[EXOFFI Facebook] Stay With Me (Oneshoot)|loudia3424.

16735685_247860572339172_1942838627_o-3

Tittle : Stay With Me | Author: loudia3424 | Rating : T | Cast : Park Chanyeol, Song Sohee, Oh Sehun and others | Oneshoot

Desclaimer : Ff ini hasil dari pemikiran author sendiri.

Happy Reading~

SOHEE POV

Namaku Sohee, Song Sohee. Aku siswi kelas 2 SMP, ah maksudku seperti siswi kelas 2 SMP. Aku tidak bersekolah di sekolah umum, aku lebih memilih home schooling. Bukan karena aku tidak suka namun…kedua orang tuaku yang sibuk dan sering berpindah kota karena pekerjaan mereka. Maka dari itu, aku lebih memilih program ini agar saat aku pindah tidak terlalu rumit.

Ah, jangan kira karena aku home schooling aku tidak punya teman. Emm, mungkin. Beberapa minggu terakhir ini, aku hampir setiap hari melihat seseorang yang berjalan di depan rumahku. Dia laki-laki, mungkin dia seusiaku. Namanya Chanyeol, kalau tidak salah. Dia selalu berangkat sekolah berjalan kaki menuju halte bus yang tidak jauh dari daerah rumahku bersama temannya. Dia sangat tampan, sungguh. Bahkan aku rela bangun lebih pagi untuk sekedar melihatnya.

Aku sering menunggunya, berdiri di balik pintu gerbang rumahku. Saat dia sudah mulai dekat, aku segera menyembunyikan wajahku. Hahaha aku sangat malu jika dia balik melihatku. Jadi, saat ini hanya aku yang mengetahui dirinya. Mungkin dia pernah melihatku, saat pintu gerbangku tiba-tiba macet sehingga tidak aku tidak bisa bersembunyi.

Hari ini, seperti biasa aku menunggunya berangkat sekolah. Udara pagi hari ini cukup dingin karena semalam diguyur hujan begitu deras dan juga jalanan cukup licin. Hampir sekitar 30 menit aku menunggu, akhirnya dia muncul. Suara tawanya terdengar begitu jelas. Dia bersama temannya sedang bercanda. Aku tersenyum melihatnya walaupun jaraknya masih cukup jauh.

Dia melangkah semakin mendekat, segera aku masuk ke dalam halaman rumahku dan menutup sedikit pintu gerbang agar tidak diketahui oleh mereka. Suara tawa dan langkah kakinya semakin terdengar jelas. Aku mengintip mereka dari sela-sela lubang pintu gerbang rumahku. Beberapa langkah setelah mereka melewati rumahku, tiba-tiba aku mendengar suara decitan roda mobil yang di rem mendadak dan suara sesuatu yang ditabrak. Spontan aku membuka pintu gerbangku lebar-lebar dan melihat ke arah sumber suara.

SOHEE POV END.

****

AUTHOR POV

Sohee terkejut melihat kejadian yang berada di dekat rumahnya. Badannya seolah membeku melihat seseorang tergeletak di jalanan licin itu. Darah segar terus mengucur dari tubuh sang korban membasahi aspal. Sohee berlari mendekati orang tersebut.

“Chanyeol! Park Chanyeol!” Teriak Sohee mendekati tubuh Chanyeol yang tergeletak lemas di samping mobil yang menabraknya. Gadis itu bahkan tidak memperdulikan pakaiannya terkena darah dan noda di aspal yang membuat jalanan ini licin. Ia memegang erat tangan Chanyeol. Berusaha menyadarkan laki-laki itu agar bertahan.

“Chanyeol, aku mohon tetap buka matamu. Tetaplah buka matamu. Lihat aku, Chanyeol. Lihat aku saja jangan rasakan apapun di tubuhmu!” Usaha Sohee di tengah-tengah isakannya. Chanyeol membuka matanya begitu lemah. Untuk bernapas pun Chanyeol kesulitan. Sohee terus menangis sambil memegang erat tangan Chanyeol. Sedangkan teman Chanyeol, sibuk dan panik menelpon ambulan dan meminta tolong orang-orang sekitar.

“Kau…. Siapa?” tanya Chanyeol sangat lirih namun masih bisa di dengar oleh Sohee. Badannya seolah remuk tidak bisa digerakan. Ia hanya bisa berkedip dan menggerakkan bola matanya.

“Aku Sohee. Aku mohon tetap buka matamu. Tunggu sampai ambulan datang. Jangan tutup matamu, aku mohon Chanyeol!” Sohee melepaskan syal yang ia gunakan kemudian melilitkannya di leher Chanyeol dan sebagian untuk alas kepala Chanyeol dengan hati-hati. Darah dari kepala Chanyeol terus mengalir. Tangannya semakin lemah, napasnya semakin ringan. Mata Chanyeol mulai tak kuat untuk dibuka, pandangannya mulai menerawang ke langit.

“Chanyeol, tidak! Jangan! Tetap buka matamu. Lihat aku saja, kau harus tetap sadar.” Tangis Sohee semakin pecah melihat kondisi Chanyeol saat ini. Laki-laki yang bersama Chanyeol itu segera mendekati sahabatnya. Oh Sehun, tertulis di name tag seragamnya.

Samar-samar Chanyeol membuka sedikit matanya, ia mengarahkan pandangannya kearah gadis disampingnya. Walau pandangannya tidak begitu jelas, ia melihat wajah gadis itu yang berambut hitam panjang dan memakai sebuah kalung. Tak lama matanya tertutup sempura.

*****

2 tahun berlalu sejak kejadian itu. Saat itu pula Sohee tidak pernah melihat apalagi mendengar kabar dari Chanyeol lagi. Ia juga tidak pernah melihat teman Chanyeol yaitu Oh Sehun. Walau demikian, ia selalu berharap Chanyeol baik-baik saja dan bisa bertemu dengannya lagi.

“Apa kau yakin akan bersekolah di SMA Sky High? Eomma sangat khawatir karena kau tiba-tiba ingin bersekolah di sekolah biasa.” Tanya ibu Sohee yang turut ikut membantu Sohee berkemas. Ini adalah hari pertama ia akan mulai bersekolah di SMA Sky High. Sekolah itu memiliki asrama, jadi di wajibkan bagi yang bersekolah disana untuk tinggal di asrama sekolah tersebut.

“Eomma jangan khawatir. Aku hanya tidak ingin membuat eomma dan appa kerepotan karena mengurusku. Aku tahu jika kalian sangat sibuk dan kadang harus keluar kota. Aku hanya tidak ingin merepotkan karena harus pindah sekolah juga. Lagipula aku pasti baik-baik saja disana.” Jelas Sohee. Ibu Sohee hanya bisa mengikuti apa kata anaknya itu. Setelah semua bersiap, ayah Sohee pun siap mengantarkannya ke sekolah baru Sohee.

Sohee menarik kopernya menuju gedung asrama Sky High. Terdapat dua gedung asrama disana. Lorong-lorong asrama cukup ramai karena hari ini memang tahun ajaran baru. Sohee masih menelusuri jalan untuk mencari kamarnya.

“58. 59. 60. Ah, ini dia 61.” Gumam Sohee. Saat hendak memasukkan kunci kamar, ternyata pintu kamarnya sudah tidak terkunci. “Apa teman sekamarku sudah datang?” pikir Sohee, segera ia membuka pintu tersebut.

“Wuahh..” Sohee melihat ruangan yang akan menjadi tempat tinggalnya. Ruangan itu cukup luas dengan ruang tengah yang minimalis dan sofa. Terdapat dua kamar di sisi kanan dan kiri ruang tengah tersebut. Sohee melangkahkan kakinya kedalam dan mendapati satu kamar dengan pintu terbuka lebar. Ia mendekati kamar tersebut dan menangkap sosok laki-laki yang tengah merapikan pakaian dari koper ke dalam lemari.

“Chan..Chanyeol?” Ucapnya dari ambang pintu kamar. Laki-laki itu membalikkan badannya dan melihat Sohee yang masih memegang kopernya.

“Oh, kau sudah datang? Wah ternyata partner-ku seorang gadis.” Ya laki-laki itu Chanyeol, Park Chanyeol. Sosok laki-laki yang sudah lama ia tidak lihat.

***

SOHEE POV

Aku begitu terkejut saat….melihat wajah laki-laki itu. Ia semakin tampan. Ingin rasanya aku menangis dan memeluknya saat ini. Aku selalu memikirkannya bahkan memimpikannya karena terlalu rindu. Aku tidak percaya bisa melihatnya lagi. Apa ini sebuah kebetulan saja? Aku merasa seperti doaku selama ini terkabul. Tapi melihat responnya, apa dia tidak mengingatku? Ah, kemungkinan besar iya. Mana pernah aku menunjukkan wajahku langsung dua tahun yang lalu? Pasti dia sudah lupa.

“Siapa namamu?” Tanyanya lagi. Ya Tuhan, sungguh ia benar-benar Chanyeol. Ada sedikit rasa terkejutku saat ia menanyakan hal itu. Ah, benar. Aku memperkenalkan diriku saat ia tergeletak tak berdaya akibat kecelakaan itu.

“Namaku, Sohee. Song Sohee.” Ucapku penuh penekanan, berharap ia mengingatnya. Namun, ia hanya tersenyum dan melepaskan genggamannya saat kami bersalaman. Benar, dia tidak mengingatku. Tak lama, ponselnya berdering. Ia meraihnya dari saku jaket yang masih ia kenakan. Ekspresinya berubah seolah tidak suka dengan nama yang tertera di layar ponselnya.

“Ck.” Ia mengusap layar ponselnya.

“Ada apa?”
.
“Aku sedang sibuk.”
“Aku tidak bisa malam ini. Aku akan pergi dengan temanku untuk merayakan pindahan kami ke asrama.” Ia melirikku sekilas. Entah, kenapa aku berfikir kalau ia akan mengajakku pergi dan merayakan pindahan kami. “Sudah ya.” Lanjutnya. Ia melempar kasar ponselnya ke arah kasur.

“Aku masuk kamar dulu ya. Aku juga akan merapikan barang-barangku.” Pamitku padanya. Ia hanya tersenyum dan mengangguk sambil masih merapikan pakaiannya ke lemari. Aku melangkahkan masuk ke kamarku yang berada tepat di depan kamar Chanyeol.

SOHEE POV END.

***

AUTHOR POV

Sohee sudah selesai menata ruang kamarnya. Kamar itu terlihat masih baru dan cukup berdebu. Ia melangkahkan kakinya keluar kamar menuju ruang tengah. Disaat yang hampir bersamaan, Chanyeol pun keluar dari kamarnya juga.

“Ayo kita bersihkan ruangan ini bersama.” Ajak Chanyeol sambil menyerahkan masker kepada Sohee. Sohee terlihat begitu senang menerima masker dari Chanyeol. Itu adalah barang pemberian pertama dari Chanyeol.

“Apa tadi itu kekasihmu? Maaf tadi aku tak sengaja mendengar suara dari sambungan teleponmu.” Tanya Sohee ditengah-tengah mereka sedang sibuk mengelap meja.

“Eumm, entahlah. Dia memang kekasihku. Hanya saja aku tidak begitu tertarik padanya. Aku tidak merasakan sesuatu saat bersama dirinya.” Chanyeol menghela napasnya sebentar. “Dimanakah wanita yang mampu mencuri hatiku? Seperti apakah dia?” Jawab laki-laki itu seolah bertanya pada takdirnya. Chanyeol kemudian beristirahat sejenak dengan duduk di sofa. Membuka sedikit maskernya agar lebih leluasa bernapas.

“Ah aku baru ingat, aku belum memperkenalkan diriku. Namaku Park Chanyeol.” Lanjutnya sambil mendekati Sohee yang masih membersihkan debu di jendela dekat balkon. “Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Wajahmu tidak asing bagiku.”

Sohee menghentikan kegiatannya dan menoleh kearah Chanyeol. Dia mengingat wajahku walau tidak yakin. Setidaknya itu sedikit obat bagi hatiku dan juga ia menyebutku cantik tadi. Batin Sohee.

“Entahlah, mungkin kita memang pernah bertemu. Disuatu tempat.” Pandangan Sohee masih tertuju pada Chanyeol berharap ia teringat sesuatu tentangnya. Namun sepertinya Chanyeol benar-benar tidak ingat. Chanyeol hanya tersenyum dan menutup wajahnya lagi dengan masker. Melanjutkan kegiatan bersih-bersih mereka. Sohee tersenyum perih dan membalikkan badannya menatap luar pemandangan yang berada di balkon. Tidak bisakah dia memandangku? Seorang gadis yang diam-diam mencintainya tanpa dia sadari?

*****

Sohee membuka pintu kelasnya. Ia memandang seluruh ruangan mencari-cari bangku yang masih kosong. Akhirnya ia menemukan bangku baris kedua dan meletakkan tasnya disana. Semakin lama ruang kelas semakin ramai, Sohee masih duduk dibangkunya sambil membaca buku. Tanpa ia sadari ada seseorang yang duduk dibelakangnya.

“Hei, ternyata kita sekelas juga?” Seru orang itu. Sontak membuat Sohee membalikkan tubuhnya dan melihat Chanyeol yang duduk di belakangnya.

Selama jam pelajaran dimulai, Chanyeol terlihat memikirkan sesuatu. Ia menatap rambut hitam Sohee dan seolah tidak asing baginya. “Aku yakin pernah melihatnya. Tapi dimana?” Gumamnya.

Saat jam istirahat, Sohee tengah sibuk mencari buku di perpustakaan. Saat tengah mengambil sebuah buku yang cukup tinggi, membuat kakinya sedikit terpeleset dan hampir saja ia jatuh. Ya, tubuhnya mungkin saja terbentur keras dengan lantai jika tidak di tangkap oleh seseorang. Sohee membuka matanya saat tubuhnya tiba-tiba terhenti di udara. Ia menoleh dan mendapati Chanyeol yang meraih lengannya.

***

CHANYEOL POV

Aku terkejut saat ia menoleh kearahku. Aku merasa ada sesuatu yang mengganjal. Terlebih lagi saat aku melihat kalung yang ia kenakan. Aku merasa pernah melihatnya tapi entah dimana.

Aku melepaskan tanganku dari tubuhnya dan segera meninggalkannya tanpa sepatah katapun. Melihatnya begitu dekat membuatku menjadi aneh. Perasaanku seolah memilki terkaitan dengannya.

“Hei, kenapa kau diam saja? Tumben sekali kau tidak membuat rusuh?” Tegur sahabatku, Oh Sehun sambil meneguk bubble tea kesukaannya. Dia temanku sejak kami kecil. Aku masih diam memikirkan hal-hal aneh yang aku rasakan.

“Sehun, sepertinya aku memiliki perasaan aneh terhadap seorang gadis.” Ucapku tanpa melihatnya. Namun, apa reaksinya? Dia justru tersedak oleh minumannya dan menepuk bahuku cukup keras.

“Kau jatuh cinta lagi? Ayolah Chanyeol, kau baru pindah dari London sebulan yang lalu. Dan kau sudah ganti kekasih sebanyak tiga kali? Apa kau tidak lelah menjadi playboy?” Bukan jawaban itu yang aku harapkan dari mulut Sehun. Ingin sekali aku merebut bubble tea dari tangannya agar dia kesal namun, aku sedang tidak ingin berdebat dengannya kali ini.

CHANYEOL POV END.

*****

AUTHOR POV

Chanyeol malam ini pulang agak terlambat karena harus mengerjakan sesuatu di asrama Sehun. Saat ia membuka pintu kamarnya, ia mendapati Sohee tertidur di ruang tengah dengan buku-buku yang berserakan sebagai alas kepalanya.

Ia melangkahkan kakinya perlahan masuk ke kamar. Ia takut membangunkan Sohee yang terlihat lelap. Setelah berganti baju, Chanyeol kembali keluar dari kamarnya. Ia mendekati Sohee, mensejajarkan posisinya dengan Sohee yang tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya yang terletak diatas meja. Tiba-tiba jantungnya berdebar setiap kali ia melihat wajah Sohee. Terbesit bayangan yang tidak jelas terlintas di pikirannya.

“Kau cantik. Apa aku jatuh cinta padamu? Aku merasa sudah sangat mengenalmu. Tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya?” gumamnya lirih. Chanyeol mendekati wajah Sohee agar dapat melihatnya lebih jelas. Ia mengusap lembut rambut Sohee.

BRUUK.

Chanyeol mendorong tubuhnya sendiri ke belakang saat mata Sohee tiba-tiba terbuka. Wajah Chanyeol cukup dekat tadi sehingga membuatnya sangat kaget. Sohee menatap Chanyeol yang masih tersungkur di lantai karena terkejut.

“Tadi kau berkata apa?” Tanya Sohee. Chanyeol seolah membeku dan bisu saat Sohee menanyakan hal itu.

“Tidak. Aku tidak berkata apa-apa.” Ucapnya singkat sambil kembali berdiri.

“Tapi aku yakin kau mengatakan sesuatu. Katakan saja, Chanyeol. Apa benar kau menyuka-”

“Tidak! Mana mungkin aku menyukaimu? Kita baru saja bertemu. Bahkan kita belum terlalu dekat. Lagipula aku sudah memiliki kekasih, kau tahu kan?” Balas Chanyeol tanpa berani menatap balik mata Sohee.

“Lalu… Kenapa kau mengusap wajahku?” Pertanyaan ini cukup sukses membuat Chanyeol terhenyak beberapa saat.

“Hei! Kapan aku mengusap wajahmu? Aku baru saja ingin membangunkanmu agar pindah ke dalam kamar. Kau ini membuatku repot saja.” Sebisa mungkin Chanyeol mengelak semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Sohee.

Sohee merasa sangat sakit mendengar jawaban dari Chanyeol. Harus sekejam itukah ia menjawabnya? Sohee sekali lagi meraih lengan Chanyeol sebelum laki-laki itu masuk kedalam kamarnya.

“Lepas! Aku sudah bilang padamu, kau itu salah dengar!” Chanyeol menepis tangan Sohee dan masuk kedalam kamarnya.

***

CHANYEOL POV

Setelah aku masuk ke kamarku, aku juga mendengar suara pintu kamar Sohee tertutup. Kepalaku menjadi pusing setelah kejadian berusan. Suara Sohee masih terngiang jelas di telingaku. Aku tidak bisa tidur dan hanya menatap langit-langit kamarku.

Aku tau aku sudah kasar dengan jawabanku tadi. Tapi aku tidak tahu lagi harus berkata apa agar dia berhenti menanyakannya. Bagaimana kalau dia tahu yang sebenarnya? Dia pasti membenciku jika tahu aku menyukainya. Ini terlalu cepat, itu saja. Aku takut dia merasa tidak nyaman. Tapi kejadian ini sepertinya justru lebih parah.

Pagi hari, aku terbangun dan masih teringat kejadian semalam. Aku membuka pintu kamarku dan mendapati ruangan itu kosong. Biasanya Sohee akan ribut sendiri mencari kaos kaki atau dasinya. Tapi pagi ini, sepi. Dia sudah berangkat sangat pagi tidak meninggalkan pesan apapun. Dengan cepat pula, aku bergegas berangkat ke sekolah.

Apa yang akan terjadi hari ini? Apa dia akan menjauhiku di sekolah? Apa dia akan membenciku? Aku mendudukkan tubuhku di kelas. Aku menatap kosong bangku yang ada di depanku. Kemana dia? Bukankah dia sudah berangkat tadi pagi? Aku menngedarkan pandanganku ke seluruh ruang kelas dan mendapati Sohee duduk di pojok belakang. Benar, dia menghindariku.

“Sohee, ini kan bangku ku?” Suara Eunji masih bisa ku dengar walaupun suara kelas sudah mulai ramai. Apakah di sedang tidak semangat belajar? Apa ini gara-gara kejadian semalam?

“Maaf, tapi bisakah aku duduk disini? Kau bisa duduk di bangkuku.” Jawab Sohee. Aku sedikit kaget dengan jawabannya. Aku melirik sedikit kearahnya. Tentu saja Eunji tidak menolaknya justru sangat senang. Aku tahu kalau aku memang tampan dan banyak gadis yang ingin duduk di dekatku. Tapi suasananya sungguh tidak tepat kali ini.

CHANYEOL POV END.

***
AUTHOR POV

“Sohee? Aneh rasanya melihatmu duduk dibelakang. Hei, kenapa matamu sembab? Apa semalam kau menangis?” tanya Hyeji pada Sohee. Chanyeol nampak tersentak dengan pertanyaan itu. Ia menoleh ke arah Sohee dan mengamatinya dengan seksama. Benar, wajahnya terlihat berbeda, matanya sembab.

“Kenapa dia menangis? Apa mungkin…dia menyukaiku? Dia menangis karena ucapanku semalam yang terlalu kejam? Ahh, kau bodoh Park Chanyeol!” batin Chanyeol sambil mengusap wajahnya kasar.

“Hyeji, apa boleh aku nanti menginap di kamarmu?” tanya Sohee. Matanya mulai berkaca-kaca lagi walau hanya menanyakan hal itu.

“Kenapa? Apa kau… Oh, baiklah tentu saja boleh. Aku akan katakan pada Sehun agar dia pindah ke kamarmu. Jadi, hanya kita saja.” ucap Hyeji cepat saat melihat wajah Sohee yang menahan airmatanya agar tidak keluar.

“Sehun?? Oh Sehun maksudmu?” Tanya Sohee pada Hyeji. Apakah itu Oh Sehun teman Chanyeol? Teman yang ada waktu kejadian kecelakaan dua tahun yang lalu? Batin Sohee. “Dimana dia sekarang?” Lanjut Sohee.

*****

“Astaga! Jadi ini kau? Kau yang menolong Chanyeol saat kecelakaan mobil itu?” seru Sehun saat mereka bertemu di gedung asrama. Sohee menceritakan semua hal yang ia alami sebelum kecelakaan itu terjadi.

“Lalu… apa yang terjadi pada Chanyeol setelah ia keluar dari rumah sakit?”

“Hmm, dia mengalami amnesia ringan. Dia tidak mengingat hal-hal tertentu. Bahkan dia hampir saja tidak mengenaliku.” Sohee tertunduk sedih. Itu alasannya Chanyeol tidak mengingatnya.

“Dia dan keluarganya kemudian pindah ke London. Dia baru saja pindah kesini sebulan yang lalu.” Lanjut Sehun.

Setelah mendengar penjelasan dari Sehun, Sohee menjadi mengerti sekarang kenapa Chanyeol tidak mengenalnya. Walaupun ia sudah tahu, namun tetap saja perkataan Chanyeol semalam membuat hatinya sakit dan hancur. -“Kau membuatku repot saja!”- kata-kata yang terlalu kejam untuk diucapkan dari orang yang kau cintai bukan?

Saat akan masuk gerbang asrama, Sohee menangkap sosok Chanyeol yang berdiri disana. Sohee enggan melihatnya dan hanya berjalan begitu saja. Namun langkahnya terhenti saat Chanyeol meraih tangannya agar berhenti.

“Kau ingin mengatakan apalagi? Apa kau belum puas memakiku semalam?”

“Tidak, aku ingin meminta maaf.”

“Minta maaf? Untuk apa? Aku tidak pernah marah padamu. Aku saja yang berlebihan dan sangat bodoh. Aku sangat bodoh karena mencintaimu selama dua tahun ini. Aku gadis yang bodoh karena menyiksa diriku sendiri menunggu laki-laki sepertimu. Aku tidak akan menanyakan perasaanmu lagi, karena aku sudah tahu dengan jelas apa jawabannya.”

Chanyeol tertegun dengan penjelasan Sohee barusan. Tangannya melemah dan perlahan melepaskan genggaman lengan Sohee. Apa maksudnya dua tahun ini? Jadi benar dia menyukaiku. Batin Chanyeol. Sohee meninggalkan Chanyeol yang masih tak berkutik di posisinya ke dalam asrama.

*****

“Chanyeol!” teriak Sehun saat masuk kedalam kamar itu. Ia membuka pintu kamar Chanyeol dengan kasar. Chanyeol sedang meringkuk diatas kasurnya.

“Hei! Kenapa kau tidak bilang kalau partnermu itu Sohee??” Lanjut Sehun. Chanyeol seketika bangkit dan menatap Sehun.

“Kau mengenalnya?”

“Tentu saja! Dia gadis yang membantumu saat kecelakaan dua tahun lalu. Kau masih tidak ingat? Wah daebak!” Ucap Sehun tak habis pikir. Kenapa sahabatnya ini bisa sangat tidak peka terhadap wanita. Sehun segera membuka lemari Chanyeol mencari sesuatu didalam sana.

“Ini. Ini syal miliknya. Yang pernah aku ceritakan padamu.” Sehun melempar syal itu kearah Chanyeol. Walaupun Chanyeol tidak ingat semuanya, setidaknya ia memiliki firasat tentang Sohee sejak pertama kali bertemu.

Chanyeol segera meraih jaketnya kasar dan bergegas keluar dari kamar. Ia tidak menggubris omelan Sehun yang masih berlanjut.

“Sohee? Dia keluar sebentar. Aku kira dia ke kamarnya untuk mengambil buku.” Ucap Hyeji saat Chanyeol menanyakan keberadaan Sohee.

Chanyeol berlari keluar asrama mencari sosok Sohee yang entah pergi kemana. Ia mencoba menelpon Sohee namun tidak ada respon. Ia berlari menelusuri jalanan malam kota Seoul.

“Sohee kau sudah gila? Apa yang kau lakukan di sini hah? Kau ingin bunuh diri? Kau ini, tidak bisakah kau berpikir lebih jenih??” Chanyeol berlari sambil berteriak dari kejauhan. Ia menemukan Sohee yang sedang berada diatas jembatan menatap air yang mengalir deras dibawah sana.

“Aku… hanya sedang memakan es krim ini.” balas Sohee polos karena terkejut Chanyeol tiba-tiba muncul. Ia menundukkan kepalanya di pinggrian jembatan agar tetesan es krimnya tidak jatuh di pakaiannya. Chanyeol masih mencoba mengontrol napasnya dan merasa lega karena Sohee tidak mencoba bunuh diri.

“Aku ingat kau sekarang. Walau tidak semuanya. Aku ingat rambut, kalung dan suaramu saat kau membantuku saat kecelakaan dua tahun lalu. Maaf sangat terlambat menyadarinya. Dari awal bertemu denganmu aku merasa ada yang menarikku kearahmu.”

Sohee hanya terdiam. “Aku menyukaimu. Itu jawabanku.” Lanjutnya.

“Kau mengkhianati kekasihmu sendiri?”

“Aku sudah tidak berhubungan dengannya lagi. Aku sudah memutuskannya tadi pagi saat kau berangkat lebih dulu. Aku sudah bilang padamu kan kalau aku tidak tertarik dengannya.”

Kemudian Chanyeol memberikan syal milik Sohee yang masih ia simpan.

“Ini. Aku ingin mengembalikannya. Terimaksih sudah menyelamatkanku. Aku juga minta maaf karena tidak menuruti perkataanmu waktu itu.” Sohee mengrenyitkan alisnya.

“Kau tidak ingat? Kau menyuruhku untuk melihat kau saja, bukan?” Balas Chanyeol sambil tersenyum menggoda. Sohee tertawa dengan perkataan Chanyeol. “Saranghae.” Lanjut Chanyeol.

-END-

Omaigat fanfic absurd apa ini? Kkkkkk~ Maaf kalau banyak kekurangan ya readers..jangan lupa komennya^^ Kamsahamnida.

Link page ; https://www.facebook.com/EXOFanFiction/

Iklan

One thought on “[EXOFFI Facebook] Stay With Me (Oneshoot)|loudia3424.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s