namun saat ditengah perjalan Eun ji melihat Bam bam yang tengah berjalan dipinggir jalan raya sambil membawa bunga ditangannya. Karena penasaran gadis itu segera menghampiri adik iparnya.

“Bam bam –ah, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji sambil mengendarai sepeda dengan pelan.

“Noona, kau sedang apa disini ?” tanya Bam bam yang langsung menghentikan langkahnya, pria itu nampak sedikit terkejut ketika melihat kehadiran noonanya secara tiba – tiba. Lalu dengan segera Eun ji menghentikan laju sepedanya.

“Aku ingin pergi ketempat kerjaku, lalu kau mau kemana sekarang ?” sahut Eun ji

“Bukan urusanmu, lagipula untuk apa aku memberi taumu” ucap Bam bam sambil memandang sinis kearah noonanya.

“Kau harus memberi tauku, hyungmu memberiku kekuasaan penuh atas kau dan saudara – saudaramu” balas Eun ji dengan bangga.

“Memangnya kau eommaku, kau itu hanya seorang saudara tiri bagiku” sahut Bam bam yang langsung berjalan menjauh dari Eun ji.

“Setidaknya kau anggap aku sebagai eommamu !” teriak Eun ji. Mendegar kata – kata itu Bam bam langsung menghentikan langkahnya, pria itu membalikan tubuhnya kearah Eun ji dan menatapnya.

“Jika aku tidak bisa menjadi eomma yang sempurna bagimu, kau bisa anggap aku sebagai saudara tiri yang sempurna bagimu. Mungkin aku bisa menggantikan ketidak hadiran eommamu disini” ujar Eun ji.

Bam bam melangkah mendekat menuju Eun ji, pria itu ingin mengatakan sesuatu kepada kakak iparnya.

“Kau tidak perlu menjadi eommaku, jadilah istri yang sempurna bagi hyungku” balas singkat Bam bam, lalu segeralah pria itu berlari menjauh dari Eun ji.

Gadis itu menjadi diam terpaku ketika mendengar kata – kata yang diucapkan oleh Bam bam. Kali ini Eun ji benar – benar tidak mengerti dengan keadaan dirinya sendiri. Ia terus berfikir kenapa setiap orang menyuruhnya menjadi istri yang sempurna dan bukan menjadi wanita yang sempurna.

Eun ji melangkah perlahan dari tempat itu sambil menuntun sepedanya, langkahnya tidak beraturan. Eun ji seperti orang yang tengah putus asa dengan kehidupannya sendiri. Namun tiba – tiba ponselnya berdering, dengan segera Eun ji mengangkat ponselnya. Tidak disangkah adiknyalah yang menghubunginya.

“Yeoboseyo eonnie” sapa Yeri dalam telepon

“Nde, ada apa kau menghubungiku ?” tanya Eun ji pelan

“Apakah kau baik – baik saja eonnie ?, atau jangan – jangan kau sedang sakit” ujar Yeri

“Tidak aku baik – baik saja, mungkin karena aku belum makan” balas Eun ji

“Kau harus segera makan, aku tidak ingin kau sakit”

“Ye, lalu kenapa kau menghubungiku ?”

“Aku rindu sekali padamu eonnie, dan aku juga sangat bahagia sekali disini. Kau tau aku belajar banyak tentang desain baju disini walaupun tidak semua ,tapi aku berharap aku segera lulus Sma dan masuk kesekolah desainer diParis”

“Keinginanmu akan segera tercapai, kau harus belajar yang benar”

“Ye eonnie”

Setelah Eun ji berbicara pada adiknya, dengan segera ia pergi ketempat kerjanya. Namun sayangnya gadis itu tidak sadar bahwa hari sudah menjelang malam. Eun ji melihat toko kue bibinya sudah tutup, karena merasa lelah sekali. Gadis itu memilih untuk pulang kerumah .

Sesampainya dirumah, Eun ji mencium wangi harum masakan dari arah dapur. Lalu segeralah gadis itu berlari kearah dapur. Ia melihat Chanyeol yang tengah memasak. Gadis itu terus memandangi suaminya, ia tidak menyangkan akan memiliki suami sebaik Chanyeol. Walaupun Eun ji tau bahwa ia hanya seorang istri bayaran bagi suaminya. Namun kenyataan itu tidak membuatnya sakit hati, ia yakin suatu saat semua ini akan menjadi kenyataan dalam hidupnya.

Eun ji tidak ingin memikirkan hal itu lagi, karena merasa bosan ia langsung menghampiri suaminya yang tengah memasak.

“Park Chanyeol, kau sedang memasak apa ?” tanya Eun ji tiba – tiba

“Kau sudah pulang. Aku sedang memasak tottboki untuk makan malam” sahut Chanyeol.

“Kenapa harus tottboki, padahal aku ingin sekali makan sushi” ujar Eun ji

“Kalau kau ingin makan sushi, buatlah sendiri” balas Chanyeol

“Kau tidak ingin membuatkanku Shusi, baiklah aku akan menunjukan senyuman yang indah untukmu” sahut Eun ji. Mendengar hal itu, Chanyeol jadi teringat dengan senyuman lebar yang dimiliki Eun ji waktu di Cafe. Chanyeol menjadi takut ketika istrinya ingin menunjukan senyuman itu. Dengan terpaksa Chanyeol harus memenuhi keinginan Eun ji.

“Baiklah aku akan membuatkanmu Sushi, tapi kau jangan menunjukan senyuman anehmu itu” ucap Chanyeol sambil menatap wajah istrinya.

“Memangnya kenapa ?, aku kan hanya ingin meniru senyuman para Devil saja” balas Eun ji

“Kau tidak terlihat seperti Devil, melainkan seperti pawang kecoa. Jadi jangan pernah tersenyum lebar seperti itu” ujar Chanyeol

“Kau selalu mengejekku, baiklah kau tidak perlu membuatkanku Sushi. Aku akan makan apapun yang kau masak, tapi aku ingin kau membuatkanku jus jeruk” ucap Eun ji datar

“Baiklah, begitu baru istriku” sahut Chanyeol sambil tersenyum.

Eun ji juga ikut gembira ketika melihat suaminya gembira. Seketika muncul perasaan aneh dalam hati gadis itu terhadap Chanyeol.

Saat mereka tengah mempersiapkan makan malam, tiba – tiba Junior datang sambil membawa beberapa botol soju. Eun ji terkejut ketika Junior datang, pria imut itu rupanya ingin mengajak Eun ji dan hyungnya untuk minum bersama malam ini. karena tidak terbiasa minum soju ,Eun ji menolak ajakan adik iparnya. Namun Junior terus memaksa Eun ji, tapi tetap saja gadis itu menolak untuk ikut minum.

Timbul rasa jahil dipikiran Junior, pria itu mencampurkan soju kedalam jus jeruk milik Eun ji tanpa sepengetahuan dari gadis itu. Disaat mereka tengah makan malam, Junior terus memperhatikan noonanya yang sedang makan. Pria itu ingin sekali melihat noonanya meminum jus jeruk tersebut. Dan akhirnya keinginan itupun terjadi, Eun ji langsung meminum jus jeruk itu bahkan hingga habis. Junior tertawa kecil melihat hal tersebut. Karena penasaran ia segera mengajak Eun ji mengobrol.

“Sepertinya jus jeruk itu sangat enak noona” ucap Junior tiba – tiba .

“Tentu saja, tapi rasanya sedikit aneh” sahut Eun ji

“Aneh bagaimana ?, aku membuat jus jeruk itu sesuai dengan takarannya” ujar Chanyeol

“Kalau kau tidak percaya, kau boleh mencicipinya” ucap Eun ji

“Noona kau bodoh, bagaimana mungkin hyung bisa merasakan jus itu jika jusnya saja sudah didalam perutmu semua” balas Bam bam

“Aigo … aku lupa tentang hal itu” ucap Eun ji. Melihat hal itu Sehun tertawa kecil. Tidak pernah ia melihat suasan meja makan yang ramai seperti ini.

“Aku senang kau ada disini noona” ucap Sehun tiba – tiba .mendengar kata – kata itu semua orang menatap kearah Sehun .

“Kau sedang bermimpi hyung ?” tanya Junior

“Tidak, aku merasa suasana rumah ini menjadi lebih ramai” sahut Sehun

“Benarkah, berarti aku membawa hal positif kedalam rumah ini. Daebak … sungguh mengagumkan” ucap Eun ji sambil tersenyum lebar.

“Kau baik – baik saja ?” tanya Chanyeol yang nampak bingung melihat sikap istrinya yang aneh.

“Aku baik – baik saja suamiku, sepertinya kau sudah mulai mencintaiku” ujar Eun ji. Ternyata efek dari minuman itu mulai terjadi pada Eun ji. Gadis itu mulai berbicara aneh bahkan terlihat seperti orang mabuk.

“Park eun ji, apakah kau mabuk ?” tanya Chanyeol sambil menatap istrinya.

“Tidak, aku hanya pusing sedikit mungkin karena pengaruh cintamu padaku” sahut Eun ji yang nampak mulai tidak karuhan.

“Hyung, sebaiknya noona dibawa saja kedalam kamarnya” ucap Bam bam

“Baiklah” sahut Chanyeol

Lalu segeralah pria itu mengantar Eun ji menuju kamarnya, namun saat hendak ingin mengantarnya kekamar tiba – tiba saja Eun ji muntah – muntah. Dan tubuh Eun ji berkeringat dan kepalanya juga pusing, gadis itu terus memegang perutnya seperti ada sesuatu yang terjadi didalam perutnya.

“Suamiku, perutku tidak enak dan kepalaku juga pusing” keluh Eun ji yang nampak mulai tidak sadarkan diri.

“Kau akan baik – baik saja, aku akan mengantarmu kekamar” ucap Chanyeol. Lalu segeralah pria itu menggendong Eun ji menuju kamarnya. Namun tidak disangka saat tengah menggendong Eun ji, gadis itu tiba – tiba saja tertidur. Dan sesampainya dikamar Chanyeol langsung menidurkan Eun ji diatas tempat tidur. Gadis itu terlihat sangat lelah sehingga tidurnya sangat pulas sekali.

 

_

 

Dipagi harinya Chanyeol melihat Eun ji yang terus saja muntah – muntah dan bolak – balik kekamar mandi. Padahal gadis itu tidak sedang sakit, karena penasaran pria itu membuka ponselnya dan mencari tau di Google mengenai hal tersebut. Terlihat dilayar ponsel pria itu mengenai tanda – tanda kehamilan pada seorang wanita. Chanyeol terkejut ketika melihat tulisan dilayar ponselnya, seketika pria itu tidak mempercayai hal tersebut. Namun semua bukti sudah ia lihat, dari mulai Eun ji yang terus muntah – muntah dan mengeluh karena kepalanya yang terus saja pusing.

Namun anehnya Chanyeol dan Eun ji tidak pernah melakukan hubungan suami istri sebelumnya. Tapi tetap saja rasa gelisah terus menyelimuti perasaan pria itu.

“Bagaimana jika Eun ji-ah benar – benar hamil” ujar Chanyeol yang nampak kebingungan.

Pria itu mulai berfikir hal yang aneh – aneh, ia menyangka bahwa Eun ji benar – benar hamil. Dan ketika gadis itu keluar dari dalam kamar mandi ia langsung berbaring ditempat tidurnya, disaat itulah Chanyeol terus memperhatikan Eun ji dengan teliti. Namun pria itu tidak menemukan hal aneh ditubuh Eun ji, karena merasa terganggu akibat tatapan suaminya. Eun ji dengan segera mengambil bantal dikasurnya dan melempar benda itu kearah Chanyeol yang tengah duduk dikursi.

Boom …

“Aigo .. kenapa kau melemparku dengan bantal ?” tanya Chanyeol sambil memegang kepalanya yang nampak kesakitan.

“Kenapa kau terus menatapku, eoh?. Memangnya ada yang aneh dari ku” sahut Eun ji dengan tatapan sinis.

“Kim eun ji, apakah kau merasakan sesuatu yang bergerak didalam perutmu ?” tanya Chanyeol tiba – tiba.

”Aku tidak merasakan apapun, hanya saja perutku terus bergetar” sahut Eun ji sambil memegang perutnya.

“Apa mungkin bayinya sedang lapar, makanya perutmu terus bergetar” ucap Chanyeol.

“Bayi ?, maksudmu apa ?. Tidak ada bayi didalam perutku !, perutku bergetar karena aku lapar” sahut Eun ji yang nampak kesal.

“Mungkin saja kau hamil” ujar Chanyeol tiba – tiba. Mendengar kata – kata itu Eun ji menjadi diam bahkan ia tidak tidak bisa mengedipka matanya.

“Mwo ?” sahut Eun ji yang nampak tekejut

“Aku siap jika kau benar – benar hamil” ucap Chanyeol sambil menatap istrinya.

“Apa maksudmu bilang seperti itu, aku tidak akan punya dari mu. Dan jangan pernah meminta seorang bayi dariku. Karena kita tidak akan bersentuhan, kau harus ingat itu Park Chan yeol !” balas Eun ji dengan tegas.

“Tapi kalau kau benar – benar hamil anakku bagaimana. Lagipula kan kau tidak tau apakah aku pernah menyentuhmu atau tidak. Apalagi semalam kau mabuk” ujar Chanyeol.

“Mwo ? semalam aku mabuk. Bagaimana bisa itu terjadi ?” tanya Eun ji

“Mana aku tau, kalau aku tau aku kasih tau. Tapi karena aku tidak tau, yah tidak akan aku kasih tau” jawab Chanyeol.

Karena merasa kesal dengan suaminya, dengan segera Eun ji keluar dari dlama kamarnya.

_

 

Gadis itu terus saja menatap datar kearah makanannya diatas meja, ia hanya mengaduk- ngaduk ramen itu dan tidak memakannya padahal sejak pagi ia belum makan. Eun ji terus berfikir mengenai masalah tersebut, gadis itu takut jika ia benar – benar hamil. Eun ji tidak menyangka bahwa Chanyeol akan melakukan hal tersebut padanya, padahal pria itu sudah berjanji padanya. Tidak sadar tiba – tiba saja Eun ji meneteskan air matanya, ia merasa takut untuk menjadi seorang ibu disaat umurnya yang masih 22 tahun. Namun tiba – tiba seseorang datang menghampiri gadis itu.

“Kau bisa menggunakan sapu tangan yang aku berikan padamu untuk menghapus air matamu” ucap Pria itu sambil duduk disamping Eun ji.

“Sapu tangan yang mana ? aku tidak mempunyai sapu tangan” sahut Eun ji. Dan seketika ia terkejut melihat Sehun yang tengah duduk disampingnya. “Sehun –ah, sedang apa kau disini ?”.

“Aku hanya ingin bersantai saja” ucap Sehun

“Maaf tadi aku menangis, aku sedang mengalami masalah yang rumit” ujar Eun ji

“Ngomong – ngomong dimana sapu tanganku ?, seharusnya kau sekarang mengembalikannya” ucap Sehun

“Sapu tanganmu sedang kucuci, mungkin belum kering” sahut Eun ji. Namun tiba – tiba saja Eun ji kembali muntah – muntah, dengan segera ia pergi kekamar mandi. Saat melihat hal itu Sehun mulai curiga dengan Eun ji, pria itu kini tau masalah apa yang tengah dialami oleh noonanya.

Ketika Eun ji keluar dari kamar mandi, ia kembali duduk dikursinya. Gadis itu terus saja memegang kepalanya yang terasa pusing, Sehun hanya bisa menatap Eun ji. Pria itu tidak ingin bertanya apapun pada kakak iparnya saat ini, namun keadaan yang memaksanya untuk mengatakan hal itu.

“Noona, apakah hyung mengira bahwa kau tengah hamil ?” tanya Sehun

“Kau tau dari mana, aku kan belum memberitaumu. Atau jangan – jangan kau seorang peramal” jawab Eun ji

“Noona, aku tengah serius sekarang”

“Iya, hyungmu mengira kalau aku sedang hamil. Padahal kan aku tidak hamil”

“Apakah kau ingat dengan siklus menstruasimu”

“Aigo … aku lupa seharusnya minggu ini aku sudah datang bulan, tapi kenapa aku tidak datang bulan”

“Mungkin hormonmu sedang tidak stabil,aku sarankan kau periksa kedokter”

“Kau tau dari mana, atau jangan – jangan kau hanya mengada – ngada saja”

“Kau tidak tau, aku ini kan mahasiswa kedokteran” sahut Sehun .

“Mwo ? kau mahasiswa kedokteran, tapi aku tidak pernah melihatmu difalkutas kedokteran. Aku seringnya melihatmu selalu bersama dengan saudara – saudaramu” ucap Eun ji

“Kau terlalu bodoh untuk mengetahui hal itu” sahut Sehun, lalu segeralah ia pergi dari dapur. Eun ji sedikit terkejut mendengar hal tersebut, namun gadis itu tidak menyangka bahwa Sehun adalah seorang calon dokter. Ia mengira adik iparnya yang satu ini hanya seorang adik yang manja dan selalu tergantung pada hyungnya. Namun perkiraannya itu salah, ternyata Sehun adalah pria yang hebat sama seperti hyungnya.

 

 

_*_

 

Dipagi harinya kota Seoul sudah dipenuhi banyak kendaraan yang sedang melintas dijalan raya, begitu juga dengan sepeda Eun ji yang tengah melaju dengan cepat menuju kampus. Gadis itu terus mengayuh sepedanya dengan cepat, ia terlihat sangat terburu – buru. Sesampainya dikampus gadis itu langsung memakirkan sepedanya dan bergegas berlari menuju falkutasnya. Setelah sampai dikelasnya, tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak orang. Karena beberapa menit lagi kelas akan segera dimulai, Eun ji segera duduk ditempat duduknya yang tepat berada disebelah tempat duduk sahabatnya. Beruntungnya Joy sudang menyiapkan tempat duduk untuk temannya.

Tubuh gadis berkeringat dan wajahnya juga pucat. Melihat hal tersebut membuat sahabatnya terus bertanya – tanya tentang keadaannya.

“Kau baik – baik saja Eun ji –ya ?” tanya Joy sambil menatap Eun ji

“Aku baik – baik saja kok, kau tidak perlu khawatir”sahut Eun ji pelan

“Kau terlihat sangat berbeda sekali,wajahmu pucat dan tubuhmu juga terlihat lebih gemuk dari sebelumnya” ucap Joy. Eun ji yang mendengar hal itu nampak terkejut.

“Tubuhku sedikit gemuk karena aku sering sekali makan, mungkin sekitar 5 kali sehari” ujar Eun ji

“Kau harus menjalani program diet, kau terlihat sedikit berbeda” ucap Joy

“Baiklah, tapi ada yang ingin aku katakan padamu” balas Eun ji

“Apa ?” tanya Joy. Eun ji sedikit ragu menanyakan hal ini kepada Joy, namun karena ia merasa penasaran akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada sahabatnya.

“Apakah kau percaya jika aku hamil” tanya Eun ji dengan nada pelan

“Mwo?! Kau hamil” terkejut Joy. Gadis itu tidak bisa berkata – kata bahkan ia terus memandangi Eun ji .

“Bagaimana itu bisa terjadi ?” tanya Joy

“Aku juga tidak tau, tiba – tiba saja Chanyeol -ah berkata padaku jika aku tengah hamil” jawab Eun ji

“Lalu kau percaya padanya, mungkin saja ia hanya bergurau” ucap Joy

“Kau benar, mungkin saja Chanyeol -ah hanya ingin mengerjaiku. Pokoknya aku akan menjalani program mogok bicara dan mogok makan” ucap Eun ji

“Kau yakin ingin melakukan hal itu ?” tanya Joy yang nampak ragu.

“Tentu saja, hal ini aku lakukan sebagai upaya pembalasan” sahut Eun ji. Walaupun gadis itu sudah berencana untuk membalas perbuatan Chanyeol, namun dihatinya masih tersimpan rasa takut mengenai kehamilan itu.

 

_*_

 

Seorang pria terlihat tengah sibuk melayani para pengunjung diCafe, bahkan ia sampai lupa untuk makan siang. Namun hal tersebut terselamatkan oleh kedatangan Bam bam dan Junior disana, mereka berdua dengan senang hati membawakan hyungnya makanan. Melihat kehadiran adiknya, Chanyeol dengan segera menghampiri mereka.

“Kau sedang apa disini ?” tanya Chanyeol

“Kami membawakanmu makan siang “ sahut Junior

“Lebih baik kau makan dulu saja, hyung” ucap Bam bam

“Untuk apa kau membawakanku makanan jika aku sekarang tengah berada diCafe. Aku bisa memasak makanan ku sendiri, jadi kalian tidak perlu repot – repot” ucap chanyeol

“Kau tau, makanan itu aku yang membuatnya” sahut Bam bam

“Baiklah aku akan memakannya, dan Gomawo atas makanannya” ucap Chanyeol sambil tersenyum kearah kedua adiknya.

Melihat makanan lezat didepannya, tidak pikir panjang Chanyeol langsung melahap habis makanan tersebut. Pria itu terlihat sangat lapar mungkin karena tadi pagi ia lupa untuk sarapan. Namun disisi lain Junior terus bertanya – tanya tentang keberadaan Eun ji, karena sejak pagi ia tidak melihat noonanya. Tapi Chanyeol tidak mengetahui dimana keberadaan istrinya, pria itu juga tidak bertemu Eun ji sejak pagi.

Sebenarnya Chanyeol ingin berkata pada kedua adiknya bahwa istrinya kini tengah hamil. Namun seketika muncul keraguan dibenak Chanyeol, ia merasa tidak yakin dengan apa yang ingin ia katakan. Tetapi pria itu harus bisa bersikap terbuka pada adiknya seperti yang Eun ji katakan padanya. Ketika sudah merasa kenyang, Chanyeol langsung memberitau hal tersebut ke pada adik – adiknya.

“Kalian tau, kalau noona kalian sekarang ini tengah hamil” ucap Chanyeol

“Mwo ?” terkejut kedua pria itu. Mereka terus saja memandangi hyungnya karena saking terkejutnya.

“Kalian tidak perlu terkejut, hal seperti ini kan memang harus terjadi” ujar Chanyeol/

“Tapi kenapa secepat ini, kaliankan belum lama menikah” ucap Junior dengan penuh keraguan

“Mungkin noona salah mengira, ia mungkin tidak mungkin hamil” sambung Bam bam .

“Tapi istriku sering sekali muntah – muntah dan pusing, tanda – tanda seperti itu adalah tanda bahwa wanita sedang hamil” sahut Chanyeol

“Mungkin noona salah makan, atau bisa saja dia alergi terhadap makanan” ujar Bam bam.

“Tidak, aku yakin Eun ji-ah pasti hamil” ucap Chanyeol. Mendengar hal itu kedua adiknya tidak bisa berkutik apapun. Mereka tau bahwa hyungnya sangat senang sekali mengenai kehamilan istrinya.

Disaat mereka tengah berbincang, tiba – tiba saja Eun ji datang dengan Joy. Ketiga pria itu terkejut melihat kehadiran kedua Yeoja tersebut secara tiba – tiba. Ternyata kehadiran Eun ji ditempat itu hanya ingin berbicara pada Chanyeol mengenai masalah yang tengah ia hadapi. Gadis itu langsung memarahi suaminya, karena ia sudah tau bahwa Chanyeol hanya bergurau tentang kehamilannya .

“Chanyeol –ah, aku tidak hamil ternyata aku hanya alergi saja” ucap Eun ji yang nampak sedikit kesal.

“Kau alergi terhadap apa ?” tanya Chanyeol

”Aku alergi terhadap alkohol apalagi soju, aku yakin pasti ada yang mencampurkan soju kedalam jus jeruk ku kemarin malam” sahut Eun ji sambil menatap curiga kearah kedua adik iparnya.

“Memangnya siapa yang mencampurkan soju kedalam jusmu ?” tanya Chanyeol kembali

“Aku juga tidak tau” sahut Eun ji

“Mungkin saja diantara ketiga adik iparmu, Eun ji-ah” ucap Joy tiba – tiba

“Kau menuduh kami, eoh ?” ucap Bam bam sambil menatap Joy.

“Kau tidak punya bukti untuk menuduhku, lagi pula bukan aku yang mencampurkan soju itu” ucap Junior dengan wajah tegang.

“Junior –ah, aku tidak menuduhmu kenapa kau terlihat sangat gugup sekali” ujar Eun ji yang nampak mulai curiga.

“Mungkin dia yang telah mencampurkan soju itu kedalam minumanmu” ucap Joy

“Kau jangan seenaknya menuduh hyungku” tegur Bam bam

“Aku tidak menuduhnya, mungkin saja ia yang telah melakukannya” ucap Joy yang nampak sedikit kesal.

“Sudahlah, kalian jangan bertengkar disini. Lebih baik sekarang kalian pergi, aku harus segera melanjutkan pekerjaanku” ucap Chanyeol

“Kau mengusir kami” ucap Eun ji dengan padangan sinis kearah suaminya.

“Aku tidak mengusir kalian, tapi Cafe ini sedang ramai dan aku juga sangat sibuk sekali” sahut Chanyeol

“Baiklah, aku akan pergi tapi masalah ini belum selesai” ucap Eun ji. :alu segeralah Eun ji dan temannya pergi dari tempat itu. Sementara Bam bam dan Junior tetap berada didalam Cafe itu.

 

_

 

Dimalam harinya, Chanyeol mencoba mengetuk pintu kamar istrinya untuk megajaknya makan malam. Namun gadis itu menolak untuk makan malam sebelum Chanyeol meminta maaf padanya. Pria itu terus membujuk istrinya, namun nihil Eun ji tidak meresponnya, gadis itu tengah menjalani rencananya untuk mogok makan, agar Chanyeol merasa bersalah padanya. Namun pria itu tetap saja tidak mempercayai perkataan istrinya, Chanyeol terus saja berkata mengenai kehamilan itu. Sehingga membuat Eun ji bertambah marah, lalu gadis itu meminta suaminya untuk tidak memaksanya makan.

Akhirnya Eun ji menyuruh Chanyeol untuk pergi dari depan pintu kamarnya.

“Sudahlah jangan ganggu aku !. Kau makan saja duluan !” teriak Eun ji dari dalam kamar.

“Baiklah tapi jika kau lapar aku sudah menyiapkan makanan didalam kulkas, kau bisa mengambilnya jika kau mau” sahut Chanyeol. Lalu pergilah ia dari depan kamar tersebut menuju ruang makan. Pria itu tertawa kecil ketika meninggalkan kamar Eun ji, ia tidak menyangka bahwa rencananya berjalan dengan lancar.

Suasana ketika makan malam sangat hening bahkan tidak ada seorangpun yang berkutik, tidak seperti makan malam kemarin saat bersama dengan Eun ji. Rasa bosan terus menyelimuti perasaan ketiga adik Chanyeol, namun berbeda dengan suami Eun ji. Pria itu terlihat sangat bahagia, bahkan sesekali ia tertawa kecil. Melihat sikap aneh hyungnya membuat ketiga saudara itu terus bertanya – tanya.

“Hyung, kau belum meminum obatmu ?” tanya Junior sambil menatap hyungnya.

“Kau ini bicara apa ?” tanya Chanyeol kembali

“Kau seperti orang yang tidak waras, apa mungkin karena kau kesepian tidak ditemani oleh noona” ucap Bam bam.

“Aku hanya sedang membayangkan istriku, aku yakin pasti sekarang ini ia sedang pusing memikirkan perutnya yang sedang kelaparan” sahut Chanyeol.

“Kau yakin, tadi sore aku melihat noona mengambil banyak makanan dari dalam kulkas” ucap Sehun.

“Benarkah ?” sahut Chanyeol singkat

“Iya” balas Sehun

“Aku harap dia tidak menghabiskan semua makanannya dalam sekejap” ucap Chanyeol sambil tersenyum

_

 

Disaat jam menunjukan pukul 12 malam, disaat itu juga seorang gadis mulai melangkah keluar dari dalam kamarnya dikarenakan perutnya yang kelaparan. Setapak demi setapak Eun ji melangkah menuju arah dapur, namun sialnya saat itu lampu dapur dalam keadaan mati. Gadis itu tidak tau dimana letak tombol lampu itu berada. Karena benar – benar sudah kelaparan Eun ji memutuskan untuk memberanikan diri mencari makanan dalam keadaan gelap. Gadis itu terus menelusuri setiap sudut didapur untuk mencari makanan, namun anehnya tidak ada makanan yang tersisa sama sekali.

Beruntung Eun ji teringat dengan perkataan suaminya bahwa ada makanan didalam kulkas yang sudah disiapkan untuknya. Dengan segera Eun ji berlari menuju kulkas, dan membukanya. Ia terkejut ketika melihat isi kulkas itu, hanya ada bahan – bahan makanan mentah, tiga potong sosis, dan sebotol saus. Seketika Eun ji terkejut melihat hal itu. Ia tidak menyangka suaminya setega ini padanya. Karena lapar Eun ji dengan segera mengambil tiga sosis beserta saus itu dan melahapnya habis, ia makan tepat didepan kulkas itu sembari mendinginkan mulutnya yang kepedasan akibat saus yang ia makan.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki yang mendekat kearah dapur. Namun karena asyik makan, Eun ji menghiraukan suara langka kaki itu. Semakin lama suara langkah kaki itu semakin keras, namun tiba – tiba saja suara langkah kaki tersebut tidak terdengar lagi. Ketika hendak menutup pintu kulkas, tidak disangka Chanyeol tengah berdiri tepat dibelakang pintu kulkas tersebut. Kehadiran pria itu membuat Eun ji terkejut, apalagi ditambah dengan penampilan wajah gadis itu yang memprihatinkan dengan lumeran saus yang menghisasi bibirnya. Tatapan pria itu membuat Eun ji menjadi terus gelisah.

“Chanyeol-ah, kau sedang apa disini ?” tanya Eun ji canggung.

“Aku hanya ingin mengambil air minum” sahut Chanyeol. lalu segeralah pria itu membuka kulkas dan mengambil sebotol air didalamnya.Chanyeol terlihat sangat haus bahkan sebotol air tidak cukup untuknya, lalu segeralah ia mengambil lagi beberapa botol dari dalam kulkas. Eun ji yang melihat hal itu menjadi bingung dengan sikap suaminya yang aneh. Daripada seperti berdiri seperti orang bodoh didepan kulkas, Eun ji langsung duduk dimeja makan sembari menahan rasa lapar diperutnya .

Eun ji terus saja memegang perutnya, sehingga membuat pandangan pria itu mengarah padanya. Sebenarnya sejak awal Chanyeol bahwa Eun ji sangat kelaparan, namun ia memilih berdiam diri sebelum istrinya yang memintanya. Karena keadaan Eun ji yang terlihat sangat memprihatinkan tidak pikir panjang pria itu langsung mengambil bahan – bahan makanan dari dalam kulkas, dan segera memasaknya. Pria itu ingin membuatkan Eun ji Pasta Telur, melihat hal tersebut membuat Eun ji menjadi penasaran. Dengan segera ia menghampiri suaminya yang tengah memasak.

“Chanyeol-ah, kau mau tidak memasakan aku makanan ?” tanya Eun ji tiba – tiba

“Tidak aku ingin memasak makanan ku sendiri, tapi jika kau mau aku bisa membuatkanmu juga” sahut Chanyeol.

“Oppa kau sangat baik, boleh aku membantumu ?” tanya Eun ji kembali

“Kau tidak perlu membantuku, dan jangan panngil aku Oppa. Dan jika kau membatuku memasak, nanti kau yang akan aku masak” sahut Chanyeol sambil menatap sinis kearah Eun ji.

“Kau jahat sekali, baiklah aku tidak akan membatumu tapi aku bolehkan melihatmu memasak” ucap Eun ji

“Jika kau terus mengganguku, lebih baik kau kembali duduk dikursi” ujar Chanyeol.

“Baiklah” sahut Eun ji singkat, lalu segeralah ia kembali duduk dimeja makan.

Aroma Pasta mulai tercium harum, namun hal itu membuat Eun ji mulai merasa mengantuk. Gadis itu terlihat terus mencoba menahan rasa kantuknya, namun takdir berkata lain. Eun ji langsung terlelap dalam mimpinya, tidak lama setelah itu pasta yang dibuat Chanyeol akhirnya siap, dengan segera ia mengantarkan makanan itu pada istrinya. Namun ketika melihat Eun ji yang tengah tertidur membuat pria itu tertawa kecil. Ia mencoba untuk membangukan istrinya namun nihil gadis itu tidak terbangun. Melihat ekspresi wajah Eun ji membuat pria itu ingin terus memandanginya, kecantikan yang dimiliki Eun ji membuat jantung Chanyeol berdetak dengan sangat kencang bahkan ia bisa merasakan dengan tangannya sendiri detakan jantung itu.

Chanyeol terus tersenyum kecil memandang kearah istrinya.

“Kau sangat cantik Kim eun ji” guman Chanyeol. Dan seketika muncul perasaan aneh dihatinya, pria itu terus saja memandangi bibir Eun ji. Tiba – tiba saja Chanyeol mulai mendekatkan bibirnya pada gadis itu, dan tidak disangkah pria itu mencium Eun ji. Chanyeol tidak sadar bahwa ia tengah mencium istrinya, yang ia rasakan hanya sentuhan lembut dari bibir Eun ji. Namun tiba- tiba saja gadis itu mulai menggeraka matanya, dengan sangat terpaksa Chanyeol harus melepaskan bibirnya.

Pria itu mulai berkeringat dingin ketika Eun ji mulai terbangun, gadis itu mengangkat kedua tanganya sembari merenggangkan ototnya. Ia sedikit terkejut ketika melihat Chanyeol tengah duduk disampingnya, namun rasa curiga mulai timbul dipikiran Eun ji ketika melihat suaminya yang terlihat sangat canggung.

“Chanyeol-ah, kenapa kau berkeringat ?” tanya Eun ji sambil memandang wajah suaminya.

“Aku hanya lelah saja” sahut Chanyeol yang masih nampak canggung.

“Tapi kenapa tiba – tiba bibirku terasa tidak enak” keluh Eun ji sambil mengecap – ngecap bibirnya.

“Kau tidak sadar dibibirmu ada bercak saus”

“Benarkah ?” gadis itu langsun menyentuh bibirnya. Mengetahui ada bercak saus dibibirnya, ia segera membersihkannya.

“Dasar gadis yang jorok”

“Akukan tidak menyadarinya” raut wajah gadis itu menjadi cemberut ketika suaminya berkata seperti itu. Namun ketika Eun ji memandang wajah Chanyeol, ia baru menyadari bahwa dibibir pria itu juga ada bercak saus yang menempel.

“Oppa, kenapa dibibirmu juga ada bercak saus sepertiku” tanya Eun ji tiba – tiba sambil memperhatikan bibi suaminya. Chanyeol terkejut ketika istrinya berkata seperti itu, bahkan tubuh pria itu mulai kembali berkeringat dingin. Melihat hal tersebut membuat Eun ji semakin curiga dengan suaminya.

“Tadi saat aku tengah memasak, aku mencicipi sedikit saus untuk menghilangkan rasa kantukku, dan mungkin sausnya menempel dibibirku” sahut Chanyeol sambil membersihkan bercak itu dari bibirnya.

“Kau sangat mencurigakan Chanyeol-ah , atau jangan – jangan kau telah melakukan hal yang aneh”

“Aku tidak gila sepertimu, untuk apa aku melakukan hal yang aneh”

“Feeling ku berkata bahwa kau baru saja berciuman dengan seseorang”

“Kau memang bodoh Eun ji-ya, dengan siapa aku berciuman, tidak ada orang lain ditempat ini selain kau dan aku”

“Benar juga berarti feelingku salah, tapi aku yakin pasti kau tadi berciuman”

“Terserah padamu saja, sudahlah cepat kau makan”

“Memangnya makanan nya sudah siap, aku tidak melihat makanan disekitar sini“ gadis itu menoleh kearah kanan dan kiri untuk mencari keberadaan makanan itu, namun hal itu malah menuai teguran dari suaminya.

“Kau memang bodoh, kau tidak lihat didepanmu sudah ada makanan” pria itu mengarahkan bola matanya kebawah untuk memberitahu Eun ji. Seketika gadis itu baru menyadarinya, ia langsung tersenyum kecil ketika melihat sepiring pasta tersaji dihadapannya.

“Daebak … indah sekali makanan ini” puji Eun ji.

“Kau ingin terus memandanginya hingga pagi ?” tanya Chanyeol

“Baiklah aku akan segera memakannya”

“Setelah kau selesai makan, kau kembali kekamarmu lalu segera tidur”

“Memangnya sudah jam berapa ?”

“Sekarang jam setengah dua malam”

“Baiklah, aku akan makan lalu segera tidur”

 

_

 

Dipagi harinya terlihat seorang pria yang tengah memakai dasi didepan cermin, disisi lain terbaring seorang wanita ditempat tidur. Chanyeol terlihat sangat rapi dengan kemeja yang ia kenakan, namun pria itu menjadi bingung ketika melihat keadaan Eun ji. Pria itu berniat untuk mengajak istrinya pergi, tapi Eun ji belum juga terbagun. Terpaksa Chanyeol yang harus membangunkannya, pria itu berjalan perlahan menuju tempat tidur istrinya. Melihat keadaan gadis itu yang sangat memprihatinkan membuat Chanyeol hanya bisa tersenyum kecil, ditambah dengan Wajah Eun ji yang dihiasi dengan benda kecil lengket dimatanya dan rambut yang kusut. Hal itu membuat pria itu sedikit ragu – ragu untuk membangunkan istrinya, ia mencoba untuk menyetuh bahu Eun ji namun nihil gadis itu tidak terbangun.

Segala cara sudah pria itu coba namun tetap saja Eun ji tidak terbangun, akhirnya Chanyeol memutuskan untuk tidak jadi megajak istrinya pergi. Namun saat hendak ingin keluar dari kamar tiba – tiba saja gadis itu terbangun, ia menguap sangat keras sehingga membuat Chanyeol langsung menoleh kearahnya. Pria itu tertawa kecil ketika gadis itu menguap, dengan segera Chanyeol mengahampiri Eun ji.

“Nyonya Park, cepatlah kau segera mandi dan bersiap – siap “ ucap Chanyeol yang berdiri tepat dihadapan istrinya.

“Kau memanggilku nyonya Park, kau sudah gila eoh ?” sahut gadis itu

“Aku serius nyonya Park, sudahlah cepat kau mandi”

“Baiklah, aku akan segera mandi” gadis itu langsung berjalan menuju kamar mandi. Disaat Eun ji tengah mandi, tidak disangka Chanyeol menyiapkan barang – barang yang akan dikenakan oleh istrinya. Pria itu sudah membelikan Eun ji pakaian dan sepatu. Tidak lama kemudian gadis itu keluar dari dalam kamar mandi, Eun ji sedikit terkejut ketika melihat sebuah pakaian Mini Dress tergeletak diatas tempat tidurnya. Ia mengira pakaian itu adalah milik Chanyeol, namun tidak mungkin jika suaminya mempunyai pakaian Mini Dress.

Karena penasaran Eun ji langsung mencoba pakaian itu, gaun pendek berwarna putih dengan corak bunga mawar yang indah dan dihiasi dengan tali pita dibagian pinggang terlihat sangat cocok ditubuh Eun ji. Ia tidak pernah mengenakan pakaian seperti itu sebelumnya. Namun ketika sedang asyik berpose didepan cermin tiba – tiba saja Chanyeol masuk kedalam kamar, pria itu terkejut ketika melihat gaya Eun ji yang sangat lucu. Gadis itu mencondongkan tubuhnya kearah depan dan meletakan kedua tangannya dipinggang, hal itu membuat suaminya tertawa terbahak – bahak.

“Hihihi … kau sedang apa ?” tanya Chanyeol sambil tertawa

Eun ji hanya diam saja ketika pria itu bertanya padanya, bahkan ia sama sekali tidak menoleh kearah Chanyeol. Dengan segera pria itu mengahampiri istrinya yang masih dalam keadaan berpose lucu.

“Kau tidak ingin memperbaiki posemu” ucap Chanyeol yang berdiri tepat disamping gadis itu. Mendengar perkataan suaminya dengan segera Eun ji kembali menegakan tubuhnya, gadis itu tidak berani menatap wajah Chanyeol. Namun tidak disangkah pria itu berlutut dihadapan Eun ji dan langsung memakaikan kakinya sebuah sepatu berwarana coklat dengan hiasan pita diujung atas sepatu. Eun ji tidak bisa berkata apapun ketika melihat hal itu, bahkan ia terus saja menuruti perintah suaminya untuk mengangkat kakinya.

Sepatu coklat itu terlihat sangat indah dikenakan dikaki gadis itu , namun disisi lain Eun ji masih belum mengerti maksud dari semua barang – barang yang diberikan oleh suaminya.”

“Chanyeol-ah, kenapa kau membelikanku pakaian dan sepatu, padahal aku tidak pernah meminta semua ini padamu ?” tanya Eun ji.

“Kau terlalu bodoh untuk mengetahui hal ini” sahut Chanyeol sambil menatap gadis itu

“Tapi kau sangat cantik mengenakan baju mahal seperti itu, aku kira kau akan terlihat sedikit aneh memakai benda itu”

“Kau jangan menggodaku, aku memang tidak cantik tapi hatiku itu sempurna melebihi hati seorang malaikat “

“Terserah padamu saja, tapi hari ini kau harus ikut denganku”

“Aku tidak bisa, hari ini aku ada kuliah”

“Kau ingin pergi kuliah dihari minggu, sudahlah kau ikut denganku saja”

“Oh iya … aku lupa kalo sekarang hari minggu”

“Dasar gadis aneh, sudahlah ayo pergi”

Dengan segera pria itu menarik tangan Eun ji dari dalam kamar menuju halaman rumanhnya, Eun ji hanya bisa terdiam ketika pria itu menarik tanganya. Tidak disangka ketika melintasi ruang tamu gadis itu melihat Sehun dan Junior tengah bermain posel sedangkan Bam bam sedang asyik menonto tv, pandangan ketiga pria itu sangat sinis terhadap Eun ji bahkan mereka tidak berkutik apapun kepadanya. Padahal Eun ji menyapa ketiga adik iparnya ketika ia lewat didepan mereka, perasaan gadis itu sedikit khawatir melihat sikap ketiga adik iparnya. Namun ketika ia melihat Chanyeol terseyum padanya, seketika perasaan khawatir hilang dan Eun ji menjadi sedikit lebih tenang. Lalu segeralah sepasang suami sitri itu pergi.

Ditengah perjalanan Eun ji terus saja menguap, bahkan sesekali gadis itu memejamkan kedua matanya. Ia terlihat sangat mengantuk ditambah dengan hembusan angin dingin dari AC mobil yang menyala membuat Eun ji serasa ingin tidur. Melihat hal itu Chanyeol hanya tertawa kecil, namun pria itu mencoba untuk melarang Eun ji agar tidak tertidur.

“Kau jangan tidur, sebentar lagi kita akan sampai” ucap Chanyeol sambil menyetir mobil

“Aku sangat mengantuk Chanyeol-ah, kau tidak tau tadi aku hanya tidur 5 jam saja” sahut Eun ji sambil memejamkan matanya.

“Tapi jika kau tertidur, aku akan kesulitan untuk membangunkanmu”

“Baiklah aku akan mencoba untuk tidak tertidur, tapi kau harus cepat menyetirnya”

“Baiklah istriku”

Dengan segera pria itu menambah kecepatan laju mobilnya, hingga membuat Eun ji terkejut. Bahkan mata gadis itu kembali terbuka lebar akibat laju mobil yang cepat, ia mengira bahwa suaminya telah menabrak sesuatu. Melihat reaksi Eun ji yang lucu membuat Chanyeol langsung tertawa.

“Hihihi … Kim eun ji, wajahmu sangat jelek sekali dan kau seperti orang bodoh” ucap Chanyeol sambil tertawa.

“Kau sangat menyebalkan Chanyeol-ah, lihat saja aku akan membalas tindakanmu ini” sahut Eun ji sambil menatap sinis keraha suaminya.

“Coba saja kalau bisa”

Pria itu terus saja menggoda Eun ji yang tengah marah, bahka sesekali Chanyeol mengulangi hal itu lagi sehingga membuat istrinya semakin kesal. Namun Eun ji tidak bisa berbuat apa – apa, gadis itu berharap suatu saat ia bisa membalas tindakan aneh suaminya.

Tidak lama setelah itu akhirnya mereka sampai disebuah Restoran yang megah dikota Seoul, mata Eun ji terbuka lebar ketika melihat Restoran itu. Tidak disangka tiba – tiba saja Chanyeol menggenggam tangan istrinya dan langsung mengajak gadis itu masuk kedalam tempat tersebut. Tubuh Eun ji gemetar ketika Chanyeol memegang erat tangannya, setapak demi setapak kedua pasangan tersebut melangkah menuju meja makan diRestoran itu. Eun ji terkejut ketika melihat dua orang wanita yang tengah duduk dimeja makan yang ia dan suaminya ingin tempati, dengan segera gadis itu memarahi kedua wanita asing itu. Melihat tindakan istrinya yang memalukan Chanyeol langsung menyuruh Eun ji untuk duduk dan langsung menjelaskan maksud dari kehadiran kedua wanita itu.

Eun ji menuruti permintaan suaminnya walaupun ia masih merasa sangat kesal. Tanpa pikir panjang Chanyeol langsung memperkenalkan istrinya kepada rekan kerjanya yang berasal dari Amerika itu.

“Hello, I am Park Chanyeol and she is my wife. Her name is Kim eun ji” ucap Chanyeol pada kedua wanita asing itu.

“Hello, my name is Kate. And my name is Bella” balas kedua wanita itu

 

 

 

Message from author :

Gomawo Chingu karena sudah membaca The Perfect Wife, jangan lupa baca Chapter selanjutnya yah. Karena akan banyak momen lucu plus romantis diantara Chanyeol dan Eun ji.

Dan jangan lupa Comment dikolom bawah ini yahh. Gamsahabnida Chingu J

Iklan

4 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE]The Perfect Wife – (Chapter 6)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s